GU

Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao Sambut Tim Pusat dan Provinsi, Verifikasi Faktual 22 Desa Persiapan Dimulai

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH., menyambut Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Dra. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd., bersama rombongan Tim Penataan Desa Tingkat Pemerintah Pusat yang berjumlah 12 orang di Kupang, Selasa (3/11/2026). Selanjutnya, rombongan bertolak ke Kabupaten Rote Ndao bersama Tim Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipimpin Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas PMD Provinsi NTT, Yohanes Don Bosko, SE., beserta 5 anggota tim, dan disambut oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, dalam rangka pelaksanaan verifikasi faktual terhadap 22 desa persiapan. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan, kelayakan, serta pemenuhan persyaratan pembentukan desa definitif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH., saat berdiskusi bersama Direktur Penataan Desa dan Tim Penataan Desa Tingkat Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan verifikasi faktual terhadap 22 desa persiapan di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH., saat berdidkusi bersama Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Dra. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd., dan Tim Penataan Desa Tingkat Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan verifikasi faktual terhadap 22 desa persiapan di Kabupaten Rote Ndao.

Kunjungan tim pemerintah pusat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan desa di Kabupaten Rote Ndao. Verifikasi faktual dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi dan kesiapan 22 desa persiapan, sekaligus menilai pemenuhan persyaratan pembentukan desa definitif sebagai bahan pertimbangan dalam tahapan penataan desa selanjutnya.

Adapun 22 desa persiapan yang menjadi sasaran verifikasi faktual meliputi Desa Persiapan Nitaso, Desa Persiapan Menggelama, Desa Persiapan Loman, Desa Persiapan Ne’e, Desa Persiapan Lelain, Desa Persiapan Tandetui, Desa Persiapan Penaoen, Desa Persiapan Tetuli, Desa Persiapan Tungaoli, Desa Persiapan Daifa’din, Desa Persiapan Lidaloak, Desa Persiapan Lidasue, Desa Persiapan Suesama, Desa Persiapan Leteklain, Desa Persiapan Foembura, Desa Persiapan Soruk, Desa Persiapan Okabeuk, Desa Persiapan Faifangga, Desa Persiapan Oelaba, Desa Persiapan Teu Esa, Desa Persiapan Huleaman, dan Desa Persiapan Nggaiholu. Melalui verifikasi ini, berbagai aspek yang berkaitan dengan kelayakan pembentukan desa akan ditinjau secara langsung sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Wakil Bupati Rote Ndao bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PMD, serta Tim Penataan Desa Pusat dan Provinsi NTT berfoto bersama.
Wakil Bupati Rote Ndao, Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Dra. Lusje Anneke Tabalujan, M.Pd.,bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PMD,  serta Tim Penataan Desa Pusat dan Provinsi NTT berfoto bersama.

Proses verifikasi faktual terhadap 22 desa persiapan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 04 November 2026. Dalam pelaksanaannya, tim pemerintah pusat dan provinsi bersama pemerintah daerah akan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi di lapangan serta kesesuaian persyaratan administrasi dan teknis pembentukan desa definitif.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam mendukung penataan pemerintahan desa. Kerja sama lintas pemerintahan diperlukan agar setiap tahapan pembentukan desa definitif dapat berjalan sesuai prosedur dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap hasil verifikasi faktual terhadap 22 desa persiapan ini dapat menjadi dasar bagi tindak lanjut penataan desa secara terarah dan sesuai regulasi. Dengan demikian, penataan desa diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa, pemerataan pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.*(PPID Utama_Rote Ndao)

Wakil Bupati Rote Ndao bersama Wakil Ketua dan anggota DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, operator SIKS-NG, serta pendamping desa/kelurahan dalam foto bersama pada kegiatan Kick Off Penguatan DTSEN Tahun 2026.

Wabup Rote Ndao Tekankan Pentingnya Validitas DTSEN Untuk Percepat Penanggulangan Kemiskinan

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, menegaskan pentingnya validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam kegiatan Kick Off Membangun Kesepahaman Bersama Pemangku Kepentingan Daerah Terkait DTSEN Berbasis Aplikasi SIKS-NG dan Penguatan Kapasitas Pengisi Data Desa/Kelurahan Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Graha Narwastu, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam pengelolaan serta pemutakhiran data agar penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kick Off Penguatan DTSEN Tahun 2026 di Gedung Graha Narwastu.
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kick Off Penguatan DTSEN Tahun 2026 di Gedung Graha Narwastu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, S.T., bersama anggota DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Anthonius F. D. Banepa, S.E., para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta operator dan pendamping desa/kelurahan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan menyampaikan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, upaya tersebut harus didukung oleh data yang valid, akurat, dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Suasana kegiatan Kick Off Membangun Kesepahaman Bersama Pemangku Kepentingan Daerah Terkait DTSEN Berbasis Aplikasi SIKS-NG dan Penguatan Kapasitas Pengisi Data Desa/Kelurahan Tahun 2026.
Suasana kegiatan Kick Off Membangun Kesepahaman Bersama Pemangku Kepentingan Daerah Terkait DTSEN Berbasis Aplikasi SIKS-NG dan Penguatan Kapasitas Pengisi Data Desa/Kelurahan Tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketepatan perencanaan program serta penggunaan anggaran pemerintah. Dengan data yang benar, berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dapat diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rote Ndao, target penurunan angka kemiskinan pada tahun 2029 ditetapkan sebesar 19,43 persen. Sementara itu, capaian angka kemiskinan pada tahun 2025 masih berada pada angka 24,37 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah percepatan melalui program dan kebijakan yang lebih terarah serta tepat sasaran.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, S.T., saat menyampaikan sambutan dan menekankan pentingnya validitas data sesuai kondisi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, S.T., saat menyampaikan sambutan dan menekankan pentingnya validitas data sesuai kondisi masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah menempatkan ketepatan sasaran dan keterpaduan tata kelola sebagai pilar utama, yang didukung oleh upaya pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta perlindungan daya beli dan ketahanan keluarga. Dalam konteks tersebut, perbaikan DTSEN menjadi salah satu langkah mendasar untuk mendukung pencapaian target penurunan kemiskinan.

Wakil Bupati turut menyoroti masih adanya ketidaksesuaian data dengan kondisi masyarakat di lapangan. Persoalan ini, menurutnya, juga menjadi perhatian anggota DPRD yang selama ini menerima secara langsung aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum DPRD Kabupaten Rote Ndao bersama Pemerintah Daerah terkait DTSEN.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga operator dan pendamping desa/kelurahan, agar bekerja secara proaktif dalam melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi. Data yang disampaikan harus benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat karena akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Wakil Bupati Rote Ndao bersama Wakil Ketua dan anggota DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, operator SIKS-NG, serta pendamping desa/kelurahan dalam foto bersama pada kegiatan Kick Off Penguatan DTSEN Tahun 2026.
Wakil Bupati Rote Ndao bersama Wakil Ketua dan anggota DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, operator SIKS-NG, serta pendamping desa/kelurahan dalam foto bersama pada kegiatan Kick Off Penguatan DTSEN Tahun 2026.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, S.T., menekankan bahwa DTSEN harus disusun berdasarkan kondisi nyata masyarakat tanpa adanya perlakuan berbeda atau pemilahan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Ia berharap proses pendataan dilakukan secara objektif dan menyeluruh sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terdata dengan baik.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG. Dengan demikian, data yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah yang lebih akurat, terpadu, transparan, dan tepat sasaran dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).

Bupati Rote Ndao Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papela

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (28/10/2026), sebagai langkah mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang aktivitas nelayan.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Rote Ndao, Petson Soleman Hangge, S.Sos.; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Rote Ndao, Anthonius F. D. Banepa, S.E.; Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Yeanes Riwu, S.Pi.; Kapolsek Rote Timur, IPDA A. Ikram Mahben, S.H.; Camat Rote Timur, Meliand Bulan, S.H.; Direktur Cabang Kupang PT Aulia Berlian, Nyongki Manfoe; serta masyarakat Desa Papela.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan fasilitas yang mendukung produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada tujuh titik lokasi. Namun, pada tahap ini, baru dua desa yang memperoleh alokasi pembangunan, yakni Desa Papela di Kecamatan Rote Timur dan Desa Oenggae di Kecamatan Pantai Baru.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan sambutan pada kegiatan groundbreaking pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan sambutan pada kegiatan groundbreaking pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).

Bupati berharap pembangunan di Desa Papela dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya meminta PT Aulia Berlian Konstruksi agar melaksanakan pekerjaan ini dengan baik, sehingga hasilnya berkualitas dan dapat memuaskan masyarakat Desa Papela. Saya juga meminta masyarakat untuk bekerja sama dan mendukung proses pembangunan agar fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat,” ujar Bupati.

Menurutnya, pembangunan KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyediaan sarana pendukung yang dapat mempermudah aktivitas dan meningkatkan produktivitas nelayan. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) atau Pertashop khusus untuk mendukung kebutuhan bahan bakar nelayan, beserta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama jajaran pemerintah daerah, pihak pelaksana, dan masyarakat berfoto bersama usai kegiatan groundbreaking pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama jajaran pemerintah daerah, dan pihak pelaksana berfoto bersama usai kegiatan groundbreaking pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (28/10/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan memperoleh kebutuhan operasional secara lebih mudah serta mendukung kelancaran kegiatan melaut dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mengupayakan berbagai program pembangunan melalui usulan kepada pemerintah pusat. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pembangunan dan menghadirkan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Papela, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap tersedianya infrastruktur yang memadai dapat memperkuat sektor perikanan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatkan kualitas hidup para nelayan.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan menjaga hasil pembangunan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Rote Ndao dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah perbatasan, Sabtu (24/10/2026).

Bupati Rote Ndao Sambut Kunjungan Kerja Kepala BNPPTD RI, Dorong Pembangunan Infrastruktur Perbatasan

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., menyambut kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026), yang mencakup peninjauan kawasan Titik Nol Kilometer Selatan NKRI, peluncuran rencana pembangunan program Jembatan Garuda, serta penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat. Kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) pengamanan pulau terluar dan perbatasan negara sekaligus melihat kondisi wilayah perbatasan serta mendukung peningkatan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., memakaikan topi adat Ti’i Langga kepada Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk penghormatan adat dalam penyambutan kunjungan kerja di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026).
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., memakaikan topi adat Ti’i Langga kepada Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai bentuk penghormatan adat dalam penyambutan kunjungan kerja di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026).

Kedatangan Jenderal Maruli Simanjuntak bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao melalui prosesi adat pemakaian topi ti’i langga dan selendang adat Rote Ndao. Penyambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penerimaan secara adat kepada rombongan yang berkunjung ke Kabupaten Rote Ndao.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan kawasan Titik Nol Kilometer Selatan NKRI untuk melihat secara langsung kondisi wilayah perbatasan selatan Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan pulau terluar dan perbatasan negara.

Kepala BNPPTD RI yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., melakukan peninjauan kawasan Titik Nol Kilometer Selatan NKRI di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026), sebagai bagian dari kunjungan kerja dalam rangka pengawasan wilayah perbatasan negara.
Kepala BNPPTD RI yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., melakukan peninjauan kawasan Titik Nol Kilometer Selatan NKRI di Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026), sebagai bagian dari kunjungan kerja dalam rangka pengawasan wilayah perbatasan negara.

Agenda selanjutnya adalah peluncuran rencana pembangunan program Jembatan Garuda yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat. Jembatan beton yang direncanakan memiliki panjang empat meter dan lebar tiga meter tersebut akan menjadi akses penghubung bagi masyarakat di wilayah Desa Dodaek dan Desa Tebole.

Selain meninjau wilayah perbatasan dan pembangunan infrastruktur, Kepala BNPPTD RI bersama rombongan juga menyerahkan bantuan sosial berupa sekitar 30 paket sembako kepada masyarakat setempat. Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Rote Ndao dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah perbatasan, Sabtu (24/10/2026).
Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Tertinggal (BNPPTD) RI, Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Rote Ndao dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah perbatasan, Sabtu (24/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengawasan dan Evaluasi Satgas Pengamanan Pulau Terluar dan Perbatasan yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Rote Ndao dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah perbatasan, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan yang merata serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berfoto bersama seluruh peserta dan panitia POPDA VIII NTT di Kupang, Kamis (22/10/2026).

Bupati Rote Ndao Dukung Atlet Berlaga pada POPDA VIII NTT

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula El Tari, Kupang, Kamis (22/10/2026), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap atlet pelajar yang mewakili daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan motivasi kepada seluruh atlet Kabupaten Rote Ndao agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama daerah.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berfoto bersama seluruh peserta dan panitia POPDA VIII NTT di Kupang, Kamis (22/10/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berfoto bersama seluruh peserta dan panitia POPDA VIII NTT di Kupang, Kamis (22/10/2026).

Bupati Paulus Henuk menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh atlet yang membawa nama Kabupaten Rote Ndao, yang dikenal dengan semboyan Nusa Fua Funi. Ia berharap para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga semangat juang, serta mengikuti setiap pertandingan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Menurut Bupati, keikutsertaan dalam POPDA VIII NTT merupakan kesempatan bagi para atlet pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, dan meraih prestasi di bidang olahraga. Karena itu, para atlet diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya serta menunjukkan disiplin dan semangat juang selama mengikuti kompetisi.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berfoto bersama para atlet Kabupaten Rote Ndao yang berlaga pada POPDA VIII NTT di Kupang, Kamis (22/10/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berfoto bersama para atlet Kabupaten Rote Ndao yang berlaga pada POPDA VIII NTT di Kupang, Kamis (22/10/2026).

Dukungan dan motivasi tersebut juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga. Prestasi yang diraih para atlet diharapkan dapat membawa kebanggaan bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan dengan baik, menjaga kekompakan, dan memberikan hasil terbaik. Semangat, kerja keras, dan sportivitas diharapkan menjadi bekal bagi para atlet untuk mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Pemkab Rote Ndao meraih Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa Semester I Tahun Anggaran 2026.

Pemkab Rote Ndao Raih Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa Semester I 2026 Se-NTT

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao meraih Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa Semester I Tahun Anggaran 2026 Kabupaten/Kota se-NTT.

Penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kupang, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Kementerian Keuangan RI, diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja pengelolaan Dana Desa pada periode penilaian tersebut.

Pemkab Rote Ndao meraih Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa Semester I Tahun Anggaran 2026.
Pemkab Rote Ndao meraih Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa Semester I Tahun Anggaran 2026.

Piagam Penghargaan diserahkan oleh Kepala KPPN Kupang Delfiana Lase dan diterima oleh Kasubid Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Rote Ndao dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah Tahun 2026 di Kupang, Rabu (21/10/2026).

Acara penyerahan Piagam Penghargaan yang diserahkan  oleh Kepala KPPN Kupang Delfiana Lase dan diterima Kasubid Perbendaharaan BKAD Rote Ndao Pegi Ariesty, SE.
Acara penyerahan Piagam Penghargaan oleh Kepala KPPN Kupang Delfiana Lase dan diterima Kasubid Perbendaharaan BKAD Rote Ndao Pegi Ariesty, SE.

Sementara itu, penilaian kinerja pengelolaan Dana Desa Semester II Tahun 2026 akan diumumkan pada awal 2027. Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi evaluasi lanjutan terhadap kinerja pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Rote Ndao.*(PPID Pelaksana_BKAD Rote Ndao)

Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029

Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029, Perkuat Sinergi Perangkat Daerah dalam Penanggulangan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar rapat penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2026–2029 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Rote Ndao, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan 16 perangkat daerah (PD) terkait sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao. Keenam belas perangkat daerah tersebut meliputi Dinas Sosial; Badan Keuangan dan Aset Daerah; Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Dinas Komunikasi dan Informatika; Dinas Kesehatan; Dinas Pendidikan; Dinas PKPLH; Dinas PUPR; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Dinas Peternakan; Dinas Perikanan; Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja; Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Perhubungan; serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029
Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029

Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Anthonius F. Banepa,SE. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menyelaraskan program dan kegiatan setiap perangkat daerah agar pelaksanaan pembangunan berjalan secara terpadu dan memberikan dampak nyata terhadap penanggulangan kemiskinan. Ia juga menyampaikan bahwa penyusunan RPKD merupakan bagian dari proses analisis kondisi daerah, penetapan prioritas, dan pengendalian program untuk mendorong penurunan kemiskinan. Selain itu, ia mendorong kolaborasi dengan organisasi nonpemerintah atau non-governmental organization (NGO) guna memperluas dukungan terhadap pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai RPKD oleh Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao. Selanjutnya, pada sesi pertama, peserta mengikuti diskusi mengenai draf awal dokumen RPKD. Diskusi ini menjadi wadah bagi perangkat daerah untuk memberikan masukan, menyelaraskan program dan kegiatan, serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang perlu diperhatikan dalam penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan kemiskinan. Melalui diskusi tersebut, diharapkan setiap perangkat daerah dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pencapaian target penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi.

Pada sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan melalui desk empat pilar dalam dokumen RPKD Tahun 2026–2029. Pilar pertama, Ketepatan Sasaran Integrasi Data dan Tata Kelola Konvergen, melibatkan Bapperida, Dinas Sosial, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Pilar ini menitikberatkan pada ketepatan sasaran melalui integrasi data dan penguatan tata kelola yang terpadu. Pilar kedua, Pengurangan Beban Pengeluaran dan Pemenuhan Pelayanan Dasar, melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PKPLH, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, serta Dinas Perikanan. Pilar ini berfokus pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat dan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar.

Suasana kegiatan Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029
Suasana kegiatan Rapat Penyusunan RPKD 2026–2029 di Kantor Bapperida Kab. Rote Ndao

Pilar ketiga, Peningkatan Pendapatan, Produktivitas, dan Kemandirian Ekonomi, melibatkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas PUPR, serta Dinas Perhubungan. Pilar ini diarahkan pada peningkatan kesempatan kerja, produktivitas, pengembangan usaha, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Sementara itu, pilar keempat, Perlindungan Daya Beli dan Ketahanan terhadap Guncangan, melibatkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Peternakan, Dinas Perhubungan, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah. Pilar ini berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat dan penguatan ketahanan dalam menghadapi berbagai guncangan yang dapat memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui rapat penyusunan RPKD Tahun 2026–2029 ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang terarah, terintegrasi, dan menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam melaksanakan program penanggulangan kemiskinan. Sinergi lintas sektor, integrasi data, penetapan prioritas berdasarkan kondisi daerah, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk NGO, diharapkan dapat mendorong pelaksanaan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, Plt. Sekda Daniel W. Nalle, S.Pt., dan Kapolres Rote Ndao Henry Eko Irawan, S.I.K., dalam rapat membahas persoalan distribusi dan ketersediaan BBM di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao Pimpin Rapat Bahas Persoalan BBM

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, memimpin rapat bersama DPRD, aparat penegak hukum, perangkat daerah, dan pengelola SPBU untuk membahas persoalan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao, Selasa(20/10/2026). Rapat tersebut bertujuan merumuskan langkah strategis dan memperkuat koordinasi antarpihak guna mengatasi kendala distribusi, mengurangi antrean di SPBU, serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, Plt. Sekda Daniel W. Nalle, S.Pt., dan Kapolres Rote Ndao Henry Eko Irawan, S.I.K., dalam rapat membahas persoalan distribusi dan ketersediaan BBM di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama Wakil Ketua DPRD Denison Moy, anggota DPRD, Plt. Sekda Daniel W. Nalle, S.Pt., dan Kapolres Rote Ndao Henry Eko Irawan, S.I.K., dalam rapat membahas persoalan distribusi dan ketersediaan BBM di Kabupaten Rote Ndao.

Rapat tersebut dihadiri Kapolres Rote Ndao Henry Eko Irawan, S.I.K., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Moy bersama sejumlah anggota DPRD lainnya, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt., Para Asisten, para kepala perangkat daerah, serta pengelola SPBU.

Dalam rapat tersebut, berbagai pihak menyampaikan pandangan, masukan, dan usulan terkait kondisi distribusi BBM di Kabupaten Rote Ndao. Pembahasan mencakup upaya meningkatkan kelancaran pasokan, memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, memperkuat pengawasan penyaluran, serta mencari solusi terhadap antrean yang terjadi di SPBU.

Suasana rapat yang dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, membahas persoalan BBM di Kabupaten Rote Ndao bersama unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan pengelola SPBU.
Suasana rapat yang dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, membahas persoalan BBM di Kabupaten Rote Ndao bersama unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan pengelola SPBU.

Bupati Rote Ndao bersama seluruh peserta rapat membahas pentingnya koordinasi dan sinergi antarpihak dalam menangani persoalan tersebut. Berbagai masukan menjadi bahan pertimbangan untuk merumuskan langkah penanganan jangka pendek dan jangka menengah sesuai kebutuhan masyarakat serta ketentuan yang berlaku.

Selain membahas penanganan kondisi saat ini, rapat juga mengkaji upaya strategis untuk memperkuat sistem distribusi BBM ke depan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan memperluas jangkauan distribusi agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.

Suasana rapat yang dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, membahas persoalan BBM di Kabupaten Rote Ndao bersama unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan pengelola SPBU.
Suasana rapat yang dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, membahas persoalan BBM di Kabupaten Rote Ndao bersama unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan pengelola SPBU.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, dan seluruh pihak terkait untuk menangani persoalan BBM secara terkoordinasi demi mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bertemu dan berdialog dengan korban kebakaran rumah di Tondao.

Bupati Rote Ndao Temui Korban Kebakaran Rumah di Tondao, Beri Bantuan Darurat dan Siapkan Penanganan Lanjutan

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menemui korban kebakaran rumah di Tondao, Kelurahan Metina Kecamatan Lobalain, Senin (19/10/2026), untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memberikan dukungan dan bantuan darurat.

Usai berdialog, Paulus Henuk meminta perangkat daerah teknis, lurah dan keluarga terdampak menyiapkan dokumen administrasi pendukung agar dapat diproses lebih lanjut. Langkah ini diperlukan agar korban berpeluang memperoleh bantuan pembangunan rumah dari pemerintah.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bertemu dan berdialog dengan korban kebakaran rumah di Tondao.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bertemu dan berdialog dengan korban kebakaran rumah di Tondao.

“Sehingga keluarga yang terdampak kebakaran bisa memperoleh bantuan rumah dari pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Dalam kunjungan itu, Bupati Rote Ndao Pasulus Henuk menyerahkan bantuan berupa beras, perlengkapan keluarga, perlengkapan mandi, perlengkapan sekolah, kasur lipat, terpal dan tikar. Bupati Paulus Henuk didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Daniel W. Nalle, Kepala BPBD Janwes Nauk serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 21.50 Wita di Kelurahan Metina. Rumah milik Yakob T. Nabunome, yang bekerja sebagai sopir, mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan bantuan darurat bagi keluarga korban kebakaran.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan bantuan darurat bagi keluarga korban kebakaran.

Selain satu unit rumah semi permanen, sejumlah barang yang terbakar meliputi peralatan rumah tangga, perangkat elektronik, uang tunai Rp 2,5 juta, serta dokumen penting seperti sertifikat tanah, surat nikah, ijazah dan rapor sekolah. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 100 juta.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara sombolis melepas Kontingen POPDA VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Bupati Rote Ndao Lepas Kontingen Popda VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., secara resmi melepas Kontingen Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 yang akan berlaga mewakili daerah dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Senin (19/10).

Kegiatan pelepasan berlangsung di Lobi Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao. Para atlet tampak antusias mengikuti prosesi pelepasan sebagai bentuk kesiapan untuk bertanding dan membawa nama Kabupaten Rote Ndao di tingkat kompetisi pelajar daerah.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara sombolis melepas Kontingen POPDA VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara sombolis melepas Kontingen POPDA VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paulus Henuk berpesan agar seluruh atlet senantiasa menjaga semangat, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti pertandingan. Ia juga mendorong para atlet untuk memberikan kemampuan terbaik serta berjuang dengan penuh tanggung jawab demi mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao.

Pelepasan kontingen ditandai dengan pemakaian jaket seragam atlet Rote Ndao oleh Bupati kepada perwakilan atlet. Prosesi ini menjadi simbol dukungan dan motivasi pemerintah daerah bagi para atlet yang akan berkompetisi.

Sebelum prosesi pelepasan, Pdt. Jois Tulle memimpin doa dan memberikan penguatan rohani bagi seluruh atlet. Doa tersebut menjadi bentuk dukungan spiritual agar para atlet diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama mengikuti pertandingan.

Foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Kontingen POPDA VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
Foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Kontingen POPDA VIII Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Melalui keikutsertaan dalam POPDA VIII Tahun 2026, diharapkan para atlet pelajar Kabupaten Rote Ndao mampu menunjukkan prestasi terbaik, menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, serta membawa kebanggaan bagi daerah.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap momentum ini dapat menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi olahraga, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai kompetisi di masa mendatang. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)