IMG-20260629-WA0021

SIARAN PERS PEMERINTAH KABUPATEN ROTE NDAO DAN KONI KABUPATEN ROTE NDAO

Komitmen Pemerintah dan KONI Tetap Mendukung Atlet Berprestasi
Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di media sosial terkait dukungan terhadap atlet Kabupaten Rote Ndao yang mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama KONI Kabupaten Rote Ndao menegaskan bahwa Pemerintah dan KONI tetap berkomitmen mendukung pembinaan olahraga prestasi. Setiap atlet yang membawa nama Kabupaten Rote Ndao adalah kebanggaan daerah dan keberhasilannya merupakan prestasi yang patut diapresiasi bersama.

Perlu dipahami bahwa pada Tahun Anggaran 2026 terjadi penyesuaian kemampuan keuangan daerah sebagai dampak kebijakan efisiensi belanja pemerintah dan penurunan transfer dari Pemerintah Pusat. Kondisi tersebut berdampak pada hibah Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kepada KONI yang turun dari Rp1 miliar menjadi Rp400 juta, atau mengalami pengurangan sebesar 60 persen. Dengan anggaran tersebut, KONI tetap harus menjalankan organisasi sekaligus melakukan pembinaan terhadap 22 cabang olahraga yang berada di bawah naungannya. Berdasarkan tugas dan fungsinya, KONI tetap berkewajiban melaksanakan pembinaan olahraga prestasi serta mendukung penyelenggaraan kejuaraan oleh cabang olahraga.

Atas kondisi tersebut, KONI menetapkan kebijakan prioritas penggunaan anggaran Tahun 2026 dengan memfokuskan pembinaan olahraga di dalam daerah melalui penyelenggaraan berbagai turnamen dan kompetisi lokal. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, KONI bersama cabang-cabang olahraga akan melaksanakan rangkaian kejuaraan di Kabupaten Rote Ndao sebagai wadah pembinaan atlet, menjaring bibit atlet potensial, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan usaha lokal.
Terkait keikutsertaan atlet pada kejuaraan di luar daerah, KONI tetap memberikan dukungan moral dan apresiasi kepada seluruh cabang olahraga yang berpartisipasi membawa nama Kabupaten Rote Ndao. Dalam keterbatasan anggaran yang ada, bentuk dukungan KONI diarahkan pada pemberian bonus dan penghargaan kepada atlet-atlet yang berhasil meraih prestasi, yang direncanakan diberikan pada bulan Agustus dan Desember 2026.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan KONI Kabupaten Rote Ndao juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap kemajuan olahraga daerah. Setiap kritik, masukan, maupun saran yang disampaikan masyarakat kami terima sebagai bentuk kepedulian dan akan menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki tata kelola, pola pembinaan, serta kebijakan pengembangan olahraga di Kabupaten Rote Ndao. Kritik yang konstruktif merupakan energi positif untuk membangun olahraga yang semakin maju, berprestasi, dan berkelanjutan.

Kami mengajak seluruh insan olahraga, atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, media, dunia usaha, dan masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan kolaborasi dalam membangun olahraga Kabupaten Rote Ndao. Keterbatasan anggaran tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan KONI untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao
KONI Kabupaten Rote Ndao

sumber : Kadis Kepemudaan & Olahraga dan Sekretaris KONI

Foto bersama Bupati Rote Ndao dengan Perwakilan Peserta Jambore PAR Kab. Rote Ndao

Bupati Paulus Henuk Lepas 140 Peserta Jambore PAR GMIT, Siapkan Generasi Muda Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, secara resmi melepas 140 peserta asal Kabupaten Rote Ndao untuk mengikuti Jambore PAR Sinode GMIT Tahun 2026 yang berlangsung di Klasis TTU (Kefamenanu). Pelepasan yang di lakukan di Aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis  (25/06) tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial,

Bupati Rote Ndao secara simbolis memaikan salah seorang peserta Jaket Jambore PAR sebagai bentuk pelepasan perwakilan Kab. Rote Ndao pada Jambore PAR di klasis TTU (Kefamenanu)
Bupati Rote Ndao secara simbolis memaikan salah seorang peserta Jaket Jambore PAR sebagai bentuk pelepasan perwakilan Kab. Rote Ndao pada Jambore PAR di klasis TTU (Kefamenanu)

Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa Jambore PAR bukan sekadar kegiatan perkemahan atau pertemuan biasa, melainkan wadah pembinaan iman, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab bagi anak-anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar untuk saling menghargai, hidup dalam keberagaman, membangun persahabatan, serta mengembangkan potensi diri sebagai generasi penerus gereja dan bangsa,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, keikutsertaan 140 peserta dari wilayah Teritori Rote Ndao menunjukkan semangat dan komitmen yang kuat dari gereja, keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda yang beriman dan berkarakter. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki landasan moral serta spiritual yang kuat.

“Oleh karena itu, kegiatan pembinaan generasi muda melalui gereja seperti Jambore PAR memiliki peran strategis dalam mewujudkan generasi Rote Ndao yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Kepada para peserta, Bupati berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, memperluas wawasan, mempererat persahabatan, serta memperdalam iman dan pengenalan akan Tuhan. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, menjunjung tinggi kekompakan, menaati arahan pembina, dan selalu mengutamakan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pembina dan pendamping yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian dalam mendampingi anak-anak. Menurutnya, pendampingan yang diberikan akan menjadi bekal berharga bagi peserta untuk bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan beriman.

Foto bersama Bupati Rote Ndao dengan Perwakilan Peserta Jambore PAR Kab. Rote Ndao
Foto bersama Bupati Rote Ndao dengan Perwakilan Peserta Jambore PAR Kab. Rote Ndao

Mengakhiri sambutannya, Bupati Paulus Henuk secara resmi melepas seluruh peserta Jambore PAR Sinode GMIT Tahun 2026 dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta membawa manfaat bagi pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda Rote Ndao.

“Dengan memohon penyertaan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kasih, saya secara resmi melepas para peserta Jambore untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore PAR Sinode GMIT,” tutupnya. (PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Ilustrasi Karakter Persidangan Pengadilan Hukum, Hukum, Pengadilan, Percobaan PNG dan Vektor dengan Background Transparan untuk Unduh Gratis

SE Bupati Tentang Pelaksanaan Sidang di Luar Gedung Pengadilan oleh Pengadilan Negeri Kelas II Rote Ndao

Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao

Usai Mengabdi Dua Bulan di Rote Ndao, 61 Mahasiswa KKN Undana Resmi Dilepas Bupati Paulus Henuk

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun 2026 yang telah melaksanakan pengabdian masyarakat selama dua bulan di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan pelepasan atau penarikan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Lobi Lantai I Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (18/6/2026).

Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao
Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Asisten III Sekda, perwakilan Universitas Nusa Cendana, serta para mahasiswa peserta KKN.

Sebanyak 61 mahasiswa Undana yang terbagi di 5 Desa dalam melaksanakan KKN, yakni Desa Oehandi, Natanaen, Baadale, Ingguinak, dan Loaholu. Selama dua bulan, para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Universitas Nusa Cendana merupakan bentuk hubungan kemitraan yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Saya sudah membuka kegiatan ini dua bulan lalu. Kerja sama ini merupakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Bupati.

Kepada para mahasiswa, Bupati berpesan agar pengalaman selama menjalani KKN menjadi bekal berharga untuk menyelesaikan studi dan menghadapi kehidupan nyata di masyarakat.

“Saya berharap setelah kembali ke kampus dan almamater, adik-adik dapat menyelesaikan studi dengan baik serta mengamalkan ilmu yang diperoleh di Undana, termasuk pengalaman selama dua bulan hidup bersama masyarakat di Rote Ndao. Saya berharap adik-adik membawa kesan positif dan dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah diperoleh,” katanya.

 

Bupati juga menekankan bahwa pengalaman dan kenangan baik selama menjalani KKN hendaknya disimpan sebagai memori yang akan terus dibawa dalam perjalanan hidup.

“Kesan positif yang dibawa hendaknya disimpan di hati dan pikiran menjadi memori yang baik. Karena memori yang baik akan terus dibawa sepanjang perjalanan hidup,” tambahnya.

Mahasiwa KKN Undana saat mendengarkan Kesan dan Pesan Bupati Rote Ndao
Mahasiwa KKN Undana saat mendengarkan Kesan dan Pesan Bupati Rote Ndao

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana serta seluruh mahasiswa yang telah mengabdikan diri di daerah tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana dan adik-adik mahasiswa. Saya berharap adik-adik terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 maupun S3 serta mampu memikul tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk secara resmi melepas mahasiswa KKN Undana Tahun 2026 untuk kembali melanjutkan studi di kampus.

Sementara itu, pihak Universitas Nusa Cendana turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk melaksanakan KKN dan pengabdian masyarakat selama dua bulan.

 

Pihak Undana berharap berbagai pengalaman dan hal-hal baik yang diperoleh mahasiswa selama berada di Rote Ndao dapat diimplementasikan dalam kehidupan mereka di masa mendatang serta menjadi bekal untuk terus berkarya bagi masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Utama)

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Hadapi Delapan Ancaman Bencana, Rote Ndao Finalisasi Kajian Risiko Bencana 2026–2030

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dengan menyusun Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi delapan jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

 

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Konsultasi Publik Rancangan Akhir Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 yang berlangsung di Hotel Videsi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao, Petson Hangge, S.Sos.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Petson Hangge disampaikan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah membutuhkan penataan dan perencanaan yang matang, terarah, dan terpadu sebagai landasan yang kuat dalam pelaksanaannya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang bertujuan untuk menilai kemungkinan ancaman bencana di daerah serta menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana.

“Dalam rangka penguatan sistem penanggulangan bencana di daerah, dokumen Kajian Risiko Bencana menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana yang melibatkan seluruh komponen, baik pemerintah, NGO, dunia usaha, masyarakat, media massa maupun akademisi,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Dijelaskan pula bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 akan menjadi acuan utama dalam perencanaan penanggulangan bencana. Dokumen ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis kerentanan, serta menilai kapasitas wilayah dalam mengurangi dampak bencana.

Kajian tersebut mencakup seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao yang terdiri dari 11 kecamatan dengan fokus pada delapan jenis ancaman bencana, yaitu cuaca ekstrem, banjir, gelombang pasang dan abrasi, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, serta ancaman bencana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Asisten Pembangunan dan Kesra saat membacakan sambutan Bupati Rote Ndao di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Asisten Pembangunan dan Kesra saat memberikan sambutan mewakili Bupati di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Menurut Bupati dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao upaya pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama guna melindungi keselamatan jiwa masyarakat dan mengurangi kerugian akibat bencana. Oleh karena itu, kolaborasi dan partisipasi semua pihak sangat diperlukan dalam proses penyusunan dokumen ini.

Di tengah keterbatasan keuangan daerah akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Siap Siaga NTT yang telah memfasilitasi kegiatan konsultasi publik tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao beserta Sekretaris BPBD, Kasat Pol PP Kabupaten Rote Ndao, perwakilan Polres Rote Ndao yang diwakili Kasat Samapta IPTU Yohn F. Kotta, perwakilan Kodim 1627/Rote Ndao David L. Mooy, SH, serta Tim Koordinator Siap Siaga NTT .

Selain itu, hadir pula perwakilan kelompok disabilitas, unsur perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam upaya penguatan sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Wakil Bupati Dorong Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao bersama Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) menghasilkan salah satu program prioritas yang akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni Gerakan Rote Ndao Menanam,Jumat (12/06) bertempat di Ruang Rapat TBUPP. Program ini menitikberatkan pada pelaksanaan Wajib Tanam Air dan Wajib Tanam Dua Pohon Buah di Halaman Rumah sebagai upaya meningkatkan ketersediaan air tanah, mewujudkan lingkungan yang hijau dan lestari, serta mendukung perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi keluarga masyarakat Rote Ndao.

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Pada kegiatan tersebut TBUPP terlebih dahulu menyampaikan sejumlah fokus program prioritas pembangunan yang meliputi tiga aspek utama, yakni peningkatan kinerja birokrasi dan efisiensi anggaran, ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta penegakan hukum, penataan aset dan investasi. Beberapa program prioritas yang diusulkan antara lain Gerakan Rote Ndao Menanam, pengembangan pertanian terpadu lahan kering, peningkatan PAD melalui Satgas PAD, serta penataan aset daerah dan investasi.

Menyambut pemaparan tersebut Wakil Bupati menyampaikan apresiasi terhadap berbagai gagasan yang telah disusun TBUPP. Salah satu gagasan yang menjadi perhatian pada saat itu yakni Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah.Ia menegaskan bahwa program prioritas yang diusulkan ini sangat baik dan perlu segera ditindaklanjuti, terutama program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Rote Ndao memberikan perhatian salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Wakil Bupati, upaya peningkatan PAD harus dilakukan secara serius melalui pendataan objek pajak yang belum terdaftar, digitalisasi pembayaran serta penciptaan objek pajak baru yang potensial.

Di sektor pariwisata, Wakil Bupati menilai bahwa Rote Ndao memiliki kekayaan alam dan cerita budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjalin kerja sama dengan para pegiat pariwisata untuk menggali informasi dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Kita memiliki alam yang indah dan cerita-cerita menarik yang harus dibangun menjadi kekuatan pariwisata. Karena itu, kita perlu bekerja sama dengan para pegiat wisata untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Wakil Bupati Rote Ndao  saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Wakil Bupati Rote Ndao saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Sementara itu, terkait upaya pengentasan kemiskinan, Wakil Bupati optimistis angka kemiskinan di Rote Ndao dapat ditekan hingga dua persen apabila didukung data yang valid dan intervensi program yang tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya melakukan validasi data hingga ke tingkat desa untuk memastikan masyarakat penerima bantuan benar-benar berada pada kategori yang membutuhkan, khususnya kelompok masyarakat pada desil satu dan dua.

“Kita tidak akan mencapai target jika database tidak benar. Kita harus turun langsung ke desa untuk memvalidasi data. Kalau datanya benar, maka saya optimistis masyarakat bisa keluar dari kemiskinan melalui intervensi program dari dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Bupati Rote Ndao juga telah menekankan kepada TBUPP agar segera melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan lainnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun komunikasi dan berdiskusi bersama masyarakat guna menghasilkan gagasan terbaik bagi kemajuan daerah.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan aset tanah sekolah yang hingga kini masih menjadi kendala. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mendapatkan program sekolah terintegrasi yang membutuhkan kepastian status kepemilikan lahan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan visi dalam mempercepat pembangunan sehingga berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Bupati Rote Ndao Pimpin Panen Raya Sorgum dan Pembelian Perdana Hasil Panen di Desa Daiama

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat pengembangan komoditas sorgum sebagai salah satu tanaman pangan unggulan daerah. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Panen Sorgum, Pembelian Simbolis Hasil Panen oleh Offtaker, Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani, serta Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, Kamis (11/6).

 

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., didampingi Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao Nikson Bhaluk, Camat Landuleko Daniel P.J. Bolla, S.P., perwakilan Bank NTT Ade Ronny Oematan, Kepala Desa Daiama Heber Ferroh, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, diaspora Rote Ndao, serta mitra pengembangan sorgum.

Kegiatan diawali dengan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sepakat, Desa Daiama, yang dilanjutkan dengan pembelian simbolis hasil panen sorgum oleh pihak offtaker sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran hasil produksi petani.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kelompok Tani Sepakat, para petani, diaspora Rote Ndao, yayasan mitra, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama mengembangkan sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati menjelaskan bahwa pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” serta mendukung program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani) yang dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah gula, bebas gluten, serta berpotensi menjadi alternatif pangan lokal dan bahan baku pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan budidaya sorgum sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan produksi sorgum dengan memanfaatkan lahan tidur maupun lahan pekarangan yang masih tersedia. Selain itu, kelompok tani juga didorong untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah seperti beras sorgum, tepung sorgum, biskuit, sirup atau gula sorgum, bioetanol, dan berbagai produk turunan lainnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan, serta pihak pembeli (offtaker) guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Ia menyampaikan apresiasi kepada Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), dan Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah mendukung pembelian hasil panen sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Selain kegiatan panen, pemerintah daerah juga melaksanakan Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani di Kelompok Tani Kecambah I, Dusun Naulaor, Desa Daiama. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan papan nama kelompok tani, pengisian buku tamu kelompok, serta peninjauan administrasi kelompok tani.

Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama
Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi kelompok tani menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan pertanian. Pemerintah menargetkan pembenahan dan peningkatan kapasitas terhadap 1.007 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Rote Ndao melalui peningkatan kelas kemampuan kelompok, pembenahan administrasi, dan penguatan identitas kelompok tani.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya air yang tersedia, serta menjadikan pengembangan sorgum sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Menutup rangkaian kegiatan lapangan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaksanakan Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pantai Baru dan para petani sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas sorgum di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum  di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama petani melakukan penanaman sorgum secara simbolis sekaligus berdialog mengenai berbagai strategi pengembangan komoditas sorgum. Diskusi tersebut mencakup upaya peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan potensial, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas areal tanam sorgum di Kabupaten Rote Ndao sekaligus memperkuat peran komoditas pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Wujudkan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi, BPBD Rote Ndao Sosialisasikan Program SAHABAT

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi mendorong implementasi Sekolah Aman Bencana Terintegrasi lewat sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang SAHABAT. Kegiatan digelar daring via Zoom Meeting pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan agar sekolah di Rote Ndao jadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan menghadapi ancaman bencana.

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom
Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rote Ndao, Janwes N. H. Nauk, menjelaskan SAHABAT dibangun di atas 3 pilar utama: pertama fasilitas sekolah yang aman, kedua manajemen bencana di sekolah, dan ketiga pendidikan pencegahan serta pengurangan risiko bencana. Integrasi ketiganya diharapkan bisa melindungi peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah dari dampak bencana.

“Program SAHABAT adalah langkah strategis Pemkab Rote Ndao untuk memasukkan pengurangan risiko bencana ke dalam penyelenggaraan pendidikan,” jelas Janwes dalam pemaparannya.

Kegiatan ini diikuti Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial, BAPPERIDA, Bagian Hukum Setda, serta kepala SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Rote Ndao.

Selain bahas substansi aturan, sosialisasi juga jadi ajang memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyamakan persepsi. Pemda, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha diharapkan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.

Dengan adanya Perbup No 25 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan di Rote Ndao kini punya standar jelas untuk mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Pemkab Rote Ndao berkomitmen terus mendorong sekolah berketahanan bencana sebagai bagian dari pembangunan SDM berkualitas. Harapannya, lahir generasi yang cerdas sekaligus punya kesadaran menghadapi risiko bencana secara bertanggung jawab.

“Rote Ndao Cerdas dan Tangguh” jadi semangat bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Asisten Administrasi Umum Pauwil J.J Nggili saat membuka kegiatan HUS di Desa Oelolot

Gelaran HUS di Desa Oelolot, Wujud Pelestarian Budaya Rote Ndao

Kegiatan budaya HUS resmi dibuka di Dusun Vedok, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, pada Selasa (27/05/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam melestarikan warisan budaya serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan masyarakat Rote Ndao.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Asisten administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Pauwil J. J. Nggili yang hadir mewakili Bupati dan membacakan sambutan resmi, Ketua Panitia Joni Bunda, Kapolsek Rote Barat Eliyonat Deni Umbu Warata, anggota DPRD Mika Manu, serta tokoh masyarakat dan para pemilik kuda dari kecamatan tetangga.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten administrasi Umum, disampaikan bahwa HUS di Kabupaten Rote Ndao memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat setempat, baik secara spiritual, sosial, maupun budaya. HUS merupakan tradisi adat turun-temurun masyarakat Rote yang diwujudkan dalam parade kuda hias, atraksi berkuda, tarian adat, doa adat, dan perayaan bersama masyarakat. Makna kegiatan budaya HUS bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol syukur, identitas budaya, penghormatan leluhur, persatuan masyarakat, dan pelestarian tradisi daerah.

“HUS bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persaudaraan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya daerah di tengah arus modernisasi. Kegiatan HUS juga diharapkan menjadi ruang edukasi budaya, mempererat hubungan sosial antar warga, serta mendorong generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Ketua panitia, Joni Bunda, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan HUS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Rote Ndao.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat, termasuk kehadiran para pemilik kuda yang menjadi bagian penting dalam tradisi HUS. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarwilayah serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-05-22 at 22.00.02

Pastikan Program Prioritas Jangkau Wilayah 3T, Wapres Gibran Tinjau SDN dan MTs Papela di Rote Ndao

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Usai meninjau budi daya rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Wapres langsung bertolak menuju SD Negeri Papela dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Papela di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, pada Jumat (22/05). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal dan menyentuh kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Setibanya di lokasi, Wapres yang didampingi Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Moris Bulan disambut hangat oleh tarian adat Kebalai yang dibawakan oleh para siswa, serta jajaran guru dan kepala sekolah.

Wapres Gibran saat meninjau Program Prioritas Presiden di SD Negeri dan MTS Papela.
Wapres Gibran saat meninjau Program Prioritas Presiden di SD Negeri dan MTS Papela.

Salah satu fokus utama dalam peninjauan ini adalah memastikan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di SDN Papela, program ini telah menjangkau 295 siswa, yang terdiri dari 160 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan.

Kepala SDN Papela, Istini, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kunjungan orang nomor dua di Indonesia tersebut ke sekolahnya yang terletak di daerah terpencil. Menurutnya, variasi menu MBG harian yang bergizi tinggi memicu antusiasme belajar para siswa.

“Anak-anak sangat menyambut baik program ini karena menunya setiap hari berbeda. Bahkan, mungkin makanan atau buah-buahan yang mereka terima belum pernah mereka makan di sini sebelumnya,” ujar Istini.

Senada dengan Istini, Kepala MTs Papela, Ridwan Goro, menyatakan program MBG ini menjadi penyelamat bagi para siswa yang mayoritas (95 persen) orang tuanya berprofesi sebagai nelayan. Sebelum program ini berjalan, banyak siswa yang terpaksa pergi ke sekolah dengan perut kosong.

Wapres Gibran bersama Gubernur NTT dan Bupati Rote Ndao saat meninjau Infrastruktur bangunan di SD Negeri dan MTS Papela
Wapres Gibran bersama Gubernur NTT dan Bupati Rote Ndao saat meninjau Infrastruktur bangunan di SD Negeri dan MTS Papela

Selain memantau program pangan, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa paket seragam untuk seluruh siswa serta 3 unit laptop guna menunjang digitalisasi kegiatan belajar mengajar di SDN Papela.

Kendati demikian, pihak sekolah juga menitipkan harapan kepada pemerintah pusat dan daerah terkait perbaikan infrastruktur. Istini berharap rencana revitalisasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar ke depan bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

Wapres Gibran foto bersama anak-anak sekolah di SD Negeri dan MTS Papela

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan strategis ini. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menilai program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhasil memperbaiki status gizi anak-anak di wilayahnya, tetapi juga membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian lokal.

“Ada multiplier effect dari program ini, dan kami sangat mendukung program yang sangat strategis serta bermanfaat bagi masyarakat di Rote Ndao,” pungkas Paulus. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)