Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan melepas Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao. Kegiatan ini melibatkan 130 Rider Lokal dan Mancanegara.

Wabup Rote Ndao Lepas Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao, Libatkan 130 Rider Lokal dan Mancanegara

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan melepas peserta Trail Adventure dalam rangka Jelajah Alam Rote Ndao, Sabtu (20/06/2026). Sebanyak 130 peserta ambil bagian dalam kegiatan dengan rute start dari Kota Ba’a dan finis di Mako Lanal Pulau Rote Desa Dolasi Kecamatan Rote Barat Daya.

Peserta Trail Adventure berasal dari Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, So’e, Kefamenanu, Belu, Malaka, Gresik hingga Timor Leste. Panitia menyeiapkan satu unit motor Trail sebagai hadian utama.

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan melepas Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao. Kegiatan ini melibatkan 130 Rider Lokal dan Mancanegara.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan melepas Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao. Kegiatan ini melibatkan 130 Rider Lokal dan Mancanegara.

“Saya secara resmi melepas para rider, semoga semua mengikuti jalur dengan baik dan tiba di finis dengan selamat. Selamat menyiapkan mental dan meraih hadiah yang telah disiapkan oleh Lanal dan panitia,” ujar Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan yang juga Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Rote Ndao,

Hadir dalam acara pelepasan, Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin, Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Lutfi Andriansyah, Frokpimda dan pimpinan instansi Vertikal.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan IMI Rote Ndao, Wabup Apremoi D. Dethan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lanal Pulau Rote dan panitia penyelenggara sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Ia menilai event ini tidak hanya mempererat persaudaraan antar rider, tetapi juga menjadi wadah penyaluran bakat dan hobi.

Wabup Apremoi D. Dethan juga melihat dampak positif kegiatan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dari luar daerah memberikan kesempatan memperkenalkan destinasi wisata Rote Ndao sekaligus menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kami Pemerintah Kabupaten Rote Ndao senang karena peserta dari luar bisa hadir dan menikmati keindahan pariwisata Rote Ndao,” ungkap Apremoi.

Momen Foto bersma jelang pelepasan Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao.
Momen Foto bersma jelang pelepasan Peserta Trail Adventure Jelajah Alam Rote Ndao.

Sementara itu, Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Lutfi Andriansyah, menyampaikan peserta agar selalu berkendara dengan baik. Ia mengatakan berbagai rintangan di lintasan merupakan bagian dari tantangan yang harus ditaklukkan para rider. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi pariwisata Rote Ndao.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengukuhkan Bunda Literasi, Pengurus Dekranasda, TP Posyandu dan Melantik Pokja Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao 2026-2030.

Bupati Rote Ndao Kukuhkan Bunda Literasi, Dekranasda, TP Posyandu dan Bunda Paud Melantik Pokja Bunda PAUD 2026-2030

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Rote Ndao periode 2025–2030, Pengurus Dekranasda tahun 2026–2030, Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) periode 2026-2030, dan Bunda Paud  Kabupaten Rote Ndao melantik  Pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao periode 2026-2030. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ti’i Langga, Kamis (18/06/2026) itu dirangkai dengan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengukuhkan Bunda Literasi, Pengurus Dekranasda, TP Posyandu dan Melantik Pokja Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao 2026-2030.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengukuhkan Bunda Literasi, Pengurus Dekranasda, TP Posyandu.

Kelima agenda tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung terwujudnya Rote Ndao Cerdas dan Rote Ndao Sejahtera. “ Ini sejalan dengan agenda perubahan yang ingin kita raih bersama. Karena itu, saya meminta kita semua untuk memberikan karya terbaik bagi Nusa Fua Funi tercinta,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Foto bersama usai acara pengukuhan dan pelantikan.
Foto bersama usai acara pengukuhan dan pelantikan.

Bupati juga menyampaikan profisiat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dan dilantik. Ia berharap baik Bunda Literasi, Pengurus Dekranasda, TP Posyandu dan Pokja Bunda PAUD menjadi motor penggerak yang memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah dan masyarakat dalam mengakarkan budaya serta semangat positif di Kabupaten Rote Ndao.

“ Saya mengajak kita semua saling mendukung dan bersinergi agar tujuan dan visi bersama transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa dapat kita raih bersama. Kita turut menjadi pion dan aktor transformasi itu sendiri,” tegas Paulus Henuk.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan arahan pengukuhan dan pelantikan serta membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan arahan pengukuhan dan pelantikan serta membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Terkait sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi dalam pembangunan daerah.

“ Mari kita jadikan momentum ini sebagai komitmen bersama untuk terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan belajar di kalangan masyarakat. Sebab dengan masyarakat yang literat, kita akan mampu menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao

Usai Mengabdi Dua Bulan di Rote Ndao, 61 Mahasiswa KKN Undana Resmi Dilepas Bupati Paulus Henuk

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun 2026 yang telah melaksanakan pengabdian masyarakat selama dua bulan di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan pelepasan atau penarikan mahasiswa KKN tersebut berlangsung di Lobi Lantai I Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (18/6/2026).

Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao
Bupati Paulus Henuk berfoto bersama para mahasiswa Undana yang melaksanakan KKN di Kab. Rote Ndao

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Asisten III Sekda, perwakilan Universitas Nusa Cendana, serta para mahasiswa peserta KKN.

Sebanyak 61 mahasiswa Undana yang terbagi di 5 Desa dalam melaksanakan KKN, yakni Desa Oehandi, Natanaen, Baadale, Ingguinak, dan Loaholu. Selama dua bulan, para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Universitas Nusa Cendana merupakan bentuk hubungan kemitraan yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Saya sudah membuka kegiatan ini dua bulan lalu. Kerja sama ini merupakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Bupati.

Kepada para mahasiswa, Bupati berpesan agar pengalaman selama menjalani KKN menjadi bekal berharga untuk menyelesaikan studi dan menghadapi kehidupan nyata di masyarakat.

“Saya berharap setelah kembali ke kampus dan almamater, adik-adik dapat menyelesaikan studi dengan baik serta mengamalkan ilmu yang diperoleh di Undana, termasuk pengalaman selama dua bulan hidup bersama masyarakat di Rote Ndao. Saya berharap adik-adik membawa kesan positif dan dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah diperoleh,” katanya.

 

Bupati juga menekankan bahwa pengalaman dan kenangan baik selama menjalani KKN hendaknya disimpan sebagai memori yang akan terus dibawa dalam perjalanan hidup.

“Kesan positif yang dibawa hendaknya disimpan di hati dan pikiran menjadi memori yang baik. Karena memori yang baik akan terus dibawa sepanjang perjalanan hidup,” tambahnya.

Mahasiwa KKN Undana saat mendengarkan Kesan dan Pesan Bupati Rote Ndao
Mahasiwa KKN Undana saat mendengarkan Kesan dan Pesan Bupati Rote Ndao

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana serta seluruh mahasiswa yang telah mengabdikan diri di daerah tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana dan adik-adik mahasiswa. Saya berharap adik-adik terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 maupun S3 serta mampu memikul tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk secara resmi melepas mahasiswa KKN Undana Tahun 2026 untuk kembali melanjutkan studi di kampus.

Sementara itu, pihak Universitas Nusa Cendana turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk melaksanakan KKN dan pengabdian masyarakat selama dua bulan.

 

Pihak Undana berharap berbagai pengalaman dan hal-hal baik yang diperoleh mahasiswa selama berada di Rote Ndao dapat diimplementasikan dalam kehidupan mereka di masa mendatang serta menjadi bekal untuk terus berkarya bagi masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Utama)

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Hadapi Delapan Ancaman Bencana, Rote Ndao Finalisasi Kajian Risiko Bencana 2026–2030

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dengan menyusun Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi delapan jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

 

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Konsultasi Publik Rancangan Akhir Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 yang berlangsung di Hotel Videsi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao, Petson Hangge, S.Sos.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Petson Hangge disampaikan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah membutuhkan penataan dan perencanaan yang matang, terarah, dan terpadu sebagai landasan yang kuat dalam pelaksanaannya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang bertujuan untuk menilai kemungkinan ancaman bencana di daerah serta menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana.

“Dalam rangka penguatan sistem penanggulangan bencana di daerah, dokumen Kajian Risiko Bencana menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana yang melibatkan seluruh komponen, baik pemerintah, NGO, dunia usaha, masyarakat, media massa maupun akademisi,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Dijelaskan pula bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 akan menjadi acuan utama dalam perencanaan penanggulangan bencana. Dokumen ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis kerentanan, serta menilai kapasitas wilayah dalam mengurangi dampak bencana.

Kajian tersebut mencakup seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao yang terdiri dari 11 kecamatan dengan fokus pada delapan jenis ancaman bencana, yaitu cuaca ekstrem, banjir, gelombang pasang dan abrasi, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, serta ancaman bencana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Asisten Pembangunan dan Kesra saat membacakan sambutan Bupati Rote Ndao di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Asisten Pembangunan dan Kesra saat memberikan sambutan mewakili Bupati di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Menurut Bupati dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao upaya pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama guna melindungi keselamatan jiwa masyarakat dan mengurangi kerugian akibat bencana. Oleh karena itu, kolaborasi dan partisipasi semua pihak sangat diperlukan dalam proses penyusunan dokumen ini.

Di tengah keterbatasan keuangan daerah akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Siap Siaga NTT yang telah memfasilitasi kegiatan konsultasi publik tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao beserta Sekretaris BPBD, Kasat Pol PP Kabupaten Rote Ndao, perwakilan Polres Rote Ndao yang diwakili Kasat Samapta IPTU Yohn F. Kotta, perwakilan Kodim 1627/Rote Ndao David L. Mooy, SH, serta Tim Koordinator Siap Siaga NTT .

Selain itu, hadir pula perwakilan kelompok disabilitas, unsur perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam upaya penguatan sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.

Pemkab Rote Ndao bersama Undana dan Unstar Sosialisasikan Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi ASN

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Universitas Nusa Lontar (Unstar) menggelar sosialisasi studi lanjut jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi ASN di lingkungan Pemkab Rote Ndao, Rabu (17/06/2026), bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Rote Ndao. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Rote Ndao dengan Undana dan Unstar.

Lewat skema MoU tersebut, tersedia 5 program studi, yakni Magister Ilmu Lingkungan, Pendidikan IPS, Ilmu Linguistik, Studi Pembangunan serta Program Doktor Ilmu Lingkungan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, yang hadir bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten, serta pimpinan perangkat daerah. Dari pihak Undana hadir Wakil Direktur II Pascasarjana, Dr. Ir. Alfred O. M. Dima, M.Si, sementara dari Universitas Nusa Lontar hadir Rektor Daniel Babu, SH, M.Hum.

“ Program studi lanjut ini sejalan dengan semangat “Rote Ndao Cerdas” yang menjadi salah satu agenda perubahan Pemerintah Daerah,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mendukung kemajuan daerah. Karena itu, melalui skema kerja sama dengan Undana dan Unstar, ASN yang belum menyelesaikan pendidikan tinggi maupun yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 didorong untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi studi lanjut jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi ASN di lingkungan Pemkab Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk juga berharap agar ASN, khususnya pejabat Eselon II dan III, dapat mengambil bagian dalam program ini. Pemkab Rote Ndao menargetkan sedikitnya 50 ASN mengikuti studi lanjut melalui skema kerja sama tersebut. Ia meyakini bahwa peningkatan kualifikasi pendidikan akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik serta kapasitas birokrasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana, Alfred O. M. Dima, menjelaskan bahwa Undana bekerja sama dengan Pemkab Rote Ndao dalam pembangunan SDM di daerah melalui program studi lanjut.

Ada jalur untuk percepatan masa studi melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna memberikan kemudahan bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan.

Acara penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dengan Unstar oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuik dan Rektor Unstar Daniel Babu tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Acara penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dan Unstar oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Rektor Unstar Daniel Babu tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Usai kegiatan, dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dan Universitas Nusa Lontar tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Rektor Unstar Daniel Babu.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).

Bupati Rote Ndao Resmi Melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, secara resmi melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemerintah Daerah dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026) di Kantor Pusat Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, Kupang. Peluncuran dua inovasi digital tersebut bagian dari upaya memperkuat transformasi digital pemerintahan daerah, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).

Launching disaksikan oleh Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Rahmat Saleh, Direktur Kredit Aloysius R. A. Geong beserta jajaran, Kepala Cabang Bank NTT Rote Ndao Ade Roni Oematan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Anthonety A. Lapudooh, serta Sekretaris Dinas Perhubungan Hangry M. J. Mooy.

Bupati Paulus Henuk mengatakan peluncuran Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. “ Kita berharap kualitas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat sehingga terus memberikan manfaat pelayanan yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Paulus Henuk.

Dashboard Monitoring Rekening Pemerintah Daerah merupakan platform visualisasi data digital yang memungkinkan kepala daerah dan pejabat pengelola keuangan memantau saldo rekening pemerintah daerah, arus kas, serta transaksi rekening kas daerah secara real time. Melalui sistem ini, proses pengawasan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat, akurat dan berbasis data, sehingga mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif dan akuntabel.

Foto bersama Bupati Rote Ndao dan jajaran Direksi Bank NTT usai acara launching di kantor Pusat Bank NTT di Kupang.
Foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan jajaran Direksi Bank NTT usai acara launching.

Sementara Aplikasi e-Retribusi Parkir menjadi inovasi lanjutan dalam elektronifikasi transaksi penerimaan daerah setelah sebelumnya Pemkab Rote Ndao meluncurkan aplikasi e-Retribusi Pasar dan e-Retribusi Sampah. Aplikasi ini digunakan untuk mendata objek penerimaan retribusi parkir di tepi jalan umum dengan metode pembayaran non-tunai.

Dengan sistem tersebut, penerimaan PAD dari sektor retribusi parkir diharapkan dapat meningkat, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan dalam proses pemungutan retribusi serta mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Wakil Bupati Dorong Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao bersama Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) menghasilkan salah satu program prioritas yang akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni Gerakan Rote Ndao Menanam,Jumat (12/06) bertempat di Ruang Rapat TBUPP. Program ini menitikberatkan pada pelaksanaan Wajib Tanam Air dan Wajib Tanam Dua Pohon Buah di Halaman Rumah sebagai upaya meningkatkan ketersediaan air tanah, mewujudkan lingkungan yang hijau dan lestari, serta mendukung perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi keluarga masyarakat Rote Ndao.

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Pada kegiatan tersebut TBUPP terlebih dahulu menyampaikan sejumlah fokus program prioritas pembangunan yang meliputi tiga aspek utama, yakni peningkatan kinerja birokrasi dan efisiensi anggaran, ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta penegakan hukum, penataan aset dan investasi. Beberapa program prioritas yang diusulkan antara lain Gerakan Rote Ndao Menanam, pengembangan pertanian terpadu lahan kering, peningkatan PAD melalui Satgas PAD, serta penataan aset daerah dan investasi.

Menyambut pemaparan tersebut Wakil Bupati menyampaikan apresiasi terhadap berbagai gagasan yang telah disusun TBUPP. Salah satu gagasan yang menjadi perhatian pada saat itu yakni Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah.Ia menegaskan bahwa program prioritas yang diusulkan ini sangat baik dan perlu segera ditindaklanjuti, terutama program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Rote Ndao memberikan perhatian salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Wakil Bupati, upaya peningkatan PAD harus dilakukan secara serius melalui pendataan objek pajak yang belum terdaftar, digitalisasi pembayaran serta penciptaan objek pajak baru yang potensial.

Di sektor pariwisata, Wakil Bupati menilai bahwa Rote Ndao memiliki kekayaan alam dan cerita budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjalin kerja sama dengan para pegiat pariwisata untuk menggali informasi dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Kita memiliki alam yang indah dan cerita-cerita menarik yang harus dibangun menjadi kekuatan pariwisata. Karena itu, kita perlu bekerja sama dengan para pegiat wisata untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Wakil Bupati Rote Ndao  saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Wakil Bupati Rote Ndao saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Sementara itu, terkait upaya pengentasan kemiskinan, Wakil Bupati optimistis angka kemiskinan di Rote Ndao dapat ditekan hingga dua persen apabila didukung data yang valid dan intervensi program yang tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya melakukan validasi data hingga ke tingkat desa untuk memastikan masyarakat penerima bantuan benar-benar berada pada kategori yang membutuhkan, khususnya kelompok masyarakat pada desil satu dan dua.

“Kita tidak akan mencapai target jika database tidak benar. Kita harus turun langsung ke desa untuk memvalidasi data. Kalau datanya benar, maka saya optimistis masyarakat bisa keluar dari kemiskinan melalui intervensi program dari dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Bupati Rote Ndao juga telah menekankan kepada TBUPP agar segera melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan lainnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun komunikasi dan berdiskusi bersama masyarakat guna menghasilkan gagasan terbaik bagi kemajuan daerah.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan aset tanah sekolah yang hingga kini masih menjadi kendala. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mendapatkan program sekolah terintegrasi yang membutuhkan kepastian status kepemilikan lahan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan visi dalam mempercepat pembangunan sehingga berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana Diluncurkan, Bupati Minta Implementasi Nyata

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi meluncurkan inovasi pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi), Kamis (11/6/2026) di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao menegaskan pentingnya implementasi nyata di lapangan agar inovasi yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap risiko bencana.

Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).
Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal ini digagas oleh Anthon F. D. Banepa, SE, sementara inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP. Sebelum kegiatan launching, kedua inovasi tersebut terlebih dahulu dipresentasikan oleh para penggagas di hadapan Bupati Rote Ndao serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Presentasi ini bertujuan untuk memaparkan konsep, strategi pelaksanaan, serta dampak yang diharapkan dari masing-masing inovasi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 23 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Perluasan Kesempatan Kerja bagi Tenaga Kerja Lokal serta Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan bencana, khususnya di lingkungan sekolah.

“Inovasi ini sangat bagus, baik dari segi model maupun esensinya. Ini menjadi langkah nyata dalam melindungi tenaga kerja lokal sekaligus memberikan perlindungan bagi warga sekolah dari risiko bencana,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya implementasi yang serius di lapangan agar inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada konsep semata. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program harus didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk penyusunan RAB serta analisis teknis yang tepat agar benar-benar mampu menghadirkan bangunan dan sistem yang tahan bencana.

“Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dengan baik di lapangan. Program ini juga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan perangkat daerah terkait secara terpadu,” tegasnya.

Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP
Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP

Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja lokal melalui kebijakan yang benar-benar dijalankan secara konsisten, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia meminta dukungan dari seluruh jajaran teknis untuk menyediakan data dan informasi yang akurat guna memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan secara serius dan berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao selaku mentor dalam inovasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Rote Ndao yang lebih sejahtera dan tangguh terhadap bencana.

Launching inovasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antar perangkat daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote)

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Bupati Rote Ndao Pimpin Panen Raya Sorgum dan Pembelian Perdana Hasil Panen di Desa Daiama

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat pengembangan komoditas sorgum sebagai salah satu tanaman pangan unggulan daerah. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Panen Sorgum, Pembelian Simbolis Hasil Panen oleh Offtaker, Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani, serta Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, Kamis (11/6).

 

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., didampingi Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao Nikson Bhaluk, Camat Landuleko Daniel P.J. Bolla, S.P., perwakilan Bank NTT Ade Ronny Oematan, Kepala Desa Daiama Heber Ferroh, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, diaspora Rote Ndao, serta mitra pengembangan sorgum.

Kegiatan diawali dengan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sepakat, Desa Daiama, yang dilanjutkan dengan pembelian simbolis hasil panen sorgum oleh pihak offtaker sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran hasil produksi petani.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kelompok Tani Sepakat, para petani, diaspora Rote Ndao, yayasan mitra, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama mengembangkan sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati menjelaskan bahwa pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” serta mendukung program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani) yang dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah gula, bebas gluten, serta berpotensi menjadi alternatif pangan lokal dan bahan baku pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan budidaya sorgum sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan produksi sorgum dengan memanfaatkan lahan tidur maupun lahan pekarangan yang masih tersedia. Selain itu, kelompok tani juga didorong untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah seperti beras sorgum, tepung sorgum, biskuit, sirup atau gula sorgum, bioetanol, dan berbagai produk turunan lainnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan, serta pihak pembeli (offtaker) guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Ia menyampaikan apresiasi kepada Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), dan Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah mendukung pembelian hasil panen sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Selain kegiatan panen, pemerintah daerah juga melaksanakan Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani di Kelompok Tani Kecambah I, Dusun Naulaor, Desa Daiama. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan papan nama kelompok tani, pengisian buku tamu kelompok, serta peninjauan administrasi kelompok tani.

Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama
Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi kelompok tani menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan pertanian. Pemerintah menargetkan pembenahan dan peningkatan kapasitas terhadap 1.007 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Rote Ndao melalui peningkatan kelas kemampuan kelompok, pembenahan administrasi, dan penguatan identitas kelompok tani.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya air yang tersedia, serta menjadikan pengembangan sorgum sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Menutup rangkaian kegiatan lapangan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaksanakan Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pantai Baru dan para petani sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas sorgum di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum  di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama petani melakukan penanaman sorgum secara simbolis sekaligus berdialog mengenai berbagai strategi pengembangan komoditas sorgum. Diskusi tersebut mencakup upaya peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan potensial, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas areal tanam sorgum di Kabupaten Rote Ndao sekaligus memperkuat peran komoditas pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Duduk Bersama Penyuluh Pertanian, Bupati Rote Ndao Dorong Penguatan Data, Peran Penyuluh dan Pengendalian OPT

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH memimpin rapat bersama para penyuluh pertanian dan petugas lapangan dalam rangka memperkuat kinerja pertanian mendukung swasembada pangan dan program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani), sekaligus peluncuran Aplikasi Roda OPT (Rote Ndao dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan) oleh Bupati Rote Ndao, Rabu (10/06/2026) bertempat di Aula TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Penguatan data pertanian, penataan wilayah kerja penyuluh dan peningkatan kinerja petugas lapangan dan pengendalian OPT menjadi fokus arahan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dalam rapat yang diikuti 49 Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian, 3 Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan 1 Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.
Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Hadir bersama Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nixon Molelanik Balukh, SP,M.Si. Rapat dibuka dengan laporan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengenai tugas dan wilayah kerja para petugas lapangan dalam upaya pencapaian swasembada pangan, revitalisasi kelompok tani, pengembangan kemandirian benih, percepatan tanam dan realisasi pupuk, optimalisasi kebun induk kelapa dalam, gerakan tanam-panen-jual dan konsumsi sorgum, serta gerakan penjualan gabah dan beras kepada Bulog.

Mendukung hal tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menekankan perlunya pembenahan data pertanian yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan sektor pertanian. Perlu juga dilakukan evaluasi terhadap 1.007 kelompok tani yang ada di Kabupaten Rote Ndao.

Selain itu, para penyuluh pertanian yang kini berstatus ASN Pusat diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kinerja dan memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada petani di wilayah tugas masing-masing.

Bupati Rote Ndao paulus Henuk saat memberikan arahan kepada para penyuluh.
Bupati Rote Ndao paulus Henuk saat memberikan arahan kepada para penyuluh.

Ia juga menegaskan pentingnya penataan wilayah kerja penyuluh pertanian berdasarkan potensi dan kebutuhan daerah, serta pengawalan yang konsisten terhadap seluruh program dan kegiatan pertanian dan ketahanan pangan.

Senada, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan mendorong pembentukan grup WhatsApp yang melibatkan dinas, para petugas lapangan, Bupati dan Wakil Bupati guna memperkuat koordinasi serta meningkatkan kinerja pelayanan pertanian di lapangan.

Disela rapat, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara resmi meluncurkan Aplikasi Roda OPT dari Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan yang diharapkan dapat mempercepat pelaporan dan penanganan hama penyakit tanaman serta dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan banjir. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)