elegant-white-wallpapers-wided

Contoh Pengumuman

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id urna et purus fringilla ultrices. Nulla facilisi. Morbi id porta lectus, eget scelerisque diam. Suspendisse malesuada dignissim dignissim. Morbi nisl lectus, congue id mi eget, lacinia ultrices justo. Donec mollis eros pharetra ex rhoncus ullamcorper. Cras id augue mollis, ultrices neque id, aliquet arcu. Aliquam varius tincidunt justo, a lacinia purus viverra vitae. Cras dolor urna, egestas pellentesque porttitor ut, tempor vel ipsum.

sosialisasi-frambusia-020317

Petugas Kesehatan Mengikuti Pelatihan Pemberian Obat Pencegahan Masal Frambusia

Baa.- Frambusia merupakan masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema palidum, yang mana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut. Penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit menular, karena penularannya sangat cepat hanya dengan kontak langsung antara kulit penderita dengan kulit orang lain. Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang pada daerah tropis, panas dan hujan. Selain itu juga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting pada penyakit ini, karena jika lingkungan sekitar dalam keadaan kotor maka akan dengan mudah penyakit ini tumbuh subur. Maka dari itu kebersihan adalah modal awal dalam menjaga tubuh untuk terbebas dari serangan berbagai penyakit.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao, Drs. Melyanus Mandala mewakili Bupati Rote Ndao membuka kegiatan orientasi pertemuan teknis dan pelatihan singkat dalam rangka pemberian obat pencegahan masal frambusia yang bertempat di restoran Quin, Kamis (02/03/2017).

Dalam sambutannya Melyanus Mandala mengatakan bahwa setiap tahun pemerintah daerah Rote Ndao telah menghabiskan Rp. 3-4 milyar untuk membeli obat-obatan yang disebabkan oleh sanitasi masyarakat yang tidak benar sehingga menimbulkan penyakit yang terus ada di tengah masyarakat.

“berobat-kambuh, berobat-kambuh dan anggaran habis hanya untuk pengadaan obat yang semestinya anggaran Rp. 3-4 milyar bisa disisihkan untuk kegiatan lainnya tetapi lebih banyak digunakan untuk mengatasi penyakit yang sumbernya tidak pernah tuntas penyebabnya, misalnya ada TBC, malaria, frambusia, kaki gajah” kata Mandala

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah sanitasi tersebut pada tahun anggaran 2017 semua tenaga kontrak daerah kecuali guru dan tenaga kesehatan diturunkan dalam tim satgas grup dengan tugas utama adalah membersihkan kota Baa dengan memperbaiki sanitasi lingkungan yang bernaung dalam Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao.

“jadi tenaga kontrak yang tidak mau turun jadi pasukan kuning dan pegang sapu, silahkan mundur dari tenaga kontrak daerah, karena sekarang semua sudah dibagi berdasarkan luas jalan dan luas wilayahnya masing-masing sehingga kalau wilayahnya tidak bersih akan diberhentikan” tegas Mandala

Saat ini juga banyak pihak telah membantu Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk mengatasi semua persoalan itu termasuk hari ini dari Kementerian Kesehatan datang untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan di Rote Ndao dengan memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan di Rote Ndao.

Hadir pada kesempatan itu petugas dari Sub Direktorat Kementerian Kesehatan RI, Camat Pantai Baru dan Camat Rote Barat Daya, para kepala Puskesmas serta petugas kesehatan dari RSUD Baa dan Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao. (diskominforn)

Lambang Puskesmas

Puskesmas Rawat Inap Akan Dibangun di Ndao Nuse

Ndao Nuse,– Kecamatan Ndao Nuse dalam tahun anggaran 2017 mendapatkan kucuran dana dari APBD Kabupaten Rote Ndao sebesar 7 Milyar lebih yang diperuntukkan bagi pembangunan satu buah fasilitas kesehatan yakni Puskesmas rawat inap. Selain itu, juga akan ditempatkan tenaga kesehatan di Puskesmas yang akan dibangun nantinya sehingga dapat melayani masyarakat di Kecamatan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Melyanus Mandala saat pemaparan prioritas pembangunan kabupaten Rote Ndao tahun 2017 pada pembukaan Musrenbangcam Ndao Nuse di Gereja Paulus Oli Fatula, desa Oli Fatula, kecamatan Ndao Nuse senin ( 27/2/17 ).

“ Untuk menjawab kebutuhan masyarakat disini maka tahun ini juga kita akan bangun Puskesmas rawat inap dengan dana yang kita siapkan dari APBD Kabupaten Rote Ndao sebesar 7 Milyar lebih. Sedangkan gedung puskemas yang lama dijadikan rumah dinas bagi tenaga medis yang bertugas disini ,” kata Melyanus Mandala.

Untuk itu dirinya meminta agar lokasi yang akan dibangun Puskesmas rawat inap tanahnya tidak bermasalah sehingga tidak ada complain dikemudian hari. “ Harus pastikan tanah bebas masalah baru bisa kita bangun,” sambung Mandala.

Setelah itu, lanjut Mandala kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang baru dibangun nanti menjadi perhatian. Walaupun sudah memiliki puskesmas namun dari sisi fasilitas dan tenaga medisnya masih dirasa kurang. “ Tenaga kesehatan kita tambahkan jika puskesmas rawat inapnya selesai dibangun supaya pelayanan dapat berjalan baik,” katanya.

Kepala Seksi ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Ndao Nuse, Jeskial Faah mengapresiasi rencana pembangunan dimaksud sebab selama ini masyarakat belum terlayani secara maksimal kaitan dengan pelayanan kesehatan. “ atas nama masyarakat di sini saya menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah khususnya kepada masyarakat Ndao Nuse,” kata Jeskial Faah.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Rote Ndao, Frengki Haning mengatakan Kementerian Desa dan PDT akan membangun pabrik es dan bantuan dua unit kapal. “ dari kementerian ada dana bangun pabrik es dan bantuan dua unit kapal. Kita juga berharap tanah yang akan dibangun pabrik es juga tidak ada masalah,” kata Haning.

Ferry Lilo warga desa Mbali Lendeiki mengaku senang jika apa yang disampaikan terealisir sebab menurutnya hal tersebut akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Ndao Nuse. “ Semoga kedepan daerah kami semakin maju,” harap Ferry.

Turut hadir Anggota DPRD, Erasmus Frans Mandato, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukian dan Lingkungan Hidup Leksy Foeh, Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan, Yus Fiah, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao )

elegant-white-wallpapers-wided

Pengurus IPPM Rote Ndao Dikukuhkan

Pengurus Ikatan Pemuda Pemudi Mooyumbuk (IPPM) Rote Ndao dikukuhkan oleh Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Camat Rote Barat Daya Jusup Messakh, di desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (22/2/2017).

Acara pengukuhan ini dikukuhkan dalam acara pertemuan raya keluarga besar Mooyumbuk dan pengukuhan badan pengurus IPPM periode 2017-2020 yang diketuai oleh Hangry M.J. Mooy,SH,M.Si

Camat Rote Barat Daya, Jusup Messakh saat memberikan sambutannya mengatakan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar Mooyumbuk, karena kegiatan ini merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan oleh anak muda di Kecamatan Rote Barat Daya.

“muda-mudahan ini menjadi contoh bagi suku atau leo yang lain untuk bisa menghimpun dan merapatkan barisan sehingga menjadi sebuah ikatan bagi anak-anak muda dalam suku sendiri untuk saling mengenal dan mengasihi” kata Messakh.

Lebih lanjut Jusup Messakh mengatakan bahwa orang tua telah meninggalkan sebuah sejarah yang bagus namun karena perkembangan pengetahuan dan teknologi sehingga anak-anak sekarang mengabaikan semua itu dalam menjadikannya sebagai sebuah pelajaran yang berarti bagi mereka.

Ketika mereka berjalan, walaupun ada hubungan kekeluargaan, hubungan darah tetapi terkadang mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga saat ini apa yang sudah dibuat oleh keluarga besar Mooyumbuk menjadi sebuah pelajaran bagi leo-leo yang ada di Kecamatan Rote Barat Daya karena di nusak Thie ada 25 suku dan 1 sudah melakukannya dan masih ada 24 leo lagi, mudah-mudahan bisa melakukan hal yang sama.

Jusup Messakh mewakili pemerintah berharap bahwa melalui kegiatan yang dilakukan oleh leo Mooyumbuk ini untuk bersama-sama membangun daerah ini sehingga dapat mensejahterakan keluarga yang ada dalam leo Mooyumbuk.

Pada acara pengukuhan tersebut dilakukan pembacaan silsilah Mooyumbukdan penandatanganan prasasti oleh pelindung IPPM Kabupaten Rote Ndao, Gabriel Mooy dan Bupati Rote Ndao Leonard Haning yang diwakili oleh Camat Rote Barat Daya, Jusup B. Mesakh.

Hadir pula pada kesempatan tersebut tetua Mooyumbuk, Gerry Mbatemooy yang saat ini berdomisili di Medan Sumatera Utara sebagai pengusaha.(diskominforn)

Teknik-Pengelolaan-Keuangan-Desa

Aparat Desa Perlu Diberi Pelatihan Kelola Keuangan

Lobalain,– Sumber Daya Manusia ( SDM ) aparatur desa perlu terus diberikan bimbingan dan pelatihan dalam mengelola administrasi dan keuangan desa dapat dipertanggungungjawabkan dan program – program yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara baik dan benar sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya hingga saat ini masih terdapat aparatur desa masih kurang mengerti tentang pengelolaan administrasi dan keuangan.

Pace Mandala salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Mokdale, kecamatan Lobalain meminta adanya pelatihan dan pendampingan yang serius bagi kepala desa dan aparatnya agar dana desa maupun ADD yang diterima di desa dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Saya minta pemerintah daerah bisa memberikan pelatihan dan pendampingan bagi kades dan aparat desanya sebab jika tidak mereka akan mengalami kesulitan dalam mengelola dan mempertanggunjawabkan pengelolaan keuangannya,” pinta Pace Mandala saat berdialog dengan Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD, Petrus J. Pelle dan Camat Lobalain, Yames M. K. Therik pada akhir acara pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan Lobalain di kantor Camat Lobalain rabu ( 22/2 )

Hal ini lanjut Pace Mandala, agar meminamalisir kesalahan pengelola dana desa dan ADD baik secara administrasi maupun keuangan akibat dari kurang paham atau bahkan ketidaktahuan dari aparat desa yang dipercayakan untuk mengelola dana untuk kesejahteraan masyarakat desa. “ Apalagi dana yang dikelola cukup besar,” kata Pace.

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun mengatakan Pemerintah Daerah beberapa tahun terakhi telah menyelenggarakan bimtek pengelolaan keuangan dan administrasi lainnya bagi aparatur desa. “ Pemerintah menyadari betul akan kemampuan aparatur kita di Desa. Masih sangat rendah karena itu mereka perlu terus dilatih. Di setiap desa juga sudah kita tempatkan petugas untuk melakukan pendampingan bagi aparat Desa mulai dari perencanaan. Supaya mereka paham peruntukan dana – dana itu untuk apa saja sehingga nantinya tidak salah,” kata Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun

Dikatakannya, pelatihan menjadi hal yang penting untuk membantu menyiapkan aparatur desa dalam menyemban tugas pelayanan di desa. “ Apa yang diusulkan tadi sudah kita lakukan, sudah kita anggarkan untuk pelatihan,” tambah Wabup Jonas Lun.

Masyarakat lainnya, seperti Zaka Manafe, Erik Lasarus, Niko Hilli pada kesempatan tersebut juga berharap agar Pemerintah memperhatikan sumber mata air Oemau agar tidak tercemar, ketersediaan pupuk bagi masyarakat tani, bantuan benih kacang untuk ditanami di lahan persawahan yang kekurangan air, jaringan listrik di desa Oematambolik dan ruas jalan Lekonak-Lekik-Kapasiok agar menjadi prioritas pertama untuk dikerjakan.

Kepala Desa Kuli, Polce Dillak mengusulkan agar anggota Dewan yang melakukan kunjungan ke Desa lebih dahulu diinformasikan kepada pihak pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa sebagai kepala wilayah sehingga ada hal – hal yang perlu dijelaskan menjadi akurat atau dapat dipertanggungjawabkan.

“ Saya mohon kepada Bapak-ibu anggota dewan sebelum turun ke desa tolong diinformasikan kepada kami supaya kami turut mendampingi,” tandas Polce. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao ).

elegant-white-wallpapers-wided

Bupati Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan di Pantai Baru

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM beserta rombongan disambut dengan pasukan berkuda dan tarian adat Rote serta drum band dengan lambaian bendera kecil oleh murid SD dibundaran Pantai Baru dalam rangka membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Pantai Baru, Senin (20/2/2016)

Dalam laporan Camat Pantai Baru,Alfons Saek mengatakan bahwa dirinya mewakili warga Pantai Baru sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan kepeduliannya bagi masyarakat dalam segala hal terlebih tahun ini di Pantai Baru warga Batulilok dikala musim hujan seperti saat ini tidak terisolasi lagi dan dapat menikmati pembangunan jembatan Batulilok 1 didesa Batulilok yang dikerjakan tahun 2016 dengan menelan biaya Rp. 4.950.000.000,-, pembangunan jembatan Diaklain, bantuan 2 buah rumah bagi warga di desa Oeledo, pembangunan jalan 2 km didesa Sonimanu, bantuan tractor roda 4 untuk kelompok tani di desa Keaoen, subsidi pupuk 75%.

“sangat langkah dan adalah ajaib untuk dilakukan bersama Lentera yang sudah 8 tahun memimpin dan baru pertama kali terjadi yaitu menghadiri pelantikan aparat desa di desa Edalode pada 10 Februari 2016 lalu” kata Saek

Lanjut Saek, ia sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memimpin didaerah kelahirannya sendiri, untuk itu ia sangat berharap kepada Bapak Bupati dan seluruh perangkat daerah yang hadir saat ini untuk mengawal sekaligus menjawab seluruh usulannya yang akan dibawah ke musrenbang kabupaten, provinsi dan nasional.

Pada saat itu juga Alfons Saek melantunkan sebuah syair berjudul “Lentera Pembawa Kesejukan” yang bertutur : Dibawah naungan payung Lentera, nusak-nusak disatukan kokoh berdiri, dari Timur – Barat, dari Selatan – Utara, Lentera bersinar ibarat mentari dipagi hari. Hari ini pembukaan Musrenbang di Pantai Baru, nusak-nusak hadir memenuhi undangan menyambut cahaya Lentera pembawa kesejukan, cahayamu menerangi Pantai Baru menumbuhkan tunas baru “Putra Pantai Baru Asli”, bersama masyarakat Pantai Baru kita siap berkarya, bersama masyarakat Pantai Baru kita satukan barisan lanjutkan pembangunan mengubah wajah Pantai Baru 5 tahun kedepan’

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Petrus J. Pelle,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan kepada para Kepala Desa dan pemangku kepentingan yang ada di desa untuk merencanakan dengan baik semua yang berhubungan dengan dana desa agar dapat berguna bagi kesejahteraan didesa masing-masing.

“kalau dulu didesa masih mengeluh karena didesa tidak ada dana, ada ADD tetapi dananya terbatas, sekarang ADD anggarannya ratusan juta bahkan untuk tahun 2017 bisa mengelolah anggaran lebih besar dari pimpinan OPD yang ada di tingkat kabupaten bahkan melebihi anggaran kecamatan, dan semua itu dengan tujuan agar masyarakat bisa sejahtera” kata Pelle.

Pelle juga menambahkan untuk masalah pupuk yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan masalah subsidi 75% tetapi pupuk tidak ada ditengah-tengah masyarakat, maka dirinya meminta kepada para kepala desa untuk mengawal serta membantu pemerintah memperlancar prosesnya sehingga pupuk cepat sampai dimasyarakat, dan terobosan yang sudah dilakukan oleh Bapak Bupati saat ini dengan memotong jalur pengecer mudah-mudahan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, saat membuka musrembang mengatakan bahwa selama 8 tahun kepemimpinannya sesuai dengan visi dan misinya semua sudah disentuh dan sukses sedangkan yang masih masalah pupuk dan subsidinya serta penerangan atau listrik yang belum merata diseluruh desa yang terdapat 51 desa belum ada jaringan listrik, untuk itu melalui musrembang kali ini ditahun 2017 APBD akan dipakai untuk pemasangan listrik sehingga Rote seluruhnya bisa tersentuh listrik.

Sedangkan masalah pupuk dengan kelangkaannya yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan saja di Rote tetapi ditempat produksi pupuk sendiri mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk, maka dirinya turun langsung ke lapangan dan merombak serta melawan sistim tataniaga pupuk di Indonesia dan akhirnya anak Rote yang ditunjuk sebagai distributor yaitu tokoh Tujuh Jaya sehingga dikala kurang orangnya bisa ditemui

“daripada tunjuk distributir dari luar dan disaat kurang orangnya tidak diketahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi sehingga pupuk menjadi langkah dan petani mengeluh dimana-mana pupuk tidak ada” kata Bupati Haning.

Bupati menambahkan bahwa tujuan dan sasaran utama dari semua yang dilakukan melalui musrembang pada saat ini adalah duduk bersama untuk membahas yang prioritas dan normal serta dirinya mengakui memang tidak semua usulan pada musrembang terjawab, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.(diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Syukuran 8 Tahun Lentera : Bersama Rakyat Kita Bisa

Baa,-: Syukuran delapan tahun kepemimpinan Lentera, Natal bersama dan deklarasi sukses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan tahun 2017 yang berlangsung di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Nee Mok desa Sanggaoen, Kamis (16/2/2016) sore.

Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam moment natal ini kesan yang didapat adalah Yesus tinggalkan kebesaran dan keagunganNya serta tinggal ditengah-tengah manusia, sehingga kalau Tuhan saja seperti itu maka bagainana dengan pemimpin di Rote.

“janganlah hanya hidup dan terpaku di singgasana tetapi turunlah kebawah bertemulah rakyat didalam kebun dan sawah, apa yang kurang jawablah dia dengan jawaban yang tepat dan jangan bersikukuh dengan jabatan yang ada padamu karena itu akan berlalu” kata Bupati Haning

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa selama kepemimpinan paket Lentera, kami ada bukan karena kemampuan kami, Lentera jilid I dan II ada karena kepercayaan masyarakat dan campur tangan Tuhan yang maha kuasa, maka ini adalah bentuk ungkapan syukur.

Pada momentum tersebut, Bupati Haning mengajak masyarakat satukan tekad dan derap langkah bersama melalui damai natal dan semangat tahun baru, serta momentum ulang tahun Lentera ke 8 tahun bersama rakyat Rote Ndao dalam menjabarkan visi dan misi bersama rakyat terdapat banyak tantangan yang dihadapi tetapi semua itu dapat terhindar sehingga dalam pelaksanaan penyerapan APBD Rote Ndao menjadi terdepan diseluruh kabupaten/kota NTT. Fakta juga menunjukan bahwa dalam mengelolah otonomi daerah bersama-sama dengan 199 daerah pemekaran di Indonesia ternyata Rote Ndao menjadi urutan pertama terbaik di NTT dan urutan 22 diseluruh Indonesia.

“dengan demikian Bupati bukan segala-galanya dalam menyukseskan pembangunan di Rote Ndao tetapi bersama rakyat dengan gerakan yang sama, nafas yang sama, kita dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama” kata Bupati Haning.

Diakhir sambutannya, Bupati menghimbau kepada para maneleo untuk mengawal pemerintah dan mendukung dalam doa serta mengingatkan pemerintah sehingga dapat bekerja tanpa menghitung berapa yang didapat tetapi menghitung apa yang diberikan bagi daerah ini.

Pada kesempatan itu pula Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM meresmikan 134 paket pekerjaan bangunan fisik konstruksi yang dikerjakan dalam tahun anggaran 2016 di Rote Ndao.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Alfret Saudila dalam sambutannya mengatakan atas nama lembaga DPRD Rote Ndao menyampaikan apresiasi kepada Bapak Drs. Leonard Haning, MM melalui paket Lentera sudah 8 tahun mengemban amanat rakyat Rote Ndao dalam mendeklarasi sukses pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Lebih lanjut Saudila mengajak seluruh elemen masyarakat melalui moment ini untuk meningkatkan semangat rela berkorban bagi sesama terlebih bagi daerah Rote Ndao yang tercinta dan juga terus meningkatkan semangat hidup dan hidup berdampingan satu sama lain. Pemerintah, DPRD, dan tokoh masyarakat saling bersinergi dalam mengisi pembangunan dengan kegiatan positif dan produktif dalam membangun daerah ini.

“dalam memasuki tahun baru 2017 ini dengan semangat baru dan optimis yang baru adalah kunci sukses bagi kita dalam membangun daerah ini karena dibawah kepemimpinan paket Lentera yang inisiatif ini kesuksesan akan tetap dan terus akan kita raih” kata Saudila.

Ia berharap deklarasi sukses tersebut dapat menjadi sebuah kerja nyata bagi daerah ini karena dibawah kepemimpinan Drs. Leonard Haning,MM selama 8 tahun ini melalui Lentera menjadi sulung memimpin Kabupaten Rote Ndao. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses atas kepemimpinan Leonard Haning dan Jonas C Lun yang menerima amanah rakyat dalam memimpin daerah ini.

Diakhir acara dilakukan pembacaan deklarasi sukses tahun 2017 oleh Sekda Rote Ndao, Drs.Jonas M Selly,MM dan ditandatangani oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM yang disaksikan oleh semua unsur Forkopimda Rote Ndao.

Hadir dalam syukuran itu, para maneleo dan warga dari setiap kecamatan di Rote Ndao, Forkopimda serta tamu dan undangan, belasan pendeta yang turut serta ikut dalam perayaan syukuran 8 tahun Lentera dan perayaan Natal Rote Ndao 2016 dan Tahun Baru 2017 tersebut.(diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Bupati Tanam Pilar Batas Nusak di Desa Hundihopo

Baa, Rabu 15 Pebruari 2017 – Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM menanam pilar tapal batas antara nusak Renggou dan nusak Oepao , dalam peletakan tapal batas antara dua nusak tersebut diikat dengan kesepakatan adat berupa papadak/hoholok di desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur.

Dalam menyelamatkan ekosistem yang ada di laut Sawu demi kelangsungan hidup anak cucu, maka Bupati Rote Ndao pada kesempatan itu mengajak masyarakat nusak Renggou dan Oepao untuk taat asas dalam melestarikan ekosistem laut dalam habitatnya demi kesejahteraan kita semua dengan tidak menggunakan bom ikan, potas dan pukat harimau.

Lanjut Bupati bahwa pemerintah saat ini, memberikan jalan keluar kepada masyarakat dengan memberikan 150 kapal penangkap ikan kepada nelayan Rote Ndao dalam tahun 2017-2019, dan perlahan-lahan akan diberikan alat penangkap ikan serta pelatihan kepada nelayan dalam pengoperasian peralatan itu,supaya dapat menangkap ikan untuk keperluan keperluan konsumsi sendiri maupun untuk ekspor.

“kalau 150 kapal ini dibagi ke sentral produksi ikan maka saya yakin nelayan bisa menjangkau perairan lebih dari 4 mil karena syarat minimal adalah 3 GT, untuk itu masyarakat dibutuhkan kerjasama masyarakat dengan pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana” kata Bupati

Bupati dalam mengakhiri sambutannya mengajak masyarakat, agar menaati asas/aturan yang telah disepakati bersama, karena apa yang baru saja dilakukan dalam haholok ini adalah merupakan peradaban masyarakat Rote Ndao yang tertinggi dalam bentuk darah sehingga jauh lebih kuat dan sejajar dengan aturan normatif. (diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Antisipasi Kelangkaan Pupuk : Bupati Cek Langsung Ke Petani

Setda,– Guna memenuhi kebutuhan pupuk petani dan mencegah terjadinya kelangkaan pupuk akibat tidak adanya stok yang di tingkat pengecer maka perlu dilakukan pengecekan langsung ke masyarakat tani.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning didampingi Kadis Pertanian, Stef Saek, Kadis PU dan Penataan Ruang, Dominggus Modok, Kasubag Perlengkapan, Humas dan Protokol, Arison Tomasui, Penyuluh Lapangan dinas Pertanian, Thadeius Nani dan sejumlah staf minggu ( 12/2/17 ) menuju ke Desa Modosinal dan Temas di Kecamatan Rote Barat Laut dan Desa Lalukoen dan Meoain di Kecamatan Rote Barat Daya untuk mendengar penyampaian langsung dari masyarakat kaitan dengan kebutuhan pupuk.
“ Saya cek begini, biar langsung dengar dari masyarakat dan mendapatkan kepastian bahwa penyalurannya adil, supaya kurang ya kurang sama-sama, jangan ada yang lebih lalu yang lain kurang atau tidak dapat pupuk sama sekali,” kata Bupati Lens Haning.

Menurutnya, setelah turun lapangan pihaknya mendapatkan informasi bahwa pupuk Urea untuk saat ini stoknya masih cukup namun yang kurang adalah pupuk TSP. “ Petani sampaikan bahwa untuk Urea masih ada sementara yang dibutuhkan yakni TSP. Saya sudah koordinasi dengan distributor dan hari ini juga 5 ton TSP sudah dikirim ke pengecer,” jelas Bupati.

Selain itu tambah Bupati Haning, dirinya telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian untuk lebih berperan aktif. “ Jadi tidak hanya menunggu petani “ berteriak “ baru kerja tapi lebih kepada rasa kepedulian, rasa memiliki daerah ini. Para penyuluh berilah penyuluhan agar petani mendapatkan pengetahuan yang cukup cara bertani yang baik dalam rangka meningkatkan produksi pertaniannya,” tambahnya.
Kepala Desa Modosinal, Fendi Muda kepada Bupati mengatakan hingga saat ini petani di desanya masih kekurungan pupuk TSP yang biasa masyarakat awan menyebutnya pupuk hitam. “ Untuk air di embung saya kira cukup, kami kekurangan pupuk saja. Tapi pak Bupati sudah sampaikan kepada kami bahwa pupuknya sudah ada dalam satu dua hari kedepan. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada pak Bupati yang bertindak cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Fendi Muda.

Sementara itu, saat di bertemu dengan masyarakat Desa Lalukoen, Bupati Haning mengatakan akan membuka lahan baru di sekitar embung Okehendak. Untuk itu dia berharap masyarakat setempat dapat mendukung rencana tersebut. “ Iya, di sekitar embung ini akan dibuka lahan sawah baru dan lokasi yang lama juga akan diperbaiki. Saya juga telah perintahkan segera dikerjakan pada tahun ini,” terangnya.
Beberapa warga desa Lakukoen diantaranya, Aldo Ngge’o dan Alber Lay dari Dusun Dukululun mengaku senang dengan rencana Bupati terebut. Aldo Ngge’o menjelaskan bahwa hampir dua tahun lokasi sawah di sekitar embung Okehendak tidak lagi diolah akibat dari ketersediaan air yang tidak cukup karena embungnya kecil. “ Sekarang pemerintah sudah bangun embung Okehendak lebih besar dan akan membuka lahan baru, untuk itu kami masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati yang sudah membantu kami masyarakat kecil ini,” jelas Aldo.

Senada dengan Aldo, Alber Lay warga setempat mengatakan dengan dibangunnya embung Oehendak menjadi lebih besar maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. “ Kami yakin kedepan hidup kami akan lebih baik,” ujar Alber.
Pemantauan dilakukan dimulai dari Desa Modosinal melewati Feama-Temas Kecamatan Rote Barat Laut dilanjutkan ke embung Sengamasin I dan II, Embung Okehendak, Kantor Camat RBD dan diakhiri pertemuan dengan masyarakat di persawahan Nggelak Desa Meoain. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao ).