bupatirn-lantik-9-pejabat

Bupati Rote Ndao Lantik 9 Pejabat di Lingkup Pemkab Rote Ndao

Ditengah Wahah Pandemi Covid-19 tidak menghalangi kegiatan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator lingkup pemerintah Kabupaten Rote Ndao

Pengambilan sumpah janji yang dilakukan oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada Senin, 18/05/2020 ini berbeda dengan pelantikan sebelumnya yaitu dilakukan secara online melalui Video Conference yaitu dengan aplikasi zoom, dimana pejabat yang dilantik tidak bersama-sama didalam satu ruangan tetapi menggunakan dua ruangan yang berbeda yaitu pejabat yang dilantik, saksi, dan rohaniwan berada di lantai satu kantor Bupati, sementara Bupati dan Forkopimda  menempati ruangan TBUPP di lantai dua. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao

Untuk diketahui bahwa pelantikan ini dilakukan sesuai amanat Badan Kepegawaian Nasional melalui Surat Edaran Nomor 10/C/IV/2020 tentang pelantikan sumpah dan janji PNS atau sumpah janji jabatan melalui media elektronik teleconference pada masa keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona.

Pelantikan ini juga dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di kabupaten Rote Ndao

Bupati Rote Ndao dalam sambutannya mengharapkan agar pejabat yang dilantik dapat terus meningkatkan kinerjanya serta dapat bekerja iklas dan cerdas serta dapat memanfaatkan media teknologi yang ada serta mampu menyikapi setiap permasalahan yang muncul dengan bijak, selain itu kondisi seperti ini memicu perubahan di berbagai bidang yang perlu disikapi secara cepat dan tepat, dan juga tetap menjaga identitas, menghindari KKN.

Selain itu juga pejabat yang baru dilantik ini Bupati terus mengingatkan agar selalu mempertanggung jawabkan sumpah dan janjinya dimanapun berada demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Rote Ndao.

Berikut pejabat tinggi pratama yang dilantik diantaranya adalah Petson S. Hangge,S.Sos dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dra. Helena Reke dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3Ap2KB), Drs. Hanokh Agustinus Ndoen, dilantik menjadi Kepala Dinas Pangan, Daud Daniel Bessie, S.Pd dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Drs. Benay Forah dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Frans W. Daud,SE dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Sementara pejabat Administrator yang dilantik adalah Nusry E. Zacharias,SE dilantik sebagai Camat Lobalain, Hereth O. Bella, S.Pd sebagai Sekretaris Camat Lobalain, dan Olens A.J. Ndoen,SH sebagai Sekretaris Camat Rote Barat.(dkisp)

perbup

Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2020 tentang Protokol Penanganan Covid-19

Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 16 Tahun 2020 tentang Protokol Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Rote Ndao.

Dengan Berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 140/KEP/HK/2020 tentang Protokol Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kabupaten Rote Ndao dan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 146/KEP/HK/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 140/KEP/HK/2020 tentang Protokol Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Rote Ndao dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 16 Tahun 2020 Protokol Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Rote Ndao

BLT-rote-diserahkan-270420

Bupati Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada 18 Desa

Rote_ Pemerintah kabupaten Rote Ndao mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT)  Dana Desa kepada 18 Desa penerima tahap pertama dari 112 desa di kabupaten Rote Ndao yang bernilai Rp.600.000 per KK, kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan akibat dampak Covid-19. Langkah ini sebagai bagian dari kebijakan dan respon cepat pemerintah guna mengantisipasi multi dampak covid-19 di kab. Rote Ndao.

Bertempat di kecamatan Rote Selatan pada Senin, 27/04/2020 siang, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE membagikan bantuan langsung tunai (BLT) secara simbolis di dua titik yaitu  Desa Nggelodae dan Desa Pilasue

Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE.M.Si, Assisten Administrasi Umum Setda Rote Ndao, Drs. Jermi Haning,M.Pol.Admin, Kepala Dinas PMD Rote Ndao, dan disaksikan oleh Babinsa, Babinkamtibmas Rote Selatan, camat Rote Selatan Johni Manafe serta para Kepala Desa setempat di masing masing Desa.

Bupati Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah ditengah-tengah covid-19 “Jangan liat besar kecil nya bantuan, tapi semoga bermanfaat dan dapat dipergunakan sebaik-baik nya dan kami pemerintah terus ada ditengah tengah masyarakat” kata Bupati.

Bupati Paulina Haning-Bullu,SE juga mengingatkan kepada kepala Desa untuk memberikan data yang akurat dan diawasi langsung oleh Camat dan BPD. “jangan manipulasi dan kalau sampai ketahuan maka kepala desa yang terkena pidana” tegas Bupati.

Paulina Haning-Bullu,SE juga berpesan kepada warga untuk tetap menjaga kesehatan, menetap dirumah, hindari kumpul-kumpul, gunakan masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan untuk terhindar dari Covid-19.

Salah satu penerima BLT, Saul Jesua yang kesehariannya sebagai penjual siri mengucapkan terima kasih kepada pemerintah baik dari pusat sampai ke daerah yang sudah membantu meringankan beban ekonomi yang kian menurun akibat dari wabah virus corona yang tidak bisa membuatnya berjualan normal.

“Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan lewat bapak Presiden, bapak Gubernur, Ibu Bupati Rote Ndao, bapak camat dan bapak kepala desa yang sudah memperhatikan kami ditengah virus corona ini, untuk kami bisa membeli makanan dan sayur mayur untuk makan sebab kami tidak bisa keluar jauh” ujar Saul.

Pada kesempatan yang berbeda kepada Kepala Dinas PMD Rote Ndao, James M. Therik menjelaskan besarnya dana yang akan disalurkan dalam bantuan langsung tunai (BLT) kepada 112 desa di kabupaten Rote Ndao yang akan diberikan kepada 12.749 KK yang tersebar di 10 kecamatan. Untuk tahap pertama bulan April ini sebesar 7 Miliar Lebih yang akan diberikan secara bertahap, untuk tahap kedua dan ketiga akan disalurkan di bulan Mei mendatang bagi desa yang belum terima.(DKISP)

musrenbang-ntt-210420

Musrembang RKPD Prov. NTT Tahun 2020; Tujuan Pembangunan adalah Kesejahteraan

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE mengikuti Musyawara Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi NTT Tahun 2020 untuk perencanaan tahun 2021 yang dibuka oleh Gubernur   Nusa TenggaTimur, Victor Bungtilu Laiskodat, dan diikuti pula olehBupati/Walikota se-Provinsi NTT, melalui Video Conference, Selasa (21/04/2020)

Hadir pula dalam Vidcon di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekretaris Daerah Kab.Rote Ndao, Drs. Jonas M.Selly,MM, Para Asissten Setda Rote Ndao, serta Kepala Bapelitbang Kab.Rote Ndao, Drs. Frengki J. Haning

Gubernur VBL pada kesempatan itu melalui Virtual Meeting mengatakan bahwa meski pelaksanaan Musrenbang tahun 2020 untuk perencanaan tahun 2021 dilaksanakan dalam keadaan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19; sebagai pemimpin harus yakin dan mampu untuk mengatasi masalah ini dengan baik.

“kita semua tetap berharap dan kita yakin bahwa kita mampu mengatasi masalah ini dengan baik. Karena kita punya keyakinan, dan punya kecerdasan, dan daya tahan yang cukup untuk menghadapi masalah ini,” ujar Gubernur VBL

Lanjut  Gubernur bahwa berbagai masukan yang ada di dalam pokok-pokok pikiran baik dari Pimpinan DPRD NTT dan seluruh anggota; dari Pemerintah Pusat dan berbagai komponen lainnya akan menjadi masukan yang baik.

“kita akan memperbaharui perjalanan pembangunan Nusa Tenggara Timur, prinsip pembangunan itu dalam prosesnya terjadi perubahan. Prinsip pembangunan itu, terjadi modernisasi; apabila dalam pembangunan perencanaannya tidak ada modernisasi maka pembangunan itu gagal” kata Gubernur

Lebih lanjut lagi Gubernur mengatakan bahwa tujuan pembangunan adalah kesejahteraan. Karena itu, dirinya mengharapkan bahwa kalau perencanaan yang baik ini tidak dapat dikerjakan dengan benar maka kita hanya menempatkan perencanaan yang baik ini pada ruang – ruang sepi; tertutup dan kemiskinan tetap marajela di NTT. Karena kita tidak punya kemampuan. Kemampuan untuk mengaktualisasikan sebuah desain kecerdasan yang begitu luar biasa; baik, keterpaduan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi sampai Pemerintah Kabupaten/Kota.

Gubernur VBL sangat percaya dengan kemampuan dan kerja keras Walikota Kupang dan para Bupati seluruh NTT, ke depan Provinsi NTT akan maju.

“sebagai Gubernur, saya sangat percaya diri; karena saya mempunya bupati dan walikota yang bekerja secara luar biasa. Karena itu dalam semangat seperti ini, saya mengharapkan para bupati dan walikota terus untuk bekerja,” ujar Gubernur VBL Gubernur juga menambahkan bahwa momentum pandemic virus corona ini mengubah budaya; budaya kerja dan budaya hidup masyarakat kita.

Dia menegaskan, NTT tidak boleh kalah. Karena teknologi informasi yang begitu maju harus menjadi kekuatan untuk kita memajukan seluruh kinerja dan mimpi – mimpi kita. (dkisp)

penghuni-rusun-nee2

28 Orang masih Dikarantina di Rusun Ne’e

Saat ini 28 orang mendiami Rumah Susun (Rusun) Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, sebagai tempat isolasi yang disiapkan khusus Pemkab Rote Ndao untuk penanganan Covid-19.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie,  Minggu (12/4) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, 28 orang tersebut terdiri dari 2 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang diumumkan positif sesuai hasil rapid test oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Sabtu (11/4) malam, 3 ODP yang hasil rapid testnya negatif, 4 orang yang melakukan kontak erat dengan ODP, dan 19 Orang dari Area Risiko (OAR).

“Saat ini 28 orang yang dikarantina di Rusun Ne’e tersebut, kondisi kklinisnya terus dipantau dan dilakukan tindakan medis sesuai protokol penanganan yang ditetapkan Gugus Tugas. Diharapkan dengan penanganan yang dilakukan para medis Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao, kondisi kesehatan mereka terus membaik,”katanya.

Terkait keluarga dan kerabatserumah dari dua ODP yang diumumkan hasil rapid tesnya positif, kata dr Adhy, Gugus Tugas telah melokalisir risiko penyebaran oleh dua ODP tersebut dengan melakukan karantina para kerabat tersebut di Rusun Ne’e agar kondisi mereka juga bisa teratur dipantau oleh tenaga medis, sehingga dapat diambil tindakan medis lebih cepat.

Ia menjelaskan, keluarga dan kerabat dari 2 ODP positif hasil rapid test tersebut berjumlah 4 orang, yakni 2 orang berstatus KT dan 2 orang telah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif.

“Jadi empat orang yang melakukan kontak dengan 2 ODP positif rapid test tersebut, 2 orangg telah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif, sementara 2 orang berstatus KT. Semuanya masih dalam kondisi aman sesuai pemantauan tim medis Gugus Tugas,”katanya.

dr Adhy menambahkan, update hinggapukul 18.00 Wita, Orang Yang diperiksa di Rumah (ODR) berjumlah 536 orang, yang terdiri dari Orang dari Area Risiko (OAR) 331 orang, Kontak Risiko Rendah (KR) 182 orang, Kontak Risiko Tinggi (KT) 23 orang. ODP komulatif berjumlah 47  orang, dengan rincian 38 dinyatakan sembuh (selesai pemantauan) dan sisanya masih dalam pemantauan termasuk 2 positif dan 3 negatif di Rusun Ne’e.

Sementara yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona belum ada. (humaspemdaRN)

rapidtestpositif2rote

Hasil Rapid Test, Dua ODP di Rote Ndao dinyatakan Positif

Gugus Tugas Covid-19 telah melakukan rapid test terhadap 32 orang dalam pemantauan atau ODP di Rote Ndao sejak tanggal 4 April 2020. Rapid Test dilakukan pada hari ke 14 masa pemantauan. Dari Rapid Test yang dilakukan terdapat dua ODP dengan hasil Rapid Test Positif. Perlu dipahami bahwa, hasil Rapid Test Positif ini artinya telah terbentuk sistem kekebalan tubuh yang mungkin terbentuk sebagai reaksi terhadap Virus Corona pada kedua ODP ini. Demikian disampaikan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE saat memberikan keterangan di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Sabtu (11/04/2020) malam.

Lanjut Bupati bahwa untuk tetap memantau kondisi kesehatan, maka kedua ODP tetap dikarantina di fasilitas yang ditetapkan pemerintah selama 14 hari sejak dilaksanakannya Rapid Test. Selanjutnya atas kedua ODP ini akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa PCR dari bahan hapusan tenggorokan.

Bupati juga menyatakan bahwa untuk melokalisir risiko penyebaran Covid-19 lebih lanjut, maka Gugus Tugas Covid-19 juga telah meng-karantina semua keluarga dan kerabat se-rumah dengan kedua ODP sehingga kondisi kesehatan mereka bisa dipantau secara teratur oleh tenaga kesehatan sehingga dapat diambil tindakan medis lebih cepat.

“untuk mengantisipasi peningkatan ODP melalui penularan dari OAR ke kerabat dan keluarga yang mereka kunjungi di Rote, maka pemerintah Kabupaten Rote Ndao mempersiapkan tambahan lokasi karantina bagi OAR pada semua kecamatan” ujar Bupati

Bupati menyatakan bahwa informasi ini adalah salah satu bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mencegah dan menangani Covid-19 dengan transparansi informasi bagi masyarakat.

“saya berharap kabar ini tidak membuat kita kuatir berlebihan apalagi saat ini kita sedang berada pada Minggu Paskah. Saya berharap kita semua menyikapi situasi yang ada dengan tenang, jangan lengah tetapi tetap waspada” kata Bupati

Pada akhirnya melalui kesempatan itu pula Bupati Paulina Haning-Bullu mengucapkan Selamat Merayakan Paskah, Tuhan Yesus Sang Domba Paskah itu kiranya menyertai dan memberkati kerja keras kita semua. (dkisp)

rote-tutup-utk-oar copy

Orang Asing untuk Sementara Dilarang Masuk ke Rote Ndao

Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Rote Ndao, serta menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia, maka Bupati Rote Ndao telah mengeluarkan Instruksi Nomor: HK.180/334/IV/Kab.RN/2020 tanggal 6 April 2020, tentang Pelarangan Sementara Orang Asing masuk ke Wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie,  Rabu(8/4) petang.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr. W. P. Adhy, Sp.PD menjelaskan bahwa dalam instruksi kepada pimpinan Perangkat Daerah, camat, kepala desa/penjabat kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Rote Ndao itu, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu menegaskan beberapa hal, yakni: KESATU: Melarang sementara orang asing untuk memasuki/transit diwilayah Kabupaten Rote Ndao

KEDUA: Pelarangan sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU, dikecualikan terhadap: a) Orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap; b) Orang asing pemegang visa diplomatik dan visa dinas; c) Orang asing pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; d) Tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan dan alasan kemanusiaan; e) Awak alat angkut; dan f) Orang asing yang akan bekerja pada proyek strategis nasional.

KETIGA: Orang asing sebagaimana dimaksud pada diktum KEDUA, dapat masuk wilayah Kabupaten Rote Ndao setelah memenuhi persyaratan:

1) Surat keterangan sehat dalam bahasa inggris dari otoritas kesehatan dimasing-masing negara; 2) telah berada 14 hari di wilayah/negara yang bebas Corona Virus Disease-2019 (Covid-19); 3) Pernyataan bersedia masuk karantina selama 14 hari yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indoensia.

KEMPAT: Kepolisian Resor Rote Ndao, Komado Distrik Militer 1627/Rote Ndao, dan Pangkalan TNI AL Pulau Rote, agar mengamankan Instruksi Bupati ini.

KELIMA: Mematuhi dan melaksanakan Instruksi Bupati ini dengan penuh tanggung jawab dalam rangka mencegah dan menangani serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, demi keselamatan masyarakat Rote Ndao.

Terkait perkembangan kasus, kata dia, sesuai update Gugus Tugas pukul 14 Wita, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) tetap 46 orang. Namun, Selasa (7/4) terjadi penambahan tiga ODP yang merupakan Orang dari Area Risiko (OAR) yang masuk ke Rote Ndao.

Menurutnya, jumlah Orang Yang diperiksa di Rumah (ODR) bertambah tiga orang dari posisi kemarin 515 orang menjadi 518 orang, Orang dari Area Risiko (OAR) mengalami penambahan menjadi 317orang.

“Sedangkan orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona belum ada,” katanya. (humaspemdaRN)

vicon-6-menteri07042020

Bupati Rote Ndao Bahas Penanganan Covid-19 Bersama Enam Menteri Lewat Vidcon

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE lakukan Video Conference (Vidcon) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Pertanian (Mentan), Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN serta Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Vidcon tersebut membahas langkah antisipasi dan kebutuhan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pangan dalam percepata pencegahan dan penanganan penyebaran corona virus disease (Covid-19), berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao, Selasa (7/4/2020).

Ikut mendampingi vicon Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, Juru Bicara Gugus Tugas Rote Ndao, dr. W. P. Adhy, Sp.PD, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Suardi, Kaban Keuangan & Aset, Daniel W. Nalle,S.Pt,  Kadis Pertanian, Salmun Haning, SE

Dalam arahan Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan, kita tahu bahwa virus ini memiliki kekuatan dua hal, yang utama adalah daya tukarnya yang begitu cepat melalui 3 cara yakni percikan, kemudian dari kontak langsung maupun kontak untuk objek dari yang positif dipegang oleh yang negatif.

“Kemudian transmisi melalui air yaitu partikel-partikel pada saat batuk atau bersin yang masih menggantung di udara yang bisa dihirup oleh orang lain, sehingga tidak heran semua negara di dunia kena virus corona,” papar Tito.

Menurut dia, kelemahan dari virus ini berdasarkan penelitian dari China, tidak kuat dengan sabun apapun juga, etanol atau alkohol, disinfketan yang mengandung corin zat pemutih dan lain-lainnya,

“Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu sosial distancing, jaga jarak, menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan. Semua wajib menggunakan masker, tujuannya satu yakni untuk membendung penyebaran covid-19,” tutur Tito.

Ia menjelaskan untuk memperkuat kekebalan tubuh warga dengan memperkuat kapasitas sistem kesehatan di daerah masing-masing, semua daerah harus siap dan kita harus perang melawan Covid-19.

“Ada dua alat perang yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan kemudian pangan, karena jika pangan tidak cukup, itu juga akan menimbulkan gangguan sosial keamanan dan lain-lain,” jelas Tito.

Dirinya menyebutkan, kita berada pada posisi dilematis, jika kita mengutamakan menjaga kesehatan publik maka mungkin ekonomi akan dikorbankan begitupun sebaliknya.

“Olehnya itu, kita berusaha untuk mengutamakan kesehatan publik tapi kita tetap menjaga ekonomi, agar tidak jatuh terlalu dalam untuk berperang melawan Covid-19 ini,” sebut Tito.

Lanjut Tito, pemerintah pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan diharapkan kepala daerah ambil bagian dalam penanganan covid-19, sebab separuh anggaran APBN itu ditransfer ke daerah, sehingga penanganan Covid-19 ini harus bekerja sama antara pusat dan daerah.

“Daerah juga harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga daerahnya masing-masing, termasuk mencukupi sarana dan prasarana kesehatan. Untuk mengantisipasi lonjakan (pangan) yang paling penting adalah kesiapan pangan itu sendiri,” tambahnya.(**/dkisp)

total-data-pasien-di-rote20-1

Hari Ini, 15 ODP di Rote Ndao kembali Dinyatakan Negatif

Setelah sebelumnya 10 ODP yang menjalani rapid test dinyatakan negatif, hari ini hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Ba’a terhadap 15 ODP di wilayah Kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, Rote Barat Daya, dan Rote Barat, juga dinyatakan negatif atau bersih dari Covid-19.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie,  Senin (6/4) malam.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, hasil pemeriksaan sampel darah 15 ODP yang dilakukan petugas medis RSUD Ba’a, hasilnya seluruhnya negatif ODP tersebut negatif.

“Hasil laboratorium 15 ODP yang dilakukan rapid test pada Minggu (5/4) semuanya negatif, sehingga sudah tidak dalam pemantauan lagi,” katanya.

Dikatakan dr Adhy, Senin (6/4), tim medis kembali melakukan rapid test terhadap satu ODP yang dikarantina di Rumah Susun Ne’e, dengan mengambil sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di RSUD Ba’a.

Dia berharap hasil laboratorium satu ODP yang dilakukan rapid test Senin (6/4) juga negatif, Sehingga tidak ada kepanikan warga Rote Ndao menyusul bertambahnya jumlah kasus positif corona di Jakarta dan Bandung. “Mudah-mudahan Rote Ndao bebas penularan Covid-19,” imbuhnya.

Masih menurutnya, update kasus hingga pukul 18.00 Wita, Orang Yang diperiksa di Rumah (ODR) bertambah dari kemarin 504 orang menjadi 507 orang, Orang dari Area Risiko (OAR) 314, ODP bertambah dua orang menjadi 43 orang. Sementara orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona belum ada.(humaspemdaRN)

total-data-pasien-di-rote19-2

Hasil Rapid Test, 10 ODP di Rote Ndao Dinyatakan Negatif  

 

Rapid Test yang dilakukan Tim Medis Gugus Tugas terhadap sembilan ODP di Kecamatan Lobalain, dan satu ODP di Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Sabtu (4/4), hasilnya negatif.

Demikian rilis Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang ditandatangani Kepala Bagian Umum, Humas, dan Protokol Setda Rote Ndao Handryans Bessie, Sabtu (4/4) malam.

Dalam rilis tersebut, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao dr Widyanto P Adhy menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel darah di RSUD Ba’a, hasilnya 10 ODP tersebut negatif, sehingga 10 ODP tersebut sudah tidak dipantau lagi.

“Hasilnya negatif, sehingga sudah tidak dalam pemantauan lagi,” katanya.

Ia menambahkan, ODP yang dinyatakan lepas dari pemantauan apabila telah sembuh dan atau lewat dari 14 hari masa pemantauan. Sementara, ODP yang belum sembuh, akan dirawat terus hingga sembuh.

Dikatakan dr Adhy, Minggu (5/4), tim medis kembali melakukan rapid test terhadap 15 ODP di wilayah Kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, Rote Barat Daya, dan Rote Barat, dengan mengambil sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Setelah hasilnya diketahui akan disampaikan, agar publik mengetahui juga kondisi riil upaya penanganan yang telah dilakukan Gugus Tugas.

“Kami berharap hasil laboratorium 15 ODP yang dilakukan rapid test hari ini juga negatif, agar masyarakat tidak panik karena di daerah lain masyarakat resah akibat bertambahnya jumlah kasus positif corona. Mudah-mudahan Rote Ndao bebas penularan Covid-19,” imbuhnya.

Sementara update hingga pukul 18.00 Wita, Orang Yang diperiksa di Rumah (ODR) berjumlah 504 orang, Orang dari Area Risiko (OAR)) 312, ODP bertambah satu orang menjadi 41 orang. Sementara orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona belum ada..(humaspemdaRN)