Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan Doa Bersama Indonesia Menyembah yang berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Minggu (7/6/2026) petang. Kegiatan bertema “Bersatu Dalam Penyembahan, Berdoa Bagi Bangsa, Deklarasi Kasih dan Membawa Harapan untuk Indonesia” ini dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly, MMserta para tokoh agama.
Kegiatan Doa Bersama Indonesia Menyembah yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao.
Do’a bersama digelar oleh Yayasan Karpet Keajaiban Indonesia pimpinan Eka Wati, S.Pd. Acara tersebut sebagai gerakan doa bersama umat Kristiani diseluruh Indonesia untuk mendoakan bangsa, daerah serta kesatuan masyarakat.
Kegiatan terlaksana khidmat dengan pelayanan para hamba Tuhan yang diisi tarian rohani, pujian dan penyembahan, serta penyampaian Firman Tuhan. Suasana kebersamaan dan persatuan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pujian dan penyembahan, kemudian doa berantai yang dipimpin para pemimpin dan tokoh agama. Doa dipanjatkan bagi bangsa dan pemerintahan, persatuan dan damai sejahtera, serta generasi muda dan kebangunan rohani Indonesia.
Ribuan masyarakat mengikuti acara Do’a Bersama Indonesia Menyembah.
Sebagai simbol terang dan persatuan, seluruh peserta turut mengikuti penyalaan obor secara serentak sambil mendoakan Indonesia dan Kabupaten Rote Ndao. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam kegiatan.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk bersama-sama memohon kebaikan bagi bangsa dan daerah. “Mari kita terus menjaga persatuan serta mendoakan Indonesia dan Kabupaten Rote Ndao agar selalu hidup dalam kedamaian dan damai sejahtera,” ujar Bupati.*(PPID Utamna_DKISP Rote Ndao)
Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 asal Pemkab Rote Ndao, Anthonius F. D. Banepa, SE, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dengan topik pengentasan kemiskinan lewat pemberdayaan tenaga kerja lokalterus diimplementasikan melalui rapat kerja penyelarasan dan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini guna optimalisasi data kelompok sasaran pengentasan kemiskinan dengan data tenaga kerja lokal sebagai dasar pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah.
Peserta PKN Tingkat II Tahun 2026 asal Kabupaten Rote Ndao Anthonius F. D. Banepa, SE, bersama pimpinan perangkat daerah terkait dalam rapat kerja penyelarasan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).
Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, yakni Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperrida), Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker), serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Baperrida Kabupaten Rote Ndao Maraden A. Patola, ST., M.Sc., Kepala Dinas Transnaker Albeniaftes Siokain, S.STP., M.Si., dan Kepala Bagian PBJ Joni Adu, ST.
Peserta PKN, Anthonius Banepa menjelaskan bahwa sinkronisasi data tenaga kerja kelompok Desil Satu dan Desil Dua dilakukan secara by name by address guna memastikan sasaran program tepat dan terukur. Ia menegaskan bahwa minimal 10 persen tenaga kerja pada pekerjaan fisik tahun 2026 diharapkan berasal dari kelompok masyarakat Desil Satu dan Desil Dua. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat kerja bersama para kontraktor guna memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan optimal.
“Sinkronisasi data ini menjadi langkah penting agar masyarakat kelompok Desil Satu dapat memperoleh akses pekerjaan pada berbagai proyek pembangunan daerah. Data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah harus saling terhubung dan disesuaikan dengan kebutuhan serta jenis pekerjaan yang tersedia,” ujar Anthonius Banepa.
Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Baperrida, Dinas Transnaker dan Bagian PBJ.
Melalui proyek perubahan bertema “Strategi Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal di Kabupaten Rote Ndao”, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Hoholok sebagai sarana pendukung. Aplikasi tersebut akan mengakomodasi tenaga kerja yang berasal dari kelompok Desil Satu dan Desil Dua yang telah terdata untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (01/06/2026). Upacara dipimpin oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bertindak selaku Inspektur Upacara dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” dengan subtema “Dengan Semangat Ita Esa Kita Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pemersatu bangsa sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila terus menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila disebut sebagai “Bintang Penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga persatuan bangsa serta menjadi “Jangkar Moral” dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Kabupaten Rote Ndao.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kontribusi Indonesia melalui Pasukan Perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam semangat persatuan, dan kokoh karena nilai kemanusiaannya,” ujar Bupati Paulus Henuk. Ia menambahkan bahwa Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa dan terus menjadi pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir. Dody Hanggodo, M.PE., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao dengan meninjau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sumur Bor RLLI-89 di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan infrastruktur sumber daya air yang mampu mendukung kebutuhan air bersih masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., menyambut Kunjungan Kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir. Dody Hanggodo, M.PE., dengan pemasangan Topi Ti’i Langga dan Pengalungan Selendang Adat Rote Ndao.
Menteri PU didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, S.I.P., dan Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Ir. Dian Irawati, M.T. Setibanya di Bandar Udara D.C. Saudale, Ba’a, rombongan disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan perangkat daerah.
Penyambutan berlangsung secara adat melalui pemasangan Topi Ti’i Langga dan pengalungan selendang khas Rote Ndao sebagai bentuk penghormatan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir. Dody Hanggodo, M.PE., didampingi Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., melakukan peninjauan JIAT Sumur Bor RLLI-89 di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain.
Usai penyambutan, Menteri PU didampingi Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, untuk meninjau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Sumur Bor RLLI-89. Peninjauan dilakukan guna melihat secara langsung kondisi sarana penyediaan air yang telah dibangun sekaligus memastikan pemanfaatannya dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Keberadaan JIAT Sumur Bor RLLI-89 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan air masyarakat, khususnya pada wilayah yang kerap menghadapi tantangan kekeringan saat musim kemarau. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung penyediaan air bersih, tetapi juga berperan penting dalam menunjang aktivitas pertanian di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU turut meninjau kondisi ruas jalan Letelangga–Ba’a yang mengalami kerusakan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir. Dody Hanggodo, M.PE., didampingi Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., melakukan peninjauan terhadap ruas Jalan Letelangga, Ba’a.
Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi riil infrastruktur di lapangan sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan pembangunan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik kunjungan kerja Menteri PU sebagai bentuk perhatian dan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar di daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat guna mempercepat penyediaan layanan dasar yang berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui dukungan pembangunan infrastruktur sumber daya air dan peningkatan konektivitas wilayah, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao. *(PPID Utama_DKISP Kabupaten Rote Ndao)
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan secara simbolis menyerahkan bantuan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada Masjid di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (26/05/2026). Turut menyerahkan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao. Penyerahan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan dan toleransi dalam perayaan hari raya keagamaan.
Penyerahan bantuan hewan kurban dipusatkan pada tiga lokasi utama. Lokasi pertama berlangsung di Masjid An-Nur Metina, sekaligus menjadi tempat penyerahan bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia untuk Kabupaten Rote Ndao. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan hewan kurban bagi Masjid Al-Nurul Imam Batutua, Masjid Nurul Bahar Oeseli, Masjid Jamiatul Islamiah Oelaba, Masjid Al-Falah Ndao Nuse, dan Masjid Al-Ikhwan Ba’a.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan secara simbolis menyerahkan bantuan Hewan Kurban jelang perayaan Idul Adha 1447 H.
Lokasi kedua dilaksanakan di Masjid Al-Fatah Olanfulihaa Kecamatan Pantai Baru, sekaligus kepada Masjid Ar-Rahman Oenggae. Sementara lokasi ketiga dipusatkan di Masjid Al-Bahri Pelabuhan Pepela sekaligus penyerahan untuk Masjid Al-Mujahirin Pepela dan Masjid Al-Mujahidin Tanjung Pepela. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sapi kurban Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala UPTD Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Rote Ndao kepada pihak penerima.
Wakil Bupati Rote Ndao mengungkapkan bahwa momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan pengorbanan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, solidaritas sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Melalui penyerahan bantuan hewan kurban ini, pemerintah ingin terus mempererat hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Wakil Bupati.
Perwakilan Pengurus Masjid menerima bantuan hewan kurban yang diserahkan Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Hermanus Haning, S.Pt,MM menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas teknis sehingga dipastikan sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Adapun bantuan hewan kurban Tahun 2026 terdiri dari 11 ekor sapi bantuan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk 11 masjid penerima, 1 ekor sapi bantuan Pemerintah Provinsi NTT untuk Masjid Al-Bahri Pepela, serta bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia untuk Kabupaten Rote Ndao yang diberikan kepada Masjid An-Nur Metina.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) menggelar pembahasan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2026–2027 di Aula Baperrida Rote Ndao, Selasa (26/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dijalankan ARUNGI.
CEO ARUNGI Linea saat memberikan sambutan pada Kegiatan penyusunan RKT 2026-2027
Kepala Baperrida Rote Ndao, Maraden Patola, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi ARUNGI yang dinilai telah membantu masyarakat, khususnya melalui berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan.
“Atas nama pimpinan daerah, kami menyampaikan terima kasih atas program-program ARUNGI yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ke depan, kolaborasi kemitraan ini perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang berbagi dan menyelaraskan program agar beririsan dengan isu-isu strategis pemerintah daerah. Menurutnya, tujuan akhir dari kolaborasi ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Dalam paparannya, Maraden juga menguraikan arah kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Secara nasional, terdapat tiga isu strategis utama, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sementara di tingkat daerah, fokus diarahkan pada empat area prioritas: penanggulangan kemiskinan terpadu, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, pimpinan ARUNGI, Linea, menegaskan komitmen organisasinya sebagai lembaga non-pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah pesisir. Pendekatan yang dilakukan ARUNGI juga memanfaatkan potensi lokal, termasuk sektor selancar, sebagai bagian dari strategi pemberdayaan.
“Sinkronisasi program menjadi kunci agar apa yang kami lakukan dapat mendukung target pembangunan daerah secara nyata dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pada sesi teknis, Project Manager ARUNGI, Agung Lenggono, memaparkan penyusunan RKT ARUNGI 2026–2027 untuk wilayah Rote Malole. Program yang dirancang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, penguatan ekonomi, serta pemberdayaan komunitas lokal, khususnya perempuan dan anak di bawah lima tahun di wilayah terpencil.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan ARUNGI wajib diawali dengan briefing safeguarding sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap seluruh pihak. Prinsip tersebut mencakup perlindungan anak dari kekerasan, pencegahan kekerasan seksual, jaminan kesehatan dan keselamatan, penerapan anti-fraud, serta perlindungan lingkungan.
Foto bersama Perangkat Daerah dan Yayasan ARUNGI
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Perangkat Daerah terkait yang memiliki program beririsan dengan ARUNGI dan hadir juga perwakilan dari Polres Rote Ndao.
Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan dibukanya pembahasan RKT ARUNGI 2026–2027, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan semakin solid, demi terwujudnya masyarakat Rote Ndao yang lebih sejahtera dan berdaya. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan pola asuh anak, Tim Penggerak PKK Kabupaten Rote Ndao menggelar Sosialisasi Parenting Skill/Pola Asuh Anakbagi Guru PAUD dan Orang TuaTingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 , Selasa (26/05/2026) bertempat di Aula Videsi-Ba’a. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Membangun Generasi Rote Ndao yang Cerdas, Berkarakter dan Berbudaya.”
Acara pembukaan Sosialisai Parenting Skill/Pola Asuh Anak bagi Guru PAUD dan Orang Tua
Parenting Skill atau Pola Asuh Anak yang baik akan membentuk anak menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, sehat, berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab. Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila dalam materinya menjelaskan, kunci utama Parenting Skill atau Pola Asuh Anak terletak pada kasih sayang dan dukungan, komunikasi, disiplin, keteladanan, pujian serta kerja sama antara guru dan orang tua.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao, dirinya mengapresiasi perhatian para Guru PAUD dan orang tua dalam mendampingi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. Ia mengaku selalu melihat semangat dan kebahagiaan anak-anak saat mengunjungi sekolah-sekolah PAUD.
Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila saat menyampaikan materi dalam kegiatan Parenting Skill/Pola Asuh Anak Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
“Kita sama-sama belajar menjadi orang tua dan guru yang baik bagi anak-anak. Karena ke depan mereka akan menjadi anak-anak hebat dan bangga terhadap sekolah maupun guru-gurunya,” ujar Yanne Henuk-Pellokila. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pola asuh dan tumbuh kembang anak bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait.
Perwakilan peserta kegiatan mengabadikan momen bersama Ketua TP PKK Kab. Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Morids D. E. Bulan menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menentukan masa depan anak. Menurutnya, penerapan Parenting Skill harus dimulai dari keteladanan yang nyata sehingga anak-anak dapat melihat dan mencontoh perilaku baik yang diberikan oleh guru maupun orang tua.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tryantoro, S.E., M.M., CSFA kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, dan Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila, A.Md, Selasa(26/05/2026).
Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tryantoro, S.E., M.M., CSFA kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH dan Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila, A.Md.
Capaian opini WTP tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyerahan LHP atas LKPD Tahun Anggaran 2025 berlangsung dalam suasana penuh apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan disiplin administrasi dan penguatan sistem pengawasan internal.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH menyampaikan bahwa opini WTP yang kembali diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran serta akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH dan Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila, A.Md melakukan foto bersama Kepala BPK Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tryantoro, S.E., M.M., CSFA.
Kegiatan penyerahan LHP tersebut turut Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly, MM, Kepala BKAD Kabupaten Rote Ndao, serta Inspektur Kabupaten Rote Ndao.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap raihan opini WTP ini dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis desa melalui kegiatan pelatihan dan pameran produk inovasi kuliner khas daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya, dan berfokus pada pengembangan snack tradisional “tenteng kacang lena/wijen” sebagai produk unggulan lokal, Jumat (22/05).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johanis Asadoma. Saat membuka kegiatan ini ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi sangat mendukung percepatan pembangunan daerah melalui intervenai berbasis desa. Selain itu ia juga terus mendorong ekonomi kreatif untuk terus berinovasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao.
Wakil Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao dan Sekda Rote Ndao berfoto bersama saat meninjau produk ekonomi kreatif milik masyarkat di Desa Oetefu
Selain Wakil Gubernur NTT, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT beserta tim, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi kepada pemkab Rote Ndao untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Mewakili Pemkab Rote Ndao Bupati Paulus Henuk dalam sambutan menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki potensi besar untuk tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini juga selaras dengan visi Pemerintah Provinsi NTT “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, khususnya dalam pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Di tingkat kabupaten, upaya ini mendukung visi “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” yang diwujudkan melalui berbagai agenda pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemerintah daerah mengakui bahwa tantangan pembangunan di desa masih cukup kompleks, mulai dari kemiskinan, stunting, keterbatasan infrastruktur hingga akses ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
Adapun fokus utama dalam intervensi pembangunan berbasis desa ini meliputi pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, intervensi sosial budaya dan kesehatan, pengembangan inovasi desa, penguatan tata kelola, serta pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan yang dilaksanakan dinilai memiliki dampak strategis karena tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah produk lokal, tetapi juga memberikan pemahaman tentang kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga kewirausahaan. Produk “tenteng kacang lena/wijen” sendiri dinilai bukan sekadar makanan tradisional, melainkan identitas budaya sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.
Pemerintah juga mendorong agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu melahirkan kelompok usaha kreatif yang mandiri dan berkelanjutan. Seluruh perangkat daerah diminta aktif mendampingi pelaku usaha, mulai dari pelatihan lanjutan, legalitas usaha, akses pasar, hingga promosi melalui berbagai platform.
Peran Tim Penggerak PKK juga dinilai strategis dalam memberdayakan perempuan dan keluarga melalui pengembangan usaha rumah tangga kreatif. Sementara itu, Pemerintah Desa Oetefu diharapkan terus melakukan pendampingan dan memperkuat kelembagaan kelompok usaha, termasuk memanfaatkan dana desa untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata dan memperkenalkan potensi budaya lokal Rote Ndao kepada masyarakat luas. Desa Oetefu dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari kawasan pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kuliner.
Foto bersama Wakil Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao, Sekda Rote Ndao,Ketua TP. PKK Kabupaten Rote Ndao, Asisten Pembangunan dan Perekonomian bersama pelaku ekonomi kreatif di Desa Oetefu
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir inovasi desa serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Selain itu, produk-produk kuliner khas Rote Ndao diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan membangun jejaring demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Kegiatan Kemah Pemuda Rote (KPR) IV bertema “Pemuda Rote Berdaya” resmi dibuka oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk,SH di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang diikuti pemuda dari berbagai sekolah, gereja, dan komunitas kepemudaan di Kabupaten Rote Ndao tersebut dilaksanakan sebagai wadah meningkatkan kualitas, kreativitas, serta jiwa kepemimpinan generasi muda di tengah perkembangan era digital.
Suasana Pembukaan Kemah Pemuda Rote IV di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Jumat(22/05/2026).
Pembukaan Kemah Pemuda Rote IV berlangsung penuh semangat dan dihadiri jajaran Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao Pauwil J.J. Nggili, S.Sos., M.Si., Direktur Utama PD Ita Esa, Pimpinan Perangkat Paerah, serta para pemuda-pemudi Kabupaten Rote Ndao.
Kegiatan Kemah Pemuda Rote IV diikuti sebanyak 101 peserta yang terdiri dari 67 perempuan dan 34 laki-laki. Para peserta berasal dari berbagai sekolah, perwakilan gereja, dan komunitas kepemudaan di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan kepemudaan tersebut. Menurutnya, kegiatan Kemah Pemuda Rote menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk bertumbuh, belajar, dan membangun karakter kepemimpinan.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Kemah Pemuda Rote IV di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao.
Ia mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah, pemuda tetap diharapkan mampu hadir dan bergerak di tengah masyarakat sebagai agen perubahan dan pembangunan daerah.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuan belajar serta membentuk generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.
“Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan membentuk pemuda-pemudi yang berkualitas,” ujarnya.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Jajaran Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Pauwil J. J. Nggili, Dirut PD Ita Esa, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Rote Ndao melakukan foto bersama peserta Kemah Pemuda Rote IV.
Melalui kegiatan Kemah Pemuda Rote IV, Bupati berharap Kabupaten Rote Ndao mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang hebat dan memiliki kepedulian terhadap daerah.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum kegiatan tersebut dengan baik, membangun relasi, serta menciptakan pengalaman dan kenangan yang bernilai positif bagi masa depan.
Menutup sambutannya, Bupati berharap kegiatan Kemah Pemuda Rote IV dapat memberikan output dan outcome yang nyata serta berdampak bagi pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Rote Ndao. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)