peresmian-kec

Gubernur VBL Resmikan Kecamatan Loaholu di Kabupaten Rote Ndao

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat meresmikan salah satu kecamatan baru dan merupakan kecamatan ke-11 di Kabupaten Rote Ndao yaitu Kecamatan Loaholu pada, Selasa, 20/10/2020 bertempat di desa Oelua Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao

Kecamatan Loaholu dengan ibukotanya berpusat di Desa Oelaba yang merupakan pemekaran dari kecamatan induk yaitu Kecamatan Rote Barat Laut. Kecamatan Loaholu terbentuk atas dasar Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor 3 tahun 2019 tentang pembentukan Kecamatan Loaholu di Kabupaten Rote Ndao. Dengan terbentuknya Kecamatan Loaholu maka Kabupaten Rote Ndao memiliki total 11 kecamatan.

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat pada kesempatan itu menyatakan bahwa setelah Kabupaten Rote Ndao dimekarkan dari Kabupaten Kupang, pembangunan di Rote Ndao terus bergerak dari kepemimpinan ke kepemimpinan yang lain. Dan saat ini dirinya melihat bahwa di bawah kepemimpinan bupati saat ini cukup menggerakan roda kepemimpinan dengan baik, pasti ada keterbatasan-keterbatasan tetapi ada catatan-catatan kemajuan dan prestasi yang dipantau cukup membanggakan.

Lanjut Gubernur bahwa hari ini kita bisa meresmikan sebuah kecamatan baru dari kecamatan induk yaitu kecamatan Rote Barat Laut menjadi kecamatan Loaholu. Pada saat pemerintahan kolonial maka struktur pemerintahannya itu selalu kerajaan dan tipikal raja itu kerajaannya bagus, supaya terlihat, terpandang. Apakah rakyatnya hidup dengan baik atau tidak yang terpenting kerajaan terlihat bagus.  Tetapi setelah menjadi republik maka struktur pemerintahannya kebawah menjadi tingkat I, tingkat II, kecamatan dan desa, maka tuntutan nomor satu berbeda yaitu bagaimana rakyatnya itu kaya.

“Karena itu menjadi pemimpin di daerah baru seperti ini dengan bapak camat yang dilantik ini, nomor satu bukan bangun kantor tetapi bagaimana mampu memverifikasi penduduknya siapa yang miskin dan siapa yang mampu, itu harus didesain. Nanti kalau sudah jalan bagus baru dipikirkan kantornya. Perencanaan kecamatan baru ini tidak boleh mulai dari infrastruktur khususnya perkantoran tetapi mulai dari infrastruktur pelayanan publik” ujar Gubernur VBL

Banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dilakukan contohnya pemakaran kabupaten baru kita serius membangun kantor sehingga uangnya habis untuk membangun kantor tetapi rakyatnya tertinggal.

“harusnya rakyatnya dimajukan dan kita melihat sudah bagus baru kantor kita bangun, karena kantor tidak penting, tetapi rakyat yang penting” kata Gubernur

Ini penting bagi kita dalam memajukan daerah-daerah terbatas seperti ini kita harus mampu menyiasati anggaran kita dengan baik sehingga kemajuan-kemajuan pembangunan itu terasa langsung oleh rakyat kita.

Lebih lanjut Gubernur VBL menyatakan bahwa ada beberapa catatan penting untuk Rote Ndao saat ini yaitu Stunting data yang dimiliki untuk Rote Ndao saat ini turun drastis dan menurut dirinya merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan, banyak kabupaten yang naik tetapi Rote Ndao turun karena itu merupakan sebuah kerja yang sangat konvergensi merupakan sebuah kerja yang dilakukan dengan baik.

“kerja-kerja seperti ini yang harus terus dilakukan, karena itu kecamatan yang baru ini jangan tiba-tiba kemiskinannya paling banyak” pesan VBL

Niatnya adalah membuat efektif dan efisien karena itu pemerintah tidak boleh merekrut anggaran karena pemakaran ini tetapi karena pemekaran ini efektifnya pemerintah melayani sampai tingkat-tingkat bawah dan efisien karena mampu menyederhanakan seluruh pelayanan publik dengan baik

“karena itu saya terus optimis bahwa dibawah pemerintahan Bupati Rote Ndao sekarang kemajuan-kemajuan terus didorong, para camat, kepala desa kerja sungguh-sungguh ini akan membuat semangat yang luar biasa” imbuh VBL

Didalam kebahagiaan kita untuk memiliki kecamatan ke-11 ini menuntut untuk meningkatkan kualitas pembangunan kepada masyarakat, karena ciri khas orang Rote itu selalu membawa pembangunan dan pertumbuhan dimana-mana, jadi saya harap semangat menumbuhkan pembangunan baru itu adalah semangat yang tumbuh secara alami.

Gubernur VBL pada kesempatan itu menandatangani prasasti tanda diresmikannya kecamatan Loaholu serta melakukan peletakan batu pertama tanda lokasi pembangunan kantor camat Loaholu.

Gubernur juga menyerahkan bantuan Alat Kesehatan dan Logistik Covid-19 kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang diterima langsung oleh Bupati Rote Ndao yang disaksikan oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M.Saek,SE.

Pada kesempatan itu pula Bupati Rote Ndao menerima penyerahan hibah tanah untuk pembangunan kantor Kecamatan Loaholu oleh pemilik tanah Bapak Saiful Taher.

Hadir pula pada kesempatan itu Ketua DPRD bersama beberapa anggota DPRD Rote Ndao unsur Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, para Asisten lingkup pemkab Rote Ndao, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, para undangan, tokoh agama, tokoh adat kecamatan Rote Barat Laut dan Kecamatan Loaholu.(DKISP)

pelantikan-dirut-pdam1

Bupati Rote Ndao Melantik Direktur PDAM Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE mengambil sumpah dan melantik Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Rote Ndao yang baru pada Senin, 19/10/2020 di Auditorium Tii Langga Permai.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Direktur PDAM Rote Ndao yang baru dilantik yaitu Didik Paulus Benyamin Messakh,ST untuk periode 2020-2025.

Bupati pada kesempatan itu berpesan kepada Direktur PDAM Rote Ndao, Valen Messakh (sapaan Didik Paulus Benyamin Messakh) agar dalam menjalankan tugasnya penuh amanah dan karena jabatan ini harus dipertanggung jawabkan sesuai sumpah dan janji yang telah diikrarkan.

Lanjut Bupati bahwa pimpinan BUMD adalah elemen yang diberikan tanggung jawab amanah mengelolah perusahaan daerah, artinya anda sedang mengelolah aset Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

“dibutuhkan orang yang mampu, mau dan militan dalam menjalankan perusahaan ini, anda harus benar-benar bekerja keras, bekerja cerdas, jujur, profesional dan memiliki kemauan tinggi untuk menjalankan PDAM selama 5 tahun kedepan. Beban di pundak anda bukan hanya mensejahterahkan seluruh pegawai PDAM saja tetapi juga harus melayani masyarakat dengan prima sekaligus mampu memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah daerah sebagai pemilik modal” ujar Bupati Paulina

Untuk diketahui bahwa kondisi PDAM saat ini dalam keadaan “SAKIT” yang perlu penanganan secepatnya untuk bisa bangkit dan kembali sehat. Tidak hanya mengharapkan dari yang sudah ada tetapi harus pula melakukan konsolidasi dan mencari peluang-peluang kerjasama dengan pihak lain untuk pengembangan perusahaan ini.

Lebih lanjut lagi Bupati mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terhadap perusahaan ini banyak hal yang harus dibenahi seperti; PDAM belum memiliki rencana bisnis, tingginya tingkat kehilangan air mencapai 40%, belum lengkapnya SOP, pengelolaan aset yang belum jelas, tidak adanya laporan baik bulanan, triwulan maupun tahunan, perlunya peningkatan kualitas SDM pegawai, gaji pegawai yang belum dibayarkan beberapa bulan terakhir, perlunya melakukan uji kualitas air secara berkala, tunggakan pelanggan yang belum tuntas dan masih banyak lagi yang harus dibenahi serta memerlukan pemikiran yang serius dan tenaga ekstra untuk diselesaikan.  Dan tidak kalah penting bahwa PDAM belum memberikan kontribusi dalam penerimaan daerah (PAD).

Bupati juga mengatakan bahwa dirinya selaku pemilik modal, dirinya tegaskan kepada direktur PDAM yang baru dilantik ini beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pimpinan PDAM harus secara berkala melaporkan kemajuan kinerjanya kepada Bupati dan harus selalu memperhatikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.
  2. PDAM harus dikelolah secara profesional sehingga lebih produktif, efisien dan efektif.
  3. Segera menyusun rencana bisnis, untuk lima tahun kedepan
  4. Segera menuntaskan berbagai permasalahan yang dihadapi terutama infrastruktur, masalah dengan pemilik sumber air, aset, manajemen perusahaan, mengurangi tingginya kebocoran air, dan masalah kualitas air, kwantitas dan kontinuitas
  5. Tegas menerapkan aturan yang berlaku.

Apabila tidak dapat memenuhi beberapa hal tersebut maka harus siap untuk meletakan jabatan.

Diakhir sambutannya Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat sementara Direktur PDAM yang telah menjalankan dengan baik tugas dan tanggung jawabnya. Meskipun hanya sementara tetapi banyak yang telah dibuat untuk meningkatkan kinerja PDAM. Juga kepada panitia seleksi yang telah benar-benar menyeleksi dan bekerja keras menghasilkan direktur definitif yang layak dan patut dan yang telah dilantik ini.

Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten Setda Rote Ndao, Dandim 1627/Rote Ndao, Kapolsek Lobalain, Personil Danlanal Pulau Rote, Pimpinan OPD, para staf PDAM Rote Ndao, Tokoh Agama, Tokoh Adat.(dkisp)

hari-kesaktian-pancasila-2020-virtual1

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Dilaksanakan Secara Virtual

Sehubungan dengan situasi pandemi covid-19 maka penyelenggaraan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Tagline ” Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila” diatur dan berlangsung secara virtual. Kegiatan ini dapat diikuti secara serentak di kanal youtube media massa dan kanal sekretariat Presiden.

Kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila ini disaksikan secara langsung kamis (01/10/2020) pagi dari monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo.

Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, peserta memberi hormat kepada presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Kemudian komandan upacara melaporkan kepada jokowi untuk memulai upacara tersebut.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan. Sesuai rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan teks pancasila diikuti oleh pembacaan UUD 1945.

Acara ini tanpa sambutan sebagaimana mestinya, melainkan hanya pembacaan Ikrar oleh ketua DPR, Puan Maharani. Kesimpulan dari pembacaan ikrar ini adalah bahwa dalam rangka memperingati Kesaktian Pancasila ini, kami, segenap anak bangsa tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usai pembacaan ikrar ini, kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Menko bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dan berakhir dengan salam sebelum membubarkan diri.

Upacara secara virtual ini dipantau langsung oleh bupati, Paulina Haning-Bullu, wakil, Stefanus Saek, unsur Forkopimda, Assisten Perekonomian dan kepala Organisasi Perangkat Daerah langsung dari lobi lantai I kantor sekretariat daerah kabupaten Rote Ndao. Upacara secara virtual inipun berlangsung secara sederhana, khidmat dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah covid-19.

Sebelumnya, informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini telah disampaikan melalui surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86491/MPK.F/TU/2020 tanggal 28 september 2020. (kominfostatperRN)

kejari-rote-ndao

Kajari Rote Ndao, Indra Hidayanto Tutup Usia

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Indra Hidayanto, SH, MH, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Baa – Rote Ndao pada selasa, 29/09/2020 tepat pukul 21.20 Wita

Indra Hidayanto, sekitar pukul 19.30 wita mengalami sesak napas sehingga dibawah dari rumah jabatan Kajari yang beralamat di Kelurahan Namodale ke RSUD Baa.

Kurang lebih satu jam di RSUD Ba’a Indra Hidayanto mendapat penanganan medis dan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat, (IGD), RSUD Baa namun pada pukul 21.20 wita, Indra menghembuskan nafas terakhir.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Direktur RSUD Baa, dr. Adhi mengatakan bahwa bahwa petugas Medis dari Puskesmas Ba’a selalu melakukan pengecekan kondisi keadaan Korban sebelum korban meninggal Dunia, Indra Hidayanto sebelumnya mengeluh sesak napas pada dada bagian kiri.

Atas keluhan itu pihak rumah sakit telah melakukan penanganan sesuai prosedur tetap, (Protap), namun akhir kehidupan  di tentukan yang Maha Kuasa.

Seorang staf Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Mengatakan, Kajari Indra Hidayanto dalam minggu terakhir ini sering mengalami keadaan sesak napas.

Selain itu, sebelumnya sempat nenjalani opname di RSUD Ba’a pada Kamis (24/09/2020) dan baru dipulangkan Jumat 25/09/2020 keesokan harinya dengan keluhan yang sama. Jelas Staf ini sambil meminta identitasnya tidak ditulis.

Kajari Rote Ndao Indra Hidayanto, sampai berita ini dilangsir, media belum mendapat penjelasan resmi dari pihak RSUD Baa  terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.

Pukul 23.05 wita, jenasah di bawah kembali oleh pihak keluarga (Kejaksaan Rote) menuju Rumah jabatan Kajari kelurahan Namodale dan tiba pada pukul 23.17 Wita

Jasad Almarhum direncanakan akan diberangkatkan ke Kupang pada Rabu, 30/09/2020 dan selanjutnya akan diberangkatkan ke daerah asalnya di Malang – Jawa Timur.

Pantauan media, yang datang melayat di IGD RSUD Baa saat meninggalnya Kajari Baa Jaksa Madya Indra Hidayanto,SH,MH adalah Bupati Rote Ndao, Paulina Haning- Bullu, SE, Drs. Leonard Haning, MM, Forkopimda Rote Ndao, beberapa pimpinan OPD, serta Pejabat lingkup Kejaksaan Negeri Rote Ndao dan staf.

 

Upacara Pelepasan Jenasah Almarhum Indra Hidayanto 

Pada hari Rabu, 30/9/2020 pukul 07.20 wita bertempat di bandara D.C. Saudale, Kab. Rote Ndao telah dilaksanakan kegiatan Pengantaran jenazah alm. Indra Hadiyanto (Kajari Rote ndao).

Hadir dalam kegiatan antara lain, Paulina Haning Bullu, SE. (Bupati Rote Ndao), Letkol Laut (P) Anis Latif, SE, M. Tr. Hanla, MM (Danlanal Pulau Rote),  Letkol Inf. Educ Permadi Eko Putro Basuki (Dandim 1627/Rote Ndao), Rosihan SH (Perwakilan pengadilan), Charles Malaikosa, ST (Ka Bandara DC Saudalle), M. Irfan l, S.Sos. MM (Ka BNN), Jhoni Saudale (Kasatpol PP), Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Rote ndao, Tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pukul 07.25 wita kegiatan diawali dengan upacara pelepasan jenazah yang dipimpin oleh Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, SE, M. Tr. Hanla, MM, selanjutnya jenazah alm diterbangkan menggunakan pesawat Demonim Air tujuan Rote – Kupang dan dilanjutkan menuju rumah duka di kota Malang jawa timur.

Pada pukul 07.45 wita pesawat Demonim take off menuju kupang, Pukul 08.00 wita seluruh rangkaian kegiatan pengantaran selesai, selama kegiatan berjalan dengan tertib aman dan lancar (**/dkisp-rn).

bupati-kunker-nuse-201

Bupati Paulina dan Wakil Bupati Stefanus Kunker Di Pulau Nuse

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus Saek bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Nuse, Desa Nuse, Kecamatan Ndao-Nuse, Sabtu 19 september 2020

Dalam kunker tersebut Bupati dan Wakil Bupati didampingi Asiten Administrasi Umum Jermy Haning, Kadis Kesehatan drg Suardi, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yames MK Therikh, Kadis Dukcapil Petson S Hangge, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Benay Fora, Kadis Sosial Ferdinand Haning, Kasatpol PP Joni Saudale, Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Ny Lona Apdiana Saek-Ngginak, Camat Ndao-Nuse Yusuf O Fiah, bersama sejumlah staf.

Bupati Paulina kepada media menjelaskan, tujuan kunjungan kerja yang dilakukan bersama Wakil Bupati, adalah untuk melihat dari dekat kehidupan masyarakat penghuni pulau terpencil dan terluar di Kabupaten Rote Ndao, serta mendengar sendiri aspirasi masyarakat setempat.

Dalam pertemuan perdana dengan warga Pulau Nuse setelah dilantik setahun yang lalu, Bupati Paulina menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada warga yang 100 memilih dirinya bersama Wabup Stefanus M Saek (Paket Lentera jilid 3), dalam pilkada 2018 lalu.

Bupati Paulina saat berdialog dengan warga Desa Nuse juga menyampaikan bahwa sejumlah program dan bantuan akan diarahkan ke wilayah tersebut, di antaranya pemberian satu unit kapal ikan 3 GT bagi kelompok nelayan tangkap, satu unit kapal (perahu) wisata, empat unit fiber penampung air bersih, cool box, bantuan pribadi Bupati dan Wakil Bupati berupa ternak ayam dan babi untuk meningkatkan ekonomi dan gizi balita.

Yang akan diserahkan saat ini, kata Bupati, adalah bantuan empat unit cool box dari Dinas Kelautan dan Perikanan, bantuan Pemberian Makan Tambahan (PMT) bagi dua PAUD di Kecamatan Ndao-Nuse dari TP PKK Kabupaten Rote Ndao, bantuan seragam SD dan selimut dari Dinas Sosial, 200 masker bantuan Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, dan 50 paket sembako yang merupakan bantuan pribadi Bupati dan Wakil Bupati bagi 50 lansia.

“Bantuan lainnya nanti diproses oleh dinas teknis dan diambi, oleh Penjabat Kades di Ba’a,” imbuhnya.

Bupati Paulina juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap patuh pada Protokol Kesehatan Covid-19 karena walaupun Rote masih zona hijau, tetapi Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya. Masyarakat juga diimbau untuk menunda sementara kegiatan pesta dan kegiatan lain yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Ny Lona Apdiana Saek-Ngginak mengatakan, bantuan PMT yang diberikan bagi anak-anak pada PAUD Mbali Noekeli dan Nurul Ilmy tersebut merupakan Program TP PKK Rote Ndao dalam rangka membantu pemerintah mecegah stunting.

Bantuan PMT yang diberikan, kata istri Wabup Stefanus Saek itu, yakni berupa susu, telur, kacang hijau, gula pasir. Diharapkan bantuan ini dapat membantu anak-anak PAUD memenuhi gizi di masa pertumbuhan.

Camat Ndao-Nuse Yusuf O Fiah mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao kepada warga Desa Nuse dan Kecamatan Ndao-Nuse pada umumnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk mendukung semua program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan yang diarahkan ke wilayah tersebut karena pada prinsipnya semua program pemerintah dimaksudkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, dalam kurker tersebut juga dilakukan sosialisasi bantuan pinjaman lunak usaha perikanan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) oleh Dinas Dukcapil, dan sosialisasi Pilkades Serentak oleh Dinas PMD.(*MT/dkisp)

kunker-proyek-rotsel-1

Bupati Tinjau Pelaksanaan Proyek di Rote Selatan

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu dan wakil Bupati Stefanus Saek tinjau pelaksanaan proyek di wilayah Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/9/2020).

Bupati meninjau pembangunan jalan menuju tempat wisata Tolanamon Desa Inaoe, jalan yang menghubungkan Dusun Lopolain dan Dusun Daedulu Desa Nggelodae, serta saluran Irigasi di Persawahan Soloe Desa Lenguselu sepanjang 900 meter

Peninjauan ini, dilakukan Bupati guna memastikan sejauh mana progres yang ditelah dikerjakan rekanan. Kemudian, tujuan Bupati turun ke lapangan juga ingin memastikan mutu pekerjaan pihak ketiga.

Karena, Bupati menginginkan pekerjaan tidak asal-asalan, sebab pembangunan Jalan tersebut, dananya bersumber dari APBD yang merupakan uang rakyat.

Selain melakukan peninjauan, Bupati juga meminta dinas teknis lakukan pengecekan ketebalan Jalan telah siap di aspal, apakah ketebalan dan bahannya sesuai dengan speck yang ditentukan, dan pekerjaan infrastruktur lainya agar berkualitas.

Untuk diketahui, Kunker Bupati dan Wakil Bupati di kecamatan Rote Selatan didampingi oleh Asisten ll setda kabupaten Rote Ndao, Armi Saek kepala dinas pekerjaan umum serta camat Rote Selatan. (*Tim/)

SONY DSC

Pertanian

Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura

Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi pertanian yang besar dan beraneka ragam, namun masih sedikit atau belum obtimal pemanfaatannya. Luas areal potensi pertanian lahan basah yang sudah dimanfaatkan sebesar 12.968 Ha untuk padi sawah dan 10.668 Ha untuk padi gora. Sedangkan luas areal lahan kering sebesar 4.531 Ha yang sudah dimanfaatkan untuk budidaya komoditas agribisnis. Komoditas yang menonjol sebagai komoditas andalan dan mempunyai peluang bisnis adalah padi, jagung, sorgum, bawang merah, lombok, semangka dan kacang tanah.

Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura tahun 2015-2017

 

 Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produktivitas (KW/Ha) Produksi (Ton)
No Jenis Tanaman Tahun 2015 Tahun 2016 Keadaan s/d Mei 2017 Tahun 2015 Tahun 2016 Keadaan s/d Mei 2017 Tahun 2015 Tahun 2016 Keadaan s/d Mei 2017 Tahun 2015 Tahun 2016 Keadaan s/d Mei 2017
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1Padi Sawah12.9687.5047.50412.4327.5047.50438464647.2063703837.038
2Padi Gora10.66810.6683.8373.837424218.75218.752
3Padi Ladang1.020999434.300
4Jagung3.6873.2633.2632.2623.0343.0342629295.8818.8518.851
5Kacang Tanah4344564564234264262723231.1341.0021.002
6Kacang Hijau150187187142187187665114114114
7Ubi Kayu312272272116272272751141148703.1023.102
8Ubi Jalar1371401401201401404286865041.2091.209
9Sorgum332212212315212212111324040
 Jumlah19.04022.70222.70216.80915.61215.61232.1957.5657.5660.04070.13270.132

Hasil produksi padi dan jagung sudah dapat memenuhi kebutuhan pangan Kabupaten Rote Ndao sedangkan bawang merah dan semangka sudah dapat dijual keluar dan mendominasi pasar di beberapa Kabupaten tetangga seperti : Kabupaten Kupang, TTS, TTU dan Belu. Untuk itu perlu dikembangkan lebih lagi, baik dalam budidaya maupun pemasaran sehingga dapat mencapai pasar nasional dengan harga yang kompetitif.

Selain itu Kabupaten Rote Ndao memiliki komoditas unggulan yaitu kacang tanah yang spesifik dan hanya ada di Kabupaten Rote Ndao namun belum dikembangkan secara obtimal. Potensi- potensi ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan mengingat masih banyak potensi lahan yang belum dimanfaatkan, tersedianya tenaga kerja dan peluang pasar yang masih terbuka baik lokal, regional dan nasional.

Perkebunan

Komoditi perkebunan di Kabupaten Rote Ndao antara lain : kelapa, lontar, jambu mente, jarak, pinang dan kapuk.

Luas areal tanaman kelapa mencapai 4.748 Ha dengan produksi tahun 2016 sebesar 3.468 ton / tahun. Ada beberapa bentuk hasil kelapa yakni : kelapa muda, kopra, minyak goreng dan minyak VCO ( Virgin Coconut Oil ). Sedangkan hasil lain seperti serabut, tempurung dan air kelapa belum dimanfaatkan.

Lontar memiliki luas tanam sebesar 16.606 Ha dengan produksi nira pada tahun 2016  mencapai 929,84 ton dimana hasil olahannya dalam bentuk gula cair, gula merah, gula semut, cuka dan minuman khas beralkohol tinggi ( sopi / arak ). Lontar sudah menjadi simbol budaya karateristik orang Rote karena mencakup seluruh lapisan masyarakat dan menghiasi berbagai tatanan budaya masyarakat. Selain menghasilkan nira, daun lontar dapat dijadikan anyaman tikar, topi ti’i langga, alat musik sasando, nyiru, piring makan, penampung air ( haik ), atap rumah dan aneka anyaman lainnya. Pelepa sampai batangnya dijadikan bahan bangunan, meubelair dan aneka souvenir lainnya.

Selain komoditi tersebut, jambu mete dan jarak yang merupakan komoditi prospektif untuk industri masih berpeluang untuk dikembangkan di 10 kecamatan se-Kabupaten Rote Ndao karena memiliki kecocokan agroklimat dan ketersediaan lahan yang masih sangat luas.

Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan
No Komoditi Luas (Ha) Jumlah Produksi (Ton)
TBMTMTT/TR
Tahun 2015Tahun 2016Keadaan s/d Mei 2017Tahun 2015Tahun 2016Keadaan s/d Mei 2017Tahun 2015Tahun 2016Keadaan s/d Mei 2017Tahun 2015Tahun 2016Keadaan s/d Mei 2017Tahun 2015Tahun 2016Keadaan s/d Mei 2017
12 3 4 5  9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1Kelapa634784,14784,143.4873.474,183.474,18479489,69489,694.6504.748,014.748,013.4833.468,203.468,20
2Lontar4.1204.107,654.107,654,8564.834,974.834,977.6067.660,717.660,7116.62216.606,3316.603,33988929,84929.84
3Kapuk3633,4533,45341332,94332,94515504,16504,16392870,55870,55363232
4Jarak360381,19381,199749,3049,306286,2186,21419516,70516,701417,3317,33
5Pinang1712,9012,907368,1868,181614,6414,6410695,7295,723022,2622,26
6Jambu Mete307313,47313,47189185,65185,65812828,60828,601.3081.327,721.327,726649,7049,70
 Jumlah5.4245.632,805.632,809.0438.945,228.945,229.5309584,019.584,0123.99724.162,0324.164,034.6174.519,334.519,33

gisa-rote1

Bupati Mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk Tingkat Kabupaten Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2020 bertempat di Kantor Camat Rote Selatan, Senin (14/09/2020) pagi

Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, maka Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bertanggung jawab menyukseskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan dalam skala Kabupaten sehingga terbangun ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan.

Sebagai langkah strategis maka diawali dengan Kegiatan Pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Tingkat Kabupaten Rote Ndao sekaligus melaksanakan pelayanan langsung dokumen kependudukan di 4 kecamatan yang dipilih sebagai Pilot Project / Percontohan Kecamatan GISA yaitu Kecamatan Rote Selatan, Kecamatan Rote Barat, Kecamatan Rote Timur dan Kecamatan Landu Leko dengan harapan menjadi embrio terbentuknya Kabupaten Rote Ndao sadar dan tertib administrasi kependudukan.

Lanjut Bupati bahwa pencanangan GISA merupakan sebuah gerakan nasional untuk menciptakan ekosistem pemerintah dan masyarakat yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan sehingga terwujudnya tertib administrasi kependudukan sebagaimana diamantkan undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan

Sesuai dengan instruksi Mendagi Nomor 470/837/sj tanggal 7 Februari 2019 tentang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang mana ditujukan kepada seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan untuk melaksanakan GISA dengan wajib mempedomani 4 program GISA yang meliputi : 1. Sadar kepemilikan dokumen kependudukan, 2. Sadar pemutahiran data dokumen kependudukan, 3. Sadar pemanfaatan data kependudukan sebagai satu-satunya data yang dipergunakan untuk semua kepentingan, 4. Sadar melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat yang bahagia.

Gerakan Indonesia Sadar Adminduk ini dicanangkan dengan harapan agar melalui GISA dapat memperkuat pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap status pribadi dan hukum setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting lainnya.

Sesuai dengan data kependudukan Kabupaten Rote Ndao semester I tahun 2020 mencapai angka 147.846 jiwa, jumlah penduduk wajib KTP Elektronik sebanyak 100.637 jiwa dan yang sudah melakukan perekaman baru 86.320 atau baru 85% dan yang belum melakukan perekaman e-KTP yaitu 14.367 jiwa, begitu juga dengan anak usia 0-18 tahun sebanyak 53.567 anak, yang sudah memiliki akte kelahiran sebanyak 31.357 anak atau 58% dan yang belum memiliki sebanyak 22.210 anak atau 41%.

Sesuai dengan data tersebut maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di Kabupaten Rote Ndao.

Upaya peningkatan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, KTP, akte kelahiran, akte perkawinan, serta dokumen kependudukan lainnya sebenarnya sudah dilakukan Kabupaten Rote Ndao sejak tahun 2002 dengan menyelenggarakan Nikah Masal

“masyakat yang ikut nikah masal pasti semuanya akan terlayani, tetapi butuh adanya kerja sama dengan mitra yaitu pemuka agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya akte perkawinan dan Kepala Desa juga mempunyai tugas untuk mengingatkan kepada masyarakat yang masih nikah adat agar bisa mengikuti nikah masal yang dilakukan oleh pemerintah agar semua administrasi bisa terpenuhi” kata Bupati

Bupati juga mengingatkan agar Disdukcapil melakukan pelayanan keliling atau jemput bola dengan turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan pelayanan dan juga melakukan kerja sama lintas sektor seperti pada Dinas Kesehatan melalui Bidan untuk mengurus akte kelahiran bagi mereka yang melakukan proses persalinan dengan bantuan bidan dan juga pada Dinas PKO untuk bisa membantu melakukan perekaman e-KTP bagi murid-muridnya yang sudah berusia 17 tahun keatas.

Lebih lanjut lagi Bupati mengatakan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi maka pada tahun 2019 semuanya itu sudah dilaksanakan dengan beberapa terobosan yang merupakan implementasi dari GISA itu sendiri dengan melakukan langkah-langkah yang sudah dan sementara dilakukan oleh Dinas Dukcapil meliputi : penerapan pelayanan dokumen kependudukan terintegrasi dalam bentuk paket layanan dimana masyarakat mendapat dokumen layanan sekaligus dalam satu permohonan, pemberian identitas bagi anak usia kurang dari 17 tahun dan belum menikah berupa kartu identitas anak (KIA), pemanfaatan data dokumen kependudukan untuk semua keperluan.

Bupati juga menambahkan bahwa sesuai dengan implementasi Dukcapil go Digital yakni semua dokumen kependudukan ditandatangani secara elektronik dan hari ini juga dapat diterapkan secara resmi tanda tangan elektronik untuk kartu keluarga, kartu kelahiran, akte perkawinan dan akte kematian serta penggunaan kerta HVS 80 gram menggantikan security printing, layanan akte kelahiran online dan layanan ini akan mempermudah masyarakat dalam mengurus akte kelahiran karena masyarakat tidak perlu antri ke Dinas Dukcapil sebab semua berkas dapat dikirim menggunakan smartphone atau email, bahkan akte kelahiran juga dapat dicetak sendiri di rumah atau dimanapun selama masih terkoneksi dengan jaringan internet dan bagi masyarakat pedesaan yang tidak memiliki sarana itu merupakan tugas dari Dinas Dukcapil untuk jemput bola.

Keberhasilan GISA merupakan proaktif dari masyarakat untuk melaporkan setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialaminya, sementara pada sisi lain pemerintah juga aktif berupaya memperbaiki layanan administrasi kependudkan guna meningkatkan kualitas dan pelayanannya melalui berbagai inovasi pelayanan demi mendapatkan kepuasan masyarakat disetiap pelayanan publik lainnya.

Oleh karena itu dirinya selaku Bupati mendukung dan menyambut baik pencanangan GISA hari ini karena dapat mendorong capaian kinerja pemerintah dalam kepemilikan dokumen kependudukan.

Pada akhir kegiatan Bupati menyerahkan secara simbolis KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akte Perkawinan, Akte Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada beberapa orang perwakilan penerima dari masyarakat Rote Selatan.

Hadir pada kesempatan itu juga Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, unsur Forkopimda, Sekda Rote Ndao bersama pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, tokoh masyarakat dan masyarakat kecamatan Rote Selatan, dan beberapa undangan lainnya tampak dalam tenda di depan halaman kantor Camat Rote Selatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.(dkisp)