Bupati Rote Ndao bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berfoto bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid usai audiensi terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).

Pemkab Rote Ndao Bahas Pengembangan Program NuFRN Bersama ARUNGI

Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membahas keberlanjutan dan pengembangan Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN) dalam audiensi persiapan fase awal program di Kabupaten Rote Ndao. Audiensi tersebut bertujuan memperoleh masukan pemerintah daerah serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang berfokus pada ketahanan pangan, gizi, kesehatan, dan adaptasi perubahan iklim.

Suasana audiensi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid membahas persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).
Suasana audiensi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid membahas persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., Plt. Sekretaris Daerah Daniel W. Nalle, S.Pt., Staf Ahli Bupati Jermi M. Haning, Ph.D., Kepala Perangkat Daerah, Executive Director ARUNGI Indonesia Endah Setyaningsih, Head of Programs Surfaid Ross Corbett, Design Team Chris Anderson, Design Team Jan Verhagen, Design Team Ani Kartikasari, Inception Coordinator Dita Kumala Ratri, Program Manager ARUNGI Agung Lenggono, NSAC ARUNGI Anggela S., MERL Officer ARUNGI Mukarramah, WASH Officer ARUNGI Mellany G. A. Mafefa, dan Agriculture Specialist ARUNGI Moh. Suaedy.

Program NuFRN merupakan kelanjutan dan pengembangan dari Program ARUNGI yang mengintegrasikan aspek pertanian, gizi, kesehatan, serta adaptasi perubahan iklim. Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, capaian gizi, dan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya bagi perempuan dan anak usia dini di wilayah masyarakat sasaran yang berada di daerah terpencil Kabupaten Rote Ndao.

Melalui Program Nusa Tani dengan pendekatan NuFRN, pengembangan program direncanakan menjangkau 47 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Loaholu, Rote Barat, Rote Barat Daya, dan Rote Barat Laut. Program yang direncanakan berlangsung selama periode 2026–2030 tersebut menyasar 10.674 petani dan 2.452 keluarga.

Bupati Rote Ndao menyampaikan arahan dalam audiensi bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).
Bupati Rote Ndao menyampaikan arahan dalam audiensi bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).

Program diarahkan untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan, mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi sehari-hari, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan hasil pertanian. Pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, dan pelaksanaan program nantinya akan disampaikan kepada masyarakat dan petani di wilayah sasaran.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., meminta agar konsep program dipelajari secara serius sehingga dapat mendukung pengembangan sektor pertanian yang berbasis riset. Bupati juga mengarahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk menyiapkan aparatur desa yang dapat mendukung pengelolaan program agar pelaksanaannya berjalan lebih terarah.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan membentuk tim koordinasi yang terlibat dalam pelaksanaan program bersama ARUNGI. Tim tersebut diharapkan dapat mempelajari pendekatan dan mekanisme pelaksanaan NuFRN sehingga ke depan dapat diadopsi dan dikembangkan dalam program pemerintah daerah.

Perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) menyampaikan pemaparan dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).
Perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) menyampaikan pemaparan dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).

Pembahasan juga mencakup berbagai permasalahan yang dihadapi petani di Kabupaten Rote Ndao, terutama berkaitan dengan kondisi tanah dan ketersediaan air di sejumlah wilayah kecamatan. Untuk memperoleh gambaran teknis yang lebih lengkap, Tim ARUNGI akan melakukan kunjungan lapangan guna meninjau kondisi wilayah dan potensi pertanian secara langsung.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta menyediakan data potensi pertanian, khususnya wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai, termasuk peta sumber air sebagai informasi awal bagi Tim ARUNGI dalam menyusun pengembangan program.

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha serta kelembagaan ekonomi desa. Menurutnya, dukungan pendanaan perlu diikuti dengan kemampuan pengelolaan yang memadai agar sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.

Bupati Rote Ndao bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berfoto bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid usai audiensi terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).
Bupati Rote Ndao bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berfoto bersama perwakilan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid usai audiensi terkait persiapan fase awal (Inception Phase) Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).

Selain peningkatan produksi, pengembangan akses pasar menjadi bagian penting agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik. Dalam konteks tersebut, keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan pemasaran hasil pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani.

Penguatan kapasitas masyarakat dan organisasi desa juga dapat dilakukan melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah. Pendamping desa dan penyuluh pertanian diharapkan turut terlibat dalam proses pembelajaran serta meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan program di wilayah sasaran. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Screenshot_20261004_232749_Gallery

Bupati Paulus Henuk Tutup Resmi Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I, Sekretaris IMI NTT Puji Penonton Tertib

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menutup secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Minggu (04/10).

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menutup secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Minggu (04/10).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menutup secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Minggu (04/10).

Penutupan Kejurda yang memperebutkan piala Bupati Rote Ndao pertama ini berlangsung meriah setelah dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan pada Jumat (02/10) lalu.

Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTT dalam sambutannya pada acara penutupan memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Rote Ndao.

“Penonton di Rote Ndao memberikan contoh luar biasa. Penonton tertib, ini catatan sejarah. Belajar tertib menonton, belajar dari orang Rote,” ujarnya. Menurutnya, ketertiban penonton menjadi modal penting bagi Rote Ndao untuk menggelar event otomotif yang lebih besar di masa depan.

Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao saat melepas langsung peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala.
Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao saat melepas langsung peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

“Semua hadirin yang saya hormati dan saya banggakan. Kegiatan ini dipersiapkan dengan baik. Tahun berikutnya kita siapkan praktek baik yang sudah disiapkan ini lebih baik lagi,” ujar Bupati.

Bupati menekankan pentingnya sportivitas dalam perlombaan. Ia berharap siapapun atlet yang menang dapat diterima dengan baik, dan juri serta panitia dapat memberikan penilaian yang objektif dan adil.

“Berharap siapapun atlet yang menang, ini adalah perlombaan supaya bisa diterima dengan baik. Juri dan panitia menilai dengan baik, sehingga mendorong bahwa ada atlet dari Rote yang ikut PON,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan event otomotif di Rote Ndao dengan menyiapkan dukungan anggaran.

“Kita siapkan APBD yang memadai untuk kegiatan Kejurda selanjutnya,” katanya.

Peserta Kejuaraan daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala.
Peserta Kejuaraan daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026 di Sirkuit Mandala.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua sponsor dan pihak terkait atas kontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik di Rote Ndao.

Kejurda Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I ini sendiri merupakan ajang untuk menjaring bibit generasi muda yang mempunyai minat dan bakat di bidang otomotif, serta membuka ruang bagi penggemar otomotif maupun pembalap lokal untuk menunjukkan kemampuan dan aksinya. Event ini diharapkan dapat melahirkan pembalap muda berprestasi dari Rote Ndao yang mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao

Bupati Rote Ndao Audiensi dengan Wamensos, Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Lahan 17,6 Hektare

Jakarta – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

“Bagi saya, pendidikan adalah salah satu fondasi utama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak Rote Ndao. Karena itu, kami terus berupaya membuka akses terhadap berbagai program pemerintah pusat yang dapat mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Paulus Henuk.

Dalam audiensi tersebut, selain permohonan pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati juga menyampaikan sejumlah kebutuhan dan potensi program Kementerian Sosial yang dapat diakses dan dikembangkan di Kabupaten Rote Ndao. Hal ini diharapkan dapat memperkuat upaya Pemkab dalam menghadirkan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kesempatan yang lebih luas bagi keluarga dan anak-anak di Nusa Lontar.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Bupati Mempawah Erlina dan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang sama-sama mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya.

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao
Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyambut baik usulan ketiga daerah tersebut dan menyatakan siap mengawal langsung prosesnya agar segera terealisasi. Wamensos menekankan ketersediaan lahan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Mulai dari sertifikatnya, konturnya landai, airnya, sumber airnya bagus. Terus kemudian listriknya juga oke. Termasuk jalan masuk untuk ke sekolah itu juga besar karena untuk pembangunan,” jelas Agus.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa Pemkab Rote Ndao kini telah menyiapkan lahan yang lebih luas dari pengajuan sebelumnya.

“Kita punya sekarang yang tersedia lahannya itu 17,6 hektare. Kami punya lahan ini, kami serahkan semua. Sisanya itu kita bikin integrated farming,” ungkap Paulus.

Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak
Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak

Diketahui, Kabupaten Rote Ndao sebelumnya telah mengajukan lahan Sekolah Rakyat pada tahun 2026, namun dinilai belum mencukupi. Melalui pengajuan lahan baru seluas 17,6 hektare ini, Pemkab berharap pembangunan dapat segera terealisasi.

Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak, sementara orang tua mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Wakil Bupati Rote Ndao Buka Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I memperebutkan piala Bupati Rote Ndao pertama tahun 2026 di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Jumat (02/10) siang.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Ketua Panitia, Daniel W. Nalle,S.Pt, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam laporannya menyampaikan ajang Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I ini merupakan ajang untuk menjaring bibit generasi muda yang mempunyai minat dan bakat serta membuka ruang bagi penggemar otomotif maupun pembalap lokal untuk menunjukan kemampuan dan aksinya.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup Im

Peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I saat dilepas dari garis start sirkuit
Peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I saat dilepas dari garis start sirkuit

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I ini. Wakil Bupati Rote Ndao menyebut kegiatan ini sebagai sarana penyalur kreativitas anak muda yang mempunyai hobi balap. Diharapkan agar melalui event ini dapat melahirkan pembalap muda yang berprestasi di tingkat lokal maupun nasional.

Suasana pembukaan kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I
Suasana pembukaan kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Hadir bersama dalam kegiatan ini, Simson Polin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, AKBP. Henry Eko Irawan,S.I.K, Kapolres Rote Ndao Denison Moy, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao,Anthonius F.Banepa, S.E Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Sokan Teibang, Sekretaris Ikatan Motor Indonesia, Mariana J.B.B Sirah, S.Th, Ketua Majelis Klasis Lobalain, Capt. Mesak Bailao, .A.Md, M.Mar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao asal Partai Gelora, Absalom Polin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao asal Partai Solidaritas Indonesia, Official, Manager dan Tim, Sponsor, Kepala Perangkat Daerah dan sejumlah hadirin. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Pj. Sekda Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt (kedua dari kiri) menyampaikan sambutan membuka FGD dan Konsultasi Publik I RDTR Kawasan Nemberala.

Pemkab Rote Ndao dan Kementerian ATR/BPN Gelar FGD dan Konsultasi Publik Penyusunan RDTR Kawasan Nemberala

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik I dalam rangka penyusunan materi teknis dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Kawasan Nemberala.

Kegiatan yang melibatkan lintas sektor dan perangkat daerah terkait tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt, Kamis (01/10/2025) yang dihadiri jajaran Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II.

Pj. Sekda Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt (kedua dari kiri) menyampaikan sambutan membuka FGD dan Konsultasi Publik I RDTR Kawasan Nemberala.
Pj. Sekda Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt (kedua dari kiri) menyampaikan sambutan membuka FGD dan Konsultasi Publik I RDTR Kawasan Nemberala.

FGD dan Konsultasi Publik ini menjadi ruang untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak sekaligus menjaring isu dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai bagian dari proses penyusunan RDTR Kawasan Nemberala.

Pj. Sekda Rote Ndao Daniel Nalle menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam proses tersebut. “ Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN melalui Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II beserta jajaran, serta seluruh peserta atas partisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Pj. Sekda Rote Ndao Daniel Nalle bersama Perwakilan Kementerian ATR/BPN dan peserta FGD.
Pj. Sekda Rote Ndao Daniel Nalle bersama perwakilan Kementerian ATR/BPN dan peserta FGD.

RDTR menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pemanfaatan ruang yang terarah, kepastian pertanahan, kemudahan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pj. Sekda Rote Ndao Daniel Nalle mengungkapkan dukungan dari Kementerian ATR/BPN dan masukan dari berbagai pihak lewat FGD dan Konsultasi Publik agar dokumen RDTR Kawasan Nemberala dapat segera ditetapkan.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Hari Kesaktian Pancasila 2026 Rote Ndao, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (1/10/2026), dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Rote Ndao.
Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Upacara dipimpin Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Lutfi Andriansyah, S.T., M.Tr.Opsla selaku Inspektur Upacara, sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Moy, ST bertindak sebagai pembaca ikrar.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan bersama unsur Forkopimda, Pimpinan DPRD Kabupaten Rote Ndao, Pj. Sekretaris Daerah Daniel W. Nalle, S.Pt., jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, serta personel TNI dan Polri.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat dan tertib, diawali dengan laporan Komandan Upacara bahwa upacara siap dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh Inspektur Upacara.

Peserta upacara hikmat mengikuti rangkaian upacara.
Peserta upacara hikmat mengikuti rangkaian upacara.

Selanjutnya, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Moy, ST. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Picture2

Dari Daerah Tertinggal ke Panggung Nasional, Rote Ndao Berbagi Kisah Transformasi di Bappenas

JAKARTA — Kabupaten Rote Ndao terpilih sebagai satu dari empat daerah penerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang berbagi pengalaman pembangunan dalam forum Knowledge Sharing di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., saat memaparkan materi bertajuk “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif” dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., saat memaparkan materi bertajuk “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif” dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menjadi narasumber bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Mengusung materi “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif”, Bupati membagikan perjalanan Rote Ndao yang menyandang status daerah tertinggal sejak 2005 hingga resmi terentaskan pada 2024. Perjalanan hampir dua dekade tersebut ditopang kesinambungan pembangunan layanan dasar, sumber daya manusia, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat.

Setelah terentaskan, Rote Ndao mencatat pertumbuhan ekonomi 7,96 persen pada 2025, meningkat dari 3,21 persen pada 2024. Capaian ini menjadi pijakan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat usaha lokal.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat duduk bersama sebagai narasumber dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat duduk bersama sebagai narasumber dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dalam paparannya, Bupati menekankan pentingnya memastikan manfaat pertumbuhan menjangkau masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Pengembangan industri garam, pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan diarahkan untuk memperbesar keterlibatan tenaga kerja lokal, UMKM, serta pemasok daerah.

Rote Ndao juga membawa pembelajaran tentang pentingnya dukungan pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan kepulauan, khususnya biaya pelayanan dan keterbatasan konektivitas. Dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga kemajuan setelah terentaskan dan memperluas pemerataan pembangunan.

Kesempatan berbagi pengalaman di forum nasional ini melengkapi keberhasilan Rote Ndao meraih PPD kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif”, sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan NTT dalam jajaran penerima penghargaan. *(PPID Pelaksana_Baperida RN)

Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Rote Ndao Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Nasional dari Bappenas

JAKARTA — Kabupaten Rote Ndao meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 tingkat nasional dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dalam kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif”.

Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Wakil Menteri Dalam Negeri dalam acara Penyerahan PPD dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Rote Ndao menjadi salah satu dari 18 pemerintah daerah yang terdiri atas provinsi, kabupaten, dan kota penerima penghargaan. Dalam jajaran penerima tersebut, Rote Ndao merupakan satu-satunya perwakilan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Capaian ini menjadi catatan penting dalam perjalanan pembangunan Rote Ndao setelah terentaskan dari status daerah tertinggal. Penghargaan kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” menjadi momentum untuk menjaga kemajuan daerah sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

PPD merupakan evaluasi tahunan yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas terhadap perencanaan dan kinerja pencapaian pembangunan daerah. Evaluasi mencakup tiga aspek utama, yakni kualitas dan proses penyusunan perencanaan, kinerja pencapaian pembangunan daerah, serta program unggulan daerah.

Secara nasional, penilaian PPD Tahun 2026 diikuti oleh 458 pemerintah daerah, terdiri atas 38 provinsi, 334 kabupaten, dan 86 kota. Tingkat partisipasi pemerintah daerah meningkat dari 82 persen pada 2025 menjadi 84 persen pada 2026.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., berfoto bersama usai menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” dari Kementerian PPN/Bappenas, di Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., berfoto bersama usai menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” dari Kementerian PPN/Bappenas, di Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Proses penilaian PPD secara umum dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu penilaian dokumen perencanaan, wawancara dan verifikasi, serta presentasi. Proses tersebut melibatkan tim penilai teknis, tim penilai independen, tim penilai utama, dan dewan penilai, dengan unsur kementerian/lembaga, akademisi, pakar pembangunan, serta kalangan profesional.

Melalui evaluasi tersebut, PPD memberikan umpan balik bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas perencanaan, dan memperkuat kinerja pembangunan. Pengalaman serta program unggulan daerah juga menjadi bahan pembelajaran yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah lainnya.

Sejalan dengan tujuan tersebut, rangkaian penyerahan penghargaan dipadukan dengan kegiatan knowledge sharing atau berbagi pengetahuan dan pengalaman pembangunan. Forum ini menjadi sarana penyebarluasan praktik baik serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan dan keterbatasan sumber daya.

Bagi Rote Ndao, penghargaan tingkat nasional ini menjadi dorongan untuk melanjutkan transformasi menuju pertumbuhan yang inklusif. Kemajuan pembangunan perlu terus diterjemahkan menjadi peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, serta perluasan kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat.

Sebagai daerah kepulauan di wilayah selatan Indonesia, keberlanjutan pembangunan Rote Ndao membutuhkan dukungan dan kerja bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut penting agar kemajuan yang telah dicapai terus berkembang dan manfaatnya menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Penghargaan dari Bappenas ini diharapkan memperkuat semangat seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Rote Ndao, dengan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama. *(PPID Pelaksana_Baperida RN)

Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

Bupati Rote Ndao Temui Menteri KKP, Bahas Percepatan K-SIGN dan Pengembangan Kampung Nelayan

Jakarta, 28 September 2026 – Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).
Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas progres pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini sedang berlangsung. Bupati menyampaikan perkembangan pekerjaan di lapangan serta sejumlah hal strategis yang perlu dikawal bersama agar pembangunan K-SIGN dapat terus berjalan dan diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan dan penyelesaian K-SIGN sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain progres fisik, kedua pihak juga membahas penyelesaian persoalan lahan serta berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Dilakukan klarifikasi agar informasi yang beredar dapat dipahami secara tepat berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan.

“Kami sepakat bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan yang masih ada,” ujar Bupati.

Bupati juga mengungkapkan adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin menggagalkan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao dengan menyampaikan berita bohong melalui surat-surat kepada Menteri.

Suasana saat Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Suasana saat Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kami sepakat untuk melawan setiap oknum yang berniat jahat agar pembangunan di Rote Ndao tidak terjadi, termasuk upaya menggagalkan PSN di Rote Ndao. Saya ingatkan, karena syahwat politik busuk yang tidak tertahan lalu mau menggagalkan pembangunan di Rote Ndao. Pada waktunya semua akan terbongkar. Stop politisasi dan siapkan diri bertarung ide dan gagasan, bukan melakukan pembusukan di belakang dengan mengorbankan pembangunan,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas penguatan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mendukung percepatan pembangunan K-SIGN.

Terkait pengembangan kampung nelayan, Menteri KKP memberikan arahan agar konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi Kampung Lautra. Arahan tersebut akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya membangun kawasan pesisir yang lebih tertata, memperkuat aktivitas masyarakat nelayan, serta membuka ruang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.

Bupati menyampaikan rasa syukur atas progres kampung nelayan. Dari 7 lokasi yang diajukan Pemkab Rote Ndao, 2 lokasi akan segera dikerjakan, yakni di Papela dan Oenggae. Sementara 5 lokasi lainnya akan dikerjakan secara bertahap.

Usai bertemu Menteri KKP, Bupati melanjutkan agenda dengan bertemu Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

Bupati saat bertemu dengan Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
Bupati saat bertemu dengan Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

“Kita terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, dengan harapan investasi yang hadir dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan peluang bagi masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Rote Ndao,” tutup Bupati. (PPID Utama_DKSIP Kab. Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-09-25 at 23.10.53

Bupati Rote Ndao Koordinasi dengan Wamendagri, Verifikasi Faktual Pemekaran Desa Dijadwalkan Oktober

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao, Jakarta (25/09/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menghadapi verifikasi faktual yang dijadwalkan pada Oktober 2026 agar seluruh tahapan pemekaran dapat berjalan sesuai ketentuan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH.,
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., saat berdiskusi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M.

 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan verifikasi faktual pemekaran desa yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kepada Pemerintah Pusat. Dalam pertemuan, dibahas berbagai persiapan yang perlu dilakukan daerah menjelang pelaksanaan verifikasi faktual, termasuk kesiapan administrasi dan kondisi faktual di lapangan.

Wamendagri Dr. Ribka Haluk memberikan dukungan terhadap proses pemekaran desa yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Verifikasi faktual direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2026.

Suasana diskusi
Suasana diskusi antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan jajaran Wakil Menteri Dalam Negeri terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan terus melakukan konsolidasi dan mempersiapkan seluruh kebutuhan verifikasi secara maksimal agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pemekaran desa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, memperpendek rentang kendali pelayanan publik, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Wakil Menteri Dalam Negeri beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rote Ndao serta Wakil Menteri Dalam Negeri beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan membahas persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses tersebut berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. *(PPID Utama_Rote Ndao)