Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Hadapi Delapan Ancaman Bencana, Rote Ndao Finalisasi Kajian Risiko Bencana 2026–2030

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dengan menyusun Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi delapan jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

 

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Konsultasi Publik Rancangan Akhir Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 yang berlangsung di Hotel Videsi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao, Petson Hangge, S.Sos.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Petson Hangge disampaikan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah membutuhkan penataan dan perencanaan yang matang, terarah, dan terpadu sebagai landasan yang kuat dalam pelaksanaannya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang bertujuan untuk menilai kemungkinan ancaman bencana di daerah serta menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana.

“Dalam rangka penguatan sistem penanggulangan bencana di daerah, dokumen Kajian Risiko Bencana menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana yang melibatkan seluruh komponen, baik pemerintah, NGO, dunia usaha, masyarakat, media massa maupun akademisi,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Dijelaskan pula bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026–2030 akan menjadi acuan utama dalam perencanaan penanggulangan bencana. Dokumen ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis kerentanan, serta menilai kapasitas wilayah dalam mengurangi dampak bencana.

Kajian tersebut mencakup seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao yang terdiri dari 11 kecamatan dengan fokus pada delapan jenis ancaman bencana, yaitu cuaca ekstrem, banjir, gelombang pasang dan abrasi, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, serta ancaman bencana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Asisten Pembangunan dan Kesra saat membacakan sambutan Bupati Rote Ndao di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.
Asisten Pembangunan dan Kesra saat memberikan sambutan mewakili Bupati di Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026–2030 di Hotel Videsi.

Menurut Bupati dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rote Ndao upaya pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama guna melindungi keselamatan jiwa masyarakat dan mengurangi kerugian akibat bencana. Oleh karena itu, kolaborasi dan partisipasi semua pihak sangat diperlukan dalam proses penyusunan dokumen ini.

Di tengah keterbatasan keuangan daerah akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Siap Siaga NTT yang telah memfasilitasi kegiatan konsultasi publik tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao beserta Sekretaris BPBD, Kasat Pol PP Kabupaten Rote Ndao, perwakilan Polres Rote Ndao yang diwakili Kasat Samapta IPTU Yohn F. Kotta, perwakilan Kodim 1627/Rote Ndao David L. Mooy, SH, serta Tim Koordinator Siap Siaga NTT .

Selain itu, hadir pula perwakilan kelompok disabilitas, unsur perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam upaya penguatan sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.

Pemkab Rote Ndao bersama Undana dan Unstar Sosialisasikan Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi ASN

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Universitas Nusa Lontar (Unstar) menggelar sosialisasi studi lanjut jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi ASN di lingkungan Pemkab Rote Ndao, Rabu (17/06/2026), bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Rote Ndao. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Rote Ndao dengan Undana dan Unstar.

Lewat skema MoU tersebut, tersedia 5 program studi, yakni Magister Ilmu Lingkungan, Pendidikan IPS, Ilmu Linguistik, Studi Pembangunan serta Program Doktor Ilmu Lingkungan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana Alfred O. M. Dima dan Rektor Unstar Daniel Babu.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, yang hadir bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten, serta pimpinan perangkat daerah. Dari pihak Undana hadir Wakil Direktur II Pascasarjana, Dr. Ir. Alfred O. M. Dima, M.Si, sementara dari Universitas Nusa Lontar hadir Rektor Daniel Babu, SH, M.Hum.

“ Program studi lanjut ini sejalan dengan semangat “Rote Ndao Cerdas” yang menjadi salah satu agenda perubahan Pemerintah Daerah,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mendukung kemajuan daerah. Karena itu, melalui skema kerja sama dengan Undana dan Unstar, ASN yang belum menyelesaikan pendidikan tinggi maupun yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 didorong untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi studi lanjut jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi ASN di lingkungan Pemkab Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk juga berharap agar ASN, khususnya pejabat Eselon II dan III, dapat mengambil bagian dalam program ini. Pemkab Rote Ndao menargetkan sedikitnya 50 ASN mengikuti studi lanjut melalui skema kerja sama tersebut. Ia meyakini bahwa peningkatan kualifikasi pendidikan akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik serta kapasitas birokrasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Wakil Direktur II Pascasarjana Undana, Alfred O. M. Dima, menjelaskan bahwa Undana bekerja sama dengan Pemkab Rote Ndao dalam pembangunan SDM di daerah melalui program studi lanjut.

Ada jalur untuk percepatan masa studi melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna memberikan kemudahan bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan.

Acara penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dengan Unstar oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuik dan Rektor Unstar Daniel Babu tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Acara penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dan Unstar oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Rektor Unstar Daniel Babu tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Usai kegiatan, dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Rote Ndao dan Universitas Nusa Lontar tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Rektor Unstar Daniel Babu.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).

Bupati Rote Ndao Resmi Melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, secara resmi melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemerintah Daerah dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026) di Kantor Pusat Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT, Kupang. Peluncuran dua inovasi digital tersebut bagian dari upaya memperkuat transformasi digital pemerintahan daerah, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh saat melaunching Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir, Senin (15/06/2026).

Launching disaksikan oleh Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Rahmat Saleh, Direktur Kredit Aloysius R. A. Geong beserta jajaran, Kepala Cabang Bank NTT Rote Ndao Ade Roni Oematan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Anthonety A. Lapudooh, serta Sekretaris Dinas Perhubungan Hangry M. J. Mooy.

Bupati Paulus Henuk mengatakan peluncuran Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi e-Retribusi Parkir diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. “ Kita berharap kualitas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat sehingga terus memberikan manfaat pelayanan yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Paulus Henuk.

Dashboard Monitoring Rekening Pemerintah Daerah merupakan platform visualisasi data digital yang memungkinkan kepala daerah dan pejabat pengelola keuangan memantau saldo rekening pemerintah daerah, arus kas, serta transaksi rekening kas daerah secara real time. Melalui sistem ini, proses pengawasan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat, akurat dan berbasis data, sehingga mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif dan akuntabel.

Foto bersama Bupati Rote Ndao dan jajaran Direksi Bank NTT usai acara launching di kantor Pusat Bank NTT di Kupang.
Foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan jajaran Direksi Bank NTT usai acara launching.

Sementara Aplikasi e-Retribusi Parkir menjadi inovasi lanjutan dalam elektronifikasi transaksi penerimaan daerah setelah sebelumnya Pemkab Rote Ndao meluncurkan aplikasi e-Retribusi Pasar dan e-Retribusi Sampah. Aplikasi ini digunakan untuk mendata objek penerimaan retribusi parkir di tepi jalan umum dengan metode pembayaran non-tunai.

Dengan sistem tersebut, penerimaan PAD dari sektor retribusi parkir diharapkan dapat meningkat, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan dalam proses pemungutan retribusi serta mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Wakil Bupati Dorong Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao bersama Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) menghasilkan salah satu program prioritas yang akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, yakni Gerakan Rote Ndao Menanam,Jumat (12/06) bertempat di Ruang Rapat TBUPP. Program ini menitikberatkan pada pelaksanaan Wajib Tanam Air dan Wajib Tanam Dua Pohon Buah di Halaman Rumah sebagai upaya meningkatkan ketersediaan air tanah, mewujudkan lingkungan yang hijau dan lestari, serta mendukung perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi keluarga masyarakat Rote Ndao.

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao dan Pimpinan PD saat Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Pada kegiatan tersebut TBUPP terlebih dahulu menyampaikan sejumlah fokus program prioritas pembangunan yang meliputi tiga aspek utama, yakni peningkatan kinerja birokrasi dan efisiensi anggaran, ketahanan pangan serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta penegakan hukum, penataan aset dan investasi. Beberapa program prioritas yang diusulkan antara lain Gerakan Rote Ndao Menanam, pengembangan pertanian terpadu lahan kering, peningkatan PAD melalui Satgas PAD, serta penataan aset daerah dan investasi.

Menyambut pemaparan tersebut Wakil Bupati menyampaikan apresiasi terhadap berbagai gagasan yang telah disusun TBUPP. Salah satu gagasan yang menjadi perhatian pada saat itu yakni Gerakan Rote Ndao Menanam, Fokus pada Wajib Tanam Air dan Dua Pohon Buah di Setiap Rumah.Ia menegaskan bahwa program prioritas yang diusulkan ini sangat baik dan perlu segera ditindaklanjuti, terutama program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Rote Ndao memberikan perhatian salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Wakil Bupati, upaya peningkatan PAD harus dilakukan secara serius melalui pendataan objek pajak yang belum terdaftar, digitalisasi pembayaran serta penciptaan objek pajak baru yang potensial.

Di sektor pariwisata, Wakil Bupati menilai bahwa Rote Ndao memiliki kekayaan alam dan cerita budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjalin kerja sama dengan para pegiat pariwisata untuk menggali informasi dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Kita memiliki alam yang indah dan cerita-cerita menarik yang harus dibangun menjadi kekuatan pariwisata. Karena itu, kita perlu bekerja sama dengan para pegiat wisata untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Wakil Bupati Rote Ndao  saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.
Wakil Bupati Rote Ndao saat Memimpin Kegiatan Sharing Gagasan Percepatan Pembangunan Rote Ndao.

Sementara itu, terkait upaya pengentasan kemiskinan, Wakil Bupati optimistis angka kemiskinan di Rote Ndao dapat ditekan hingga dua persen apabila didukung data yang valid dan intervensi program yang tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya melakukan validasi data hingga ke tingkat desa untuk memastikan masyarakat penerima bantuan benar-benar berada pada kategori yang membutuhkan, khususnya kelompok masyarakat pada desil satu dan dua.

“Kita tidak akan mencapai target jika database tidak benar. Kita harus turun langsung ke desa untuk memvalidasi data. Kalau datanya benar, maka saya optimistis masyarakat bisa keluar dari kemiskinan melalui intervensi program dari dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Bupati Rote Ndao juga telah menekankan kepada TBUPP agar segera melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan lainnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun komunikasi dan berdiskusi bersama masyarakat guna menghasilkan gagasan terbaik bagi kemajuan daerah.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan aset tanah sekolah yang hingga kini masih menjadi kendala. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mendapatkan program sekolah terintegrasi yang membutuhkan kepastian status kepemilikan lahan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan visi dalam mempercepat pembangunan sehingga berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana Diluncurkan, Bupati Minta Implementasi Nyata

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi meluncurkan inovasi pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi), Kamis (11/6/2026) di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao menegaskan pentingnya implementasi nyata di lapangan agar inovasi yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap risiko bencana.

Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).
Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal ini digagas oleh Anthon F. D. Banepa, SE, sementara inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP. Sebelum kegiatan launching, kedua inovasi tersebut terlebih dahulu dipresentasikan oleh para penggagas di hadapan Bupati Rote Ndao serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Presentasi ini bertujuan untuk memaparkan konsep, strategi pelaksanaan, serta dampak yang diharapkan dari masing-masing inovasi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 23 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Perluasan Kesempatan Kerja bagi Tenaga Kerja Lokal serta Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan bencana, khususnya di lingkungan sekolah.

“Inovasi ini sangat bagus, baik dari segi model maupun esensinya. Ini menjadi langkah nyata dalam melindungi tenaga kerja lokal sekaligus memberikan perlindungan bagi warga sekolah dari risiko bencana,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya implementasi yang serius di lapangan agar inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada konsep semata. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program harus didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk penyusunan RAB serta analisis teknis yang tepat agar benar-benar mampu menghadirkan bangunan dan sistem yang tahan bencana.

“Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dengan baik di lapangan. Program ini juga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan perangkat daerah terkait secara terpadu,” tegasnya.

Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP
Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP

Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja lokal melalui kebijakan yang benar-benar dijalankan secara konsisten, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia meminta dukungan dari seluruh jajaran teknis untuk menyediakan data dan informasi yang akurat guna memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan secara serius dan berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao selaku mentor dalam inovasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Rote Ndao yang lebih sejahtera dan tangguh terhadap bencana.

Launching inovasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antar perangkat daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote)

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Bupati Rote Ndao Pimpin Panen Raya Sorgum dan Pembelian Perdana Hasil Panen di Desa Daiama

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat pengembangan komoditas sorgum sebagai salah satu tanaman pangan unggulan daerah. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Panen Sorgum, Pembelian Simbolis Hasil Panen oleh Offtaker, Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani, serta Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, Kamis (11/6).

 

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., didampingi Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao Nikson Bhaluk, Camat Landuleko Daniel P.J. Bolla, S.P., perwakilan Bank NTT Ade Ronny Oematan, Kepala Desa Daiama Heber Ferroh, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, diaspora Rote Ndao, serta mitra pengembangan sorgum.

Kegiatan diawali dengan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sepakat, Desa Daiama, yang dilanjutkan dengan pembelian simbolis hasil panen sorgum oleh pihak offtaker sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran hasil produksi petani.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kelompok Tani Sepakat, para petani, diaspora Rote Ndao, yayasan mitra, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama mengembangkan sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati menjelaskan bahwa pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” serta mendukung program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani) yang dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah gula, bebas gluten, serta berpotensi menjadi alternatif pangan lokal dan bahan baku pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan budidaya sorgum sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan produksi sorgum dengan memanfaatkan lahan tidur maupun lahan pekarangan yang masih tersedia. Selain itu, kelompok tani juga didorong untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah seperti beras sorgum, tepung sorgum, biskuit, sirup atau gula sorgum, bioetanol, dan berbagai produk turunan lainnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan, serta pihak pembeli (offtaker) guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Ia menyampaikan apresiasi kepada Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), dan Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah mendukung pembelian hasil panen sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Selain kegiatan panen, pemerintah daerah juga melaksanakan Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani di Kelompok Tani Kecambah I, Dusun Naulaor, Desa Daiama. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan papan nama kelompok tani, pengisian buku tamu kelompok, serta peninjauan administrasi kelompok tani.

Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama
Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi kelompok tani menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan pertanian. Pemerintah menargetkan pembenahan dan peningkatan kapasitas terhadap 1.007 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Rote Ndao melalui peningkatan kelas kemampuan kelompok, pembenahan administrasi, dan penguatan identitas kelompok tani.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya air yang tersedia, serta menjadikan pengembangan sorgum sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Menutup rangkaian kegiatan lapangan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaksanakan Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pantai Baru dan para petani sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas sorgum di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum  di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama petani melakukan penanaman sorgum secara simbolis sekaligus berdialog mengenai berbagai strategi pengembangan komoditas sorgum. Diskusi tersebut mencakup upaya peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan potensial, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas areal tanam sorgum di Kabupaten Rote Ndao sekaligus memperkuat peran komoditas pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Duduk Bersama Penyuluh Pertanian, Bupati Rote Ndao Dorong Penguatan Data, Peran Penyuluh dan Pengendalian OPT

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH memimpin rapat bersama para penyuluh pertanian dan petugas lapangan dalam rangka memperkuat kinerja pertanian mendukung swasembada pangan dan program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani), sekaligus peluncuran Aplikasi Roda OPT (Rote Ndao dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan) oleh Bupati Rote Ndao, Rabu (10/06/2026) bertempat di Aula TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Penguatan data pertanian, penataan wilayah kerja penyuluh dan peningkatan kinerja petugas lapangan dan pengendalian OPT menjadi fokus arahan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dalam rapat yang diikuti 49 Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian, 3 Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan 1 Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.
Para Penyuluh Pertanian foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Hadir bersama Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nixon Molelanik Balukh, SP,M.Si. Rapat dibuka dengan laporan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengenai tugas dan wilayah kerja para petugas lapangan dalam upaya pencapaian swasembada pangan, revitalisasi kelompok tani, pengembangan kemandirian benih, percepatan tanam dan realisasi pupuk, optimalisasi kebun induk kelapa dalam, gerakan tanam-panen-jual dan konsumsi sorgum, serta gerakan penjualan gabah dan beras kepada Bulog.

Mendukung hal tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menekankan perlunya pembenahan data pertanian yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan sektor pertanian. Perlu juga dilakukan evaluasi terhadap 1.007 kelompok tani yang ada di Kabupaten Rote Ndao.

Selain itu, para penyuluh pertanian yang kini berstatus ASN Pusat diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kinerja dan memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada petani di wilayah tugas masing-masing.

Bupati Rote Ndao paulus Henuk saat memberikan arahan kepada para penyuluh.
Bupati Rote Ndao paulus Henuk saat memberikan arahan kepada para penyuluh.

Ia juga menegaskan pentingnya penataan wilayah kerja penyuluh pertanian berdasarkan potensi dan kebutuhan daerah, serta pengawalan yang konsisten terhadap seluruh program dan kegiatan pertanian dan ketahanan pangan.

Senada, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan mendorong pembentukan grup WhatsApp yang melibatkan dinas, para petugas lapangan, Bupati dan Wakil Bupati guna memperkuat koordinasi serta meningkatkan kinerja pelayanan pertanian di lapangan.

Disela rapat, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk secara resmi meluncurkan Aplikasi Roda OPT dari Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan yang diharapkan dapat mempercepat pelaporan dan penanganan hama penyakit tanaman serta dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan banjir. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.

Bersama Donatur dan Arungi, Bupati Rote Ndao Tinjau Sarana Air Bersih dan Kebun Gizi Program Rote Malole

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama para Donatur Program Rote Malole dan pimpinan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (YSAI) atau Arungi melakukan kunjungan lapangan ke desa dampingan Program Rote Malole, Rabu (10/6/2026). Hadir Direktur Eksekutif Arungi Dinnia D. Joadadibrata, Wakil Direktur Program ARUNGI Endah Setyaningsih serta Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila.

Kunjungan guna meninjau pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan melalui kolaborasi Arungi, para Donatur, Pemkab Rote Ndao dan masyarakat di desa-desa dampingan dalam program Rote Malole.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.

Para donatur merupakan warga negara asing asal Australia yang sedang berlibur di Indonesia dan berkunjung ke Pulau Rote untuk berselancar. Di sela kunjungan wisata, mereka menyempatkan diri mengunjungi sejumlah desa dampingan Program Rote Malole guna melakukan observasi terhadap keberlangsungan program serta berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat.

Arungi yang berafiliasi dengan Surfaid International menjalankan Program Rote Malole dan berfokus pada penyediaan air bersih serta peningkatan nutrisi dan kesehatan masyarakat. Program ini telah menjangkau empat kecamatan dan enam desa di Kabupaten Rote Ndao melalui pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti sumur, tandon penyimpanan air, kran umum, jaringan irigasi hingga kebun gizi.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengapresiasi dan mendukung kiprah Yayasan Arungi bersama para Donatur dalam pembangunan masyarakat di Rote Ndao. Hal itu disampaikan Bupati Paulus Henuk saat berdiskusi dengan para Donatur dan pimpinan Arungi, disela acara serah terima Sarana Air Bersih di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat dan Desa Balaoli Kecamatan Loaholu.

Foto bersama para Donatur, Pimpinan Arungi dan Bupati Rote Ndao usai mengunjungi kebun gizi binaan program Rote Malole.
Foto bersama para Donatur, Pimpinan Arungi dan Bupati Rote Ndao usai mengunjungi kebun gizi binaan program Rote Malole.

Kolaborasi melalui Program Rote Malole telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap air bersih dan mendukung ketahanan gizi keluarga melalui pengembangan kebun gizi.

Usai menerima secara simbolis sarana air bersih, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama para Donatur dan pimpinan Arungi melihat langsung kebun gizi bersama masyarakat setempat.*(PPID_DKISP Rote Ndao)

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Wujudkan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi, BPBD Rote Ndao Sosialisasikan Program SAHABAT

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi mendorong implementasi Sekolah Aman Bencana Terintegrasi lewat sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang SAHABAT. Kegiatan digelar daring via Zoom Meeting pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan agar sekolah di Rote Ndao jadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan menghadapi ancaman bencana.

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom
Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rote Ndao, Janwes N. H. Nauk, menjelaskan SAHABAT dibangun di atas 3 pilar utama: pertama fasilitas sekolah yang aman, kedua manajemen bencana di sekolah, dan ketiga pendidikan pencegahan serta pengurangan risiko bencana. Integrasi ketiganya diharapkan bisa melindungi peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah dari dampak bencana.

“Program SAHABAT adalah langkah strategis Pemkab Rote Ndao untuk memasukkan pengurangan risiko bencana ke dalam penyelenggaraan pendidikan,” jelas Janwes dalam pemaparannya.

Kegiatan ini diikuti Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial, BAPPERIDA, Bagian Hukum Setda, serta kepala SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Rote Ndao.

Selain bahas substansi aturan, sosialisasi juga jadi ajang memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyamakan persepsi. Pemda, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha diharapkan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.

Dengan adanya Perbup No 25 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan di Rote Ndao kini punya standar jelas untuk mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Pemkab Rote Ndao berkomitmen terus mendorong sekolah berketahanan bencana sebagai bagian dari pembangunan SDM berkualitas. Harapannya, lahir generasi yang cerdas sekaligus punya kesadaran menghadapi risiko bencana secara bertanggung jawab.

“Rote Ndao Cerdas dan Tangguh” jadi semangat bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Deputi Kemendukbangga Bonivasius P. Ichtiarto, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Ketua TP PKK Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila, pasangan seniman Widi Mulia dan Dwi Sasono, serta Direktur Eksekutif Arungi Dinnia D. Joadadibrata dalam Talk Show Festival Rote Malole 2026.

Festival Keluarga Malole 2026 Gaungkan Peran Orang Tua Wujudkan Generasi Emas Indonesia

Festival Keluarga Malole Tahun 2026 digelar di Kabupaten Rote Ndao, selasa (09/06/2026) oleh Yayasan Selancar Arungi Indonesia (Arungi) Affiliate of Surfaid berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan TP PKK Rote Ndao. Kegiatan yang mengusung tema “Bapa Hebat – Mama Bijak, Wujudkan Generasi Emas Indonesia” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, serta dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan dan perwakilan masyarakat.

Deputi Kemendukbangga Bonivasius P. Ichtiarto, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Ketua TP PKK Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila, pasangan seniman Widi Mulia dan Dwi Sasono, serta Direktur Eksekutif Arungi Dinnia D. Joadadibrata dalam Talk Show Festival Rote Malole 2026.
Deputi Kemendukbangga Bonivasius P. Ichtiarto, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Ketua TP PKK Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila, pasangan seniman Widi Mulia dan Dwi Sasono, serta Direktur Eksekutif Arungi Dinnia D. Joadadibrata dalam Talk Show Festival Rote Malole 2026.

Festival ini diisi dengan talkshow parenting bertajuk “Mengasuh Bersama, Anak Tumbuh Sehat dan Bahagia” yang menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Deputi Kemendukbang Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Ketua TP PKK Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila, pasangan seniman Widi Mulia dan Dwi Sasono, serta Direktur Eksekutif Arungi. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Wakil Direktur Program Arungi, Endah Setyaningsih, dengan fokus pada pentingnya kolaborasi ayah dan ibu dalam pengasuhan anak.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Janji Bapa yang dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao dan diikuti seluruh peserta. Suasana semakin meriah dengan penyelenggaraan Lomba Bapa Bisa Masak 4 Bintang yang menilai peserta berdasarkan lima kategori, yakni rasa, plating, kreativitas, kebersihan dan higienitas, serta kesesuaian tema. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional, pembacaan puisi oleh pelajar sekolah dasar, berbagai permainan edukatif, dan pembagian doorprize.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbang, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa karena menjadi tempat anak belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, nilai-nilai kehidupan, dan pembentukan karakter.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbang, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng memberikan sambutan pada pembukaan Festival Keluarga Malole 2026.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbang, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng memberikan sambutan pada pembukaan Festival Keluarga Malole 2026.

Menurutnya, pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Kemendukbang terus mendorong penguatan keluarga melalui program prioritas seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), sejalan dengan tema yang mengajak ayah lebih aktif terlibat dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi Kemendukbangga serta Arungi Affiliate of Surfaid yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan Festival Keluarga Malole sebagai gerakan bersama untuk melahirkan generasi Rote Ndao yang unggul, berkarakter, sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. “Dari Rote Ndao kita tunjukkan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat akan membawa daerah ini menuju kemajuan yang berkelanjutan,” tegasnya.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)