rapidtestrote040420

Pemkab Rote Ndao mulai Lakukan Rapid Test

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melalui Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 mulai melakukan rapid test, guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie,  Sabtu (4/4) malam.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, terhitung mulai hari ini, Sabtu (4/4), Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah melaksanakan rapid test.

Dia menambahkan, rapid test untuk sementara diperuntukkan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan yang berada dalam karantina di Rusun Ne’e.

“Pelaksanaan rapid test sudah dimulai hari ini secara simultan dan untuk sementara hanya dilakukan terhadap ODP,” katanya.

Menurut dr Adhy, pelaksanaan tersebut dilakukan bagi sembilan ODP di Kecamatan Lobalain, dan satu orang di Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, yang sudah selesai pemantauan selama 14 hari.

Menurutnya, karena sampel darah yang diambil tidak boleh lewat dari enam jam, sehingga tim medis yang terbatas ini tidak bisa berkeliling menjangkau lebih banyak ODP.

Terkait hasil rapid test, kata dia, masih harus menunggu pemeriksaan laboratorium RSUD Ba’a, baru diketahui pasti status  klinisnya.

“Hasilnya akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar dr Adhy.

dr Adhy menjelaskan, pelaksanaan rapit test Minggu (5/4), dijadwalkan akan dilaksanakan bagi 15 OPD yang sudah selesai masa pemantauan 14 hari. Di mana akan dilakukan pada wilayah sebaran yang berdekatan.

Ketika ditanya apakah selain rapid test, Gugus Tugas juga melakukan tes swab tenggorok, dr Adhy jelaskan bahwa karena di RSUD Ba’a belum ada alat Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga tidak bisa menggunakan tes swab tenggorok.

“Kami belum miliki alat TCM, sehingga tidak dapat melakukan tes swab tenggorok,” katanya.

Update hingga pukul 18.00 Wita, ODR berjumlah 471 orang, terdiri dari OAR 291 orang, KR 169 orang, dan KT 11 orang. ODP masih tetap 40 orang, dan belum ada orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona.(humaspemdaRN)

bersama-forkopomda-bahas-covid-19-rn

Pemkab Rote Ndao Merefisi Sejumlah Protokol Penanganan Covid-19

Pemkab Rote Ndao kembali merefisi sejumlah protokol-protokol yang sudah di lakukan guna melindungi warga masyarakat dari ancaman virus corona dengan melibatkan berbagai pihak yaitu Unsur Forkopimda Kab. Rote Ndao, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengusaha serta Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Rote Ndao yg bertempat di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Rote Ndao, Jumad, 03/04/20.

Sekretaris Daerah Kab.Rote Ndao Drs.Jonas M Selly, M.Si yang adalah Ketua Gugus Tugas menyatakan bahwa kita telah berhasil melaksanakan sejumlah langkah langkah guna pencegahan dan penanganan Covid-19 di Rote selama 2 minggu terakhir.

ketua gugus tugas menegaskan bahwa setidak Kab. Rote Ndao berhasil mengamankan daerah tercinta ini dari ancaman virus corona dengan memberlakukan protokol yang telah ada, dibuktikan dengan sampai saat ini tidak adanya warga yang terkena dampak virus corona. jelas Jonas M Selly bahwa Rote masih negatif, yang ada hanya orang dari daerah yang terinfeksi virus dan orang dalam pemantauan(ODP) yang saat ini diisolasi di rusun Ne’e.

“saat ini kita sudah berhasil dalam waktu dua minggu walaupun tidak lengkap tapi paling tidak kita sudah bergerak dan kita telah berhasil mencegah penyebaran covid-19 di Rote karena data sampai dengan hari ini belum ada pasien dalam pengawasan (PDP) dan rote masih negatif yang ada hanya orang dari daerah terpapar virus kemudian orang dalam pemantauan (ODP)” jelas Ketua Gugus tugas.

Bupati rote ndao Paulina Haning-Bullu, SE juga menegaskan walaupun di Rote masih negatif tetapi kita harus tetap siaga dan terus mengikuti pedoman yang ada.

beliau juga menjelaskan bahwa jika ada satu saja PDP di Rote maka kita akan sangat kesulitan karena ketiadaan peralatan medis dan tenaga dokter yang sangat terbatas.

“walaupun dikatakan bahwa di rote masih negatif tetapi kita harus tetap siaga, dan kita harus mengikuti pedoman pedoman karena jika hanya ada satu saja PDP dirote kita akan kesulitan karena keterbatasan peralatan medis dan tenaga dokter” kata Bupati Rote Ndao.

Pada kesempatan itu juga telah dibahas langkah langkah yang akan dilakukan Pemerintah Daerah dalam menerapkan standar pembatasan sosial berskala besar dan merujuk pada kebijakan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Masih dalam waktu yang sama protokol standar keselamatan warga dibahas dan pemerintah daerah serta forkopimda kembali menerima masukan dari berbagai elemen diantara nya dari kalangan pengusaha pertokoan, rumah makan serta restaurant dengan berpadu pada standar yang berlaku secara nasional. (dkisp)

vicon-bupati-kemendagri-030420

PEMDA ROTE NDAO MENGIKUTI VIDEO CONFERENCE BERSAMA KEMENDAGRI BAHAS PERMENDAGRI NO. 20 TAHUN 2020

Bupati Rote Paulina Haning-Bullu,SE mengikuti kegiatan Video Conference ( VIDCON ) dengan jajaran Kementrian Dalam Negeri ( Kemendagri ) terkait percepatan penanganan penyebaran Covid-19 dilingkungan Pemerintah Daerah dan Permendagri No 20 Tahun 2020. Jum’at ( 3/4/2020 ).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao ini di hadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek, SE, M.Si dan Sekretaris Daerah, Para Asisten serta pimpinan OPD diantaranya Kadis Kesehatan, Kepala Bapelitbang, Kepala BKA, Kepala Dinas Perhubungan dan Direktur RSUD Baa . Kegiatan Vidcon ini dilakukan secara serentak oleh Pemerintah Provinsi, dan Kab/Kota untuk Wilayah Timur.

Sementara dalam kegiatan vicon tersebut Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Moch Ardian N., M.Si menyampaikan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 secara spesifik digunakan dalam rangka Penanganan Covid – 19, dalam Permendagri ini diatur beberapa ketentuan yang berbeda dengan pengaturan secara umum dibidang Pengelolaan Keuangan Daerah, hal ini dikarenakan urgensitas terhadap Penanganan Covid-19.
Seusai video conference, Bupati kembali memimpin Rapat Forkopimda bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pengusaha se-Kabupaten Rote Ndao terkait Penanganan covid-19 di kabupaten Rote Ndao.(dkisp)

rusunawa-nee3

Empat ODP Pertama di Rote Sudah Sembuh dan Selesai Masa Pemantauan

Kondisi empat Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang pertama kali diumumkan Pemkab Rote Ndao pada Minggu (22/3) lalu, setelah melewati masa pemantauan oleh tim medis Gugus Tugas selama 14 hari, dinyatakan telah sembuh.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani  Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, Jumat (3/4) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara GugusTugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, setelah melakukan pemantauan terhadap empat orang ODP tersebut secara rutin terkait gejala dan perkembangan klinis, keempat ODP dinyatakan sembuh dan atau selesai masa pemantauan.

“Jadi empat ODP yang ditemukan pada awal telah sembuh. Sementara sisanya, sesuai hasil pemantauan kami menunjukkan perbaikan klinis,” katanya.

Dr Adhy menjelaskan, update data keseluruhan hingga pukul 18.00 Wita, jumlah Orang yang Diperiksa di Rumah (ODR) bertambah 53 orang dari jumlah sebelumnya 402 orang menjadi 455 orang, terdiri dari OAR 280 orang (bertambah 14 orang), KR bertambah 39 orang menjadi 164 orang, KT tetap 11. Sementara ODP bertambah tiga orang, menjadi 40 orang.

“Bertambahnya OAR, KR, dan ODP tidak berpengaruh terhadap data Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona karena hingga saat ini Kabupaten Rote Ndao masih bersih Covid-19,” ujarnya.

Sementara data orang yang berada dalam karantina di RusunNe’e, posisi Jumat (3/4) pagi sebanyak 34 orang, terdiridari 30 OAR, 2 ODP, dan 2 orang yang melakukan kontak erat dengan OAR dan ODP berisiko rendah (KR).

“Siang tadi dipulangkan 10 orang, sehingga posisi penghuni Rusun Ne’e hingga pukul 18.00 Wita sebanyak 24 orang, terdiri dari 20 OAR, 2 ODP, dan 2 KR,” tutupnya.(humaspemdaRN)

rusunawa-nee2345

19 OAR dan 3 ODP masih Jalani Karantina di Rusun Ne’e

Meski hingga saat ini belum ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun positif virus corona, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melalui Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 tetap mengambil langkah antisipasitif dan kesiapsiagaan dengan melakukan karantina terhadap Orang dari Area Risiko (OAR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Data hingga Kamis (2/4), jumlah orang yang masih menjalani karantina di Rumah Susun (Rusun) Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, sebanyak 22 orang.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, Kamis (2/4) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, semenjak pemanfaatan Rusun Ne’e menjadi tempat karantina, sebanyak 72 orang yang terdiri dari 63 OAR dan sembilan ODP telah dipantau perkembangan klinisnya oleh tim medis. Dari jumlah tersebut 49 orang telah dipulangkan, terdiri dari 43 OAR dan enam ODP, sebab setelah ditangani oleh tim medis, kondisinya sudah sembuh dan tidak terdapat gejala klinis yang mengarah pada kasus Covid-19. Sedangkan jumlah orang yang masih dalam pengawasan khusus di Rusun Ne’e hingga pukul 16.00 Wita sebanyak 22 orang, terdiri dari 19 OAR dan tiga ODP.

“Jadi hingga saat ini 43 OAR dan enam ODP telah dipulangkan, sementara yang masih dalam pengawasan di Rusun Ne’e sebanyak 19 OAR dan tiga ODP. Mereka akan diizinkan pulang dan melakukan karantian mandiri apabila kondisinya benar-benar sembuh dan akan dilakukan terus pemantauan di rumah,” kata dia.

Menurut dr Adhy, update data keseluruhan hingga pukul 18.00 WITA, jumlah Orang yang Diperiksa di Rumah (ODR) bertambah 18 orang dari jumlah sebelumnya 384 orang menjadi 402 orang, terdiri dari OAR 266 orang (bertambah 18 orang), KR tetap 125 orang, KT juga tetap 11, dan ODP pun tetap 37 orang.

“Jumlah ODP masih tetap 37 orang demikian pula dengan KR dan KT, yang bertambah OAR sebanyak 18 orang. Nama dan alamat seluruhnya ada pada Gugus Tugas, dan tetap dalam pemantauan langsung oleh petugas medis,” katanya.

Terkait kesenjangan data antara jumlah KR dan KT yang tetap OAR bertambah, dr.Adhy menjelaskan bahwa belum terdata dengan baik karena baru dicatat beberapa hari terakhir untuk dipantau, karena OAR langsung dikarantinakan di Rusun Ne’e. (humaspemdaRN)

total-data-pasien-di-rote15

Hari ini ODP di Rote Ndao Meningkat jadi 37 Orang

Sesuai data yang di update Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) hingga Rabu (1/4) pukul 18.00 Wita, jumlah Orang Dalam Pemantauan meningkat menjadi  37 orang atau bertambah dua orang dari Selasa (31/3), yakni sebanyak 35 orang.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, yang diterima media ini, Rabu (1/4) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas  Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr. W. P Adhy,Sp.PD menjelaskan, penambahan dua ODP tersebut, yakni satu di Kecamatan Lobalain dan satunya di Rote Barat Daya.

Ia menjelaskan 37 ODP tersebut tersebar di tujuh wilayah kecamatan, yakniLobalain sebanyak 12 orang, Pantai Baru tiga orang, Rote Barat tiga orang, Rote Barat Daya 13 orang, Rote Barat Laut satu orang, Rote Tengah satu orang, dan Rote Timur empat orang.

Sedangkan, Orang Yang Diperiksa di Rumah (ODR) yang semula 349 orang bertambah menjadi 384 orang, terdiri dari Orang dari Area Risiko (OAR) 248 orang, yang melakukan Kontak dengan   orang berisiko Rendah (KR) sebanyak 125 orang, dan yang melakukan Kontak dengan orang berisiko Tinggi (KT) sebanyak 11 orang.

“Adanya kenaikan ODP dan ODR tersebut karena kenaikan orang yang melakukan kontak dengan OAR dan kontak dengan ODP. Jumlah OAR kita memang cenderung menurun, tapi kita masih pantau hal ini apakah memang orang dari area risiko yang dating  ke Rote menurun atau  orang tidak jujur mengisi data. Sementara hingga saat ini belum ada yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupunPositif Corona,” kata dia.

Masih menurutnya, terkait jumlah OAR dan ODP yang menempati karantina di Rusun Ne’e, sesua data Senin (30/3) sebanyak 13 OAR dan 6 ODP, Selasa (31/3) sebanyak 37 OAR dan 6 ODP, dan Rabu (1/4) 26 OAR dan 7 ODP.  Sementara yang melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing sebanyak 358 orang.

Terkait anggaran yang dialokasikan untuk pencegahan maupun penanganan Covid19,  dr Adhy katakan, pada prinsipnya  penanganan Covid 19 adalah prioritas pemerintah dalam penganggaran APBD.  Bahkan, sudah dilakukan  proses realokasi anggaran dari OPD- OPD untuk mendukung upaya Percepatan Pencegahan  dan Penanganan Covid 19.

 “Jadi setiap OPD berkontribusi terhadap gugus tugas, baik secara anggaran maupun sumber daya lainnya,” kata dia.

Menurutnya, peralatan APD sudah dipesan sebelumnya,sebagian sudah ada yang dalam perjalanan. Kendalanya adalah ketersediaan alat yang dibutuhkan sangat terbatas di pasar. Namun, GugusTugas juga telah menerima bantuan APD hasil donasi pihak lain yang bersimpati, dan sebagian juga masih dalam pengiriman.

Soal kesiapan RSUD dan Puskesmas. Jelas dr Adhy, pada prinsipnya selalu siap, di mana  saat ini terus melakukan pemantauan semua OAR dan ODP sesuai protokol yang ada. Penangan sementara dilakukan sesuai dengan protocol kesehatan dan protokol gugus tugas.

Kendala yang dihadapi, kata dia, adalah ketikaada OAR tapi tidak jujur dalam mengisi data, sehingga tidak terpantau dan beberapa hari kemudian dilaporkan oleh masyarakat jika yang bersangkutan sakit. Jeda waktu antara tiba di Rote dan muncul gejala sakit tidak terpantau aktivitasnya dan kontaknya dengan siapa saja.

“Ini yang mengkhawatirkan kita. Apalagi jika orang-orang seperti ini langsung berobat ke Puskesmas atau dokter, maka tenaga medis akan mengira jika yang bersangktan sakit batuk pilek biasa dan ditangani tanpa protocol Gugus Tugas Covid-19.  . (humaspemdaRN)

v-con-corona-ntt1

Bahas Covid-19, Gubernur NTT Lakukan Vicon Bersama Bupati/Walikota se-NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan Video Conference (VICON) bersama Wali kota, Bupati dan Forkompimda se-Nusa Tenggara Timur  untuk mengecek persiapan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menghadapi ancaman Virus Corona yang mewabah didunia saat ini pada Selasa (31/3/2020),

Video Conference (vicon) ini diikuti Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE dann Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si serta seluruh Forkopimda Rote Ndao yang bertempat di ruang kerja Bupati Rote Ndao.

Gubernur NTT melalui Video Converence bersama walikota dan bupati se-NTT membahas tentang penanganan Covid-19 seperti jumlah ODP dan PDP, persediaan alat kelengkapan medis, SDM medis, alokasi anggaran, dampak sosial ekonomi dan jalur transportasi darat, udara, dan laut.

” Saya minta kepada seluruh Bupati se-NTT untuk menganggarkan dana dan serius dalam penangangan Covid-19, kita bersyukur sampai hari ini di Provinsi NTT status masih negatif, tetapi kita harus menjaga kondisi terburuk apabila status menjadi positif kita telah siap,” kata Gubernur.

Gubernur Laiskodat menegaskan agar anggaran tersebut harus betul-betul dipersiapkan dan dapat dipergunakan pada sektor kesehatan untuk penanganan Covid-19 sehingga harus dirincikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara baik dan benar.

Lanjut Gubernur bahwa untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi yang timbul dalam masyarakat dalam kurun waktu 6 bulan ini, setiap Kabupaten/Kota harus mengalokasikan dana paling sedikit Rp.13 miliard yang akan diperuntukan sebagai bantuan tunai dan non tunai serta bantuan pangan kepada rumah tangga miskin. Bantuan tersebut harus benar-benar tepat sasaran.

Gubernur juga mengatakan bahwa  kerja dan belajar dari rumah sampai tanggal 21 April sesuai dengan instruksi pemerintah pusat tetapi khusus bagi pengambil kebijakan, pimpinan OPD tetap berada di kantor untuk mengambil langkah-langkah agar seluruh pembangunan di NTT tidak macet.

“Untuk rapat-rapat Musrenbang tetap dilaksanakan secara virtual dan terus bekerja sehingga tidak tertunda agenda-agenda pemerintahan”ujar Gubernur

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa dari provinsi telah menyiapkan Rp. 270 Miliard lebih untuk 6 bulan ini agar bersama-sama pemerintah kabupaten/kota untuk  menangani masalah sosial ekonomi dan dampak-dampaknya di seluruh NTT .

Selain hal diatas Gubernur juga menyampaikan bahwa untuk penutupan bandara adalah kewenangan Pemerintah Pusat, namun kita juga meminta pertimbangan dari Pemerintah Pusat untuk akses transportasi laut dapat dikurangi.

“untuk penutupan bandara itu tetap tidak boleh ditutup kecuali pemerintah pusat” sahut Gubernur

Pada kesempatan itu pemerintah Provinsi NTT hanya memberikan kesempatan kepada empat kabupaten/kota di NTT mewakili 22 kabupaten/kota menyampaikan apa yang sudah dan akan dilakukan terkait penanganan Covid-19.

Seusai Vicon bersama Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE mengajak kepada unsur  Forkopimda Rote Ndao agar dapat membangun kerja sama yang baik, saling mendukung serta memberikan masukan dalam penanganan Covid-19 sehingga kedepan bisa merefisi apa yang sudah ada yaitu menyangkut  SK Gugus Tugas perlu dibahas bersama-sama untuk mengatur kepengurusan gugus tugas di Rote Ndao.

Lanjut Bupati bahwa saat ini Pemerintah kabupaten juga telah mengeluarkan aturan bagi pengusaha yang ada agar hanya beroperasi sampai dengan jam 2 siang tetapi itu hanya berlaku sampai dengan tanggal 4 April 2020, selanjutnya akan dilakukan efaluasi dan akan dilakukan perubahan lagi.

Bupati juga merasa iba kalau pengusaha itu hanya beroperasi sampai dengan jam 2 siang, apalagi kalau tutup sama sekali maka perekonomian kita pasti terganggu tetapi untuk sementara dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini dan dalam waktu dekat akan dipertimbangkan lagi. Kesehatan kita ini lebih penting, karena kesehatan kita tidak bisa beli dengan uang (dkisp)

rusunawa-nee2345

Kondisi  Empat ODP Pertama di Rote Semakin Membaik

Perkembangan hasil penanganan terhadap empat Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang pertama kali diumumkan oleh Pemkab Rote Ndao pada Minggu (22/3) lalu, hingga kini kondisi kesehatannya sudah menunjukkan berangsur pulih seperti sediakala.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, yang diterima media ini, Selasa (31/3) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr. W. P. Adhy, Sp.PD menjelaskan, sejauh ini kondisi 4 ODP tersebut sudah membaik, namun masih terus dipantau perkembangan klinisnya oleh Gugus Tugas Covid-19 kabupaten dan Puskesmas hingga benar-benar sembuh.

Menurutnya, sampaikapan status empat ODP tersebut tidak dimasukkan lagi dalam daftar ODP atau akan berubah status apabila sudah dinyatakan benar-benar sembuh dan atau selesai masa pemantauan oleh Gugus Tugas.

dr. Adhy menjelaskan, hasil update per 31 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah Orang Dirawat diRumah (ODR) meningkatdari 331 orang menjadi 349 orang. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah satu orang dari jumlah kemarin menjadi 35 orang. Sedangkan belum ada yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona.

Dirincikan dr. Adhy, ODP dipetakan menurut kecamatan dan desa/kelurahan: 1) Kecamatan Lobalain 12 ODP, yakni berasal dari Desa Ba’adale dua orang, Kelurahan Metina 3 orang, Desa Lekunik 1 orang, Kelurahan Mokdale 3 orang, dan Desa Helebeik 2 orang. 2) Kecamatan Rote Barat Laut 1 orang, yakni diKelurahan Busalangga. 3) Kecamatan Rote Tengah 2 ODP yakni dari Kelurahan Onatali dan desa Lidamanu  masing-masing 1 orang. 4) Kecamatan Rote Barat Daya 12 ODP dari Desa Sakubatun 1 orang, Desa Sanggandolu 2 orang, Desa Mbokak 1 orang, Desa Landu 3 orang, Desa Lentera 3 orang, Desa Lalukoen 2 orang. 5) Kecamatan Rote Timur 4 ODP, yakni dari Desa Lakamola 2 orang, Desa Batefalu dan Desa Papela masing-masing satu orang 6) Kecamatan Pantai Baru 1 ODP dari Desa Tunganamo. 7) Kecamatan Rote Barat 3 ODP dari Desa Mbueain 1 orang dan Desa Oenitas 2 orang.

“Jadi, dari rincian  data diatas, jelas bahwa jumlah ODP terbanyak ada pada Kecamatan RBD dengan 12 ODP dan Lobalain dengan 12 ODP sehingga wilayah yang paling berpotensi terjadi peningkatan status ODP adalah 2 kecamatan ini, namun wilayah lain perlu tetap waspada,” kata dia.

Ia menambahkan, rapid test sebanyak 49 buah bantuan provinsi sudah tiba dan akan digunakan dalam tata laksana setelah revisi panduan selesai, memperhitungkan kontinuitas ketersediaan rapid test tersebut.

Sementara APD yang dibutuhkan Gugus Tugas diantaranya sepatu boot, kacamatan safety APD, faceshield, masker N95, masker 3 ply, disposable surgical gown, dan handscoon/sterilgloves. (humaspemdaRN)

UntitleDd

Profil Wilayah

Kondisi Geografis

Kabupaten Rote Ndao merupakan kabupaten yang paling selatan di Negara Republik Indonesia dan merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002.

Secara astronomis Kabupaten Rote Ndao terletak pada posisi paling selatan Wilayah Nusantara yaitu antara 10º25’ LS – 11º15’ LS dan 121º49’ BT – 123º26’ BT. Dengan batas-batas wilayah :  Sebelah  Utara – Laut Sawu, Sebelah Selatan – Samudera Hindia, Sebelah Timur – Selat Pukuafu, Sebelah Barat – Laut Sawu.

Kabupaten ini mempunyai luas wilayah 1280,10 km 2 yang terdiri dari 96 pulau dimana 6 pulau berpenghuni (P. Rote dengan luas 97.854 Ha, P. Usu dengan luas 1.940 Ha, P. Nuse dengan luas 566 Ha, P. Ndao dengan luas 863 Ha, P. Landu dengan luas 643 Ha dan P. Do’o dengan luas 192 Ha dan 90 pulau lainnya tidak dihuni manusia.

Luas wilayah laut  sekitar 2.376 km² dengan panjang garis pantai  330 km, menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Rote Ndao merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 107  pulau, 8 Pulau telah berpenghuni dan 99 Pulau belum berpenghuni dengan topografi bervariasi dari datar 35% (45.250 ha), perbukitan 25% (32.625 ha), lainnya 40% (50.135 ha), kemiringan rata-rata 45º dan ketinggian 0 – 1.500 m diatas permukaan laut

Luas Daerah Rote Ndao Menurut Kacamatan 2018

 

No

 

Kecamatan

Luas Wilayah (Km2)Persentase (%)
01.Rote Barat Daya114,578,95
02.Rote Barat Laut172,4013,47
03.Lobalain145,7011,38
04.Rote Tengah162,5012,69
05.Rote Selatan73,385,73
06.Pantai Baru176,1813,76
07.Rote Timur110,848,66
08.Landu Leko194,0615,16
09.Rote Barat100,489,08
10Ndao Nuse14,191,11
Jumlah1.280,10100,00

 

Iklim & Curah Hujan

Wilayah Rote Ndao beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin muson. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27oC, suhu maksimum rata-rata 29oC kadang-kadang mencapai 32oC, suhu minimum rata-rata 26,1oC, curah hujan rata-rata 114,1 mm, kelembaban udara rata-rata 84,4 %, kecepatan angin rata-rata 9,2 knot dan tekanan udara rata-rata 1008,5 milibar.

 

peta-pesebaran-covid-19-rn

Metina, Mokdale, dan Landu jadi Wilayah Sebaran ODP Tertinggi

Peta sebaran Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Rote Ndao, sesuai data yang diupdate Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), yakni terdapat pada tiga wilayah besar, yakni Kelurahan Metina, Kelurahan Mokdale, dan Kecamatan Landu Leko.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, yang diterima media ini, Senin (30/3) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr. W. P Adhy,Sp.PD menjelaskan, dari peta sebaran tersebut, maka intervensi yang dilakukan Gugus Tugas diprioritaskan pada tiga area berisiko ODP ini dengan mentracing riwayat ODP sebelum dikarantina di Rusun.

Menurutnya, peta persebaran ODP dibuat menggunakan tableau berbasis desa/kelurahan dan kecamatan beserta jumlah dan grafik perkembangan kasus harian, sehingga memudahkan untuk dilihat dan diikuti. Gugus Tugas telah menyiapkan peta persebaran yang dapat diikuti melalui laman web https://rotendaokab.go.id/covid-19.

Ia menjelaskan, keadaan per 30 Maret 2020 pukul 14.00 Wita,  jumlah ODR meningkat hampir 4 persen per hari dari 318 orang menjadi 331 orang. Angka kenaikan ini disumbangkan oleh kenaikan OAR sebesar 1 orang menjadi 228 orang, dan orang yang melakukan kontak dengan OAR yang meningkat dari 91 orang menjadi 103 orang.  Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik dari 27 orang menjadi 34 orang. Sejauh ini yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona belum ada.

“Kenaikan ini terjadi karena masih terdapat orang yang masuk melalui Bandara dan pelabuhan laut, serta warga masih melakukan kontak dengan OAR dan tidak menjaga jarak yang disarankan, serta masih lemahnya ketaatan orang untuk menjalankan protokol karantina mandiri di rumah,” katanya.

Langkah penanganan, kata dr.Adhy,  Pertama, memperketat pemantauan pada OAR, KR dan KT. Kedua, pemantauan intensif ODP di Rusun Ne’e terus dilakukan. Ketiga, Gugus Tugas akan terus memperbaiki kemampuan screening, diagnosis, dan tata laksana dengan terus mengusahakan dan melengkapi rapid test, APD, dan alat kesehatan terkait tatalaksana Covid-19. Keempat, mempersiapkan perubahan SK Gugus Tugas dengan menyesuaikannya sesuai Surat Edaran Mendagri Nomor: 440 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Daerah. Kelima, menyiapkan system pemantauan dan evaluasi terpadu melalui pendataan cek list pada tingkat desa/kecamatan dan pintu-pintu masuk di pelabuhan/bandara. Keenam, tetap mendorong masyarakat untuk melaporkan ke GugusTugas apabila didapati ada orang dari area risiko (OAR) yang tiba di Rote selama 14 hari terakhir.

dr. Adhy menambahkan, telah terjadi perbaikan gejala dari seluruh ODP yang dipantau.

Sementara perkembangan terbaru kondisi Alat Pelindung Diri (APD), kata dia, dapat dijelaskan bahwa saat ini Rote Ndao mendapatkan bantuan 7 box masker (50 masker per box) dari saudari Angel Chandra (donator pribadi) di Bandung beserta 1 mesin UV filter. Mesin UV sterilizer ini berguna membantu sterilisasi ulang masker sehingga masker bisa dipakai kembali. Selain itu, bantuan logistic dari BPBD Provinsi NTT juga sudah tiba di Rote, di antaranya 4 paket APD, 2 box masker bedah, 2 box masker N95, 2 box sarung tangan, 1 set baju biru, helm dan sepatu, 50 peaces baju cover, serta 49 rapid test.

 (humaspemdaRN)