bakar-lilin-satu-indonesia-14052018

Umat Lintas Agama Gelar Aksi Bakar Lilin “Kami Tidak Takut” di Ba’a

Ratusan umat lintas agama menggelar aksi lilin kebersamaan “Kami Tidak Takut” di lapangan Bola Kaki, Kota Ba’a, Senin (14/5/2018) Malam, bagi para korban pemboman gereja-gereja di Surabaya.

“ini adalah bentuk solidaritas terhadap warga Surabaya khususnya keluarga dan korban meninggal dunia bom bunuh diri serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Miranda, Senin.

Kapolres mengajak masyarakat memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tetap menjaga segala keberagaman dan kebhinekaan suku, agama serta lainnya, sehingga tetap adanya saling menghormati, menghargai, toleransi dan hidup damai berdampingan semua umat.

Sementara itu, Ketua Pemuda GMIT Klasis Lobalain, Meki Lonis mengutuk tindakan biadab terorisme bersatu melawan segala bentuk gerakan teorisme dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pihaknya juga mendesak pemerintah melalui DPR RI untuk segera mengesahkan Revisi Undang-undang (RUU) Anti-Terorisme.

“kami minta pemerintah melalui DPR RI untuk segera mengesahkan Revisi Undang-undang (RUU) Anti-Terorisme,” Tegas Meki.

Ketua FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Kabupaten Rote Ndao Pdt. Beni Zacharias, S.Th bersama dengan tokoh agama di Rote Ndao juga mengimbau masyarakat, terutama umat lintas Agama di Rote Ndao, untuk bersikap tenang, dan meyakini dengan persatuan dan kesatuan serta kebersamaan yang dimiliki semua umat, bisa mencegah hadirnya para pelaku yang bisa memecah-belah umat.

Untuk diketahui, aksi tersebut diikuti sejumlah elemen masyarakat di Rote Ndao mulai dari perwakilan dari pemuda Kristen, pemuda remaja Masjid, komunitas lintas agama dan personel Polres Rote Ndao.

Sebelum menyalakan lilin, warga yang hadir diminta untuk berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Sementara doa dipimpin oleh seorang pendeta suasana menjadi hening, warga yang hadir memanjatkan doa dengan khusyuk. Usai doa dilanjutkan dengan menyalakan lilin dan menggelar aksi 1.000 tanda tangan melawan aksi terorisme oleh tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan kepolisian, wartawan, perempuan dan anak-anak serta warga yang turut hadir dalam aksi tersebut. (dina)

diseminasi_advokasi-kesehatanjiwa-baa-120518

29 ORANG TERDATA ODGJ

Setda,– Masalah kesehatan jiwa di Indonesia  cukup besar. Berdasarkan riset kesehatan dasar 6% penduduk atau lebih dari 14 juta penduduk berusia diatas 15 tahun di Indonesia terdeteksi gangguan mental emosional ( gejala deperesi dan cemas ). Sementara itu sampai dengan bulan April 2018 di Kabupaten Rote Ndao terdata sebanyak 29 orang  mengalami gangguan jiwa. Data Orang dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) ini berasal dari 3 Puskesmas yakni,  Puskesmas Oele di Kecamatan Rote Selatan, Puskesmas Feapopi di Kecamatan Rote Tangah dan Puskesmas Busalangga di Kecamatan Rote Barat Laut.

Untuk itu diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, mencegah masalah kesehatan jiwa serta mengurangi gangguan jiwa berat dimasa yang akan datang, sebab masalah kesehatan jiwa dapat menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya angka kekerasan dalam rumah tangga, kasus bunuh diri, penyalahgunaan Narkotika, Phsikotropika dan Zat  Aditif lainnya ( NAPZA), masalah perkawainan dan pekerjaan, masalah di sekolah serta berkurangnya produktivitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly, MM saat membuka kegiatan Desiminasi dan Advokasi Kesehatan Jiwa tingkat Kabupaten Rote Ndao di auditorium Tii Langga Permai, sabtu ( 12/5/18 ) pagi.

Bupati lebih lanjut mengatakan untuk menanggulangi masalah kesehatan jiwa diperlukan upaya kesehatan yang kemprehensif mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitative. “ Saya berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta lintas sector, lintas program dan kemitraan terkait dapat berkomitmen dan berkoordinasi baik untuk dapat mendukung upaya pengendalian kesehatan jiwa di Kabupaten Rote Ndao,” kata Bupati Leonard Haning.

Sementara itu Sekretaris Panitia, Adrianus Tomasui,SE menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan jiwa, tersedianya pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan tingkat pertama ( Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat lanjut ( Rumah Sakit ).

“ Melalui kegaiatan ini mesti terbangun komitmen bersama untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa ini dan kita harus menyediakan data orang dengan gangguan jiwa di kabupaten Rote Ndao. Di Rote Ndao baru 3 Puskesmas yang mendata, kedepan kita harapkan seluruh Puskesmas akan mendata dan melaporkan ODGJ ini, dengan demikian kita dapat melaporkan secara rinci kepada pimpinan data secara keseluruhan ODGJ di Rote Ndao,” kata Tomasui.

Kegiatan yang berlangsung 1 hari ini kata Tomasui,  menghadirkan 2 pemateri yakni pemateri pertama,  Plt, UPTD Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, dr.Dikson Legoh, Sp.KJ dengan materi Kebijakan Kesehatan Jiwa dan Deteksi Dini Masalah Gangguan Jiwa dan pemateri kedua  dari Dinkes Rote Ndao, ibu Luisa Haning, S.KM dengan materi Situasi Kesehatan Jiwa.

“ Peserta kita harapkan 100 orang, 10 orang lintas sektor, 10 camat, 24 orang dari SMA/SMK/MA, 5 dari RSUD Ba’a, 13 orang dari lintas program Dinkes Rote Ndao dan 36 orang dari Puskesmas yang ada di kabupaten Rote Ndao. Dana kegiatan ini bersumber dari APBD kabupaten Rote Ndao tahun 2018,” tutup Tomasui ( Umum, Hum`as dan Protokol Setda Rote Ndao )

kunker-bupati-dusun-lekik-110518

Bupati Mendengarkan Isi Hati Masyarakat Dusun Lekik

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM., beserta jajaran Pemkab Rote Ndao berkunjung ke dusun Lekik Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (11/05/2018).

Tujuan kunjungan ini adalah melakukan tatap muka langsung untuk mendengarkan harapan dari masyarakat  dusun Lekik, desa Helebeik, Kecamatan Lobalain yang  di pandu oleh Camat Lobalain, James Therik.

“disini  apa yang di perlukan oleh masyarakat, saya tidak akan bicara lagi saya hanya ingin mendengar keluhan teo dan to’o  silahkan menyampaikan isi hati dan saya disini siap mendengarkan dan membawa setiap kapala dinas supaya bisa langsung di tindak lanjuti” kata Bupati Leonard Haning

Pada kesempatan tersebut saat dibuka kesempatan dialog, Jermias Manafe selaku tokoh masyarakat berterimakasih karena Bapak Bupati sudah bersedia datang dan mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung. Selain itu salah satu masyarakat meminta untuk perhatikan akses jalan masuk ke dusun Lekik menjadi aspal sehingga bisa lebih lancar. Dan salah seorang masyarakat yang lain juga meminta bibit bawang, traktor dan mesin air, untuk memudahkan dalam  bertani.
Menjawab isi hati dari masyarakat dusun Lekik, Bupati Rote Ndao menyetujui untuk di berikan bantuan motor air 3 unit, traktor 1 unit, bibit dan bantuan dana untuk kios yang langsung di tangani oleh instansi terkait yang hadir saat itu. Sedangkan untuk perbaikan jalan akan di tindak lanjuti oleh Dinas PU dalam waktu dekat.

Salah satu warga yakni Ardi Olvi Ndoluanak, saat di wawancara, merasa sangat bersyukur dan berterimakasih karena kelompok Dokam (Doakan Kami ) sudah terdaftarkan untuk menerima bibit sebagai bantuan dari dinas pertanian.

Tampak dalam kunjungan kerja ini, Asisten II, Ir.  Untung Hardjito,  Kadis  PMD,  Kadis Peternakan, Kasat Pol. PP,  Kabag Perpustakaan dan Arsip, Camat Lobalain, Lurah Mokdale, Kepala Desa se-Kecamatan Lobalain dan Staf Protokoler. (*/dina_diskominfo.)

advokasi_masalah-gizi-110518

Dinkes Prop. NTT gelar Pertemuan Advokasi Penurunan Masalah Gizi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi  NTT menggelar pertemuan advokasi penurunan  masalah gizi dengan lintas sektor di 5 kabupaten fokus Kabupaten Rote Ndao, Jumat (11/05/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan di Cafe Sharon, Kecamatan Lobalain, Kab Rote Ndao yang diikuti oleh Kepala  Puskesmas, Camat, dan lintas sektor, serta di hadiri oleh 30 orang peserta.

Acara ini di buka dengan laporan panitia mengenai masalah gizi pada balita masih menjadi masalah besar di Indonesia yang harus mendapat penanganan yang serius  prevelensi stunting di provinsi NTT  berdasarkan hasil pemantauan gizi tahun 2016 pada balita  0-59 bulan sebanyak 38,7%, dan meningkat menjadi 40,3%, pada tahun 2017 artinya bahwa tahun  2016 dari 100 anak balita di provinsi NTT 40 anak mengalami stunting atau kondisi pertumbuhan terhambat dimana kondisi ini sangat membutuhan perhatian dalam membutuhkan program dan upaya yang seharusnya dilakukan serta di dukung oleh pendanaan untuk menurunkan atau menekan angka tersebut.

Lima kabupaten/kota  yang termasuk stunting atau kondisi pertumbuhan terlambat tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada balita yakni Kabupaten  TTS sebanyak 57,3 %, Kabupaten Rote Ndao 46,7%, Kabupaten Ngada 46,4 %, Kabupaten Kupang  45,4% dan Kota Kupang 38,2%.

Tujuan di adakan acara advokasi  penurunan masalah gizi di Kabupaten Rote Ndao ini adalah  tersampaikan informasi tentang masalah gizi kepada lintas sektor dan lintas program terkait 5 kabupatan dan di perolehnya dukungan dari lintas sektor dan lintas program terkait bentuk upaya -upaya serta pendanaan untuk masalah gizi di 5 kabupaten. (dina/diskominfo)

pelantikan-pj-desa-mbokak-040518

Jermia Messakh Minta Masyarakat Ikut Awasi Dana Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, Jermia A J Messakh, Kamis (3/5) dalam sambutanya pada pelantikan dan serahterima jabatan kepala desa Mbokak, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk turut mengawasi penggunaan dana desa.

“saya minta masyarakat mengawal Dana Desa (DD), DD juga mulai tahun anggaran 2018 harus padat karya, tidak menggunakan Kontraktor, tetapi swakelola yang dikerjakan oleh masyarakat 30% untuk bayar upah masyarakat, jadi sistemnya dari rakyat, oleh rakyat, itulah tujuan mulia dana desa, contoh bangun jalan dinikmati masyarakat. Upah dibayarkan kepada masyarakat sehingga daya beli masyakat tinggi dan pemenuhan kebutuhan sandang dan papan” kata Jermia, Kamis (3/5).

Ia meminta masyarakat bersama-sama mengawasi penggunaan dana desa tersebut sehingga dapat digunakan tepat sasaran untuk pembangunan infrastruktur desa.

Lanjutnya, untuk Desa Mbokak adalah desa penerima  dana terbesar di Kabupaten Rote Ndao, total Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) terbesar jumlahnya Rp.1,8 Miliar, hal ini diakibatkan karena Desa ini masih tergolong desa miskin, sehingga diharapkan kerja keras dan kerja bersama untuk keluar dari Kategori desa Miskin.

Camat Rote Barat Daya Lantik PJ Kades Mbokak

Camat Rote Barat Daya Yusup B. Mesakh, S.Pd melantik dan menggelar serahterima jabatan Dembri J Mesakh menjadi penjabat Kepala Desa Mbokak periode 2018-2019 mengantikan mantan penjabat kepala Desa Mbokak  Ambrison Soru.

Camat Yusup dalam sambutannya mengatakan menjadi penjabat kepala desa adalah kewenangan Bupati, dirinya selaku camat hanya mewakili Bupati untuk pelantikan,kalau jabatan kepala desa dipilih oleh masyarakat, sehingga jangan didiskusikan, karena kepercayaan dari Bupati sehingga melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

Ia juga memberikan apresiasi kepada mantan penjabat kepala desa yang telah melaksanakan tugas kurang lebih selama tiga tahun, hendaknya apa yang sudah dilaksanakan agar penjabat berikutnya melanjutkan jangan melaksanakan diluar APBdes yang sudah direncanakan.

“kepada penjabat kepala desa yang baru, hendaknya bekerjasama dengan semua komponen dan membuka diri, agar pelayanan kemasyaratan berjalan lancar, Penjabat juga harus melaksanakan tugas dengan taat, iklas dan penuh loyalitas serta jangan tembang pilih,” Ujarnya.

Mantan penjabat kepala Desa Mbokak Ambrison Soru dalam kesempatan itu, berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemda dan PMD sehingga dirinya sebelumnya hanya sebagai ASN sekertaris Desa bisa dipercayakan menjabat kepala desa selama tiga tahun, banyak yang dibuat dan banyak yang masih kurang oleh karena itu secara pribadi memohon maaf.

Dirinya juga berjanji akan membantu penjabat kepala desa Mbokak yang baru jika membutuhkan bantuan, saya secara pribadi siap bekerjasama untuk pembangunan wilayah ini.

Penjabat kepala desa Mbokak Dembri J. Mesakh mangatakan dirinya siap melaksanakan tugas yang diamanatkan, akan melakukan diskusi hal-hal yang belum dipahami.

“saya secara pribadi berterimah kasih atas kesempatan yang dipercayakan untuk menjadi penjabat kepala desa, saya mohon dukungan semua pihak di Mbokan agar kita bekerja bersama untuk memajukan desa kita,” Katanya.

Pantauan media ini, sumpah jabatan tersebut dihadiri  Ketua PKK Kecamatan Rote Barat Daya, Rohaniawan dari Gereja Getsemani Thie  Timor Laut, Pdt.Esri Pono, dan sejumlah perangkat Desa Mbokak. (*/dina_dkinf/ido_r02)

diklat-pembrd-masy-030518

Pemda Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat

Setda,– Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Rote Ndao, Drs. Melayanus Mandala mewakili Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Juru Parkir angkatan XXV dan Diklat Petugas Pengatur Lalu Lintas angkatan XXXV di aula Videsy, kamis ( 3/5/18 ) pagi.

Bupati dalam sambutan tertulisnya mengatakan berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perhubungan agar kedepan nantinya terus eksis dan memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa transportasi darat, laut maupun udara. Ini dibuktikan dengan adanya program diklat vokasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat di tahun 2018 ini.

  “ Saya berharap dengan hal-hal yang baru dan mungkin belum pernah saudara alami dan dapati.  Ikutlah dengan serius, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, dengan penuh semangat dan disiplin yang tinggi  sehingga mampu menyerap pengetahuan dan ketarampilan yang akan bermanfaat bagi saudara sebagai bekal untuk mengembangkan potensi diri dan dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing,” kata Bupati Haning

Sementara itu, Ketua Panitia, I Made Purnama menjelaskan bahwa seluruh biaya diklat ditanggung oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat  ( BPPTD ) Bali. “ Seluruh biaya ditanggung BPPTD Bali,” terang Made.

Dia menjelaskan tahun 2018 untuk Kabupaten Rote Ndao disediakan dana untuk 100 peserta diklat yang dibagi 50  peserta diklat juru parker dan 50 peserta lainnya untuk diklat petugas pengatur lalu lintas.

Lebih lanjut Made menjelaskan, materi yang akan diterima bagi peserta diklat juru parkir yakni pengetahuan dasar pengaturan lalu lintas pematerinya dari Polres Rote Ndao,  Etika profesi dan pelayanan prima oleh BPPTD, Post test “ Rambu dan Marka Jalan “ oleh Tim Pengawas, Dinamika Kelompok dari Dinas Perhubungan Rote Ndao, Jenis parkir dan pengaturan parkir dari Dinas Perhubungan Rote Ndao.

“ Untuk petugas pengatur lalu lintas materi yang akan diberikan adalah, Ceramah Umum oleh Asisten II mewakili Bupati Rote Ndao, Penanganan pertama pada kecelakaan oleh BPBD Rote Ndao, Penanganan Pertama pada kecelakaan oleh Polres Rote Ndao, Prosedur dan teknik Pengaturan Lalu Lintas oleh Polres Rote Ndao, Pengantar manajemen Lalu Lintas oleh Dinas Perhubungan dan Pengaturan lalu Lintas di ruas dan simpang,” tambah Made.

Perlu diketahui, kegaiatan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 3 Mei sampai dengan 6 Mei 2018 menggunakan aula Videsy Ba’a. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Rote Ndao )

TMMD-101-kodim-1627-rote-030518

Tentara Manunggal Membangun Desa ke-101 di Desa Helebeik Resmi Ditutup

Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 di Desa Helebeik Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, hari ini, kamis (3 /5) resmi ditutup.

Upacara penutupan TMMD dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Letkol Inf. James A. Ratu Edo, di lapangan KODIM Rote Ndao, Desa Helebeik, Kecamatan Lobalain.

Mengambil tema ‘TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa’, dihadiri oleh TNI, Polri, Forum komunikasi pimpinan daerah, Kepala OPD lingkup Kabupaten Rote Ndao Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan  warga  masyarakat Desa Helebeik, Desa Oelunggu dan Desa Baadale  yang mendapat  program manfaat TMMD ke 101 di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa tenggara timur.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan inspektur upacara Letkol Inf. James A. Ratu Edo, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada  pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya, yang telah mendukung terlaksananya program TMMD ini secara totalitas. Kepada seluruh komponen masyarakat yang senantiasa hadir untuk bergotong royong dan bahu membahu guna menyelesaikan seluruh pekerjaan secara maksimal, termasuk kepada warga masyarakat yang telah menyambut dan menerima anggota  Satgas untuk tinggal bersama layaknya  keluarga sendiri,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya.

Menurutnya, selama tiga puluh hari  Kemanunggalan TNI-Rakyat membangun  desa, hari ini, secara serentak di 50 wilayah di seluruh tanah air, merayakan dan mensyukuri atas capaian yang kita raih dalam kurun waktu tersebut.

“Semoga tekad dan itikad yang dilandasi  semangat pengabdian yang tulus dan ikhlas selama pelaksanaan TMMD ini, dapat terganjar dengan kebahagiaan  masyarakat yang ada di sekitar kita,”ujarnya.
Sementara itu Asisten I Pemerintahan dan  Kesra  Setda Rote Ndao Ir. Untung Harjito  memberikan provisiat kepada TNI yang telah melaksanakan TMMD ke 101 yang telah memberikan kontribusi dalam rangka meningkatakn kesejateraan rakyat  berupa bantuan pekerjaan fisik dan non fisik yang dilaksanakan Tentara Manunggal Membangun Desa.

Adapun kegiatan kegiatan yang dilaksanakan berupa  fisik dan non fisik berupa pembangunan rumah ibadah Gereja Ebenhezer Oeteas, pembangunan sarana sanitasi yang dilaksanakan dibeberapa desa yakni Desa Helebeik, Desa Oelunggu dan Desa Baadale.

Sedangkan kegiatan non fisik TMMD ke 101 penyuluhan penguatan  Imunitas bangsa  mencegah ancaman idelogi sosial budaya  dan politik  jga dilaksanakan bakti sosial berupa  pengobatan gratis,  sunatan masal dan pemberian bantuan makanan tambahan kepada  anak kurang gizi dan ibu hamil.(dina/diskominfo)

hardiknas-020518

Menteri Muhadjir : “BANGUN PENDIDIKAN YANG DISINARI BUDAYA NASIONAL”

Setda,– Undang-Undang  Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 menyebutkan bahwa pendidikan Nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sedangkan kebudayaan Nasional  merupakan akar pendidikan Nasional.  Disinilah titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghujam kuat  didalam tanah tumpah darah Indonesia akan subur dan kukuh pula bangunan pendidikan nasional kita.

Disamping itu dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017  tentang Pemajuan Kebudayan Nasional akan mempertegas posisi kebudayaan Nasional sebagai ruh, pemberi hidup dan penyangga pembangunan pendidikan Nasional kita.

Hal ini disampaikan oleh Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Arh. Budiono saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy pada upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Rote Ndao selasa ( 2/5 ) di halaman depan kantor Bupati Rote Ndao.

“ Untuk itu kebudayaan yang maju adalah  prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan Nasional tumbuh subur, kukuh dan menjulang dan karenanya kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan, pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kabudayaan Nasional,” katanya

Dia menyakini, kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita menjadi kuat sebaliknya jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghujam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia.

“ Oleh karena itu, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini mari kita satukan tekad untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan disertai niat yang iklas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan,” ajak Menteri Muhadjir.

Pemerintah menurutnya,  pada tahun-tahun mendatang akan memberikan proritas pembangunan infrastruktur  pada daerah Terdepan, Terluar dan Teringgal ( 3T ) agar wilayah ini terintegrasi dan terkoneksi kedalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

Selain itu penguatan sumber daya manusia juga akan dilakukan agar menjadi modal andal dan siap menghadapi kemajuan zaman yang melaju kencang, kompleks dan tak terduga.”  Mulai tahun ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan Sumber Daya Manusia ( SDM ). Disinilah peran dan tanggungjawab pendidikan dan kebudayaan semakin besar,” terang Menteri Muhadjir.

Perlu diketahui, upacara Hari Pendidikan Nasional kali ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Untung Harjito, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Melayanus Mandala, para Kepala OPD, Instansi Vertikal dan undangan lainnya, sementara peserta upacara,personil Kodim 1627/ Rote Ndao, personil dari Lanal Pulau Rote, Polres Rote Ndao, anggota Korpri, siswa SMU, SMp dan SD.

Usai upacara dilakukan penyerahan hadiah bagi para juara lomba futsal dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan atas kerjasama SMK 1 Lobalain dengan KONI Kabupaten Rote Ndao yang diikuti oleh 24 tim Futsal SMP dan SMU/SMK se-Rote Ndao ( Umum, Humas dan Protokol Setda Rote Ndao )

dialog-radikalisme-rote-250418

Cegah Berkembangnya Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat Rote Ndao

Rote Ndao   – Dalam rangka mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme, maka Kesbangpol Provinsi NTT menggelar dialog dalam rangka pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme  dengan thema : sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran  bahaya radikalisme dan terorisme di kabupaten Rote Ndao,  dilaksanakan di Aula Koperasi Sehati, Baa, Rabu  (25/04). Acara ini diikuti oleh sebanyak 50 orang yaitu TNI/Polri, Lurah dan kepala desa, tokoh agama,tokoh adat, tokoh pemuda dan perempuan dan ormas.

Narasumber dalam kegiatan ini menghadirkan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM, Kaban Kesbangpol Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, Tokoh agama kristen oleh KMK yaitu Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh.

Ada 3 pemateri  yaitu Bapak Bupati dengan judul Peran Pemda dalam menjaga stabilitas  Nasional di wilayah Rote. Dan pemateri kedua yang di bawakan langsung oleh  Kaban Kesbangpol Provinsi dengan judul penanganan bahaya radikalisme dan terorisme, dan pemateri ketiga Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh. Dalam materi kedua, Kaban Kesbangpol  Provinsi menyampaikan untuk mencegah paham radikalisme dan teroris yaitu sosialisasi di mulai dari keluarga yang fondasinya kuat dalam agama, jadilah keluarga yang 100% agama, 100 % cinta indonesia, 100% cinta Tuhan.  Ia juga menyampaikan bahwa salah satu penyebabnya adalah ketika kita mulai memberikan peluang bagi mereka, saat inilah kita lupa atas segalanya. Di provinsi NTT TNI/Polri juga tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat peduli  dalam mencegah tumbuh suburnya penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Oleh karenanya diperlukan kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mencegahnya kedua paham ini secara terpadu dan integrasi oleh seluruh pihak.

Senada yang disampaikan oleh Kaban kesbangpol Provinsi NTT,  Ketua Majelis Klasis Lobalain, Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu momentum dalam menyatukan persepsi dan pandangan seluruh masyarakat agar dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di tengah – tengah masyarakat. Dari segi agama kami mensosialisasikan melalui mimbar- mimbar dan sosialisasi dan juga bekerja sama dengan TNI/Polri dan masyarakat untuk menerima informasi dan bersama -sama mencari solusinya.

“Pencegahan harus dimulai dari unsur terkecil yakni keluarga, lingkungan sekitar lalu kemudian masyarakat. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan perlu kita miliki dalam menanggulangi terorisme, siap dalam artian kita harus memperkuat iman percaya kita karena  terorisme bukan hanya sekedar masalah teror dan penyerangan yang dilakukan namun lebih kepada pemahaman mengenai ideologi dan pemahaman agama”, jelas Pdt. Benyamin Zacharias.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan ada 6 penanya dari profesi yang berbeda yaitu penanya pertama dari lurah Mokdale, TNI, Pendeta dan tokoh pemuda. memberikan saran berkaitan dengan antisipasi 1. Perlu adanya soalisasi atau pemahaman dari orang tua untuk menanamkan cinta tanah air, 2. Perlu adanya sosialisasi ke sekolah pengaruh radikalisme, 3. Kesbangpol harusnya  mendata semua organisasi supaya jelas apa saja kegiatan mereka. Pertanyaan dari penanya yang di jawab langsung oleh Dra. Sisilia Sona dan Pdt. Benyamin selaku Tokoh Agama

“Tingkatkan pendidikan agama mulai dari keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar dan keterlibatan perintah daerah dan lembaga keagamaan, tokoh masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penyebaran paham ini”, jelas  Sisilia Sona. (dina/diskominfo)

bimtek-pramusaji-0418

Pemda Rote Ndao Gelar Bimtek Bagi 28 Pramusaji

Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Rote Ndao menggelar Bimbingan Teknis Pelatihan kepada dua puluh delapan peserta Peramu yang bertugas di rumah jabatan Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Ketua DPRD, wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah dan para Assisten Kabupaten Rote Ndao di Aula rumah jabatan bupati, desa Sanggaoen, kecamatan Lobalain, Kamis (19/04) pagi.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Jermia A. J. Messakh melalui Kasubag Ruma Tangga, Humas dan Protokol, Arison Tomasui dalam laporannya mengatakan bahwa Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peramu ini dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran bahwa  pelaksanaan tugas pemberian pelayananan makanan dan minuman dirumah jabatan yang diemban oleh peramu Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan para Assisten pada Sekretariat Daerah kabupten Rote Ndao merupakan pelaksanaan tugas yang sangat vital dan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional serta mampu memberikan pelayanan yang prima.

“Bimtek ini untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas peramu sehingga memiliki daya kreatifitas yang tinggi dan wawasan yang  luas dalam memberikan pelayanan terbaik,” Kata Arison.

Lanjutnya, melalui bimtek Pramusaji juga dapat meningkatkan pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill) para peramusaji agar mampu memberikan pelayanan prima di rumah jabatan Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan para Assisten pada Sekretariat Daerah kabupten Rote Ndao.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao melalui Assisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Untung Hardjipto menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terealisasinya pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek).

“hal ini sangat penting bagi para peramu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman tentang etika dalam pelayanan, peserta juga dapat memiliki kemampuan dalam hal Table Manner, bukan cuma itu peserta juga dapat bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, baik secara individual maupun makluk sosial,” Ujarnya.

Melalui kesempatan ini, kepada para peserta pelatihan yang telah menerima informasi dan pembekalan materi serta praktek dasar, saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan bimtek ini kiranya dapag dijadikan sebagai suatu motivasi untuk lebih giat lagi dalam melakanakan setiap pelayanan dan penuh kegembiraan di tempat tugasnya masing-masing.

Adapun peserta kegiatan Bimtek Peramu Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan para Assisten pada Sekretariat Daerah kabupten Rote Ndao berjumlah dua puluh delalapan terdiri dari peramu Kepala Daerah berjumlah 12 orang, peramu wakil kepala Daerah, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD masing masing berjumlah 4 orang sementara peramu untuk sekretaris Daerah dan para  Assisten masing-masing berjumlah 2 orang.

Narasumber pada kegiatan ini  berjumlah 3 orang satu dari PKK kabupaten Rote Ndao dan dua orang dari  SMKN 3 Kota Kupang. (dina.RO03_kominfo.rn/andre.Z_UHP)