elegant-white-wallpapers-wided

Bupati Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan di Pantai Baru

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM beserta rombongan disambut dengan pasukan berkuda dan tarian adat Rote serta drum band dengan lambaian bendera kecil oleh murid SD dibundaran Pantai Baru dalam rangka membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Pantai Baru, Senin (20/2/2016)

Dalam laporan Camat Pantai Baru,Alfons Saek mengatakan bahwa dirinya mewakili warga Pantai Baru sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan kepeduliannya bagi masyarakat dalam segala hal terlebih tahun ini di Pantai Baru warga Batulilok dikala musim hujan seperti saat ini tidak terisolasi lagi dan dapat menikmati pembangunan jembatan Batulilok 1 didesa Batulilok yang dikerjakan tahun 2016 dengan menelan biaya Rp. 4.950.000.000,-, pembangunan jembatan Diaklain, bantuan 2 buah rumah bagi warga di desa Oeledo, pembangunan jalan 2 km didesa Sonimanu, bantuan tractor roda 4 untuk kelompok tani di desa Keaoen, subsidi pupuk 75%.

“sangat langkah dan adalah ajaib untuk dilakukan bersama Lentera yang sudah 8 tahun memimpin dan baru pertama kali terjadi yaitu menghadiri pelantikan aparat desa di desa Edalode pada 10 Februari 2016 lalu” kata Saek

Lanjut Saek, ia sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memimpin didaerah kelahirannya sendiri, untuk itu ia sangat berharap kepada Bapak Bupati dan seluruh perangkat daerah yang hadir saat ini untuk mengawal sekaligus menjawab seluruh usulannya yang akan dibawah ke musrenbang kabupaten, provinsi dan nasional.

Pada saat itu juga Alfons Saek melantunkan sebuah syair berjudul “Lentera Pembawa Kesejukan” yang bertutur : Dibawah naungan payung Lentera, nusak-nusak disatukan kokoh berdiri, dari Timur – Barat, dari Selatan – Utara, Lentera bersinar ibarat mentari dipagi hari. Hari ini pembukaan Musrenbang di Pantai Baru, nusak-nusak hadir memenuhi undangan menyambut cahaya Lentera pembawa kesejukan, cahayamu menerangi Pantai Baru menumbuhkan tunas baru “Putra Pantai Baru Asli”, bersama masyarakat Pantai Baru kita siap berkarya, bersama masyarakat Pantai Baru kita satukan barisan lanjutkan pembangunan mengubah wajah Pantai Baru 5 tahun kedepan’

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Petrus J. Pelle,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan kepada para Kepala Desa dan pemangku kepentingan yang ada di desa untuk merencanakan dengan baik semua yang berhubungan dengan dana desa agar dapat berguna bagi kesejahteraan didesa masing-masing.

“kalau dulu didesa masih mengeluh karena didesa tidak ada dana, ada ADD tetapi dananya terbatas, sekarang ADD anggarannya ratusan juta bahkan untuk tahun 2017 bisa mengelolah anggaran lebih besar dari pimpinan OPD yang ada di tingkat kabupaten bahkan melebihi anggaran kecamatan, dan semua itu dengan tujuan agar masyarakat bisa sejahtera” kata Pelle.

Pelle juga menambahkan untuk masalah pupuk yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan masalah subsidi 75% tetapi pupuk tidak ada ditengah-tengah masyarakat, maka dirinya meminta kepada para kepala desa untuk mengawal serta membantu pemerintah memperlancar prosesnya sehingga pupuk cepat sampai dimasyarakat, dan terobosan yang sudah dilakukan oleh Bapak Bupati saat ini dengan memotong jalur pengecer mudah-mudahan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, saat membuka musrembang mengatakan bahwa selama 8 tahun kepemimpinannya sesuai dengan visi dan misinya semua sudah disentuh dan sukses sedangkan yang masih masalah pupuk dan subsidinya serta penerangan atau listrik yang belum merata diseluruh desa yang terdapat 51 desa belum ada jaringan listrik, untuk itu melalui musrembang kali ini ditahun 2017 APBD akan dipakai untuk pemasangan listrik sehingga Rote seluruhnya bisa tersentuh listrik.

Sedangkan masalah pupuk dengan kelangkaannya yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan saja di Rote tetapi ditempat produksi pupuk sendiri mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk, maka dirinya turun langsung ke lapangan dan merombak serta melawan sistim tataniaga pupuk di Indonesia dan akhirnya anak Rote yang ditunjuk sebagai distributor yaitu tokoh Tujuh Jaya sehingga dikala kurang orangnya bisa ditemui

“daripada tunjuk distributir dari luar dan disaat kurang orangnya tidak diketahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi sehingga pupuk menjadi langkah dan petani mengeluh dimana-mana pupuk tidak ada” kata Bupati Haning.

Bupati menambahkan bahwa tujuan dan sasaran utama dari semua yang dilakukan melalui musrembang pada saat ini adalah duduk bersama untuk membahas yang prioritas dan normal serta dirinya mengakui memang tidak semua usulan pada musrembang terjawab, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.(diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Syukuran 8 Tahun Lentera : Bersama Rakyat Kita Bisa

Baa,-: Syukuran delapan tahun kepemimpinan Lentera, Natal bersama dan deklarasi sukses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan tahun 2017 yang berlangsung di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Nee Mok desa Sanggaoen, Kamis (16/2/2016) sore.

Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam moment natal ini kesan yang didapat adalah Yesus tinggalkan kebesaran dan keagunganNya serta tinggal ditengah-tengah manusia, sehingga kalau Tuhan saja seperti itu maka bagainana dengan pemimpin di Rote.

“janganlah hanya hidup dan terpaku di singgasana tetapi turunlah kebawah bertemulah rakyat didalam kebun dan sawah, apa yang kurang jawablah dia dengan jawaban yang tepat dan jangan bersikukuh dengan jabatan yang ada padamu karena itu akan berlalu” kata Bupati Haning

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa selama kepemimpinan paket Lentera, kami ada bukan karena kemampuan kami, Lentera jilid I dan II ada karena kepercayaan masyarakat dan campur tangan Tuhan yang maha kuasa, maka ini adalah bentuk ungkapan syukur.

Pada momentum tersebut, Bupati Haning mengajak masyarakat satukan tekad dan derap langkah bersama melalui damai natal dan semangat tahun baru, serta momentum ulang tahun Lentera ke 8 tahun bersama rakyat Rote Ndao dalam menjabarkan visi dan misi bersama rakyat terdapat banyak tantangan yang dihadapi tetapi semua itu dapat terhindar sehingga dalam pelaksanaan penyerapan APBD Rote Ndao menjadi terdepan diseluruh kabupaten/kota NTT. Fakta juga menunjukan bahwa dalam mengelolah otonomi daerah bersama-sama dengan 199 daerah pemekaran di Indonesia ternyata Rote Ndao menjadi urutan pertama terbaik di NTT dan urutan 22 diseluruh Indonesia.

“dengan demikian Bupati bukan segala-galanya dalam menyukseskan pembangunan di Rote Ndao tetapi bersama rakyat dengan gerakan yang sama, nafas yang sama, kita dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama” kata Bupati Haning.

Diakhir sambutannya, Bupati menghimbau kepada para maneleo untuk mengawal pemerintah dan mendukung dalam doa serta mengingatkan pemerintah sehingga dapat bekerja tanpa menghitung berapa yang didapat tetapi menghitung apa yang diberikan bagi daerah ini.

Pada kesempatan itu pula Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM meresmikan 134 paket pekerjaan bangunan fisik konstruksi yang dikerjakan dalam tahun anggaran 2016 di Rote Ndao.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Alfret Saudila dalam sambutannya mengatakan atas nama lembaga DPRD Rote Ndao menyampaikan apresiasi kepada Bapak Drs. Leonard Haning, MM melalui paket Lentera sudah 8 tahun mengemban amanat rakyat Rote Ndao dalam mendeklarasi sukses pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Lebih lanjut Saudila mengajak seluruh elemen masyarakat melalui moment ini untuk meningkatkan semangat rela berkorban bagi sesama terlebih bagi daerah Rote Ndao yang tercinta dan juga terus meningkatkan semangat hidup dan hidup berdampingan satu sama lain. Pemerintah, DPRD, dan tokoh masyarakat saling bersinergi dalam mengisi pembangunan dengan kegiatan positif dan produktif dalam membangun daerah ini.

“dalam memasuki tahun baru 2017 ini dengan semangat baru dan optimis yang baru adalah kunci sukses bagi kita dalam membangun daerah ini karena dibawah kepemimpinan paket Lentera yang inisiatif ini kesuksesan akan tetap dan terus akan kita raih” kata Saudila.

Ia berharap deklarasi sukses tersebut dapat menjadi sebuah kerja nyata bagi daerah ini karena dibawah kepemimpinan Drs. Leonard Haning,MM selama 8 tahun ini melalui Lentera menjadi sulung memimpin Kabupaten Rote Ndao. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses atas kepemimpinan Leonard Haning dan Jonas C Lun yang menerima amanah rakyat dalam memimpin daerah ini.

Diakhir acara dilakukan pembacaan deklarasi sukses tahun 2017 oleh Sekda Rote Ndao, Drs.Jonas M Selly,MM dan ditandatangani oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM yang disaksikan oleh semua unsur Forkopimda Rote Ndao.

Hadir dalam syukuran itu, para maneleo dan warga dari setiap kecamatan di Rote Ndao, Forkopimda serta tamu dan undangan, belasan pendeta yang turut serta ikut dalam perayaan syukuran 8 tahun Lentera dan perayaan Natal Rote Ndao 2016 dan Tahun Baru 2017 tersebut.(diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Bupati Tanam Pilar Batas Nusak di Desa Hundihopo

Baa, Rabu 15 Pebruari 2017 – Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM menanam pilar tapal batas antara nusak Renggou dan nusak Oepao , dalam peletakan tapal batas antara dua nusak tersebut diikat dengan kesepakatan adat berupa papadak/hoholok di desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur.

Dalam menyelamatkan ekosistem yang ada di laut Sawu demi kelangsungan hidup anak cucu, maka Bupati Rote Ndao pada kesempatan itu mengajak masyarakat nusak Renggou dan Oepao untuk taat asas dalam melestarikan ekosistem laut dalam habitatnya demi kesejahteraan kita semua dengan tidak menggunakan bom ikan, potas dan pukat harimau.

Lanjut Bupati bahwa pemerintah saat ini, memberikan jalan keluar kepada masyarakat dengan memberikan 150 kapal penangkap ikan kepada nelayan Rote Ndao dalam tahun 2017-2019, dan perlahan-lahan akan diberikan alat penangkap ikan serta pelatihan kepada nelayan dalam pengoperasian peralatan itu,supaya dapat menangkap ikan untuk keperluan keperluan konsumsi sendiri maupun untuk ekspor.

“kalau 150 kapal ini dibagi ke sentral produksi ikan maka saya yakin nelayan bisa menjangkau perairan lebih dari 4 mil karena syarat minimal adalah 3 GT, untuk itu masyarakat dibutuhkan kerjasama masyarakat dengan pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana” kata Bupati

Bupati dalam mengakhiri sambutannya mengajak masyarakat, agar menaati asas/aturan yang telah disepakati bersama, karena apa yang baru saja dilakukan dalam haholok ini adalah merupakan peradaban masyarakat Rote Ndao yang tertinggi dalam bentuk darah sehingga jauh lebih kuat dan sejajar dengan aturan normatif. (diskominforn)

elegant-white-wallpapers-wided

Antisipasi Kelangkaan Pupuk : Bupati Cek Langsung Ke Petani

Setda,– Guna memenuhi kebutuhan pupuk petani dan mencegah terjadinya kelangkaan pupuk akibat tidak adanya stok yang di tingkat pengecer maka perlu dilakukan pengecekan langsung ke masyarakat tani.
Bupati Rote Ndao, Leonard Haning didampingi Kadis Pertanian, Stef Saek, Kadis PU dan Penataan Ruang, Dominggus Modok, Kasubag Perlengkapan, Humas dan Protokol, Arison Tomasui, Penyuluh Lapangan dinas Pertanian, Thadeius Nani dan sejumlah staf minggu ( 12/2/17 ) menuju ke Desa Modosinal dan Temas di Kecamatan Rote Barat Laut dan Desa Lalukoen dan Meoain di Kecamatan Rote Barat Daya untuk mendengar penyampaian langsung dari masyarakat kaitan dengan kebutuhan pupuk.
“ Saya cek begini, biar langsung dengar dari masyarakat dan mendapatkan kepastian bahwa penyalurannya adil, supaya kurang ya kurang sama-sama, jangan ada yang lebih lalu yang lain kurang atau tidak dapat pupuk sama sekali,” kata Bupati Lens Haning.

Menurutnya, setelah turun lapangan pihaknya mendapatkan informasi bahwa pupuk Urea untuk saat ini stoknya masih cukup namun yang kurang adalah pupuk TSP. “ Petani sampaikan bahwa untuk Urea masih ada sementara yang dibutuhkan yakni TSP. Saya sudah koordinasi dengan distributor dan hari ini juga 5 ton TSP sudah dikirim ke pengecer,” jelas Bupati.

Selain itu tambah Bupati Haning, dirinya telah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian untuk lebih berperan aktif. “ Jadi tidak hanya menunggu petani “ berteriak “ baru kerja tapi lebih kepada rasa kepedulian, rasa memiliki daerah ini. Para penyuluh berilah penyuluhan agar petani mendapatkan pengetahuan yang cukup cara bertani yang baik dalam rangka meningkatkan produksi pertaniannya,” tambahnya.
Kepala Desa Modosinal, Fendi Muda kepada Bupati mengatakan hingga saat ini petani di desanya masih kekurungan pupuk TSP yang biasa masyarakat awan menyebutnya pupuk hitam. “ Untuk air di embung saya kira cukup, kami kekurangan pupuk saja. Tapi pak Bupati sudah sampaikan kepada kami bahwa pupuknya sudah ada dalam satu dua hari kedepan. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada pak Bupati yang bertindak cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Fendi Muda.

Sementara itu, saat di bertemu dengan masyarakat Desa Lalukoen, Bupati Haning mengatakan akan membuka lahan baru di sekitar embung Okehendak. Untuk itu dia berharap masyarakat setempat dapat mendukung rencana tersebut. “ Iya, di sekitar embung ini akan dibuka lahan sawah baru dan lokasi yang lama juga akan diperbaiki. Saya juga telah perintahkan segera dikerjakan pada tahun ini,” terangnya.
Beberapa warga desa Lakukoen diantaranya, Aldo Ngge’o dan Alber Lay dari Dusun Dukululun mengaku senang dengan rencana Bupati terebut. Aldo Ngge’o menjelaskan bahwa hampir dua tahun lokasi sawah di sekitar embung Okehendak tidak lagi diolah akibat dari ketersediaan air yang tidak cukup karena embungnya kecil. “ Sekarang pemerintah sudah bangun embung Okehendak lebih besar dan akan membuka lahan baru, untuk itu kami masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati yang sudah membantu kami masyarakat kecil ini,” jelas Aldo.

Senada dengan Aldo, Alber Lay warga setempat mengatakan dengan dibangunnya embung Oehendak menjadi lebih besar maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. “ Kami yakin kedepan hidup kami akan lebih baik,” ujar Alber.
Pemantauan dilakukan dimulai dari Desa Modosinal melewati Feama-Temas Kecamatan Rote Barat Laut dilanjutkan ke embung Sengamasin I dan II, Embung Okehendak, Kantor Camat RBD dan diakhiri pertemuan dengan masyarakat di persawahan Nggelak Desa Meoain. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao ).

elegant-white-wallpapers-wided

Calon Petugas Susenas Ikut Pelatihan

Wabup Lun : Ini Langkah Tepat Untuk Mendapatkan Data Yang Valid

sensus ekonomi 090217Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan pelatihan bagi calon petugas Survey Sosial Ekonomi Nasional ( Susenas ) 2017. Ketua panitia Usman Dasi dalam laporannya menjelaskan 34 orang calon petugas akan dilatih sebelum ditugaskan untuk melakukan survey di lapangan. Ketigapuluhempat orang tersebut kata Usman terdiri dari orang Pencacah 25 orang dan pengawas 9 orang.

“ Para peserta pelatihan dibagi dalam dua gelombang, untuk gelombang pertama dimulai dari tanggal 6 februari sampai dengan tanggal 8 februari 2017 diikuti oleh 18 orang yang terdiri dari 13 orang pencacah dan 5 orang pengawas, gelombang kedua dimulai dari tanggal 9 februari sampai dengan 11 februari 2016 diikuti 16 orang terdiri dari pencacah 12 dan pengawas 4 orang,” terang Usman.

Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun, S.Pd dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan bagi calon petugas Susenas di aula Hotel Videsy, senin ( 6/02/17 ) yang juga dihadiri Kepala BPS, Ir. Suprih Handayani para calon petugas Susenas, mengatakan salah satu tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur.

“untuk mewujudkan kesemuanya itu pemerintah telah bekerja melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan bersama Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten,” kata Wakil Bupati Jonas Lun.

Wabup Lun menambahkan untuk mengentaskan kemiskinan di daerah dan untuk mencapai suksesnya pembangunan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata tetapi dibutuhkan partisipasi semua pihak. “ Fakta menunjukkan bahwa kita semua telah bekerja keras dan hasil dari pekerjaaan telah dilihat dan dirasakan oleh masyarakat dan juga dapat diukur oleh berbagai pihak tapi tugas kita belum selesai, masih banyak hal yang mesti terus diberikan perhatian,” tegasnya.

Dikatakan pendataan, pemantauan dan pencacahan harus terus dilakukan untuk mengukur dan mengetahui sejaumana hasil yang telah dicapai. “ untuk memperoleh data yang valid, akurat, data riil yang dapat dipertanggungwabkan maka langkah yang tepat adalah para calon petugas mesti dibekali dengan kompetensi melalui pelatihan seperti ini sebelum diterjunkan dilapangan,” kata Wabup Lun.

Dengan data yang valid lanjutnya maka akan menjadi pijakan pemerintah dalam menata pembangunan kedepan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “ Data yang ada nantinya dapat dijadikan dasar bagi pemerintah dalam menentukan program dan kegiatan yang tepat demi terwujudnya tujuan pembangunan nasional yakni demi kesejateraan bersama seluruh masyarakat Indonesia,” kata Wabup Lun.

Sementara itu, Instruktur pelatihan, Isay S Adu pada usai acara pembukaan mengatakan materi yang akan diterima oleh peserta diantaranya yang berkaitan dengan tingkat partisipasi masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, perumahan dan rawan bencana dalam bentuk kuisioner. Materi lainnya yakni pola konsumsi masyarakat. “ petugas akan mencacah pola makan masyarakat dengan demikian akan didapati angka kaiatan dengan kemiskinan,” ujar Isay. ( Umum, Humas dan Protokol Pemkab Rote Ndao ).

banjir oeseli 030217

Bendungan Oeharak 2 di Desa Oeseli Jebol

banjir oeseli 030217Tingginya curah hujan di Rote Ndao terutama desa Oeseli beberapa hari terakhir dibulan Januari hingga Februari ini, mengakibatkan jebolnya bendungan Oeharak 2 yang mengakibatkan areal persawahan yang sudah ditanami tanaman padi seluas 10 Ha rusak diterjang banjir, Jumat (3/2/2016).

Dominggus Adu, warga desa Oeseli mengisahkan bahwa hujan deras mengguyur daerah ini sekitar pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 15.00 Wita, bendungan Oeharak 2 jebol dan menerjang areal persawahan milik warga yang sudah ditanami benih padi.

Sementara itu Kepala BNPBD Kabupaten Rote Ndao, Semuel Nassa yang disampingi tim teknis dari Dinas PU Kabupaten yang terjun langsung ke lokasi kejadian mengatakan bahwa timnya datang untuk melihat secara langsung kondisi dilapangan dan dapat memberikan jalan keluar untuk mengatasi terjadinya banjir susulan yang dapat merusak lebih banyak lagi areal persawahan sehingga pada kesempatan ini ia mengajak masyarakat sekitar untuk bahu membahu memperbaiki tanggul bendungan dengan mengisi bahan material dikarung untuk menahan jalannya banjir menerjang areal persawahan.

Lanjut Nassa yang adalah mantan Kabag Ekonomi Setda Rote Ndao, ia sudah menghimbau kepada pihak desa setempat untuk menghitung secara detail berapa kerugian yang dialami akibat musibah banjir ini dan diserahkan ke BNPBD kabupaten sehingga pihaknya bisa mengkaji lebih dalam untuk dapat mengatasi bencana tersebut.(diskominfo)

 

 

banjir rotim 01 02 17

Banjir Rendam 3 Dusun Di Rote Timur

banjir rotim 01 02 17Akibat  tingginya intensitas hujan di  Kecamatan Rote Timur selama beberapa hari  belakangangan ini akhirnya berdampak bencana bagi petani  di wilayah tersebut, tepatnya di desa Mukekuku dan desa persiapan Batefalu, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C.Lun.S.Pd didampingi  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kadis Pekerjaan Umum (PU) dan Camat Rote Timur  memantau langsung kejadian tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat ke SKPD teknis.

Terpantau Rabu (01/02) siang, bencana  banjir  di tiga dusun yakni dusun Lokodela, dan dusun Batula di desa Persiapan Batefalu  dan dusun Fukadale di desa Mukekuku  rata-rata setinggi  40-50 centimeter menggenangi  lahan persawahan yang  ditanam kacang hijau dan kacang tanah.

Wakil Bupati dalam kesempatan ini  mengatakan  bahwa SKPD teknis akan mengkaji  lebih lanjut  dampak  dari bencana tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti  sesuai  dengan hasil di lapangan.

Sementara itu Camat Rote Timur, Refly E.S. Therik mengatakan bahwa kejadian banjir di Rote Timur ini sudah sering kali terjadi dan untuk banjir kali ini mulai terjadi sejak hujan 2 hari lalu dengan intensitas yang cukup tinggi sehingga menggenangi 3 dusun yang ada di desa Mukekuku.

Lanjut Therik, untuk korban banjir terdapat 181 kepala keluarga yang terendam banjir, dan terdapat 12 kepala keluarga yang mengalami kerugian materil yang cukup berat karena perabotan rumah tangga, bahan makanan, bibit tanaman dan pupuk yang ada dalam rumah terendam banjir sehingga mengalami kerusakan.

Therik juga menghimbau kepada masyarakat agar dalam mengantisipasi hal tersebut terulang kembali maka seluruh saluran-saluran air yang ada dapat dibersihkan sehingga air tidak terhambat jalannya dari pegunungan dan dapat berjalan dengan baik menuju sungai dan ke laut.(diskominfo-humas-rn)

rumah terbakar rosel 2017

Sijago Merah Melalap Habis Rumah Semi Permanen Milik Dedi Johannes

rumah terbakar rosel 2017Rumah semi permanen milik Dedi Johanes yang terletak di dusun Nggelak, Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan tinggal puing karena dilalap sijago merah pada Kamis (26/01/2016) sekitar sepukul 11.00 Wita.

Kebakaran ini terjadi diduga bermula dari kompor yang digunakan untuk memasak didapur, meledak dan menyambar bagian dinding dapur yang terbuat dari pelepah gewang.

Menurut Dedi pemilik rumah mengatakan bahwa kejadian ini cukup cepat, hanya dalam waktu beberapa menit saja api sudah menjalar dari dapur dan menyambar rumah besar.

Lanjut Dedi bahwa pada saat kebakaran ia sedang berada didepan rumah, dan istrinya sedang memasak air panas karena anaknya sedang sakit dikamar, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dari dapur dan ia berlari kedapur untuk melihatnya, saat tiba api sudah menyambar sampai rumah besar dan ia terpaksa menerobos kobaran api untuk masuk kedalam rumah besar untuk menyelamatkan surat-surat berharga dan hanya mengambil ijasah sehingga tangannya ikut terbakar. Beruntung istri dan anaknya dapat menyelamatkan diri dari amukan api.

“seluruh isi rumah tidak ada yang terselamatkan, hanya pakaian dibadan dan ijasah yang sempat diambilnya” kata Dedi

Sementara itu penjabat Kepala Desa Daleholu, Paulus Bengu mengatakan bahwa untuk kerugian akibat kebakaran ini pihaknya sudah menghitung dan ditaksir sekitar Rp. 83.240.000,- dan sudah disampaikan kepada Bapak Bupati Rote Ndao melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rote Ndao untuk ditindaklanjuti.(diskominfo)

kunjungan dirjen kkp

Dirjen Perikanan Mengujungi Rote : Fasilitas Perikanan Akan ditingkatkan

kunjungan dirjen kkpDirektur Perikanan Budidaya, Ir. Sarifin, M.S dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sosial dan Budidaya KKP, Ir. Saut P. Hutagalung, M.Sc beserta rombongan tiba di Kabupaten Rote Ndao untuk meninjau lokasi pembangunan sentra perikanan terpadu yang ada di Kabupaten Rote Ndao, Rabu (25/01/2017).

Tibanya Dirjan beserta rombongan di Bandara D.C. Saudale Rote langsung disambut oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun,S.Pd, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM beserta beberapa pimpinan SKPD langsung menuju lokasi pembangunan sentra perikanan terpadu di PPI Tulandale, selanjutnya menuju tempat pembibitan di Kelurahan Mokdale.

Selanjutnya Direktur Perikanan Budidaya dan rombongan melakukan pertemuan dengan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM di ruang kerja Bupati, Kamis (25/01/2017).

Dalam pertemuan itu Bupati Leonard Haning mengatakan bahwa pariwisata di Rote Ndao ini bertumbuh dari sektor perikanan dan pertanian sehingga tanpa dua sektor itu pariwisata tidak bisa bertumbuh.

Lanjut Bupati, di Rote ini sektor perikanan dibagi menjadi 3 wilayah yaitu bagian tengah di Lobalain sudah dibangun beberapa fasilitas seperti tempat pendaratan ikan di Tulandale dan beberapa fasilitas lainnya disana. Untuk wilayah timur dan barat juga sudah dibangun sentra produksi perikanan dan kelautan untuk saling mendukung satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“dengan demikian setelah berproduksi maka pasar yang akan dituju terutama adalah Kupang selanjutnya ke Jawa Timur, dan daerah lainnya” kata Bupati Haning.

Bupati juga mengatakan bahwa terdapat 58 desa pesisir di Rote dengan luas perairan 2.376 km2, panjang garis pantai 330 km2. Perikanan tangkap lestari sebanyak 17.875 ton/tahun namun pada saat-saat tertentu akan mengalami peningkatan dan juga ada penurunan, perikanan tangkap yang diperbolehkan sebesar 14.300 ton, padang lamun seluas 2.784 Ha, vegetasi manggrove seluas 2.220 Ha serta ekosistem terumbu karang berjumlah 29.165 Ha dengan jumlah nelayan di Rote ini 8.076 jiwa atau 2.692 KK dan juga petani rumput laut berjumlah 29.439.

Dengan data potensi perikanan yang ada maka kelompok-kelompok nelayan yang ada di Rote Ndao diberikan bimbingan dan pelatihan SDM untuk mengembangkan sentra perikanan yang ada sehingga bisa berkembang namun terkadang nelayan itu belum ada pemikiran untuk berkembang dalam mengembangkan budidaya ikan untuk menopang pertumbuhan ekonomi keluarganya. kata Bupati

Lanjutnya bahwa dalam mengubah pola pikir masyarakat ini maka pemerintah terus mendorong mereka dengan peningkatan SDMnya serta memberikan fasilitas pendukung lainnya sehingga kedepannya dari ragu-ragu menjadi yakin bahwa hasilnya untuk kelangsungan hidup mereka.

dirjen perikanan2Sementara itu Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sosial dan Budidaya KKP, Ir. Saut P. Hutagalung, M.Sc mengatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan akan fokus dalam tiga tahun kedepan untuk mensukseskan program unggulannya, karena di NTT ini ada 2 lokasi yang dipilih untuk pengembangan perikanan yaitu Rote Ndao dan Sumba Timur, sehingga kementerian akan terus melihat seluruh potensi  perikanan yang ada Rote Ndao ini mulai dari pusat budidaya, pengolahan serta pemasarannya dan akan bekerjasama dengan kementerian terkait lainnya dengan dasar Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri perikanan nasional.

Lanjut Hutagalung, didaerah juga harus ada keterpaduan antara instansi yang satu dengan yang lainnya sehingga fasilitas pendukung dalam pengembangan industri perikanan dapat berjalan. Dalam kunjungan kali ini tim datang untuk melihat secara dekat lokasi pengembangan yang ada dan sarana prasarana apa yang sudah dibangun oleh daerah ini dan ternyata sudah banyak dan ini perlu terus ditingkatkan sepanjang masih bisa ditingkatkan dan dioptimalkan.(diskominfo)