Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melalui Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 mulai melakukan rapid test, guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie,  Sabtu (4/4) malam.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, terhitung mulai hari ini, Sabtu (4/4), Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah melaksanakan rapid test.

Dia menambahkan, rapid test untuk sementara diperuntukkan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan yang berada dalam karantina di Rusun Ne’e.

“Pelaksanaan rapid test sudah dimulai hari ini secara simultan dan untuk sementara hanya dilakukan terhadap ODP,” katanya.

Menurut dr Adhy, pelaksanaan tersebut dilakukan bagi sembilan ODP di Kecamatan Lobalain, dan satu orang di Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, yang sudah selesai pemantauan selama 14 hari.

Menurutnya, karena sampel darah yang diambil tidak boleh lewat dari enam jam, sehingga tim medis yang terbatas ini tidak bisa berkeliling menjangkau lebih banyak ODP.

Terkait hasil rapid test, kata dia, masih harus menunggu pemeriksaan laboratorium RSUD Ba’a, baru diketahui pasti status  klinisnya.

“Hasilnya akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar dr Adhy.

dr Adhy menjelaskan, pelaksanaan rapit test Minggu (5/4), dijadwalkan akan dilaksanakan bagi 15 OPD yang sudah selesai masa pemantauan 14 hari. Di mana akan dilakukan pada wilayah sebaran yang berdekatan.

Ketika ditanya apakah selain rapid test, Gugus Tugas juga melakukan tes swab tenggorok, dr Adhy jelaskan bahwa karena di RSUD Ba’a belum ada alat Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga tidak bisa menggunakan tes swab tenggorok.

“Kami belum miliki alat TCM, sehingga tidak dapat melakukan tes swab tenggorok,” katanya.

Update hingga pukul 18.00 Wita, ODR berjumlah 471 orang, terdiri dari OAR 291 orang, KR 169 orang, dan KT 11 orang. ODP masih tetap 40 orang, dan belum ada orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona.(humaspemdaRN)