literasi-2

Buka Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah, Bupati Paulina : Untuk Generasi ke Depan

Dalam upaya membangun kualitas pendidikan, Gerakan Literasi Sekolah di gaungkan guna meningkatkan semangat dan daya baca peserta didik. Di Kabupaten Rote Ndao, Gerakan Literasi Sekolah sebagai turunan dari Gerakan Literasi Nasional digagas untuk memacu sekolah dan peserta didik memiliki semangat literasi yang lebih baik. Di sini semangat membaca, kemampuan menulis karya ilmiah dan aktualisasi keterampilan peserta didik di latih dan ditingkatkan.

Untuk tujuan tersebut, Bupati Rote Ndao,Paulina Haning-Bullu,SE membuka kegiatan Gerakan Literasi Sekolah tingkat Kabupaten Rote Ndao di SMK Negeri 1 Lobalain, rabu (25/05/2022) sore. Kegiatan bertajuk Mengakarkan Literasi Memberdayakan Generasi ini berisi workshop penulisan karya ilmiah bagi guru SMK, SMA, SLB dan peserta didik se-Kabupaten Rote Ndao serta pameran kompetensi dan keahlian. Bupati Paulina di dampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE.M.Si serta turut hadir unsur Forkompimda Kabupaten Rote Ndao dan Duta Baca Indonesia, Heri Hendrayana Harris.

Bupati Paulina menilai kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan kompetensi dan keahlian peserta didik. Karena diforum ini mereka dilatih untuk mengembangkan kemampuan literasinya serta menampilkan produk hasil keterampilan. Sebagaimana yang terlihat dalam pameran keterampilan dan keahlian pada sejumlah stand berisi produk olahan pertanian, teknologi desaign konstruksi bangunan, otomotif, komputer dan elektronik. Semuanya merupakan hasil kreatiftas peserta didik. Untuk itu, ia mengapresiasi pergelaran workshop penulisan karya ilmiah dan pameran keterampailan dan keahlian ini sebagai bagian dari implementasi program Gerakan Literasi Nasional yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan pemkab Rote Ndao. “ Terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan yang telah mencanangkan sebuah program Literasi. Literasi ini sangat penting bagi kita semua karena sesuai dengan tema kali ini, Mengakarkan Literasi untuk Memberdayakan Generasi. Tentu saja ini bukan hanya tugas dari Pemerintah atau guru, tetapi merupakan tugas kita semua orang tua dan masyarakat ,” jelas Bupati Paulina.

Bupati Paulina selalu antusias dan menaruh perhatian serius terhadap tumbuh kembang generasi daerah ini. Ia menilai pentingnya menyiapkan generasi ke depan yang harus dimulai sejak saat ini. Salah satunya adalah lewat literasi. “ Agar generasi kita dapat dipersiapkan dengan baik mulai saat ini. Untuk mengganti kita semua ke depan. Jadi harus dari sekarang. Karena kita sudah punya fondasi yang cukup luar biasa. Orang Rote itu cukup pandai. Makanya Saya bilang fondasi kita sudah kuat. Bagaimana kita membangun dengan fondasi yang ada itu supaya kita berada di depan,” ungkap Bupati Paulina memberi semangat.

Ia juga mengajak semua stakeholder di daerah ini untuk terus bersama menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam tumbuh kembang dan membudayakan literasi bagi peserta didik di daerah ini. “ Seluruh stakeholder agar memperkuat sinergitas antar unit pelaku literasi dengan menghimpun semua potensi serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di daerah ini,” harap Bupati Paulina.

Menurutnya, tinggi rendahnya tingkat literasi akan berpengaruh terhadap produktifitas sehingga berujung pula tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga indeks pembangunan manusia setiap daerah bisa terukur dari hal tersebut. “ Tingkat literasi mempunyai dampak yang sangat luas. Jika lietasi rendah maka tentu berkontribusi terhadap rendahnya produktifitas yang berujung pada rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sehingga berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di daerah ini,” jelas Bupati Paulina.(DKISP)

ikm-orta1

Peringkat Dua di NTT, Bimtek IKM Terus Pacu Peningkatan Pelayanan Publik

Tak dapat dipungkiri bahwa Pemda Rote Ndao memang masih berada di zona kuning dalam hal kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik. Tapi di level provinsi, menurut hasil evaluasi tingkat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2021 yang di rilis Ombudsman Perwakilan NTT, Kabupaten Rote Ndao tetap menduduki peringkat dua nilai tertinggi di NTT. Karena itu, berkenaan dengan komitmen Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE untuk menerapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) tahun 2023 diharapkan Pemda Rote Ndao dapat menaikan rating kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang tentunya berkaitan dengan indeks kepuasan masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) kepada perangkat daerah Lingkup Pemda Kabupaten Rote Ndao secara daring bertempat di Ruang Vicon Kantor Bupati Rote Ndao, selasa (24/05/2022).

“Merujuk pada hasil penilaian Ombudsman Perwakilan NTT atas kepatuhan pelayanan publik di Rote Ndao. Memberi nilai kepatuhan kepada kita di Zona Kuning dengan nilai 64,66. Ini artinya masih dibutuhkan kerja sama kita untuk memacu pelayanan publik di daerah ini agar meningkatkan standar yang kita miliki. Tapi luar biasa bahwa kita masuk dalam peringkat nomor dua tingkat Provinsi NTT. Padahal kita belum punya Mal Pelayanan Publik,” jelas Wabup Stef.

Lanjut Wabup Stef, berkenaan dengan obsesi Bupati Paulina yang akan menerapkan MPP tahun 2023, ia tak henti mengajak semua perangkat daerah untuk terus bekerja dengan penuh kesungguhan sesuai dengan amanat tugas yang diberikan pimpinan. Lewat Bagian Orta, akan terus memantau perkembangan hasil evaluasi setiap perangkat daerah berdasarkan laporan tingkat kepuasan masyarakat. Yang baik akan diberikan reward. “ Obsesi mama Bupati tahun depan kita sudah bangun Mal Pelayanan Publik. Jadi tahun depan dengan kita sudah membangun pusat pelayanan publik pada satu tempat. Bagi yang tidak berpartisipasi dengan sungguh tentu akan diberikan sanksi. Teruslah bekerja dengan penuh kesungguhan sesuai dengan amanat tugas yang diberikan oleh pimpinan. Yang baik akan diberikan reword,” ungkap Wabup Stef.

Ia menjelaskan Bimtek IKM untuk perangkat daerah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat meningkatkan pelayanan di daerah ini. Bimtek IKM ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik bagi perangkat daerah dalam melayani kepentingan masyarakat. Karena itu akan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat atas layanan publik sebab bermanfaat bagi masyarakat dan daerah ini. “Dengan demikian maka untuk bisa kita wujudkan apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita dalam pelayanan publik lebih dari saat ini. perlu ada bimbingan teknis. Maka pada hari ini kita lakukan bimek kepuasan masyarakat kepada perangkat daerah yang terlibat dalam pelayanan publik. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik dalam melayanani kepentingan masyarakat,” tegas Wabup Stef.

Wabup Stef berharap setiap perangkat daerah mengikuti kegiatan ini secara serius dan aktif mengaplikasikannya. Menyerap materi yang diberikan oleh para narasumber dengan sebaik-baiknya agar dapat memahami dengan baik bagaiamana penyelenggaraan pelayanan publik di perangkat daerah masing-masing serta mampu membuat laporan kepuasan masyarakat.(DKISP)

ker-sos-1

Kemensos-Pemkab Rote Ndao Kolaborasi Lumbung Sosial untuk Mitigasi Bencana

Kementerian Sosial RI bersama Pemkab Rote Ndao berkolaborasi untuk menyiapkan masyarakat dan wilayah rawan bencana di daerah ini agar memiliki kesiap-siagaan ketika bencana terjadi secara tiba-tiba, dalam program Kesiap-siagaan dan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat.

Kemensos RI menggandeng pemerintah daerah membangun kesiapan masyarakat terhadap dampak bencana dengan pendirian Lumbung Sosial di daerah-daerah rawan bencana. Lumbung Sosial ini dibangun dengan maksud sebagai antisipasi apabila terjadi bencana maka masyarakat di daerah terdampak bencana tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya diantaranya bahan makanan, air bersih, penerangan dan lainnya.

Kepala Sub Koordinator Mitigasi Kementerian Sosial, Tota Oceanna Zonneveld saat berdiskusi dengan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE.M.Si, senin (23/05/2022) diruang kerja Bupati Rote Ndao saat menjelaskan prioritas utama program di tahun 2022. Kementerian Sosial memberi perhatian penuh kepada masyarakat di kepulauan, daerah-daerah yang berpotensi gempa serta daerah yang rawan banjir, longsor, kekeringan dan lainnya. “semua data itu kami dapat dari BMKG. Jadi daerah-daerah yang direkomendasikan oleh BMKG merupakan daerah yang potensi atau zona merah bencana di situ kami perkuat,” jelas Tota.

Lewat program Kesiap-siagaan dan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat ini, lanjut Tota, masyarakat diberikan edukasi atau pelatihan. Dan tidak sampai pada tahap edukasi saja, pihaknya juga memberikan dukungan dengan logistik karena menyadari banyak daerah dan masyarakat di kepulauan mempunyai keterbatasan. “Mereka siap. Masyarakat itu siap untuk berpartisipasi. Mereka punya kearifan lokal. Gotong royong tapi mereka mau saling bantu apa? Karena itu pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten agar masyarakat merasa tenang. Karena jika tiba-tiba ada bencana minimal mereka punya persediaan stok bahan pangan,” ungkap Tota.

Lumbung Sosial ini dipusatkan di lima kecamatan yakni Kecamatan Landu Leko, Rote Barat Daya, Pantai Baru, Loaholu, Ndao Nuse. Kemudian tiga titik di Pulau Nuse, Landu dan Usu. Pertimbangannya ketika terjadi bencana masyarakat di kepulauan biasanya terisolir dengan kondisi bencana yang terjadi.

Bupati Paulina mengapresiasi kehadiran Lumbung Sosial di wilayahnya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian terhadap Kabupaten Rote Ndao. Ia mengakui memang masih ada kemiskinan ekstrim yang terjadi. Serta ada banyak wilayah yang letaknya di pesisir dan kepulauan. Sehingga perhatian dari pemerintah pusat ini patut diapresiasi. “ Kita mengakui masyarakat punya kemampuan yang terbatas. Kami yakin bahwa Rote Ndao tetap menjadi perhatian. Ada beberapa titik di daerah ini yang harus dengan penyeberangan laut. Rote Ndao ini Kabupaten Kepulauan,” jelas Bupati Paulina.

Terkait lokasi Lumbung Sosial ini, Bupati Paulina sempat berdiskusi dengan Kepala Sub Koordinator Mitigasi Kementerian Sosial, Tota Oceanna Zonneveld. Ia mengusulkan agar meski ditetapkan di lima kecamatan tetapi dalam pelaksanaannya mampu melayani wilayah lain apabila terjadi bencana. Tujuannya agar masyarakat yang mengalami bencana tetap dapat tertolong dengan segera. Usul ini diterima. Kasub Koordinator Mitigas, Tota Oceanna Zonneveld menjelaskan penggunaan Lumbung Sosial ini boleh digunakan diwilayah diluar lokasi pembangunan Lumbung Sosial. Prosedurnya adalah, setelah Lumbung Sosial dibangun, Camat setempat bertindak selaku Ketua Tim Pemantau. Jika terjadi bencana diluar wilayahnya yang terdekat maka bahan logistik dan penerangan serta peralatan air bersih pada Lumbung Sosial dimaksud boleh digunakan dengan sepengetahuan Camat.(DKISP)

bian1

BIAN 2022, Targetkan Semua Anak Peroleh Imunisasi MR

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kali ini diharapkan mampu memenuhi target semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun menerima imunisasi MR untuk pencegahan Campak-Rubella. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE ketika mencanangkan BIAN Tahun 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao di SD Inpres 2 Ba’a Sabtu (21/05/2022) mematok target minimal tersebut untuk direalisasi sebulan ke depan.

Bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat pencanangan BIAN, Bupati Paulina mengungkapkan keinginannya agar semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun harus diimunisasi MR untuk menghindari Camapak dan Rubella pada anak. Ia berharap target 100 persen anak diusia tersebut atau minimal 95 persen tahun ini direalisasikan dengan baik. “ Kita harus bersemangat menyukseskan kegiatan BIAN ini dengan membangun kerja sama lintas sektor, lintas program dan kemitraan terkait dengan komitmen kita mengatasi Campak Rubella ini. Dan hasilnya harus mencapai target minimal 95 persen. Kalau tidak 100 persen pun maka minimal itu 95 persen tercapai,” harap Bupati Paulina.

Pemberian imunisasi ini, kata Bupati Paulina, dilakukan atas semangat dan komitmen untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Ini menjadi harapan sekaligus kebanggaan tersendiri. Karena itu kerja bersama semua komponen di daerah sangat ia harapkan. “ Kesuksesan kegiatan ini merupakan tanggungjawab semua komponen di daerah ini. Pemerintah dan masyarakat kita saling mengingatkan. Jadi tanggungjawab ini bukan saja pemerintah tetapi juga masyarakat agar kelak anak-anak kita menjadi sehat dan cerdas. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Bupati Paulina.

Pelaksanaan BIAN ini khususnya imunisasi Campak dan Rubella dengan melihat dampaknya bagi anak-anak. Campak yang menyerang anak dengan komplikasi yang serius dapat menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian. Sedangkan Rubella bisa menular kepada ibu hamil. Sehingga awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi. “ Kita harus waspada supaya anak-anak kita bisa tumbuh dengan sehat. Kita semua harus ingatkan agar ibu hamil juga harus diimunisasi campak. Sebab Campak dengan komplikasi serius menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian pada anak. Demikian pula Rubella yang menular kepada ibu hamil, menyebabkan diawal kehamilannya bisa terjadi keguguran dan anak yang lahir bisa mengalami kecacatan,” jelas Bupati Paulina mengingatkan. Sehingga ia mengajak semua komponen terutama aparaturnya untuk proaktif dalam tugas dan tanggungjawab, mampu memastikan masyarakat untuk membawa anaknya ke puskesmas guna mendapat imunisasi.

Pada momentum BIAN ini dilakukan imunisasi dasar lengkap untuk penyakit Campak-Rubela. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan demi masa depan anak-anak kita. “ Jadi itu menjadi tanggungjawab kita bersama. Tetapi yang terutama camat, lurah dan kepala desa karena cukup dekat dengan masyarakat. Hari kita lakukan pencanangan sehingga ke depan camat harus proaktif. Jangan tidur. Karena diberikan jabatan itu mesti menjadi tanggung jawab terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing. Karena ini demi masa depan anak-anak kita,” kata Bupati Paulina memberi semangat.

Kegiatan imunisasi ini sendiri merupakan salah satu prioritas dan dalam rangka menurunkan kematian pada anak. Imunisasi ini turut berkontribusi dalam mewujudkan Human Development Indeks terkait dengan angka umur harapan hidup.

Bupati Paulina menabuh gong tanda pencanangan BIAN 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang akan berlangsung hingga bulan juni 2022. Bupati Paulina bersama Wabup Stef menyempatkan menyaksikan kegiatan imunisasi perdana pada anak-anak di SD Inpres 2 Ba’a sembari memberikan semangat agar anak-anak percaya diri dan tidak takut mengikuti imunisasi.(DKISP)

launching 1

Bupati Paulina Launching Mama Bo’i, Inovasi Percepatan Penanganan Stunting

Setelah Gerakan Gerakan Operasi Timbang Sehat, Pemberian Makanan Tambahan Lokal dan Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3), kini satu lagi inovasi yang dicetuskan untuk memastikan penanganan stunting di daerah semakin efektif. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE melaunching program Mari Membawa Mama Melewati Masa Kehamilan, Persalinan dan Nifas dengan Aman (Mama Bo’i) dalam kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao yang digelar di Hotel Ricky, jumat (20/05/2022).

Sebuah program berbasis komunitas yang dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya kematian ibu dan bayi selama proses persalinan. Program Mama Bo’i lahir dari perspektif bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak janin terbentuk dalam kandungan ibu. Prinsipnya adalah mengeliminasi kematian ibu dan bayi. Sebab ada hubungan yang kuat antara stunting dengan ibu dan bayi. “ Terima kasih hari ini kita akan launching Mama Boi. Sebuah sistem rujukan terintegrasi yang berbasis komunitas. Jadi hari ini resmi saya buka dengan harapan para camat,lurah kepala desa harus memperhatikan ibu hamil di wilayahnya masing-masing,” ajak Bupati Paulina.

Bupati Paulina lalu menginstruksikan perangkatnya di kecamatan, kelurahan dan desa agar terus memantau perkembangan ibu dan bayi, memberikan edukasi secara cermat dan memastikan pengecekan kandungan di fasilitas kesehatan dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Sehingga ia tidak ingin ada lagi kasus kematian ibu dan bayi. “ Berikan arahan kepada mereka untuk setiap saat mengecek kandungannya ke faskes terdekat. Saat melahirkan agar ditangai oleh Nakes. Harapan saya, datang satu harus pulang dua. Nah, kami anggap para camat yang diberikan tugas itu sudah punya kemampuan. Jadi apa yang menjadi program itu harus ditindak lanjut sesuai harapan. Sehingga kita bisa hidup dengan penuh damai. Jangan ada kematian ibu dan anak,” harap Bupati Paulina.

Bupati Paulina ingin Program Mama Bo’i memastikan proses persalinan yang berkualitas, tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi sehingga ia menyentuh hati semua pihak untuk terlibat aktif dalam pelayanan ibu dan bayi. “ Dengan inovasi Mama Bo’i ini menyentuh perasaan kita terhadap ibu dan anak-anak penerus bangsa ini agar memiliki kemampuan yang berdaya saing. Kita lakukan dengan rasa kasih dan cinta” ujar Bupati Paulina.

Dalam program Mama Bo’i sendiri semua unsur dalam komunitas turut berperan mencegah kematian ibu dan bayi. Tidak boleh dalam perencanaan itu ibu hamil dan melahirkan lalu meninggal. “ Harus Nol yang meninggal. Tidak boleh ada ibu yang meninggal. Para Camat, Kepala Desa dan Lurah harus tahu masyarakat yang hamil. Sehingga terus mengawal ini untuk memberikan kepedulian kepada ibu hamil,” harap Bupati Paulina.

Kegiatan di hadiri Forkompimda Rote Ndao dan Narasumber Bapelitbang Provinsi NTT, Vince Bimas Pangula,SKM, Para Camat, para Kepala Puskesmas dan Kader se-Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)

rembuk stunting

Aksi Konvergensi (Rembuk Stunting), Ini Strategi dan Inovasi Pemkab Rote Ndao

Pemda Rote Ndao punya catatan baik soal penanganan Stunting. Sejak tahun 2020, angka Stunting di daerah ini terus mengalami trend penurunan. Dari angka 25,83 % pada 2020, menukik turun di tahun 2021 sebesar 23,48 %. Ini tak lepas dari strategi dan inovasi dalam program kerja penangan stunting yang diterapkan pemkab Rote Ndao.

Dalam Pembukaan Rembuk Stunting (Aksi Konvergensi) Tingkat Kabupaten Rote Nado Tahun 2022 yang digelar, jumat (20/05/2022) bertempat di Aula Hotel Ricky Baa, bertujuan menyusun strategi pencegahan dan penanganan stunting dengan melibatkan semua komponen. Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si menyampaikan empat strategi dan inovasi percepatan pencegahan dan penanganan stunting di daerah. Empat strategi dimaksud masuk dalam Program Rote Cerdas.

Pertama, kata Wabup Stef, Rote Ndao menerapkan Gerakan Operasi Timbang Sehat. Yakni operasi untuk memantau tumbuh kembang anak terutama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dipusatkan di setiap Posyandu. Juga pemantauan terhadap perkembangan gizi anak.
Kedua, Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi anak stunting. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal bernutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. “Jadi kita manfaatkan potensi yang kita miliki sebagai sumber daya yang punya nutrisi tinggi yang kita berikan kepada anak-anak kita yang mengalami stunting. Sehingga mereka bisa secepatnya terbebas dari stunting,” ungkap Wabup Stef. Ketiga, Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3). Menurut Wabup, gerakan ini adalah yang paling hits. Gerakan ini telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 11 Tahun 2021. Kaka Angkat Ade Asuh ini dimulai dari ASN pemkab Rote Ndao. “Seluruh ASN terlibat. Dan ternyata dengan melibatkan ASN sangat efektif dan telah terjadi perubahan dimana ada kesembuhan dari anak-anak kita yang mengalami stunting tersebut,” jelas Wabup Stef.

Meski demikian, pihaknya berharap penanganan stunting tidak hanya terbatas pada ASN, tapi ia menghimbau kepada masyarakat baik yang berdomisili di Rote atau luar Rote yang punya kepedulian terhadap anak-anak kita yang alami stunting untuk turut terlibat. “Kami canangkan gerakan ini karena masa depan Rote Ndao tentu sangat ditentukan oleh Generasi akan datang. Mari kita beri kepedulian terhadap program ini. kalau ada yang belum punya Adik asuh tentu kami ajak kita semua bisa daftarkan diri,’ ajak Wabup Stef.

Lanjut Wabup Stef, pihaknya melihat strategi penanganan stunting tidak hanya mencegah stunting pada anak yang terkonfirmasi stunting tetapi dengan mengeliminasi kematian ibu dan bayi. Saat ini Pemkab Rote Ndao menginisiasi satu lagi inovasi yang disebut Mama Bo’i. Hal ini melihat adanya hubungan antara stunting dengan ibu dan bayi. Anak yang bebas stunting juga sangat ditentukan oleh ibu yang sehat. “ Kami inisiasi satu inovasi namanya Mama Bo’i. Yang merupakan sistem rujukan terintegrasi. Melibatkan komunitas yang didalamnya ada sembilan simpul. Dimulai dari pemerintah daerah, camat, lurah dan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan lainnya. itu menjadi satu komunitas. Agar memastikan 1.000 HPK bayi tetap sehat. Bayi yang dilahirkan harus bebas stunting,” jelas Wabup Stef.

Untuk diketahui, Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao dengan tema Cegah Stunting, Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Sehat, Cerdas dan Produktif.

Momen Rembuk Stunting juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama Bupati dan jajaran pemerintahan bersama Manager Facilitator Region South East 2, Bapak Erwin Hutapea mewakili Yayasan Compassion International dan Pusat Pengembangan Anak (PPA) Nusa Lote. Ini menjadi pijakan keseriusan kedua pihak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah mengharapkan PPA Nusa Lote menjadi model dalam upaya penanganan stunting dan malnutrisi bagi seluruh penerima manfaat di wilayah PPA Nusa Lote di Rote Ndao.

Pada kesempatan ini juga Bupati Rote Ndao paulina Haning-Bullu,SE melaunching Program inovatif Mama Bo’i.

Kegiatan di hadiri Forkompimda Rote Ndao dan Narasumber Bapelitbang Provinsi NTT, Vince Bimas Pangula,SKM, Manager Facilitator Region South East 2 Bapak Erwin Hutapea, Para Camat, para Kepala Puskesmas dan Kader se-Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)

wtp-22-1

Pertahankan Opini WTP, Bupati Paulina : Terima Kasih Untuk Kita Semua

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Tahun Anggaran 2021. Sebuah Opini yang menunjukan profesionalisme Pemerintah Daerah dalam pengelolaan keuangan daerah sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Hal Ini merupakan salah satu capaian positif Bupati Paulina Haling-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,MSi dalam hal pengelolaan keuangan yang baik dan professional untuk pembangunan daerah.

Pada selasa (17/05/2022) petang, Ada 5 Bupati dan Ketua DPRD di NTT yaitu : Rote Ndao,TTS, Nagekeo, Sumba Tengah, Manggarai Timur berkumpul di Kantor BPK Perwakilan Provinsi NTT di Kupang dalam rangka penerimaan LHP BPK atas LKPD Pemerintah daerah tahun anggaran 2021. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE hadir dan didampingi Ketua DPRD Alfred Saudila dan Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM. LHP BPK ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT Adi Sudibyo.

Bupati Paulina mengungkapkan WTP untuk LKPD Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tahun ini adalah yang kedua kalinya dalam masa kepemimpinannya bersama Wabup Stef. Untuk itu ia tak dapat menyembunyikan rasa haru, syukur dan terima kasihnya atas capaian ini. Ia menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Kepala kantor BPK Perwakilan Provinsi NTT serta semua jajarannya atas semua dampingannya terhadap pemerintah daerah sehingga hasil yang baik ini dapat dicapai. “Terima kasih kepada Kepala Kantor  BPK Perwakilan Provinsi NTT serta seluruh jajaran yang telah membimbing kami selama proses ini berlangsung. Terhadap catatan-catatan kecil yang diberikan menjadi perhatian dan tentu kami terus mengharapkan bimbingan untuk lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Bupati Paulina. Ia menambahkan, WTP kali ini adalah yang kedua kali diterima dimasa kepemimpinannya bersama Wabup Stef. Sehingga ia juga menyampaikan terimakasih kepada DPRD Rote Ndao, pemerintah dan seluruh masyarakat Rote Ndao. Bupati Paulina melihat capaian ini sebagai hasil kerja keras bersama. “ Ini merupakan opini WTP yang kedua. Terima kasih Pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Pemkab Rote Ndao dan seluruh masyarakat yang bekerja keras sehingga kita mampu mempertahankan opini WTP ini dua tahun berturut-turut. Juga semua pihak yang memberikan kontribusi dalam pengelolaan keuangan daerah ini secara profesional,” ungkap Bupati Paulina.

Pemerintah daerah, lanjut Bupati Paulina, dibawah kepemimpinannya akan terus menjaga komitmen untuk tata kelola keuangan daerah yang professional. Penyusunan anggaran tetap maksimal untuk memberikan dampak yang positif bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Bupati Paulina menyatakan wujud profesionalisme pengelolaan keuangan daerah sesuai standar akuntansi pemerintah terbaca lewat raihan WTP ini. Artinya pemerintah daerah telah mampu memenuhi standar pengelolaan keuangan daerah yang baik. “ Sebuah pernyataan profsionalisme yang menunjukan bagaimana pemerintah kabupaten Rote Ndao memenuhi standar akuntansi pemerintah dalam pengelolaan keuangan daerah,” Jelas Bupati Paulina.
Menurutnya, capaian ini juga terus memotivasi jajaran Pemkab Rote Ndao agar semakin bersemangat dan profesional dalam bekerja dan terus mempertahankan Predikat WTP ini.

Meski demikian, Bupati Paulina juga menyadari bahwa hasil yang diraih ini bukan tanpa kendala. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang tetap harus di sempurnakan lagi agar tidak terjadi kesalahan di tahun yang akan datang.
“ Bukan berarti tidak ada temuan lagi. Kita harus akui bahwa masih ada yang menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sehingga harapan kita sedikit kendala yang sempat dihadapai tidak terulang di tahun berikutnya,” harap Bupati Paulina.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Alfred Saudila mengatakan, DPRD memberikan dukungan secara kelembagaan kepada pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar menjadi semakin baik. “ DPRD memberikan dukungan. Lembaga DPRD mendukung pemerintah untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah. Agar terus semaik baik,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam surat BPK Perwakilan NTT Nomor 241/S/XIX.KUP/05/2022 tertanggal 17 Mei 2022 dengan Perihal Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2021 yang ditujukan kepada Bupati dan Ketua DPRD Rote Ndao menyatakan pokok hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bahwa Opini yang diberikan BPK atas LKPD Pemkab Rote Ndao Tahun Anggaran 2021 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).(DKISP/BKAD)

ulta-tpa2

Ultah TPA ke-5, Bupati Paulina Beri Pesan Humanis

Tempat Penitipan Anak (TPA) Binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Rote Ndao merayakan ulang tahunnya yang ke-lima dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE.M.Si dan menyampaikan Sambutan Bupati Paulina Haning-Bullu,SE. Bertempat di Auditorium Ti’i Langga, Selasa (10/05/2022).

Sebagai salah satu sarana pendidikan bagi anak usia dini, Bupati Paulina memahami pentingnya lembaga pendidikan dini bagi perkembangan generasi daerah ini ke depan, untuk itu, ia berpesan agar semua pihak selalu berlandaskan cinta kasih yang besar dalam mendidik dan membesarkan generasi penerus di daerah ini. “Kita berlandaskan cinta dan kasih sayang yang besar kepada anak-anak sebagai generasi penerus untuk dapat membangun karakter dan memaksimalkan potensi sehingga mempersiapkan anak-anak dalam setiap jenjang pendidikan dan mencerdaskan semua anak-anak di daerah ini,” harap Bupati Paulina.

Pemerintah daerah, kata Bupati Paulina, menempatkan pendidikan sebagai sektor penting dan prioritas karena efeknya yang besar dalam mempersiapkan generasi yang unggul. Tentunya dimulai dengan system pembelajaran dan kurikulum yang yang terbaik, menarik dan menyenangkan bagi anak sejak usia dini. “Pendidikan anak usia dini merupakan prioritas penting bagi kita dalam rangka kita menyiapkan generasi unggul dimulai sejak usia dini dengan pembelajaran dan kurikulum yang berkualitas dan menyenangkan sesuai kebutuhan pada jenjangnya termasuk bagi anak usia dini,” jelas Bupati Paulina.

Bupati Paulina memahami pendidikan usia dini merupakan periode emas dalam cara mendidik dan membesarkan generasi daerah ini sehingga dalam pandangannya, perhatian serius harus terus diberikan sejak usia dini agar potensi yang dimiliki anak dapat tersalurkan sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. “Anak-anak ini sebagai generasi penerus harus dididik sejak dini sehingga ke depan dapat mengasah kemampuan kognitif, emosional dan sosial serta mampu menyelesaikan masalah. Mereka perlu mendapat perhatian serius agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan,” tegas Bupati Paulina.

Ia juga berpesan para orang tua menjadi garda pendidikan bagi anak. Sejak dalam lingkungan keluarga anak sudah harus diperhatikan tumbuh kembangnya. Sebab bagaimanapun pendidikan paling dasar bagi anak adalah dari lingkungan keluarga.
“Pendidikan paling dasar bagi tumbuh kembang anak adalah keluarga. Saya berharap orang tua selalu memantau perkembangan anak. Bahwa pemilihan institusi pendidikan dengan kurikulum yang bagus saja belum cukup. Karena peran orang tua dan pengajar bagi perkembangan pendidikan anak adalah sama pentingnya,” ungkap Bupati paulina.

Saat ini, lanjut Bupati Paulina, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah adalah soal ketersediaan fasilitas pendidikan. Karena itu lewat kebijakan bidang pendidikan, terus diupayakan menyediakan layanan fasilitas pendidikan yang berkualitas di daerah. “Untuk itu Saya berharap Tempat Penitipan Anak Binaan TP-PKK Kabupaten Rote Ndao dapat menjadi salah satu sarana untuk dapat menjawab tantangan tersebut,” harap Bupati Paulina.

Mengakhiri sambutannya Bupati menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun ke-5 Tempat Penitipan Anak (TPA) Binaan TP-PKK Kabupaten Rote Ndao. “Semoga dengan usia yang semakin bertambah TPA ini terus berinovasi guna meningkatkan kualitas menjadi lebih baik kedepan” ujar Bupati.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Rote Ndao dan pertunjukan seni dari anak-anak TPA Binaan TP-PKK Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)

apel 22-1

Pemkab Rote Ndao Terapkan MPP di 2023

.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE didampingi Wakil Bupati Drs.Stefanus M. Saek, SE, M. Si dan Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, MM memimpin Apel Kekuatan ASN setelah liburan panjang Idul Fitri, dihalaman kantor Bupati Rote Ndao, senin (09/05/2022) pagi.

Ditengah pengarahannya kepada para ASN dan pimpinan OPD, Bupati Paulina menyampaikan terget pelaksanaan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Rote Ndao dimulai tahun depan. MPP sendiri sesuai Permen PANRB Nomor 23 tahun 2017 dan Nomor 92 Tahun 2021 tentang Juknis Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik, bertujuan untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan keterjangkauan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapat pelayanan publik di instansi pemerintah. Oleh karena itu, Bupati Paulina merekomendasikan penerapan MPP dilingkungan Pemkab Rote Ndao sudah harus dimulai tahun depan. Dan ada dua daerah di Indonesia sebagai contoh pelaksanaan Mall pelayanan publik yakni Kabupaten Badung di Provinsi Bali dan Kabupaten Belu Provinsi NTT.

Dijelaskan Bupati Paulina, sesuai hasil koordinasi dengan Pemprov NTT, penerapan MPP di Rote Ndao dijadwalkan dimulai pada 2024 mendatang namun Bupati Paulina berharap MPP tersebut dapat dipercepat dan mulai beroperasi tahun depan. Sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima dan terbaik bagi masyarakat. “ Memang MPP itu sesuai dengan arahan dari provinsi, bahwa kita jadwal pembangunannya itu di tahun 2024, tetapi Saya juga ingin agar tahun 2023 kita sudah bisa mulai membangun MPP,” jelas Bupati dan menambahkan terhadap hal ini, akan diatur MoU antara Pemkab Rote Ndao dan Pemkab Badung.

Dan berkenaan dengan penandatanganan MOU tersebut, Bupati Paulina juga ingin memadukannya dengan kegiatan Magang Petani Ternak terkait pengolahan pakan ternak. Magang dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan keahlian petani ternak di daerah dalam pengolahan pakan ternak berkualitas. “Karena itu dalam waktu dekat ini bertepatan dengan adanya kegiatan Maritim serta pelatihan Pakan Ternak disana. Bisa kita padukan dengan Penandatanganan MOU tersebut. Sehingga jalan satu kali. Karena ke Bali itu bukan hanya kegiatan Maritim saja, tetapi juga Saya bawa masyarakat untuk Magang terkait Pakan Ternak. Sebab disana ada Balai dari Kementerian Desa. Kita sudah bangun komunikasi dan mereka juga siap untuk memfasilitasi Magang bagi petani peternak kita untuk pengelolaan pakan ternak,” kata Bupati Paulina.

Bupati Paulina juga meminta pelaksanaan pekerjaan fisik dan non fisik di daerah agar dipercepat. Sehingga prosesnya tepat sasaran dan tepat waktu. Tapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. “Pelaksanaan pekerjaan fisik dan non fisik agar dipercepat. Prosesnya dipercepat. Sehingga bisa tepat waktu dan tepat sasaran. Bermanfaat bagi masyarakat,” harap Bupati Paulina.

Sementara itu, ditempat yang sama Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Jonas M. Selly kembali mengingatkan terkait kedisiplinan ASN serta memiliki kecerdasan interpesonal, artinya, ASN selain memiliki kemampuan juga harus bisa membangun hubungan kerjasama dan kolaborasi dengan orang lain terutama bagi para CPNS. “Pelajari tugas pokok dan fungsi OPD lewat berbagai regulasi baik itu Undang-undang, Peraturan Pemerintah bahkan sampai pada Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati. Sehingga mampu memahami dan menjalankan uraian tugas secara baik,” harap Sekda Jonas. Ia juga meminta agar ASN memahami visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang adalah visi dan misi daerah sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsi lebih terarah dan terukur.

Apel kekuatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan. (DKISP)

p3k-22-1

Bupati Paulina Kembali Mengangkat 100 PPPK Guru

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE melalui Wakil Bupati Stefanus M. Saek kembali menyerahkan Surat Keputusan Bupati untuk mengangkat 100 orang Guru di daerah ini menjadi Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi tahun 2021, bertempat di Aula Kantor Bupati Rote Ndao, Selasa (26/04/22).

Sebelumnya Bupati Paulina juga telah menyerahkan SK Pengangkatan PPPK Tahap I kepada 88 PPPK Guru dan 179 CPNS Formasi tahun 2021. Bupati Paulina sementara mengikuti Musrenbang Tingkat Provinsi NTT di Kupang sehingga di wakilkan penyerahannya kepada Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE, M.Si.

Wabup Stefanus M. Saek meminta PPPK yang dilantik untuk mengabdikan diri sebaik-baiknya bagi pembangunan daerah lewat dunia pendidikan di Rote Ndao. Sebab menurut Wabup Stef, hal ini harus di maknai sebagai sebuah bentuk anugerah yang harus disyukuri setelah lewati perjuangan dalam menetapkan sebuah pilihan menjadi ASN dengan melewati seleksi ketat yang diikuti sekitar 500-an peserta. “Saya atas ijin Mama Bupati dan atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao beserta seluruh jajaran yang ada di Pemda Rote Ndao mengucapkan selamat berbahagia karena hari ini telah ditetapkan menjadi PPPK, telah menemukan berkat dan anugerah,” ungkap Wabup Stef penuh hikmat.

Ia menegaskan sejumlah hal yang menjadi pijakan para PPPK Guru untuk dilaksanakan dalam tugas dan tanggungjawabnya memajukan dunia pendidikan Rote Ndao. Sebagai seorang guru, kata Wabup Saek, harus terus mengembangkan kompetensi, memperkaya wawasan pengetahuan lewat banyak sumber untuk diteruskan kepada anak didik. “Harus membawa anak didik menjadi lebih pintar sehingga guru harus memperkaya diri dengan pengetahuan lewat berbagai sumber. Pengetahuan yang diperoleh diberikan kepada anak didik” harap Wabup Stef.

Selain itu, para PPPK Guru juga diminta untuk selalu mencintai pekerjaan ini. menjalankan tugas dengan kegembiraan hati untuk melayani dengan penuh cinta kasih. Bagi Wabup Stef, kelulusan menjadi PPPK adalah berkat dan anugerah Tuhan yang harus disyukuri. “Saya juga ingatkan bahwa ketika adik-adik (PPPK) diterima menjadi ASN harus menyenangi dan mencintai pekerjaan. Karena dengan rasa senang dan cinta itulah adik-adik berjuang untuk lulus menjadi ASN melalui skema PPPK. Ini adalah anugerah dan berkat yang diberikan ketika adik-adik sedang mencari pekerjaan. Tolong jaga pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya dengan cinta dan kegembiraan hati seperti mencintai keluarga. Karena dari pekerjaan ini kita memperoleh pendapatan untuk menghidupi diri dan keluarga dengan rasa cinta itu,” tegas Wabup Stef.

Wabup mengingatkan posisi PPPK sebagai ASN adalah bagian tak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Sehingga perlu memahami esensi sebagai ASN Pemkab Rote Ndao. Wajib hukumnya menjunjung rasa tanggung jawab melayani masyarakat dan daerah serta selalu menjaga nama baik Pemda Rote Ndao. “Saya perlu tegaskan bahwa mulai hari ini, Adik-adik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah Kabupaten Rote Ndao karena itu harus menjaga nama baik pemerintah daerah karena dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung. Kita adalah satu rumah besar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. maknai ini baik-baik,” himbau Wabup Stef. Ia terus menegaskan terkait komitmen sebagai ASN yang harus terus konsisten dalam tugas, mencintai pekerjaan dan setia dalam pelayanan. “ Jangan setelah menggunakan seragam baru lantas mulai menyepelekan pekerjaan. Ini tidak boleh terjadi. Seharusnya kita bekerja dengan cinta,” tutup Wabup Stef.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Untung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Armis Saek, ST, Kepala BKPP Meilon Sulla, SH, Para Kepala OPD beserta Staf BKPP Rote Ndao(DKISP)