p_rote

Sejarah Rote

Pulau Rote memiliki banyak nama. Di dalam arsip pemerintahan Hindia Belanda, pulau ini ditulis dengan nama Rotti atau Rottij” kemudian menjadi “Roti”. Akan tetapi, masyarakat Rote yang mempunyai sembilan dialek dan seringkali mereka menyebut pulau ini “Lote”, khusus bagi mereka yang tidak bisa menyebut huruf “R”. Masyarakat Rote lainnya menyebut pulau ini dengan nama “Lolo Deo Do Tenu Hatu” yang artinya Pulau yang Gelap. Ada juga yang menyebut “Nes Do Male” yang artinya Pulau yang Layu/Kering (Otta, 1990:10) dan ada juga yang menyebut dengann “Lino Do Nes” yang berarti Pulau yang Sunyi (Naladay, 1988:14).

Sementara itu Soh (2008:1) mengutip sebuah buku berbahasa Belanda yang berjudul Land Taal & Volkenkunde Van Nederlands Indie (terbit Tahun 1854) dinyatakan bahwa pada + abad 3 sesudah penduduk mendiami Pulau Rote, di sebelah utara timur laut Pulau Rote muncul kapal-kapal Portugis sedang buang jangkar dan mereka turun ke darat karena membutuhkan air tawar untuk minum di kapal. Di pantai, mereka bertemu dengan seorang nelayan dan bertanya, “Pulau ini bentuknya bagaimana?” Nelayan ini menyangka bahwa mereka menanyakan namanya, nelayan ini menjawab, “Rote” (Rote is Mijn Naam). Nahkodah kapal Portugis ini menyangka bahwa bentuk pulau itu Rote, segera ia menamakan pulau itu Rote. Demikian seterusnya pulau ini disebut Rote. (Een Landschen School Messter, 1854-4).

Sayangnya, Soh tidak mengungkapkan secara lengkap sumber acuan pertama, karena itu apa yang dikemukakan oleh Soh dalam bukunya patut diragukan tingkat kebenarannya, kecuali Soh menyebutkan sumber acuannya secara lengkap, terutama sumber pertama yang menjelaskan tentang dialog antara nahkoda Portugis dan nelayan Rote, minimal ada nama dari kedua orang tersebut, tanggal kejadian bisa disebutkan. Lebih jauh, Fox (1996:25-26) mengatakan, dalam dokumen Portugis pada abad ke-16 dan ke-17 tercantum berbagai nama seperti “Rotes”, “Enda”. Di dalam peta Belanda, mula-mula pulau ini disebut “Rotthe”, yang oleh ahli peta kemudian dikutip secara salah menjadi “Rotto”. Namun, dalam salah satu peta pada awal abad tujuh belas, pulau ini disebut dengan nama pribumi “Noessa Dahena” (Nusa Dahena) yang berasal dari dialek Rote di bagian timur yang secara harafiah berarti “Pulau Manusia”. Kecuali dalam peta tersebut, nama itu tidak dipakai lagi. Pada pertengahan abad ke-17, Persatuan Dagang Hindia Belanda dalam dokumen-dokumennya menggunakan nama “Rotti” dengan tiga ejaan yang berbeda yaitu “Rotti”, “Rotty” dan “Rotij”. Sebutan resmi ini terus dipergunakan sampai pada abad ke-20 dan diubah menjadi “Roti.”

Selanjutnya Fox (1986, 1996) menguraikan, nama “Roti” adalah perubahan bahasa Melayu dari “Rote”, suatu perubahan yang menimbulkan suatu permainan kata yang tidak berarti dan sudah usang dari kata “Roti” yang kebetulan dalam bahasa Indonesia berarti ‘makanan yang dibuat dari tepung terigu’. “Rote” lebih sering digunakan dalam bahasa sehari-hari akan tetapi hal ini menimbulkan persoalan pula karena \r\ dan \l\ digunakan berganti-ganti di dalam sembilan bahasa daerah yang terdapat di Pulau Rote. Oleh karena itu, ada juga yang menyebut pulau ini “Lote”. Dalam dokumen resmi pemerintah yang berasal dari pulau ini menggunakan nama “Rote”, sedangkan sebagian besar dokumen-dokumen pemerintah pusat memakai nama “Roti”. Nama ini-lah yang digunakan dalam peta Indonesia pada umumnya maupun peta-peta dunia saat ini. Tetapi, orang Rotemaupun warga Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah lama menggunakan nama “Pulau Rote” dan nama ini lebih populer dan familiar bagi warga Nusa Tenggara Timur. Nusa Lote le Malole.

Pimpinan Definitif DPRD Rote Ndao Resmi Dilantik

Pimpinan Definitif DPRD Rote Ndao Resmi Dilantik

Baa,- Pimpinan definitif DPRD Kabupaten Rote Ndao resmi dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao, Beauty D. E. Simatauw, SH dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao, Selasa (5/11/2019).

Ketiga pimpinan DPRD tersebut diantaranya yang menjabat sebagai Ketua DPRD Rote Ndao Alfred Saudila dari Partai Nasdem, sementara Wakil Ketua masing-masing diemban oleh Yosia A. Lau dari Partai Golkar dan Paulus Henuk dari Partai Perindo.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tiga orang Pimpinan DPRD Rote Ndao Masa Jabatan 2019-20124 tersebut atas terbitnya Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : PEM.172.1/II/405/X/2019 tentang Peresmian pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao masa jabatan tahun 2019-2024. Tertanggal 14 Oktober 2019.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan pimpinan DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan periode 2019-2024.

“Pemerintah Daerah dan DPRD sama-sama unsur penyelenggara pemerintahan daerah karena itu diharapkan kerjasama dan bahu membahu dari DPRD untuk membangun daerah yang kita cintai ini dengan tetap menghargai para pendahulu dan saling menghargai dalam sebuah perbedaan” ungkap Bupati

Lanjut Bupati bahwa DPRD merupakan lembaga mitra kerja dan berkedudukan sejajar dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi sehingga perlu kondisi yang selasar dan serasi dalam hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif.

Hadir pada kesempatan itu Mantan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua dan Komisioner KPUD Rote Ndao, Pimpinan Partai Politik se-kabupaten Rote Ndao, Kapolres Rote Ndao, Dandim 1627 Rote Ndao, Lanal Pulau Rote, Para Pimpinan OPD lingkup Pemda Kabupaten Rote Ndao,Para Camat dan Para Kepala Desa. (dkisp)

festival-m-1000-2

Festival Mulut Seribu dibuka; Gubernur dorong Pertumbuhan Sektor Pariwisata di Rote

Daiama;- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) membuka kegiatan Festival Mulut Seribu di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (26/10/2019) pagi.

Pada kesempatan itu Gubernur VBL menyatakan bahwa pariwisata sebagai kekuatan ekonomi dunia karena lewat pariwisata ini semua sendi-sendi kehidupan manusia ikut terlibat untuk menikmatinya dan mampu menghipnotis semua orang.

“Festifal yang hari ini dibuat disini perlahan-lahan secara bertahap dan terus-menerus secara konsisten akan menghipnotis dunia untuk dunia hadir ditempat ini” kata Gubernur VBL

Hipnotis yang dimaksudkan ialah bahwa alam yang begitu eksotik serta budaya yang begitu luar biasa beserta seluruh rangkaian atraksi budaya yang disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang akan dipersembahkan dalam momentum Festifal Mulut Seribu ini menjadi sebuah bagian yang tak terpisahkan dari jualan pariwisata Rote Ndao.

“kita bersyukur bahwa Bupati Rote Ndao dengan seluruh kemampuan dapat membuat Festifal Mulut Seribu hari ini yang menurut pengamatan sebagai seorang Gubernur salah satu festifal yang pernah saya kunjungi, saya datangi yang sangat sukses” ujar Viktor

Gubernur juga mendorong agar pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berbenah dan menyiapkan segalanya menyangkut dengan pariwisata di Rote Ndao sehingga ekonomi masyarakat akan bertumbuh dan Pendapatan Asli Daerah juga akan meningkat dari pariwisata. Untuk itu semuanya harus disiapkan, tempat penginapan yang nyaman, bahan makanan yang tersedia dan higienis, air minum yang bersih, jalan yang baik, listrik yang baik, restoran yang baik.

“untuk itu kita terus mendorong serius pariwisata, baik Festival Mulut Seribu, Festival Surfing Nemberala dan Bo’a, Laut Mati. Atur kalender pariwisata dengan baik sehingga jadwal perencanaan orang datang ke Rote juga dapat  diataur dengan baik” kata Gubernur

Lanjut Gubernur bahwa orang datang, makan minum, tinggal, nonton, belanja dan pulang membawa kenangan yang indah, dan juga harus aman, nyaman, masyarakat yang ramah maka akan membuat pariwisata itu akan bertumbuh luar biasa.

“saya yakin ditangan seorang ibu yang luar biasa yang memimpin Rote Ndao, bukan saja ramah tetapi beliau tegas, saya yakin Rote Ndao akan bertumbuh hebat dalam pariwisata dan pasti banyak yang datang belajar dari Rote Nndao” kata Viktor Laiskodat saat membuka Festival Mulut Seribu

Sebagai pemberitahuan bahwa kegiatan Festival Mulut Seribu yang berlangsung dari tanggal 26-28 Oktober 2019 ini menampilkan sejumlah kegiatan diantaranya tarian kebalai masal, parade perahu hias, lomba dayung, sanggar, pukul kaki (bahorok) dan musik sasandu.

Untuk diketahui bahwa mengapa sehingga disebut Mulut Seribu? Awalnya tempat ini disebut Dale artinya tempat tersembunyi yaitu tempat persembunyian orang Rote pada jaman penjajahan. Dan pada tahun 1721 ada seorang pelaut dari Buton bernama Daen Lakapu yang datang ketempat itu dan memberi nama tempat itu Mulut Seribu karena waktu dirinya masuk ke tempat itu ia susah keluar karena terdapat banyak pintu atau gugusan pulau-pulau kecil akhirnya diberilah nama tempat itu Mulut Seribu.

Teluk Mulut Seribu ini terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang berjumlah 22 buah pulau yang berbentuk selat-selat yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya seperti labirin dalam jumlah yang banyak. Teluk Mulut Seribu ini juga merupakan salah satu kawasan suaka margasatwa seluas 2.262 H dibawah pengawasan BBKSDA Provinsi NTT.

Hadir pada kesempatan itu unsur Forkopimda Prov. NTT, Wakil Ketua DPRD Prov. NTT, Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Manggarai Barat, Bupati Ende, Bupati TTS, Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Manggarai Timur, Wakil Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Sumba Barat, Ketua DPRD beserta Anggota DPRD Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, Sekda Kab. Lembata, Sekda Kab. Sumba Barat, Ketua TP-PKK Kab. Rote Ndao sekaligus ketua tim percepatan pembangunan Kab. Rote Ndao, Asisten 1 Setda Malaka, Asisten 1 Setda Kota Kupang, Asisten 2 Setda Ende, Kepala OPD lingkup Pemkab Rote Ndao, pimpinan instansi Vertikal, BUMN dan BUMD, pejabat TNI-Polri, Para Camat-Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta ribuan masyarakat dari Rote Ndao serta Kupang dan sekitarnya yang memadati pantai Mulut Seribu.(dkisp-RN)

palapa-ring-di-rote

Presiden Resmikan Palapa Ring, Internet di Rote Ndao belum Stabil

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan pengoperasian proyek Palapa Ring yang menjadi tulang punggung bagi pemerataan akses telekomunikasi di seluruh penjuru Nusantara. Peresmian tersebut berlangsung di Istana Negara, pada Senin, 14 Oktober 2019 dan tersambung melalui video conference dengan pimpinan daerah lain, mulai dari Sabang, Penajam Paser Utara, Rote Ndao, Sorong, dan Merauke

Untuk wilayah Rote Ndao, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu melakukan dialog melalui Video Conference dengan Presiden Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta yang berlokasi di desa Nggodimeda, kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao,Prov. NTT

Dalam dialog dengan Josef Nai Soi, Jokowi bertanya apakah kecepatan internet di Rote Ndao sudah cepat atau masih lambat. Josef menjawab bahwa kecepatan internet di NTT itu “nyalanya tidak tentu” atau kadang-kadang kuat dan kadang-kadang lambat.

“Benar pak, kadang-kadang kuat, kadang lemah. Jadi NTT itu singkatan dari Nyalanya Tidak Tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah pak. Mohon maaf Pak Rudiantara, saya ngomong apa adanya,” kata Josef dalam video konferensi yang juga disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tersebut.

Jose mengatakan kecepatan internet yang masih lambat itu terutama di wilayah Rote, sedangkan di wilayah NTT lainnya seperti Labuan Bajo sudah lumayan cepat. Jokowi mengatakan dirinya ‘mencatat’ keluhan tersebut.

“Nggak apa-apa ngomong apa adanya. Tadi saya sampaikan tahun depan akan dibangun lagi kurang lebih 4.000 BTS. Yang ini akan menjadi infrastruktur yg akan mempercepat internet kita. Tapi yang paling penting Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur semua sudah tersambung 100%. Tambahan BTS-BTS ini akan memberikan dukungan karena kecepatan tadi yang saya sampaikan,” kata Jokowi.

Palapa Ring itu terdiri dari tiga sistem yaitu Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur. Rudiantara mengatakan Palapa Ring Barat sudah selesai sejak 2018 dan Palapa Ring Tengah selesai awal 2019.

“Yang Palapa Ring Timur yang khususnya mencakup Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur sampai ke Rote Ndao rencananya jadwalnya (selesai) pada akhir kuartal II namun di Papua kondisi geografisnya yang tidak memungkinkan menyelesaikan tepat waktu,” kata Rudiantara. (**/dkisp)

peluncuran-indihome-rote

Dukung Digitalisasi Indonesia Hingga Wilayah 3T, Indihome Kini Hadir di Pulau Rote

Rote,- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi menghadirkan konektivitas di seluruh nusantara, hingga pelosok wilayah Terpencil, Terdepan dan Terluar atau 3T dengan terus memperkuat layanan Triple Play IndiHome.

Kini, IndiHome secara resmi hadir di Pulau Rote yang dikenal sebagai salah satu titik terluar di Indonesia, ditandai dengan peluncuran layanannya di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (19/9). Dalam waktu dekat, beberapa Kabupaten lain di wilayah 3T, seperti Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Ana Kalang, Kabupaten Lewoleba, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima akan segera terlayani jaringan IndiHome.

Direktur Consumer Service Telkom, Siti Choiriana mengatakan bahwa Telkom berkomitmen menghadirkan layanan internet di 514 ibukota kabupaten kota (IKK) termasuk wilayah 3T.

 “Hingga saat ini, IndiHome secara kontinyu memperluas dan memperkuat jaringannya hingga pulau terluar. Selain untuk mendukung pemerataan konektivitas, ini juga merupakan upaya untuk mempertahankan posisi IndiHome sebagai market leader di bisnis fixed broadband,” ujar Ana.

Mengawali layanan IndiHome di Pulau Rote, Telkom menawarkan Paket IndiHome Semarak Kebahagiaan dengan kecepatan internet mulai dari 10 Mbps hingga 30 Mbps. Selain itu pelanggan juga akan memperoleh bonus layanan telepon lokal-interlokal, dapat mengakses channel UseeTV, layanan Wifi Id dan Movin’ Phone serta paket bundling over the top (OTT) seperti Catchplay, HOOQ dan iflix. Pelanggan dapat mengetahui detail dan memilih paket tersebut melalui aplikasi MyIndiHome.

“Fokus kami di tahun 2019 ini adalah mewujudkan “Best in Class Customer Experience”. Jadi jika ada calon pelanggan yang minta pasang baru, dalam satu hari layanan IndiHome sudah bisa dipasang, begitupun untuk gangguan akan diselesaikan dalam tiga jam,” jelas Ana.

IndiHome merupakan layanan digital menggunakan teknologi fiber optik yang menawarkan layanan triple play yang terdiri dari internet rumah (fixed broadband internet), telepon rumah (fixed phone) dan TV interaktif. IndiHome juga menawarkan layanan dual play yang terdiri dari internet rumah dengan telepon rumah atau internet rumah dengan TV interaktif. Saat ini IndiHome melayani lebih dari 6 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Diharapkan ke depannya, seluruh masyarakat dapat merasakan keseruan IndiHome melalui layanan dan konten yang semakin berkualitas.

“Dengan inovasi tiada henti, Telkom Indonesia menghadirkan IndiHome untuk menemani keluarga Indonesia, membawa suasana keluarga menjadi lebih harmonis, happy, kreatif, dan penuh gairah, sejalan dengan tagline IndiHome #WujudkanDariRumah,” tutup Ana.(**press)

pelantikan-anggota-dprd-rn-2019-2024

25 Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Masa Jabatan 2019-2024 Dilantik

Baa;- Berdasarkan SK Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : Pem.171.2/II/323/VIII/2019 tanggal 28 Agustus 2019 tentang Pengresmian anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2019-2024, maka ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao melalui Rapat Paripurna Istimewa ini mengambil sumpah dan janji kepada 25 Anggota DPRD Rote Ndao masa jabatan 2019-2024 yang berlangsung di ruang sidang gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Rabu, 11/09/2019.

Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2014-2019, Alfred Saudila, A.Md dalam rapat paripurna istimewa itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 25 orang anggota DPRD yang telah mengakhiri karya dan pengabdiannya bagi masyarakat dan kabupaten Rote Ndao yang sama-sama kita cintai ini, dan kepada rekap-rekan yang kembali mendapatkan amanah dari rakyat untuk mengabdi sebagai wakil rakyat 5 tahun kedepan dirinya mengucapkan selamat menjadi aspirator dan penyambung lidah masyarakat.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao, Eman Sulaeman,SH saat mengambil sumpah dan janji anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2019-2024 mengingatkan bahwa sumpah dan janji yang akan diucapkan ini adalah mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia, tanggung jawab memelihara, menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945 serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat.

Ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao juga menegaskan bahwa Sumpah / janji ini disamping disaksikan oleh diri sendiri dan oleh semua yang hadir tetapi yang terpenting adalah disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa

“Tuhan yang maha mengetahui apa yang sudara ucapkan dan apapula yang tersimpan dalam hati saudara-saudara dan kepada Tuhan itulah akhirnya pertanggung jawaban saudara-saudara berikan” ujar Eman Sulaeman

Berikut nama-nama Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2019-2024 sebagai berikut :

1. Alfred Saudila, A.Md, (Partai Nasdem daerah pemilihan Rote Ndao 1)
2. Devrison Zacharias,A.Md (Partai Nasdem daerah pemilihan Rote Ndao 1)
3. Yance A. Daik (Partai Nasdem daerah pemilihan Rote Ndao 2)
4. Olafbert Arians Manafe (Partai Nasdem daerah pemilihan Rote Ndao 2)
5. Mel Yunias Danial Pah,SH (Partai Nasdem daerah pemilihan Rote Ndao 3)
6. Denison Moy (PDI Perjuangan daerah pemilihan Rote Ndao 1)
7. Djanu Djaja Ibrahim Manafe (PDI Perjuangan daerah pemilihan Rote Ndao 2)
8. Zinsendorf Yosus Adu (PDI Perjuangan daerah pemilihan Rote Ndao 3)
9. Yosia Adrianus Lau,SE (Partai Golkar daerah pemilihan Rote Ndao 1)
10. Wellem Anthonius Ndun (Partai Golkar daerah pemilihan Rote Ndao 2)
11. Meksi Mooy,S.Pd (Partai Golkar daerah pemilihan Rote Ndao 2)
12. Mesak Zadrak Lonak (Partai Hanura daerah pemilihan Rote Ndao 1)
13. Feky Machiel Boelan (Partai Hanura daerah pemilihan Rote Ndao 2)
14. Erasmus Frans Mandato (Partai Hanura daerah pemilihan Rote Ndao 3)
15. Paulus Henuk (Partai Perindo daerah pemilihan Rote Ndao 3)
16. Gustaf Folla,S.Pd (Partai Perindo daerah pemilihan Rote Ndao 2)
17. Alex Fiah,A.Ma.Pd (Partai Perindo daerah pemilihan Rote Ndao 3)
18. Nur Yusak Ndu Ufi,SE (Partai Demokrat daerah pemilihan Rote Ndao 1)
19. Petrus Johanis Pelle,S.Pd (Partai Demokrat daerah pemilihan Rote Ndao 2)
20. Anwar Kiah (PKB daerah pemilihan Rote Ndao 1)
21. Migel Heret Beama,S.Pd (PKB daerah pemilihan Rote Ndao 2)
22. Helmi Jusepha Tolla (PPP daerah pemilihan Rote Ndao 1)
23. Charlie Lian (PPP daerah pemilihan Rote Ndao 2)
24. Adrianus Pandie,SH (Partai Gerindra daerah pemilihan Rote Ndao 3)
25. Achyar Machmud (PKS daerah pemilihan Rote Ndao 1)

Pada kesempatan itu juga Sekretaris DPRD Kabupaten Rote Ndao, Benyamin Koamesah, S.Pd mengumumkan ketua DPRD sementara yang dipimpin oleh Alfred Saudila,A.Md asal Partai NasDem yang merupakan perolehan kursi terbanyak di DPRD Rote Ndao periode 2019-2024 dan Wakil Ketua Sementara dipimpin oleh Yosia Adrianus Lau,SE asal partai Golkar, selanjutnya dilakukan penyerahan palu pimpinan dan memori akhir masa jabatan yang diserahkan oleh Petrus J. Pelle,S.Pd dan Cornelis Feoh,SH sebagai anggota DPRD Rote Ndao masa jabatan 2014-2019 kepada pimpinan sementara. Untuk diketahui bahwa Cornelis Feoh,SH merupakan anggota DPRD Rote Ndao periode 2014-2019 yang telah dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024.

Selain itu Alfred Saudila yang juga dipercayakan sebagai ketua DPRD Rote Ndao sementara menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Rote Ndao yang telah berpartisipasi dalam pemilu tahun 2019 sehingga menghasilkan 25 anggota DPRD yang baru saja dilantik, dan ucapan terima kasih yang berikut disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao masa jabatan 2014-2019 atas semua dedikasi dan pengabdiannya bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua dan anggota KPU beserta jajarannya yang telah melaksanakan tahapan pemilihan umum tahun 2019 dengan baik walaupun masih terdapat beberapa kekurangan, selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan kepada Banwaslu kabupaten Rote Ndao yang telah berupaya mangawasi jalannya proses pemilu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Alfred Saudila juga memohon dukungan dari Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat Rote Ndao agar dirinya bersama teman-teman dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya

“kontrol dan tegurlah kami dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat agar kami dapat tetap fokus dalam pelayanan kami” ujar Alfred Saudila

Akhirnya kepada Bupati Rote Ndao beserta jajarannya dirinya mewakili lembaga DPRD mengharapkan agar senantiasa membangun kemitraan sinergis khususnya dalam pelaksanaan trifungsi DPRD yakni fungsi legislasi, fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan dalam mencapai tujuan bersama untuk masyarakat Rote Ndao yang maju, bermartabat

Kami ada karena rakyat dan kami siap melayani rakyat, tutup Alfred (*dkisp)

rs-terapung-ksaria-airlangga-di-rote-3108191

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Melayani 35 Pasien Operasi Katarak dan Selaput Mata di RSUD Baa dengan Gratis

Baa’- Ikatan Alumni Universitas Airlangga merasa terpanggil bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia bagian timur ini masih sangat terbatas dan merupakan daerah kepulauan dan tersebar dan juga transportasinya juga sangat sulit, fasilitasnya juga sangat terbatas sehingga Universitas Airlangga membuat sebuah pemikiran bahwa  salah satu alternatifnya adalah bahwa tidak hanya masyarakatnya yang datang ke fasilitas kesehatan tetapi fasilitas kesehatan yang datang ke masyarakat.

Untuk wilayah kepulauan  apalagi pilihannya selain ke perahu, karena kalau kita menggunakan jalan darat tidak mungkin, jalan udara juga tidak semua tempat mempunyai fasilitas itu, maka pilihan terbaik berikutnya adalah jalan laut yaitu mendekatkan pelayanan kesehatan  kepada masyarakat di wilayah Indonesia Timur terutama dengan menggunakan perahu. Demikian dikatakan Direktur Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang diwakili oleh dr.Yanuar Zulkifli Harun,Sp.M selaku dokter mata saat dikonfirmasi  usai melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien yang telah menjalani perasi katarak dan selaput mata di RSUD Baa, Kabupaten Rote Ndao, Minggu, 1/9/2019.

Lanjut dr. Yanuar Zulkifli Harun bahwa di kabupaten Rote Ndao ini kami telah melakukan pelayanan kesehatan sejak 28-31 Agustus 2019 meliputi pemeriksaan kesehatan mata lebih dari 50 pasien dan untuk operasi katarak sebanyak 22 orang dan operasi selaput mata sebanyak 13 orang.

dr. Yanuar Zulkifli Harun juga berharap bahwa mudah-mudahan setelah ini masih ada lagi waktu untuk mendatangi tempat ini, tetapi Indonesia ini sangat luas jadi belum tahu kapan bisa tiba lagi di tempat ini.

“untuk Kabupaten Rote Ndao, ini  merupakan sebuah pemicu untuk pelayanan kesehatan dapat dikembangkan di wilayah ini sendiri” ujar dr. Yanuar Zulkifli

Lebih lanjut dr. Yanuar Zulkifli berharap bahwa kedepan mudah-mudahan banyak tenaga-tenaga kesehatan lain yang tertarik untuk hadir disini. Tidak hanya karena Rote Ndao ini sangat jauh tetapi ini salah satu batas-batas kepulauan Indonesia yang harus tetap kita pertahankan, kita bina dan kita jadikan suatu kesatuan Indonesia itu sendiri.

Dari hasil pantauan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di Kabupaten Rote Ndao ini di fokuskan pada pelayanan kesehatan mata karena di RSUD Baa tidak memiliki dokter mata, dengan tim medis yang melakukan pemeriksaan sekaligus operasi mata adalah 1 orang dokter mata dari Bandung, 4 orang perawat mata dari Surabaya, 1 orang perawat anastesi dari Surabaya, kemudian yang berada di perahu Rumah Sakit Terapungnya terdapat dokter umum, dokter gigi, apoteker, dan juga terdapat dokter bedah, dokter anak, dokter kebidanan kandungan dan masih banyak lagi yang tidak hadir disini karena memang bergantian.

Untuk diketahui bahwa semua pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di kabupaten Rote Ndao semuanya gratis, baik dari tindakan maupun obat-obatan serta didukung dengan peralatan medis yang cukup canggih yang dibawah sendiri dengan sebuah kapal yang sudah disulap menjadi Rumah Sakit Terapung.(dkisp)

hut-ri-74-rote-1

Upacara Peringatan HUT RI ke-74 Tingkat Kab. Rote Ndao Berlangsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao

Ne’e;- Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang berlangsung di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e desa Sanggaoen, Kec. Lobalain, Sabtu (17/08/2019) yang dimulai tepat jam 8.00 WITA dengan bertindak selaku Inspektur  Upacara, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE.

Peringatan HUT RI ke-74 tahun ini dengan mengusung tema : SDM Unggul, Indonesia Maju, dengan  Sub tema : Dengan semangan persatuan dan gotong royong, kita wujudkan SDM yang peduli, kreatif, cerdas, inofatif untuk Rote Ndao yang unggul dan maju.

Bupati Rote Ndao saat memberikan sambutan mengatakan bahwa perayaan HUT RI ini tidak hanya sekedar seremoni eforia belaka namun sebaliknya sebagai media refleksi terhadap jasa perjuangan dan keberanian para pahlawan bangsa yang dengan gigih mempertahankan kemerdekaan ini sampai pada titik darah penghabisan demi nusa dan bangsa. Kita sebagai generasi penerus bangsa mempunyai kewajiban untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dari ancaman pihak manapun dan mengisinya dengan pembangunan secara kompetitif dan sehat demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera serta senantiasa menjaga keutuhan negara Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika melalui semangat Ita Esa.

“kita harus kerja keras, selalu bahu membahu, memiliki kepedulian yang tinggi, pikiran yang jernih serta hati yang tulus dan bijak demi mewujudkan Kabupaten Rote Ndao yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing” kata Bupati Paulina

Pada tanggal 2 Juli yang lalu kita baru saja merayakan HUT Rote Ndao ke-17, sebagai daerah otonomi baru namun sudah cukup matang dalam koteks penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan.  Perlu kita maknai bahwa berbagai kemajuan dan tantangan pembangunan telah kita raih dan alami bersama, tetapi saat ini permasalahan yang dihadapi adalah masalah penanganan sampah yang perlu mendapat perhatian bersama baik pemerintah, gereja dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan, dan perlunya penanganan Stunting, walaupun Kabupaten Rote Ndao telah mendapat penghargaan sebagai kategori terbaik dari Kementerian Dalam Negeri atas komitmen daerah dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tingkat nasional tahun 2019, dan juga masuk sebagai 10 kabupaten terbaik atas hasil penilaian kinerja pencegahan dan penanggulangan Stunting  tingkat provinsi NTT, namun perlunya kerja sama antara pemerintah, masyakat dan seluruh stake holder untuk melakukan aksi nyata untuk mengatasi masalah Stunting, salah satu aksi nyata dengan perbanyak mengkonsumsi Marungga karena meruppakan sumber gizi dan sekaligus mendukung program Gubernur NTT untuk membudidayakan Marungga di Provinsi NTT untuk meningkatkan ekonomi keluarga termasuk pengembangan minuman tradisional Sophia yang masih menunggu petunjuk dan regulasi terkkait pengelolaan dan penjualannya.

Melalui semangat HUT ke-74 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berupaya secara optimal dan inofatif meningkatkan aktifitas ekonomi berbagai sektor sehingga berbanding lurus terhadap kesejahteraan sosial masyarakat dan semakin memuaskan akses pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan serta pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM yang unggul. Salah satunya dengan pemberian bantuan beasiswa kepada para dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Spesialis.

Tahun 2020 merupakan tahun awal pelaksanaan RPMJ, menandai sebuah tongkat baru menjadi mimpi besar dalam periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati baru yang dimanifestasikan dalam RPMJ Kabupaten Rote Ndao tahun 2019-2024 merupakan periode kemandirian dan daya saing didalam tahapan RPMJ periode sebelumnya kita telah berhasil melakukan berbagai proses pembangunan dengan mencapai target-target yang ditetapkan bersama-sama.

Visi besar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2019-2024 yaitu “Terwujudnya Masyarakat Rote Ndao yang bermartabat secara berkelanjutan, bertumbuh pada Pariwisata yang didukung oleh Pertanian dan Perikanan”.

Memasuki fase yang baru ini dengan tetap berpedoman pada rencana pembangunan yang berjenjang kabupaten Rote Ndao tahun 2005-2025 dimana kita akan tetap fokus pada kebijakan pembangunan yang di prioritaskan pada peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang didukung oleh pertanian dan perikanan.

Peningkatan kualitas dan kuantitas pembangunan infrastruktur, penataan ruang dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan mewujudkan tata kelolah pemerintah yang baik dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik yang prima.

Peringatan HUT RI ke-74 tahun ini pemerintah akan memberikan remisi kepada narapidana di Indonesia khususnya pada cabang Rutan Baa pemerintah memberikan remisi kepada 7 orang napi dan 33 orang napi lainnya akan mendapatkan remisi pada tahap berikutnya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh Narapidana yang pada tahun ini telah memperoleh remisi, agar bila saudara kelak kembali ke masyarakat harus berkelakuan sebagai warga negara  yang baik serta taat hukum serta dapat berperan menjadi pelaku pembangunan yang bertanggung jawab.

Pada hari ini juga dilakukan penganugerahan tanda kehormatan Satya Lancana karya satya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 1/PK/2019 kepada 46 orang ASN lingkup Pemkab Rote Ndao yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, dan atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan selamat kepada mereka yang menerima tanda penghargaan ini kiranya termotifasi dalam pengabdian bagi bangsa dan negara khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam rangka mengisi kemerdekaan negri ini, untuk itu pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infratruktur  dan meningkatkan SDM secara intensif demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang kita cintai ini seutuhnya.

Perlu diketahui bahwa pada tahun ini pemerintah akan melakukan penataan kawasan alun-alun kota Baa yang sesuai dengan masterplannya akan menebang beberapa pohon namun akan tetap ditanam kembali dengan tanaman keras lainnya agar lebih indah dan asri yang tentunya akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena itu perlu dukungan dari semua pihak atas kebijakan pemerintah ini termasuk DPRD sekaligus sebagai wujud persiapan Kabupaten Rote Ndao untuk menjadi tuan rumah turnamen sepak bola El Tari Memorial Cup

Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE,M.Si, Bupati kedua Rote Ndao, Wakil Bupati kedua  Rote Ndao, pimpinan dan anggota DPRD Rote Ndao, unsur Forkopimda Rote Ndao, anggota TNI/Polri, Sekda Rote Ndao beserta Asisten, pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemkab Rote Ndao, Tokoh Adat, Tokoh Agama,  para pelajar dan para mahasiswa.  Tampak pada kesempatan itu seluruh peserta upacara dengan menggunakan pakaian adat Rote lengkap. (dkisp-rn)