bupati-haning

Lestarikan Lingkungan, Bupati Haning Pimpin penghijauan

Ba’a, ROOL. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM,.pada musim tanam januari 2015 selain melaksanakan rutinitas sebagai bupati, di Kantor Bupati pada pagi hari yakni pukul 8.00 hingga pukul 16.00 wita, untuk menyelesaikan tugas melayani masyarakat, diatas jam kerja Bupati menggunakan mobil dinasnya memantau sejumlah lokasi perkebunan warga masyarakat Rote Ndao.

depo-tenau1

Harga Premium Turun Lagi Jadi Rp6.600 Per Liter, Tarif Angkutan Belum Turun

Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengumumkan harga BBM premium dan solar turun. Kali ini harga harga bahan bakar minyak (BBM) premium turun menjadi Rp 6.600 per liter dan solar Rp 6.400 per liter.

Artinya, harga BBM premium turun sebesar Rp 1.000 per liter, dan solar turun Rp 850 per liter. Ini diumumkan Presiden Jokowi di halaman Istana, Jumat (16/1/2015). Pengumuman harga baru BBM tersebut ternyata belum diikuti penurunan tarif angkutan maupun tarif ojek.

“Harga premium mulai Minggu malam (18/1/2014) jam 24.00 WIB atau Senin pukul 00.00 WIB, harga premium diturunkan menjadi Rp 6.600 per liter dan solar turun jadi Rp 6.400 per liter,” kata Jokowi.

Ini kali kedua, Presiden Jokowi menurunkan harga BBM. Penurunan harga sebelumnya dilakukan pada Rabu (31/1/2014). Di mana, bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium menjadi Rp 7.600 per liter tanpa subsidi dari sebelumnya Rp 8.500 per liter, dan harga solar mendapatkan subsidi Rp 1.000 menjadi Rp. 7.250 per liter. (gba/liputan6.com)/[lintasntt.com]

wins

Wins Air Layani Pulau Rote

Manajemen Wings Air mulai sabtu (20/12/2014) melayani penerbangan rutin rute Kupang- Kabupaten Rote Ndao PP. Penerbangan perdana pesawat Wings Air dilakukan Sabtu (20/12) di bandara El – Tari Kupang menuju bandara David.Constantijn Saudale (D.C Saudale), Lekunik, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, penerbangan perdana Pesawat Jenis ATR 72 600 itu dengan kapasitas angkut 72 penumpang untuk melayani Rote Ndao, dengan jadwal seminggu 3 kali penerbangan yakni di hari selasa, kamis dan sabtu.

Kapolri

Kapolri Kunjungi Rote Ndao

Kapolri Jendral (Pol) Sutarman melakukan kunjungan kerja ke Polres Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, selasa (16/12/2014). Sekitar pukul 09.00 Wita, rombongan Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman tiba di Bandara D.C Saudale, Baa, Rote Ndao dengan menggunakan Pesawat Dinas Kepolisian mengunjungi Kabupaten Rote Ndao, kedatangan orang nomor 1 di kepolisian mengunjungi Kabupaten Rote Ndao kedatangan orang nomor 1 di Kepolisian ini disambut adat

pdf

Inilah 1.361 Pendaftar Lulus Seleksi Administrasi CPNSD Rote Ndao

Sebanyak 1.361 pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah Kabupaten Rote-Ndao Formasi Umum Tahun Anggaran 2014 yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Kelulusan tahap ini baru mengacu pada kelengkapan dan kesesuaian berkas persyaratan. Berdasarkan Keputusan Bupati Rote-Ndao Nomor 348/KEP/HK/2014 Tanggal 13 November 2014 tentang Penetapan Pendaftar seleksi pengadaan CPNS Daerah Kabupaten Rote Ndao Formasi Umum

saleh-husin_0276

Memperin Saleh Husin Lakukan Kunjungan Perdana ke Rote-Ndao

 

Menteri Perindustrian (Memperin) RI, Saleh Husin, SE, M.Si didampingi istri, ibu Andresca, SE, Sekjen Kementrian Perindustrian, Ansari Bukhari dan Dirjen Insdustri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, ibu Euis Saedah, Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) DR, Ir Sudarto MM beserta staf dan rombongan tiba di Bandara David Constantijn (DC) Saudale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/11) kemarin, pukul 11.15 WITA, menggunakan pesawat KING AIR 350i. Saat tiba di gerbang masuk maskapai penerbangan itu, Saleh Husin

BPBD Rote Ndao Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Sabtu 8 Nopember 2014 menggelar sosialisasi sistem Penanganan Darurat Bencana atau PDB, kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rote Barat Daya, diikuti oleh peserta dari perwakilan kecamatan kelurahan dan instansi terkait yang ada dalam wilayah kabupaten Rote Ndao berjumlah 60 peserta, demikian diungkapkan Kepala BPBD Rote Ndao, Ferdinan Haning, S.Sos kepada media diruang kerjanya, Minggu (9/11).

2215033EkorAirAsia121420988918-preview780x390

“Black Box” untuk Panglima TNI

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com – Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut akhirnya berhasil menemukan dan mengangkat kotak hitam atau black box flight data recorder pesawat AirAsia QZ8501, pada Senin (12/1/2015) pagi. Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada 28 Desember 2014 lalu.

Ada cerita tersendiri di balik hasil besar yang dinanti-nanti itu, terutama bagi saya, reporter Kompas.com –Ihsanuddin-, dan wartawan lain yang berada di KRI Banda Aceh.

Ditutup-tutupi  

Senin pagi, para wartawan bersama sejumlah awak KRI Banda Aceh dikumpulkan untuk apel pagi, sama seperti hari-hari biasanya. Bedanya, apel pagi itu diadakan di dalam lounge room prajurit yang biasa digunakan sebagai tempat makan bagi awak kapal dan wartawan, bukan di geladak helikopter.

Waktu apel pagi yang biasanya dimulai pukul 08.00 WIB, juga dimajukan menjadi pukul 07.20 WIB.

“Apel di lounge room perwira, sekarang juga,” kata Lettu Wahyu Widadi, staf Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut.

Kali ini, tidak ada toleransi bagi wartawan yang tidak hadir. Sebelum apel dimulai, seluruh wartawan harus ada di ruangan tanpa terkecuali. Lettu Wahyu pun dibuat sibuk untuk mencari wartawan yang belum juga muncul di ruangan.  Wartawan juga tidak boleh keluar ruangan dengan alasan apapun, meski hanya sebentar. Materi apel yang disampaikan Palaksa KRI Banda Aceh, Mayor Priyo Dwi Saputro, juga di luar kebiasaan.

Priyo, misalnya, berbicara soal turnamen bulu tangkis antara wartawan dan prajurit. Priyo baru menyudahi apel setelah kurang lebih 30 menit. Tak lama, HT yang dipegang Priyo berbunyi.

Saya yang sudah berada lebih dari dua minggu di KRI Banda Aceh untuk meliput proses pencarian AirAsia, merasakan ada suatu hal yang janggal. Sejumlah hal di pagi itu tak seperti pagi-pagi sebelumnya. Namun, saat itu saya hanya bisa berspekulasi dan menduga-duga.

Untuk Panglima  

Beberapa jam setelah apel pagi selesai, kejanggalan lainnya kembali terjadi. Lettu Wahyu tiba-tiba dipanggil melalui pengeras suara untuk datang ke anjungan kapal. Saat itu, para “petinggi” di KRI Banda Aceh sedang menggelar rapat tertutup. Anjungan yang biasanya bebas dimasuk wartawan, saat itu masing-masing pintu masuknya dijaga oleh awak kapal.

Wahyu pun turun dengan membawa kabar yang semakin menguatkan dugaan-dugan saya.

“Dalam dua jam lagi, Panglima akan segera ke sini. Akan langsung diadakan konferensi pers,” kata Wahyu kepada wartawan.

Kedatangan Panglima TNI Jendral (TNI) Moeldoko ke KRI Banda Aceh berkaitan dengan operasi Search and Rescue pesawat AirAsia ini memang bukan hal yang baru. Sebelumnya, Moeldoko sudah dua kali berkunjung ke KRI Banda Aceh.

Kedatangan pertama berupa kunjungan singkat untuk memotivasi seluruh tim yang ada di kapal induk pencarian ini. Kedatangan kedua adalah untuk memantau langsung pengangkatan ekor pesawat. Panglima menginap dua malam di kapal produksi PT PAL Indonesia ini sebelum akhirnya ekor pesawat berhasil diangkat.

Namun, selalu ada kesamaan pola di dua kali kunjungan Panglima TNI itu. Seisi kapal sudah mengetahui kunjungan panglima pada satu hari sebelumnya. Segala persiapan untuk menyambut kedatangan jenderal bintang empat itu pun langsung dilakukan. Namun, kali ini, kedatangan Panglima TNI sangat mendadak.

Kecurigaan saya pun semakin menjadi-jadi. Saat itu, saya yang semakin penasaran mengonfirmasi kecurigaan saya kepada beberapa orang di KRI Banda Aceh. Sebagian membenarkan dugaan-dugaan saya. Namun, tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti kecuali kehadiran Panglima TNI.

Sekitar pukul 13.05 WIB, Moeldoko tiba di KRI Banda Aceh, dan segala kecurigaan terjawab. Black box telah ditemukan dan dibawa ke KRI Banda Aceh. Prosesnya dilakukan saat saya dan seluruh wartawan dikumpulkan di lounge room perwira untuk melakukan “apel” pagi.

Penemuan black box yang sudah dinanti-nanti selama lebih dari dua pekan oleh keluarga korban dan seluruh masyarakat Indonesia, ditutup-tutupi dan ditunda pengumumannya sampai kehadiran Panglima TNI.

Kepala Basarnas Marsekal TNI Soelistyo memang sudah langsung menggelar konferensi pers di Jakarta terkait penemuan itu, meski tak ada alat atau pun gambar visual yang ditunjukkan ke publik.

Ketika ditanya mengapa temuan ini ditutup-tutupi, Moledoko berkilah. Ia mengatakan, TNI ingin mengonfirmasi terlebih dahulu alat yang ditemukan itu kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Moeldoko mengatakan, bisa jadi alat itu bukan black box seperti yang diharapkan, melainkan bagian lain pesawat yang tidak berdampak banyak untuk hasil penyelidikan.

Oleh karena itu, kata Moeldoko, dalam kunjungannya ke KRI Banda Aceh yang menggunakan tiga helikopter, ia datang bersama Ketua KNKT Tatang Kurniadi dan rombongan. Moeldoko merasa harus mengkonfirmasi terlebih dahulu barang yang ditemukan kepada Tatang, sebelum mengumumkannya ke publik.

“Kita tidak mau spekulasi karena ini akan jadi berita. Karena itu saya paksa Ketua KNKT hadir, (untuk mengecek) apakah ini benar black box,” kata Moeldoko.

Tatang pun mengonfirmasi bahwa alat yang telah ditemukan penyelam TNI AL adalah black box flight data recorder.

Sebenarnya, di Kapal Navigasi Jadayat yang membantu kerja tim penyelam mendeteksi sinyal black box itu, terdapat beberapa staf KNKT yang bisa dimintai konfirmasi, tanpa Panglima TNI “memboyong” Ketua KNKT ke KRI Banda Aceh.

[kompas.com]