Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026.

Sebulan Penuh Agustus 2026, Pemkab Rote Ndao Gelar Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026”.

Kegiatan ini akan berlangsung sepanjang bulan Agustus dan dipusatkan di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Kota Ba’a. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Ceremonial Pembukaan pada 1 Agustus 2026, yang ditandai dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) sebagai ungkapan syukur sekaligus doa bersama bagi bangsa dan daerah. KKR juga akan kembali digelar pada 31 Agustus 2026 sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Semarak HUT RI Ke-81.

Selama satu bulan penuh, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan yang menggabungkan unsur pembangunan, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, olahraga tradisional, pendidikan, pelayanan publik hingga hiburan rakyat.

Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026.
Sebulan Penuh Agustus 2026, Pemkab Rote Ndao Gelar Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81.

Beragam kegiatan akan tersaji menarik selama sebulan penuh penyelenggaraan Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026, di antaranya:

  1. Pameran & Karnaval Pembangunan
  • Menampilkan Pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Rote Ndao.
  1. Expo UMKM
  • Produk Unggulan.
  • Kuliner Rote.
  1. Lomba dan Festival
  • Festival Budaya Rote Malole.
  • Festival Tunas Bahasa Ibu.
  • Tarian Kreasi Anak.
  • Line Dance Kategori Umum.
  • Foti, Cerdas Cermat dan Tuturan Adat.
  • Tarik Tambang dan Panjat Pinang.
  • Rote Mengajar.
  1. Panggung Hiburan
  • Pertunjukan Seni dan Budaya dari Desa dan Sekolah.
  • Pertunjukan Musik.
  • Hiburan Rakyat.
  1. Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)
  • Dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 sebagai pembukaan rangkaian kegiatan dan 31 Agustus 2026 pada penutupan Semarak HUT RI Ke-81.
  1. CKG (Cek Kesehatan Gratis)
  • Pelayanan kesehatan gratis di Stan Dinas Kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengajak seluruh masyarakat untuk bersama hadir dan memeriahkan Sebulan Penuh Agustus 2026 Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.

Pemkab Rote Ndao dan Undana Kolaborasikan Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Tim PKM Undana menggelar Rapat Kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan, Jumat (24/07/2026), berlangsung di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Rapat dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Tim Guru Besar Undana yang dipimpin Prof. David Pandie dan dihadiri pimpina perangkat daerah.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, penanganan kemiskinan dan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat agar melahirkan inovasi dan strategi yang tepat sasaran.

“ Mudah-mudahan dari riset yang dilakukan oleh Undana, kita bisa menemukan data dan fakta serta langkah perbaikan yang harus dilakukan, sehingga relevan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan penurunan angka kemiskinan minimal 2 persen setiap tahun. Sementara laju pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai 7,9 persen.

Rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance ini dalam rangkaian Kegiatan PKM Tahun 2026.
Rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance ini dalam rangkaian Kegiatan PKM Undana Tahun 2026.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Undana yang telah mengambil bagian dalam menyelesaikan sejumlah persoalan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao melalui kegiatan PKM. Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap setiap masukan sebagai bagian dari gerakan Mai Fali E,  sebuah gerakan untuk memberi hati dan pikiran untuk Rote Ndao. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting sebagai investasi bagi generasi penerus.

“Semoga pengabdian dan riset yang dilakukan ini berdampak positif bagi Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.

Pemkab Rote Ndao dan Undana Resmi Melaunching Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi melaunching kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (23/07/2026). Kegiatan bertema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Kabupaten Rote Ndao: Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan” berlangsung mulai tanggal 23 sampai 26 Juli 2026 .

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.

Acara Launching dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Wakil Rektor III Undana Dr. Rudy Rohi, SH,M.Si, unsur Forkompimda, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly, MM bersama para Asisten dan pimpinan perangkat daerah.

Hadir juga Tim Guru Besar Undana yakni Prof. David Pandie, Prof. Jimmy Pello, Prof. Roby Pellokila, Prof. Gemini Malelak dan Prof. Petrus Kase bersama para dosen dan mahasiswa.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk pun menyambut baik peluncuran PKM Undana di Kabupaten Rote Ndao, yang menurutnya sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Undana Kupang.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengatakan, riset yang dilakukan oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa Undana akan berdampak positif bagi pemerintah dan masyarakat Rote Ndao. Undana dinilai memahami betul permasalahan di NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao.

“ Kita tentu berharap riset yang dihasilkan dapat membantu mengatasi permasalahan seperti pengentasan kemiskinan, stunting serta ikut mengembangkan potensi daerah,” ucap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan desa memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuyk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bersama para Guru Besar Undana, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly dan unsur Forkompimda.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuyk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bersama para Guru Besar Undana, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly dan unsur Forkompimda.

Sementara itu, Wakil Rektor III Undana Kupang, Dr. Rudy Rohi, SH,M.Si, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao bersama jajaran atas penerimaan dan kemitraan yang terjalin dengan baik.

Menurutnya, kegiatan PKM merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen Undana sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Rote Ndao yang berkelanjutan.

PKM Undana melibatkan 53 pengabdi yang tergabung dalam 46 tim, terdiri atas 1 Tim Profesor/Guru Besar dan 45 Tim Dosen dari berbagai fakultas dan Program Pascasarjana. Total investasi program di Kabupaten Rote Ndao mencapai sekitar Rp.1,02 miliar, yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis hasil penelitian, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba'a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.

Bupati dan Wabup Rote Ndao Evaluasi Kebutuhan RSUD Ba’a, Prioritaskan Peningkatan Layanan Kesehatan

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bertatap muka dengan manajemen RSUD Ba’a, Kamis (23/07/2026), guna mendengarkan langsung kondisi pelayanan kesehatan serta berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi rumah sakit.

Dalam dialog, manajemen RSUD Ba’a mengemukakan sejumlah usulan dan kebutuhan, di antaranya prasarana bangsal, rehabilitasi ruangan, fasilitas kesehatan, insentif tenaga kesehatan serta ketersediaan dokter.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba'a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba’a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan respon positif. Ia meminta semua usulan kebutuhan diinventarisasi dan disusun berdasarkan skala prioritas termasuk alat kesehatan (Alkes). ” Yang mengetahui kondisi keseluruhan RSUD tentu teman-teman dari RSUD. Karena itu, silahkan buat usulan. Tolong juga dalami semua permasalahan atau problem, terutama berkaitan dengan fasilitas, sarana prasarana dan keluh kesah pasien,” ucap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Bupati juga meminta komunikasi publik lewat Humas RSUD menyampaikan informasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta menginventarisasi kebutuhan alat kesehatan untuk diusulkan pada APBD Tahun 2027.

Ia menegaskan seluruh hasil telaahan agar segera disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah. ” Prinsipnya saya dan ibu wakil datang untuk mendengarkan apa permasalahan yang dihadapi. Dan kita selesaikan bersama. Data-data tersebut agar minggu depan sudah harus disampaikan. Kita pasti benahi. Tahun ini dan tahun depan saya yakin kita sudah bisa benahi. Masukan-masukannya sudah dicatat. Yang bisa dikerjakan kita kerjakan,” ucap Bupati Rote Ndao.

Manajemen RSUD Ba’a foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.
Manajemen RSUD Ba’a foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama tim yang solid dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran untuk menunjukkan prestasi dan kinerja terbaik. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk seraya menyampaikan rencana dukungan anggaran sebesar Rp. 1,5 Miliar untuk pengadaan ambulans dan alat kesehatan RSUD Ba’a.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Rote Ndao Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Menjadi Teladan bagi Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao resmi dibuka di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema Sayang Anak, Lindungi Bangsa Masa Depan” ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Klaster Nusa Lote Timur selaku Panitia Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Rote Ndao.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao, perwakilan pimpinan perangkat daerah, pengurus PPA, para mentor, orang tua, serta ratusan anak yang menjadi peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

“Tidak ada bangsa yang kuat tanpa ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Pusat Pengembangan Anak (PPA) tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga membentuk karakter melalui keteladanan.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk membantu anak-anak membangun mimpi dan cita-cita sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menyiapkan program *Rote Ndao Mengajar* yang melibatkan sekitar seratus relawan dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman, motivasi, dan kisah sukses kepada generasi muda.

Bupati Paulus Henuk saat memberikan sambutan membuka acara Hari Anak Nasional Tahun 2026
Bupati Paulus Henuk saat memberikan sambutan membuka acara Hari Anak Nasional Tahun 2026

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan PPA sehingga anak-anak memperoleh inspirasi mengenai berbagai profesi dan memahami bahwa kesuksesan harus dipersiapkan sejak dini.

Bupati juga meyakini bahwa pemimpin masa depan dibentuk sejak masa kanak-kanak yang merupakan periode emas dalam kehidupan.

Kepada anak-anak, Bupati berpesan agar mampu membedakan perilaku yang baik dan yang tidak baik, disiplin dalam belajar, serta mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026 kepada seluruh anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

“Hari ini kita sedang berinvestasi untuk masa depan anak-anak kita. Tanamlah bibit yang baik, berikan contoh yang baik, sehingga kita mampu melahirkan Generasi Emas Rote Ndao yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, mentor, pembimbing, dan pengelola PPA yang telah memberikan pendampingan kepada anak-anak. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan mengintegrasikan program Rote Ndao Mengajar dengan PPA agar kolaborasi tersebut semakin kuat dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter serta perkembangan psikologis anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian dalam acara Hari Anak Nasional adalah Orasi Anakyang disampaikan oleh perwakilan anak-anak. Dalam orasi tersebut disampaikan bahwa anak hebat tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui kebiasaan baik setiap hari. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, meniru perilaku orang tua dan orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, mereka membutuhkan sosok yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Kampanye Perlindungan Anak di Acara Hari Anak Nasional tingkat Kab. Rote Ndao Tahun 2026
Kampanye Perlindungan Anak di Acara Hari Anak Nasional tingkat Kab. Rote Ndao Tahun 2026

Setelah orasi, seluruh peserta anak mengikuti Kampanye Perlindungan Anak, di mana setiap anak maju menyampaikan pernyataan dan komitmennya mengenai pentingnya perlindungan terhadap hak-hak anak.

Ketua Panitia Pelaksana dari PPA Klaster Rote Timur, Hendra Nalenan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 melalui kolaborasi antara PPA, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan TP PKK Kabupaten Rote Ndao.

Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao
Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai investasi terbaik bagi terwujudnya Generasi Emas Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen

Bupati Rote Ndao Tinjau Gudang Bulog, Dorong Peningkatan Penyerapan Beras dan Peralihan Status Bulog Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melakukan peninjauan Gudang Bulog Rote Ndao di Kompleks Pergudangan Sanggaeoen, selasa (21/07/2026). Kunjungan ini guna memantau penyerapan beras hasil panen petani oleh Bulog Rote sekaligus dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah.

Hingga Juli 2026, Bulog Rote Ndao telah menyerap lebih dari 1.491 ton gabah, meningkat dari posisi 1.268 ton pada Juni 2026. Penyerapan dilakukan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp12.000 per kilogram untuk hasil musim tanam pertama. Sementara itu, musim tanam kedua masih akan berlangsung sehingga potensi penyerapan diperkirakan terus meningkat. Sementara secara keseluruhan, penyerapan gabah oleh Bulog di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mencapai sekitar 7.000 ton.

Bupati Paulus Henuk mengapresiasi peningkatan penyerapan tersebut yang dinilai sebagai hasil sinergi yang baik antara Bulog dan Pemkab Rote Ndao. Menurutnya, kerja sama yang dilakukan secara lebih masif pada tahun ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi dan penyerapan gabah di Rote Ndao.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjual beras ke Bulog apabila harga di tingkat pasar berada di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah. Sebaliknya, apabila harga pasar lebih tinggi, petani dipersilakan menjual hasil panennya ke pasar sehingga tetap memperoleh keuntungan yang maksimal.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen

Selain itu, Bupati menyoroti kebiasaan sebagian petani yang menyimpan gabah terlalu lama setelah panen. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas gabah dan meningkatkan risiko serangan hama.

“Perlu edukasi kepada masyarakat agar gabah tidak disimpan terlalu lama. Bulog bersama Dinas Pertanian perlu menyampaikan informasi secara masif sehingga masyarakat memahami waktu yang tepat untuk menjual hasil panennya dan tetap memperoleh keuntungan,” ujar Bupati.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana pembangunan tambahan gudang Bulog Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk langsung berkoordinasi via telepon dengan Pimpinan Perum Bulog NTT dan pemerintah pusat terkait pembangunan gudang baru Bulog agar kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan seiring meningkatnya produksi pertanian di daerah.

Selain pembangunan gudang, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga mengusulkan agar status Gudang Bulog Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kantor Cabang Bulog. Menurut Bupati, usulan tersebut layak dipertimbangkan mengingat Rote Ndao merupakan wilayah kepulauan dengan tren produksi dan penyerapan gabah yang terus meningkat.

 

Foto bersama usai Peninjauan Gudang Bulog oleh Bupati Rote Ndao
Foto bersama usai Peninjauan Gudang Bulog oleh Bupati Rote Ndao

Kepala Gudang Bulog Rote Ndao, Leksi Ndolu, menyambut baik. Ia menjelaskan bahwa Bulog saat ini memiliki kebijakan untuk menjalin kemitraan melalui skema maklon. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong PD Ita Esa agar menjadi mitra Bulog dalam kegiatan penyerapan gabah dan beras dari masyarakat. Pemda juga berencana memberikan penyertaan modal untuk memperkuat peran BUMD tersebut.

Menurut Bupati, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Dengan data produksi dan penyerapan yang akurat, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan kondisi riil sektor pertanian kepada pemerintah pusat, sehingga berbagai program dan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Di akhir kunjungan, Bupati menegaskan pentingnya menjaga indeks pertanaman minimal dua kali dalam setahun sebagai upaya meningkatkan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao bersama kepala perangkat Daerah setelah melakukan Rakor PEMDI

Pimpin Rakor Pemdi, Bupati Rote Ndao Dorong Optimalisasi Aplikasi Layanan Digital di Seluruh Perangkat Daerah

Bupati Rote Ndao memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Pemerintah Digital (Pemdi) yang dihadiri seluruh Kepala Perangkat Daerah bertempat di Ruang Kerja Bupati Rote Ndao, Rabu (15/07). Rakor ini menitikberatkan pada optimalisasi pemanfaatan aplikasi layanan digital sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi tata kelola pemerintahan, dan kesiapan Kabupaten Rote Ndao dalam penilaian Pemerintah Digital (Pemdi).

Bupati Rote Ndao saat memimpin Rakor PEMDI
Bupati Rote Ndao saat memimpin Rakor PEMDI

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa setiap aplikasi yang telah dibangun oleh perangkat daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kinerja organisasi. Digitalisasi pemerintahan bukan hanya menghadirkan aplikasi, tetapi memastikan aplikasi tersebut digunakan secara optimal, terintegrasi, dan mampu mempercepat proses pelayanan.

“Tujuan digitalisasi adalah mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan kinerja yang maksimal. Seluruh perangkat daerah harus serius memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan tugas pemerintahan,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aplikasi yang dimiliki. Setiap Perangkat Daerah (PD) diminta menginventarisasi seluruh aplikasi yang digunakan, mengidentifikasi aplikasi yang masih aktif maupun yang belum berjalan optimal, serta menyusun daftar kebutuhan pengembangan dan perbaikannya. Hasil inventarisasi tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut dalam rapat evaluasi berikutnya.

Para peserta Rakor saat sedang mengikuti kegiatan rapat.
Para peserta Rakor saat sedang mengikuti kegiatan rapat.

Selain itu, seluruh perangkat daerah diwajibkan menyiapkan bukti dukung (evidence) terkait pemanfaatan aplikasi sesuai indikator penilaian Pemdi. Setiap perkembangan implementasi aplikasi layanan digital juga diminta untuk dilaporkan secara berkala kepada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rote Ndao sebagai koordinator pelaksanaan Pemerintah Digital.

Pada kesempatan tersebut, Asisten III Sekda Kab. Rote Ndao turut memaparkan paradigma dari  Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ke Pemerintah Digital (Pemdi). Dijelaskan bahwa SPBE merupakan fondasi dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik, sedangkan Pemdi berfokus pada tingkat kematangan pemanfaatan teknologi digital yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, efektivitas birokrasi, dan pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan.

Rakor ini turut dihadiri oleh Asisten I, Asisten II, Asisten III Sekda Kab. Rote Ndao, Para Kepala  dan Sekretaris Perangkat Daerah.

Bupati Rote Ndao bersama kepala perangkat Daerah setelah melakukan Rakor PEMDI
Foto bersam Bupati Rote Ndao dan kepala perangkat Daerah setelah melakukan Rakor PEMDI

Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan bahwa transformasi digital harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah. Keberhasilan Pemerintah Digital tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana aplikasi tersebut memberikan kemudahan, mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)

 

Peserta Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan pimpinan prangkat daerah.

Pemkab Rote Ndao Perkuat Budaya Inovasi Melalui Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasikan HAKI

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat budaya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi seluruh perangkat daerah, Jumat (10/06/2026). Kegiatan yang merupakan implementasi Mbule Sio (Sembilan Agenda Perubahan), khususnya agenda Rote Ndao Amanah, bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperoleh perlindungan hukum sebagai kekayaan intelektual daerah.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat membuka kegiatan menjelaskan, bahwa birokrasi yang profesional tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas sesuai ketentuan, tetapi juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, menyelesaikan berbagai persoalan secara kreatif, serta terus melakukan pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Peserta Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan pimpinan prangkat daerah.
Peserta Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan pimpinan prangkat daerah.

Profesionalisme dan inovasi, dua hal yang harus berjalan beriringan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. “Inovasi bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” jelas Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Bupati Paulus Henuk mengatakan, inovasi tidak selalu berarti menciptakan aplikasi baru, melainkan dapat dilakukan melalui penyederhanaan pelayanan, perbaikan tata kelola, integrasi data, dan pemanfaatan teknologi.

” Inovasi tak selalu identik dengan menciptakan aplikasi baru. Inovasi dapat berupa penyederhanaan prosedur pelayanan, perbaikan tata kelola, integrasi data, pemanfaatan teknologi, maupun cara kerja baru,” jelasnya.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan arahan membuka Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan arahan membuka Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengapresiasi kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi NTT yang membedah mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“ Tentu kita berharap seluruh inovasi yang lahir dari Kabupaten Rote Ndao tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memperoleh perlindungan hukum sebagai kekayaan intelektual daerah,” ucap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Bimtek Inovasi Daerah dan Sosialisasi HAKI menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi NTT, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperrida) Kabupaten Rote Ndao, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rote Ndao. Diikuti peserta dari perwakilan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao.

*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Semarak Festival Hus Nde'o, sebanyak 300 peserta tampilkan atraksi kuda hias yang memukau ribuan pengunjung.

Semarak Festival Hus Nde’o, 300 Peserta Tampilkan Atraksi Kuda Hias Pukau Ribuan Pengunjung

Semarak Festival Hus Nde’o kembali digelar melalui Parade Kuda Hias yang berlangsung meriah di Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kamis (09/07/2026). Sebanyak 300 peserta ambil bagian dalam parade kuda hias dengan menampilkan atraksi berkuda yang memukau ribuan pengunjung. Festival budaya masyarakat Rote Ndao ini bertujuan mempererat persatuan, memperkenalkan kekayaan budaya daerah, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dan unsur Forkopimda turut hadir memeriahkan festival budaya Hus Nde’o. Festival dibuka oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Wakil Bupati Apremoi D. Dethan yang menyampaikan sambutan pembuka. Sebelum parade dimulai, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama unsur Forkopimda lebih dulu menjajal arena Hus menggunakan kuda pilihan yang telah disiapkan panitia, kemudian diikuti ratusan peserta yang bersiap menampilkan atraksi terbaik mereka.

Semarak Festival Hus Nde'o, sebanyak 300 peserta tampilkan atraksi kuda hias yang memukau ribuan pengunjung.
Semarak Festival Hus Nde’o, sebanyak 300 peserta tampilkan atraksi kuda hias yang memukau ribuan pengunjung.

Festival Hus Nde’o diisi dengan Parade dan atraksi berkuda, pertunjukan Silat Kampung dan Kebalai bersama, pameran produk UMKM lokal serta promosi destinasi wisata Kabupaten Rote Ndao. Arena Hus Nde’o pun telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya Rote Ndao.

Wabup Apremoi D. Dethan mengatakan, Festival Hus Nde’o sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa, yang diwujudkan melalui sembilan Agenda Perubahan Mbule Sio.

Penyelenggaraan Festival Hus Nde’o merupakan implementasi Mbule Ha (Rote Ndao Sejahtera), karena pelestarian budaya dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui penguatan budaya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Hus Ndeo bukan sekadar tradisi, melainkan aset budaya yang mampu menggerakkan ekonomi, pariwisata, serta menjadi kebanggaan daerah menuju Rote Ndao yang semakin maju dan berdaya saing,” ucap Wabup Apremoi D. Dethan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Forkompimda dalam Parade Kuda Hias Festival Hus Nde’o.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Forkompimda dalam Parade Kuda Hias Festival Hus Nde’o.

Ia menambahkan, festival ini juga mengimplementasikan Mbule Falu (Rote Ndao Malole) melalui pelestarian warisan leluhur Hus Nde’o dan pengembangan pariwisata yang dipadukan dengan berbagai pagelaran seni tradisional sebagai simbol jati diri daerah. Selain itu, Mbule Ne (Rote Ndao Berdaya) diwujudkan melalui perputaran ekonomi masyarakat dan pemberdayaan UMKM, sedangkan Mbule Sio (Rote Ndao Harmoni) tercermin dari semakin kuatnya tali persaudaraan, persatuan masyarakat, serta partisipasi aktif masyarakat dalam Festival Hus Nde’o.

Semarak Festival juga dihadiri oleh para wisatawan mancanegara yang begitu antusias menyaksikan pagelaran budaya Hus Nde’o. Kegiatan ditutup dengan Kebalai bersama seluruh peserta dan masyarakat yang memadati arena pagelaran serta pemberian hadiah Lari Tel pada Festival Hus Ndeo bagi 3 (tiga) peserta dengan kategori kuda tercepat dan 9 (sembilan) peserta dengan kategori atraksi terbaik.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat berdiskusi bersama masyarakat di Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Selatan

Wabup Rote Ndao Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Posyandu Pallapa 2, Perkuat Upaya Cegah Stunting

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (8/7/2026), sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat dan percepatan pencegahan stunting. Kunjungan tersebut diisi dengan pelayanan lintas sektor, distribusi bibit pangan bergizi, serta edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pola asuh dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat berdiskusi bersama masyarakat di Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Selatan
Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat berdiskusi bersama masyarakat di Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya

Kunjungan kerja di Posyandu Pallapa 2 merupakan lanjutan dari rangkaian monitoring pelayanan Posyandu yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Rote Ndao. Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Rote Ndao, Diana A. Bullu, S.E., bersama sejumlah perangkat daerah terkait.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai perangkat daerah melalui pelayanan terpadu kepada masyarakat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memberikan pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) lima meja, Dinas Kesehatan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, sedangkan Dinas Sosial memberikan sosialisasi mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat Desa Oebafok.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bibit sayuran dan buah kepada keluarga yang berisiko stunting sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan gizi. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan Program Kintal Gizi sebagai bagian dari intervensi pencegahan stunting berbasis keluarga.

Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat menyampaikan sambutan dalam Kunjungan Kerja di Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya
Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat menyampaikan sambutan dalam Kunjungan Kerja di Posyandu Pallapa 2, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting sangat ditentukan oleh kualitas pengasuhan, perhatian terhadap pemenuhan gizi, serta keterlibatan seluruh anggota keluarga.

Ia mengapresiasi capaian Posyandu Pallapa 2 yang tidak memiliki anak stunting. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat anak di bawah dua tahun (baduta) yang mengalami wasting sehingga tetap memerlukan perhatian dan penanganan serius agar tidak berkembang menjadi stunting.

Wabup Rote Ndao Apremoi D. Dethan melakukan foto bersama masyarakat Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya

Wakil Bupati juga menekankan bahwa pola asuh menjadi faktor penting yang menentukan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, tanggung jawab dalam merawat dan membesarkan anak tidak hanya berada di pundak ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah sebagai bagian dari pengasuhan dalam keluarga.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berkomitmen menekan angka stunting melalui berbagai program yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seluruh sumber daya yang dimiliki keluarga, katanya, perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup keluarga sebagai prioritas utama.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh pihak yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mewujudkan generasi Rote Ndao yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Berita ini mempertahankan alur dan gaya yang konsisten dengan berita sebelumnya: diawali konteks kelanjutan kunjungan kerja, dilanjutkan uraian kegiatan lintas sektor, kemudian memuat poin-poin utama sambutan Wakil Bupati menggunakan struktur piramida terbalik. *(PPID Utama_Rote Ndao)