RKPD 1

Musrenbang RKPD 2022 dan Rembuk Stunting Kabupaten Rote Ndao 2021

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 dan Rembuk Stunting Kabupaten Rote Ndao Tahun 2021 dan acara pembukaan Musrenbang digelar secara online dan offline pada hari Jumad, 23 April 2021 bertempat Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao.

Musrenbang ini dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, DPRD Kab. Rote Ndao, FORKOPIMDA Rote Ndao, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah bersama para Asisten, Ketua TBUPP Kab. Rote Ndao, Kepala Bapelitbangda Prop. NTT, Tim Ahli Kelembagaan Stunting Regional VI Denpasar, Ketua Pokja Stunting Prop. NTT, Tim Ahli Kelembagaan Prop. NTT, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kab. Rote Ndao, Kepala Instansi Vertikal BUMN dan BUMD secara virtual melalui media zoom.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Mendagri Nomor 86 Tahun 2017 maka Musrenbang RKPD ini bertujuan menjabarkan rencana penyelenggaraan pembangunan untuk mencapai visi dan misi daerah dan sebagai dokumen yang memuat rencana pembangunan Rote Ndao 1 tahun kedepan.

Dalam sambutan mengawali pembukaan Musrenbang Ketua DPRD Kab. Rote Ndao, Alfred Saudila mengatakan bahwa sesuai UU No. 32 tahun 2004, pasal 1, maka DPRD sebagai unsur pemerintahan daerah sudah tentu harus terlibat secara aktif dan intensif dalam proses dan tahapan penyusunan dokumen rencana kerja pemerintahan daerah, baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar bisa memberikan masukan pokok-pokok pikiran dan aspirasi masyarakat yang ada.

Selanjutnya Bupati Rote Ndao membuka dengan resmi Acara Pembukaan Musrenbang RKPD 2022 dan Rembuk Stunting Kab. Rote Ndao 2021.

Dalam kesempatan itu dalam rangka membantu penurunan angka stunting di Kabupaten Rote Ndao, Bupati mengajak seluruh ASN lingkup pemerintah Kab. Rote Ndao untuk menjadi Kakak Asuh/Angkat bagi baduta (bawah dua tahun) stunting di desa masing-masing yang sudah dipilih.

Bupati juga menyebutkan hal mendesak lainnya yang sedang berproses adalah pemulihan pasca bencana siklon tropis seroja yang menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Musrenbang RKPD 2022 dan Rembuk Stunting 2021 Kabupaten Rote Ndao berlangsung selama 2 hari hingga hari Sabtu, 24 April 2021.(dkisp)

rembuk-stunting-21

Bupati Rote Ndao Mengajak ASN di Rote Ndao menjadi Kakak Angkat Adik Asuh bagi Baduta Stunting

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 dan Rembuk Stunting Kabupaten Rote Ndao Tahun 2021 dan acara pembukaan Musrenbang digelar secara online dan offline pada hari Jumad, 23 April 2021 bertempat Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, DPRD Kab. Rote Ndao, FORKOPIMDA Rote Ndao, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah bersama para Asisten, Ketua TBUPP Kab. Rote Ndao, Kepala Bapelitbangda Prop. NTT, Tim Ahli Kelembagaan Stunting Regional VI Denpasar, Ketua Pokja Stunting Prop. NTT, Tim Ahli Kelembagaan Prop. NTT, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kab. Rote Ndao, Kepala Instansi Vertikal BUMN dan BUMD secara virtual melalui media zoom.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan bahwa dalam membantu penurunan angka stunting di Kabupaten Rote Ndao, maka dirinya mengajak seluruh ASN lingkup pemerintah Kab. Rote Ndao untuk menjadi Kakak Angkat Adik Asuh bagi Baduta (bawah dua tahun) Stunting di desa masing-masing yang sudah dipilih.

Bupati juga mengapresiasi penurunan angka stunting yang cukup signifikan yang turun 30% dari tahun 2019 menjadi 25% pada tahun 2020 sehingga beliau mengharapkan diakhir periode RPJMD menurun menjadi 12%.

Lanjut Bupati bahwa penurunan angka stunting ini tidak terlepas dari berbagai inovasi pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui gerakan bersama Rote Cerdas yang meliputi : 1. Gerakan Operasi Timbang lintas sektor, 2. Pemberian abon ikan bagi ibu dan balita stunting atau mama bo’i Rote, 3. Pemberian makanan lokal bagi anak stunting, 4. Gerakan Kakal Angkat Adik Asuh yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 11 Tahun 2021 pada tanggal 22 Maret 2021, sehingga melalui kesempatan ini Bupati mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup pemerintah kabupaten Rote Ndao  agar menjadi kakak angkat bagi Baduta Stunting di desa masing-masing yang sudah dipilih.

Gerakan Kakal Angkat Adik Asuh (GKA3) yang di koordinir oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Rote Ndao ini dapat diakses melalui link :

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis data Baduta Stunting periode Februari 2021 pada setiap kecamatan yang diwakili oleh Camat Rote Tengah dan penyerahan data adik asuh pada kakak angkat yang diwakili oleh Kadis PMD Kab. Rote Ndao, James K. Therik, SH, Kabid Komunikasi pada Dinas Kominfostaper Kab. Rote Ndao, Olafulihaa Tadde,S.Kom, dan Kasubid Pendataan dan Retribusi pada Badan Pendapatan Kab. Rote Ndao, Andi Ndaomanu (dkisp).

bupati panen raya 3

Bupati Rote Ndao Hadiri Panen Raya Padi di Desa Kolobolon

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Wakil Bupati, Dandim 1627 Rote Ndao, Asisten l dan ll serta beberapa Kepala OPD menghadiri panen raya padi bersama 9 Kelompok Tani di Desa Kolobolon Kec.Lobalain, Kamis,22/03/2021.

Diketahui bahwa potensi padi di Desa Kolobolon cukup baik setiap tahunnya yakni mencapai 4,1 ton yang dihasilkan dari 277 Ha sawah tadahan dan 21 Ha sawah irigasi sederhana yang digarap bersama oleh 306 anggota kelompok.

Dalam dialog bersama Bupati, sejumlah petani berkesempatan menyampaikan bahwa mereka memerlukan mesin air dan hand traktor yang langsung mendapat jawaban Bupati lewat Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao berupa 10 unit mesin air dan 2 unit hand traktor.

Kegiatan panen raya padi ini ditandai dengan melakukan panen padi secara simbolis oleh Bupati dan FORKOPIMDA di lahan seluas 298 Ha.(dkisp)

lantamal 02

Lantamal VII Kupang dan Satgas BUMN NTT Menyerahkan Bantuan untuk Korban Seroja di Rote Ndao

Lantamal Vll Kupang menyalurkan berbagai macam bantuan kepada warga Kabupaten Rote Ndao yang mengalami dampak badai seroja, Kamis, 22/04/2021.
Tiba di pelabuhan Ba’a dengan menggunakan kapal KRI ESCOLAR rombongan Lantamal Vll Kupang disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati, Forkopimda, Sekda, Asisten l dan ll.

Bantuan yang diserahkan berasal dari Lantamal VII Kupang, dari Kesehatan Lantamal VII serta ada juga dari Satgas BUMN NTT yang diserahkan langsung oleh Wadan Lantamal Vll Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko.

 

 

Disela penyerahan bantuan, Wadan Lantamal Vll Kupang mengatakan sebanyak 4 ton sembako ini akan disalurkan kepada warga yang terkena dampak badai seroja di Kabupaten Rote Ndao.

Adapun bantuan yang didistribusikan oleh Lantamal VII diantaranya : 1 unit genset, 2 ton beras @ 10 Kg, 40 dos mie instan, 500 bh selimut.
Bantuan dari Kesehatan Lantamal VII berupa 50 botol Handsanitizer, 100 set masker, 2000 pcs alat Rapid Test.

Sedangkan dari Satgas BUMN NTT bantuannya berupa 10 Kg beras sebanyak 15 karung, 40 dos mie instan, 70 dos air mineral, sepaket obat-obatan seperti Vitamin C, Bodrex, Minyak Kayu Putih, juga 9 koli tenda, pampers, pembalut wanita, masker, sabun dan pasta gigi, ultra milk dan kopi Tugu Buaya, 2 dos gula pasir, serta 1 dos selimut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Danlantamal Vll Kupang yang sudah bersedia untuk datang langsung ke Rote melihat secara dekat bagaimana penderitaan masyarakat di Rote ini” kata Bupati Paulina Haning-Bullu usai menerima penyerahan bantuan tersebut..

Bupati juga mengatakan akan penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan sesuai dengan mekanismenya sehingga benar-benar menyentuh masyarakat yang sangat membutuhkan.

Rombongan Lantamal VII kembali bertolak ke Kupang bersama KRI ESCOLAR setelah selesai melakukan penyerahan bantuan.(dkisp)

pukuafu-19-04-21

Bupati Rote Ndao Meninjau Korban Bencana Seroja di Desa Pukuafu

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE  melakukan peninjauan korban bencana seroja sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan di Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Senin, 19/04/2021.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masyarakat yang terkena bencana bertempat di halaman Kantor Desa Pukuafu.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 250 paket sembako yang terdiri dari 5kg beras, 1 kg gula pasir, 1 ltr minyak goreng, 1 pak daun teh, 1 renteng susu dancow, 5 pcs mi instan. Selain itu juga diberikan sejumlah bantuan tambahan berupa 50 lembar selimut BNPB, 60 lembar matras BNPB, masker dewasa+anak, 4 dos pampers bayi, 20 dos air mineral gelas serta 20 dos air mineral kemasan 1,5 liter.

Menurut data yang dilaporkan di Desa Pukuafu terdapat sejumlah kerusakan rumah-rumah warga yaitu 1 rumah rusak berat, 5 rusak sedang dan 56 lainnya mengalami rusak ringan sehingga total kerusakan rumah di Desa Pukuafu adalah 64 rumah.

Disela penyerahan bantuan tersebut Bupati menyampaikan bahwa badai seroja terjadi atas ijin Tuhan tapi pasti Tuhan akan ambil alih lewat pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak.

Bupati menyebutkan bahwa untuk rumah yang rusak berat pemerintah akan memberikan bantuan sejumlah 50juta rupiah, 25juta rupiah untuk rumah rusak sedang dan 10juta rupiah untuk rumah yang rusak ringan.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bagi masyarakat yang sudah memperbaiki sendiri rumahnya boleh menyiapkan nota-nota pengeluaran untuk dilaporkan ke pemerintah sehingga bisa diganti kembali uangnya.

Saat penyerahan bantuan Bupati didampingi oleh Wakil Danlanal P.Rote, Assisten II Setda Rote Ndao, Kapolsek Rote Timur, Kadis PMD, hadir juga Camat Rote Timur, Kepala Desa Pukuafu bersama perangkat desa setempat.(dkisp)

vbl-kuli-aisele

Gubernur VBL Kunjungi Korban Seroja di Desa Kuli Aisele

Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Wakil Bupati Stefanus Saek, Dandim 1627 Rote Ndao Educ Permadi, melakukan kunjungan dan tatap muka langsung sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Kuli Aisele, Dusun Istua, Kec. Lobalaian, Jumad 16/04/2021 pada pukul 12.00 Wita.

Dalam bincang-bincangnya bersama masyarakat Gubernur VBL menyampaikan bahwa walaupun Rote Ndao mengalami banyak kehilangan harta benda tapi tidak sampai kehilangan korban jiwa, dan pemerintah sudah berkomitmen untuk mengganti kerugian masyarakat yang kehilangan harta benda.

”Masukkan data-data yang benar, jangan yang palsu karena nanti dari BNPB akan melakukan evaluasi untuk bisa menentukan klasifikasi jenis kerusakan, ”ujar Gubernur NTT.

”Terhadap kesulitan masyarakat terkait kebutuhan traktor untuk pengolahan kembali sawah-sawah yang rusak tidak usah disampaikan ke pusat tapi cukup ditangani oleh pihak provinsi secepatnya sehingga masyarakat bisa menanam kembali, ”sambungnya.

Adapun bantuan-bantuan dari Gubernur NTT kepada masyarakat yaitu berupa 38 lembar tikar, 38 helai selimut BNPB, 78 paket sembako, 20 buah kasur BNPB dan 1 unit genset.

Yang ikut hadir pada kunjungan tersebut antara lain Dirut BNPB Pusat bersama Tim Pendataan, Asisten I dan II, beberapa Kepala OPD dan Camat Lobalain, Kepala Desa Kuli Aisele bersama perangkat desa. (dksip)

kuli-aisele-120421

Bayi 9 Bulan Berlindung di Balik Pagar Batu Agar Bisa Selamat Dari Badari Seroja

Salah satu korban yang selamat dari keganasan bencana Badai Siklon Tropis 99s atau Seroja yang selamat adalah bayi 9 bulan yang dilindungi oleh ayahnya Ayub Tasilima dibalik pagar batu. Ayub mengisahkan bahwa saat kejadian dia dan keluarganya keluar rumah lalu bersembunyi dibalik pagar batu sambil menggendong anaknya yang baru berusia sembilan bulan.

“ia kami takut dan keluar sembunyi di pagar, waktu itu hujan angin dan saya gendong anak bungsu saya baru berusia sembilan bulan, syukurlah sampai saat ini kondisi anak saya aman”ujar Ayub.

Ayub Tasilima adalah merupakan salah satu korban selamat bersama keluarganya dari ancaman Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Kuli Aisele  kecamatan Lobalain, kabupaten Rote Ndao

Bupati Tinjau Lokasi Bencana

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu,SE didampingi Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek,SE,M.Si, Dandim 1627 Rote Ndao, Letkol Inf Educ Permadi Eko PB turun langsung ke  dua lokasi bancana yaitu di desa Kuli Aisele kecamatan Lobalain dan desa Dolasi kecamatan Rote Barat Daya, Senin, 12/04/2021 untuk menyerahkan bantuan sembako.

Di desa Kuli Aisele sebanyak 32 rumah dan 130 jiwa di lokasi translok yang diterpa badai siklon tropis seroja hingga rata tanah dan juga di desa Dolasi kecamatan Rote Barat Daya sebanyak 180 kepala keluarga yang mengalami kerusakan dan terdapat 41 kepala keluarga yang mengungsi

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE saat dilokasi bencana mengatakan bahwa pemerintah pasti ambil alih rumah-rumah yang susak ini, tetapi masyarakat juga harus bersabar.

Pada kunjungan tersebut Bupati bersama rombongan membawa bantuan berupa beras dan mie instan bagi keluarga yang sementara ini mengungsi. Bupati juga berpesan agar kepala desa setempat harus mendata korban bencana dengan baik.

Selepas dari desa Kuli Aisele, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dan rombongan menuju Desa Dolasi dengan misi yang sama dan mengunjungi salah satu korban bencana di Dusun Danggoen Desa Dolasi bernama Erika Putri Adu, umur 35 tahun yang mengalami patah kaki kiri akibat tertimpah reruntuhan bangunan sehingga pada kesempatan itu Bupati mengatakan bahwa untuk memudahkannya dalam perawatan dirinya akan mengutus tim medis khusus untuk menangani korban dirumahnya.

Di desa Dolasi kecamatan Rote Barat Daya sebanyak 180 kepala keluarga yang rumahnya  mengalami kerusakan, dan 41 kepala keluarga diantaranya untuk sementara mengungsi di rumah tetangganya. (dkisp)

11

Berikut Data Sementara Hasil Rekapan Akibat Badai Seroja

Dalam rilis laporan Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Kabupaten Rote Ndao pada Minggu, 11 April 2021 malam yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksana Drs. Jonas M. Selly,MM melaporkan bahwa akibat terjadinya Badai Siklon Tropis 99s yang disebut SEROJA yang disertai dengan intensitas hujan yang sangat tinggi pada 11 Kecamatan (112 Desa dan 7 Kelurahan) dan menyebabkan terjadinya  kerusakan dan kerugian yang sangat besar serta akibat Cuaca Ekstrim (Angin Puting Beliung), Gelombang ekstrim (Banjir ROB), Banjir dan Longsor pada tanggal 4-5 April 2021 lalu sehingga Satgas Penanganan Bencana Alam Kabupaten Rote Ndao telah bekerja keras untuk melakukan pendataan baik korban maupun kerusakan infrastruktur

Data sampai saat ini yang mengalami luka berat berjumlah 9 orang, dan luka ringan 5 orang sedangkan untuk warga yang mengungsi di kecamatan Rote Timur berjumlah 697 jiwa, kecamatan Lobalain berjumlah 520 jiwa, kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 247 jiwa, kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 99 jiwa, kecamatan Rote Barat berjumlah 10 jiwa sehingga total pengungsi berjumlah 1.573 jiwa.

Untuk rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat berjumlah 1.112 unit, rusak sedang berjumlah 1.335 unit, rusak ringan berjumlah 3.246 unit, sedangkan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum yang mengalami rusak berat berjumlah 31 unit, rusak sedang berjumlah 63 unit,  rusak ringan berjumlah 11 unit.

Untuk sektor ekonomi produktif yang mengalami kerusakan yaitu pada sektor pertanian berupah sawah sebanyak 1.327,79 ha, kebun 137,36 ha, pada sektor perikanan yaitu perahu nelayan yang mengalami rusak berat berjumlah 49 unit, rusak sedang 88 unit, alat tangkap ikan yang mengalami kerusakan berat sebanyak 16 unit sedangkan rumput laut yang rusak sebanyak 5.792,51 meter.

Sedangkan untuk prakiraan kerugian masih dalam perhitungan tim teknis namun diperkirakan kerugian akibat bencana alam cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, banjir dan longsor di Kabupaten Rote Ndao mencapai miliaran rupiah.

Sampai saat ini tim Satgas Penanganan Bencana Alamkabupaten Rote Ndao  masih terus melakukan  pendropingan obat-obatan,  bahan makanan dan sembako kepada warga yang terdampak bencana Badai Siklon Tropis termasuk masyarakat yang berada di lima pulau kecil.(dkisp)

10042021-seroja-rote

Saat ini Terdapat 7 Titik Lokasi Pengungsian di Kabupaten Rote Ndao

 

Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning dalam laporannya per Sabtu, 10/4/2021 malam mengatakan bahwa  akibat Badai Siklon Tropis 99s atau yang disebut Seroja yang menerpa  kabupaten Rote Ndao di 11 kecamatan dan 112 desa serta 7 kelurahan  yang dimulai dari tanggal 2 s/d 5  April 2021 yang menyebapkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar yang menyebabkan banyak warga yang mengungsi akibat diterjang badai

Hingga saat ini terdapat 7 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Rote Ndao yaitu di Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 75 jiwa, Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 30 jiwa, desa Lidor kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 42 jiwa,  desa Boni Kecamatan Loaholu berjumlah 1 jiwa,  desa Oenitas kecamatan Rote Barat berjumlah 10 jiwa, Desa Faifua Kecamatan Rote Timur berjumlah 94 jiwa, desa Batefalu kecamatan Rote Timur berjumlah 21 jiwa, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain berjumlah 70 jiwa, Desa Kuli Kecamatan Lobalain berjumlah 250 jiwa, Desa Landu Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 24 jiwa, desa Dolasi kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 63 jiwa sehingga untuk pengungsi dari awal badai berjumlah 1497 jiwa.

Sampai saat ini terdapat 772 jiwa telah pulang kerumahnya masing-masing yang tersebar di desa Papela Kecamatan Rote Timur dan desa Bebalain kecamatan Lobalain sehingga saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian sebanyak 725 jiwa.

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPBD adalah berupa pendistribusian obat-obatan dan logistik  ke titik-titik berdampak bencana Badai Siklon Tropis 99s dan juga melakukan pendataan kerusakan infrastruktur.

Sehingga sampai saat malam ini data  kerusakan rumah-rumah  penduduk, fasilitas pendidikan dan kesehatan, sesuai dengan data sementara  adalah rumah penduduk yang mengalami rusak berat berjumlah 635 unit, rusak sedang 736 unit, rusak ringan     1.523 unit, untuk fasilitas pendidikan rusak berat  11 unit, rusak sedang  6 unit, rusak ringan   8 unit sedangkan untuk fasilitas kesehatan yang mengalami  rusak berat  7 unit, rusak sedang  13 unit, rusak ringan 3 unit

Hari ini Sabtu, 9/4/2021, pemerintah kabupaten Rote Ndao dan BPBD telah mendrop bantuan beras dan paket sembako bagi warga terdampak bencana di tempat pengsian sebanyak 32 kk / 115 jiwa, terbagi dalam 3 titik yaitu desa Faifua  mendapat bantuan berupa  beras 200 kg dan 99 paket, desa Matanae mendapat 100 kg beras dan desa Batefalu mendapat 150 kg beras dan 10 paket sembako

Masalah dan kendala yang dihadapi oleh tim adalah pendataan di dua desa yaitu desa Tenalain dan desa Pukuafu kecamatan Landu Leko belum dilaksanakan karena masih kesulitan pada akses transportasi dan untuk BBM di pulau Rote saat ini sudah menipis karena dermaga penyebrangan di Baa dan Kupang mengalami kerusakan akibat badai Seroja dan Kapal pengangkut BBM juga saat ini mengalami karam.

Untuk kondisi cuaca saat di kabupaten Rote Ndao sudah relatif membaik atau sudah cerah, untuk jaringan listrik saat ini sudah 3 kecamatan yang sudah teraliri aliran listrik sedangkan untuk jaringan telekomunikasi Telkomsel telah dapat diakses pada 4 kecamatan namun sinyak belum stabil.

Saat ini bantuan dari masyarakat, Yayasan dan NGO masih terus berdatangan untuk memenuhi kebutuhan pasca bencana Badai Tropis Seroja. (posko_sanggu-anin)

data-pengungsi-seroja

PERKEMBANGAN PENANGANAN DARURAT BENCANA BADAI SEROJA

Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning dalam laporannya per Jumat, 9/4/21 malam mengatakan bahwa  akibat Badai Siklon Tropis yang mendekat ke Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao,  yang dimulai dari tanggal 2 April 2021 terjadi Gelombang Ekstrim (Banjir ROB dan Abrasi) di Desa Papela Kecamatan Rote Timur sehingga merusak rumah warga di Pesisir Pantai Papela – Tanjung dan menyebabkan 153 Kepala Keluarga yang terdiri dari 672 Jiwa terpaksa diungsikan ketempat yang lebih aman.

Selanjutnya pada tanggal 4 April 2021 terjadi Badai Siklon Tropis 99s yang disebut SEROJA disertai dengan intensitas hujan yang sangat tinggi menerpa Kabupaten Rote Ndao di 11 Kecamatan dan 112 Desa serta 7 Kelurahan sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar akibat Cuaca Ekstrim (Angin Putting Beliung), Gelombang ekstrim (Banjir ROB), Banjir, Longsor dan Abrasi Pantai.

Sampai dengan kondisi saat ini  tidak ada korban jiwa sedangkan korban luka berat terdapat 3 orang dari desa Dolasi 2 orang dan desa Oebatu 1 orang sedangkan luka ringan 1 orang dari desa Dolasi.

Hingga saat ini terdapat 7 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Rote Ndao yaitu di Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 73 jiwa, Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 30 jiwa, Desa Faifua Kecamatan Rote Timur berjumlah 25 jiwa, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain berjumlah 70 jiwa, Desa Kuli Kecamatan Lobalain berjumlah 250 jiwa atau 56 kepala keluarga, Desa Landu Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 24 jiwa, desa Boni kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 1 jiwa, untuk pengungsian dari awal badai berjumlah 1346 jiwa.

Sampai saat ini terdapat 772 jiwa telah pulang kerumahnya masing-masing yang tersebar di desa Papela Kecamatan Rote Timur dan desa Bebalain kecamatan Lobalain sehingga saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian sebanyak 475 jiwa.

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPBD adalah berupa pendistribusian obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT ke Puskesmas Ndao (kecamatan Ndao Nuse) dan puskesmas Eahun (kecamatan Rote Timur), pendistribusian logistik berupa beras 5,5 ton ke pulau Ndao, beras 2 ton ke pulau Nuse, sembako ke pulau Landu Thie dan Nusamanuk yang berjumlah 43 kepala keluarga),

Lanjut Diksel Haning,  saat ini Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPBD masih terus berupaya melakukan pendataan kerusakan infrastruktur dan ditargetkan selesai pada hari ini Sabtu, 10/04.

Hari ini juga pemerintah kabupaten Rote Ndao dan BPBD  mendrop logistik ke desa Matanae, desa Faifua, desa Oesosole dan desa Batefalu

Untuk saat ini masalah dan kendala yang dihadapi oleh tim adalah pendataan di dua desa yaitu desa Tenalain dan desa Pukuafu kecamatan Landu Leko belum dilaksanakan karena masih kesulitan pada akses transportasi dan untuk BBM di pulau Rote saat ini sudah menipis karena dermaga penyebrangan di Baa dan Kupang mengalami kerusakan akibat badai Seroja dan Kapal pengangkut BBM juga saat ini mengalami karam.

Untuk kondisi cuaca saat di kabupaten Rote Ndao sudah relatif membaik atau sudah cerah, untuk jaringan listrik saat ini sudah 3 kecamatan yang sudah teraliri aliran listrik sedangkan untuk jaringan telekomunikasi Telkomsel telah dapat diakses pada 4 kecamatan namun sinyak belum stabil.

Saat ini bantuan dari masyarakat, Yayasan dan NGO masih terus berdatangan untuk memenuhi kebutuhan pasca bencana Badai Tropis Seroja. (posko_sanggu-anin)