FOTO-KETUA-STIKOM-KUPANG

Penyusunan Renduk SPBE, Pemkab Rote Ndao Libatkan STIKOM Uyelindo Kupang

Baa,- Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif, aspiratif, partisipatif dan transparan, pemerintah kabupaten Rote Ndao menyusun Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2020-2024 yang mempunyai tujuan melakukan reformasi birokrasi untuk mewujudkan kualitas pelayanan publik. Rencana induk Merupakan kerangka penyusunan SPBE yaitu tata kelola dan kebijakan SPBE, pelayanan SPBE, teknologi informasi dan komunikasi SPBE serta sumber daya manusia (SDM) SPBE. Rencana induk berfungsi sebagai pedoman bagi kepala daerah dan OPD dalam pelaksanaan SPBE di Kabupaten Rote Ndao.

Rencana Induk SPBE disusun dengan prinsip dasar SPBE yaitu: efektifitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interopabilitas dan keamanan. Efektivitas berarti kehadiran SPBE memberikan dampak nyata sesuai dengan keluaran yang diharapkan, SPBE menghapus stigma  “terpisah-pisah” yang selama ini identik dengan pelayanan birokrasi, dengan SPBE yang bersifat terpusat dan lengkap, masalah kesinambungan ke depannya dapat menemukan titik terang sehingga lebih efektif dan efisien, karena adanya penyederhadaan sistem pelayanan yang dahulu manual ke pelayanan elektronik.

Untuk itu berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Provinsi NTT , salah satunya dengan pelaksanaan kegiatan penyusunan Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hal tersebut  juga sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Terkait dengan hal ini,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi atau perguruan tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer  (STIKOM) Uyelindo Kupang sebagai salah satu sekolah tinggi IT terbaik di Provinsi NTT.

Sebab, dalam pengembangan SPBE perlu juga melibatkan akademisi, khususnya dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana penunjangnya,” ujar  Asisten Administrasi Umum Yermi Haning pada pembukaan kegiatan Presentasi Projek kajian akademik Penyusunan Renduk SPBE dari Stikom Uyelindo Kupang yang berlangsung di Auditorium Bumi Ti’i Langga Permai, Selasa (8/12/2020) yang dihadiri 40-an OPD lingkup Pemkab Rote Ndao.

Menurut Yermi biasa disapa, penerapan SPBE tidak hanya bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan publik. Tetapi untuk meningkatkan sistem kerja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar semakin efektif dan efisien.

Katua STIKOM Uyelindo Kupang, Marinus I. J. Lamabelawa,S.Kom.,M.Cs menuturkan, pihaknya siap mendukung Pemkab Rote Ndao  dalam memaksimalkan penerapan SPBE. Terutama penguatan SDM dan sarana prasarana penunjangnya.

“Terkait rencana sinkronisasi Teknologi Informasi (TI) berbasis SPBE di Kabupaten Rote Ndao, kami mendukung apa yang diinginkan oleh Pemkab Rote Ndao, khususnya dalam penguatan SDM dan sarana penunjang lainnya.  Bagaimanapun juga ini menjadi tanggung jawab kita bersama, sehingga nantinya antara akademisi dan pemerintah bisa bersinergi,” ucapnya.

Menurut Lamabelawa, kegiatan hari ini adalah mendapatkan data untuk  pembuatan baseline sistem pemerintahan berbasis eletronik (SPBE) dan rencana induk (blue print) SPBE sesuai dengan perpres 95 tahun 2018.

, Metro Timor
STIKOM Uyelindo Kupang berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao karena telah  mempercayakan tim dari STIKOM Uyelindo Kupang berkontribusi menyusun rencana induk pengembangan SPBE sebagai langka awal, tentunya  kegiaran-kegiatan lanjutan pasti lebih banyak lagi tahun – tahun kedepannya

STIKOM bekerjasama membantu pemda minimal difokuskan ada tiga hal yaitu yang pertama membatu dalam literasi digital, bagaimana agar semua OPD, ASN memiliki digital mindset (berpikir secara zaman digital ), ada kalanya banyak yang belum berpikir dan kemampuan untuk bekerja secara digital.

hal-hal dasar seperti penggunaan penyimpanan berbasis cloud, pengiriman email, bagaimana  berkomunikasi lewat media sosial yang efektif. Salain itu manajemen data dan dokumen seperti sharing data, mengedit data , menyimpan data, menipulasi data yang dilakukan secara online.

Kedua membantu pemkab dalam pengembangan aplikasi-aplikasi  yang mendukung SPBE Kabupaten Rote Ndao

Ketiga, dalam rangka penerapan yang disebut dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini mahasiswa diberi peran lebih dalam melaksananakan magang, atau proyek didesa, proyek kemanusiaan, atau independen membantu pemda Rote berkaitan dengan penerapan SPBE.  Tiga hal itu yang akan dilakukan di Kabupaten Rote Ndao dan tentunya fokus kami ke bidang pariwisata sesuai visi Pemda Rote Ndao dan renstra pengabadian masyarakat di STIKOM serta tugas kami dalam Kerjasama dengan Pemrov Provinsi NTT.

Tahun 2020 ini rencana induk SPBE sudah diselesaikan. Selanjutnya tahun berikut setelah menunggu direview dan diassesment, jika ada perkembangan pada tahun berikutnya tentunya akan disesuaikan .

Langkah berikut adalah actionnya dan mudah-mudahkan tidak ada hambatan di tahun 2021. (DKISP)

hasil-test-sm-positif-covid-19

Hasil PCR, Almarhum SM Positif Covid-19

Hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test yang dilakukan terhadap sampel pasien SM (50), yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, Kamis (3/12), positif Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Rote Ndao Jermy Haning dan Assisten I Setda Rote Ndao, Ir. Untung Harjito yang didampingi Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy dan Kabag Hukum dan Perundang-undangan Setda Rote Ndao Hanggry Mooy, dalam Press Rilis di aula lantai satu kantor Bupati Rote Ndao, Sabtu (5/12) petang.

Menurut Jermy, sesuai hasil yang diperoleh dari Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang, hari ini, pasien atas nama SM positif Covid-19.

Almarhum SM, kata dia, mempunyai catatan sebagai pelaku perjalanan, di mana dua minggu terakhir baru bepergian dari Rote ke Kota Kupang-Atambua pulang pergi.

Terhadap kasus almarhum SM ini, kata Jermy, langkah penanganan yang dilakukan Satgas Covid-19 adalah sementara berupaya melakukan tracing terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak erat dengan almarhum (keluarga, tetangga, kerabat, dan rekan).

“Kami sudah mengimbau keluarga untuk melaksanakan isolasi mandiri, sambil menunggu dilakukan rapid dan swab test. Selain itu untuk kontak erat juga agar dengan sukarela melakukan tes rapid dan swab di RSUD Ba’a atau cukup melaporkan kepada petugas Puskesmas dan atau RSUD dan petugas akan mendatangi untuk melakukan rapid maupun swab secara gratis (biaya ditanggung Pemkab Rote Ndao),” katanya.

Masih menurutnya, sebelumnya salah seorang warga Rote Ndao YYF yang meninggal di Kupang juga terdeteksi Covid-19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi penyebaran Covid-19 di Rote Ndao semakin serius dan sudah memakan korban dua orang warga.

Untuk itu, kata dia, diimbau kepada masyarakat Rote Ndao untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan, hindari kerumuman massa, tidak mengadakan pesta, hajatan, dan termasuk OPD yang melakukan rapat dan pertemuan.

Untung Harjito menambahkan, langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan Satgas dan Pemkab adalah mengefektifkan pejagaan pintu-pintu masuk baik Bandara DC Saudale dan Pelabuhan Ba’a, ASDP Pantai Baru, dan pelabuhan rakyat lainnya.

Selain itu, kata Untung, juga pendataan dan pengawasan warga luar yang masuk ke Rote Ndao untuk meminimalisir dan menghindari kemungkinan penyebaran dari luar, serta tentunya diharapkan masyarakat menjaga kesehatan diri masing-masing dan taati protokol kesehatan. (VN)

lantik-pejabat-dikebun-desa-model1

Bupati Rote Ndao Lantik 94 Pejabat di dalam Kebun Desa Model TP-PKK Kabupaten Rote Ndao

Bupati Rote Ndao mengambil sumpah dan melantik 94 pejabar administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional lingkup pemkab Rote Ndao dan juga melantik Kepala UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang bertempat di Kebun Desa Model TP-PKK Kabupaten Rote Ndao di desa Baadale pada Kamis, 3 Desember 2020.

Bupati pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat hari ini tidak semata perpindahan jabatan tetapi karena adanya perubahan nomenklatur pada sejumlah OPD

“Perpindahan pada sebuah OPD merupakan sebuah hal yang wajar untuk memberikan penyegaran dan suasana baru sehingga yang harus dilakukan adalah memahami tugas, fungsi dan tanggung jawab pada jabatan yang di percayakan sehingga mampu memberikan solusi bagi setiap masalah di lingkungan kerja, untuk itu jangan terpaku pada rutinitas tetapi harus inovatif karena jabatan itu adalah sebuah kepercayaan yang diberikan bukan hak, kadang ada yang bilang dia punya pendidikan yang cukup, golongan yang cukup, pintar juga cukup, tetapi itu bukan jaminan” ujar Bupati Paulina Haning-Bullu

Lanjut Bupati bahwa kita harus menyadari bahwa kita semua dibesarkan oleh orang tua tetapi yang membesarkan kita dalam karier adalah pemimpin kita maka harus dijaga dengan baik jangan sampai terlepas kepercayaan itu.

Lebih lagi Bupati mengingatkan bahwa keberadaan ASN atau anggota KORPRI adalah simpul pemersatu bangsa yang selalu mengamankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta setia menjaga dan tunduk kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terus menjaga nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika, nilai-nilai tolerasi dan kerukunan.

“kita akan tindak ASN ekstrim yang dapat mengancam kebhinekaan, kebinekaragaman karena tidak ada tempat bagi ASN Intoleran di Kabupaten Rote Ndao” Tegas Bupati

Bupati juga pada kesempatan itu mengatakan bahwa setiap tahun kita selalu memperingati hari bumi dan hari lingkungan hidup dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, untuk melakukan tindakan yang nyata dalam upaya perlindungan dan penyelamatan lingkungan, sehingga hari ini sebagai aksi nyata dalam pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat kita semua akan melakukan penanaman jagung dan pohon di area ini sebagai desa model di desa Baadale, Kecamatan Lobalain

“mari gunakan musim hujan ini untuk menanam agar kita dapat hijauhkan dan lestarikan bumi kita dengan kreatifitas menanam” ujar Bupati Paulina

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Tim Penggerak PKK dan juga sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan, Leonard Haning bersama masyarakat desa Baadale yang telah bekerja keras menyiapkan lahan seluas kurang lebih 7 Ha untuk melakukan tanam jagung panen sapi.

Selain itu Bupati Paulina juga mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 maka tahun depan penghasilan tetap Kepala Desa akan disesuaikan dengan PNS golongan IIa, sedangkan Sekretaris, Kasie dan Kaur akan disesuaikan dengan aturan yang ada

Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Bupati Kedua sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan dan Ketua PKK, Drs. Leonard Haning,MM, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Rote Ndao, Para Asisten, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Rote Ndao, Rohaniawan, para Camat, Dirut PDAM Rote Ndao(dkisp)

mendikbud-rote-20

Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Rote Ndao

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao, Selasa (10/11) petang.

Nadiem yang didampingi anggota DPR RI asal Dapil NTT-2 Anita Yakoba Gah, petinggi Kemendikbud RI di antaranya Dirjen Paud dan Dikdasmen Jumeri, Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media Muhamad Heikal, Direktur SD Sri Wahyuningsih, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Ditjen GTK Rachmadi Widdiharto, Direktur Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi, Koordinator Tatakelola Dit SMP Eko Susanto, bersama sejumlah staf.

Rombongan Mendikbud tiba di Bandara DC Saudale dengan menggunakan pesawat komersil Wings Air pukul 17.05 Wita, disambut secara adat oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus Saek, Forkopimda, Sekda Jonas M Selly, para asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan OPD.

Usai penyambutan di Bandara DC Saudale, rombongan Mendikbud Nadiem langsung melakukan kunjungan ke Pusat Perajin Kain Tenunan Rote di Kampung Namondao, Kelurahan Namodale Kecamatan Lobalaian.

Di sana Menteri Nadiem didampingi Bupati Paulina sempat berdialog dengan para perajin tenun ikat tentang motif, bahan dasar, pewarna, dan produksi para perajin. Bahkan, Mendikbud Nadiem juga sempat membeli sekitar empat lembar kain tenunan adat Rote pesanan sang istri.

Setelah itu, Nadiem dan rombongan juga sempat berkunjung ke Situs Cagar Budaya Masjid Tua An Nur, di Kelurahan Metina, Situs Cagar Budaya Istana Raja Rote di Kelurahan Namodale, Situs Budaya Gereja Tua Mengelama, dan terakhir mengunjungi Rumah Raja Thie, di Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya. Dan selanjutnya melakukan kegiatan internal di Mama Linda Resort Nemberala.

Untuk diketahui, kegiatan kunjungan hari kedua Mendikbud di Rote Ndao, pada sejumlah sekolah, di antaranya SMK Negeri Rote Barat, SDN Ndau, SMP Negeri 3 Lobalain, SD Inpres Oehenak, dan SMA Negeri 1 Lobalain(**/VN)

germas-rote071120

Dinkes Provinsi NTT Gelar Kegiatan Germas

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan daerah kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kesehatan menggelar kegiatan advokasi lintas sektor dan lintas program untuk pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menuju kabupaten/kota dan Indonesia sehat bertempat di aula hotel Ricky, Ba’a, kecamatan Lobalain, sabtu (07/11)pagi.

Kegiatan advokasi Lintas Sektor (LS) dan Lintas Program (LP) untuk pembudayaan masyarakat hidup sehat mengangkat beberapa isu kesehatan yang harus diselesaikan antara lain stunting, Angka Kematian Ibu (AKI)dan Angka Kematian Bayi (AKB), jaminan kesehatan Nasional, penguatan pelayanan dan obat dan alat kesehatan.

Hadir langsung dalam kegiatan ini, mewakili Kepala dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, drg. Iin Adriany. M.Kes, Wakil bupati Rote Ndao, Stefanus M Saek, SE,M.Si, kepala dinas kesehatan, drg. Suardy, para camat, kepala puskesmas dan organisasi perangkat daerah lintas sektor terkait lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapat dukungan dari pengambil kebijakan, lintas sektor, dan lintas program terkait dan turut ambil bagian dalam pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan adanya komitmen dukungan dari pengambil kebijakan untuk tersedianya kebijakan regulasi terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta adanya komitmen dukungan sumber daya yang mendorong berjalannya(Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) secara optimal kepada lintas sektor dan lintas progran yang terkait.

Wakil bupati, Stefanus M. Saek dalam kesempatan ini mengatan bahwa Komitmen Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam upaya Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat dilakukan melalui beberapa aksi yakni peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat,
penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gisi dan peningkatan pencegahan serta deteksi dini penyakit.selain itu masih ada peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan edukasi hidup sehat yang masih perlu mendapat perhatian kita bersama.

” kegiatan ini penting sehingga kepada lintas sektor, camat dan OPD terkait sangat penting untuk terlibat karena kalau berbicara kesehatan atau sehat untuk membuat masyarakat terbiasa hidup sehat dan mengerti maka para pelaku kepentingan harus paham dgn baik, sehingga kepada kita yg hadir harus tau hidup sehat.wajib hukumnya tau sehat supaya kita bisa tangani kesehatan dengan baik sehingga peran lintas sektor ini sangat penting” kata saek

Oleh karena itu, lanjutnya, mari kita belajar supaya kita jadi bisa menjadi agen dan pelaku yang memberikan edukasi, penyuluhan dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, drg. Iien Adriany. M.Kes mengatakan bahwa Strategi pemberdayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah leader harus kampanye atau promosi perilaku hidup sehat yang inovatif dan pemberdayaan masyarakat termasuk revitalisasi posyandu dan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat lainnya serta penggerakan masyarakat untuk hidup sehat serta peningkatan penyediaan pilihan pangan sehat termasuk penerapan label pangan. termasuk perluas akses terhadap konsumsi buah dan sayur.

“Germas penting karena daerah kabupaten Rote Ndao sekalu tenar berada di top ten.tetapi giliran program pemberdayaan germas di kabupaten Rote Ndao belum ada regulasinya.sehingga perlu dindaklanjuti karena Germas merupakan gerakan nasional yang diprakarsai melalui instruksi presiden untuk pembangungan kesehatan bersama seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat” kata Adriany (disKominfostatper)

rlh-desa-lekunik

Wakil Bupati Rote Ndao Resmikan 10 unit Rumah Layak Huni di Desa Lekunik

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE, M.Si, mewakili Bupati Rote Ndao meresmikan 10 rumah layak huni (RLH) di Desa Lekunik Kecamatan Lobalain, Senin, (26/10/2020). Ia meresmikan rumah layak huni kepada warga Desa Lekunik secara simbolis di salah satu rumah milik Ibu Aplonia Bailao.

Wakil Bupati Stefanus menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Lekunik yang telah membangun rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dari anggaran Dana Desa tahun 2020.

Wakil Bupati Stefanus juga memberikan apresiasi kepada Camat Lobalain Nusry Zacharias,SE dan Pj Kades Lekunik Konstantinus Ndolu, SE yang telah menyelesaikan pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Lekunik dengan baik.

Dirinya merasa sangat bangga  dengan pihak Desa Lekunik dan Camat Lobalain sebab,  rumah layak huni adalah merupakan salah satu visi dan misinya bersama Bupati Paulina Haning- Bullu, SE saat masa kampanye. Salah satu program unggulan adalah Aladin (atap lantai dan dinding), setelah terpilih dan dilantik 2019 silam, adapun program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yakni Rumah Layak Huni.

Pada kesempatan itu juga  Wakil Bupati Stefanus M. Saek mengatakan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan pembangunan yang meletakan dasar bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membangun sebuah rumah yang layak huni. Disebut layak huni karena didalamnya seluruh aktifitas bisa dilakukan dengan baik. Dengan demikian maka pemerintah tetap memberikan perhatian serius terkait dengan pembangunan rumah layak huni.

Oleh sebab itu dimasa periode kepemimpinannya bersama Bupati telah berkomitmen dan telah dituangkan dalam RPJMD 5 tahun kedepan untuk menyelesaikan rumah layak huni di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu Penjabat Kepala Desa Pj.Kades Lekunik, Konstantinus Ndolu, SE menyebutkan Pagu Anggaran Dana Desa (DD) Desa Sanggaoen Tahun 2020 senilai Rp. 1.232.763.858. Anggaran untuk rumah layak huni sebesar Rp. 344.713.000., dana sebesar itu, diperuntukan untuk 10 Rumah Layak Huni (bangun baru) dan saat ini pekerjaan fisik pembangunan rumah layak huni progresnya selesai 100%.(dkisp)

rote-stunting-juara-1

Rote Ndao Raih Juara Satu dan Kabupaten Terinspiratif Pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Dalam Mendukung Penurunan Stunting Terintegrasi

Bappelitbangda Provinsi NTT melaksanakan kegiatan rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari 22 kabupaten/kota unsur Bappelitbangda serta Dinas Kesehatan kabupaten, serta mitra pembangunan yang mendukung bidang kesehatan masyarakat di sektor kesehatan. Rapat kerja tersebut berlangsung di hotel Neo Aston Kupang 21-23 Oktober 2020.

Rapat kerja penilaian kinerja aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di provinsi NTT merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas. Upaya ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki prevalensi stunting tertinggi pada 21 kabupaten dan kota kupang, untuk segera melakukan langkah-langkah mengakselerasi tingkat penurunan stunting.

Pelaksanaan aksi konvergensi merupakan implementasi Pilar 3- Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting periode 2018-2022. Hasil aksi konvergensi ditujukan untuk dimanfaatkan oleh kabupaten/kota dalam upayanya memperbaiki manajemen intervensi gizi agar lebih terpadu dan tepat sasaran.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas D.Lana, SH, M.Si, saat memimpin rapat beliau menyampaikan, dalam upaya mendukung penurunan stunting di NTT maka komitmen pemerintah daerah untuk wajib memasukan indikator pengurangan stunting dalam dokumen RPJMD provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu Kosmas Lana, memberikan statementnya kepada peserta dari Bappelitbangda kabupaten se-NTT dalam rapat koordinasi konvergensi stunting tersebut mengatakan, Pendanaan Aksi Konvergensi melekat pada kegiatan perencanaan sampai dengan pengendalian tahunan pemerintah daerah. Sebagai contoh; analisis situasi dilakukan sebagai bagian dari proses analisis gambaran umum kondisi daerah dan perumusan permasalahan pembangunan daerah untuk penyusunan Renja/RKPD. Serta mengalokasikan dana secara signifikan untuk mengatasi stunting, baik secara fisik di lapangan maupun secara adiministartif.

Dalam pelaksanaan rapat koordinasi konvergensi untuk mendukung penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan di kupang tersebut, dilakukan pula komunikasi secara daring antara kepala Bappelitbangda NTT Kosmas D. Lana dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dimana saat bersamaan Gubernur VBL berada di Kabupaten Rote Ndao dalam rangka kunjungan kerjanya.

Melalui pesannya kepada peserta rakor konvergensi stunting, Gubernur VBL mengemukakan bahwa, Bappelitbangda provinsi/kabupaten/kota se NTT, untuk segera lakukan koordinasi serta kolaborasi secepatnya dalam mengentaskan stunting di daerah . Karena itu diperlukan sinergitas antar organisasi perangkat daerah Kabupaten untuk penanganan stunting, perlu difokuskan dibidang sanitasi, imunisasi dasar, keluarga berencana, pemenuhan air layak dan efisiensi anggaran” jelas Gubernur VBL.

Hadir sebagai nara sumber dalam rapat koordinasi penilaian kinerja aksi konvergensi stunting terintegrasi yang terlaksana selama 3(tiga) hari di kupang 21/23-10-2020 tersebut, antaranya: mewakili ketua DPRD NTT, Ibu Ana Kolin dari komisi V DPRD NTT, Ketua Pokja Stunting Ibu Sara Lery Mbuik, perwakilan Unicef NTT Ibu Blandina, Ibu Nita mewakili Pokja Stunting, Drg. Iin Andriani, M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dengan se jumlah peserta rakor sebanyak 60 orang.

Pada Rakor tersebut juga diumumkan penilaian kinerja aksi konvergensi stunting se- NTT dan Kabupaten Rote Ndao meraih juara satu seperti tahun sebelumnya yaitu tahun 2019, dan tahun ini Rote Ndao selain juara 1 aksi konvergensi stunting juga terpilih sebagai Kabupaten Terinspiratif dalam penanganan stunting.

Berikut nama-nama kabupaten/kota yang masuk dalam 10 besar aksi konvergensi stunting se-NTT yaitu 1. Kabupaten Rote Ndao, 2. Kabupaten Ende, 3. Kabupaten Nagekeo, 4. Kabupaten Ngada, 5. Kab. Flores Timur, 6. Kab. Sumba Timur, 7. Kab. Belu, 8. Kab. TTS, 9. Kab. Sabu Raijua dan 10. Kab. Kupang (bapelitbang-rn)

gub-vbl-lantik-dirut-bank-ntt

Gubernur NTT Lantik Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

Setelah enam bulan dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt), hari ini, Kamis (22/10), Bank NTT resmi memiliki seorang Direktur Utama (Dirut) defenitif.

Harry Alexander Riwu Kaho, berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditetapkan sebagai Dirut baru Bank NTT. Hal ini ditandai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 (RUPS-LB 2020) dengan agenda tungal, pelantikan Dirut PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) masa bhakti 2020-2024.

Seremoni pelantikan ini dipimpin langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, pada pukul 09.00 Wita, bertempat di aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Rote Ndao, Jl. Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

Hadir dalam pelantikan itu, para pemegang saham, Pimpinan DPRD NTT, DPRD Kabupaten/Kota, serta lembaga jasa keuangan dan mitra.

Sebagaimana diketahui, pada RUPS tahunan 6 Mei 2020 lalu di Kupang, Harry Alexander Riwu Kaho yang adalah Direktur Dana, ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikan pejabat sebelumnya, Izak Eduard Rihi.
Sejak RUPS Mei 2020 itulah, sejumlah tahapan di internal dilaksanakan untuk mencari Dirut definitif, termasuk melengkapi seluruh syarat yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alex sendiri, sebagai calon Dirut Bank NTT, memenuhi pelaksanaan klarifikasi OJK tanggal 9 Juli 2020 melalui video conference di Kupang. Dan berdasarkan surat Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan OJK Jakarta Nomor SR-293/PB.12/2020 tanggal 14 September 2020 hal Penyampaian Salinan Keputusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas Pencalonan Direktur Utama Bank NTT, menyatakan menyetujui pencalonan Harry Alexander Riwu Kaho sabagai Direktur Utama Bank NTT, dan Salinan Keputusan Anggota Komisioner OJK nomor KEP – 133/D.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Harry Alexander Riwu Kaho selaku calon Direktur Utama Bank NTT, juga dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjadi Dirut Bank NTT.

Gubernur VBL usai pelantikan kepada wartawan mengatakan bahwa, atas kepercayaan menjadi Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho diminta untuk menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Tantangan yang ada serta target-target yang ingin dicapai dapat dikerjakan bersama tim Direksi dan Komisari agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik. Khususnya NPL maupun target-target laba bisa dikerjakan dengan baik. Walaupun dalam kondisi yang sulit seperti ini,
saya harapkan di bawah komando saudara Alex Riwu Kaho, Bank NTT menatap masa depan yang lebih baik,” tandas Gubernur VBL.

Sementara itu, secara terpisah, Alex Riwu Kaho mengatakan ia akan berusaha mewujudkan apa yang diharapkan para pemegang saham, dan tetap menjadikan Bank NTT sebagai bank kebanggaan yang tetap dipercaya rakyat NTT.

Resmikan Kantor Baru

Usai prosesi pelatikan dalam RUPS-LB 2020, di hari yang sama, Gubernur VBL bersama jajaran direksi dan pemegang saham menghadiri acara peresmian gedung kantor baru Bank NTT Cabang Rote Ndao. Seremoni ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh gubernur, pengguntingan pita serta peninjauan ruangan.

Tidak hanya itu, acara itu diisi dengan penandatanganan MoU sembilan pajak daerah antara Bank NTT dengan Pemkab Rote Ndao dan penyerahan CSR kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan. (boy/aln/timex/dkisp)

lantik-camat-loaholu

Bupati Rote Ndao Lantik Pejabat Administrasi Untuk Kecamatan Loaholu

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE melantik 5 pejabat administrasi untuk kecamatan Loaholu yang baru diresmikan pada Selasa, 20/10/2020 bertempat di kecamatan Loaholu kabupaten Rote Ndao.

Berdasarkan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor : Kep.821/359/63.O/BKPP/2020 tanggal 13 Oktober 2020 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan administrasi di lingkup pemerintah Kabupaten Rote Ndao, maka Bupati Rote Ndao melantik lima pejabat untuk menduduki jabatan administrasi pada kecamatan Loaholu diantaranya adalah Jemi Oktovianus Adu, SH sebagai Camat Loaholu, Masyono Sucipto Dano, S.Pd, sebagai Sekretaris Camat, Isak Welhelmus Selly,SE sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Elyani Timneno,SH sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Erwin Nitanel Lau,A.Md sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan, Aset, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.

Bupati Rote Ndao pada kesempatan itu dalam sambutannya menyatakan bahwa ini merupakan sebuah kebanggakan bagi masyarakat Loaholu karena Gubernur bersedia hadir untuk meresmikan serta melihat dari dekat pertumbuhan ekonomi masyarakat Rote Ndao.

Sejarah mencatat bahwa terbentuknya Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2002 hanya dengan 6 kecamatan dan pada tahun 2005 dimekarkan oleh Bupati Christian N. Dillak 2 kecamatan sehingga menjadi 8 kecamatan dan pada tahun 2011 dimekarkan lagi oleh Bupati Leonard Haning dari 8 menjadi 10 kecamatan dan pada tahun 2019, pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengusulkan untuk tambahan 4 kecamatan tetapi yang disetujui hanya 1 kecamatan yaitu Kecamatan Loaholu yang terpisah dari kecamatan induknya yaitu Kecamatan Rote Barat Laut, sehingga pada tahun 2020 ini Kabupaten Rote Ndao sudah mempunyai 11 kecamatan.

Tiga kecamatan yang belum terjawab itu masih terbentur dengan persyaratan dasar, teknis dan administratif

“kita sama-sama berdoa dan berjuang sehingga harapan itu bisa terjawab kedepan” kata Bupati

Nama Loaholu ini merupakan satu sejarah dimana ditempat ini merupakan tempat tinggalnya raja Dengka pada jaman itu sehingga arti Loa itu artinya Luas dan Holu itu artinya Pelukan, jadi tentunya siapapun yang menjadi pemimpin di Loaholu dia harus mampu memeluk masyarakatnya dengan tidak membeda-bedakan supaya dapat melayani masyarakatnya dengan benar dan punya perhatian sehingga kedepan masyarakatnya bisa sejahtera.

Lanjut Bupati bahwa di tempat ini terdapat sebuah gereja tua yang bernama Loaholu sehingga ini menjadi sebuah kenangan bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao terkhususnya masyarakat di Kecamatan Rote Barat Laut dan lebih khusus lagi Kecamatan Loaholu sehingga kecamatan baru ini diberi nama Kecamatan Loaholu.

Pembentukan kecamatan baru merupakan strategi dari pemerintah agar bagaimana bisa melakukan pendekatan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga hari ini bukan saja kecamatan diresmikan tetapi aparaturnya juga dilantik untuk melayani masyarakat.

“Walaupun kami menyadari bahwa masih sangat terbatas dalam sebuah kecamatan baru tetapi pelayanan itu tetap berjalan, dalam segala hal kita harus mempunyai kemampuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakatnya.

Bupati Paulina juga lebih lanjut menyatakan bahwa kehadiran Gubernur NTT disini juga adalah bagaimana melihat dari dekat serta membantu pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menyukseskan program tanam jagung panen sapi, dan Rote Ndao sudah menyediakan lahan seluas 700 hektar dan sudah siap tanam untuk menyukseskan program ini.

Hadir pula pada kesempatan itu Ketua DPRD bersama beberapa anggota DPRD Rote Ndao unsur Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, para Asisten lingkup pemkab Rote Ndao, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, para undangan, tokoh agama, tokoh adat kecamatan Rote Barat Laut dan Kecamatan Loaholu.(DKISP)