peringatan-hari-lahir-pancasila-010619

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Rote Ndao Berjalan dengan Lancar

Upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun 2019 tingkat  Kabupaten Rote Ndao berjalan dengan lancar dan yang bertindak selaku inspektur upacara adalah  Komandan Pangkalan Angkatan Laut Pulau Rote Letkol Laut (P) Akhmad Alif. M.Tr. Hanla,.  Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini berlangsung dialun-alun Kantor Bupati  Rote Ndao, Sabtu, (01/06/2019).

Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019 ini dengan mengangkat tema “Kita Indonesia, Kita Pancasila ”

Pada kesempatan itu juga Komandan Pangkalan Angkatan Laut Pulau Rote Letkol Laut (P) Akhmad Alif. M.Tr. Hanla  membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Republik Indonesia.

Tampak pada saat itu seluruh peserta yang mengikuti upacara menggunakan pakian adat lengkap. (dkisp)

Rembuk-Stunting-rote

Rembuk Stunting, 65 Desa di Rote Ndao jadi Lokus Stunting

Ba’a,- Sebagai upaya memperkuat komitmen semua pihak dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan aksi konvergensi serta akselerasi penurunan Stunting di Kabupaten Rote Ndao, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao menggelar Rembuk Stunting yang diselenggarakan pada, Sabtu (25/5/2019) yang bertempat di Auditorium Tii Langga.

Berbicara tentang stunting maka perlu diketahui bahwa istilah ini sebenarnya sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat perkembangan anak tidak maksimal. Ini akan berdampak terhadap produktivitas pada saat dewasa serta terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan tersebut saat memberikan sambutan mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis situasi kita telah memperoleh 65 Desa Lokus Stunting yang baru di Kabupaten Rote Ndao.  Beberapa OPD terkait telah berkoordinasi di bawah pimpinan Bapelitbang untuk merumuskan rencana program kegiatan untuk percepatan pencegahan stunting pada masing-masing desa.

“dengan cara ini kita berharap dapat mempercepat pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao”kata Bupati

Lanjut Bupati bahwa data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao menemukan bahwa prevalensi anak stunting di daerah ini adalah 46,7% dengan total 2690 anak. Ini adalah angka yang masih tergolong tinggi karena target nasionalnya adalah kita harus menurunkan prevalensi stunting hingga minimal 20% pada tahun 2023. Tentu untuk mencapai target nasional tersebut diperlukan suatu percepatan untuk penurunan stunting.

“ini bisa dicapai apabila semua pihak bersedia dan berkomitmen untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi melalui kegiatan pertemuan koordinasi dan konvergensi rembuk stunting ini” ungkap Bupati Paulina

Perlu diingat bahwa upaya penanganan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan dan RSUD saja, tetapi urusan semua pihak yang hadir di sini di bawah koordinasi Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao. Bappenas menekankan bahwa sektor kesehatan hanya berkontribusi 20% untuk penurunan stunting. sisanya diperlukan kontribusi lintas sektor sebesar 80%. di sini sudah hadir peserta dari lintas sektor.

Bupati juga pada kesempatan itu mengharapkan peran penting dari Bapelitbang untuk mengkoordinir lintas sektor terkait untuk bisa saling bekerja sama menangani masalah stunting di Kabupaten Rote Ndao.

“kita targetkan tahun ini prevalensi stunting di Rote Ndao menurun dari 46,7% menjadi 40% dan pada akhirnya tahun 2023 menjadi hanya 10% sesuai arahan Presiden Jokowi, karena itu dituntut koordinasi serta komitmen bersama dari lintas sektor serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung upaya ini, sehingga pada akhirnya anak-anak kita kelak tumbuh menjadi generasi Rote Ndao yang cerdas, apa yang kita lakukan saat ini akan menyelamatkan satu generasi Rote Ndao ke depan” harap Bupati Rote Ndao

Diakhir kegiatan, ditandatangi Kesepakatan dan Komitmen Bersama penanggulangan stunting antara Pemda Rote Ndao, Dinkes Provinsi NTT, Bappeda Provinsi NTT, Kepala Puskesmas, Tokoh Agama dan  65 Kepala Desa. (dinkes/diskominfo-rn)

alkitab-rote-termanu

Lembaga Alkitab Indonesia Terbitkan Alkitab Bahasa Rote

Setelah melewati perjuangan selama 20 tahun, Tim Peneliti dan Penerjemahan Alkitab bahasa Rote yang didampingi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berhasil menerbitkan Alkitab dalam bahasa Rote Termanu. Alkitab ini merupakan Alkitab kedua yang menggunakan bahasa daerah di NTT. Alkitab pertama berbahasa Timor bernama “Sulat Knino Beno Alekot” karya misionaris asal Belanda Pieter Middelkoop sekitar satu abad lalu.

Kebaktian peluncuran berlangsung di Jemaat GMIT Agape Oele, Klasis Rote Tengah, Kecamatan Rote Selatan, dihadiri Ketua Bidang Kemitraan LAI, Pdt. Dr. Aristarkus Sukarto, Pdt. Emile Hauteas, mewakili Majelis Sinode GMIT, Stefanus Saek, Wakil Bupati Rote Ndao, Camat dan Kapolsek Rote Selatan, ketua-ketua klasis se-teritori Rote, para pendeta dan jemaat setempat, Selasa, (21/5).

Koordinator tim penerjemah Alkitab Bahasa Rote Termanu, Nikson Kiuk mengatakan penerbitan Alkitab ini melalui dua tahap yakni penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru yang dimulai tahun 1999 dan selesai tahun 2004. Setelah itu dilanjutkan dengan Perjanjian Lama yang dimulai tahun 2005 hingga 2019.

Dalam sambutannya, Pdt. Aristarkus, menjelaskan bahwa pekerjaaan penerjemahan Alkitab ini membutuhkan waktu lama oleh karena proses penerjemahan menggunakan metode dynamic equivalence, yaitu metode penerjemahan yang mengutamakan kejelasan komunikasi bahasa. Ia berharap, Alkitab ini sungguh-sungguh dimanfaatkan oleh warga Kristen khususnya jemaat-jemaat GMIT di Rote.

“Dengan hadirnya Alkitab ini kami berharap warga gereja jangan hanya melihat Alkitab sebagai kitab hukum melainkan sebagai cermin, seolah-olah kita bertemu dan berhadapan dengan Tuhan,” ungkap Pdt. Aristarkus.

Dalam rangka peluncuran ini, ia menjelaskan, LAI mencetak lima ribu eksemplar. Seribu lima ratus diantaranya dibagikan secara gratis kepada jemaat-jemaat GMIT maupun denominasi Kristen lain yang hadir pada kegiatan ini.

Dalam mengerjakan projek penerjemahan ini, LAI melibatkan 10 orang peneliti dan penutur asli bahasa Rote Termanu terdiri dari: Pendeta Otniel Kiuk (alm.), Nixon Kiuk, Marthen Kiuk, Yoel Tulle, Godlif Pelandou (alm.), Gabriel Dethan, Filmon Ndun, Welly Ndaomanu, Elvi Pelandou, dan Octovianus Herodion.

Sedangkan Tim Peneliti khusus dan Pembina Penerjemah terdiri dari: Pdt. Prof. Dr. Samuel Haakh, Samuel Aritonang, M.Th, dan Hortensius Florimond.

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada LAI, tim peneliti dan penerjemah dan Sinode GMIT yang bekerja sama mendukung penerbitan Alkitab ini.

“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendukung penuh kehadiran Alkitab Bahasa Rote Termanu ini. Bersama pihak gereja mari kita sama-sama memperkenalkan Alkitab ini kepada jemaat supaya bisa digunakan dengan baik guna meningkatkan kualitas ibadah-ibadah kita,” ungkap Stef.

Menerima sumbangan Alkitab sebanyak 400 eksemplar, Pdt. Andre Lulu, Ketua Mejelis Jemaat Suebela Barat, Klasis Rote Tengah, merasa bersyukur karena kehadiran Alkitab ini akan memudahkan anggota jemaatnya yang kebanyakan hanya berpendidikan sekolah dasar untuk memahami Firman Tuhan. Ia berencana memanfaatkannya dalam kebaktian minggu sebulan sekali. (MS-GMIT)

bgrm-16-rote-220519

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu mengajak seluruh masyarakat di Rote Ndao untuk membangkitkan kembali nilai nilai Gotong Royong yang sudah mulai pudar

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE membuka kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong (BB-GRM)ke-16, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan HARGANAS ke-26 serta Gelar Teknologi Tepat Guna Gelar TTG) ke-5 tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2019 yang dilaksanakan di desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (22/05/2019)

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu mengatakan bahwa pencananngan Bulan Bakti Gotong Royong ini mempunyai tujuan untuk memotifasi serta menyadarkan dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan yang berbasis keluarga dan masyarakat.

Bupati mengajak semua unsur untuk merefleksi kembali nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat kita saat ini.

“kita harus jujur bahwa nilai-nilai itu semakin pudar, untuk itu dengan adanya Bulan Bakti Gotong Royong mari kita bangkitkan kembali semangat gotong royong agar nilai-nilai yang telah dibangun oleh leluhur kita tetap dilestarikan” ujar Bupati Paulina

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa untuk saat ini kalau kita melihat didaerah kota nilai gotong royong itu sudah hampir tidak ada tetapi di desa-desa masih kita temua nilai-nilai gotong royong itu masih tetap dipertahankan, untuk itu, bagi kita yang berpendidikan tinggi, mempunyai pangkat tinggi harus melihat dan kembangkan itu didalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat

Untuk itu Bupati menghimbau kepada Kadis PMD Rote Ndao agar dapat menghadirkan semua tokoh adat, para camat, kepala desa untuk membahasnya bersama dan dituangkan dalam sebuah aturan yang mempunyai kekuatan hukum agar gotong royong itu menjadi pilar bagi masyaralat Rote Ndao kedepan

Bupati juga mengajak semua ASN yang hadir pada kesempatan itu untuk bisa mengunjungi stan-stan yang disiapkan oleh masing-masing desa ditempat itu dengan berbelanja minimal Rp. 500,- agar masyarakat dapat menikmati hasil dari para ASN itu sendiri sehingga dapat meningkatkan ekonomi dari masyarakatnya

“jangan hanya saat terima gaji lalu belanja semuanya di Kupang, tetapi mari belanja disini agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Rote Ndao” kata Bupati Paulina

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Rote Ndao beserta para anggota DPRD Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao beserta pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, mantan Wakil Bupati Rote Ndao ke-3, Jonas C. Lun,S.Pd, Ketua dan Wakil Ketua TPKK Rote Ndao, para Camat serta seluruh kepala desa dan Lurah se-kabupaten Rote Ndao, para guru serta siswa SD,SMP dan SMA di kec. Rote Timur, tokoh agama dan tokoh adat. (dkisp)

harkitnas-20052019

Peringatan Harkitnas Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Rote Ndao Berjalan dengan Lancar

Baa;- Hari ini, Senin (20/05/2019)  merupakan salah satu hari bersejarah dalam pergerakan di tanah air yaitu Hari Kebangkitan Nasional atau sering disebut Harkitnas yang jatuh pada tanggal 20 Mei tiap tahunnya dalam memperingati berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Pelaksanaan Harkitnas tahun 2019 tingkat Kabupaten Rote Ndao ini berlangsung di halam depan kantor Bupati Rote Ndao yang dimulai tepat pukul 08.00 Wita dengan inspektur upacara Dandim 1627 Rote Ndao, Letkol Kav Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, S. I.P.

Peringatan Harkitnas 2019 tingkat kabupaten Rote Ndao ini dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Sekretaris Daerah bersama pimpinan OPD Lingkup Pemkab Rote Ndao, Unsur Forkopimda Rote Ndao, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para pegawai ASN lingkup pemkab Rote Ndao, para pelajar SD, SMP dan SMA disekitar kota Baa, serta 199 CPNSD Rote Ndao yang baru menerima SK 80% pada taggal 17 Mei 2019 kemarin.

Letkol Kav Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, S. I.P saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan  jika  dimaknai  dengan  teks  Sumpah  Palapa.  Kita  berada  dalam  situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita  mengaspirasikan  pilihan  yang berbeda-beda  dalam  pemilu,  namun  semua  pilihan pasti  kita  niatkan  untuk  kebaikan  bangsa.  Oleh  sebab  itu  tak  ada  masalahnya  jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah,  sampai  sekarang  ini  tahap-tahap  pemilihan  presiden  dan  wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan   banyak   saudara-saudara   kita   yang   menjadi    anggota   kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasihatas pengorbananmereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

Lanjut Menkominfo bahwa telah  lebih  satu  abad  kita  menorehkan  catatan  penghormatan  dan penghargaan  atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi  kemajemukan  bahasa,  suku,  agama,  kebudayaan,  ditingkah  bentang  geografis yang  merupakan  salah  satu  yang  paling  ekstrem  di  dunia,  kita  membuktikan  bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia. Apalagi  peringatan  Hari  Kebangkitan  Nasional  kali  ini  juga  dilangsungkan  dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala  dengan  meninggalkan  perbuatan-perbuatan  yang  dibenci  Allah  SWT  seperti permusuhan  dan  kebencian,  apalagi  penyebaran  kebohongan  dan  fitnah.Hingga  pada akhirnya, pada  ujung  bulan  Ramadan  nanti,  kita  bisa  seperti  Mahapatih  Gadjah  Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional,disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kita bangkit untuk kembali  menjalin  persatuan  dan  kesatuan  dalam  bingkai  negara  kesatuan  Republik Indonesia.Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,Bangsa  ini  adalah  bangsa  yang  besar.  Yang telah mampu  terus  menghidupi  semangat persatuannya selama  berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suaraberikut ini: gotong-royong. Ketika  diminta  merumuskan  dasar  Negara Indonesia dalam  pidato  di  hadapan Badan   Penyelidik   Usaha-usaha   Persiapan   Kemerdekaan   Indonesia, Bung   Karno, menawarkan  Pancasila  yang  berintikan  lima  asas.  Namun  Bapak  Proklamator  Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas kedalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong. Menurut Bung Karno: “Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu  perkataan  yang  tulen,  yaitu  perkataan  gotong  royong. Gotong-royong  adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama.  Amal  semua  buat  kepentingan  semua,  keringat  semua  buat  kebahagiaan semua. (dkisp)

desa-wisata-lautmati

Disbudpar Gelar Workhsop Desa Wisata

Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat dan perangkat desa mengenai destinasi wisata yang ada di Rote Ndao, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao gelar Workhsop Desa Wisata bagi 50 peserta yang berlangsung di gedung Gereja Ebenhaezer Daiama, kecamatan Landu Leko, Sabtu (18/05/2019)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao, Melkias Rumlaklak pada kesempatan itu menjelaskan bahwa di Kecamatan Landu Leko memiliki potensi alam yang dapat dijadikan destinasi wisata, salah satunya adalah destinasi wisata Teluk Mulut Seribu yang saat ini sedang mendapat perhatian khusus pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah Pusat, oleh karena itu masyarakat kecamatan Landu Leko, desa Daiama dapat memahami Desa Wisata dan bersama membangun daerah melalui sektor pariwisata serta meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada pada Desa Wisata

Sementara itu Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu Ketika membuka Kegiatan Workshop Desa Wisata serta meninjau lokasi destinasi wisata mulut seribu dan laut mati mengajak para wisatawan untuk berkunjung kedestinasi wisata yang ada di Rote Ndao terkhusus Laut Mati yang ada di desa Daurandale, kecamatan Landu Leko.
Bupati Paulina menambahkan bahwa di Indonesia hanya ada satu yaitu Laut Mati, yang mana di laut mati ini hidup ikan air tawar dan itu yang merupakan keunikan yang ada di Rote Ndao ini. Untuk itu mari berkunjung ke Rote Ndao (rudi/rri/dkisp)

Penandatanganan-Komitmen-Pncegahan-Stunting2

Bupati Mengajak Semua Sektor untuk Berkomitmen Menurunkan Stunting di Rote Ndao

Baa;- Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE saat memberikan sambutan dalam penandatanganan komitmen bersama penurunan Stunting di Kabupaten Rote Ndao yang bertempat di gedung GPdI Bethesda Baa, Kamis (16/5/2019) mengharapkan dukungan semua pihak untuk turut mendukung dan berkomitmen dalam mempercepat pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao sesuai bidang tugasnya masing-masing.

“hari ini saya hadir di tempat ini merupakan bukti komitmen saya secara serius untuk tercapainya percepatan penurunan stunting di bumi Ita Esa ini” kata Bupati

Lanjut Bupati, kalau kita bicara stunting, tetapi apa itu stunting? stunting sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (hpk), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat perkembangan anak tidak maksimal. Ini akan berdampak terhadap produktivitas pada saat dewasa serta terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini kelak. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit.

Riset kesehatan dasar  Kementerian Kesehatan pada 2018 menemukan 30,8% anak Indonesia mengalami stunting. Prevalensi ini turun dari angka 37,2% pada tahun 2013, tetapi angka stunting tetap tinggi dan masih terdapat 2 (dua) provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting di atas 40%, salah satunya adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Data dari riset kesehatan dasar  tahun 2018 juga menunjukkan bahwa prevalensi anak stunting di Kabupaten Rote Ndao adalah 46,7% dengan total 2.690 balita stunting, ini adalah angka yang tergolong tinggi karena target nasionalnya adalah kita harus menurunkan prevalensi stunting hingga minimal 20%.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa untuk mencapai target nasional tersebut diperlukan suatu upaya percepatan untuk penurunan stunting. Ini bisa dicapai apabila semua pihak bersedia dan berkomitmen untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi dalam berbagai program dan kegiatan secara kolaboratif dan terintegrasi sehingga dapat mengatasi berbagai faktor determinan yang mengakibatkan terjadinya stunting. Upaya ini dimulai melalui pertemuan penguatan komitmen dan pelaksanaan intervensi spesifik lintas program terkait penurunan stunting pada hari ini. Dengan adanya kegiatan pertemuan ini diharapkan semua pihak bisa saling berkoordinasi dengan baik demi terwujudnya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao. Selain itu diharapkan hasil pertemuan ini dapat terbentuk SK Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati juga mengingatkan bahwa agar penanganan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan dan RSUD saja, tetapi urusan semua pihak yang hadir di sini termasuk seluruh komponen masyarakat yang peduli terhadap masalah stunting. Karena itu di sini sudah hadir peserta dari lintas sektor yang diharapkan bisa saling bekerja sama menangani masalah stunting di Kabupaten Rote Ndao, karena itu Dinas Kesehatan hanya mengurus 30% dari intervensi spesifik, sisanya diperlukan upaya lintas sektor sebanyak 70% untuk mengatasi stunting di Kabupaten Rote Ndao.

“sekali lagi, melalui kesempatan ini saya perlu kembali tekankan bahwa penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi, ini bukan pekerjaan orang Dinas Kesehatan saja, tetapi juga tanggung jawab bersama lintas sektor dan masyarakat, artinya, keberhasilan kita dalam menurunkan prevalensi stunting di daerah ini merupakan keberhasilan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini” ujar Bupati Paulina

Bupati Paulina menargetkan tahun ini prevalensi stunting di Rote Ndao menurun dari 46,7% menjadi 40% dan pada akhirnya tahun 2023 menjadi hanya 10% sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, karena itu dituntut koordinasi serta komitmen bersama dari lintas sektor serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung upaya ini, sehingga pada akhirnya anak-anak kita kelak terhindar dari masalah stunting atau tumbuh kerdil ini.

“apa yang kita lakukan saat ini akan menyelamatkan satu generasi Rote Ndao ke depan, lakukanlah dengan hati seperti hati seorang ibu kepada anak-anaknya” ungkap Bupati perempuan pertama di NTT ini

Peserta yang hadir pada kegiatan ini berasal dari lintas sektor yaitu Bappeda, Bagian Hukum dan Perundangan, Camat, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan, Kepemudan dan Olahraga, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Sosial, dan RRI yang berjumlah 60 orang. (dinkes/diskominfo-rn)

lanal-pulau-rote-wawasan-kebangsaan

Lanal Pulau Rote Gelar Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Kegiatan pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air bertujuan untuk memantapkan cara pandang dan pemahaman kebangsaan bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa sehingga akan dapat mengurangi potensi konflik dan berkembangnya paham paham negatif pada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Letkol Laut (P) Akhmad Alif .S.Z, M.Tr.Hanla sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) dihadapan pelajar dan para tamu undangan pada kegiatan “ Pemantapan Wawasan Kebangsaan Dan Rasa Cinta Tanah Air Masyarakat Pulau Rote Tahun 2019 “ yang dilaksanakan di Mako Lanal Pulau Rote, Sabtu (04/05/2019).

“seseorang yang memiliki pemahaman wawasan kebangsaan yang kuat akan mempunyai semangat cinta tanah air,” Tegas Akhmad.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut diantaranya yakni lomba cerdas cermat tingkat SMP se wilayah Kabupaten Rote Ndao, Penyuluhan serta sosialisasi Bahaya Narkotika oleh Tim dari BNN Kab. Rote kepada para pelajar SMP, Penyerahan Sembako kepada Masyarakat yang tidak mampu sebanyak 200 Paket, serta pembagian bingkisan berupa buku tulis dan Pin bendera Merah Putih kepada para pelajar sebanyak 2000 Buah.

Sementara itu pemenang Lomba cerdas cermat diantaranya, Juara I diraih SMPN 3 Oelasin, Juara II di raih SMPN 4 Lindamanu, Juara III diraih SMPN 1 Batutua dan Juara IV diraih SMP Satap Deranitan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Spotmar Mabesal Kolonel Laut ( E ) Halili, S.H dan Letkol Laut ( P ) Hari Budiman, M.Tr.Hanla, Kadispotmar Lantamal VII Letkol laut ( P ) Dovian, Dandim 1627/Rote Ndao, Camat Rote Barat Daya, Kapolsek Batutua, Kepala Sekolah SMP di wilayah Rote Barat Daya, Pengurus Jalasenastri Cab. 4 Korcab VII , Pengurus Persit Candra Kirana 1627/Rote Ndao, tokoh masyarakat setempat serta para pelajar SMP se Rote Barat Daya. (*/r01/rotv/ktmi)

hardiknas-020519

Peserta Didik Harus Memiliki Karakter Dan Jati Diri Bangsa, Ditengah Perubahan Global

Ba’a;-  Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional(Hardiknas) berlangsung serentak di tanah air, khusus di Kabupaten Rote Ndao upacara berlangsung di alun-alun Kantor Bupati Rote Ndao (Kamis,02/05/2019).

Dalam sambutan Menteri pendidikan Muhajir Effendi yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Ir. Untung Harjito menegaskan, “Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah momentum untuk membentuk warga negara yang demokratis serta menjadi potensi utama dalam mengembangkan peserta didik melalui undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional, pasal 13 menyebutkan tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berperilaku cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratif serta bertanggung jawab.”

“Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantoro, Tokoh Pahlawan Nasional sekaligus Bapak pendidikan Nasional,
Kementerian Pendidikan telah memberikan perhatian khusus untuk pendidikan wilayah terluar, terdepan dan tertinggal,” tegasnya.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh presiden dalam berbagai kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastrutur ke pembangunan sumberdaya manusia, disini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menentukan urgensinya.

Terkait dengan hal tersebut diatas maka tema hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 adalah menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan. Dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia berkemajuan.

Peserta upacara dihadiri siswa siswi Tingkat Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perwakilan guru se-Kota Ba’a, para Kepala Dinas, TNI, Polri serta undangan lainnya. (radarntt)

gub-victor-mulut-seribu-2903191

Gubernur NTT Tinjau Obyek Wisata Mulut Seribu

Landuleko;- Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mengunjungi perairan laut Mulut Seribu di ujung timur pulau Rote yang tepatnya di Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Senin, (29/04/2019) yang merupakan salah satu obyek yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk budidaya ikan

Gubernur Victor Laiskodat pada kesempatan itu bersama rombongan mengelilingi area obyek wisata Mulut Seribu dengan menumpang speedboad dan melihat secara dekat kondisi alam yang begitu indah yang masih alami ini

Obyek wisata Mulut Seribu ini disebut Mulut Seribu karena terdapat begitu banyak pintu-pintu menuju perairan dan pulau-pulau kecil yang mirip dengan obyek wisata Raja Ampat di Papua Barat.

Gubernur Victor pada kesempatan itu saat mengatakan bahwa tujuan kunjungannya ke tempat ini adalah untuk melihat secara langsung obyek wisata Mulut Seribu sekaligus tempat dimana akan dijadikan oleh pemerintah provinsi NTT untuk melakukan proyek budidaya ikan.

“saya mau agar NTT kedepan menjadi salah satu provinsi dengan budidaya ikan air laut terbaik di Indonesia” kata Victor

Lanjut Victor bahwa tempat ini juga merupakan sebuah obyek wisata yang baik maka perlu dikembangkan sehingga dari kampung ini harus bisa berbahasa Inggris.

“kirim 10 orang dari kampung ini untuk kursus Bahasa Inggris yang akan dibiayai oleh Gubernur dengan biaya pribadi, kalau di Rote ada tempat kursus bisa di Rote tetapi kalau tidak ada bisa di Kupang sehingga dalam satu tahun sudah bisa berbahasa Inggris agar saat ada tamu bisa menjelaskan kekayaan yang ada diseluruh daerah konserfasi ini dengan baik” ujar Gubernur

Gubernur juga menambahkan bahwa tempat ini perlu ditata dengan baik sehingga kalau ada kesempatan dirinya akan datang lagi karena masih ada hal-hal lain yang perlu kita sama-sama benahi dan perlu ada sentuhan-sentuhan tangan profesional yang dapat menjaga alam ini dengan baik.

Kedepan semua kapal-kapal akan dibantu dengan tidak lagi menggunakan bahan bakar solar tetapi menggunakan bahan bakar yang rama lingkungan, tidak boleh menggunakan bom ikan, tidak boleh tembak binatang liar yang ada ditempat ini dan harus dijaga semua yang ada sehingga tetap terlestari dengan baik, karena kalau kita menjaga alam dengan baik maka alam akan memberikan kita kehidupan.

Gubernur didampingi oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M.Saek,SE,.M.Si, Unsur Forkopimda Rote Ndao, Mantan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM, Pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao (DKISP-rote)