rs-terapung-ksaria-airlangga-di-rote-3108191

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Melayani 35 Pasien Operasi Katarak dan Selaput Mata di RSUD Baa dengan Gratis

Baa’- Ikatan Alumni Universitas Airlangga merasa terpanggil bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia bagian timur ini masih sangat terbatas dan merupakan daerah kepulauan dan tersebar dan juga transportasinya juga sangat sulit, fasilitasnya juga sangat terbatas sehingga Universitas Airlangga membuat sebuah pemikiran bahwa  salah satu alternatifnya adalah bahwa tidak hanya masyarakatnya yang datang ke fasilitas kesehatan tetapi fasilitas kesehatan yang datang ke masyarakat.

Untuk wilayah kepulauan  apalagi pilihannya selain ke perahu, karena kalau kita menggunakan jalan darat tidak mungkin, jalan udara juga tidak semua tempat mempunyai fasilitas itu, maka pilihan terbaik berikutnya adalah jalan laut yaitu mendekatkan pelayanan kesehatan  kepada masyarakat di wilayah Indonesia Timur terutama dengan menggunakan perahu. Demikian dikatakan Direktur Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang diwakili oleh dr.Yanuar Zulkifli Harun,Sp.M selaku dokter mata saat dikonfirmasi  usai melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien yang telah menjalani perasi katarak dan selaput mata di RSUD Baa, Kabupaten Rote Ndao, Minggu, 1/9/2019.

Lanjut dr. Yanuar Zulkifli Harun bahwa di kabupaten Rote Ndao ini kami telah melakukan pelayanan kesehatan sejak 28-31 Agustus 2019 meliputi pemeriksaan kesehatan mata lebih dari 50 pasien dan untuk operasi katarak sebanyak 22 orang dan operasi selaput mata sebanyak 13 orang.

dr. Yanuar Zulkifli Harun juga berharap bahwa mudah-mudahan setelah ini masih ada lagi waktu untuk mendatangi tempat ini, tetapi Indonesia ini sangat luas jadi belum tahu kapan bisa tiba lagi di tempat ini.

“untuk Kabupaten Rote Ndao, ini  merupakan sebuah pemicu untuk pelayanan kesehatan dapat dikembangkan di wilayah ini sendiri” ujar dr. Yanuar Zulkifli

Lebih lanjut dr. Yanuar Zulkifli berharap bahwa kedepan mudah-mudahan banyak tenaga-tenaga kesehatan lain yang tertarik untuk hadir disini. Tidak hanya karena Rote Ndao ini sangat jauh tetapi ini salah satu batas-batas kepulauan Indonesia yang harus tetap kita pertahankan, kita bina dan kita jadikan suatu kesatuan Indonesia itu sendiri.

Dari hasil pantauan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di Kabupaten Rote Ndao ini di fokuskan pada pelayanan kesehatan mata karena di RSUD Baa tidak memiliki dokter mata, dengan tim medis yang melakukan pemeriksaan sekaligus operasi mata adalah 1 orang dokter mata dari Bandung, 4 orang perawat mata dari Surabaya, 1 orang perawat anastesi dari Surabaya, kemudian yang berada di perahu Rumah Sakit Terapungnya terdapat dokter umum, dokter gigi, apoteker, dan juga terdapat dokter bedah, dokter anak, dokter kebidanan kandungan dan masih banyak lagi yang tidak hadir disini karena memang bergantian.

Untuk diketahui bahwa semua pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di kabupaten Rote Ndao semuanya gratis, baik dari tindakan maupun obat-obatan serta didukung dengan peralatan medis yang cukup canggih yang dibawah sendiri dengan sebuah kapal yang sudah disulap menjadi Rumah Sakit Terapung.(dkisp)

hut-ri-74-rote-1

Upacara Peringatan HUT RI ke-74 Tingkat Kab. Rote Ndao Berlangsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao

Ne’e;- Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang berlangsung di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e desa Sanggaoen, Kec. Lobalain, Sabtu (17/08/2019) yang dimulai tepat jam 8.00 WITA dengan bertindak selaku Inspektur  Upacara, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE.

Peringatan HUT RI ke-74 tahun ini dengan mengusung tema : SDM Unggul, Indonesia Maju, dengan  Sub tema : Dengan semangan persatuan dan gotong royong, kita wujudkan SDM yang peduli, kreatif, cerdas, inofatif untuk Rote Ndao yang unggul dan maju.

Bupati Rote Ndao saat memberikan sambutan mengatakan bahwa perayaan HUT RI ini tidak hanya sekedar seremoni eforia belaka namun sebaliknya sebagai media refleksi terhadap jasa perjuangan dan keberanian para pahlawan bangsa yang dengan gigih mempertahankan kemerdekaan ini sampai pada titik darah penghabisan demi nusa dan bangsa. Kita sebagai generasi penerus bangsa mempunyai kewajiban untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dari ancaman pihak manapun dan mengisinya dengan pembangunan secara kompetitif dan sehat demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera serta senantiasa menjaga keutuhan negara Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika melalui semangat Ita Esa.

“kita harus kerja keras, selalu bahu membahu, memiliki kepedulian yang tinggi, pikiran yang jernih serta hati yang tulus dan bijak demi mewujudkan Kabupaten Rote Ndao yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing” kata Bupati Paulina

Pada tanggal 2 Juli yang lalu kita baru saja merayakan HUT Rote Ndao ke-17, sebagai daerah otonomi baru namun sudah cukup matang dalam koteks penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan.  Perlu kita maknai bahwa berbagai kemajuan dan tantangan pembangunan telah kita raih dan alami bersama, tetapi saat ini permasalahan yang dihadapi adalah masalah penanganan sampah yang perlu mendapat perhatian bersama baik pemerintah, gereja dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan, dan perlunya penanganan Stunting, walaupun Kabupaten Rote Ndao telah mendapat penghargaan sebagai kategori terbaik dari Kementerian Dalam Negeri atas komitmen daerah dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tingkat nasional tahun 2019, dan juga masuk sebagai 10 kabupaten terbaik atas hasil penilaian kinerja pencegahan dan penanggulangan Stunting  tingkat provinsi NTT, namun perlunya kerja sama antara pemerintah, masyakat dan seluruh stake holder untuk melakukan aksi nyata untuk mengatasi masalah Stunting, salah satu aksi nyata dengan perbanyak mengkonsumsi Marungga karena meruppakan sumber gizi dan sekaligus mendukung program Gubernur NTT untuk membudidayakan Marungga di Provinsi NTT untuk meningkatkan ekonomi keluarga termasuk pengembangan minuman tradisional Sophia yang masih menunggu petunjuk dan regulasi terkkait pengelolaan dan penjualannya.

Melalui semangat HUT ke-74 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berupaya secara optimal dan inofatif meningkatkan aktifitas ekonomi berbagai sektor sehingga berbanding lurus terhadap kesejahteraan sosial masyarakat dan semakin memuaskan akses pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan serta pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM yang unggul. Salah satunya dengan pemberian bantuan beasiswa kepada para dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Spesialis.

Tahun 2020 merupakan tahun awal pelaksanaan RPMJ, menandai sebuah tongkat baru menjadi mimpi besar dalam periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati baru yang dimanifestasikan dalam RPMJ Kabupaten Rote Ndao tahun 2019-2024 merupakan periode kemandirian dan daya saing didalam tahapan RPMJ periode sebelumnya kita telah berhasil melakukan berbagai proses pembangunan dengan mencapai target-target yang ditetapkan bersama-sama.

Visi besar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2019-2024 yaitu “Terwujudnya Masyarakat Rote Ndao yang bermartabat secara berkelanjutan, bertumbuh pada Pariwisata yang didukung oleh Pertanian dan Perikanan”.

Memasuki fase yang baru ini dengan tetap berpedoman pada rencana pembangunan yang berjenjang kabupaten Rote Ndao tahun 2005-2025 dimana kita akan tetap fokus pada kebijakan pembangunan yang di prioritaskan pada peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang didukung oleh pertanian dan perikanan.

Peningkatan kualitas dan kuantitas pembangunan infrastruktur, penataan ruang dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan mewujudkan tata kelolah pemerintah yang baik dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik yang prima.

Peringatan HUT RI ke-74 tahun ini pemerintah akan memberikan remisi kepada narapidana di Indonesia khususnya pada cabang Rutan Baa pemerintah memberikan remisi kepada 7 orang napi dan 33 orang napi lainnya akan mendapatkan remisi pada tahap berikutnya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh Narapidana yang pada tahun ini telah memperoleh remisi, agar bila saudara kelak kembali ke masyarakat harus berkelakuan sebagai warga negara  yang baik serta taat hukum serta dapat berperan menjadi pelaku pembangunan yang bertanggung jawab.

Pada hari ini juga dilakukan penganugerahan tanda kehormatan Satya Lancana karya satya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 1/PK/2019 kepada 46 orang ASN lingkup Pemkab Rote Ndao yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, dan atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan selamat kepada mereka yang menerima tanda penghargaan ini kiranya termotifasi dalam pengabdian bagi bangsa dan negara khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam rangka mengisi kemerdekaan negri ini, untuk itu pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infratruktur  dan meningkatkan SDM secara intensif demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang kita cintai ini seutuhnya.

Perlu diketahui bahwa pada tahun ini pemerintah akan melakukan penataan kawasan alun-alun kota Baa yang sesuai dengan masterplannya akan menebang beberapa pohon namun akan tetap ditanam kembali dengan tanaman keras lainnya agar lebih indah dan asri yang tentunya akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena itu perlu dukungan dari semua pihak atas kebijakan pemerintah ini termasuk DPRD sekaligus sebagai wujud persiapan Kabupaten Rote Ndao untuk menjadi tuan rumah turnamen sepak bola El Tari Memorial Cup

Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE,M.Si, Bupati kedua Rote Ndao, Wakil Bupati kedua  Rote Ndao, pimpinan dan anggota DPRD Rote Ndao, unsur Forkopimda Rote Ndao, anggota TNI/Polri, Sekda Rote Ndao beserta Asisten, pimpinan OPD dan ASN lingkup Pemkab Rote Ndao, Tokoh Adat, Tokoh Agama,  para pelajar dan para mahasiswa.  Tampak pada kesempatan itu seluruh peserta upacara dengan menggunakan pakaian adat Rote lengkap. (dkisp-rn)

hut-ri-74-rote2

Bupati Mengajak Semua Komponen Masyarakat untuk Bersama-sama Menangani Penurunan Stunting di Rote Ndao dengan Mengkonsumsi Marungga

Ne’e;- Sebagai daerah otonomi baru namun sudah cukup matang dalam koteks penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan, maka perlu kita maknai bahwa berbagai kemajuan dan tantangan pembangunan telah kita raih dan alami bersama, tetapi saat ini permasalahan yang dihadapi adalah masalah penanganan sampah dan penanganan Stunting yang perlu mendapat perhatian bersama baik pemerintah, gereja dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, dan perlunya penanganan Stunting. Demikian dikatakan Bupati Rote Ndao pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 tingkat Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (17/8/2019)

Lanjut Bupati Paulina Haning-Bullu,SE, bahwa walaupun Kabupaten Rote Ndao telah mendapat penghargaan sebagai kategori terbaik dari Kementerian Dalam Negeri atas komitmen daerah dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tingkat nasional tahun 2019, dan juga masuk sebagai 10 kabupaten atas hasil penilaian kinerja pencegahan dan penanggulangan Stunting terbaik tingkat provinsi NTT namun perlu kerja sama antara pemerintah, masyakat dan seluruh stake holder untuk melakukan aksi nyata untuk mengatasi masalah Stunting ini.

Untuk diketahui bahwa ke-10 kabupaten dengan hasil penilaian kinerja pencegahan dan penanggulangan stunting terbaik   adalah : 1) Kab. Rote Ndao, 2) Kab. TTU, 3) Kab. Flotim, 4) Kab. Ngada, 5) Kab. Belu, 6) Kab. TTS, 7) Kab. Ende, 8) Kab. Manggarai, 9) Kab. Lembata dan 10) Kab. SBD

Lebih lanjut Bupati juga mengajak semua komponen masyarakat dengan melakukan salah satu aksi nyata dengan perbanyak mengkonsumsi Marungga (daun kelor) karena merupakan sumber gizi dan sekaligus mendukung program Gubernur NTT untuk membudidayakan Marungga di Provinsi NTT untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Aksi nyata oleh Bupati ini merupakan wujud dari Gerakan Revolusi Terpadu (ROTE) CERDAS, di mana Dekatkan ibu dan anak dengan pangan lokal (baik dengan mengkonsumsi Marungga maupun dengan mengkonsumsi ikan). Gerakan ROTE CERDAS termasuk salah satu pendekatan untuk mengatasi stunting yang tertuang dalam Peraturan Bupati Rote Ndao Nomo 19 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi.

Melalui semangat HUT ke-74 Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berupaya secara optimal dan inovatif meningkatkan aktifitas ekonomi berbagai sektor sehingga berbanding lurus terhadap kesejahteraan sosial masyarakat dan semakin memuaskan akses pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan serta pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM yang unggul. Salah satunya dengan pemberian bantuan beasiswa kepada para dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Spesialis. (dkisp-rn)

kpu-rote-tetapkan-anggota-dprd-2019-2024

KPU Rote Ndao Tetapkan 25 Anggota DPRD Periode 2019-2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rote Ndao menggelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2019-2024, di aula Narwastu, Desa Sanggaoen, Sabtu (10/8) siang.

Ketua KPU Kabupaten Rote Ndao Christian Dae Panie dalam Rapat Pleno Terbuka tersebut menyampaikan, apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019, serta kepada seluruh elemen masyarakat yang telah ikut berpartisipasi untuk datang ke TPS dalam menggunakan hak pilihnya.

“KPU mengucapkan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, jajaran Bawaslu Rote Ndao, jajaran TNI dan Polri,
jajaran penyelenggara pemilu di tingkat PPK dan KPPS, sehingga pelaksanaan pemilu berjalan sukses, aman dan damai,” ujar Chris.

Chris mengatakan, berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Rote Ndao Nomor: 194/Kpts/KUP-Kab.018.434053/2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 yang menetapkan Kursi Partai Politik, yakni dengan rinciannya sebagai berikut: PKB meraih dua kursi, Gerindra satu kursi, PDI Perjuangan tiga kursi, Golkar tiga kursi, NasDem lima kursi, PKS satu kursi, Perindo tiga kursi, PPP dua kursi, Hanura tiga kursi, dan Partai Demokrat dua kursi.

Sesuai dengan Keputusan KPU Kabupaten Rote Ndao Nomor: 195/Kpts/KUP-Kab.018.434053/2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 yang menetapkan 25 orang anggota DPRD Rote Ndao Periode 2019-2024, untuk Daerah Pemilihan Rote Ndao 1 yang terdiri dari 10 kursi, ditetapkan yang terpilih adalah Anwar Kiah (PKB), Denison Moy (PDI Perjuangan), Yosia Adrianus Lau (Golkar), Alfred Saudila dan Devrison Zacharias (NasDem), Achyar Machmud (PKS), Paulus Henuk (Perindo), Helmi Jusepha Tolla (PPP), Mesak Zadrak Lonak (Hanura), dan Nur Yusak Ndu Ufi (Demokrat).

Daerah Pemilihan Rote Ndao 2 terdiri sembilan kursi, ditetapkan Migel Heret Beama (PKB), Djanu Djaja Ibrahim Manafe (PDI Perjuangan), Wellem Anthonius Ndun (Golkar), Yance A Daik dan Olafbert Arians Manafe (NasDem), Gustaf Folla (Perindo), Charlie Lian (PPP), Feky Machiel Boelan (Hanura), dan Petrus Johanis Pelle (Demokrat).
Sedangkan untuk Daerah Pemilihan Rote Ndao 3 sebanyak enam kursi, ditetapkan Adrianus Pandie (Gerindra), Zinsendorf Yosus Adu (PDI Perjuangan), Meksi Mooy (Golkar), Mel Yunias Danial Pah (NasDem), Alex Fiah (Perindo), dan Erasmus Frans Mandato (Hanura).

Chris menambahkan, setelah usai pleno penetapan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Rote Ndao periode 2019-2024, pihaknya bersama Bawaslu Kabupaten Rote Ndao akan melakukan verifikasi LHKPN dari 25 anggota DPRD terpilih mulai Senin (12/8), setelah itu akan mengusulkan pengangkatannya kepada Gubernur NTT melalui Bupati Rote Ndao Cq Bagian Administrasi Pemerintahan dan Kesra. Sementara terkait jadwal pelantikannya, kata dia, menurut informasi yang diperoleh pihaknya pada 11 September mendatang.

“Informasinya pelantikan pada 11 September mendatang, sehingga kami minta parpol dan caleg terpilih proaktif untuk melengkapi berkas administrasi yang dibutuhkan untuk mendapat SK pengangkatannya,” pungkas Christian.
Wakil Bupati Rote Ndao Stef M Saek yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan pleno mengatakan, dengan ditetapkannya perolehan kursi dan calon anggota DPRD terpilih oleh KPU, maka selanjutnya tinggal melanjutkan permohonan KPU ke Gubernur NTT untuk mendapat SK penetapan pengangkatannya.

“Kepada anggota DPRD terpilih kami ucapkan selamat melanjutkan perjuangan bersama pemerintah daerah sebagai mitra sejajar untuk membangun masyarakat Kabupaten Rote Ndao ke arah yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya. (bev/ol)

gubernur-VBL-letalan-batu-pertama-destinasi-wisata-landuleko

Gubernur VBL Letakan Batu Pertama Pembangunan Destinasi Wisata Mulut Seribu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT segera menata objek wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, sebagai salah satu dari  tujuh destinasi wisata unggulan yang masuk dalam program pembangunan Tahun Anggaran 2019. Pembangunan destinasi wisata Mulut Seribu tersebut ditandai peletakan batu pertama pembangunan penginapan (cottage) oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Rabu (7/8) pagi.

Gubernur VBL mengatakan jika potensi pariwisata ini dikembangkan dengan baik, maka hasilnya akan sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi.

VBL memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan pemilik tanah Yonatan Ferro beserta keluarga, serta jajaran Pemkab Rote Ndao terhadap pelaksanaan Pembangunan Destinasi Wisata Unggulan yang diprogramkan Pemprov NTT tahun 2019.

Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov NTT yakni fasilitas akomodasi (cottage) bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka menunjang pariwisata di kawasan destinasi pariwisata Mulut Seribu.

“Ini nanti dikelola oleh BUMDes dengan pendampingan secara profesional dari Dinas Periwisata Provinsi. Tuan tanah akan mendapat bagian keuntungan pengelolaan dari saham Pemprov NTT yang dihibahkan. Namun, karena sesuai aturan hibah itu tidak bisa diberikan kepada individu, maka mekanismenya diberikan kepada lembaga gereja atau LKMD baru diserahkan kepada pemilik tanah. Nantinya itu semua komponen masyarakat di desa duduk bersama untuk mengaturnya lebih lanjut,” tegas VBL.

Gubernur berharap BUMDes, aparat pemerintahan desa, serta seluruh komponen masyarakat dapat mengelola, memanfaatkan, menjaga, dan merawat fasilitas yang akan dibangun untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian setempat.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu meminta seluruh komponen di Desa Daiama, aparat desa, pengurus BUMDes, pemilik tanah, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dapat duduk bersama membicarakan dan merumuskan secara proporsional dan adil pembagian hasil usaha dari fasilitas  yang sudah disiapkan Pemprov NTT tersebut.

“Ini merupakan berkah bagi masyarakat Desa Daiama, sehingga ini perlu didukung oleh seluruh masyarakat di sini. Mewakili pemerintah saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur yang memberikan perhatian bagi masyarakat Rote Ndao yang ada di Daiama ini. Saya berharap masyarakat bisa merespons positif bantuan Pemerintah Provinsi,” harap Paulina Haning.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT I Wayan Darmawa menjelaskan, sesuai konsep penataan objek wisata Mulut Seribu ini, yang akan dibangun adalah penginapan (cottage) dan restoran untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini.

Menurutnya, pembangunan cottage akan dibiayai oleh Pemprov NTT sebanyak tiga unit. Sementara restoran akan dibangun menggunakan dana yang disiapkan oleh BUMDes.

Camat Landu Leko Yostaf Faah mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat atas perhatiannya bagi masyarakat Desa Daiama, guna menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kawasan Mulut Seribu dan sekitarnya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini, kami berharap ini menjadi embrio bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Landu Leko ke depan,” ujar Faah. (enq/S-1)

karnafal-lobalain-2019

Pawai Karnaval Tingkat Kecamatan Lobalain digelar untuk Memupuk Semangat Cinta Tanah Air

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Pemerintah Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao  beserta seluruh stakeholders di wilayah kecamatan Lobalain menggelar aneka kegiatan lomba diantaranya pawai karnaval yang dilaksanakan, Senin (5/8/2019)

Karnaval ini diikuti oleh 150  regu baik dari tingkat SD, SMP, SMA , Desa dan  unsur lain yang ada di lingkungan kecamatan Lobalain dengan mengambil start dari Kantor Camat Lobalain  dan finish di Lapangan Sepak Bola Ba’a.

Camat Lobalain Camat Lobalain, Pauwil J. J Nggili, S.Sos, M.Si pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa  tujuan dilaksanakannya kegiatan memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia adalah untuk mengingatkan kita untuk memiliki kemerdekaan ini  karena kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan yang sangat berat oleh para pejuang  untuk itu kita perlu mempertahankan semangat ini melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan bukan hanya bagi peserta tetapi bagi semua yang menonton .

Pauwil juga menghimbau kepada semua komponen masyarakat bahwa keterlibatan kita untuk turut merayakan HUT RI ke-74 ini dan memiliki nilai kemerdekaan sampai saat ini untuk itu dihimbau kepada semua masyarakat untuk menaikan bendera Merah Putih di rumah masing-masing dan memasang berbagai pernak-pernik yang bernuansa kemerdekaan (dkisp)

IMG-20190802-WA0030

Bupati Buka Rangkaian Kegiatan Memperingati HUT RI ke-74

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu membuka rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Sepak Bola Ba’a, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Selasa (2/8) petang.

Kepada wartawan Bupati Paulina menjelaskan, aneka kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 RI ini, dilaksanakan selama dua pekan yakni 2 Agustus hingga 18 Agustus hasil kerja sama dengan Komunitas Ita Esa yang diawaki oleh para pemuda yang peduli pembangunan Rote Ndao.

“Ide awalnya dari Komunitas Ita Esa yang berencana menggelar sejumlah kegiatan memperingati HUT ke-74 RI tahun 2019 dengan konsep dari dan oleh masyarakat. Pemerintah menyambut baik ide tersebut karena tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi dengan semua komponen masyarakat, menggelar hiburan, lomba olah raga yang terpusat, yang dapat memberikan dampak peningkatan pendapatan para pengusaha kecil dan menengah,” katanya.

Bupati Paulina berjanji tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan mengagendakan dua momentum sekaligus, yakni momentum HUT Rote Ndao 2 Juli dan HUT RI ke-75, sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung 1,5 bulan, yakni dari 1 Juli hingga 18 Agustus.

Pantauan awak media, rangkaian acara pembukaan diawali pertandingan eksebisi sepak bola mini antara para anggota DPRD dan Sekwan berhadapan melawan Sekda, para asisten, serta pimpinan OPD, yang dimenangkan tim DPRD dengan skor 2-1.

Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila usai pertandingan eksebisi tersebut mengatakan, Dewan mengapresiasi digelarnya aneka kegiatan memperingati HUT RI 2019 ini.

Menurutnya, DPRD akan mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah yang bertujuan memepererat tali silaturahmi dan memberikan hiburan segar bagi masyarakat.

“Sebagai wujud dukungan, tadi DPRD ikut ambil bagian dalam pertandingan eksebisi dengan jajaran Pemkab. Ke depan diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Saya berharap Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati terus mengagendakan kegiatan ini selama lima tahun kepemimpinan mereka,” kata Alfred.

Sekda Rote Ndao Jonas M Selly yang dikonfirmasi menjelaskan, menindaklanjuti imbauan Bupati agar tahun 2020 dilaksanakan kegiatan sejenis dalam rangka menyambut HUT Rote Ndao dan HUT RI, pihaknya akan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dalam hal ini Komunitas Ita Esa untuk merealisasikan harapan tersebut.

“Tahun depan kami akan memulai kegiatan pada 1 Juli hingga 18 Agustus, sehingga persiapannya harus lebih matang karena kemungkinan jenis kegiatannya pun akan bertambah,” ujar Selly.

Masih menurut Selly, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-74 RI 2019 di antaranya Kebaktian Penyegaran Iman dengan pembicara Pdt Yandi Manobe, S.Th, pameran pembangunan, malam kesenian, sepak bola mini, catur, bola voli, permainan ketangkasan, tenis meja, gala asin, tarik tambang, lomba mewarnai untuk siswa PAUD/TK dan SD, gerak jalan SD, SMP, dan SMA/SMK, lari 10K, lomba dayung sampan dan sampan layar, panjat pinang, pukul bantal, serta lomba foto.  (mtc01)

spbu-satu-harga-panbar-180719

Pertamina secara resmi mengoperasikan SPBU Kompak, di Rote Ndao

Pertamina secara resmi mengoperasikan SPBU Kompak, di Desa Edalode, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Peresmian dilakukan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, didampingi GM Pertamina MOR V Jatimbalinus, Werry Prayogi serta Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dan Forkopimda Rote Ndao.

“Program BBM Satu Harga ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati harga BBM sama. Dengan beroperasinya SPBU ini kami mengharapkan masyarakat makin mudah mendapatkan BBM,” kata Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, Jumat (19/7/2019).
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu mengapresiasi Pertamina atas dibukanya SPBU yang berada di kawasan tengah kabupaten Rote Ndao yaitu di Pantai Baru ini.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden, Menteri ESDM, Direksi Pertamina yang telah memberikan perhatian. Kepada para pelaksana harus bisa memanfaatkan ini supaya akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan di Rote Ndao,” jelas bupati perempuan pertama di NTT tersebut.

Di lain pihak, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan kehadiran SPBU Kompak di wilayah ujung selatan Indonesia, semakin melengkapi layanan BBM Satu Harga Pertamina yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Menurut Fajriyah, kehadiran BBM Satu Harga di Pulau Rote, menjadikan harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000 per liter, kini harganya sama dengan di wilayah lain yakni Rp. 6.450 untuk premium dan Rp. 5.150 untuk solar.

“Untuk suplai BBM ke Pulau Rote akan dipasok dari TBBM Tenau, Kupang melalui kapal laut dan dilanjutkan mobil tangki dengan menempuh perjalanan sekitar 8 – 9 jam,” imbuh Fajriyah.

SPBU BBM Satu Harga di Rote Ndao ini memiliki sarfas kapasitas tangki pendam untuk Premium 40 KL, Solar 20 Kl dan Pertalite 20 KL. Sementara layanan di SPBU ini terdiri dari 8 nozzle, sebanyak 4 nozzle untuk Premium, 2 nozzle Solar dan 2 nozzle Pertalite dengan kapasitas sampai 50 KL/bulan.

Pengoperasian SPBU dengan tanki timbun berkapasitas 80 kiloliter (KL) tersebut merupakan titik ke-128 dari 154 titik Program BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina. Program BBM Satu Harga dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2017 dan hingga akhir tahun 2019, ditargetkan 160 titik, sehingga tersisa hanya 6 titik lagi.

Secara nasional, sebaran 154 titik BBM Satu Harga yang telah dibangun Pertamina terletak di Papua (32 titik), Kalimantan (34 titik), Sumatera (26 titik), Nusa Tenggara (24 titik), Sulawesi (17 titik), Maluku (16 titik) dan Jawa-Bali (5 titik).(dkt.com/dkisp)

bursa-inovasi-desa-180719

Kabupaten Rote Ndao jadi daerah contoh uji petik keberhasilan program inovasi desa

Deputi Inovasi Pengelolaan Pengetahuan KN-PID Kemendesa PDTT, Ismail Zainuri, mewakili tim Misi Supervisi PID 2019 pada kegiatan Bursa Inovasi Desa mengatakan bahwa dari 430 kabupaten seluruh Indonesia akan melakukan seleksi, mana kabupaten yang terpilih secara nasional untuk menjadi lokasi kunjungan lintas kementerian, kemudian word bank untuk pelaksanaan bursa inovasi. Khusus untuk wilayah timur Indonesia kita tunjuk wilayah Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Rote Ndao, karena memang kabupaten ini salah satunya terdapat banyak sekali desa-desa yang melakukan replikasi itu artinya desa-desa ini memilih kegiatan-kegiatan inovatif yaitu dana desanya digunakan untuk kegiatan inovatif.
Salah satunya yang ada disini yaitu di desa Mauabesi ini yaitu wisaya Mangrove dan juga ada beberapa desa yang lain juga melakukan inovasi-inovasi.
Wisata Mangrove ini luar biasa indahnya dari banyak tempat yang sudah dikunjungi dan dibantu oleh Kementerian Desa, ini salah satu desa yang mendukung dengan baik” puji Ismail Zainuri pada Kamis,(18/7/2019) di Wisata Mangrove Ndi’i Lifu di desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah.
Lanjut Ismail bahwa ini salah satu desa yang menurut kami bantuan dari Kementerian Desa untuk aspek peningkatan desa wisata ini bisa dimanfaatkan penunjang infrastruktur destinasi ini atau fasilitas lain yang mendorong wisata mangrove ini bisa berkembang

Selain itu Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu menyambut dengan gembira perhatian pemerintah pusat melalui program inovasi desa, disaat menerima bantuan terus berinovasi terutama melalui sektor pariwisata untuk penguatan pendapatan asli daerah. Selain program inovasi desa pemerintah Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2010 silam telah memiliki program unggulan yakni Lakamola Anansio yang terus digalangkan sampai saat ini.
Pada akhirnya Bupati Paulina Haning-Bullu mengharapkan kepada desa-desa yang lain untuk terus berinovasi dan meniru apa yang sudah dilakukan oleh desa Maubesi sehingga dapat mengembangkan wisata yang ada didesanya masing-masing untuk dapat mensejahterakan masyarakat yang ada.

Hadir pada kesempatan itu Tim Supervisi PID tahun 2019, Forkopimda Rote Ndao, anggota DPRD Rote Ndao, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao, Koordinator KPWS Provinsi NTT, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, Camat Rote Tengah, Camat Rote Barat Laut, Camat Lobalain, Camat Rote Selatan, para Kepala Desa dan BPD, para Maneleo, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama.

stunting-rote-piagam2

Rote Ndao Meraih Penghargaan Display Pembelajaran Pencegahan Stunting Kategori Terbaik Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Penghargaan ini diberikan dalam rangka kerja sama Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri dan World Bank. Penghargaan diberikan oleh Community Development Specialist di World Bank Jakarta, Deviriandy Setiawan, yang bekerja sebagai Country Coordinator for the Water and Sanitation Program (WSP).  Penghargaan ini diberikan dalam kegiatan workshop Membangun Komitmen Daerah dan Kelembagaan dalam Upaya Penanganan Stunting di Sahid Jaya Hotel dan Convention , Yogyakarta, tanggal 18 s.d 21 Juni 2019

Hadir pada saat itu Dirjen Bina Bangda Kemendagri utk membuka kegiatan. Kegiatan ini  dilakukan dengan mengundang 119 kabupaten/kota prioritas penanganan stunting serta mengundang 10 kabupaten terpilih untuk sharing pembelajaran/best practices terkait penurunan stunting. 10 kab terpilih tsb antara lain: Kab Sumba Timur (NTT), Kab Manggarai Timur (NTT), Kab Ngada (NTT), Kab Rote Ndao (NTT), Kab Banggai (Sulteng), Kab Enrekang (Sulsel), Kab Boalemo (Gorontalo), Kab Majene (Sulbar), Kab Sumbawa (NTB), dan Kab Biak Numfor (Papua).

Pada akhir kegiatan World Bank memberikan penghargaan kepada 3 kabupaten yang telah melaksanakan kegiatan penurunan stunting, yakni Kab Banggai (Sulteng) untuk kategori terbaik inovasi program, Kab Rote Ndao (NTT) untuk kategori terbaik aksi konvergensi penurunan stunting, dan Kab Boalemo utk kategori terfavorit. Hadir mewakili Kabupaten Rote Ndao, Kepala Bapelitbang, Drs. Frengky J. Haning sekaligus menerima penghargaan ini.

Kabupaten Rote Ndao mendapatkan penghargaan untuk kategori terbaik aksi konvergensi penurunan stunting karena Kabupaten Rote Ndao telah menyelesaikan 4 Aksi Konvergensi dari 8 Aksi Konvergensi tahun 2019 serta memiliki dokumen aksi konvergensi penurunan stunting paling lengkap.

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Kementerian PPN/Bappenas, setiap kabupaten/kota prioritas penurunan stunting wajib melakukan intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui 8 Aksi Konvergensi.

Ke-8 Aksi tersebut adalah Aksi 1 Melakukan analisis Situasi, Aksi 2 Menyusun Rencana Program/Kegiatan, Aksi 3 Melakukan Rembuk Stunting, Aksi 4 Menyusun Perbup Penurunan Stunting, Aksi 5 Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Aksi 6 Sistem Manajemen Data Stunting, Aksi 7 Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, dan Aksi 8 Reviu Kinerja Tahunan.

Kabupaten Rote Ndao bersama dengan 119 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting lainnya diwajibkan untuk menyelesaikan Aksi 1-4 pada tahun 2019, sedangkan aksi 5-8 dilanjutkan pada tahun 2020.

Saat menerima penghargaan ini Kepala Bapelitbang Kab. Rote Ndao, Drs. Frengky J. Haning menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi Kabupaten Rote Ndao yang telah bekerja sama dalam menyelesaikan 4 Aksi Konvergensi tahun 2019. “Tidak sia-sia kita hadir di sini dan bekerja keras untuk menyelesaikan setiap aksi konvergensi yang ada”, demikian paparnya. Ia berharap ke depan ini dapat menyemangati semua pihak untuk terus bekerja sama menurunkan angka stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg. Suardi menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menurunkan stunting di Kabupaten Rote Ndao. Ia juga menyampaikan bahwa dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao peran lintas sektor sangatlah penting. “Kontribusi Dinas Kesehatan untuk menurunkan stunting hanyalah 30%. Sisanya penurunan stunting akan terasa jika ada kontribusi 70% dari lintas sektor”, demikian ungkap drg. Suardi.

Sejak Mei hingga akhir Juni 2019 Kabupaten Rote Ndao telah menyelesaikan Aksi 1-4. Karena penyusunan Perbup (Aksi 4) telah selesai dilaksanakan, maka dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi Peraturan Bupati Rote Ndao tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi kepada seluruh Kepala Desa, Camat dan Lintas sektor.

Selanjutnya, pada saat kegiatan workshop tersebut disosialisasikan bahwa Bina Bangda Kemendagri melalui Bapelitbangda Provinsi NTT dalam waktu dekat akan melakukan penilaian kinerja kepada seluruh kabupaten/kota prioritas stunting yang telah melakukan aksi konvergensi. Penilaian kinerja akan dilakukan pada tanggal 15 Juli s.d Agustus 2019. Hasil penilaian kinerja akan disampaikan dalam bentuk rapor kinerja kepada seluruh Bupati/Walikota oleh Gubernur. Menurut Tim Ahli Bina Bangda, hasil penilaian kinerja ini akan berdampak terhadap nilai DAU masing-masing Kabupaten pada tahun 2020. (dinkes-rn)