pelatihan-tenun-ikat-nemberala

Tenun Ikat Harus Dijaga dan Dilestarikan Karena Merupakan Warisan Leluhur

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM membuka pelatihan pencelupan pewarna alamiah tenun ikat di desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (5/6/2017).
Hadir pada kesempatan itu Ibu Ketua TP-PKK, Ny. Paulina Haning-Bullu, Kadis Koperasi, UKM dan Perindag Kab. Rote Ndao, Eduard Ndolu, Camat Rote Barat, Petson Hangge, Kepala Desa Nemberala, tokoh masyarakat, tokoh adat, intruktur pelatihan pewarna alami tunun ikat, serta peserta pelatihan.
Pelatihan pencelupan pewarna alamiah tenun ikat bertujuan untuk memberikan informasi, inovasi baru bagi masyarakat, mengangkat kembali motif dari setiap nusak yang hampir punah dan meningkatkan ekonomi rumah tangga serta merupakan promosi wisata sehingga perlu dikembangkan tenun ikat. Demikian dikatakan Kadis Koperasi, UKM dan Perindag Kab. Rote Ndao, Eduard Ndolu,SH selaku ketua panitia
Lebih lanjut Ndolu mengatakan bahwa pelaku industri rumah tangga perlu difasilitasi untuk dapat menghidupkan kembali motif dari setiap nusak yang langkah dan hampir punah untuk kita wariskan kepada generasi mendatang, dengan memberikan kompetensi mengenai pewarnaan alamia sehingga dapat menghasilkan produk yang menarik, berkualitas, bernilai jual tinggi untuk meningkatkan daya saing yang siap memasuki pasar konsumen.
Untuk diketahui bahwa di Rote Ndao sudah terbentuk 33 kelompok tenun ikat yang menyerap tenaga kerja berjumlah 547 orang, tetapi sampai saat ini baru 3 kelompok pengrajin yang sudah difasilitasi.
Salah satu peserta pelatihan, Henderina Hangge pada kesempatan itu mengatakan bahwa budaya tenun ikat dan kesenian daerah hampir punah karena hanya 1 atau 2 orang yang bisa melakukannya di nusak Delha saat ini, sehingga dirinya mewakili ibu-ibu yang mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang berkenan memberikan pelatihan kepada mereka.
Dirinya juga berharap agar selesai pelatihan ini mereka dapat mengembangkan dan dapat memberikan pelatihan bagi ibu-ibu yang lain yang tidak sempat mengikuti pelatihan.
Lanjut Henderina Hangge bahwa sebelumnya dirinya adalah seorang guru yang mengajar disekolah tetapi setelah pensiun maka ia mengabdikan diri kepada masyarakat terutama ibu-ibu untuk terlibat dalam pembuatan kerajinan rumah tangga.
“ia berharap kepada ibu-ibu setelah terima pelatihan ini jangan duduk diam tetapi mari bergandengan tangan untuk kembangkan bagi anak-anak kita sehingga budaya kerajinan dari leluhur dapat terjaga jangan sampai punah” kata Hangge
Sementara itu Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM mewakili Bupati Rote Ndao saat membuka kegiatan pelatihan pencelupan pewarna alamiah tenun ikat mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan ini merupakan sebuah pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada disekitar kita dengan terus berinovasi.
Lebih lanjut Jonas Selly mengatakan bahwa saat ini merupakan kesempatan yang baik bagi pelaku industri rumah tangga terutama bagi ibu-ibu yang saat ini mengikuti pelatihan dapat menciptakan sebuah industri dalam rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang benar-benar sudah canggih.
“untuk itu bagi ibu-ibu yang sudah mengikuti pelatihan hari ini kembangkan terus potensi yang ada dalam dirinya untuk menjadi instruktur bagi kelompok-kelompok yang lain didaerah ini” kata Jonas Selly
Jonas Selly juga berharap kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk berperan aktif sehingga peserta yang selesai pelatihan ini dapat melakukan regenerasi dengan tidak perlu menunggu kapan ada anggaran tetapi dapat menggunakan Dana ADD untuk pengembangan tenun ikat, mengingat daerah ini adalah daerah pariwisata sehingga saat orang datang sesuatu yang dibawah dari daerah ini yaitu tenun ikat.
“kegiatan-kegiatan seperti ini muaranya hanya satu yaitu meningkatkan ekonomi rumah tangga”kata Selly
Lanjut Selly bahwa setelah pelatihan ini dapat dilakukan efaluasi oleh kepala desa dan camat bahwa produk apa yang sudah dihasilkan dan pemasarannya kemana harus jelas.
Selain itu ibu Ketua TP-PKK Kabupaten Rote Ndao, Ny. Paulina Haning-Bullu juga mengatakan bahwa pelatihan pewarnaan alamiah tenun ikat hari ini terfokus kepada kaum perempuan karena pengelolaan ekonomi rumah tangga itu ada di kaum perempuan sehingga dapat memperoleh ilmu, ketrampilan sekaligus meningkatkatkan ekonomi rumah tangganya.
Ny. Paulina Haning juga berharap kiranya pelatihan seperti ini dapat berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga ilmu yang didapat hari ini dapat dijaga dan dikembangkan karena tenun ikat itu merupakan satu budaya yang ditinggalkan oleh leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan. (diskominfo)

hut-rotendao-ke-15-030717

Peringatan HUT Rote Ndao ke-15 : Kita jaga NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945

Momentum Hari Ulang Tahun Rote Ndao ke-15 di gelar halaman depan Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e Mok desa Sanggoen,kecamatan Lobalain, senin (03/07) pagi.

Dengan mengambil thema melalui Hari Ulang Tahun Rote Ndao ke-15 kita jaga NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 dengan sub thema Dengan Semangat Ita Esa, Kita Ciptakan Persatuan dan Kesatuan di Bumi Rote Ndao” Spirit ini hendak menegaskan kepada kita bahwa untuk menciptakan persatuan dan kesatuan di bumi Rote Ndao maka kita semua anak bangsa yang ada didaerah ini senantiasa menjaga NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dengan semangat Ita Esa, kerja keras dan saling bahu membahu dengan pikiran yang jernih, hati yang bersih dan tindakan yang bijak memberikan yang terbaik bagi kejayaan negeri ini.

Bupati Rote Ndao, hal Drs. Leonard Haning. MM dalam sambutan tertulisnya mengatakan Hari ini hari yang bersejarah dalam catatan perjalanan dan perjuangan terbentuknya kabupaten Rote Ndao, dimana lima belas tahun yang lalu berdasarkan Undang Undang Nomor 9 tahun 2002 tentang Pembentukan kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2 juli 2002 merupakan tonggak awal berdirinya kabupaten Rote Ndao sebagai daerah otonom.

Tetapi Sebuah pertanyaan kritis yang dapat diajukan pada momen yang bermartabat ini yakni setelah lima belas tahun berotonomi? perubahan apa saja yang telah terjadi dalam konteks pelayanan pemerintahan,pembangunan maupun sosial kemasyarakatan? sehingga kegiatan yang dirayakan ini tidak sekedar seremoni euforia namun sebagai media instropeksi, refleksi serta evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan dan seberapa besar kontribusi kita berdampak pada perubahan yang telah terjadi.

Menurutnya,Pada awal berdirinya ditahun 2002, kabupaten Rote Ndao terdiri dari 6 kecamatan yaitu kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, Rote Tengah,Lobalain, Rote Barat Laut dan Rote Barat Daya yang kemudian berkembang menjadi 8 kecamatan pada tahun 2005 dengan pembentukan kecamatan Rote Barat dan Rote Selatan melalui Peraturan Daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 8 dan Nomor 9 tahun 2005,selanjutnya pada tahun 2011 berkembang menjadi 10 kecamatan setelah terbentuknya kecamatan Ndao Nuse melalui Peraturan Daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 4 tahun 2011 dan kecamatan Landu Leko melalui Peraturan daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 5 Tahun 2011.

Pemerintah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibitas pelayanan kepada masyarakat sehingga kedepannya akan dibentuk lagi 3 kecamatan baru dikabupaten Rote Ndao sehingga keseluruhan menjadi 13 kecamatan. Untuk itu, ketua pemerintah telah melakukan upaya melalui penataan wilayah desa melalui pemekaran desa di kabupaten Rote Ndao agar adanya dinamisasi perkembangan desa di kabupaten Rote Ndao yakni dari semula pada tahun 2002 sejumlah 72 desa bertambah menjadi 82 desa pada tahun 2010 dan akhirnya pada tahun ini bertambah menjadi 112 desa dimana 30 desa persiapan telah disetujui menjadi desa definitif,sesuai surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur NTT Nomor:146/3360/BPD pada tanggal 7 juni tahun 2017,hal pemberian kode desa di kabupaten Rote Ndao.

“perlu pemerintah sampaikan bahwa usulan pemekaran desa pada tahun 2017 dari sejumlah kabupaten di Indonesia hanya usulan pemekaran desa dari pemerintah kabupaten Rote Ndao yang memenuhi syarat sehingga disetujui menjadi desa defenitif oleh pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan proses pemekaran desa di kabupaten Rote Ndao telah mempedomani seluruh tahapan dan prosedur yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa”kata Haning.

Masih menurutnya, Selama lima tahun terakhir berbagai kerja keras kita telah nampak mampu menurunkan angka kemiskinan, dimana pada tahun 2009 sebesar 34,09% menjadi sebesar 29,60% pada tahun 2016. Untuk itu, pemerintah daerah secara terus-menerus memberikan perhatian yang serius dalam upaya mendorong laju percepatan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai kebijakan afirmatif.secara umum dapat disampaian capaian kinerja pemerintah kabupaten rote ndao dalam kurun waktu tahun 2009 sebagai berikut :

1. Bidang Ekonomi

a. Pertumbuhan ekonomi kabupaten rote ndao mengalami peningkatan sampai dengan akhir tahun 2016 yaitu sebesar 5,00%.laju inflansi tahun 2016 sebesar 5,74%. Hal ini terjadi akibat rote ndao adalah daerah kepulauan sering terjadi kelangkaan sembako, bbm dan lainlain, akibat cuaca buruk sehingga berdampak pada kenaikan harga 9 bahan pokok. Tahun pada triwulan I inflansi mencapai 0,27%, pemerintah terus berupaya menekan penyebab inflansi melalui pengendalian ketersediaan bbm, memperlancar arus barang dan jasa melalui kehadiran tol laut dan armada kapal laut milik putra daerah sehingga laju inflansi dapat ditekan hingga di bawah 5%.

b. PDRB per kapita sebesar Rp.13.302.039.- pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp.15.467.284,- ditahun 2016.

c. Pendapatan daerah pada tahun 2009 sebesar Rp.288.615.523.207,- meningkat menjadi Rp.720.275.502.554,- pada tahun 2017. Belanja publik pada tahun 2009 sebesar 187.968.824.290,- menjadi Rp.324.966.499.448,- pada tahun 2017.

d. Upaya peningkatan ketahanan pangan dari tahun 2009-2015 melalui program lakamola anan sio berupa kegiatan bantuan saprodi pada tahun 2010 sebesar Rp.1.369.100.000,- meningkat pada tahun 2016 sebesar Rp.3.116.850.000,-. Bantuan pupuk pada tahun 2010 sebesar Rp.2.000.000.000,- meningkat pada tahun 2017 sebesar Rp.5.249.307.000,-, pengolahan lahan/pembukaan lahan pada tahun 2010 sebesar Rp.5.090.000.000,- meningkat pada tahun 2016 sebesar Rp.14.524.600.000,-.

e. Penyediaan alat dan mesin pertanian dari tahun 2009-2016 antara lain tractor medium sebanyak 7 unit, hand traktor sebanyak 229 unit, dan mesin pompa air sebanyak 680 unit.

f. Produksi pertanian terutama komoditi padi menempatkan kabupaten rote ndao pada posisi swasembada pangan, dimana pada tahun 2015 produksi padi mencapai 61.171 ton meningkay mencapai 89.731,2 ton pada musim tanam oktober 2016-maret 2017.

g.Jumlah pengadaan ternak dari tahun 2009-2015 untuk sapi sebanyak 760 ekor, domba sebanyak 40 ekor, kambing etawa sebanyak 130 ekor, babi bibit sebanyak 230 ekor, ayam petelur sebanyak 400 ekor. Untuk tahun 2016 pengadaan ternak sapi kepada masyarakat melalui bantuan keuangan sebanyak 390 ekor dan hibah 195 ekor.

h. Jumlah ekspor ternak pada tahun 2009 sebanyak 1.783 ekor, meningkat pada tahun 2016 sebanyak 4.882 ekor terdiri dari sapi 3.105 ekor, kerbau 600 ekor, kuda 200 ekor dan kambing 997 ekor.

i. Produksi rumput laut pada tahun 2010 sebanyak 946 ton kering meningkat menjadi 16.074 ton kering pada tahun 2016.

j. Produksi perikanan laut tahun 2010 sebesar 1,517 ton meningkat menjadi 3.310 ton pada tqhun 2016.

2.  Bidang Sosial Budaya
Sasaran utama dari pembangunan bidang sosial budaya meningkatnya mutu SDM, kesejahteraan sosial masyarakat dan berkembangnya nilai-nilai kebudayaan kabupaten Rote Ndao. Peningkatan mutu SDM dapat di lihat dari indeks pembangunan manusia yang merupakan komposit dari aspek kesejahteraan ekonomi,pendidikan dan kesehatan dimana pada tahun 2015 sebesar 58,32.
a. Pendidikan
– Rata-rata lama sekolah pada tahun 2015 sebesar 6,45 tahun
– Angka melek huruf kabupaten Rote Ndao tahun 2015 sebesar 91,76%
– Pemerintah kabupaten Rote Ndao memberikan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu untuk tahun 2017 sebanyak 497 orang dan ikatan dinas bagi tenaga kesehatan dan pendidikan MIPA 57 orang.
– Angka kelulusan jenjang SD/MI, SMP/MTS,SMPLB dan SMA/SMK mencapai 100 persen pada 4 tahun terakhir.

b. Kesehatan
Upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan menunjukan hasil yang positif yang ditandai dengan terus meningkatnya derajad kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup penduduk kabupaten Rote Ndao pada tahun 2009 sebesar 61,79 tahun meningkat menjadi 62,86 tahun pada tahun 2015.

3. Bidang Infrastruktur
– awal tahun 2009 jalan provinsi(hot mix) pemerintah yang terbangun sepanjang 7 km meningkat menjadi 82,64 km pada tahun 2016, kemudian sepanjang 56,70 km meningkat status menjadi jalan strategis nasional dan sisa jalan provinsi menjadi 25,94 km dan panjang jembatan provinsi yang terbangun sampai dengan tahun 2016 sepanjang 70 meter.
– pembangunan jalan kabupaten tahun 2009 sepanjang 68,75 km meningkat menjadi 441,73 km pada tahun 2016. Panjang jembatan yang terbangun pada tahun 2009 sepanjang 32 meter meningkat menjadi 320 meter pada tahun 2016.
– panjang dan kualitas prasarana dan fasilitas perhubungan dalam 5 tahun terakhir terus ditingkatkan antara lain landasan pacu bandara D.C Saudale, pelabuhan Ba”a, Batutua, pemerintah Pantai Baru, Papela dan pelabuhan Ndao.
– pada tahun 2009 rasio elektrifikasi sebesar 27,80 % meningkat pada tahun 2016 sebesar 74,98% rumah tangga telah terlayani listrik, dimana pemerintah daerah begitu fokus untuk menyediakan kebutuhan ini melalui berbagai terobosan yakni PLTS tersebar, PLTS terpusat, PLTMH, sehen, KWH meter, PLTD dan saat ini sementara dibangun PLTMGAS dengan kapasitas 6 MW sehingga diharapkan tahun 2019 seluruh kabupaten Rote Ndao telah berlistrik.
– program pembangunan perumahan pada tahun 2009 telah dibangun sebanyak 120 unit meningkat menjadi 1.742 unit pada tahun 2017.
– jumlah embung tahun 2009 sebanyak 14 buah meningkat menjadi 185 buah pada tahun 2015 sedangkan saluran irigasi yang dibangun pada tahun 2009 sepanjang 4.300 meter meningkat menjadi 23.275,66 meter pada tahun 2016.

Mengakhiri sambutannya beliau menghimbau agar sukses tahun 2016 lalu bukti keseriusan kita memetik hasilnya dengan adanya opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap pengelolaan keuangan dua tahun berturut turut tentunya perlu dipertahankan atau ditingkatkan lagi menjadi lebih baik menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Tahun 2017 merupakan tahun ke tiga pelaksanaan RPJMD menandai sebuah tonggak baru dalam periodesasi RPJMD kabupaten Rote Ndao 2014-2019 yang merupakan periode peningkatan, dimana dalam tahapan RPJMD sebelumnya kita telah berhasil melaksanakan pembangunan dengan mencapai target target yang ditetapkan bersama.
Memasuki fase yang baru ini, tentunya dengan tetap berpedoman pada RPJMD kabupaten Rote Ndao 2005-2025 kita akan fokus pada kebijakan pembangunan yang masih di prioritaskan pada bidang infrastruktur dan diarahkan pada upaya meningkatkan produktifitas daerah dengan menghubungkan simpul simpul produksi menjadi suatu kesatuan, sehingga dapat memudahkan pergerakan barang dan jasa serta mendorong munculnya aktivitas aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan, pemerintah sedangkan ketersediaan infrastruktur dasar berupa air bersih, perumahan layak huni, energi akan terus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya, pemerintah termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, sanitasi dan ekonomi.

“saya berterima kasih kepada rakyat serta semua pihak yang berpartisipasi dalam pembangunan dan turut dalam perayaan HUT Rote Ndao ini dan bilamana merasa bahwa pembangunan masih belum optimal, saya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan pemerintah dan yakinlah bahwa pemerintah secara intensif terus melanjutkan pembangunan untuk mengejar berbagai ketertinggalan demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang kita cintai ini” ujar Haning.

Terpisah, Ketua DPRD, Alfred Saudila, A. Md dalam kesempatan ini menyampaikan lembaga DPRD sebagai mitra pemerintah dan sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah ini memberikan apresiasi kepada bupati dan jajarannya sebagai penyelenggara pembangunan, pelayanan kemasyarakatan dan lainnya yang telah berhasil membawa Rote Ndao mencapai prestasi yang luar biasa dari tahun ke tahun. Ini terbukti dengan diraihnya opini WDP atas audit laporan keuangan Pemerintah Daerah kabupaten Rote Ndao untuk tiga tahun berturut turut kiranya prestasi ini semakin memotivasi kita untuk terus berjuang bersama sama berupaya meraih prestasi yang lebih tinggi lagi yakni WTP di tahun yang akan datang dan capaian capaian seperti ini adalah kado terindah bagi kabupaten Rote Ndao. (Tim publikasi Hms)

KEPALA BNNK ROTE NDAO MENDATANGI INSTANSI BUMN DI ROTE

Menyadari tugas dan tanggungjawab pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Rote Ndao membutuhkan sinergitas pihak swasta, oleh karena itu, Kepala BNNK Rote Ndao yang baru, Lino Do Rosario Pereira, SH bersama Kasubag Umum BNNK Rote Ndao, Jodian A. Suki, S.Sos mendatangi semua instansi swasta BUMN yang ada di Rote Ndao bersilahturahmi kerja ke BNI 46 Unit Rote, BRI Unit Ba’a, Bank NTT Cabang Rote, BRI unit Busalangga dan PLN Ranting Rote Ndao seraya memperkenalkan diri sebagai pejabat yang baru sekaligus meminta dukungan dalam pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan narkotika di Kab. Rote Ndao. Demikian penyampaian, Lino Do Rosario Pereira, SH sebagai Kepala BNNK Rote Ndao yang baru dalam setiap silahturahmi kerja di instansi swasta BUMN di Rote Ndao, Senin, 19/6/2017.

” Saya sebagai Kepala BNNK Rote Ndao, baru menjabat dua bulan lebih di Rote Ndao, untuk itu kami datang memperkenalkan diri kepada Bapak/Ibu sebagai mitra BNNK Rote Ndao sekaligus meminta dukungan untuk kesuksesan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan narkotika untuk menyelamatkan generasi kita. Sebab seperti yang disampaikan pak Presiden Jokowi dan juga sesuai kenyataan dalam pemberitaannya di media bahwa Indonesia darurat narkoba. Karena itu, mari kita bersama-sama bergerak mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika “.

Sementara itu, para pihak BUMN yang didatangi Kepala BNNK Rote Ndao bersama Kasubag Umum BNNK Rote Ndao , semua pimpinan instansi swasta BUMN menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kunjungan kerja Kepala BNNK Rote Ndao, masing-masing, BRI Unit Ba’a diterima oleh Kepala Unit, Hery Gaspers, Bank NTT Cabang Rote Ndao di terima Wakil Pimpinan cabang, Sanry W. A. Bara Lay, Bank BNI 46 Rote Ndao di terima oleh Pjs Kepala , Aletha Tabelak , BRI unit Busangga di terima oleh Kepala Unit, Herman Ndun dan PLN Rayon Rote diterima oleh Kepala, Gamri.

Dalam silahturahmi tersebut Kepala BRI unit Ba’a mengatakan ” Pada prinsipnya kami BRI senantiasa membantu dan mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan narkotika di Rote lewat umbul-umbul, spanduk dan lain-lain yang bisa mengkampanyekan Stop Narkotika dengan lebih baik menabung dari pada membelanjakan uang di narkoba”. Demikian pula Bank NTT Cabang Rote Ndao senantiasa mendukung dan akan menyampaikan kepada pimpinan cabang.
Dan dalam kesempatan tersebut Kepala BNNK Rote Ndao meminta Kasubag Umum BNNK Rote Ndao pun akan berkoordinasi lebih lanjut untuk kesuksesan kemitraan dimaksud.
# Stop Narkotika..(bnnk-rn)

warga-pulau-terluar-bangun-pospol-140617

Warga Pulau Terluar Minta Bangun Pospol

Masyarakat pulau perbatasan, terluar dan terdepan, desa Landu,kecamatan Rote Barat Daya, kabupaten Rote Ndao mengaku tidak nyaman dengan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di wilayah tetangganya sendiri karena sering terjadi pencurian di pelabuhan ikan yang menghubungkan pulau Rote dan pulau Landu. Di tempat ini, masyarakat sering kehilangan barang yang dititip, Bahan Bakar Minyak(BBM), roda kendaraan  dan barang lainnya di pelabuhan ikan tersebut. Oleh karena itu, mewakili masyarakat Pulau Landu meminta perhatian dari Pemerintah untuk dapat berkenan membangun sebuah pos polisi di sekitar lokasi pelabuhan untuk menjaga kenyamanan warga.

Demikian permintaan Anton Adu, warga RT/RW,002/02, dusun Dalek Esa, desa Landu tersebut disampaikan langsung kepada Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen,Drs. Johni Asadoma. M.Hum, AKBP  Muji Diah.S, Kombes Pol, I M Pande Cakra. Syarah H Andriani didampingi bupati, Drs.Leonard Haning.MM dan unsur Forkopimda kabupaten Rote Ndao ketika melakukan kunjungan kerja di pulau terluar dan terdepan di wilayah NKRI yakni pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya, kamis (15/06) siang.

“kami sering kehilangan barang di tempat pelabuhan karena lokasi sepi sehingga kami minta kepada pihak kepolisian untuk sekiranya membangun sebuah pos jaga disitu untuk menjaga keamanan disitu” kata Adu.

Sementara itu, bupati, Drs.Leonard Haning.MM dalam kesempatan ini mengatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao bersama masyarakat mengucapkan selamat datang kepada salah satu putra terbaik NTT, Brigjen. Drs.Johny Asadoma.M.Hum dan rombongan dalam rangka kunjungan kerja melihat dari dekat kondisi masyarakat di titik selatan NKRI ini kemudian dilaporkan hasilnya ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

“Dalam keseharian mungkin masyarakat hanya mengenal bapak atau orang tua kita semua ini hanya lewat media massa yakni sebagai komentator tinju dunia tetapi pada saat ini kami baru tahu bapak sudah  seorang bintang karena kepercayaan Kapolri, sekaligus kebanggaan NTT,khusus Rote Ndao. Dengan adanya prestasi bapak, sebagai sebuah motivasi bagi kami untuk bangkit khususnya generasi  muda,  kira-kira apa yang harus dilakukan supaya putra putri Rote Ndao bisa mengikuti langkahnya di Kepolisian Republik Indonesia” kata Haning.

Menanggapi hal tersebut, Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen Drs.Johni Asadoma.M.Hum  mengatakan bahwa untuk pembangunan pos jaga akan ditindaklajuti oleh pihak Polres Rote Ndao dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah karena keluhan tersebut sudah langsung didengar oleh bupati dan kapolres di sini untuk bertanggungjawab dan menjaga keamanan masyarakat di sini. Terutama masyarakat pulau Landu yang berjumlah seratus delapan puluh delapan Kepala Keluarga (KK) yang sehari hari beraktifitas dan melakukan pelayaran di tempat tersebut, karena Pulau Landu merupakan kelompok masyarakat yang besar yang harus diperhatikan dari pemerintah untuk dijaga dan diperhatikan  sehingga perlu mendapat sentuhan-sentuhan baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

” contoh wilayah perbatasan Indonesia dan RDTL dulunya tidak terlalu bagus namun sekarang sudah jauh lebih bagus, di Kupang ada bantuan tiga bendungan besar yang disiapkan untuk mencukupi kebutuhan air di musim kemarau dan dimanfaatkan untuk pengolahan sektor pertanian, di papua ada trans Jayapura-Wamena sepanjang 4250 km juga sudah dibangun oleh pemerintah, harga bensin/liter Rp 50.000,- satu sak semen Rp. 500.000,- ribu dan di daerah lain masih ada bensin/liter, Rp.20.000,- sekarang sudah merata dengan harga di jawa. Sentuhan sentuhan seperti ini yang sementara dibangun pemerintah sehingga kita berharap agar pemerataan itu bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Terkait dengan langkah putra-putri daerah yang bisa bekerja dan berprofesi menjadi Polisi,TNI dan ASN harus sehat dan jauh dari minuman alkohol yang dapat merusak  kesehatan dan tidak putus sekolah.  Generasi muda perlu mendapat dukungan apalagi yang sedang menginjak kaki di bangku SMP dan SMA harus dipaksakan untuk terus menuntut ilmu sampai tingkat atas sehingga anak anak harus dipaksa belajar mendapat ilmu untuk dipakai membangun daerah ini sama level dengan daerah lain.  Ilmu ini didapat dari belajar keras oleh karena itu pemerintah juga menyediakan sekolah gratis. Jadi kita tidak boleh mengorbankan sekolah sehingga suatu saat nanti akan menjadi orang besar di daerah sendiri. (humas-rn)

kunker-karo-polri-140617

Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI Melakukan Kunjungan Kerja di Pulau Terluar NKRI di Rote Ndao

Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen, Drs. Johni Asadoma. M.Hum, AKBP  Muji Diah.S, Kombes Pol, I M Pande Cakra. Syarah H Andriani dan rombongan lainnya yang didampingi bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning.MM dan unsur Forkopimda kabupaten Rote Ndao berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah NKRI yakni pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya, kamis (15/06) siang sekira pukul 10:40 wita.

Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka menjalan tugas negara yakni melakukan kunjungan kerja untuk memantau dan melihat secara langsung bagaimana situasi dan kondisi masyarakat di pulau terluar yang berpenghuni di Rote Ndao, salah satunya pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya. Supaya masyarakat di wilayah ini juga merasa bahwa mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari NKRI sehingga mereka perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan tidak dibiarkan begitu saja. Demekian dikatan Brigjen.Drs.Johni Asadoma.M.Hum ketika melakukan tatap muka dengan masyarakat di Pulau Landu-Thie, desa Landu, kecamatan Rote Barat Daya.

“disini terdapat seratus delapan puluh delapan Kepala Keluarga (KK) merupakan kelompok masyarakat yang besar yang harus diperhatikan pemerintah untuk dijaga dan diperhatikan untuk dibangun pembangunan, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan lainnya sehingga perlu mendapat sentuhan-sentuhan baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat” kata Asadoma.

Saya melihat bahwa Rote Ndao Ini sudah bagus walaupun masih kalah dengan wilayah-wilayah lainnya namun Rote masih lebih bagus jika dibandingkan dengan sebagian wilayah di timur Indonesia karena pembangunan disini sudah menyeluruh dan jauh lebih bagus karena terdapat pembanguan yang sudah moderen, tidak ada tradisional, tetapi untuk daerah yang belum tersentuh pemerintah berjanji terus untuk membangun dari daerah pinggiran lewat program “Nawacita” sehingga daerah-daerah terluar dan terdepan  tidak dipandang sebagai beranda belakang, tetapi menjadi beranda terdepan di mata dunia.

Masih dikatakannya, dengan adanya komitmen dan perhatian pemerintah dalam dua tahun ini untuk meningkatkan pembangunan dan infrastruktur lainnya di kawasan wilayah Indonesia Timur dan daerah perbatasan, terluar dan terdepan dari NKRI ini kiranya hal ini benar benar dapat direalisasikan dengan baik dan secara optimal sehingga pembangunan didaerah lebih nampak hasilnya. Namun demikian diharapkan juga kepada pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao untuk melihat dan menjawab dan mengatasi pengeluhan masyarakat setempat dengan cara membangun dan menata infrastruktur yang dibutuhkan untuk kemajuan wilayah-wilayah terluar di sini.

“dalam dua tahun ini, presiden Republik Indonesia lewat program Nawacitanya, diharapkan agar ada pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan, terluar dan  terdepan supaya sama seperti masyarakat  di Jawa, dan sudah hasilnya di NTT, contoh wilayah perbatasan Indonesia dan RDTL, 2012 di Atambua dan RDTL tidak terlalu bagus namun sekarang sudah jauh lebih bagus,dan apa yang kami lihat akan kami laporkan ke pemerintah pusat agar kedepannya mendapat perhatian”ujar Asadoma.

Sementara itu, Bupati, Drs. Leonard Haning.MM dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat kabupaten Rote Ndao merasa bersyukur dengan hadirnya salah satu putra terbaik Nusa Tenggara Timur yang bisa dilihat di media massa namun saat ini hadir dalam rangka kunjungan kerja memantau dan melihat langsung kondisi masyarakat di daerah terluar dan terdepan di Rote Ndao ini, kita berharap bahwa lewat kunjungan ini pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih lewat sentuhan berbagai peningkatan pembangunan dan infrastruktur lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah ini.  (humas-rn)

sosialisasi-bencana-tunganamo-140617

BPBD Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana

Bupati melalui Sekretaris Camat Pantai Baru, Alexander E.Tulle.SE membuka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana di aula kantor desa Tesabela, kecamatan Pantai Baru, kamis (15/06) pagi. Peserta kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana dihadiri oleh aparat dan masyarakat desa.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana di daerah ini patut disyukuri karena dapat memberi manfaat dan peningkatan pemahaman yang lebih luas dan upaya penanggulangan bencana pada tahap pra bencana maupun sebelum bencana di kabupaten Rote Ndao. Dimana melalui sosialisasi ini dapat diharapkan dapat memberikan panduan bagi aparatur maupaun masyarakat, agar dapat melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi baik pra bencana sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam penanganan korban pada saat kejadian atau bencana yang dialami masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan didaerah ini akan ditentukan oleh kondisi lingkungan masyarakat yang aman jauh dari bencana, penciptaan lingkungan yang kondusif merulakan tanggungjawab semua komponen bangsa , baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat pada umumnya karena begitu pentingnya peran semua komponen dalam mendukung terciptanya kondisi yang kondusif, oleh karena itu pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao telah menetapkan salah satu indikator kinerja program dibidang kebencanaan tahun 2014 -2019, yaitu meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengurangan resiko bencana dan pemberdayaan masyarakat menuju desa tangguh bencana untuk mendukung proses pembangunan.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, melalui kegiatan ini, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan serius, agar dapat memahami dan meningkatkan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana penaggulangan bencana pada saat dan sesudah bencana yang dialami masyarakat.

Sementara itu Kepala BPBD Kab. Rote Ndao, Semuel H. Nassa melaporkan bahwa maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan peran aktif masyarakat untuk mengurangi resiko bencana serta kemampuan membangun kembali kehidupannya setelah terkena dampak bencana, dan tujuan mendorong terwujudnya masyarakat yang tangguh oleh karena lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana.

Hasil yang diharapkan adalah  agar masyarakat dan semua elemen yang berperan dalam dalam penaggulangan bencana dan pada saat pra bencana lebih memahami upaya upaya penanggulangan pada saat pra bencana sehingga tidak berdampak luas atau tidak menimbulkan sebuah persoalan baru pada saat terjadi bencana maupun pra bencana dengan demekian Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus berperan aktif dalam melakukan segala sesuatu lewat pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat dan diharapkan agar semua masyarakatpun dapat melanjutkan materi atau informasi ini kepada masyarakat luas. (humas-rn)

pelatihan_aparatur-desa-1306171

BPD Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur

 

DPMD kabupaten Rote Ndao menggelar Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur bagi Badan Permusyawaratan Desa tingkat kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2017 bertempat di Aula Videsy, rabu (14/06)pagi.

Bupati melalui Sekretaris Daerah, Drs.Jonas.M.Selly.MM dalam sambutannya mengatakan Kegiatan pembekalan teknis bagi BPD ini dimaksudkan untuk menjawab persoalan di desa khususnya implementasi peraturan Perundang -Undangan tentang pemerintah desa.
Dengan adanya dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan aturan peeundang-undangan tentang desa yang mengalami perubahan, terakhir dengan Undang -Undang nomor 6 tahun 2014 tentang perubahan  desa, peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan pelaksanaan Undang-Undang nomor 6 tahun 2004 tentang desa telah diubah dengan peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2015 serta Permendagri nomor 110 tahun 2017 tentang Badan Permusyawaratan Desa, maka kegiatan ini dipandang sangat strategis dan penting guna meningkatkan kompetensi dan pengetahuan anggota Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Program pelatihan BPD merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memberikan pencerahan dalam melaksanakan penyelenggarakan pemerintahan desa khususnya implementasi undang-undang desa,Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 111 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 110 tahun 2016, sehingga BPD dapat melaksanakan tugas sesuai dengan amanah aturan Perundang-Undangan baik dalam lingkup pemerintahan dan kemasyarakatan.

BPD memiliki peran sebagai mitra pemerintah desa dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang transparan dan akuntabel, kiranya dengan mengikuti kegiatan ini BPD semakin bersemangat dalam menjalankan tugas dan wewenang bersama pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di desa.
“kepada semua peserta agar benar benar mengimplementasikan pengetahuan yang telah diterima dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa dan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan  guna menghindari penyimpangan yang memiliki konsekuensi hukum.

Sementara itu, ketua Panitia, Handry.M.J.Mooy. SH.MH mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kepastian hukum tehadap BPD sebagai lembaga di desa  yang melaksanakan fungsi pemerintahan desa, meningkatkan pemahaman aparatur BPD terhadap pelaksanaan tugas-tugas kepemerintahan dan adanya peningkatan pelayanan desa pemerintahan kepada masyarakat dengan hasil yang diharapkan adalah dengan adanya kegiatan ini dapat menongkatkan kapasitas aparatur BPD dalam menjalankan tupoksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Terpisah, Kajari Ba’a, Muhamad Safir, SH, MH (Kasie Intel Kejari Rote Ndao) dalam kesempatan ini mehimbau kepada  Badan Permusyawaratan Desa(BPD) sebagai mitra pemerintah desa dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang transparan serta akuntabel benar-benar dijalankan dengan baik untuk membangun desa. “Utamakanlah kepentingan publik dan tetap memjadi mitra yang baik untuk  menjaga kebersamaan karena ada daerah tertentu ketua dan anggota BPD menjadi pengkhianat, ada yang melaporkan kepala desa ke pihak penegak hukum karena masalah kecil padahal seharusnya kalau ada persoalan harus diselesaikan lewat musyawarah. Itu gunanya BPD”(humas-rn)

bnn-narkoba-130617

Pencegahan dan Pemberantasan Bahaya Narkotika di Sekolah

Rote Ndao,-  Bertempat di Aula SMP Negeri 1 Rote Tengah, Kepala BNNK Rote Ndao, Lino Do Rosario, SH membuka kegiatan” Desiminasi P4GN Melalui Media Konvensional kepada Para Guru SMP Negeri 1 Rote Tengah, Selasa, 13/6/2017,

Pada kesempatan tersebut Lino Do Rosario mengajak para pendidik SMP Negeri 1 Rote Tengah untuk meningkatkan pengawasan terhadap bahaya peredaran gelap narkoba dengan cara lebih humanis yakni agar guru lebih dekat mengenali setiap perilaku anak – anak murid sembari membimbing anak murid semakin menjadi pintar.

Lebih lanjut, Kepala BNNK Rote Ndao meminta 10 orang peserta Desiminasi P4GN sebagai agen BNNK Rote Ndao dalam pencegahan dan pemberantasan bahaya narkotika di sekolah.

Sementara itu, Kasubag Umum BNNK Rote Ndao, Jodian A. Suki, S.Sos sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyatakan bahwa penyalahgunaan narkotika adalah masalah perilaku sosial, sehingga perlu pemberian informasi atau pengetahuan yang harus di dukung oleh upaya dunia pendidikan, mensterilkan diri dari pengaruh bahaya penyalahgunaan narkotika karena di dunia pendidikan adalah laboratorium pembentukan generasi bangsa. Karena itu , Guru sebagai pembimbing dan pendidik pun memiliki tanggung jawab dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh Kepala sekolah SMP Negeri 1 Rote Tengah, Aplonia Ndaomanu, S.Pd dan para guru sebanyak 10 Orang.
Dalam acara tersebut, Kepala BNNK Rote Ndao menyumbang sebuah buku berjudul ” Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini” untuk menjadi milik perpustakaan sekolah.(bnn-rn)

kunjungan_watimpres-rote-0617

Ketua Wantimpres Kunker Ke Rote Ndao

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd didampingi Muhammad Islam, Benard B.Manoe, Caroline H.Manik, Gigi Tri Yuwono dan Rosa Kristiadi berkunjung ke Rote Ndao dalam rangka meninjau dan melihat dari dekat pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Sesuai jadwal, kunjungan kerja ketua watimpres, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd dan rombongan selama berada di kabupaten Rote Ndao ini berkunjung ke kecamatan Landu Leko, Kecamatan Rote Selatan dan kecamatan Rote Barat dan berlangsung selama empat hari yakni dari 11 s/d 14 juni 2017.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan inilah bahwa pemerintah pusat sedang mengerjakan suatu kajian tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu harus di gerakan mulai dari perdesaan  dan daerah tertinggal untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan masyarakat khususnya pariwisata berbasis masyarakat.oleh karena itu, seiring dengan program pemerintah dalam dua tahun ini, dimana pemerintah sendiri ingin fokus pada peningkatan pembangunan daerah perbatasan dan tertinggal lewat berbagai usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masrakyat dan memanfaatkan dana desa serta pariwisata harus  dilaksanakan dengan baik karena ada daerah-daerah tertentu yang belum memanfaatkan dana desa dan pariwisata dengan baik padahal ada peningkatan dana desa, ada juga BUMDes yang tidak mengalami kemajuan padahal memanfaatkan dana desa sehingga melihat dari pengalaman ini di berbagai daerah, pemerintah harus bijak melihat dalam pengelolaan dana desa, BUMDes dan pariwisata untuk melihat dan mampu menciptaan lapangan  pekerjaan yang cukup memakmurkan masyarakat di daerah ini.

Oleh karena itu, daerah kabupaten Rote Ndao sebagai titik nol bagian selatan NKRI ini tidak bisa dipungkiri bahwa mempunyai nilai jual yang sangat tinggi apabila dipromosikan dan dikemas menjadi sebuah paket wisata yang menarik karena selain titik nol daerah ini kaya dengan tempat yang indah seperti pulau Mulut Seribu dan wisata lainnya sehingga ini menjadi sebuah tujuan wisata yang sangat strategis bagi Indonesia. Demekian dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ketika meninjau tempat wisata Pantai Tolanamon di desa Inaoe, kecamatan Rote Selatan, kabupaten Rote Ndao, senin (12/06) petang.

Menurutnya, dengan adanya perhatian pemerintah dalam dua tahun ini untuk meningkatkan dana desa, kiranya hal ini benar benar dapat dimanfaatkan dengan baik dan secara optimal sehingga pembangunan didaerah lebih nampak hasilnya dan khusus pengembangan BUMDes dan pariwisata yang baru mulai  berjalan ini juga harus dikelolah dengan baik dengan cara membangun dan menata infrastruktur untuk perkembangan kemajuan di daerah ini. paling tidak,  BUMDes yang mengelolah daerah daerah wisata mampu menunjukan hasil yang luar biasa.

Oleh karena itu, lanjutnya, harapan pemerintah pusat adalah dengan meningkatnya dana desa, tujuannya pemanfaatannya memang banyak namun tujuan untuk pengelolaan dan promosi tempat pariwisata harus serius dikembangkan selain dengan anggaran tetapi bisa juga berbasis masyarakat itu biasanya lahir dari generasi muda, karang taruna, kelompok sadar wisata untuk membantu media massa dalam mempromosikan tempat wisata ini namun untuk kelompok karang taruna dan sadar wisata yang telah dibentuk harus dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait sehingga perlu diadakan pelatihan sehingga promosi pariwisata dapat berjalan baik dan tepat sasaran, oleh karena itu, anak-anak sebagai masa depan bangsa harus ditantang untuk menunjukan usaha dan kreatifitasnya dengan media yang sudah tersedia lewat pengalaman dan searching di internet untuk menambah penghasilan masyarakat. Mari kita memulainya dengan hal kecil mulai dari sebuah tulisan contoh “titik nol selatan NKRI”,rumah pohon, hutan mangrove dan miniatur lainnya yang bertujuan untuk mengajak para wisatawan datang berkunjung ke daerah ini sehingga potensi yang ada perlu digali untuk daerah ini berkembang lebih baik.

“perlu koordinasi dan kerjasama antara pemerintah desa dan SKPD teknis dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk diadakan pelatihan pelatihan dan membentuk kelompok sadar wisata, karang taruna dan lainnya untuk membantu dan aktif mempromosikan daerah daerah tujuan wisata penting selain pantai yang ada di Rote Ndao. mudah mudahan  BUMDes  dan pariwisata cepat tumbuh dan berkembang karena saya yakin kedepannya Rote Ndao ini akan menjadi tempat destinasi yang cukup terkenal di dunia” kata Adiningsih.

Sementara itu, bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat kabupaten Rote Ndao mengucapkan selamat datang kepada ketua Watimpres dan rombongan yang telah bersedia mengunjungi daerah titik selatan NKRI ini untuk melihat langsung potensi dan kelebihan- kekurangan didaerah untuk dilaporkan kepada bapak presiden sebagai suatu pertimbangan dan akan menjadi prioritas pemerintah pusat oleh karena itu harapannya adalah potensi prioritas laut dan prioritas darat yang menjadi pertimbangan ini akan ditindaklanjuti terutama di bidang pengembangan pariwisata, BUMDes dan hal lainnya yang disampaikan langsung masyarakat di lapangan namun demekian tidak semuanya usulan masyarakat tidak menjadi porsi  pemerintah pusat tetapi ada juga porsi pemerintah daerah dalam melangkah kedepannya sehingga program apa yang akan dikembangkan perlu disampaikan juga ke pemerintah daerah agar tidak salah sasaran.

Terpisah Kepala Desa Inaoe, Ferdinan Siokain dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa desain dan tindak lanjut pembangunan wisata pantai Tolanamon kedepannya akan dilaksanakan secara bertahap karena terkendala anggaran dan untuk sementara pembangunan di kawasan ini masih menggunakan anggaran dana desa berupa penyertaan modal adalah seratus juta rupiah dan site plan akan diluncurkan sudah ada dan kedepannya akan diselesaikan secara bertahap sehingga dapat menjawab  harapan kita semua yakni adanya kunjungan wisatawan yang bisa menikmati Pantai Tolanamon yang sejuk dan  indah seperti didaerah wisata lainnya.

Kendala yang kami hadapi saat ini adalah ketika pengunjung yang melakukan wisata ke lokasi ini tidak bisa diupload ke media karena terkendala jaringan sehingga pengunjung masih butuh waktu lama untuk mencapai lokasi tertentu baru dimediakan, entah lewat sosmed, facebook, instagram dan lainnya sehingga hal inipun perlu dipertimbangkan bersama, dan atas dasar ini pula kami atas nama masyarakat desa Inaoe mengajukan sebuah proposal kepada pemerintah pusat sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan wisata pantai Tolanamon kedepannya, sekirannya apa yang menjadi harapan masyarakat ini, disampaikan kepada  presiden untuk ditindaklanjuti kepada menteri parawisata untuk menjawab semua apa yang menjadi harapan kita semua sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat kenyataan.(humas-rn)

bnn_narkoba-100617

Kepala BNNK Rote Ndao Mengajak Masyarakat Mencegah dan Memberantas Narkoba

Dalam menekan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Rote Ndao, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur setiap harinya terus melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkotika kepada semua elemen masyarakat akan bahaya peredaran dan penggunaan narkoba.

Bertempat di kantor camat Rote Barat, kabupaten Rote Ndao, Sabtu (10/06/2017) Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Rote Ndao, Kompol Lino Do Rosario Pereira, SH menyampaikan materi tentang kebersamaan dalam pencegahan pemberantasan narkotika kepada para pegawai kantor camat Rote Barat.

Dalam paparan tersebut beliau menjelaskan tentang permasalahan narkotika bahwa modifikasi teknik penyelundupan narkoba oleh para sindikat narkoba yang terus berkembang dan semakin sulit terdeteksi karena itu kita terus memperkuat sistem pengawasan dan mengajak masyarakat untuk sama-sama mencegah dan memberantas narkoba.

Pada kesempatan tersebut juga  camat Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Petson Hange sangat mengapresiasi kegiatan BNNK Rote Ndao dan berharap pengawasan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba juga perlu sekali didaerah Nemberala karena merupakan daerah pariwisata.(ds-rn)