syukuran-pelantikan-lekona-050319

Dukunglah Kami Untuk Melayani Masyarakat

Lekona;- Banyak yang terpanggil tetapi satu yang terpilih yaitu seorang perempuan yang lemah tetapi tetap didampingi oleh seorang laki-laki yang luar biasa yang datang dari Pantai Baru, untuk itu terus dukunglah kami agar dapat melayani masyarakat dengan sungguh supaya tidak dapat menyimpang kekiri dan kekanan. Demikian kata Bupati Paulina Haning-Bullu,SE saat memberikan sambutannya pada acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao di kediaman orang tua Wakil Bupati di desa Lekona, Kecamatan Pantai Baru, Selasa (5/3/2019)

Bupati Paulina juga bersyukur bahwa secara pribadi walaupun dalam hari-hari sukacita ini kedua orang tuanya sudah tiada dan ketiga orang anaknya lebih memilih dunianya sendiri berada di luar daerah tetapi dirinya selalu bersyukur bahwa masih memiliki orang tua dan anak-anak sebanyak kurang lebih 123 ribu jiwa lebih yang selalu memberikan dukungan dan doa bagi kami sehingga bapak Lens boleh menyelesaikan pemerintahannya di tahun ke-10 dengan baik dan kami juga mengharapkan dukungan dan doanya agar kami pun dapat menyelesaikan tugas dengan baik pula.

Walaupun dari awal selalu dihina dan dicelah tetapi saya harus buktikan kepada masyarakat bahwa saya adalah seorang perempuan dan bukan saja perempuan yang lemah tetapi perempuan perkasa yang dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya, untuk itu tahun ini adalah tahun perempuan sehingga saya mengajak kepada perempuan-perempuan, karena itu mari perempuan-perempuan kita bangkit dan katakan kepada masyarakat bahwa tanpa perempuan kepemimpinan seorang laki-laki tidak bisa berhasil, karena dibelakang keberhasilan seorang laki-laki terdapat seoranng perempuan yang luar biasa

“tetapi ketika saya sebagai perempuan berada di depan, maka terdapat seorang laki-laki perkasa yang ada dibelakang dan disampin saya” kata Bupati Paulina

Sementara itu Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si pada kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya bersama ibu Bupati Paulina Haning-Bullu mempunyai satu kesatuan dalam penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten Rote Ndao 5 tahun kedepan.

Karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini terkhusus bagi keempat orang tuanya yaitu bapak kandung, bapak besar, bapak Luther, bapak Mes yang masih ada dan masih duduk bersama disini yang membuat dirinya menyadari bahwa Tuhan telah menitipkan benih pemimpin itu ada di leluhur kami, yang mana semenjak 10 tahun lalu bapak Lens maju sebagai bupati didampingi oleh orang tua kami bapak Luther Saek dan saat ini muncul seorang anak yaitu Stef Saek sebagai Wakil Bupati, karena itu dirinya menyadari bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah karena sebagaimana firman Tuhan juga mengatakan bahwa sejak dari dalam kandungan Tuhan sudah mengetahui masa depan dari setiap manusia.

Untuk itu pada saat syukuran pelantikan menjadi Bupati dan Wakil Bupati hari ini sebagai pelayan masyarakat Rote Ndao hari ini, saya sebagai anak, sebagai cucu, dengan segala kerendahan hati menyampaikan banyak terima kasih kepada orang tua, kepada leluhur yang telah menghadirkan dirinya hadir di dunia ini yang hari ini menjadi wakil bupati. Untuk itu tidak ada yang lebih berarti, sesuatu yang berharga yang dapat dipersembahkan kepada orang tua atas semua dedikasi, perjuangan serta pemeliharaan sehingga bisa menjadi seperti ini.

Stef Saek hanya bisa menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Sang Pencipta alam semesta karena segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak Tuhan.

“kami sungguh menyadari bahwa bisa sampai pada posisi seperti ini bukan karena kemampuan dan hebat kami, tetapi merupakan kasih karunia dari Tuhan dan juga dorongan serta dukungan dari seluruh masyarakat Rote Ndao yang membawa kami sampai pada saat ini” kata Stef

Stef juga melanjutkan bahwa dikala proses pilkada saat itu setelah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati tetapi didaerah kami masing-masing mengalami kekalahan

“walaupun didaerah kami masing-mmasing kami kalah, tetapi ini merupakan rancangan Tuhan bagi kami supaya jangan kami merasa sombong, jangan hura-hura serta berekspresi yang melebihi batas yang diperkenankan” kata Stefanus Saek

Karena itu Tuhan memberikan sebuah anugerah bagi kami, biar didaerah masing-masing mengalami kekalahan supaya bisa merefleksi diri dan menjadi pemimpin di Rote Ndao yang tidak memandang keluarga tetapi sama rata kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Rote Ndao dengan aturan penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang kita cintai ini.

Stef juga mengatakan bahwa supaya bisa kuat dalam melaksanakan tugas pemerintahan maka harus punya pegangan dan kekuatan masing-masing lewat firman Tuhan, dan secara pribadi dirinya memiliki pegangan firman Tuhan yang terambil dari Galatia 5:16-26 tentang daging dan roh, serta firman yang berikut dari I Korintus 13 tentang kasih. Yang pada akhirnya dapat diteguhkan dari Yosua 1:6-9 dengan tidak boleh menyimpang kekiri dan kekanan.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Rote Ndao agar memiliki ayat faforot yang dibuat dalam plakat dan ditaruh dimeja kerja sebagai peringatan. (dkisp)

syukuran-pelantikan-lekona-0503192

Dengarlah Suara Rakyat, Apa Yang Mereka Butuhkan Dan Jangan Apa Yang Mereka Inginkan

Lekona;- Semenjak saya menjadi Bupati tidak pernah nama Lekona ini tercatat sebagai sebuah desa tetapi hari ini saya datang kesini sudah menjadi sebuah desa dan bukan sebuah dusun lagi namanya. Demikian kata Bupati ke-2 Kabupaten Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM saat memberikan sekapur siri pada saat syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote di kediaman orang tua Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,.M.Si di desa Lekona, kecamatan Pantai Baru, Selasa (05/03/2019).

Lanjut Lens Haning bahwa selama 10 tahun menjadi Bupati di Rote Ndao dirinya selalu didukung oleh rakyat dan DPRD maka pada kesempatan yang sama juga saya titipkan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao untuk dukungan yang sama juga.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada rakyat tatkala saat menjabat sebagai bupati tinggal di rumah negara selama 10 tahun dan setelah selesai kembali ke rumah pribadi tetapi hanya beberapa jam dan dijemput kembali ke rumah negara yang sama karena istri terpilih menjadi bupati dan bukan rumah negara yang lain .

Lens Haning juga menambahkan bahwa dirinya secara hukum sudah berhenti dari pemerintahan tetapi dalam konteks sebagai pamong praja dirinya tidak akan pernah memisahkan diri rakyat Rote Ndao mulai dari ujung timur hingga ujung barat karena selalu mendampingi Bupati dan Wakil Bupati serta menjadi kakak untuk semua masyarakat Rote Ndao.

Pada saat itu juga Lens berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk tinggalkan singga sana dan selalu berada di tengah rakyat, dengar suara rakyat, apa yang mereka butuhkan dan jangan apa yang mereka inginkan. Layanilah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah kita. (dkisp)

syukuran-bupati-temas-050319

Jabatan Adalah Titipan Tuhan Yang Harus di Jaga

Temas;- Pemimpin adalah orang yang diutus oleh Tuhan untuk melayani masyarakatnya dengan kasih sayang dan melihat kehidupan masyarakatnya dengan hati yang tulus tanpa ada tujuan yang lain, karena itu adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, sehingga dalam melayani masyarakat sebagai pemimpin jangan sia-siakan apa yang sudah diberikan Tuhan dalam pelayanan pembangunan di Rote Ndao kedepan, demikian dikatakan ibu Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bulu saat mengikuti syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Periode 2019-2024 bersama masyarakat kecamatan Rote Barat Laut di desa Temas, Senin (5/3/2019)

Bupati juga terus meminta bantuan doa dari hamba-hamba Tuhan karena sebagai manusia pasti masih punya keterbatasan, untuk itu dukungan doa selalu diharapkan sehingga dirinya bersama wakil bupati tidak menyimpang kekiri dan kekanan

“jabatan itu adalah Tuhan yang kasih karena itu jangan disalahgunakan sehingga dapat membawa berkat bagi keluarga, istri dan anak-anak.  Jangan sampai jabatan itu setelah dimiliki dan semua sudah berkelimpahan lalu lupa istri dan anak-anak sedang menunggu dirumah” kata bupati perempuan pertama di NTT ini.

Bupati juga menghimbau kepada istri-istri supaya selalu berdoa kepada suaminya supaya dapat dijauhkan dari cobaan-cobaan karena suami-suami yang selalu digoda dan terkadang tidak tahan uji, untuk itu janganlah putus-pustusnya berdoa bagi para suami.

Selain itu juga Bupati menambahkan bahwa untuk pembangunan di kecamatan Rote Barat Laut tahun ini akan dibangun jalan sepanjang 2 km yaitu Ingguinak-Temas, sedangkan untuk perumahan akan dibangun rumah-rumah yang tidak layak huni dalam tahun ini sebanyak 400 lebih rumah dan minimal satu desa/kelurahan sebanyak 10 rumah.(dkisp)

lens-haning-temas

Kisah Sedih Dimasa Lalu Yang Mengantarnya Menjadi Bupati Dua Periode

Temas;- Lens Haning meneteskan air matanya dikala menginjakkan kakinya di desa Temas saat mengantarkan istrinya yang menggantikan dirinya sebagai Bupati Rote Ndao untuk mengikuti acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2019-2024  tingkat kecamatan Rote Barat Laut di desa Temas, Senin (05/03/2019).

Saat tiba di desa Temas dan disambut dengan bunyi gong dan tarian khas Rote, disaat itu pula Lens Haning yang adalah mantan Bupati Rote Ndao periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 tidak dapat menahan tangisnya dengan terus mengusap air matanya yang terus menetes mengingat masa kecilnya dikala SD di desa Temas dan sekitarnya.

Setiap berbicara tentang desa Temas dan disekitarnya yaitu Mundek, Fatunao, Feama, Noas, Faeanak, Talk merupakan tempat mengingat masa-masa kecil selama 2 tahun berturut-turut menjadi pengembala ternak dikala itu masih sekolah dibangku SD.

Karena tempat ini menjadi  masa-masa yang tidak bisa dilupakan dan tak akan terlupakan seumur hidup karena setiap hari selalu mengisi perutnya dikampung-kampung tadi dengan meminta-minta makan pada rumah-rumah yang dilewati dikala lapar.

Lens Haning mengisahkan bahwa saat pagi menjelang maka dirinya akan berangkat mengembalan kawanan dombanya dengan bermodalkan jagung goreng yang direndam dengan air lalu dicampur garam dalam haik istila orang Rote atau timba lalu ditenteng untuk menggembalakan ternak dan disaat lapar, airnya diminum dan jagungnya dimakan.

Dan tak kala sampai dikampung-kampung akan sorong tangan dengan berkata “papa/mama saya lapar, ada tuak saya minum, ada nasi saya makan.

Sehingga dikala saya kesini selalu air mata jatuh karena mengingat masa itu. Lens malanjutkan kisahnya bahwa waktu itu hanya mengenakan lafiteik tetapi tidak mengenakan celana dalam

“jujur tidak ada celana dalam dikala jaman itu” ujar Lens Haning

Lens Haning menambahkan bahwa karena kebesaran Tuhan sehingga saya dipercayakan oleh semua orang tua di pulau Rote ini untuk menjadi Bupati Rote Ndao selama dua periode, dan tadi masih menangis disini itu bertanda bahwa saya belum berbuat banyak untuk Rote termasuk saat hendak masuk dari Ingguinak ke Temas jalannya masih rusak tetapi saya serahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati sekarang sehingga kiranya Bupati periode sekarang dapat melanjutkan apa yang belum diselesaikan oleh bupati sebelumnya dan melanjutkan apa yang belum direncanakan dan belum dibangun serta menjaga apa yang telah dibangun oleh bupati sebelumnya. (sbn)

natal-korpri-2019-2

Natal Korpri Rote Ndao; “ MINTALAH HIKMAT DARI ALLAH”

Ne’e, — Bertempat di halaman depan rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e, Desa Sanggaoen, kecamatan Lobalain pada sabtu( 2/2/19 ) malam digelar perayaan Natal bersama Korpri tahun 2018, Tahun Baru 2019, Syukuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati periode 2019- 2024,  Pisah Sambut  Bupati dan Wakil Bupati 2014-2019 serta syukuran Hari  Ulang tahun pernikahan ke-40 bapak Leonard Haning dan ibu Paulina Haning-Bullu.

Pendeta Djeni Pellokila- Josep Ketua Majelis Jemaat Pelita Ne’e saat memimpin ibadah pada acara tersebut dalam khotbahnya  menekankan pada hikmat Allah yang harus dimiliki oleh orang percaya ketika menjadi pemimpin.

” Sebab dengan hikmat Allah kita dapat menjadi pemimpin yang adil, bijaksana dan selalu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Jangan takut sebab Allah menjadi pembela, Allah menjadi pelindung dan penolong kita,” kata pendeta Djeni.

Menurutnya hanya dengan doa yang tak putus dan iman yang teguh dalam kesetiaan kepada Allah maka Ia akan mengaruniakan hikmat kepada kita.

” Ciri orang yang memiliki hikmat dari Allah itu yakni ada kasih, ada damai sejahtera, ada sukacita dan ada pengusaan diri ,” kata pendeta.

Sementara mewakili masyarakat Rote Ndao pendeta Yerry Fanggidae dalam kesan dan pesan mengatakan Natal berbicara tentang kelahiran Yesus yang adalah seorang pemimpin yang tidak berakhir pada sebuah periode.

Kaitan dengan telah berakhirnya masa kepemimpinan Bupati kedua Rote Ndao, Leonard Haning, pendeta Yerry menyebut bahwa Bupati yang biasa disapa Lens Haning adalah seorang pekerja keras,  pemersatu, memiliki keberanian, dan seorang tokoh yang  rendah hati.

” Bapak Lens telah banyak berbuat untuk Rote Ndao,” ucapnya.

Mewakili aparatur sipil negara ( ASN ) Rote Ndao, Sekda Jonas Selly mengatakan segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah, termasuk seorang pemimpin ia sudah dipersiapkan atau telah dinubuatkan sebelumnya. ” Saya ajak seluruh masyarakat dan semua ASN, mari kita  dukung Bupati ibu Paulina Haning- Bullu dan Wakil Bupati, bapak Stef Saek lima tahun kedepan. Mari kerja bersama, kerja cepat, kerja cerdas dan kerja sesuai dengan aturan untuk kesejahteraan masyarakat Rote Ndao,” ajak Jonas.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning- Bullu mengatakan selama sepuluh tahun kepemimpinan Bupati Lens Haning Kabupa

ten Rote Ndao telah mengalami perubahan yang luar biasa

” Beliau sudah meninggalkan jejak baik dimasa kepemimpinannya. Karena itu kami ucapkan terima kasih yang tulus buat bapak Lens, ” katanya.

Selain itu kepada seluruh ASN dia berharap adanya peningkatan disiplin,  pengabdian yang total serta memiliki etos kerja yang tinggi agar seluruh tugas-tugas penyelenggaran pemerintahan, pelaksanaan pembangunan,  pelayanan kemasyarakatan  dapat berjalan lancar.

” Dalam suasana damai Natal  dan semangat baru di tahun baru mari kita pupuk kita rasa kebersamaan, persaudaraan.

Hidupkan kembali nilai-nilai budaya serta bangun hubungan yang baik antar sesama, ” pintanya.

Untuk diketahui pada ibadah tersebut juga diisi beberapa pujian dari PS Ita Esa, VG Pemda Rote Ndao, Solo anak Bulan Mesah, VG Kecamatan Lobalain dan VG Dinas PMD

Diakhir kegiatan ini diserahkan bantuan bingkisan kasih kepada 50 orang lansia yang berasal dari kecamatan Rote Barat Laut, kecamatan Lobalain dan kecamatan Rote Barat Daya. (umum,humas,dkisp)

 

Taman-tapak-kaki-rn

BUPATI RESMIKAN TAMAN TAPAK KAKI

Setda,– Bupati Rote Ndao, Paulina Haning- Bullu meresmikan Taman Tapak Kaki Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di komplek perkantoran Bumi Ti’i Langga Permai sabtu ( 2/3/19 ) pagi.

Pada saat persemian Bupati Paulina mengatakan taman yang diresmikan  merupakan simbol kehadiran orang – orang penting di bumi Nusa Lote baik level daerah maupun nasional diantaranya prasasti dan tapak kaki Presiden, Joko Widodo, Menko Polhukham, Jenderal TNI ( Purn ) Luhut B. Panjaitan,

Ditambahkannya bahwa taman tapak kaki awalnya diprakasai oleh Bupati kedua Rote Ndao, Lens Haning yang saat sekarang menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabulaten Rote Ndao.

” Saya sampaikan terima kasih kepada yang punya ide membuat taman tapak kaki ini. Bapak Lens terima kasih telah membangun sebuah taman yang memiliki cerita sejarah bagi kita anak Rote Ndao.” katanya.

” Taman ini milik masyarakat Rote Ndao yang mesti dijaga sebab memiliki nilai histori yang dapat menjadi bahan cerita bagi anak cucu kedepan,” sambung Paulina

Untuk diketahui didalam taman tapak kaki tersebut terdapat  prasasti dan tapak kaki beberapa pejabat Negara seperti  tapak kaki ini kehadiran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di pulau Kabupaten Rote Ndao pada  tanggal 8 sampai dengan 9 Januari 2018  lalu dalam rangka kunjungan kerja dan dialog kebangsaan.

Ada tapak kaki Aman Na’i, Stef Bria Seran dalam rangka kunjungan persahabatan, kekeluargaan dan persaudaraan sekaligus mengikuti syukuran dilantiknya  Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2019-2024. tanggal 21 sampai 23 Februari 2019.

Mery L. Y. Kolimon dalam rangka pelaksanaan sidang raya Sinode GMIT, tanggal 20 September sampai dengan 02 Oktober 2015.

Antony Haning from Pert Australia, kunjungan persahabatan, kekeluargaan dan persaudaraan 16- 19 Februari 2019

Jenderal TNI (Purn ) Luhut Binsar Panjaitan  Menteri Koordinator Politik Hulum dan HAN Republik Indonesia membuka sidang raya sinode taggal 20 September 2015.

Ada juga prasasti pemberian gelar Putera Utama Daerah atas jasa dibidang pendidikan dan keagamaan kepada Foe.Mbura, Ndi’i Hua, Tou Dengga Lilo dan Ndara Naong oleh Bupati Rote Ndao, Lenns Haning, tanggal 20 September 2015.

Prasasti  Peresmian  30 desa persiapan menjadi desa definitif tanggal  27 September 2017, dan peresmian 9 desa definitf 10 November 2010.

Juga prasasti peresmian  2 kecamatan yakni kecamatan  Ndao – Nuse dan Leko Leko tanggal  20 November 2011 oleh Bupati Rote Ndao, Lens Haning.

Serta prasasti dan tapak kaki Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Hein Namotemo  pada kegiatan Napak Tilas  Indonesia (umum,humas,dkisp)

syukuran-rote-batat

Ruas Jalan Oenggaut – Bo’a Segera Diperbaiki

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2 km yaitu dari Nggefaron sampai Touton antara desa Oenggaut dan desa Boa segera diperbaiki dan diperlebar mengingat daerah ini adalah daerah pariwisata sehingga perlu diperhatikan untuk membuat kenyamanan dan keindahan bagi wisatawan yang datang. Hal ini dikatakan oleh mantan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM yang juga dipercayakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao saat mengikuti acara syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Periode 2019-2024 bersama masyarakat kecamatan Rote Barat di desa Oenggaut, Jumat (1/3/2019).

Yang menjadi masalah yang perlu diselesaikan menyangkut dengan pelepasan tanah untuk pelebaran jalan, sehingga pada kesempatan itu Lens Haning meminta kepada pemerintah desa setempat agar dapat menyelesaikan masalah pelepasan tanah untuk pelebaran jalan dengan lebar jalan kurang lebih 6-8 meter.

“secepatnya diselesaikan supaya tahun ini juga pekerjaan jalan ini bisa dikerjakan” kata Lens Haning

Pada kesempatan itu juga Camat Rote Barat, Petson Hangge,S.Sos menyampaikan bahwa untuk di kecamatan Rote Barat yang menjadi kendala adalah sampah-sampah plastik ketika musim barat seperti ini selalu bertebaran di pinggir pantai sehingga kami dari pemerintah kecamatan dan desa setiap bulannya selalu melakukan pembersihan dan untuk diketahui bahwa tahun 2017 lalu pemerintah desa Oenggaut telah menghibahkan tanah seluas kurang lebih 3 hektare untuk pembangunan tempat pembuangan sampah (TPA) mini dan direncanakan 2 atau 3 tahun sudah ada pembangunannya.

“ini merupakan kebutuhan yang mendesak karena musim seperti ini sampah plastik itu penuh di pantai” kata Petson.

Lanjut Petson bahwa kalau TPA mini ini sudah berfungsi maka kami dapat merancang sebuah peraturan desa untuk mengatur tentang tata kelolah sampah

Selain itu Petson juga mengharapkan adanya sebuah pos pemantau untuk dapat memantau masuk keluarnya para turis asing ke daerah ini karena kita tidak punya data valid tentang jumlah turis asing yang datang ke daerah kita. (dkisp)

bupati-pimpin-jumat-bersih

Bupati Pimpin Gerakan Jumat Bersih

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita

Demikian di sampaikan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu ketika memimpin Pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih bersama Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek dan seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkup pemkab Rote Ndao, Jumat, (01/03/2019) pagi dilapangan Bola Kaki Baa.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu ketika di konfirmasi disela-sela pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih menegaskan bahwa hidup bersih adalah sanggat penting tapi haruslah dimulai dari diri sendiri bagaimana kita menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan kita dan masyarakat serta menyadarkan bahwa Gerakan Jumat Bersih bersama itu sangatlah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.

“oleh karena itu semua lapisan masyarakat haruslah menjadi pelopor kebersihan bagi diri sendiri dan sesama kita melalui gerakan jumat bersih yang akan dilaksanakan setiap jumatnya” kata Bupati Paulina

Sementara itu Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu ketika di tanya pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih yang dilaksanakan dilapangan Bola Kaki Baa menegaskan awal langkah pertama untuk merubah kota Baa Kedepannya sesuai program kerja Kepemimpinan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek yang akan menata kota Baa menjadi lokasi wisata kuliner dan alun-alun yang kedepannya menjadi icon utama Ibukota Kabupaten Rote Ndao.

Pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih ini melibatkan semua Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkab Rote Ndao, Kepala Organisasi Perangkat Daerah / TNI / Polri, siswa-siswi sekolah yang berada di sekitar kompleks Lapangan Bola Kaki Baa. (rudi/semi)

abrasi-pantai-oenggae

Bupati Paulina Haning-Bullu Meninjau Abrasi di Desa Oenggae

Oenggae,- Bupati Rote Ndao, ibu Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,.M.Si beserta sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang didampingi oleh Camat Pantai Baru, Fons C. Saek, Lurah Olafulihaa dan aparat desa Oenggae, Kamis (28/02/2019) melihat secara langsung kondisi pantai di desa Oenggae, kecamatan Pantai Baru  yang mengalami abrasi akibat faktor alam dan ulah manusia.

Bupati Paulina pada kesempatan itu mengatakan bahwa bencana itu datang memang akibat faktor alam tetapi juga akibat ulah manusia itu sendiri,

“untuk itu saya mengajak kepada masyarakat agar dapat mengubah perilaku hidup kita supaya bisa terhindar dari bencana” kata Bupati Paulina

Lanjut Bupati bahwa untuk mengatasi abrasi di Oenggae ini akan ditangani segera dengan rencana pembangunan bronjong.

Bupati Paulina juga mengajak kepada masyarakat di daerah sekitar pesisir untuk menanam pohon mangrove di sekitar pantai

Sementara Camat Pantai Baru, Fons C. Saek pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao ke-kecamatan Pantai Baru untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat disini.

Hari ini menjadi harapan besar yang mana didepan kita ini memiliki panjang pantai kurang lebih 1000 meter dan daratan yang ada di desa Oenggae ini bukan sepeti yang kita lihat sekarang ini tetapi sesungguhnya kurang lebih 500 meter dari garis pantai ini sudah mengalami perubahan akibat faktor alam dan juga ulah manusia sehingga terjadi abrasi kurang lebih sudah 33 tahun yaitu sejak tahun 1986.

Lanjut Fons Saek bahwa akibat dari abrasi ini sehingga mengakibatkan 13 rumah dan 2 buah mesjid terhanyut oleh gelombang air laut yang terjadi di dua musim sekaligus yaitu baik musim angin barat maupun musim angin timur.

Oleh karena itu Fons berharap agar pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi pantai ini.

Senada dengan itu salah seorang warga desa Oenggae, Welice Kolianan-Lima mengatakan bahwa sejak 26 tahun lalu dia datang ketempat ini, kondisi pantai masih berada di tengah laut tetapi sekarang sudah berada ditengah pemukiman untuk itu dirinya berharap agar pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi ini dengan dana yang ada di pemda.(dkisp)

Syukuran-pelantikan-desa-oeseli

Inilah Silsila dari Bupati Paulina Haning-Bullu,SE

Kehadiran kami disini karena tempat ini merupakan tempat lahir dan meninggalnya nenek saya yaitu Dama Mbei yang pusarannya berada disini. Hal ini diungkapkan Bupati Paulina Haning-Bulu, saat mengikuti syukuran dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao bersama masyarakat Desa Oeseli di dusun Letekona, Desa Oeseli, kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (27/2/19).

Bupati juga pada kesempatan itu mengungkapkan silsila keluarganya yaitu terlahir dari seorang kakek bernama Mbatu Kotta yang melahirkan empat orang yaitu yang pertama, Kotta Mbatu seorang anak laki-laki, Kone Mbatu seorang anak perempuan, Dama Mbei seorang anak perempuan yang merupakan nenek ibu Paulina yang kawin dengan orang Ndao yang bernama Mbatu Kua yang nama permandiannya Ferdinan Kua Raja yang darinya lahir seorang perempuan bernama Dortia Pua Raja atau biasa dipanggil Kada Mbatu yang merupakan ibu Kandung dari ibu Paulina Haning-Bullu. Dan anak keempat adalah Mesa Mbei Mbatu seorang anak perempuan yang kawin dengan Lai Hani atau Anselmu Hani Uma No yang salah satu keturunannya adalah Edi Haning yang adalah Kadis Nakertrans, dan selanjutnya Mbatu Kota bersaudara dengan Lende Kota yang melahirkan Ferdinan Kota yang sekarang adalah tokoh masyarakat Kec. Rote Barat Daya, dan Mane Kota melahirkan Yermias Kotta yang sekarang sebagai Kadis Perikanan, Nelkial Kotta dan cucu-cucunya dari keturunan Kota Mbatu.

“inilah silsila keturunan kami, karena mama saya bawah kami ke tempat ini dan katakan disinilah nenekmu lahir dan dari sinilah nenek moyangnya berada” kata Ny. Paulina

Lanjut Bupati, Karena dari Kada Mbatu lahirlah lima orang yang diantaranya tiga perempuan dan dua laki-laki yang salah satu perempuan bernama Paulina Bullu yang Tuhan pakai menjadi sulung di Rote Ndao hari ini untuk membangun Rote Ndao mencapai kesejahteraan.

“ini adalah sebuah amanah dari Tuhan, amanah yang begitu mulia yang harus kita jaga dan pelihara” ujar Bupati Paulina

Selain itu Bupati Paulina Haning-Bullu, mengatakan pada tahun 2019 sejumlah kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di Desa Oeseli pada Tahun Anggaran 2019 ini yakni akan bangun jalan dari Kotalain menuju Hurulai dan dari Hurulai menuju Rosidanon sepanjang dua kilometer dan juga ada bantuan bangunan rumah bagi keluarga yang kurang mampu yakni program ALADIN (Atap, Lantai dan Dinging) yang telah didata Kepala Desa.

“kita akan survey ulang kelayakkannya agar program ini tepat sasaran,” tegas Paulina

Selain itu Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Rote Ndao khususnya masyarakat desa Oeseli yang sejak tahap awal suksesi hingga dirinya Paulina Haning-Bullu bersama Stefanus Saek terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2019-2024.

Sementara itu, Ferdinan Kotta yang merupakan salah satu tokoh masyarakat kecamatan Rote Barat Daya dan juga kerabat dari ibu Paulina Haning-Bulu, meminta pemerintah untuk membantu memperbaiki jalan lingkar desa Oeseli sehingga dapat memperlancar arus transportasi dalam memasarkan hasil pertanian. dan juga sumber mata air Oedale dan Leteki dapat diperbaiki.(dkisp)