Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap sejumlah kegiatan fisik konstruksi di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Kamis (10/9/2026).
Bupati melakukan Monev Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Ingupapan, desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam Monev adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Ingupapan, desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2024.
Hasil di lapangan menunjukkan keberadaan Bendung dan saluran Irigasi D.I Ingupapan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan tersedianya dukungan pengairan dari bendung dan saluran irigasi tersebut, petani kini dapat mengolah lahan hingga dua musim tanam, sehingga turut meningkatkan hasil pertanian dan produktivitas masyarakat.
Monev kemudian dilanjutkan pada Peningkatan Ruas Jalan Oele–Batulilok (Lapen) di Desa Batulilok, Kecamatan Rote Selatan.
Bupati melakukan Monev di Ruas Jalan Oele–Batulilok (Lapen) di Desa Batulilok, Kecamatan Rote Selatan.
Infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar akses masyarakat serta menunjang pelayanan dasar.
Melalui Monev ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan setiap pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur diharapkan terus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mendukung sektor pertanian, memperlancar konektivitas maupun membuka peluang ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Nuansa adat Rote mewarnai pembukaan Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 yang berlangsung, Selasa (8/9/2026). Sidang III menjadi momentum penting bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membahas sejumlah agenda strategis bagi pembangunan daerah.
Pembukaan Sidang III DPRD Kabupaten Rote Ndao
Berdasarkan Keputusan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Rote Ndao Nomor 05/BANMUS.DPRD/RN/2026 tanggal 7 September 2026, Sidang III berlangsung mulai 8 hingga 21 September 2026. Agenda utama persidangan adalah pembahasan dan penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2026.
Selain Perubahan APBD, terdapat tiga Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni perubahan Perda tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Raperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda tentang Pembentukan Badan Pengelola Perbatasan Daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menegaskan bahwa pembahasan Perubahan APBD 2026 memiliki arti penting di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Suasana Pembukaan Sidang III DPRD Kabupaten Rote Ndao
Bupati menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk menjaga kapasitas fiskal, keberlanjutan pelayanan publik, dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Hasilnya, Kabupaten Rote Ndao memperoleh tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp35,030 miliar serta penyaluran kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp1,376 miliar, sehingga total tambahan anggaran mencapai sekitar Rp36,407 miliar.
Namun, tambahan fiskal tersebut, menurut Bupati, harus tetap dikelola secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan DPRD menekankan pentingnya pembahasan perubahan anggaran dilakukan secara cermat dan konstruktif antara DPRD dan Pemerintah Daerah. DPRD juga meminta Pemerintah Daerah segera menyiapkan dokumen RAPBD Tahun Anggaran 2027 agar pembahasannya dapat dilakukan tepat waktu pada persidangan berikutnya.
Dalam rangkaian pembukaan sidang, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, turut membacakan Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2026.
Dalam penyampainnya Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah hingga 31 Agustus 2026 sebesar Rp505,14 miliar. Angka tersebut setara 67,99% dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp742,99 miliar dalam APBD Tahun 2026.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp420,58 miliar atau 53,22% dari total anggaran Rp790,22 miliar.
Foto penyerahan dokumen Ranperda untuk pembahasan pada Sidang III DPRD Kabupaten Rote Ndao.
Penyampaian Nota Keuangan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai perubahan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.
Pembukaan Sidang III ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap kebijakan anggaran dan regulasi daerah. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mendorong adanya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).
Bupati Rote Ndao saat menghadiri Workshop Koordinasi Strategis Implementasi Kebijakan PAD melalui PDRD bagi Pimpinan Daerah di Hotel Four Points, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Koordinasi Strategis Implementasi Kebijakan PAD melalui PDRD bagi Pimpinan Daerah di Hotel Four Points, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Bupati menilai kejelasan pembagian kewenangan menjadi hal penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.
Salah satunya sektor kelautan yang memiliki potensi besar bagi daerah. Namun, sebagian kewenangannya berada di tingkat provinsi. Karena itu, diperlukan skema pembagian kewenangan dan penerimaan yang lebih proporsional agar daerah yang memiliki sumber daya turut memperoleh manfaat secara optimal.
Workshop Koordinasi Strategis Implementasi Kebijakan PAD melalui PDRD bagi Pimpinan Daerah di Hotel Four Points, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Bupati juga menyoroti kebijakan transfer ke daerah, termasuk pengurangan transfer yang dapat berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Ia meminta agar kepala daerah lebih dilibatkan dalam perumusan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kondisi fiskal daerah.
“Kalau kebijakan dirancang dan diketok di pusat tanpa melibatkan kepala daerah untuk memberikan masukan, maka imbasnya akan langsung dirasakan oleh kami di daerah,” tegasnya.
Menurut Bupati, kondisi fiskal setiap daerah berbeda sehingga kebijakan nasional perlu mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan masing-masing daerah, terutama daerah dengan kapasitas fiskal terbatas seperti Rote Ndao.
Foto bersama pada Workshop Koordinasi Strategis Implementasi Kebijakan PAD melalui PDRD bagi Pimpinan Daerah di Hotel Four Points, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Ia berharap workshop tersebut menjadi ruang dialog untuk menghasilkan kebijakan fiskal yang lebih adil, harmonis, dan responsif terhadap kebutuhan daerah, sehingga dapat memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Rangkaian Pameran Pembangunan dan Expo UMKM Kabupaten Rote Ndao resmi ditutup, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini menghadirkan berbagai perlombaan, pameran pembangunan, produk UMKM serta panggung hiburan yang melibatkan masyarakat.
Bupati Rote Ndao saat memberikan sambutan pada penutupan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM
Sebanyak 236 peserta dari perangkat daerah, BUMN, BUMD dan pelaku UMKM turut ambil bagian. Sementara itu, tercatat 205 UMKM memanfaatkan kegiatan expo sebagai ruang pemasaran langsung bagi produk-produk lokal. Dari kegiatan tersebut, total omzet yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Beragam kegiatan turut mewarnai pelaksanaan expo, di antaranya lomba kebalai, line dance, lomba tari kreasi anak, lomba renang, Festival Rote Malole, Festival Tunas Bahasa Ibu, turnamen e-sport serta berbagai kegiatan hiburan.
Panggung hiburan juga mendapat perhatian khusus karena melibatkan sekitar 80 pengisi acara, mulai dari jenjang PAUD, SMP, SMA hingga kelompok masyarakat. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan bakat.
Bupati Rote Ndao saat memberikan hadiah pada pemenang lomba selama bulan Agustus
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, dalam evaluasinya menyampaikan sejumlah catatan untuk perbaikan kegiatan ke depan. Ia menyoroti kualitas sound system, pelaksanaan kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam, kebersihan lokasi, kesiapan stan pembangunan serta penerangan di sekitar tribun.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah harus memperhatikan waktu pelaksanaan. Selain itu, persoalan kebersihan harus menjadi perhatian bersama.
“Jangan sampai sampah berserakan di mana-mana. Kebersihan harus terus disampaikan melalui panggung utama agar menjadi perhatian seluruh masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa expo UMKM harus terus dikembangkan sebagai ruang pemasaran nyata bagi produk lokal. Pemerintah daerah, kata dia, akan merancang weekend bazar di Civic Center yang dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berjualan sekaligus menikmati panggung hiburan dan kegiatan olahraga seperti zumba.
Pemda juga berencana menyiapkan anggaran pada tahun depan untuk mendukung pelatihan digital marketing bagi pemuda, sehingga pelaku usaha muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran produk.
Sementara itu, Dekranasda Rote Ndao direncanakan dikembangkan menjadi ruang kuliner atau restoran. Pemuda yang memiliki kemampuan di bidang kuliner akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha dengan mengajukan proposal bisnis yang layak.
Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pelaku UMKM, panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi. Saya berharap ke depan kita terus memperbaiki kualitas kegiatan sehingga pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.
Suasana kegiatan saat penutupan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM
Sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan yang Mahakuasa, Penutupan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM diakhiri dengan Kebaktian Penyegaran Rohani (KPI).
Diakhir dari semua rangkaian kegiatan penutupan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM, Pemerintah menyerahkan secara langsung hadiah dan penghargaan kepada seluruh pemenang dari berbagai lomba yang telah di selenggarakan selama bulan agustus seperti lomba kebalai, line dance, lomba tari kreasi anak, lomba renang, Festival Rote Malole, Festival Tunas Bahasa Ibu. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Rote Ndao mencapai puncaknya dengan suasana meriah. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, Lapangan Christian Nehemia Dillak, Jumat (29/8/2026), dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan tarian dan lirik kebalai dari para peserta.
Penampilan salah satu peserta pada Festival Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
Sebanyak 45 sekolah, terdiri dari 28 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Rote Ndao, tampil dalam ajang pelestarian bahasa dan budaya daerah tersebut.
Setiap peserta tampil penuh semangat dan energi, membawakan bahasa ibu melalui lirik-lirik yang dipadukan dengan tarian Kebalai, salah satu kesenian khas Kabupaten Rote Ndao. Penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati lapangan.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran para guru, orang tua, peserta, dan masyarakat yang memberikan dukungan langsung kepada anak-anak yang tampil.
Penonton yang memadati Lapangan CH. Nehemi Dillak pada malam penutupan Festival Bahasa Ibu.
Penampilan peserta dinilai oleh lima orang juri yang bertugas menilai berbagai aspek penampilan sesuai ketentuan lomba. Para peserta pun berusaha memberikan penampilan terbaik pada babak akhir festival.
Festival Tunas Bahasa Ibu tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda Rote Ndao untuk mengenal, menggunakan, mencintai, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah.
Meriahnya hari terakhir festival menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap upaya pelestarian bahasa ibu dan budaya lokal, sekaligus menjadi momentum untuk terus menanamkan kecintaan terhadap budaya Rote Ndao kepada generasi penerus. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Klub Renang Oemau menggelar Lomba Renang Pelajar dan Umum bertajuk “ROTE SPLASH” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kamis (27/08) bertempat di Kolam Kanda Radja, Desa Sanggaoen .
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 60 peserta ini menjadi ajang untuk menyalurkan minat dan bakat olahraga renang sekaligus mendorong semangat sportivitas di kalangan pelajar maupun masyarakat umum di Kabupaten Rote Ndao. Perlombaan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta serta masyarakat yang hadir.
Suasana Perlombaan Rote Spalsh di Kolam Kanda Radja Desa Sanggaoen.
Kegiatan ROTE SPLASH secara resmi dibuka oleh Ibu Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta para pelatih yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga merupakan wadah penting untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet renang di daerah.
“Terima kasih banyak buat semua panitia, pelatih sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Ke depan perkuat kolaborasi antara komunitas renang dengan pemerintah sehingga dapat mencetak atlet yang unggul, mengharumkan keluarga dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,” ujar Wakil Bupati. Ia berharap sinergi antara komunitas olahraga dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan dan mampu melahirkan perenang-perenang berprestasi yang dapat membawa nama baik Rote Ndao ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam perlombaan kategori putri, sejumlah peserta berhasil mencatatkan hasil terbaik. Pada kelompok SD, tiga besar ditempati oleh Lady Grace Adu, Gaby Adu, dan Raizel Octovianus. Sementara kategori SMP diraih oleh Misyelca Taek, Nadyne G. Sayd, dan Princes M. Sine. Untuk kategori SMA, posisi tiga besar ditempati oleh Yuleni A. Ukat, Vanessa E. Lonak, dan Michelle C. Sayd. Sedangkan kategori umum putri menempatkan Noni Yuliyanti Baicao sebagai peraih posisi pertama dan Shela Gresensilia Toelle di posisi berikutnya.
Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan bersama Kepala PD dan peserta Lomba Renang Rote Spalsh
Pada kategori putra, kelompok SD menempatkan Sodi Taek, Andrea Natunepha, dan Jeysi B. M. Pahie sebagai tiga peserta dengan hasil terbaik. Untuk kategori SMP, tiga besar diraih oleh Redit O. Toelle, Estevano Balo, dan Dion Taek. Selanjutnya, kategori SMA menempatkan Marselo Taek, Dandy A. Toelle, dan Andre Ahin. Sementara pada kategori umum putra, tiga besar ditempati oleh Kevin M. Dethan, Roland G. Mahdau, dan Reynaldi Ndolu. Hasil tersebut menjadi bagian dari catatan prestasi para peserta dalam ajang ROTE SPLASH 2026.
Pelaksanaan ROTE SPLASH diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan semata, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga renang di Kabupaten Rote Ndao. Dengan dukungan komunitas, pelatih, pemerintah, orang tua, dan masyarakat, potensi para atlet muda diharapkan dapat terus dikembangkan. Semangat kompetisi, sportivitas, dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam ROTE SPLASH juga menjadi bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)
Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao Tahun 2026 berlangsung penuh sukacita dan makna, dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai rangkaian kegiatan. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh anak-anak sebagai bentuk penghargaan terhadap peran, potensi, dan keberadaan anak sebagai bagian penting dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
Pembukaan Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao Tahun 2026
Dalam suasana ibadah yang penuh khidmat, rangkaian acara turut dimeriahkan dengan persembahan pujian dari anak-anak pendeta dan persembahan pujian oleh Ilov Ndun. Selain itu, ditampilkan drama refleksi yang menggambarkan berbagai dinamika kehidupan yang dialami anak-anak. Drama tersebut mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan dan persoalan kehidupan, Tuhan senantiasa hadir, menyertai, dan memberikan kekuatan kepada setiap anak.
Setelah drama refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar setiap anak senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan. Doa bersama juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh keluarga, gereja, dan masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
Salah satu pengisi acara Pembukaan Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao Tahun 2026
Semarak perayaan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan beragam kreativitas anak. Penampilan tersebut meliputi tarian dari Jemaat Imanuel Eahun Royim, fashion show, vocal group, dance, permainan sasando oleh Djitron Pah, tarian kreasi, serta tarian adat. Berbagai penampilan tersebut menunjukkan keberanian, bakat, kreativitas, dan semangat anak-anak dalam mengekspresikan diri sekaligus melestarikan seni dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula Suara Gembala oleh Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, S.Th., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Dalam pesannya, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga anak dari berbagai hal buruk yang dapat mengancam kehidupan dan masa depan mereka. Anak-anak harus mendapatkan rasa nyaman, perlindungan, kasih sayang, serta ruang yang memadai untuk bertumbuh dan berkembang secara utuh.
Suasana Lapangan Christian N. Dillak saat Pembukaan Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao Tahun 2026
Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Melalui ibadah, doa, refleksi, dan pentas seni, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang sukacita bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pengingat bagi keluarga, gereja, dan seluruh masyarakat bahwa menjaga anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan lingkungan yang aman, penuh kasih, dan mendukung, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, percaya diri, kreatif, serta memiliki masa depan yang baik. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Bupati Rote Ndao melaunching benih padi sebar/label biru varietas Inpari 32 yang diproduksi di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan berlangsung di Arena Pameran Pembangunan UMKM dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (25/8).
Bupati Rote Ndao saat menyerahkan secara simbolis bibit sebar
Launching tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao serta perwakilan Produsen Benih Timor Tani Sejahtera. Produksi benih ini merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan produsen benih lokal.
Bupati menyampaikan, produksi gabah/beras petani Rote Ndao hingga Januari–Juli 2026 telah mengalami surplus. Bulog NTT/Rote Ndao telah menyerap 1.476 ton, meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencapai 509 ton.
Program ini menjadi bagian dari Mbule Lima: Rote Ndao Bertani, untuk mendorong ketersediaan benih padi bermutu dan bersertifikasi yang diproduksi secara lokal. Langkah tersebut diharapkan memudahkan akses benih bagi petani sekaligus meningkatkan produktivitas dan produksi padi.
Foto bersama Bupati Rote Ndao dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Rote Ndao bersama para petani
Sebagai tahap awal, penangkaran benih dilakukan di lahan seluas 4,3 hektare dan menghasilkan 19.470 kilogram benih padi. Benih tersebut akan dipasarkan kepada petani/kelompok tani dengan harga Rp13.000 per kilogram, sekaligus mendukung program bantuan benih padi nasional. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Rangkaian kegiatan Gerakan Rote Mengajar – Mai Fali E 2026 resmi berakhir dalam suasana haru dan bahagia. Malam puncak sekaligus penutupan kegiatan berlangsung di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, Selasa (25/08/2026).
Bupati Paulus Henuk setelah menyerahkan piagam penghargaan pada Relawan Rote Mengajar
Penutupan menjadi momen emosional bagi para relawan setelah menjalani rangkaian kegiatan berbagi inspirasi bersama anak-anak dan masyarakat Rote Ndao. Sebanyak 205 relawan, terdiri dari 133 relawan dari luar Rote Ndao dan 72 relawan dari dalam daerah, terlibat dalam gerakan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan bahwa Rote Mengajar bukan sekadar kegiatan mengajar, tetapi sebuah gerakan untuk menyalakan mimpi dan keberanian anak-anak Rote Ndao.
Para relawan Rote Mengajar saat mengikuti acara penutupan
Melalui Kelas Inspirasi, para relawan hadir di 34 sekolahdan menjangkau sekitar 2.500 anak. Para relawan berbagi pengalaman tentang profesi, perjalanan hidup, keberhasilan, kegagalan, hingga berbagai pelajaran kehidupan.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, sekolah, guru, Universitas Nusa Lontar, keluarga besar Rote di Kota Kupang, host family, panitia, komunitas, perangkat daerah, dunia usaha, para mitra, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Salah seorang relawan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao serta panitia. Ia mengaku mendapatkan banyak inspirasi selama mengikuti Rote Mengajar dan berharap semakin banyak orang mengenal Rote Ndao.
Ia juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar terus mendukung mimpi dan cita-cita anak-anak, sehingga kelak semakin banyak generasi hebat dan pemimpin masa depan yang lahir dari Rote Ndao.
Foto bersama para relawan dan panitia Rote Mengajar 2026
Selain penutupan Rote Mengajar, malam puncak juga dirangkaikan dengan launching PERMATA (Program Generasi Emas Rote Ndao) sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi muda daerah yang unggul dan berdaya saing.
Suasana malam semakin semarak dengan panggung hiburan yang menampilkan 27 pertunjukan dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Rangkaian kegiatan Rote Mengajar terus berlanjut. Kali ini, panitia dan para relawan mengikuti kegiatan refleksi bersama yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, (Selasa, 25/08).
Bupati Paulus Henuk saat membuka kegiatan Refleksi Rote Mengajar
Kegiatan refleksi diisi dengan testimoni langsung dari para relawan yang terlibat dalam program Rote Mengajar. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman, keseruan, serta berbagai hal yang mereka temui selama turun mengajar di sekolah-sekolah di Rote Ndao.
Para relawan mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari gerakan yang mengusung tagline “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.”Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar kesempatan untuk berbagi ilmu kepada anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan mendapatkan inspirasi.
Salah seorang relawan Pdt. Dr. Mesakh A. Dethan, MA, M.Th yang berprofesi sebagai pendeta mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya datang membawa inspirasi, tetapi justru turut terinspirasi dari pengalaman selama mengikuti Rote Mengajar. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, ia sempat menginap di UKS SDI Ndudale.
Pdt. Dr. Mesakh A. Dethan, MA, M.Th salah seorang Relawan Rote Mengajar saat memberikan testimoni kegiatan.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. Ia melihat langsung semangat dan potensi anak-anak Rote Ndao.
Menurutnya, anak-anak Rote tidak kalah pintar dengan anak-anak dari daerah lain. Dengan tekad, kemauan belajar dan kesempatan yang sama, mereka memiliki peluang besar untuk berhasil dan meraih cita-cita.
Dalam kegiatan mengajar, ia juga membagikan berbagai keterampilan kepada anak-anak, mulai dari teknik membaca buku secara cepat hingga cara menjadi public speaker yang baik. Berbagai tips dan trik diberikan untuk membangun keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta kepercayaan diri anak-anak.
Relawan Rote Mengajar saat megikuti kegiatan refleksi
Kegiatan refleksi ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Rote Mengajar merupakan gerakan turun mengajar yang melibatkan para relawan pengajar dan relawan dokumentasi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Pulau Rote.
Para relawan hadir membawa cerita, pengalaman, pengetahuan dan inspirasi untuk mendorong anak-anak Rote Ndao berani bermimpi lebih tinggi. Mereka juga memperkenalkan beragam profesi dan membuka wawasan anak-anak tentang berbagai pilihan yang dapat mereka jalani di masa depan.
Pada akhirnya, Rote Mengajar bukan hanya tentang relawan yang datang untuk mengajar. Ini adalah tentang saling belajar, saling menginspirasi, dan menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak Rote Ndao mampu melangkah lebih jauh dengan potensi yang mereka miliki. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)