gubernur-VBL-letalan-batu-pertama-destinasi-wisata-landuleko

Gubernur VBL Letakan Batu Pertama Pembangunan Destinasi Wisata Mulut Seribu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT segera menata objek wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, sebagai salah satu dari  tujuh destinasi wisata unggulan yang masuk dalam program pembangunan Tahun Anggaran 2019. Pembangunan destinasi wisata Mulut Seribu tersebut ditandai peletakan batu pertama pembangunan penginapan (cottage) oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Rabu (7/8) pagi.

Gubernur VBL mengatakan jika potensi pariwisata ini dikembangkan dengan baik, maka hasilnya akan sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi.

VBL memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan pemilik tanah Yonatan Ferro beserta keluarga, serta jajaran Pemkab Rote Ndao terhadap pelaksanaan Pembangunan Destinasi Wisata Unggulan yang diprogramkan Pemprov NTT tahun 2019.

Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov NTT yakni fasilitas akomodasi (cottage) bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka menunjang pariwisata di kawasan destinasi pariwisata Mulut Seribu.

“Ini nanti dikelola oleh BUMDes dengan pendampingan secara profesional dari Dinas Periwisata Provinsi. Tuan tanah akan mendapat bagian keuntungan pengelolaan dari saham Pemprov NTT yang dihibahkan. Namun, karena sesuai aturan hibah itu tidak bisa diberikan kepada individu, maka mekanismenya diberikan kepada lembaga gereja atau LKMD baru diserahkan kepada pemilik tanah. Nantinya itu semua komponen masyarakat di desa duduk bersama untuk mengaturnya lebih lanjut,” tegas VBL.

Gubernur berharap BUMDes, aparat pemerintahan desa, serta seluruh komponen masyarakat dapat mengelola, memanfaatkan, menjaga, dan merawat fasilitas yang akan dibangun untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian setempat.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu meminta seluruh komponen di Desa Daiama, aparat desa, pengurus BUMDes, pemilik tanah, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dapat duduk bersama membicarakan dan merumuskan secara proporsional dan adil pembagian hasil usaha dari fasilitas  yang sudah disiapkan Pemprov NTT tersebut.

“Ini merupakan berkah bagi masyarakat Desa Daiama, sehingga ini perlu didukung oleh seluruh masyarakat di sini. Mewakili pemerintah saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur yang memberikan perhatian bagi masyarakat Rote Ndao yang ada di Daiama ini. Saya berharap masyarakat bisa merespons positif bantuan Pemerintah Provinsi,” harap Paulina Haning.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT I Wayan Darmawa menjelaskan, sesuai konsep penataan objek wisata Mulut Seribu ini, yang akan dibangun adalah penginapan (cottage) dan restoran untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini.

Menurutnya, pembangunan cottage akan dibiayai oleh Pemprov NTT sebanyak tiga unit. Sementara restoran akan dibangun menggunakan dana yang disiapkan oleh BUMDes.

Camat Landu Leko Yostaf Faah mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat atas perhatiannya bagi masyarakat Desa Daiama, guna menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kawasan Mulut Seribu dan sekitarnya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini, kami berharap ini menjadi embrio bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Landu Leko ke depan,” ujar Faah. (enq/S-1)

karnafal-lobalain-2019

Pawai Karnaval Tingkat Kecamatan Lobalain digelar untuk Memupuk Semangat Cinta Tanah Air

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Pemerintah Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao  beserta seluruh stakeholders di wilayah kecamatan Lobalain menggelar aneka kegiatan lomba diantaranya pawai karnaval yang dilaksanakan, Senin (5/8/2019)

Karnaval ini diikuti oleh 150  regu baik dari tingkat SD, SMP, SMA , Desa dan  unsur lain yang ada di lingkungan kecamatan Lobalain dengan mengambil start dari Kantor Camat Lobalain  dan finish di Lapangan Sepak Bola Ba’a.

Camat Lobalain Camat Lobalain, Pauwil J. J Nggili, S.Sos, M.Si pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa  tujuan dilaksanakannya kegiatan memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia adalah untuk mengingatkan kita untuk memiliki kemerdekaan ini  karena kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan yang sangat berat oleh para pejuang  untuk itu kita perlu mempertahankan semangat ini melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan bukan hanya bagi peserta tetapi bagi semua yang menonton .

Pauwil juga menghimbau kepada semua komponen masyarakat bahwa keterlibatan kita untuk turut merayakan HUT RI ke-74 ini dan memiliki nilai kemerdekaan sampai saat ini untuk itu dihimbau kepada semua masyarakat untuk menaikan bendera Merah Putih di rumah masing-masing dan memasang berbagai pernak-pernik yang bernuansa kemerdekaan (dkisp)

IMG-20190802-WA0030

Bupati Buka Rangkaian Kegiatan Memperingati HUT RI ke-74

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu membuka rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Sepak Bola Ba’a, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Selasa (2/8) petang.

Kepada wartawan Bupati Paulina menjelaskan, aneka kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI ini, dilaksanakan selama dua pekan yakni 2 Agustus hingga 18 Agustus hasil kerja sama dengan Komunitas Ita Esa yang diawaki oleh para pemuda yang peduli pembangunan Rote Ndao.

“Ide awalnya dari Komunitas Ita Esa yang berencana menggelar sejumlah kegiatan memperingati HUT ke-74 RI tahun 2019 dengan konsep dari dan oleh masyarakat. Pemerintah menyambut baik ide tersebut karena tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi dengan semua komponen masyarakat, menggelar hiburan, lomba olah raga yang terpusat, yang dapat memberikan dampak peningkatan pendapatan para pengusaha kecil dan menengah,” katanya.

Bupati Paulina berjanji tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan mengagendakan dua momentum sekaligus, yakni momentum HUT Rote Ndao 2 Juli dan HUT RI ke-75, sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung 1,5 bulan, yakni dari 1 Juli hingga 18 Agustus.

Pantauan awak media, rangkaian acara pembukaan diawali pertandingan eksebisi sepak bola mini antara para anggota DPRD dan Sekwan berhadapan melawan Sekda, para asisten, serta pimpinan OPD, yang dimenangkan tim DPRD dengan skor 2-1.

Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila usai pertandingan eksebisi tersebut mengatakan, Dewan mengapresiasi digelarnya aneka kegiatan memperingati HUT RI 2019 ini.

Menurutnya, DPRD akan mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah yang bertujuan memepererat tali silaturahmi dan memberikan hiburan segar bagi masyarakat.

“Sebagai wujud dukungan, tadi DPRD ikut ambil bagian dalam pertandingan eksebisi dengan jajaran Pemkab. Ke depan diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Saya berharap Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati terus mengagendakan kegiatan ini selama lima tahun kepemimpinan mereka,” kata Alfred.

Sekda Rote Ndao Jonas M Selly yang dikonfirmasi menjelaskan, menindaklanjuti imbauan Bupati agar tahun 2020 dilaksanakan kegiatan sejenis dalam rangka menyambut HUT Rote Ndao dan HUT RI, pihaknya akan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam hal ini Komunitas Ita Esa untuk merealisasikan harapan tersebut.

“Tahun depan kami akan memulai kegiatan pada 1 Juli hingga 18 Agustus, sehingga persiapannya harus lebih matang karena kemungkinan jenis kegiatannya pun akan bertambah,” ujar Selly.

Masih menurut Selly, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-74 RI 2019 di antaranya Kebaktian Penyegaran Iman dengan pembicara Pdt Yandi Manobe, S.Th, pameran pembangunan, malam kesenian, sepak bola mini, catur, bola voli, permainan ketangkasan, tenis meja, gala asin, tarik tambang, lomba mewarnai untuk siswa PAUD/TK dan SD, gerak jalan SD, SMP, dan SMA/SMK, lari 10K, lomba dayung sampan dan sampan layar, panjat pinang, pukul bantal, serta lomba foto.  (mtc01)

spbu-satu-harga-panbar-180719

Pertamina secara resmi mengoperasikan SPBU Kompak, di Rote Ndao

Pertamina secara resmi mengoperasikan SPBU Kompak, di Desa Edalode, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Peresmian dilakukan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, didampingi GM Pertamina MOR V Jatimbalinus, Werry Prayogi serta Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dan Forkopimda Rote Ndao.

“Program BBM Satu Harga ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati harga BBM sama. Dengan beroperasinya SPBU ini kami mengharapkan masyarakat makin mudah mendapatkan BBM,” kata Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, Jumat (19/7/2019).
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu mengapresiasi Pertamina atas dibukanya SPBU yang berada di kawasan tengah kabupaten Rote Ndao yaitu di Pantai Baru ini.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden, Menteri ESDM, Direksi Pertamina yang telah memberikan perhatian. Kepada para pelaksana harus bisa memanfaatkan ini supaya akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan di Rote Ndao,” jelas bupati perempuan pertama di NTT tersebut.

Di lain pihak, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan kehadiran SPBU Kompak di wilayah ujung selatan Indonesia, semakin melengkapi layanan BBM Satu Harga Pertamina yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Menurut Fajriyah, kehadiran BBM Satu Harga di Pulau Rote, menjadikan harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000 per liter, kini harganya sama dengan di wilayah lain yakni Rp. 6.450 untuk premium dan Rp. 5.150 untuk solar.

“Untuk suplai BBM ke Pulau Rote akan dipasok dari TBBM Tenau, Kupang melalui kapal laut dan dilanjutkan mobil tangki dengan menempuh perjalanan sekitar 8 – 9 jam,” imbuh Fajriyah.

SPBU BBM Satu Harga di Rote Ndao ini memiliki sarfas kapasitas tangki pendam untuk Premium 40 KL, Solar 20 Kl dan Pertalite 20 KL. Sementara layanan di SPBU ini terdiri dari 8 nozzle, sebanyak 4 nozzle untuk Premium, 2 nozzle Solar dan 2 nozzle Pertalite dengan kapasitas sampai 50 KL/bulan.

Pengoperasian SPBU dengan tanki timbun berkapasitas 80 kiloliter (KL) tersebut merupakan titik ke-128 dari 154 titik Program BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina. Program BBM Satu Harga dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2017 dan hingga akhir tahun 2019, ditargetkan 160 titik, sehingga tersisa hanya 6 titik lagi.

Secara nasional, sebaran 154 titik BBM Satu Harga yang telah dibangun Pertamina terletak di Papua (32 titik), Kalimantan (34 titik), Sumatera (26 titik), Nusa Tenggara (24 titik), Sulawesi (17 titik), Maluku (16 titik) dan Jawa-Bali (5 titik).(dkt.com/dkisp)

bursa-inovasi-desa-180719

Kabupaten Rote Ndao jadi daerah contoh uji petik keberhasilan program inovasi desa

Deputi Inovasi Pengelolaan Pengetahuan KN-PID Kemendesa PDTT, Ismail Zainuri, mewakili tim Misi Supervisi PID 2019 pada kegiatan Bursa Inovasi Desa mengatakan bahwa dari 430 kabupaten seluruh Indonesia akan melakukan seleksi, mana kabupaten yang terpilih secara nasional untuk menjadi lokasi kunjungan lintas kementerian, kemudian word bank untuk pelaksanaan bursa inovasi. Khusus untuk wilayah timur Indonesia kita tunjuk wilayah Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Rote Ndao, karena memang kabupaten ini salah satunya terdapat banyak sekali desa-desa yang melakukan replikasi itu artinya desa-desa ini memilih kegiatan-kegiatan inovatif yaitu dana desanya digunakan untuk kegiatan inovatif.
Salah satunya yang ada disini yaitu di desa Mauabesi ini yaitu wisaya Mangrove dan juga ada beberapa desa yang lain juga melakukan inovasi-inovasi.
Wisata Mangrove ini luar biasa indahnya dari banyak tempat yang sudah dikunjungi dan dibantu oleh Kementerian Desa, ini salah satu desa yang mendukung dengan baik” puji Ismail Zainuri pada Kamis,(18/7/2019) di Wisata Mangrove Ndi’i Lifu di desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah.
Lanjut Ismail bahwa ini salah satu desa yang menurut kami bantuan dari Kementerian Desa untuk aspek peningkatan desa wisata ini bisa dimanfaatkan penunjang infrastruktur destinasi ini atau fasilitas lain yang mendorong wisata mangrove ini bisa berkembang

Selain itu Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu menyambut dengan gembira perhatian pemerintah pusat melalui program inovasi desa, disaat menerima bantuan terus berinovasi terutama melalui sektor pariwisata untuk penguatan pendapatan asli daerah. Selain program inovasi desa pemerintah Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2010 silam telah memiliki program unggulan yakni Lakamola Anansio yang terus digalangkan sampai saat ini.
Pada akhirnya Bupati Paulina Haning-Bullu mengharapkan kepada desa-desa yang lain untuk terus berinovasi dan meniru apa yang sudah dilakukan oleh desa Maubesi sehingga dapat mengembangkan wisata yang ada didesanya masing-masing untuk dapat mensejahterakan masyarakat yang ada.

Hadir pada kesempatan itu Tim Supervisi PID tahun 2019, Forkopimda Rote Ndao, anggota DPRD Rote Ndao, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao, Koordinator KPWS Provinsi NTT, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, Camat Rote Tengah, Camat Rote Barat Laut, Camat Lobalain, Camat Rote Selatan, para Kepala Desa dan BPD, para Maneleo, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama.

stunting-rote-piagam2

Rote Ndao Meraih Penghargaan Display Pembelajaran Pencegahan Stunting Kategori Terbaik Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Penghargaan ini diberikan dalam rangka kerja sama Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri dan World Bank. Penghargaan diberikan oleh Community Development Specialist di World Bank Jakarta, Deviriandy Setiawan, yang bekerja sebagai Country Coordinator for the Water and Sanitation Program (WSP).  Penghargaan ini diberikan dalam kegiatan workshop Membangun Komitmen Daerah dan Kelembagaan dalam Upaya Penanganan Stunting di Sahid Jaya Hotel dan Convention , Yogyakarta, tanggal 18 s.d 21 Juni 2019

Hadir pada saat itu Dirjen Bina Bangda Kemendagri utk membuka kegiatan. Kegiatan ini  dilakukan dengan mengundang 119 kabupaten/kota prioritas penanganan stunting serta mengundang 10 kabupaten terpilih untuk sharing pembelajaran/best practices terkait penurunan stunting. 10 kab terpilih tsb antara lain: Kab Sumba Timur (NTT), Kab Manggarai Timur (NTT), Kab Ngada (NTT), Kab Rote Ndao (NTT), Kab Banggai (Sulteng), Kab Enrekang (Sulsel), Kab Boalemo (Gorontalo), Kab Majene (Sulbar), Kab Sumbawa (NTB), dan Kab Biak Numfor (Papua).

Pada akhir kegiatan World Bank memberikan penghargaan kepada 3 kabupaten yang telah melaksanakan kegiatan penurunan stunting, yakni Kab Banggai (Sulteng) untuk kategori terbaik inovasi program, Kab Rote Ndao (NTT) untuk kategori terbaik aksi konvergensi penurunan stunting, dan Kab Boalemo utk kategori terfavorit. Hadir mewakili Kabupaten Rote Ndao, Kepala Bapelitbang, Drs. Frengky J. Haning sekaligus menerima penghargaan ini.

Kabupaten Rote Ndao mendapatkan penghargaan untuk kategori terbaik aksi konvergensi penurunan stunting karena Kabupaten Rote Ndao telah menyelesaikan 4 Aksi Konvergensi dari 8 Aksi Konvergensi tahun 2019 serta memiliki dokumen aksi konvergensi penurunan stunting paling lengkap.

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Kementerian PPN/Bappenas, setiap kabupaten/kota prioritas penurunan stunting wajib melakukan intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui 8 Aksi Konvergensi.

Ke-8 Aksi tersebut adalah Aksi 1 Melakukan analisis Situasi, Aksi 2 Menyusun Rencana Program/Kegiatan, Aksi 3 Melakukan Rembuk Stunting, Aksi 4 Menyusun Perbup Penurunan Stunting, Aksi 5 Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Aksi 6 Sistem Manajemen Data Stunting, Aksi 7 Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, dan Aksi 8 Reviu Kinerja Tahunan.

Kabupaten Rote Ndao bersama dengan 119 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting lainnya diwajibkan untuk menyelesaikan Aksi 1-4 pada tahun 2019, sedangkan aksi 5-8 dilanjutkan pada tahun 2020.

Saat menerima penghargaan ini Kepala Bapelitbang Kab. Rote Ndao, Drs. Frengky J. Haning menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi Kabupaten Rote Ndao yang telah bekerja sama dalam menyelesaikan 4 Aksi Konvergensi tahun 2019. “Tidak sia-sia kita hadir di sini dan bekerja keras untuk menyelesaikan setiap aksi konvergensi yang ada”, demikian paparnya. Ia berharap ke depan ini dapat menyemangati semua pihak untuk terus bekerja sama menurunkan angka stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg. Suardi menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menurunkan stunting di Kabupaten Rote Ndao. Ia juga menyampaikan bahwa dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao peran lintas sektor sangatlah penting. “Kontribusi Dinas Kesehatan untuk menurunkan stunting hanyalah 30%. Sisanya penurunan stunting akan terasa jika ada kontribusi 70% dari lintas sektor”, demikian ungkap drg. Suardi.

Sejak Mei hingga akhir Juni 2019 Kabupaten Rote Ndao telah menyelesaikan Aksi 1-4. Karena penyusunan Perbup (Aksi 4) telah selesai dilaksanakan, maka dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi Peraturan Bupati Rote Ndao tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi kepada seluruh Kepala Desa, Camat dan Lintas sektor.

Selanjutnya, pada saat kegiatan workshop tersebut disosialisasikan bahwa Bina Bangda Kemendagri melalui Bapelitbangda Provinsi NTT dalam waktu dekat akan melakukan penilaian kinerja kepada seluruh kabupaten/kota prioritas stunting yang telah melakukan aksi konvergensi. Penilaian kinerja akan dilakukan pada tanggal 15 Juli s.d Agustus 2019. Hasil penilaian kinerja akan disampaikan dalam bentuk rapor kinerja kepada seluruh Bupati/Walikota oleh Gubernur. Menurut Tim Ahli Bina Bangda, hasil penilaian kinerja ini akan berdampak terhadap nilai DAU masing-masing Kabupaten pada tahun 2020. (dinkes-rn)

peringatan-hari-lahir-pancasila-010619

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Rote Ndao Berjalan dengan Lancar

Upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun 2019 tingkat  Kabupaten Rote Ndao berjalan dengan lancar dan yang bertindak selaku inspektur upacara adalah  Komandan Pangkalan Angkatan Laut Pulau Rote Letkol Laut (P) Akhmad Alif. M.Tr. Hanla,.  Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini berlangsung dialun-alun Kantor Bupati  Rote Ndao, Sabtu, (01/06/2019).

Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019 ini dengan mengangkat tema “Kita Indonesia, Kita Pancasila ”

Pada kesempatan itu juga Komandan Pangkalan Angkatan Laut Pulau Rote Letkol Laut (P) Akhmad Alif. M.Tr. Hanla  membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Republik Indonesia.

Tampak pada saat itu seluruh peserta yang mengikuti upacara menggunakan pakian adat lengkap. (dkisp)

Rembuk-Stunting-rote

Rembuk Stunting, 65 Desa di Rote Ndao jadi Lokus Stunting

Ba’a,- Sebagai upaya memperkuat komitmen semua pihak dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan aksi konvergensi serta akselerasi penurunan Stunting di Kabupaten Rote Ndao, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao menggelar Rembuk Stunting yang diselenggarakan pada, Sabtu (25/5/2019) yang bertempat di Auditorium Tii Langga.

Berbicara tentang stunting maka perlu diketahui bahwa istilah ini sebenarnya sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat perkembangan anak tidak maksimal. Ini akan berdampak terhadap produktivitas pada saat dewasa serta terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan tersebut saat memberikan sambutan mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis situasi kita telah memperoleh 65 Desa Lokus Stunting yang baru di Kabupaten Rote Ndao.  Beberapa OPD terkait telah berkoordinasi di bawah pimpinan Bapelitbang untuk merumuskan rencana program kegiatan untuk percepatan pencegahan stunting pada masing-masing desa.

“dengan cara ini kita berharap dapat mempercepat pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao”kata Bupati

Lanjut Bupati bahwa data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao menemukan bahwa prevalensi anak stunting di daerah ini adalah 46,7% dengan total 2690 anak. Ini adalah angka yang masih tergolong tinggi karena target nasionalnya adalah kita harus menurunkan prevalensi stunting hingga minimal 20% pada tahun 2023. Tentu untuk mencapai target nasional tersebut diperlukan suatu percepatan untuk penurunan stunting.

“ini bisa dicapai apabila semua pihak bersedia dan berkomitmen untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi melalui kegiatan pertemuan koordinasi dan konvergensi rembuk stunting ini” ungkap Bupati Paulina

Perlu diingat bahwa upaya penanganan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan dan RSUD saja, tetapi urusan semua pihak yang hadir di sini di bawah koordinasi Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao. Bappenas menekankan bahwa sektor kesehatan hanya berkontribusi 20% untuk penurunan stunting. sisanya diperlukan kontribusi lintas sektor sebesar 80%. di sini sudah hadir peserta dari lintas sektor.

Bupati juga pada kesempatan itu mengharapkan peran penting dari Bapelitbang untuk mengkoordinir lintas sektor terkait untuk bisa saling bekerja sama menangani masalah stunting di Kabupaten Rote Ndao.

“kita targetkan tahun ini prevalensi stunting di Rote Ndao menurun dari 46,7% menjadi 40% dan pada akhirnya tahun 2023 menjadi hanya 10% sesuai arahan Presiden Jokowi, karena itu dituntut koordinasi serta komitmen bersama dari lintas sektor serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung upaya ini, sehingga pada akhirnya anak-anak kita kelak tumbuh menjadi generasi Rote Ndao yang cerdas, apa yang kita lakukan saat ini akan menyelamatkan satu generasi Rote Ndao ke depan” harap Bupati Rote Ndao

Diakhir kegiatan, ditandatangi Kesepakatan dan Komitmen Bersama penanggulangan stunting antara Pemda Rote Ndao, Dinkes Provinsi NTT, Bappeda Provinsi NTT, Kepala Puskesmas, Tokoh Agama dan  65 Kepala Desa. (dinkes/diskominfo-rn)

alkitab-rote-termanu

Lembaga Alkitab Indonesia Terbitkan Alkitab Bahasa Rote

Setelah melewati perjuangan selama 20 tahun, Tim Peneliti dan Penerjemahan Alkitab bahasa Rote yang didampingi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berhasil menerbitkan Alkitab dalam bahasa Rote Termanu. Alkitab ini merupakan Alkitab kedua yang menggunakan bahasa daerah di NTT. Alkitab pertama berbahasa Timor bernama “Sulat Knino Beno Alekot” karya misionaris asal Belanda Pieter Middelkoop sekitar satu abad lalu.

Kebaktian peluncuran berlangsung di Jemaat GMIT Agape Oele, Klasis Rote Tengah, Kecamatan Rote Selatan, dihadiri Ketua Bidang Kemitraan LAI, Pdt. Dr. Aristarkus Sukarto, Pdt. Emile Hauteas, mewakili Majelis Sinode GMIT, Stefanus Saek, Wakil Bupati Rote Ndao, Camat dan Kapolsek Rote Selatan, ketua-ketua klasis se-teritori Rote, para pendeta dan jemaat setempat, Selasa, (21/5).

Koordinator tim penerjemah Alkitab Bahasa Rote Termanu, Nikson Kiuk mengatakan penerbitan Alkitab ini melalui dua tahap yakni penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru yang dimulai tahun 1999 dan selesai tahun 2004. Setelah itu dilanjutkan dengan Perjanjian Lama yang dimulai tahun 2005 hingga 2019.

Dalam sambutannya, Pdt. Aristarkus, menjelaskan bahwa pekerjaaan penerjemahan Alkitab ini membutuhkan waktu lama oleh karena proses penerjemahan menggunakan metode dynamic equivalence, yaitu metode penerjemahan yang mengutamakan kejelasan komunikasi bahasa. Ia berharap, Alkitab ini sungguh-sungguh dimanfaatkan oleh warga Kristen khususnya jemaat-jemaat GMIT di Rote.

“Dengan hadirnya Alkitab ini kami berharap warga gereja jangan hanya melihat Alkitab sebagai kitab hukum melainkan sebagai cermin, seolah-olah kita bertemu dan berhadapan dengan Tuhan,” ungkap Pdt. Aristarkus.

Dalam rangka peluncuran ini, ia menjelaskan, LAI mencetak lima ribu eksemplar. Seribu lima ratus diantaranya dibagikan secara gratis kepada jemaat-jemaat GMIT maupun denominasi Kristen lain yang hadir pada kegiatan ini.

Dalam mengerjakan projek penerjemahan ini, LAI melibatkan 10 orang peneliti dan penutur asli bahasa Rote Termanu terdiri dari: Pendeta Otniel Kiuk (alm.), Nixon Kiuk, Marthen Kiuk, Yoel Tulle, Godlif Pelandou (alm.), Gabriel Dethan, Filmon Ndun, Welly Ndaomanu, Elvi Pelandou, dan Octovianus Herodion.

Sedangkan Tim Peneliti khusus dan Pembina Penerjemah terdiri dari: Pdt. Prof. Dr. Samuel Haakh, Samuel Aritonang, M.Th, dan Hortensius Florimond.

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada LAI, tim peneliti dan penerjemah dan Sinode GMIT yang bekerja sama mendukung penerbitan Alkitab ini.

“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendukung penuh kehadiran Alkitab Bahasa Rote Termanu ini. Bersama pihak gereja mari kita sama-sama memperkenalkan Alkitab ini kepada jemaat supaya bisa digunakan dengan baik guna meningkatkan kualitas ibadah-ibadah kita,” ungkap Stef.

Menerima sumbangan Alkitab sebanyak 400 eksemplar, Pdt. Andre Lulu, Ketua Mejelis Jemaat Suebela Barat, Klasis Rote Tengah, merasa bersyukur karena kehadiran Alkitab ini akan memudahkan anggota jemaatnya yang kebanyakan hanya berpendidikan sekolah dasar untuk memahami Firman Tuhan. Ia berencana memanfaatkannya dalam kebaktian minggu sebulan sekali. (MS-GMIT)

bgrm-16-rote-220519

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu mengajak seluruh masyarakat di Rote Ndao untuk membangkitkan kembali nilai nilai Gotong Royong yang sudah mulai pudar

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE membuka kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong (BB-GRM)ke-16, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan HARGANAS ke-26 serta Gelar Teknologi Tepat Guna Gelar TTG) ke-5 tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2019 yang dilaksanakan di desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Rabu (22/05/2019)

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu mengatakan bahwa pencananngan Bulan Bakti Gotong Royong ini mempunyai tujuan untuk memotifasi serta menyadarkan dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan yang berbasis keluarga dan masyarakat.

Bupati mengajak semua unsur untuk merefleksi kembali nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat kita saat ini.

“kita harus jujur bahwa nilai-nilai itu semakin pudar, untuk itu dengan adanya Bulan Bakti Gotong Royong mari kita bangkitkan kembali semangat gotong royong agar nilai-nilai yang telah dibangun oleh leluhur kita tetap dilestarikan” ujar Bupati Paulina

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa untuk saat ini kalau kita melihat didaerah kota nilai gotong royong itu sudah hampir tidak ada tetapi di desa-desa masih kita temua nilai-nilai gotong royong itu masih tetap dipertahankan, untuk itu, bagi kita yang berpendidikan tinggi, mempunyai pangkat tinggi harus melihat dan kembangkan itu didalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat

Untuk itu Bupati menghimbau kepada Kadis PMD Rote Ndao agar dapat menghadirkan semua tokoh adat, para camat, kepala desa untuk membahasnya bersama dan dituangkan dalam sebuah aturan yang mempunyai kekuatan hukum agar gotong royong itu menjadi pilar bagi masyaralat Rote Ndao kedepan

Bupati juga mengajak semua ASN yang hadir pada kesempatan itu untuk bisa mengunjungi stan-stan yang disiapkan oleh masing-masing desa ditempat itu dengan berbelanja minimal Rp. 500,- agar masyarakat dapat menikmati hasil dari para ASN itu sendiri sehingga dapat meningkatkan ekonomi dari masyarakatnya

“jangan hanya saat terima gaji lalu belanja semuanya di Kupang, tetapi mari belanja disini agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Rote Ndao” kata Bupati Paulina

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Rote Ndao beserta para anggota DPRD Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao beserta pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, mantan Wakil Bupati Rote Ndao ke-3, Jonas C. Lun,S.Pd, Ketua dan Wakil Ketua TPKK Rote Ndao, para Camat serta seluruh kepala desa dan Lurah se-kabupaten Rote Ndao, para guru serta siswa SD,SMP dan SMA di kec. Rote Timur, tokoh agama dan tokoh adat. (dkisp)