Musrenbangcam 2021, Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia

Perencanaan pembangunan daerah tahun 2022 yang mengusung tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia” dilaksanakan secara virtual atau online melalui vidio conference dengan aplikasi zoom yang dilaksanakan pada, Sabtu, 28/02/2021 yang bertempat pada Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao dan diikuti oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE, Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila,A.Md, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekretaris Daerah Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, Assisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao, Jermy Haning, para camat dan aparat desa dari 11 kecamatan yang mengikuti langsung dari kecamatan masing-masing yang dipandu oleh Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE dalam sambutannya mengatakan bahwa perencanaan pembangunan daerah tahun 2022 dengan tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Rote Ndao tahun 2022 yaitu peningkatan kemandirian dan daya saing daerah dan khususnya sebagai respon kita atas pandemik covid-19 yang telah berlangsung satu tahun ini. Untuk itu kita perlu mempercepat pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengalami perlambatan sejak pandemi covid-19 muncul.
Lanjut Bupati bahwa dalam memperhatikan tujuan dan sasaran pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Rote Ndao tahun 2019-2024, maka lima prioritas pembangunan kita tahun 2022 diantaranya adalah meliputi : Yang pertama, Pembangunan Pariwisata Terintegrasi
Jumlah pengunjung pada tahun 2019 sebesar 4.988 orang, sedangkan tahun 2020 sebesar 13.453 orang. Sesuai dengan target RPJMD tahun 2022 jumlah pengunjung wisata diproyeksikan meningkat sebanyak 40.000 orang. kita berharap semoga vaksinasi covid-19 yang telah kita mulai dan lokalisasi pasien covid-19 dapat mengontrol penyebaran covid-19 dan memulihkan kembali sektor pariwisata pada tahun 2022.
Prioritas pembangunan yang kedua adalah Peningkatan SDM, Penguatan Sistem Kesehatan Daerah dan Percepatan Penanganan Stunting.
Kita mencatat perbaikan yang terus berlangsung dalam penanganan Stunting. Angka Stunting pada tahun 2019 tercatat sebesar 30 persen, mengalami penurunan menjadi 26 persen pada tahun 2020 dan ditargetkan menurun menjadi 20 persen pada tahun 2022.
Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan yang akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa, sehingga perlu perhatian khusus bagi remaja putri yang sering mengalami kehamilan dini dan masalah gizi lain seperti anemia yang dapat berkontribusi pada lahirnya anak stunting. Strategi lainnya yaitu dengan memperbanyak konsumsi pangan lokal seperti ikan, marungga sebagai sumber gizi keluarga, sekaligus mendukung program Gubernur NTT untuk budidaya kelor.
Prioritas yang ketiga adalah Peningkatan produksi sektor unggulan, nilai tambah industri dan penguatan UMKM
Kontribusi sektor Pertanian dan Perikanan terhadap PDRB Kabupaten Rote Ndao menempati posisi pertama sebesar 47 persen pada tahun 2019. Produksi sektor pertanian pada tahun 2019 sebesar 140 ribu ton lebih mengalami peningkatan dari tahun 2018 sebesar 128 ribu ton lebih, produksi perikanan tangkap juga mengalami peningkatan dari 3.366 ton pada tahun 2018 menjadi 3.696 ton pada tahun 2019.
Pengembangan sektor pertanian dan perikanan masih terkendala dukungan infrastruktur dan sarana prasarana pertanian yang belum memadai. masih rendahnya pengetahuan teknis terkait pengelolaan pertanian dan perikanan. Belum memadainya sarana prasarana perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil. Oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi dukungan terhadap sarana prasarana dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Persentase koperasi aktif mengalami peningkatan dari 79 persen pada tahun 2019 menjadi 80 persen pada tahun 2020, sedangkan UMKM juga meningkat dari 77 persen pada tahun 2019 menjadi 100 persen pada tahun 2020.
Prioritas keempat adalah Peningkatan Rumah Layak Huni
Cakupan ketersediaan rumah layak huni mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. pada tahun 2015 ketersediaan rumah layak huni sebesar 70 persen, mengalami peningkatan menjadi 73 persen pada tahun 2019 dan ditargetkan tuntas pada tahun 2023. Pembangunan rumah layak huni saat ini terkendala dengan ketersediaan material bangunan khususnya pasir yang semakin sulit diperoleh dan ketersediaan mopuk atap rumah dari pohon tuak yang berakibat pada penurunan populasi pohon tuak. sehingga, bahan alternatif pengganti pasir dari sertu dan rangka pengganti mopuk dari besi perlu didorong mulai tahun ini.
Prioritas kelima adalah Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Pelayanan Publik
Tata kelola pemerintahan perlu ditingkatkan dengan meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah. pada tahun 2019 nilai akuntabilitas kinerja adalah C dan ditargetkan meningkat menjadi BB pada tahun 2022. oleh karena itu, peningkatan pelayanan publik yang dilakukan dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terus kita dorong. Capaian kita pada tahun 2019 sebesar 50 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 62 persen pada tahun 2022.
Bupati Paulina juga mengatakan bahwa kita patut mengingat kembali dan bersyukur bahwa beberapa upaya, inovasi dan kerja keras telah kita laksanakan membuahkan hasil dan apresiasi diantaranya adalah yang pertama, pada pertengahan tahun 2020 kita berhasil meraih juara 2 tingkat nasional lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru yang produktif dan aman covid-19 dalam bidang pariwisata.
Kedua, di penghujung tahun 2020 kita juga kembali menorehkan prestasi dengan meraih Innovative Government Award (IGA) kategori daerah tertinggal terinovatif. inovasi dan terobosan tersebut, merupakan cikal bakal dari upaya peningkatan daya saing daerah.
Ketiga, saat ini destinasi wisata Mulut Seribu telah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2020 dengan kategori Surga Tersembunyi Terpopuler dan proses penentuannya melalui voting semoga daerah kita masuk 3 besar. Informasi awal yang telah kita peroleh, Mulut Seribu berhasil menduduki peringkat 3 besar. Semoga hal ini tidak berubah saat dilakukan pengumuman resmi dalam waktu dekat.
Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa pandemi covid-19 yang kita hadapi saat ini adalah tantangan utama pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang telah saya sebutkan di atas. Oleh karenaitu saya mengharapkan peningkatan kesadaran kita semua mengikuti protokol kesehatan covid-19 dan peningkatan penegakan hukum bagi mereka yang melanggar. mengingat terus bertambahnya korban nyawa akibat covid-19, sudah bukan saatnya kita hanya menegur secara lisan mereka yang melanggar protokol kesehatan covid-19, kita perlu mengambil langkah hukum untuk menimbulkan efek jera.
Bupati juga berterima kasih kepada segenap pihak dan masyarakat yang telah mendukung berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini. Secara khusus kepada bapak/ibu yang telah berpartisipasi pada kegiatan Musrenbangcam hari ini.

Sementara itu Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila,A.Md pada kesempatan itu juga dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang adalah sebuah forum yang sangat strategis dalam perencanaan pembangunan di kabupaten yang dilaksanakan setiap tahun, untuk itu dirinya selaku pimpinan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao sehingga pada kesempatan ini ada beberapa pokok pikiran yang dapat disampaikan diantaranya adalah : Yang pertama, Musrenbang tingkat kecamatan kabupaten Rote Ndao ini adalah merupakan forum pembahasan kegiatan pembangunan tahun 2022 yang secara berjenjang telah dimulai dari desa/kelurahan, karenanya di tingkat kecamatan saat ini berbagai usulan program dan kegiatan di tingkat desa dan kelurahan hendaknya didiskusikan secara cepat dimi menghasilkan usulan program kegiatan tingkat kecamatan yang merupakan distalisasi dari aspirasi usulan program tingkat desa/kelurahan
Yang kedua bahwa proses diskusi yang akan dilakukan ini semestinya merupakan ajang jaring argumentasi yang sehat dan logis serta etis dalam membahas setiap usulan program kegiatan yang didasarkan pada prinsip dasar kebutuhan masyarakat bukan dari keinginan dan tujuan pribadi
Yang ketiga, melihat keterbatasan keuangan daerah untuk membiayai program kegiatan yang diusulkan dan ditetapkan maka forum musrenbang melihat kembali pada usulan program yang disulkan tahun sebelumnya yang berstatus priotitas satu agar diprioritaskan untuk menjadi usulan program kegiatan tahun 2022.
Keempat, saat ini kita sedang berada dalam situasi pandemi covid-19 maka marilah kita dalam mengikuti kegiatan apapun yang terlebih dahulu mari kita bersama menjaga kesehatan kita dan turut berperan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di daerah Kabupaten Rote Ndao
Kelima, karena saat ini kita mengikuti mursenbang kecamatan secara online maka hendaknya setiap kegiatan musrenbang kecamatan maupun kabupaten hendaknya memperhatikan fasilitas perangkat-perangkat tekonologi informatika dengan baik sehingga dapat mendukung dan dapat memperlancar kegiatan kita hari ini, dengan demikian semua peserta dan masyarakat yang menyaksikan langsung di tingkat kecamatan dapat mendengar langsung dan mengikuti dengan baik.
Akhirnya Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila mengajak, marilah kita bermusyawarah secara logis dan etis sehingga kita dapat menghasilkan kegiatan yang dapat bermanfaat dan memberikan solusi bagi pergumulan masyarakat di kabupaten Rote Ndao demi terwujudnya kabupaten Rote Ndao yang bermartabat (dkisp/sn)
Pra Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2021 dilaksanakan secara Virtual

Pelaksanaan Pra Musrenbang Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Rote Ndao Tahun 2021 dilaksanakan secara virtual akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda seanteru dunia saat ini.
Pelaksanaan Pra Musrenbang tingkat kecamatan yang mengusung tema “Percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia” dilaksanakan secara virtual atau online melalui vidio conference dengan aplikasi zoom yang dilaksanakan pada tanggal 17-23 Februari 2021 pada setiap kecamatan dan diikuti oleh Sekretaris Daerah Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, Anggota DPRD Rote Ndao dari Dapil masing-masing, para Assisten Setda Rote Ndao, pimpinan OPD penanggung jawab usulan kegiatan kecamatan serta para camat dari 11 kecamatan di Rote Ndao yang dipandu oleh Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao
Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly,MM pada saat memberikan materi melalui video conference mengatakan bahwa ada beberapa isu strategis dan program strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 diantaranya adalah : isu strategis yang pertama yaitu belum optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya ekonomi atau pengolahan potensi unggulan terutama pariwisata. Akibat pandemi Covid-19 sehingga berakibat pada menurunnya kunjungan wisatawan ke Rote Ndao. Kunjungan Wisata tahun 2020 adalah 13.453 terdiri dari Wisatawan Domestik : 13.289 orang, Mancanegara : 164 orang, sehingga program strategis yang akan diusulkan adalah pembangunan pariwisata terintegrasi yaitu pembangunan infrastruktur pariwisata dan akses pariwisata, pengembangan SDM pariwisata, pelestarian seni dan budaya
Isu yang kedua adalah masih rendahnya kualitas kesehatan masyarakat yaitu prevelensi stunting 25,83% dan rata-rata lama sekolah 7,59 tahun, maka program prioritas yang diusulkan adalah peningkatan SDM, penguatan sistem kesehatan daerah dan percepatan penanganan stunting yaitu dengan melakukan perbaikan gizi untuk pencegahan stunting, pelatihan guru PAUD, peningkatan gizi keluarga, penyuluhan pendidikan gizi masyarakat, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, penyediaan tenaga kesehatan yang memadai, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta SDM Guru.
Isu yang ketiga adalah percepatan penaggulangan kemiskinan karena angka kemiskinan 27,54% pada tahun 2020 sehingga program prioritas yang diusulkan adalah pembangunan rumah layak huni, penyediaan air bersih dan sanitasi.
Isu yang keempat adalah belum optimalnya tata kelola pemerintah yang baik karena saat ini nilai akuntabilitas kinerja pemerintah masih C dan penerapan SPBE baru 62,50% sehingga program prioritas yang diusulkan adalah reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.
Pada pramusrenbnagcam ini juga pada setiap kecamatan, para kepala desa mengusulkan kebutuhan pembangunan pada masing masing desa. Usulan usulan tersebut diakomodir oleh camat dan Bapelitbang yang nantinya disampaikan pada Musrenbangcam secara serentak. (dkisp/sn)
Sengketa Pilkades : 22 desa Tidak Sah, 4 desa Hitung ulang, 2 desa di Tunda Hingga Tahun 2022

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bulu, SE, melakukan Jumpa Pers secara virtual terkait Sengketa Pilkades Serentak di Kabupaten Rote Ndao yang bertempat di lantai dua Kantor Bupati Rote Ndao, Jumat, 29/01/2021,
Dalam jumpa pers Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE menjelaskan bahwa, sengketa Pilkades serentak di Kabupaten Rote Ndao telah di tetapkan sesuai Keputusan Bupati No: 50/KEP/HK/2021, Tanggal, 26 Januari 2021, tentang penetapan Hasil Penyelesaian sengketa Pemilihan Kepala desa di 28 (dua puluh delapan) desa di Kabupaten Rote Ndao.
Lanjut Bupati bahwa terhadap 28 desa yang mengajukan keberatan di tetapkan berdasarkan Data, Fakta dan Regulasi sebagaimana diamanatkan pada pasal 62 ayat 7 Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemilihan Kepala Desa maka dari 28 desa terdapat 22 desa yang dinyatakan tidak cukup bukti sehingga pengaduan dinyatakan tidak sah yaitu desa, Nggodimeda, Tebole, Loleoen, Oeleka, Oelasin, Dalek Esa, Batutua, Lifuleo, Oeledo, Tesabela, Papela, Lakamola, Matanaen, Mukekuku, Netenain, Saindule, Mundek, Oelua, Tasilo, Holulai, Oebole, Balaoli.
Dan terhadap 4 desa yang dinyatakan cukup bukti dan meyakinkan sehingga sah dilakukan Perhitungan ulang surat suara yaitu desa Pilasue, Daleholu, Daiama, dan Oenggae.
Terkait pelaksanaan penghitungan ulang surat suara ini dilaksanakan paling lama 7 (tujuh) hari setelah ditetapkannya Keputusan Bupati dan rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 30 Januari 2021 bertempat pada Kantor Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao pukul 09.00 Wita sampai selesai yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.
Sedangkan 2 desa dinyatakan cukup Bukti dan Meyakinkan sehingga sah dilakukan Pemilihan ulang pada Tahun 2022 yaitu desa Fatelilo dan Pengudua.
Dalam keputusan tersebut juga Panitia Pemilihan Tingkat desa di enam desa yaitu Pilasue, Daleholu, Daiama, Oenggae, Fatelilo dan Pengodua di berikan sanksi tertulis dan tidak di libatkan dalam kepanitiaan Pilkades berikutnya.
Akhir dari Jumpa Pers Bupati meminta agar masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi Kamtibmas serta bagi Kades terpilih maupun yang kalah tidak boleh lakukan pengumpulan massa sehingga tidak melanggar Protokol Kesehatan Covid-19.
“saya ingatkan sekali lagi, apabila melanggar Protokol Kesehatan maka Satgas Covid-19 tidak akan segan-segan menindak” ujar Bupati
Dalam jumpa Pers Secara virtual ini Bupati Paulina Haning-Bullu, SE didampingi oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE, M.Si, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly, MM, dan Kadis DPMD Yames M.K.Therik, SH. (dkisp)
Bupati Lantik Pejabat di Kawasan Wisata Mangrove Pantai Litianak

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE melantik 78 Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Kawasan Wisata Mangrove Pantai Litianak Desa Holulai, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao pada Selasa, 05/01/2021.
Bupati Rote Ndao pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pelantikan pejabat hari ini dilakukan karena penataan birokrasi dimana terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah yang mengalami perubahan nomenklatur sehingga semua pejabat yang berada pada OPD yang mengalami perubahan nomenklatur wajib dilantik kembali, selain itu pula ada beberapa jabatan yang lowong yang harus diisi pejabatnya karena sangat strategis.

Lanjut Bupati bahwa seorang pemimpin mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar, untuk itu harus memiliki sebuah tim yang solit yang namanya tim kerja cepat, tangguh serta harus memiliki inovasi-inovasi baru untuk memperoleh perubahan.
“kita harus memiliki semangat yang sama, bekerja bersama, berpikir bersama, bergerak bersama-sama guna dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat agar masyarakat kita juga bisa hidup sejahtera” ujar Paulina Haning-Bullu
Seperti contoh pada tahun 2020 ini atas kerja keras, kerja cerdas antar tim sehingga Kabupaten Rote Ndao memperoleh beberapa prestasi seperti :
1) IGA (Inovative Government Award) untuk daerah perbatasan dan tertinggal paling inovatif
2) Peringkat pertama penanganan Stunting. Menjadi kabupaten terinovatif di tingkat Provinsi dan masuk nominasi tingkat nasional
3) Juara II Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan aman Covid-19 tingkat Nasional
4) Mulut Seribu masuk nominasi Pesona Indonesia Award untuk kategori Surga Tersembunyi terpopuler
Bupati Paulina pada kesempatan itu atas nama pribadi dan pemerintah, dirinya sebagai Bupati mengucapkan banyak terima kasih kepada Sekretaris Daerah dan OPD-OPD terkait yang telah berjuang, membangun satu kerja sama antar tim sehingga dapat meraih prestasi-prestasi ini.
“mari kita saling bekerja sama dan sama-sama bekerja membangun dan meningkatkan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao ini” kata Bupati
Bupati juga pada kesempatan itu meresmikan warung kuliner Bumdes atas penyertaan modal dari Desa Holulai tahun anggaran 2019 serta peletakan batu pertama Rumah Kuliner bantuan Astra Internasional dan bantuan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bagi Bumdes Helaleo yang terletak pada kawasan wisata mangrove pantai Litianak
Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten Setda Rote Ndao, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Rote Ndao, Camat Loaholu, unsur Forkopimda Rote Ndao, dan Tokoh Agama, Tokoh Adat serta masyarakat kecamatan Loaholu (dkisp)
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Raih Penghargaan IGA (Innovative Government Award)
Baa, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali menorehkan prestasi. Di penghujung 2020, Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan berupa Innovative Government Award (IGA). Untuk diketahui, Innovative Government Award (IGA) ini ialah kegiatan penilaian dan penghargaan tahunan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah atas keberhasilannya dalam melakukan inovasi daerah di bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan dan pembangunan di daerah.
IGA 2020 diserahkan oleh Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan Sumule Tumbo kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning yang diwakili oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao, Ir Untung Harjito di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020).
Atas diraihnya IGA 2020, Untung Harjito mengatakan Pemkab Rote Ndao mendapatkan penghargaan sebagai daerah tertinggal terinovatif, Kabupaten terinovatif kategori Kawasan Perbatasan ini diraih bersama lima kabupaten lainnya yakni Kabupaten Nabire, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Bintan, Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Natuna.
Ia menyebutkan, atas nama Bupati Rote Ndao, dirinya mengucapkan terimakasih atas peran aktif seluruh OPD dan pihak lainnya yang membuat inovasi-inovasi dalam bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan di daerah.Keberhasilan tersebut, menurutnya juga adalah keberhasilan bersama, yang merupakan hasil kerjasama yang sinergis diantara semua jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Untuk diketahui, IGA yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri sejak 2007 bertujuan untuk mengapresiasi inovasi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa Kemendagri sengaja menciptakan iklim yang kompetitif di setiap daerah.Hal itu diciptakan sehingga ada terobosan dan perbaikan dalam sistem pemerintahan daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Iklim yang kompetitif adalah di bidang inovasi, karena kita semua tahu bahwa dunia kita ini dinamis sekali, bergerak sangat cepat apalagi dengan adanya globalisasi,” kata Mendagri pada saat memberikan sambutan di malam Penganugerahan Innovative Government Award 2020 di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020).
Mendagri juga berharap dengan melalui IGA ini, pemerintah daerah mendapatkan peluang untuk memperoleh tambahan dana insentif, sehingga daerah yang tadinya masih sangat tergantung kepada transfer pusat dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan daerahnya. Ia mengingatkan bahwa tugas untuk mengembangkan daerahnya masing-masing merupakan tanggung jawab bersama antara Pemda dan masyarakat di daerah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diserahkan oleh Mendagri dan jajarannya, serta Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ses Menpan RB). Berikut daftar daerah yang berhasil mendapatkan apresiasi dan penghargaan di ajang Innovative Government Award 2020 sesi II ialah: Kab. Sidoarjo, Kab. Pacitan, Kab. Poso, Kab. Sekadau, Kab. Gunung Kidul, Kab. Pekalongan, Kab. Sleman, Kab. Gresik, Kab. Jombang, Kab. Magelang, Kab. Deli Serdang, Kab. Aceh Tengah, Kab. Trenggalek, Kab. Grobogan, Kab. Karo, Kab. Cirebon, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Agam, Kab. Pamekasan, Kab. Pringsewu, Kab. Wonosobo, Kab. Indramayu, Kab. Batang, Kab. Maluku Tengah, Kab. Rokan Hulu, Kab. Seluma, Kab. Aceh Jaya, Kab. Samosir, Kab. Pesawaran, Kab. Sampang, Kab. Pangandaran, Kab. Probolinggo.
Kab. Pasaman Barat, Kab. Bombana, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Kab. Tangerang, Kab. Bangka Tengah, Kab. Bangka Selatan, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Ciamis, Kab. Cianjur, Kab. Banyumas, Kab. Sumedang, Kab. Bojonegoro, Kab. Parigi Moutong, Kab. Klaten, Kab. Semarang, Kab. Pandeglang, Kab. Paser, Kab. Jeneponto, Kab. Pelalawan, Kab. Demak, Kab. Empat Lawang, Kab. Humbang Hasundutan.
Sementara itu, daftar daerah yang berhasil mendapatkan apresiasi dan penghargaan di ajang Innovative Government Award 2020 sesi III adalah: Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jambi, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Bengkulu, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Aceh, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Bangka, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Majalengka, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Banggai, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Kudus, Kabupaten Tegal, Kabupaten Magetan, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tuban, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bengkalis, Kota Magelang, Kota Cimahi, Kota Padang, Kota Surakarta, Kota Malang, Kota Jambi, Kota Bengkulu, Kota Bandung, Kota Padang Panjang, Kota Lubuklinggau, Kota Pariaman, Kota Kediri.

Kemudian, daftar daerah yang berhasil mendapatkan apresiasi dan penghargaan di ajang Innovative Government Award 2020 sesi IV yaitu: Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Bogor, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Malang, Kabupaten Sumenep, Kota Yogyakarta, Kota Bontang, Kota Tangerang, Kota Palembang, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, Kota Bogor, Kota Denpasar, Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kabupaten Nabire, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Bintan, Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Natuna. (*/Puspen Kemendagri/idf)
Rapat Koordinasi Dan FGD (Focus Group Disscussion) Percepatan Dan Penanganan Stunting Terintegrasi Bersama Tim Pokja Stunting Provinsi
Baa,- Bappelitbangda Provinsi NTT melalui Tim Pokja stunting provinsi melaksanakan kegiatan rapat koordinasi dan FGD Tingkat Kabupaten Rote Ndao, yang dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, tokoh agama, kepala Puskesmas se-Rote Ndao , kepala desa dan ketua TP PKK dari 2 desa dengan angka stunting tertinggi di Kab. Rote Ndao yaitu, Desa Oebafok Kec. Rote Barat Daya dan Desa Tolama Kec. Loaholu Kabupaten Rote Ndao.
Bappelitbangda Provinsi diwakili oleh Kabid Pem Sosbud dan Manusia, Johny E. Ataupah, SP, MM dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT diwakili oleh Kabid. Kesmas Drg. Iien Aoleh. Rakor tersebut berlangsung di Auditorium Ti’i Langga Rote Ndao, 18 Desember 2020. Kegiatan dibuka oleh Kabid Sosbud Bapelitbang Kab. Rote Ndao, Sherwin Ufi, SKM, MPH.
Rapat koordinasi dan FGD ini dilaksanakan dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di Kab. Rote Ndao Provinsi NTT serta merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas. Upaya ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki prevalensi stunting tertinggi pada 2 desa tersebut diatas. Kedua desa ini merupakan sampel yang terpilih berdasarkan jumlah Balita stunting tertinggi, yang bertujuan untuk segera melakukan langkah-langkah akselerasi penurunan stunting.
Narasumber dalam rapat koordinasi tersebut, diantaranya: Johny E. Ataupah, SP, MM, Kabid Pem Sosbud dan Manusia, mewakili Bappelitbangda Prov. NTT dan Drg. Iin Andriani, M.Kes, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Pada Rakor tersebut juga dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kinerja aksi konvergensi stunting tingkat Kab.Rote Ndao. Dalam penyampaian hasil monev, tim pokja stunting provinsi mengapresiasi kinerja Pemda Rote Ndao dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi yang telah mencapai Aksi 8(delapan) pada tahun 2020, tetapi juga mengingatkan terkait kemungkinan angka stunting yang bisa kembali meningkat jika kondisi data tidak diperhatikan dengan baik.
Menyikapi hal ini Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Rote Ndao mengambil sikap yang selalu optimis untuk yang terbaik dan selalu bersiap untuk yang terburuk (hope for the best and prepare for the worst). Bappelitbang Kabupaten Rote Ndao akan mengkoordinir rapat evaluasi pada bulan Januari 2021 dalam rangka menindaklanjuti hasil monev tim pokja stunting provinsi. Rekomendasi yang disepakati pada kegiatan ini adalah tersedianya data 16 indikator sektor kesehatan setiap bulan pada tahun 2021, yang terdistribusi bukan hanya antara Dinas Kesehatan provinsi NTT dan Kabupaten Rote Ndao, tapi juga di Bappelitbang untuk memperlancar pemantauan capaian stunting di sektor kesehatan. (DKISP)
DWP Harus Memiliki Semangat Baru Dalam Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-21 tahun 2020 diperingati secara sederhana pada Senin, 14/12/2020 bertempat di aula Lantai 3 Kantor Bupati Rote Ndao dengan dihadiri oleh Pengurus DWP Rote Ndao.
Asisten I Setda Rote Ndao, Ir. Untung Harjito pada kesempatan itu saat membawahkan sambutan Bupati Rote Ndao mengatakan bahwa dirinya selaku penasehat DWP Kabupaten Rote Ndao mengucapkan selamat ulang tahun ke-21 kepada ketua DWP Rote Ndao sampai tingkat UP Dinas/Badan/Kantor dan UP Kecamatan se-Kabupaten Rote Ndao, semoga DWP selalu memiliki semangat baru dalam pemberdayaan perempuan di era digital sehingga terwujud ketahanan keluarga ditengah pandemi ini, dengan memanfaatkan teknologi sebagai sumber penghasilan, semoga semakin maju dan semakin berkarya dalam membangun Kabupaten Rote Ndao.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) maka Dharma Wanita Persatuan telah menjadi sebuah organisasi perempuan yang besar, yang telah diberi petunjuk dan kemudahan dalam menjalankan program kerja organisasi secara terstruktur, walaupun harus diakui bahwa situasi perkembangan organisasi DWP Kabupaten Rote Ndao masih banyak hal yang harus ditingkatkan agar eksis dan nampak dengan berbagai kegiatan cerdas.
“untuk itu saya ingatkan kepada seluruh ASN agar mendukung para istri terlibat aktif dalam organisasi DWP ini sehingga organisasi DWP Kabupaten Rote Ndao dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat” kata Paulina Haning-Bullu
Lanjut Bupati bahwa seorang wanita harus mandiri, kuat, tangguh dan bebas dalam berekspresi yang santun dan berfaedah, karena wanita itu luar biasa bertalenta, baik dalam rumah tangga maupun di semua lini termasuk dalam berorganisasi.
“jika menjadi seorang isteri ASN maka harus selalu menjadi motivator, pelapor dan inspirator untuk suami, dibelakang suami yang sukses terdapat istri yang kuat, istri harus mampu menjadi pendamping dan mendukung keberhasilan suami” kata Bupati
Bupati juga mengingatkan kepada DWP Rote Ndao harus proaktif mengembangkan kegiatan dan membangun kemitraan dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperoleh dukungan moril, tenaga, fasilitas sarana dan prasarana serta dana sehingga banyak hal dapat dilakukan kepada daerah melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Bersama kita bisa wujudkan Rote Ndao yang sehat, cerdas dan sejahtera baik dibidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya dengan mengikuti perkembangan sistem pendidikan yang berkualitas, pertumbuhan sektor perekonomian yang positif dan dampak sosial kultur wilayah menjadi unggulan dan potensi dalam meningkatkan kecerdasan, kesejahteraan dan derajat hidup masyarakat yang mandiri dan bermartabat.
Dharma Wanita Persatuan akan semakin maju dan sukses jika para pengurusnya semakin kreatif dan inovatif memajukan organisasi ini, ujar Bupati.(dkisp)











