jokowi-serahkan-700-sertifikat-tanah-dirote-090118

Jokowi Bagikan 700 Sertifikat Tanah di Rote Ndao

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di pulau paling selatan Indonesia, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 700 sertifikat diberikan dalam kesempatan tersebut untuk kemudian digenapi hingga mencapai 6.729 sertifikat sesegera mungkin.

Penyerahan sertifikat kepada masyarakat merupakan salah satu perhatian pemerintah sejak tahun lalu. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya sengketa-sengketa yang terjadi di masyarakat akibat ketiadaan sertifikat hak atas tanah ini.

“Setiap saya ke daerah-daerah yang masuk ke telinga saya selalu soal sengketa tanah. Karena dari 126 juta sertifikat yang harus dipegang masyarakat, baru 46 juta yang diberikan. Jadi masih 80 juta sertifikat yang belum bisa diberikan kepada masyarakat,” ujar Jokowi di halaman kantor Bupati Rote Ndao, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, melalui siaran pers Istana Negara, Selasa (9/1).

Kepemilikan hak atas tanah memang wajib dibuktikan dengan sertifikat. Demikian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria mengamanatkan. Sertifikat itu menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

Jokowi mengungkapkan bahwa dulu penerbitan sertifikat hak atas tanah hanya dilakukan untuk 500 ribu sertifikat di seluruh Indonesia tiap tahunnya. Sekarang, dia menargetkan agar penerbitan tersebut dikebut hingga mencapai sembilan juta setiap tahunnya. Pada 2017, pemerintah berhasil membagikan lima juta sertifikat ditargetkan untuk diberikan.

“Kalau dulu satu tahun hanya 500 ribu se-Indonesia. Bayangkan, kalau kita ngurus sertifikat 80 juta berarti 160 tahun baru rampung. Lama sekali,” katanya.

Seperti biasanya, setelah sertifikat itu diterima masyarakat, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kepada para pemegang sertifikat untuk berpikir matang sebelum mengagunkan sertifikat miliknya guna mendapatkan tambahan modal usaha. Dirinya tidak melarang sertifikat tersebut untuk dijadikan jaminan selama dana yang didapatkan digunakan untuk hal-hal yang meningkatkan produktivitas.

penerima-kip-kis-rote-090118

Presiden Membagikan 1.015 KIP dan 500 PKH di Rote Ndao

Presiden Joko Widodo mendistribusikan langsung bantuan sosial dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi para pelajar dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) bagi para keluarga prasejahtera saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/1).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Presiden yang beken disapa Jokowi, di SMPN 4 Rote Barat Daya, Desa Lantera, Kelurahan Meoain, Kabupaten Rote Ndao.

Sebanyak 1.015 KIP dibagikan kepada para pelajar mulai dari SD hingga SMA/SMK pada saat itu. Melalui kebijakan KIP, Jokowi berharap agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Terdapat tiga skema pembiayaan bagi para pelajar melalui KIP. Kepada para pelajar tingkat SD, diberikan dana bantuan sebesar Rp 450 ribu per tahun. Untuk pelajar SMP, diberikan Rp 750 ribu. Sedangkan untuk tingkat SMA maupun SMK, diberikan dana bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Saya perlu ingatkan kepada anak-anakku semuanya agar anggaran yang ada di sini itu dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Untuk beli seragam sekolah boleh, beli sepatu boleh, beli topi sekolah boleh, beli buku boleh, untuk bayar sekolah boleh. Beli pulsa boleh tidak? Tidak boleh,” ucap Jokowi mengingatkan.

Presiden juga menyerahkan Kartu PKH kepada 500 keluarga prasejahtera sebagai program perlindungan sosial yang menyediakan bantuan nontunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kemudian untuk ibu-ibu, tadi sudah mendapatkan kartu PKH. Ada dana berapa di dalamnya? Rp 1.890.000. Saya titip uang itu betul-betul digunakan yang berkaitan dengan pendidikan dan gizi anak,” tegasnya.

Selain menyerahkan KIP dan PKH, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, juga meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 4 Rote Barat Daya.(fat/jpnn)

jokowi-di-rote2

Jokowi Tinjau Embung Saina Di Rote Barat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Pemerintah telah membangun 74 embung hanya di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya adalah Embung Saina, di Desa Oelolot, Rote Barat.

“Kita melihat tadi di sekitar embung ini masyarakat menyambut dengan membuat sawah-sawah baru, kemudian menanam. Di atas itu saya lihat menanam jagung, di bawah tadi saya lihat padi-padi sudah mulai ditanam,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai melakukan peninjauan Embung Saina, di Desa Oelolot, Rote Barat, Rote, Selasa (9/1) pagi.

Menurut Presiden, pembangunan embung ini untuk menyiapkan pengairan, baik untuk sawah maupun untuk kebun, tapi juga untuk peternakan. Ia meminta wartawan melihat waktu sore, saat banyak hewan-hewan ternak masuk ke embung untuk mencari air.

“Kuncinya di NTT, di Kabupaten Rote Ndao
kuncinya satu, hanya air. Kalau air ada saya kira urusan pertanian, urusan kebun, juga air baku saya kira akan terselesaikan. Tapi dengan 74 embung yang sudah ada ini kita harapkan produktivitas pertanian, kebun juga akan meningkat,” terang Presiden.

Menurut Presiden, saat ini masih ada pembangunan embung lagi, 24 lagi di NTT. Ia menyebutkan, di NTT (terdapat) 1.100 embung-embung seperti ini. “Memang kuncinya di situ, NTT kuncinya satu, air,” ujarnya.

Dalam peninjauan ini, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Bupati Rote Ndao Lens Haning.*

jokowi-dirote-080118

Jokowi adalah Presiden Pertama Berkunjung ke Rote dan Lengkap Melihat Indonesia

Joko Widodo menjadi presiden pertama yang berkunjung ke Rote, pulau terselatan dari Negar Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jokowi tiba di Bandara D.C Saudale Rote, Senin (8/1) sore disambut Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning bersama unsur  muspida dan warga Rote Ndao. Dari Bandara, Jokowi menuju Auditorium Ti’i Langga untuk memberikan arahan di Rakornas Bara JP (Barisan Relawan Jokowi).

“Dengan menginjakkan kaki saya di Pulau Rote, saya sudah lengkap melihat Indonesia dari ujung ke ujung, ujung barat ke ujung timur, ujung utara ke ujung selatan,” ujarnya.

Presiden mengisahkan, tiga tahun lalu ia datang ke Sabang, pulau paling barat, terluar di sebelah barat. Kemudian juga ke Merauke, sudah dua kali. Setelah itu yang ketiga ke Pulau Miangas, yang pulaunya hanya dihuni oleh 230 kepala keluarga, pulau yang sangat kecil. Di situ juga telah kita bangun bandara baru sehingga masyarakat bisa memanfaatkan.

“Yang belum berarti yang paling depan di sebelah selatan yaitu di Pulau Rote, yang baru bisa saya dikunjunginya pada hari ini. Karena hari ini kita sedang berada di Rote, saya sampaikan salam Ita Esa, kita adalah satu, satu dalam persaudaraan, satu dalam kebinekaan, satu bangsa, dan satu tanah air,” ucap Presiden yang disambut gemuruh tepuk peserta rakornas.

Presiden mensyukuri betapa memang negara ini adalah negara yang sangat besar, negara yang sangat beragam. Negara yang memiliki 714 suku, memiliki lebih dari 1.100 bahasa daerah yang berbeda-beda, yang tinggal di 17.000 ribu pulau.

Jokowi mengaku sangat berbahagia bertemu dengan semuanya di Pulau Rote Ndao. Semula, kunjungan ke Rote  diperkirakan dengan helikopter. Ternyata naik pesawat bisa, setelah tiga tahun yang lalu ia telah memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memperpanjang runway, memperbaiki terminalnya, memperbaiki pelabuhannya.

“Artinya, Pulau Rote ini sudah bisa turun pesawat-pesawat yang lumayan besar, seperti yang tadi sore saya bawa,” ujar Kepala Negara.

Lanjut Presiden bahwa negara kita adalah negara berkembang dan terus melompat menjadi negara maju, kita mempunyai potensi, kita mempunyai kekuatan untuk maju.

“saya yakin relawan Bara JP akan menjadi pelopor sebagai perubahan menjadikan Indonesia menuju negara maju dan untuk menuju ke negara maju kita harus membangun Indonesia menjadi Indonesia sentries bukan hanya  Jawa saja tetapi dari Sabang sampai Merauke dan dari Rote sampai Miangas” kata Presiden Jokowi

Tidak ada daerah lain yang dilupakan, tidak ada daerah yang dikesampingkan, tidak ada daerah yang dianaktirikan dari anak bangsa, semuanya adalah anak kandung bangsa Indonesia. (dkisp)

pesawat-presiden-tiba-dirote

Presiden didampingi Ibu Negara Beserta Rombongan Tiba di Rote

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta rombongan berkunjung ke Pulau Rote, Senin (8/1/2018) sore dengan menggunakan pesawat Kepresidenan RJ-85 dan mendarat dengan mulus di Bandara DC Saudale tepat pukul 16.30.

Kedatangan Presiden ke kabupaten terselatan itu didampingi oleh beberapa Menteri kabinet Kerja, selain itu hadir juga Jurubicara Kepresidenan Johan Budi, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan beberapa Pejabat Tinggi Polri maupun TNI.

Sesampainya di Bandara, Presiden langsung disambut oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM, dan muspida telah menanti kedatangan, selanjutnya Presiden berserta rombongan menuju Ruang VIP, dan beristirahat sejenak dalam ruangan tersebut,

Sekira Pukul 16.40 Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Auditorium Ti’i Langga guna membuka Rakornas Bara JP.

Tampak masyarakat Sangat antusias menanti kedatangan Presiden RI ke Tujuh itu dengan memadari jalan protokol dari bandara menuju kompleks perkantoran Bumi Tii Langga Permai.

Tak sedikit Masyarakat yang berteriak Histeris tatkala melihat mobil Rombongan Presiden Melewati jalur jalan menuju tempat Rakornas Bara JP di Auditorium Tii Langga.(dkisp)

rapat-persiapan-kunpres-040118

Rapat Persiapan Kunjungan Presiden ke Rote

Setda,–Untuk mempersiapkan kelancaran kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke kabupaten Rote Ndao pada tanggal 8 dan 9 Januari 2018 mendatang maka Pemerintah Daerah kabupaten Rote Ndao melakukan rapat persiapan di ruang kerja Bupati Rote Ndao, kamis ( 4/1 )

Rapat ini dihadiri Danlanud El Tari Kupang, Roni Moningka, Kadisops Lanud, Made  Sumadra, Kepala Intel Lanud El Tari, Aswari, Dadim 1627, Budi Yuwono, Kapolres, Murry Mirranda, Asisten II, Melyanus Mandala, As I, Untung Harjito , Kepala Kantor Pelabuhan Ba’a, Welhelmus Dami serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab Rote Ndao.

“ Jika tidak ada perubahan jadwal maka tanggal 8 dan 9 Januari pak Presiden akan berkunjung ke kabupaten Rote Ndao. Untuk itu perlu persiapan maksimal meski dalam berbagai keterbatasan,” kata Bupati Rote Ndao, Leonard Hnaing, MM saat memimpin rapat persiapan kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini.

Bupati menambahkan merupakan kehormatan dan kebangkaan tersendiri bagi masyarakat Rote Ndao, sebab selama Indonesia merdeka belum pernah ada Presiden yang datang ke Rote Ndao. Karena itu mari kita bekerja bersama, saling koordinasi dan selalu kompak agar kunjungan pak Presiden nanti berjalan aman dan lancar, seluruh kegiatan beliau kita fokuskan di satu tempat namun hal ini akan kita putuskan bersama dengan tim advance pada rapat besok,” tambahnya.

Dalam rapat ini diketahui bahwa tanggal 8 Presiden Jokowi  akan meresmikan kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur dan bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang setelah itu pukul 16.00 Presiden menuju ke Rote Ndao menggunakan pesawat LJ 125 dan di back up dengan pesawat TNI CN 5.

Tiba di Rote Ndao Presiden direncanakan akan melakukan dialog kebangsaan, meresmikan rumah kreatif, menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan, menyerahkan Kartu Indonesia Pintar, menyerahkan 2000 sertifat tanah, dan mengunjungi pulau terluar  ( pulau Ndana ) menggunakan 3 helikopter super puma.

Selain beberapa kegiatan tersebut Presiden Jokowi juga akan dikukuhkan menjadi Maneleo Nusa Lote yang direncanakan dilaksanakan di pelabuhan Ba’a. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kab Rote Ndao ).

harkitnas-200517

ASN Kemenag dan Semua Komponen Umat Beragama Harus Jadi Duta Penebar Kedamaian

Peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 tingkat Kabupaten Rote Ndao berlangsung dengan khidmat di halaman depan kantor Bupati Rote Ndao, Rabu(03/01/2018) dengan bertindak selaku inspektur upacara Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM.

Pada kesempatan tersebut Bupati Rote Ndao membacakan sambutan tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin.

Hadir dalam upacara peringatan HAB ke-72 Kemenag Tingkat Kabupaten Rote Ndao ini adalah Wakil Bupati Rote Ndao, unsur muspida Rote Ndao, Sekretaris Daerah Rote Ndao, Para Assisten, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao, ASN Kemenag Kab. Rote Ndao dan ASN lingkup Pemkab Rote Ndao.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 mengambil tema: “Tebarkan Kedamaian”. Tema ini dipilih karena pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian. Kedamaian adalah pesan universal semua agama kepada umat manusia. Kedamaian akan membawa kebahagiaan. Kedamaian adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan. Kedamaian merupakan pintu maslahat bersama. Dan, hanya dengan hati yang damai, sanubari kita bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki.

Karena itu, saya mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan semua komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian. Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan. Dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan sejahtera.

Pesan kedamaian ini makin terasa penting untuk digaungkan agar kita tidak terjerembab dalam kubangan perseteruan dan jebakan permainan atas nama agama. Kalaulah belum sanggup mengatasi pertentangan dengan seruan damai, setidaknya marilah mendamaikan diri sendiri dari nafsu angkara murka, syak wasangka, tingkah yang pandir, sifat-sifat batil, ataupun tangan yang jahil.

Sambil menyampaikan salam kedamaian, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik sesama aparat pemerintah pusat dan pemerintah daerah, para wakil rakyat di parlemen, majelis-majelis agama dan tokoh agama, pers dan media, maupun seluruh lapisan masyarakat umat beragama, atas segala dukungan dan kerjasama yang telah diberikan kepada Kementerian Agama selama ini. Semoga dukungan dan kerja sama itu semakin efektif dan produktif di masa-masa mendatang.

Akhirnya, saya berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, marilah memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan. Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan.

Sebagai hamba Tuhan dan aparatur negara, kita semua menyadari bahwa panggilan terbesar tentu adalah panggilan Tuhan. Maka yakinilah bahwa panggilan tugas melayani sesama, melayani masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kita masing-masing hakikatnya adalah pengejawantahan dan manifestasi dari panggilan Tuhan.(dkisp)

piagama-belanja-2017

Rote Ndao Peringkat I Pengelola Belanja Langsung

Ratusan kendaraan roda dua maupun empat memadati pelabuhan laut Baa untuk menjemput Piagam Penghargaan Pengelola Belanja Langsung Terbaik Peringkat I se-Provinsi Nusa Tenggara Timur  yang  diterima   oleh  Bupati Rote Ndao  di Kupang dari Gubernur Nusa Tenggara Timur,  tiba dengan kapal cepat Express Bahari, kamis,( 21/12/2017)

Hadir dalam arak-arakan tersebut semua ASN lingkup pemkab Rote Ndao, tokoh masyarakat, para maneleo yang  melakukan arak-arakan  dengan kawalan aparat kepolisian Polres Rote Ndao dengan rute dari pelabuhan laut Baa – Kelurahan Metina – Hoiledo – Oelunggu – Mokdale – Utomo – Lelain –  Landeoe – Ombok – Oebafok – Batutua – Lotelutun – Oebatu – Busalangga  dan finish di rumah jabatan Bupati Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM mewakili kabupaten Rote Ndao saat menerima piagam penghargaan pengelola belanja langsung terbaik peringkat pertama oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kupang pada tanggal 18 Desember 2017 lalu, ini  mengatakan bahwa saat Rote Ndao dibacakan sebagai pengelolah belanja langsung terbaik mengalahkan daerah-daerah lain yang sudah lebih maju, dirinya sangat  terkesima dan hampir-hampir tidak bisa bangun untuk menerimanya.

“kita kerja tidak pernah cari penghargaan  tetapi kerja adalah bagaimana mengangkat harkat dan martabat masyarakat  Rote Ndao menuju sebuah kesejahteraan” kata Bupati Lens Haning

Lanjut Bupati bahwa mengapa sehingga kita bisa menjadi terbaik mengalahkan Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai, Belu, Soe dan lainnya, itu adalah perjuangan Sekretaris Daerah dan stafnya yang selalu memasang telinga untuk mendengar pimpinannya yang didukung penuh oleh masyarakat kabupaten Rote Ndao.

“saya sebagai Bupati hanya memberikan motivasi disaat mana untuk lari, disaat mana untuk istirahat dan disaat kerja ya kerja, yang akhrinya selama 3 tahun berturut-turut kita menjadi terbaik di NTT” kata Bupati

Bupati menambahkan bahwa bukan berarti terbaik artinya semua masalah sudah selesai  tetapi masih banyak lagi masalah yang belum diselesaikan, masih sekitar 26% masyarakat Rote Ndao hidup dibawah garis kemiskinan, untuk itu harus dicari solusinya untuk diselesaikan.

Menjadi terbaik karena  dirinya berani menerobos aturan, berani membuat aturan, berani mempercepat aturan  dan berani mempercepat langkah pembangunan, walaupun dimana-mana pemerintah selalu dihadang  tetapi kita tetap melakukan terbaik untuk masyarakat Rote Ndao. (dkisp)

 

bursa-inovasi-desa-151217

Bursa Inovasi Desa di Rote Ndao Pertama Digelar di NTT

Bursa Inovasi Desa Kabupaten Rote Ndao tahun 2017, yang digelar, Jumat (15/12/2017) di Auditorium Ti’i Langga di Ba’a, merupakan Bursa Inovasi Desa yang pertama digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2017. Bursa Inovasi Desa tersebut sangat penting bagi masyarakat desa atau pemerintahan desa, untuk memacu lahirnya inovasi-inovasi atau kreatifitas yang terbaik di desa.

Demikian disampaikan ketua  panitia kegiatan Bursa Inovasi Desa  tahun 2017 tingkat kabupaten Rote Ndao Handryans Bessie, S.IP, Jumat (15/12).

“kegiatan inovasi yang ditampilkan pada bursa inovasi desa kabupaten Rote Ndao meliputi kegiatan bidang sumber daya manusia, kewirausahaan dan infrastruktur desa,” Jelas Handryans. Ia berharap agar perlu adanya keterlibatan secara sadar dari pelaku pembangunan di desa untuk menggerakan ekonomi rakyat dengan memanfaatkan potensi dan asset desa yang ada.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, Jermia A J Messakh, Jumat (15/12) mengatakan bursa inovasi desa ini merupakan wadah pertukaran pengetahuan dan ide-ide baru dari setiap desa dikemukakan dan dikembangkan sehingga memiliki nilai bagi percepatan pembangunan sumber daya manusia di desa.

“program inovasi desa melalui bursa inovasi desa ini dirancang untuk memunculkan adanya inovasi dalam praktek pembangunan dan solusi inovatif dalam memanfaatkan dana desa secara tepat dan efektif,” Jelas Jermia.

Sementara itu Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning, MM., dalam sambutannya mengatakan bursa inovasi desa ini dapat dilakukan dengan membangun komitmen bersama terhadap inovasi-inovasi yang ditampilkan untuk selanjutnya dapat mengadopsi atau mereplikasi inovasi tersebut sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing.

“dalam melakukan inovasi di desa, perlu komitmen bersama para pemangku kepentingan desa, agar bermanfaat bagi masyarakat mencapai sebuah tujuan yang mewujudkan desa-desa di kabupaten Rote Ndao yang mandiri dan sejahtera,” Jelasnya.

Leonard Haning berharap agar setiap desa-desa di kabupaten Rote Ndao tidak pernah berhenti berinovasi dalam membangun desa.

“ayo terus berinovasi,” Ajak Bupati. (*/r01)