seminar RTS 1

RTS EMBAN VISI PEMULIHAN

seminar RTS 1Suara Rote,–  Dengan mengemban visi pemulihan Raising The Standart ( RTS ) merupakan suatu acara pelayanan rohani bagi pemuda remaja untuk mencegah dan memulihkan orang muda dari pengaruh pergaulan bebas, narkoba, pornografi, alcohol dan penyakit social lainnya yang berkembang di tengah masyarakat  sebagai akibat dari globalisasi dan kemajuan teknologi informatika. Dengan digelarnya kegiatan  RTS diyakini bahwa Tuhan sedang melaksanakan rencana pemulihannya bagi setiap pribadi, keluarga, gereja bangsa dan Negara dimulai dari pemulihan generasi muda yang ada di Kabupaten Rote Ndao.


  “Dewasa ini bangsa kita diperhadapkan pada berbagai persoalan yang dapat mengancam integritas bangsa yaitu merebaknya penyakit social seperti pronografi, tingginya angka kriminalitas, pemakaian obat-obat terlarang, seks bebas serta perilaku menyimpang lainnya yang melanggar morelitas dan etika,” kata Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelisu Lun, S.Pd saat membuka seminar Raising Tha Standart di gedung pertemuan Narwastu- Lekioen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, selasa, ( 26/7/16 ).

Dikatakan Wakil Bupati,  kegiatan yang dilaksanakan sangatlah penting karena menyngkut dengan kepentingan masa depan bangsa dan Negara. “ Karena apa? Karena pemuda adalah penerus harapan bangsa dimasa depan. Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita sekalian untuk bertanggungjawab terhadap pekembangan mereka baik fisik maupun spiritual,” lanjut Wabup Lun.

Lebih lajut Wabup mengatakan Raising The Standard juga merupakan manifestasi kasih Allah melalui kepedualian social kerohanian bagi umat Tuhan di Rote Ndao. “ Saya selaku Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim dari Jakarta dan panitia  yang telah memprakarsai kegiatan ini, saya percaya dalam Tuhan jeripayah kita tidak sia-sia,” sambungnya.

Diakhir sambutannya beliau mengharapkan dukungan doa dari Tim RTS dan seluruh hamba-hamba Tuhan bagi Pemerintah Daerah Rote Ndao dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sehingga segala tugas an tanggungjawab yang dilaksanakan dapat membawa perubahan yang berdampak positif bagi penignkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim RTS Jakarta, Pendeta Pembantu Cristian Tamtama,S,Th, MA  mengatakan  anak-anak adalah harapan bangsa. “Suatu Negara bisa maju karena pemudanya memenuhi standart etika, moral dan spiritual yang berkualitas dan tidak mudah terjerumus kedalam berbagai hal yang akan merusak masa depan diri, keluarga dan bangsa  ,” ujar Pendeta Cristian.

Menurutnya, dalam survey kepda 4.500 remja yang digelar oleh Komisi Perlindungan Anak di 12 kota besar pada tahun 2009 menunjukan bahwa 97 persen  remaja mengaku pernah menonton film porno, 93,7 persen pelajar SMP dan SMA mengaku pernah berciuman, 62,7 persen remaja SMP mengaku tidak perawan lagi bahkan 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi

“melihat kondisi yang memprihatinkan ini kami Tim dari GBI Kemayoran Jakarta terpanggil untuk memulihkan generasi muda dari hal-hal negative  melalui kegiatan seminar Raising The Standart ini  agar para pelajar memiliki kemampuan untuk menjaga dan meningkatkan standart kehidupan yang bersepadan dengan firman Tuhan dalam hal kekudusan dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan,” kata Pendeta Christian.

seminar RTS 2Dia menjelaskan kegiatan seminar yang berlangsung selama dua hari akan menghadirkan  2000  pelajar SMP dan SMA dari delapan sekolah yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. “ Kita berharap kegiatan berjalan baik karena campur tangan Tuhan,” kata Pendeta  Christian.

dua suku bertikai

PEMUDA DAUDOLU DAN HUNDIHUK BERDAMAI

dua suku bertikaiPara Pemuda dari Desa Daudolo dan Desa Persiapan Hundihuk sepakat untuk menyelesaikan permasalahan perkalian antar pemuda yang terjadi pada tanggal 20  Juli 2016 lalu pada  malam peminangan salah satu pemuda dari desa Daudalo,Yongki Rohi dengan salah satu putrid dari desa Persiapan Hundihuk, Lila Elimanafe di Desa Persiapan Hundihok , Kecamatan Rote Barat Laut  untuk diselesaikan secara damai diawali dengan penguatan oleh tokoh agama Pendeta Nimsy Letty.  Acara perdamaian ini diprakarsai oleh Maneleo Inahuk Maneleo Ina Huk yang adalah Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM.

laut mati rote

Danau Laut Mati Rote Ndao di Kecamatan Landu Leko

laut mati roteSelain Pantai Nemberala yang mendunia, ada pula obyek wisata Laut Mati di Desa Sotimori Kecamatan Landu Leko yang bisa menguras waktu dan energi Anda untuk menikmati gumpalan-gumpalan putih air laut membeku indah ajaib yang memiliki daya tarik dan sangat menyenangkan apabila menggunakan jet ski mengelilingi pulau-pulau kecil yang berada di dalamnya.

Rasa dari air danau itu kalau dicoba maka memang benar airnya sangat asin tetapi ikan yang hidup didalamnya adalah ikan mujair (ikan air tawar), dan danau itu di lingkari oleh bukit yang menjorok masuk ke pantainya yang berpasir putih halus, hutan mangrove dan karang terjal di beberapa pesisirnya menambah sempurnya tempat ini.

Di sebelah baratnya ada bukit kecil yang cukup tinggi untuk melihat keseluruhan isi danau ini, di sinilah kita bisa menikmati sunrise dari balik atol yang menyerupai pulau kecil di tengah lautan luas, disini biasnya yang menyerupai beribu pelangi dari dalam danau ini. Di latar belakangi oleh buih-buih putih di tepian pasir pantai, celah-celah dan puncak karang, juga di atas semak perdu di sekeliling danau benar benar sangat memukau, seakan bisa menikmati kehidupan dua musim sekaligus disini, musim salju dan musim kemarau. Buih-buih ini hanya terjadi pada malam hingga pagi sampai jam 08.00 wita, selebihnya sirna karena angin kering siang hari yang kencang.

Dibanding dengan pantai dan fenomena alamnya yang menawarkan sejuta pesona bawah laut yang indah dan kompleks. Ekosistem biota bawah laut pada danau ini patut untuk diteliti, sebab sangat memenuhi unsur dan ekosistem yang dimiliki oleh laut yaitu mangrove dan lamun adalah penyeimbang iklim dan penyerapan karbon yang habitatnya di tepi pantai bukan ditengah hutan.  

Danau dengan panjang hampir 4 km dan lebar hampir 3 km membuat danau ini sangat unik dan berbeda dari danau-danau lain yang berada di pulau Rote. Airnya mengikuti siklus air laut, saat pasang danau inipun penuh dan saat air laut surut didanau inipun surut.

Jarak tempuh ke Laut Mati  kurang lebih 65 km dari Kota Ba’a dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dengan kendaraan bermotor.

pantai nemberala2

Pantai Nemberala, Surga Peselancar Dunia

pantai nemberala2Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Ndao, sebuah pulau di ujung selatan Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di pulau ini terdapat pantai dengan panorama yang indah dan ombak berkelas dunia yang selalu diburu peselancar dunia.

Untuk mencapai pulau Rote Anda dapat menggunakan penerbangan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara D.C. Saudale Rote sekitar 20 menit penerbangan dengan Maskapai Laion Air yang telah melayani rute ini setiap hari dengan jam penerbangan 15.05 Wita. Atau juga bisa menggunakan kapal Bahari Express dari Pelabuhan Tenau Kupang menuju Pelabuhan Baa Rote sekitar 1 jam 45 menit. Atau juga bisa menggunakan kapal ferry ASDP melalui Pelabuhan Bolok menuju ke pelabuhan  Pantai Baru Rote dimana perjalanan dilakukan sekitar 3-4 jam.

Setelah Anda menginjak kaki di Kecamatan Lobalain, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat sekitar 1,5 jam.
Suasana Pantai Nemberala, masih jauh dari keramaian. Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote dengan hamparan pasir putih. Pantai Nemberala cukup memuaskan mata dengan air lautnya yang biru berdebur menepi ke pasir putih pantainya yang panjang. Wisatawan yang berkunjung di Desa Nemberala menghabiskan waktu berminggu-minggu
 hingga  berbulan-bulan hanya untuk menikmati permainan gelombang air laut.

Desa Nemberala juga mengisahkan keindahan tersendiri. Selain menawarkan pemandangan pantai dengan rimbunan pohon kelapa yang menjulang tinggi dan lambaian dedaunan yang meneduhkan. Benar-benar memanjakan mata. Bikin segar dan damai.

Pantai Nemberala memiliki ombak berskala internasional sehingga tidak heran banyak wisatawan mancanegara mengunjunginya. Bahkan pada bulan Agustus hingga Oktober, ombak di pantai ini bisa mencapai ketinggian 7 meter.

Bagi para pemburu ombak dari seluruh dunia yang datang ke Indonesia, Pantai Nemberala telah menjadi salah satu magnet yang mampu menarik mereka untuk menantang salah satu ombak terbaik di Indonesia ini.

Di sekitar Pantai Nemberala, ada beberapa pilihan penginapan, mulai dari Hotel hingga Homestay dengan tarif puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per malamnya. Meskipun sarana terbatas namun Pantai Nembrala, Nusa Tenggara Timur layak diacungi jempol keindahannya.

pantai nemberala3Jika Anda menyusuri pulau ke arah timur, pesona pantai semakin menggoda. Anda akan menemukan Pantai Bo’a. Pantai ini adalah tempat wisatawan bermain selancar. Ketinggian ombak dipantai ini relatif sama dengan pantai Nemberala.
Hanya sekitar 2-3 mil dari Pantai Bo’a, nampak Pulau Ndana yang menjadi tempat satu peleton pasukan Marinir TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat mengawal bangsa dari arah selatan sehingga di pulau Ndana ini juga telah dibangun patung Panglima Besar Jenderal Sudirman sebagai monumen titik terselatan Indonesia.

warga nusak lole

WARGA EKS NUSAK LOLEH SAMPAIKAN ASPIRASI

warga nusak loleMinta Bupati mekarkan Kecamatan Lobalain  menjadi dua Kecamatan

Suara Rote,— Ratusan masyarakat eks Nusak Loleh  yang juga merupakan tokoh adat dan tokoh masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM agar  Kecamatan Lobalain  dapat dimekarkan.  Aspirasi masyarakat tesebut dibacakan oleh tokoh masyarakat dari eks Nusa Leloh, Denyson Zacharias didepan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM di auditorium Ti’i Langga kompleks perkantoran Bumi Ti’i Langga Permai, kamis ( 14/7 ).