sulistiandriatmoko_20160120_225314

BNP Target Rehabilitasi 270 Pecandu

bnpbkupang
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT menggenjot kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dan swasta guna mendeteksi penggunaan narkoba lewat tes urine. Tes urine telah dilakukan di sejumlah instansi yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala BNP NTT, Kombes Pol Sulistiandriatmoko, kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/3), mengatakan pihaknya terus mengkonsultasikan mengenai teknis pelaksanaan tes urine.
“Ini kan penting bukan untuk BNN, tetapi buat citra masing-masing lembaga tersebut. Kalau bersih narkoba itu kan lebih bagus,” kata Sulistiandriatmoko.
Menurut Sulistiandriatmoko, pihaknya menargetkan untuk merehabilitasi 270 orang pecandu narkoba di NTT. Terkait program rehabilitasi, Sulistiandriatmoko mengaku sudah berkoordinasi dengan BNN kabupaten/kota yang sudah terbentuk, yaitu BNN Kabupaten Belu, Rote Ndao dan Kota Kupang.
“Sampai saat ini baru tiga BNN kabupaten/kota di NTT. Sudah diajukan lagi tujuh BNN kabupaten ke Menpan dan sedang dalam proses,” ujar Sulistiandriatmoko. Ditambahkan, angka pengguna narkoba di NTT sesuai data survei tahun 2015, mengalami penurunan dari 51.298 orang menjadi 49.000 orang. “Masih didominasi oleh penggunaan obat-obatan keras,” sebut Sulistiandriatmoko.
Orang nomor satu di BNP NTT itu menjelaskan, terdapat tiga indikator prevalensi pengguna narkoba yakni coba pakai, teratur pakai dan pecandu. Dan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN, angka pengguna yang teratur pakai sudah bisa ditekan. “Angka coba pakainya yang meningkat. Ini mengindikasikan bahwa program pencegahan kepada masyarakat agar mereka tidak coba pakai itu yang harus diutamakan. Kalau pemakai teratur dan pecandu sudah bisa diatasi dengan rehabilitasi,” pungkas

 

 

Sumber : Timex 12 Maret 2016

Mendagri-Tjahjo-Kumolo-1-1

NTT Keciprat Rp 15 Triliun untuk Perbatasan

Pembangunan wilayah perbatasan yang menjadi kawasan terdepan negara terus dilanjutkan. Tahun ini pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan hingga 60 persen dari total wilayah perbatasan.
“Tahun 2017 akan selesai semua,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kalimantan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, kemarin (11/3).
Mendagri yang juga kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) itu menyebutkan, pemerintah tahun ini menganggarkan dana Rp 15 triliun. Angka tersebut sedikit turun bila dibandingkan dengan anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 16 triliun.
Nanti anggaran Rp 15 triliun tersebut dibagi untuk 187 kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Misalnya Atambua di Nusa Tenggara Timur (NTT), Marauke di Papua, dan Sangihe Talaud di Sulawesi Utara. Pembangunan tahun ini tidak hanya ditujukan untuk infrastruktur utama seperti bandara atau pelabuhan. Tapi juga mulai merambah infrastruktur penunjang. “Roaming telepon sudah klir semua. Sekarang ini infrastruktur penunjangnya harus mengejar dan ditingkatkan, keamanan ditingkatkan,” imbuh politikus PDIP itu.
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengatakan, sudah saatnya pemerintah mempercepat pembangunan di daerah. Sebab, selama ini negara terkesan hanya mengambil kekayaan alam daerah, tapi lupa memberikan timbal balik. “Kalau sudah diambil, pikirkan juga aspek pembangunan dan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat daerah,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mewakili Kalimantan Barat itu.
Selain infrastruktur, pemerintah juga harus membangun industri semi-finishing yang melibatkan masyarakat daerah. “Jangan sampai material mentah hanya diangkut dan diproduksi kemanfaatannya di luar daerah atau bahkan luar negeri,” ucap Sapta.

 

Sumber : Timex 12 Maret 2016

sidangklasis rbd

Bupati Buka Sidang Klasis Rote Barat Daya di Gereja GMIT Tiberias Pulau Landu

sidangklasis rbdSidang Majelis Klasis Rote Barat Daya yang bertempat di gereja GMIT Tiberias Landu pada hari Rabu, (9/3) yang dihadiri oleh Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning,MM bersama Ny. Paulina Haning-Bulu, yang juga hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Jonas M,Selly bersama para asisten, beberapa pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Rote Ndao, Danramil, Kapolsek Rote Barat Daya, Camat Rote Barat Daya serta para Pendeta se-Klasis Rote Barat Daya.

pkk

BANGUN KELUARGA BERSAMA PKK ROTE NDAO

pkk

Setda,–Segenap masyarakat Rote Ndao diminta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga bersama Tim Penggarak PPK dan kader-kader yang ada. Hal ini didasari oleh peran dan fungsi Tim Penggerak PKK yang telah menjadi panutan dimana Tim Penggerak PKK berserta kader-kader yang tersebar  diseluruh pelosok desa dan keluruhan yang memiliki dedikasi dan selalu eksis dalam pelayanan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pantai Oeseli

Terletak di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, pantai ini akan ramai dikunjungi oleh anak muda dari desa setempat pada hari libur. Berbeda tipikal dengan Bo’a dan Nemberala yang berombak, Pantai Oeseli cenderung lebih tenang dengan ombak dan gelombang yang tidak besar sehingga sangat nyaman untuk melakukan aktivitas berenang atau sekedar bermain air.

Letaknya yang berada di ujung pulau, menjadikan pantai ini sedikit tersembunyi sehingga letaknya tak cukup diketahui banyak orang. Tak banyak ditemui wisatawan lokal maupun mancanegara di pantai ini.

Karena belum banyak dikunjungi orang, pantai ini masih belum tercemar. Padahal, ombak di pantai ini tidak besar sehingga nyaman untuk berenang. Masuk ke dalam desa, Anda bisa melihat sebuah perkampungan yang dipenuhi dengan jemuran rumput laut.

Hampir seluruh penduduk Oeseli berprofesi sebagai petani rumput laut. Selain itu, warga Oeseli juga membuat air gula. Untuk mencapainya, Anda bisa berangkat dari Nerembala menggunakan mobil. Jarak yang harus dilalui adalah sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh satu jam.

Tak terdapat fasilitas penunjang apapun di sekitar kawasan pantai, hanya terdapat beberapa warung kecil di desa yang menjual minuman dan makanan ringan. Untuk penginapan juga tak tersedia di Oeseli, bagi yang hendak bermalam dapat menuju Nembrala karena di sana lebih banyak pilihan penginapan dengan harga yang bervariatif.