rakorsus-rote-covid-19-1

Rakorsus Tingkat Menteri Membahas Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020

Rakorsus Tingkat Menteri Membahas Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2020, Pukul 14.00 WIB melalui Video Conference.

Vidcon dibuka oleh Menkopolhukam RI Mahmud M.D sebagai koordinator. Rakorsus ini diikuti oleh Menko BUMN, Mendagri, Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 dan Menteri Kominfo RI.

Forkopimda Rote Ndao dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek, mewakili Ketua Pengadilan Rote Ndao, Rosihan Ludwi, SH, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol inf. Educ Permadi Eko P.B , Danlanal Pulau Rote, Letkol Laut (p) Anis Latif, SE.M.Tr Hanla, Kepala Kejaksaan Rote Ndao Indra Hidayanto,SH MH, Kapolsek Lobalain, Ipda Yeni Setiono

Inpres No 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, diterbitkan dengan alasan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam masa New Normal selama Pandemi Covid-19 dan diharapkan ada tindak lanjut pemerintah daerah dengan menerbitkan peraturan kepala daerah demikian disampaikan Mendagri RI.

Sementara itu arahan panglima TNI terkait penegakan Inpres No. 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 adalah TNI akan memaksimalkan fungsi babainsa untuk penerapan inpres ini.

Sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao disampaikan Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek,SE,M.Si adalah Sebagai tindak lanjut amanat ketentuan Instruksi Presiden No. 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dimaksud maka Pemda Rote Ndao telah mengundangkan Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 26 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kab. Rote Ndao.

Lebih lanjut Pemda Rote Ndao juga telah menetapkan keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 227/KEP/HK/2020 tentang tim pengendalian, pengawasan, dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Kab. Rote ndao.(dkisp)

Paulina-Haning-Bullu-RLH2

Bupati Paulina Resmikan 17 Rumah Layak Huni Di Desa Sanggaoen

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning – Bullu, SE., meresmikan 17 rumah layak huni (RLH) di desa Sanggaoen Kecamatan Lobalain, Selasa, (11/8/2020). Ia meresmikan  dan serah terima rumah layak huni kepada warga Desa Sanggaoen secara simbolis di salah satu rumah milik Ori Benu.

Bupati Paulina menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Sanggaoen yang telah membangun rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dari anggaran Dana Desa tahun 2020.

Bupati Paulina juga memberikan apresiasi kepada Camat Lobalain Nusry Zacharias,SE dan Pj Kades Sanggaoen Matheos Bailao yang telah mengundang Bupati untuk menghadiri langsung serah terima Rumah Layak Huni kepada penerima. Hal tersebut menjadi contoh bagi Camat dan Kades lainnya.

Dirinya merasa sangat bangga  dengan pihak Desa Sanggaoen dan Camat Lobalain. Sebab,  rumah layak huni adalah merupakan salah satu visi dan misinya bersama wakil Bupati Stefanus Saek dengan tagline Lentera. Karena  saat masa kampanye salah satu program unggulan adalah Aladin (atap lantai dan dinding), setelah terpilih dan dilantik 2019 silam, adapun program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yakni Rumah Layak Huni.

Sementara itu Penjabat Kepala Desa Sanggaoen, Matheos Bailao menyebutkan Pagu Anggaran Dana Desa (DD) Desa Sanggaoen Tahun 2020 senilai Rp. 889.727.000.

Anggaran untuk rumah layak huni sebesar Rp. 397.391.400., dana sebesar itu, diperuntukan untuk 8 Rumah Layak Huni (bangun baru) dan 9 rumah rehab, saat ini pekerjaan fisik pembangunan rumah layak huni progresnya selesai.

“tahun ini ada 17 unit rumah layak huni, yaitu delapan rumah bangun baru dan sembilan rumah rehab, semua sudah selesai dikerjakan,” Kata Matheos. (*/rn)

pelatihan-aparatur_desa-20

Wakil Bupati Buka Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa bagi Aparatur Desa se-Kabupaten Rote Ndao yang bertempat di Auditorium Tii Langga, Senin (03/08/2020)

Pelatihan tentang pengelolaan keuangan desa ini diselenggarakan tentunya juga sebagai salah satu cara agar semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan desa paham dan kemudian mengelola keuangan desa sesuai ketentuan yang ada.

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan bahwa tahun ini Kementrian Desa Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi mengeluarkan beberapa peraturan dan surat edaran terkait penggunaaan dana desa tahun 2020, serta merubah beberapa prioritas pembangunan desa untuk merespon dampak pandemi Covid-19.

Selain itu, Kementrian Keuangan juga telah mengeluarkan beberapa peraturannya terkait dana desa. Hal ini tentu berdampak pada keuangan desa. Tahun ini, dana desa mengalami penurunan sekitar satu koma satu miliar, yang artinya tiap desa mengalami pemotongan sekitar sepuluh juta.

Demikian juga dengan alokasi dana desa yang bersumber dari APBD kabupaten. karena tuntutan refocusing dan realokasi anggaran dari pemerintah pusat, ADD mengalami pemotongan anggaran sekitar empat miliar, atau sekitar tiga puluh lima juta per desa.

Lanjut Wakil Bupati, terhadap dinamika perubahan yang sangat cepat dan tentu tidak dapat kita hindari ini, saya mengapresiasi semua kerja keras para Camat, Kepala Desa dan segenap perangkatnya serta para pendamping desa.

”saya bangga karena para Camat, Kepala Desa dan pihak – pihak lain yang terkait, semuanya begitu luwes dan tanggap merespon perubahan – perubahan kebijakan yang ada. Mulai dari pembentukan tim relawan tanggap Covid, pembentukan karantina desa, pembagian BLT, dan penyesuaian – penyesuaian pembangunan desa lainnya” ujar Stef Saek

Stef Saek juga  mengatakan bahwa Kabupaten Rote Ndao tercatat sebagai kabupaten pertama di NTT yang membagikan BLT pada tanggal 27 April 2020 sesuai Instruksi Presiden.

Wakil Bupati dalam kesempatan ini pula menyampaikan bahwa Bupati Rote Ndao telah mengeluarkan sebuah Surat Keputusan Nomor 208 tanggal 1 Juli 2020 tentang Pendelegasian Kewenangan Evaluasi Rancangan Peraturan Desa Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan APBDesa Perubahan.

”dengan adanya pendelegasian ini berarti pelayanan semakin dekat ke desa. Selain itu pendelegasian ini memberi ruang lebih luas kepada Camat mengopitmalkan peran dan fungsinya dalam kontrol dan pengawasan pembangunan desa semakin optimal” kata Wakil Bupati

Bupati Rote Ndao juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 420 tanggal 27 Juli 2020 tentang Rencana Kerja dan Prioritas Pembangunan Desa Tahun 2021.

Prioritas pembangunan desa tahun 2021 menitikberatkan pada penyediaan sarana dan prasaran air bersih, pembangunan rumah layak huni yang disertai fasilitas penunjang hidup sehat, yaitu air bersih dan listrik; serta penurunan angka stunting dan eliminasi kematian ibu dan anak.

Terkait dengan prioritas pembangunan tersebut, saya meminta kepala desa paling lambat akhir tahun ini sudah menerbitkan dua peraturan desa. Yaitu yang pertama adalah peraturan desa tentang rumah tidak layak huni di desa beserta kk yang menempatinya, dan yang kedua adalah peraturan desa tentang pelayanan terpadu terhadap rumah tangga seribu hari pertama kehidupan.

”saya meminta agar semua pihak yang terlibat dalam perencanaan pembangunan desa tahun 2021, terutama Camat yang telah mendapat wewenang evaluasi, mempedomani surat edaran tersebut” tegas Wakil Bupati

Diakhir sambutanya, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek,SE,M.Si mengajak agar semua tetap menjaga ritme kerja sesuai koridor peraturan perundang – undangan yang ada. Pelatihan tentang pengelolaan keuangan desa ini diselenggarakan tentunya juga sebagai salah satu cara agar semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan desa paham dan kemudian mengelola keuangan desa sesuai ketentuan yang ada. (DKISP)

hewan-kurban-rote20

Bupati Serahkan Hewan Kurban Kepada Umat Muslim Di Rote Ndao

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu dan Wakil Bupati Stefanus Saek menyerahkan hewan kurban berupa 5 (tujuh) ekor sapi, kepada umat Islam yang tersebar di lima masjid di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7/2020).

Bantuan Sapi kurban ini berasal dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat 3 ekor sapi dan  Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu, 2 Ekor sapi serta masing-masing masjid mendapat tambahan lima Karung beras.

Masjid yang mendapatkan  bantuan sapi kurban itu adalah Masjid Batutua, Masjid Metina, Masjid Oeseli, Masjid Oenggae dan Polres Rote Ndao hanya mendapatkan 1 ekor sapi kurban.

Bupati Paulina di Masjid Al-Mujahidin Metina, di sela-sela pembagian Hewan kurban mengatakan ini sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten  Rote Ndao kepada umat Muslim di  wilayah Kabupaten Rote Ndao yang merayakan Hari Raya Idhul Adha 1441 Hijriah 2020 Masehi yang jatuh pada Jumat 31 Juli 2020 besok.

Bupati  Paulina atas nama pemerintah daerah menyampaikan  terima kasih  kepada Ketua dan Pengurus MUI, Pengurus Masjid dan para tokoh agama Muslim atas dukungan selama masa Pandemi Covid dan masa Tatanan Normal Baru.

Pemerintah terus mengharapkan keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dan organisasi keagamaan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu, Imam Masjid Al-Mujahidin Metina Imam Nahrawi berterima kasih kepada Gubernur dan Bupati yang telah memberikan hewan kurban bagi umat muslim di sejumlah masjid di wilayah Rote Ndao dan khususnya di Masjid Al Mujahidin Metina,pihak pengurus Masjid akan menyalurkan kepada orang yang membutuhkan. (*/idf/mtc)

kapal-tenggelam-pukuafu

Kapal Berpenumpang 28 Orang Tenggelam di Perairan Pukuafu Kupang

Kantor pencarian dan pertolongan Kupang (SAR) melaporkan 19 orang ditemukan selamat dari peristiwa tenggelamnya Kapal “Kasih 25” yang berangkat dari Tablolong, Kabupaten Kupang, menuju ke Kabupaten Rote Ndao. “Total semuanya yang selamat berjumlah 19 orang dari 28 orang yang berada di atas kapal tersebut,” kata Kepala kantor pencarian dan pertolongan Kupang Emi Frizer, kepada wartawan di Kupang, Minggu malam. Hal itu disampaikan berkaitan dengan perkembangan kasus pencarian korban kapal tenggelam di Perairan Pukuafu, Kabupaten Kupang, pada Minggu (5/7) siang ketika hendak berlayar menuju Rote.

Pada Minggu (5/7) malam menggunakan KN SAR Antareja enam orang dievakuasi ke daratan Kupang. Dari enam orang itu, dua orang yang merupakan anak-anak ditemukan meninggal dunia karena tak bisa keluar dari kapal yang tenggelam, sedangkan empat orang yang merupakan orang dewasa dinyatakan selamat dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTT untuk dirawat. Sementara 15 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang sedang melintas di perairan tersebut dan saat ini tengah dirawat di Kabupaten Kupang.

“Sementara itu 7 orang lainnya masih belum ditemukan akibat cuaca yang buruk,” katanya.

Ia mengatakan bahwa proses pencarian terhadap korban kapal tenggelam itu melibatkan semua pihak, mulai dari Polisi Air dan Udara Polda NTT, Dinas Perhubungan NTT, KSOP, dan juga instansi terkait lainnya.

Sementara itu Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebutkan kapal “Kasih 25” yang mengalami musibah di Perairan Pukuafu merupakan kapal nelayan untuk penangkapan ikan.

“Kapal yang mengalami musibah di Perairan Pukuafu merupakan jenis kapal nelayan untuk penangkapan ikan,” kata Kepala Seksi Keselamatan Pelayaran Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang Azwar.

Untuk proses penyelidikan terkait kapal itu sendiri nantinya akan dilakukan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Kupang.

Berikut Identitas Penumpang dan ABK yang berhasil diselamatkan oleh, Nelayan dari Tablolong, antara lain :

  1. JEFRI POY, (penumpang)
  2. FREDIK POY (penumpang)
  3. MOLAN BULAN (penumpang)
  4. TITINIA POY (penumpang)
  5. DESRU SERAN (penumpang)
  6. NEIRA POY (penumpang)
  7. NOVI POY (penumpang)
  8. ANITA OAN (penumpang)
  9. FRENGKY LIU (abk)
  10. YONSAN LADA (abk)
  11. FALDO LODO (abk)
  12. NANDO GAUSE (abk)
  13. FRENGKI DOROH (Nakhoda)
  14. MAN DOROH (abk)
  15. ABIYATAR DOROH (abk)
  16. FRIT DOROH (abk)

Sementara penumpang dan ABK yang belum ditemukan, antara lain :

  1. ELISABETH POY-BULAN (penumpang)
  2. FELYCIA BULAN (penumpang)
  3. STEFANIA BULAN (penumpang)
  4. STEFANO BULAN (penumpang)
  5. JHON MULIK (penumpang)
  6. HES MULIK (penumpang)
  7. VONY POY (penumpang)
  8. KACHO POY (penumpang)
  9. MUS TOUDUA (abk).

Dua orang ABK yang berhasil dievakuasi oleh kapal cepat Exprees Bahari (kupang) masing-masing an. ROMI GAUSE dan NIMROT MALOLE.

(*/jpnn/dkisp)

hut-rn-18-2

Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Rote Ndao, Kita Mantapkan Langkah untuk Menata Masa Depan di Tengah Era Normal Baru

Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Rote Ndao ke-18 dilaksanakan secara sederhana dengan melakukan upacara bersama di halaman depan Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis, 02/07/2020 pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE

Meskipun upacara perayaan HUT Rote Ndao kali ini ditengah Pandemi Covid-19 tetapi upacara tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dan hanya dihadiri oleh pejabat eselonering lingkup pemkab Rote Ndao, Forkopimda Rote Ndao dan beberapa undangan lainnya.

Perayaan hari Ulang Tahun Kabupaten Rote Ndao ke-18 tahun 2020 ini mengusung tema “Bersama kita wujudkan Kabupaten Rote Ndao yang semakin tangguh, sejahtera dan bermartabat” dan sub Tema “Dengan semangat Hari Ulang Tahun ke-18 kita mantapkan langkah untuk menata masa depan Kabupaten Rote Ndao di tengah era Normal Baru Pandemi Covid-19”.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan spirit tema dan sub tema yang diangkat ini kiranya dapat memperkuat jati diri dan kecintaan kita terhadap daerah ini serta dapat menata masa depan bersama-sama menghadapi pandemi Covid-19 ini melalui kedisiplinan dan ketaatan terhadap kebijakan pemerintah yaitu protokol kesehatan yang telah ditetapkan sehingga daerah kita tetap terjaga bebas dari Covid-19.

“saya senantiasa mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan yang ada guna menyongsong masa depan yang lebih baik” ujar Bupati

Lanjut Bupati Paulina, selama ini sudah terdapat berbagai kemajuan dan tantangan pembangunan telah diraih dan rasakan bersama dalam perjalanan pembangunan selama 18 tahun ini pemerintah terus berupaya keras untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di berbagai sektor terutama sektor unggulan yaitu Pariwisata yang ditunjang dengan Pertanian dan Perikanan, karena seiring dengan hal tersebut maka kesejahteraan sosial masyarakat terus meningkat dengan semakin menyebar dan meluasnya akses pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan serta pembangunan infrastruktur dasar seperti perumahan, air bersih, transportasi dan pertanian.

Pada kesempatan itu juga Bupati mengungkapkan beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh Kabupaten Rote Ndao sampai saat ini yaitu :
1. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Rote Ndao mengalami penurunan dari 28,08% pada tahun 2018 menjadi 27,08% pada tahun 2019.
2. Pertumbuhan ekonomi daerah mengalami peningkatan dari 5,45% pada tahun sebelumnya menjadi 6,15% pada tahun 2019
3. Laju inflasi mampu dikendalikan hingga angka 2,5% pada tahun 2019
4. Angka Prevelensi Stunting juga menurun secara signifikan dari 44% pada tahun 2018 menjadi 30,13% pada tahun 2019
5. Produksi pangan khususnya padi selama periode 2018 sampai 2019 mengalami peningkatan dengan total produksi 108.000 ton lebih
6. Indeks pembangunan manusia yang merupakan indeks komposit dari sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi meningkat dari tahun sebelumnya 60,51 menjadi 62,7 pada tahun 2019

Lebih lanjut lagi Bupati Paulina Haning-Bullu mengatakan bahwa meningkatnya beberapa kinerja pembangunan tersebut diatas dicapai melalui beberapa program unggulan diantaranya :
1. Program pengentasan kemiskinan melalui bantuan ALADIN (Atap, Lantai dan Dinding) bagi masyarakat kurang mampu pada tahun 2019-2020 ini
2. Pencegahan dan penanganan Stunting melalui peningkatan integrasi program lintas sektor
3. Pembangunan dan penataan tempat wisata baru dan pelaksanaan even pariwisata
4. Pembangunan sarana prasarana transportasi, air minum, irigasi dan telekomunikasi
5. Program Lakamola Anan Sio dengan memberikan bantuan pupuk, obat-obatan, alsintan dan benih untuk sektor usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan
6. Peningkatan sarana prasarana kesehatan dan pendidikan
7. Beasiswa kedokteran dan beasiswa umum untuk anak berprestasi dan keluarga tidak mampu
8. Pembangunan sistim informasi manajemen berbasis elektronik dan internet, serta program/kegiatan strategis lainnya untuk menyempurnakan kualitas maupun kualitas kinerja pembangunan.
Bupati juga menyampaikan bahwa kepemimpinan yang baik sudah menjadi suatu keharusan, untuk itu pemerintah terus melakukan penataan dan pembenahan agar gerak birokrasi tidak menghambat pelayanan publik tetapi tercipta birokrasi yang profesional dan handal, mampu perkolaborasi dengan seluruh komponen dan saling mendukung serta mampu bekerja keras, bekerja cerdas, kerja dengan iklas serta menyelesaikan pekerjaannya secara tuntas, cepat, tepat dan akuntabel.

Namun demikian pemerintah tidak berpuas diri dengan berbagai prestasi yang sudah diraih tetapi terus berupaya untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang untuk mencapai sasaran output yang lebih optimal.

Pada kesempatan itu pula Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat Rote Ndao serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Rote Ndao dan juga kepada para Tokoh Pendiri serta para pemimpin dari masa ke masa atas segala curhatan pikiran dan tenaganya demi kesejahteraan daerah Rote Ndao tercinta.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Gugus Tugas Percepatan, Pencegahan dan Penanganan Covid-19, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, unsur Forkopimda, TNI/Polri serta semua pihak yang telah bekerja sungguh-sungguh untuk mengatasi ancaman Covid-19 di daerah ini sehingga saat ini Rote sudah masuk ke Zona Hijau.

Seusai upacara, aparat TNI/Polri memberikan kue ucapan selamat HUT Kabupaten Rote Ndao yang diterima oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE didampingi Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus.M.Saek,SE,M.Si. (dkisp)

harganas-rn20201

Rote Ndao Peringati Harganas Secara Sederhana

Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, yang jatuh tepat pada Senin (29/06) secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Di wilayah paling selatan NKRI ini, Harganas dilaksanakan secara sederhana di halaman Puskesmas Oelaba, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Dalam perayaan Harganas 2020 yang dilaksanakan pada masa New Normal ini, sekaligus dicanangkan Kegiatan Pelayanan Sejuta Akseptor tingkat Kabupaten Rote Ndao oleh Bupati Rote Ndao Pulina Haning-Bullu, yang dihadiri Wakil Bupati Stefanus M Saek, ForumKomunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, Kajari Rote Ndao Indra Hadiyanto, Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo diwakili Kapolsek RBL, yang mewakili Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, Sekda Jonas M Selly, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para medis Puskesmas Oelaba, serta para akseptor.

Bupati Paulina saat membacakan amanat tertulis Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBNN) Hasto Wardoyo mengatakan, peringatan Harganas tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena kita dalam suasana prihatin menghadapi pandemi Wabah Covid-19.

Sehingga, dalam pelaksanaan Harganas 2020 ini dilaksanakan dengan sederhana, namun memberikan manfaat langsung pada keluarga dan masyarakat, serta menginspirasi setiap keluarga untuk tetap menjaga semangat dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas.

Bupati Paulina mengatakan, tahun 2020 BKKBN secara nasional bertekad untuk membangun cara dan semangat baru dalam membantu keluarga mewujudkan keluarga berkualitas, sehingga mengambil tema sentral Harganas ke-27, yaitu ‘BKKBN Baru dengan Gara Baru dan Semangat Baru Hadir di dalam Keluargamu’.

Tema ini diharapkan menjadi pemicu bagi BKKBN bersama Keluarga Indonesia untuk dapat terus menerus meningkatkan ketahanan keluarganya sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih baik.

Dengan semangat tersebut, kata dia, BKKBN saat ini melakukan rebranding Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), dengan tekad agar BKKBN semakin mampu untuk terus berupaya meningkatkan kepedulian keluarga Indonesia dalam membangun keluarga berkualitas demi pembangunan sumber daya manusia lndonesia seutuhnya.

“Program Bangga Kencana harus dapat menjangkau seluruh keluarga lndonesia, termasuk keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan, terutama di wilayah-wilayah miskin, padat penduduk, wilayah nelayan, kumuh, dan daerah tertinggal lainnya,” kata Bupati Paulina membacakan sambutan tertulis Kepala BKKBNN Hasto Wardoyo.

Realisasi 83 Persen
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-P2KB) Kabupaten Rote Ndao Helena Reke mengatakan, meskipun berada pada pasca pandemi Covid-19, pelayanan Program Bangga Kencana tetap hadir di keluarga dengan memberikan pelayanan terbaik sesuai siklus usia reproduksi dan pendekatan siklus kehidupan, dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut Helena, target Pelayanan Sejuta Akseptor yang diberikan BKKBN Provinsi NTT bagi Kabupaten Rote Ndao adalah sebesar 1.288 akseptor.

Menurutnya, kegiatan pelayanan telah dilaksanakan sejak sebulan lalu di kecamatan-kecamatan, di mana tercatata sudah sebanyak 1.079 akseptor yang terlayani. Sehingga, dengan acara puncak pada hari ini yang dilakukan juga secara serentak di wilayah 10 kecamatan, maka target 1.288 akseptor yang dibebankan provinsi kepada Rote Ndao itu bisa terpenuhi.

Pada kegiatan perayaan Harganas ke-27 itu juga Bupati Paulina menyerahkan penghargaan kepada dua akseptor, yakni Marselina Messakh yang sudah menjadi akseptor (implan) selama 15 tahun dan Soviana Henukh-Killa yang sudah ber-KB selama 14 tahun. (*VN)

penghargaan-new-normal-rote2

Kabupaten Rote Ndao Mendapat Juara 2 Lomba Inovasi Daerah dari Kemendagri

Kabupaten Rote Ndao berhasil mendapat juara 2  pada Lomba Inovasi Daerah Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, yang digelar oleh Kemendagri pada tanggal 15 Juni 2020 lalu yang diikuti oleh 2515 peserta dari seluruh Indonesia.

Prestasi gemilang tingkat nasional kembali di raih Kabupaten Rote Ndao, pada pengumuman dan penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah dilaksanakan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Senin (22/6/2020).

Ada tujuh sektor yang dilombakan, di antaranya pasar tradisional, pasar modern/mal atau minimarket dan supermarket, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Sehingga Kabupaten Rote Ndao berhasil menyabet juara dua di sektor tempat wisataKlaster Kabupaten Tertinggal.

Untuk diketahui, penilaian lombanya sendiri mulai dilakukan sejak 18 Juni 2020 bertempat di Aula Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP Kemendagri).

Tim penilainya terdiri dari pejabat terkait dari Kemendagri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Gugus Tugas Covid-19.

Tim penilai kemudian menentukan juara 1 sampai 3 pada masing-masing sektor yang terbagi dalam empat klaster, yakni klaster provinsi, kabupaten, kota, dan daerah tertinggal. Dengan jumlah itu, total pemenang lomba sebanyak 84.

Selain mendapat piagam penghargaan, setiap pemenang juga mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dengan jumlah total Rp164 miliar pada 7 sektor, yaitu pasar tradisonal, pasar modern, hotel, rumah makan, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tempat wisata, transportasi umum.

Pemenang pertama mendapatkan Rp 3 miliar, pemenang kedua Rp 2 miliar dan pemenang ketiga mendapatkan Rp 1 miliar pada setiap sektor dan masing-masing klaster.

Berikut daftar pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19:

  1. Sektor Transportasi Umum

Klaster Provinsi:

  1. Jawa Timur
  2. Bali
  3. Kalimantan Tengah

Klaster Kota

  1. Bengkulu
  2. Banda Aceh
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Tegal
  3. Tapanuli Utara

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Jayawijaya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Kepulaian Sula

 

  1. Sektor Tempat Wisata

Klaster Provinsi

  1. Jawa Tengah
  2. Jawa Timur
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Semarang
  2. Bogor
  3. Pare-pare

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Gunung Kidul
  3. Trenggalek

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sigi
  2. Rote Ndao
  3. Seram Bagian Barat
  4. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Klaster Provinsi

  1. Sulawesi Tengah
  2. Kalimamtan Utara
  3. Jawa Tengah

Klaster Kota

  1. Bekasi
  2. Bandung
  3. Surabaya

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Sinjai
  3. Situbondo

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Nias
  2. Seram Bagian Barat
  3. Sumba Barat
  4. Sektor Hotel

Klaster Provinsi

  1. Jambi
  2. Kalimantan Utara
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Pekanbaru
  2. Surabaya
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Kebumen
  3. Sintang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Tojo Una-una
  4. Sektor Restoran

Klaster Provinsi

  1. Lampung
  2. D.I. Yogyakarta
  3. Jambi

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Tangerang
  3. Jambi

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Tabalong
  3. Lumajang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Sumba Barat
  3. Seram Bagian Barat
  4. Sektor Pasar Modern

Klaster Provinsi

  1. Jawa Timur
  2. Lampung
  3. D.I. Yogyakarta

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Sukabumi
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Aceh Tamiang
  2. Kebumen
  3. Tulungagung

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Seram Bagian Barat
  2. Belu
  3. Nias

Sektor Pasar Tradisional

Klaster Provinsi

  1. Bali
  2. Sulawesi Selatan
  3. Lampung

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Semarang
  3. Palembang

Klaster Kabupaten

  1. Banyumas
  2. Lumajang
  3. Semarang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Limbata
  2. Seram Bagian Barat
  3. Pesisir Barat

(**/RN)

new-normal-2

‘NEW NORMAL’ HARI PERTAMA, GUBERNUR VBL RESMIKAN 4 ‘COTTAGE’ DI MULUT SERIBU

 

Memasuki tatanan normal baru atau new normal life di tengah pandemi Covid-19, tekad kuat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover atau motor penggerak pembangunan ekonomi di Provinsi NTT semakin nyata. Terbukti, pada Senin, 15 Juni 2020; Gubernur VBL meresmikan cottage yang dibangun di teluk mulut seribu Kabupaten Rote Ndao.

Cottage merupakan akomodasi yang mirip dengan vila, tapi biasanya berupa bangunan, seperti pondok atau rumah kecil yang terpisah-pisah dan sederhana. Kebanyakan, lokasinya terletak dekat pantai, danau, dan pemandangan alam indah lainnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si yang ikut bersama rombongan Gubernur VBL, menyampaikan bahwa cottage di Mulut Seribu merupakan bagian dari 7 destinasi baru yang diprogramkan oleh Pemprov NTT. Mulut Seribu adalah sebuah kawasan yang sangat indah dan ketika dari Kupang; memasuki kawasan Mulut Seribu tampak begitu indah dan memesona.

“Kawasan ini akan menjadi pariwisata internasional. Kita melihat bahwa kawasan ini memiliki potensi-potensi baik alam yang indah dan hamparan laut yang tenang,” ungkap Marius.

Gubernur VBL, imbuh Marius, ke depan pariwisata di NTT akan terus dikembangkan; tidak hanya di Kabupaten Rote Ndao tapi di seluruh NTT termasuk Kota Kupang. “Ada banyak potensi tidak hanya pariwisata tetapi juga pertanian ini menjadi kekuatan terbesar di Kota Kupang dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata VBL.

Menurut Marius, Gubernur VBL dalam masa pemerintahannya membangun 7 destinasi baru di Nusa Tenggara Timur; salah satunya Mulut Seribu dan destinasi lainnya yang ada Kabupaten Kupang, yakni Pantai Liman di Pulau Semau, kemudian di Kabupaten Alor, di Kabupaten Lembata, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), di Kabupaten Sumba Timur, dan juga di Kabupaten Ende.

“Kita melihat bahwa program Bapak Gubernur VBL untuk mengembangkan pariwisata sangat baik,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE memberikan apresiasi kepada Gubernur VBL yang memberikan perhatian sungguh luar biasa kepada pariwisata di Rote Ndao. Bupati Paulina mengatakan, selain mulut seribu masih ada destinasi wisata yang ada di Rote Ndao seperti yang diketahui ada Pantai Nembrala dan begitu banyak hotel serta destinasi wisata yang dikunjungi oleh turis internasional. (*)

Sumber berita   (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)