Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengenakan selimut dan topi Ti'i Langga kepada Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Prof. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc.

Komisi IV DPR dan Dirjen Kemenhut Kunjungi Rote Ndao, Perkuat Konservasi di Taman Buru Ndana

Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Prof. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc, melakukan lawatan kerja di Kabupaten Rote Ndao, Minggu (25/04/2026). Rombongan disambut secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang ditandai pengenaan selimut dan Topi Ti’i Langga oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH.

Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan dipusatkan di kawasan Taman Buru (TB) Ndana, Pulau Ndana. Usai penyambutan, Anggota Komisi IV DPR bersama Dirjen KSDAE didampingi Bupati Rote Ndao bertolak menuju Pelabuhan Oeseli, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi laut ke Pulau Ndana.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengenakan selimut dan topi Ti'i Langga kepada Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Prof. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mengenakan selimut dan topi Ti’i Langga kepada Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Prof. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc.

Dalam rombongan turut hadir Dr. Ir. Ammy Nurwati, MM selaku Direktur Perencanaan Konservasi, Adhi Nurul Hadi sebagai Kepala Balai Besar KSDAE Provinsi NTT, serta Kludolfus Tuames selaku Kepala Balai DAS NTT.

Status Pulau Ndana sebagai kawasan Taman Buru dan salah satu pulau terluar menjadikannya penting dalam implementasi teknis konservasi spesies, seperti rusa dan itik liar. Komisi IV DPR dan Ditjen KSDAE Kemenhut dalam fungsi koordinasi dengan TNI dan Pemda Rote Ndao guna memastikan keamanan wilayah sekaligus menjaga kelestarian ekosistem di kawasan tersebut.

Selama berada di TB Ndana, Dirjen KSDAE Prof. Satyawan menggelar pertemuan dengan jajaran dan personel TNI dari satuan Pamuter dan Lanal Pulau Rote yang bertugas di wilayah tersebut. Pertemuan ini membahas pengelolaan kawasan, pengamanan wilayah, serta upaya menjaga keberlanjutan ekosistem di TB Ndana.

Momen saat Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Anggota DPR Komisi IV Usman Husin bersama Sekda Jonas M. Selly dan Kapolres Rote Ndao Mardiono dalam perjalanan ke pulau Ndana.
Momen saat Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Anggota DPR Komisi IV Usman Husin bersama Sekda Jonas M. Selly dan Kapolres Rote Ndao Mardiono dalam perjalanan ke pulau Ndana.

Kunjungan kerja ini difokuskan pada penguatan pengelolaan sumber daya alam dan kawasan konservasi, khususnya di Taman Buru Ndana dan wilayah kepulauan Rote Ndao secara umum.

Foto bersama rombongan di Landmark Selamat Datang di Pulau Ndana.
Foto bersama rombongan di Landmark Selamat Datang di Pulau Ndana.

Turut hadir dalam penjemputan rombongan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly, MM, para asisten, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama DKISP Rote Ndao)

 

WhatsApp Image 2026-04-26 at 11.57.29

60 Peserta Festival Literasi Tampilkan Pesona dan Aksi Meriahkan HUT Rote Ndao

Pagelaran Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rote Ndao,Provinsi Nusa Tenggara Timur ke -24 Tahun 2026 sudah melewati paruh waktu, berbagai event atau kegiatan seperti pameran pembangunan , expo UMKM dan Panggung hiburan rakyat di suguhkan kepada masyarakat Rote Ndao. Banyak penampilan dan acara yang di suguhkan kepada masyarakat seperti pertunjukan seni budaya, kreasi tarian, panggung hiburan dan kegiatan lainnya di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Sabtu (25/04/2026) malam. Kegiatan Sesuai jadwal,  Festival Literasi Kabupaten Rote Ndao ini dimulai pukul 19.30 WITA dan selesai pukul 00.30 WITA.

Penampilan Solo Kategori Umum oleh Nonik Ndun

Terpantau, Acara Festival Literasi diikuti oleh empat puluh satu (41) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar (SD) dan sembilan belas (19) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. Para peserta mengenakan busana adat khas Rote, dan menampilkan masing-masing ketrampilan dan kemampuan tarian khas adat Rote “Foti” dengan iringan alat musik tradisional gong dan tambur.

Selain Tarian khas Rote “Foti” terdapat juga kegiatan tarian kreasi yang menampilkan gerakan menarik melalui hentakan kaki dan olah tubuh yang selaras dengan irama dan persembahan vocal solo dari beberapa peserta yang sangat memukau penonton.

Berikut rekapan, empat puluh satu (41) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau kelompok yang mengisi kegiatan pagelaran Festival Literasi adalah Sekolah Dasar (SD) Inpres Oeteas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Danoheo, Sekolah Dasar (SD) Inpres Laki, Sekolah Dasar (SD) Inpres Batutua, Sekolah Dasar (SD) Inpres Sanggoen, Sekolah Dasar (SD) GMIT Noandale, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oemilan, Sekolah Dasar (SD) Negeri Lalukoen, Sekolah Dasar (SD) Negeri Kuli, Sekolah Dasar (SD) Inpres Busalangga, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tuabuna, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oebatu, Sekolah Dasar (SD) Inpres III Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oenggaut, Sekolah Dasar (SD) Inpres Lidamanu, Sekolah Dasar (SD) Negeri Soruk, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oenitas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Manggis, Sekolah Dasar (SD) Negeri Baubafan, Sekolah Dasar (SD) Oefoe, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oehandi, Sekolah Dasar (SD) Inpres Lidamanu, Sekolah Dasar (SD) Negeri Lotelutun, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tudameda, Sekolah Dasar (SD) Negeri I Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oebafok, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tuabolok, Sekolah Dasar (SD) Inpres Rinalolon, Sekolah Dasar (SD) Inpres Andaiko, Sekolah Dasar (SD) Inpres Mokdale, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oenitas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oelua, Sekolah Dasar (SD) Inpres II Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oeteas, Sekolah Dasar (SD) Inpres Ndudale, Sekolah Dasar (SD) Negeri Bokeama, Sekolah Dasar (SD) Inpres Sedeoen, Skolah Dasar (SD) Negeri Hundihuk, Sekolah Dasar (SD) Inpres Landeoe, Sekolah Dasar (SD) Negeri Bokeama, Sekolah Dasar (SD) Inpres Bandu dan MI Darul Faral.

Penampilan Tarian kreasi SMP Rote Barat

Selanjutnya, Unit Pelaksana Teknis Daerah ( UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ita Esa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Lobalain , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri IV Lobalain , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri IV Rote Barat Daya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat, SATAP Batulai, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Lobalain , SATAP Deranitan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mother Ignacia , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat Daya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat Laut, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Lobalain, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Rote Barat , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Rote Barat , SATAP Landu , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Rote Barat Daya, SATAP Oeoko dan SATAP Landu.

Terakhir , persembahan bakat dan kreatif vocal solo dari peserta kategori junior dan kategori umum tampil percaya diri menghibur masyarakat yang berkunjung dalam semarak suasana malam pagelaran Festival Literasi di ajang pameran pembangunan, Expo UMKM dan panggung hiburan tersebut. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-04-26 at 09.02.17

Bupati Rote Ndao Resmi Tutup Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Dorong Eliminasi Malaria 2029

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi menutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang diselenggarakan oleh Rotary Club Kupang Victory bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, Sabtu (25/004). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif menuju eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao pada 2029.

Peringatan yang mengusung tema “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must” ini berlangsung selama dua hari, 24–25 April 2026, di dua desa prioritas, yakni Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, dan Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko. Kegiatan hari pertama dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dedelussy Dethan.

Bupati Paulus Henuk ketika menerima bantuan alat kesehatan dari Rotary Club Kupang Victory

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi global bersama Rotarians Against Malaria Global yang dilaksanakan serentak di 33 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang terlibat dalam jaringan tersebut tahun ini.

Berbeda dari peringatan seremonial, rangkaian kegiatan difokuskan pada aksi nyata di lapangan seperti :
1. Malaria Screening
Menyasar sasaran kunci, yakni ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
2. Rapid Diagnostic Test (RDT)
Pemeriksaan RDT dilakukan dengan target awal 100 peserta di masing-masing lokasi atau total 200 peserta. Namun hasilnya berhasil melampaui target secara signifikan.
Pada hari pertama di Desa Faifua, sebanyak 106 peserta berhasil diperiksa, dengan hasil ditemukan 1 kasus positif Malaria Falciparum.
Pada hari kedua di Desa Daiama, sebanyak 245 peserta berhasil diperiksa dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif malaria.
Dengan demikian, total peserta yang berhasil diperiksa mencapai 351 orang, jauh melampaui target awal sebanyak 200 peserta.
Atas temuan 1 kasus positif malaria di Desa Faifua, tindak lanjut segera dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi dengan pemeriksaan rumah pasien, anggota keluarga, serta 25 warga di sekitar lokasi guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.
3. Community Assessment
Dilakukan oleh tim Rotary Club Kupang Victory bersama lima enumerator yang telah dibekali oleh malaria expert tingkat provinsi untuk memahami kondisi lapangan, persepsi masyarakat, serta tantangan eliminasi malaria secara langsung.
Assessment ini menjadi dasar penting untuk merancang strategi eliminasi malaria yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat desa.
4. Kampanye Malaria
Kegiatan kampanye malaria dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama petugas promosi kesehatan dari masing-masing puskesmas sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat.

Bupati Paulus Henuk ketika melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test

Hasil pemeriksaan menunjukkan capaian yang melampaui target. Dari target awal 200 orang, sebanyak 351 warga berhasil diperiksa di dua lokasi. Di Desa Faifua, 106 orang diperiksa dan ditemukan satu kasus positif malaria falciparum. Sementara di Desa Daiama, 245 warga diperiksa dengan hasil seluruhnya negatif.

Atas temuan kasus positif tersebut, tim kesehatan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dengan memeriksa keluarga pasien dan warga sekitar guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan assessment komunitas untuk memetakan kondisi lapangan serta kampanye kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan malaria, termasuk penggunaan kelambu dan deteksi dini gejala.

Ketua Rotary Club Kupang Victory, Maxi Julians Rihi Dara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya eliminasi malaria.

“Upaya mengakhiri malaria membutuhkan kerja bersama. Eliminasi malaria bukan pekerjaan satu pihak, tetapi gerakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rotary Club Kupang Victory juga menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain mikroskop, alat tes cepat (RDT), reagen, larvasida, dan insektisida untuk mendukung upaya pengendalian malaria. Dukungan ini turut difasilitasi oleh Australia Rotarians Against Malaria dan jaringan global RAM.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eliminasi malaria.

“Kita harus memulai dari lingkungan kita sendiri. Harapan kita, pada 2029 Rote Ndao dapat mencapai eliminasi malaria,” katanya.

Foto bersama Bupati Paulus Henuk dan pengurus Rotary Club Kupang Victory

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah juga mendorong dukungan penganggaran melalui dana desa untuk memastikan keberlanjutan program.

Kegiatan ini menghasilkan dua capaian utama, yakni peningkatan signifikan cakupan pemeriksaan malaria serta terbukanya peluang dukungan lanjutan dari jaringan global untuk program eliminasi dalam tiga tahun ke depan.

Melalui momentum ini, seluruh pihak menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan sekadar wacana, melainkan target nyata yang dapat dicapai bersama. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam.

Festival Literasi HUT Rote Ndao ke-24 Meriah, Lomba Foti Libatkan 30 SD dan SMP

Festival Literasi menggema meriah di arena Pameran Pembangunan dan Expo UMKM dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24 tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Jumat (24/04/2026) malam ini menghadirkan lomba Foti yang diikuti oleh pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Rote Ndao.

Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam.
Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam

Dihari kedua Festival ini, sebanyak 30 peserta tampil mewakili sekolah masing-masing dengan penuh semangat dan percaya diri. Mereka mengenakan busana adat khas Rote, lengkap dengan iringan alat musik tradisional seperti gong dan tambur yang semakin menambah nuansa budaya dalam ajang tersebut.

Untuk kategori lomba Foti tingkat SD diikuti oleh 17 sekolah, sementara tingkat SMP diikuti oleh 13 sekolah. Penampilan para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan menari, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang terus diwariskan kepada generasi muda.

Tarian Foti dibawakan oleh duet siswa laki-laki. Dengan mengenakan topi Ti’i Langga dan selimut, para peserta menampilkan gerakan menarik melalui hentakan kaki dan olah tubuh yang selaras dengan irama gong dan tambur, menciptakan pertunjukan yang memukau penonton.

Tarian Kreasi pengisi acara Festival Literasi Perayaan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24.
Tarian Kreasi pengisi acara Festival Literasi Perayaan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24.

Menariknya, para dewan juri turut memperagakan kemampuan mereka dalam menarikan Foti, yang disambut antusias oleh para penonton. Turut hadir dan menari Foti, Ketua Kadin NTT Boby Lianto serta Ketua Kadin Rote Ndao Simson Polin yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Di sela-sela perlombaan, penonton juga disuguhkan penampilan Tarian Kreasi dari siswa SMA Negeri 1 Lobalain. Dengan balutan busana modifikasi yang modern namun tetap mengangkat unsur tradisional, penampilan tersebut berhasil menambah semarak suasana malam Festival Literasi di ajang pameran tersebut.(Tim DKIP/Perpusap)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melakukan foto bersama Pengurus KADIN Provinsi NTT dan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao usai Prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao Periode 2026-2031.

Pemkab Rote Ndao Dukung Penguatan Peran KADIN Melalui Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Periode 2026–2031

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Ricky Baa pada Jumat, 24 April 2026. Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melakukan foto bersama Pengurus KADIN Provinsi NTT dan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao usai Prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao Periode 2026-2031.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melakukan foto bersama Pengurus KADIN Provinsi NTT dan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao usai Prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao Periode 2026-2031.

Pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 yang digelar di Hotel Ricky Baa pada Jumat, 24 April 2026 menjadi agenda penting dalam upaya memperkuat kolaborasi pembangunan ekonomi di daerah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Direktur Eksekutif KADIN Kabupaten Rote Ndao Mersi Seubelan, Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Kristofel Samara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan tersebut, KADIN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Boby Liyanto, MM, MBA, secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru KADIN Kabupaten Rote Ndao. Dalam prosesi tersebut, Simson Polin dikukuhkan sebagai Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao untuk masa bakti 2026–2031.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan mandat organisasi dalam memperkuat peran sektor usaha sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. Kehadiran KADIN diharapkan mampu menjadi wadah strategis yang menjembatani kepentingan pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Suasana Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten Rote Ndao di Hotel Ricky, Baa.
Suasana pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Ricky Baa, Jumat (24/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan. Ia menekankan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi Kabupaten Rote Ndao.

“Amanah ini merupakan kepercayaan besar untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berharap KADIN tidak hanya menjadi mitra pemerintah, tetapi juga tampil sebagai motor penggerak dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan globalisasi, dinamika ekonomi, dan tuntutan transformasi digital menuntut kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta.

Suasana pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Ricky Baa, Jumat (24/4/2026).
Suasana pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Ricky Baa, Jumat (24/4/2026).

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan KADIN Rote Ndao, diharapkan berbagai tantangan pembangunan ekonomi dapat dihadapi melalui peningkatan investasi, pengembangan potensi unggulan daerah, serta penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Bupati juga mengajak KADIN untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah, mendorong semangat kewirausahaan, serta meningkatkan daya saing produk-produk unggulan Rote Ndao di tingkat regional maupun nasional.

Momentum pelantikan ini menjadi awal langkah bersama dalam membangun ekonomi Rote Ndao yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao optimistis, melalui kemitraan yang solid dengan KADIN, pembangunan ekonomi daerah akan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*(PPID Utama_ DKISP Rote Ndao)

Peserta Musrenbang RKPD bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Forkompimda

Musrenbang RKPD Rote Ndao 2027: Tiga Arah Kebijakan Jadi Prioritas Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daeeah (RKPD) Tahun 2027, Rabu, 24 April 2026. Mengusung tema, penguatan daya saing daerah melalui peningkatan kualitas SDM, ekonomi bernilai tambah dan infrastruktur berkelanjutan.

Peserta Musrenbang RKPD bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Forkompimda
Peserta Musrenbang RKPD bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Forkompimda

Musrenbang dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH di tandai pemukulan gong.

Musrembang dihadiri Forkompimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly, MM, pimpinan dan anggota DPRD Rote Ndao, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok difabel, Anggota TBUPP, pimpinan BUMD dan para camat se-Kabupaten Rote Ndao.

Forum musrenbang membahas program prioritas daerah seperti penurunan stunting, pembangunan infrastruktur pulau terluar, dan penguatan ekonomi lokal. Hasil kesepakatan akan menjadi dasar penyusunan RKPD 2027.

Pertumbuban ekonomi daerah menunjukan hasil yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 7,9 persen pada tahun 2025.

Capaian ini, kata Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, mencerminkan adanya aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.

” Tantangan kita adalah memastikan agar manfaat pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bupati Rote Ndak Paulus Henuk.

Musrenbang RKPD Kabupaten Rote Ndao Tahun 2027.
Musrenbang RKPD Kabupaten Rote Ndao Tahun 2027.

Dalam konteks perencanaan daerah, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 diarahkan pada tiga fokus besar yakni penguatan SDM unggul dan berdaya saing, transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkeadilan.

Dalam kemitraan dengan DPRD, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Deny Moy, ST mengatakan, pimpinan dan anggota DPRD berkomitmen untuk terus mengawal seluruh tahapan pada setiap tingkatan musrenbang. Pihaknya mendukung kegiatan pembangunan daerah berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.*(PPID Utama_DKISP Rote.Ndao)

 

IMG-20260424-WA0043

Peringati Hari Malaria Sedunia, Rote Ndao Bergerak Lawan Malaria dari Desa Faifua

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan kampanye eliminasi malaria dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (24/4) sekitar pukul 10.00 WITA, bertempat di Eagle School, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao Apremoy Dudelusi Dethan,Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao Maria Isabela, Danposal Letda Laut (E) Totok Budiono, Sekcam Rote Timur Mat Yonathan Poy, perwakilan Kapolsek Rote Timur Aipda Samuel E. Bolla, serta Kepala Desa Faifua Maksianus Tari.

Wakil Bupati Rote Ndao saat membuka kegiatan kampanye eliminasi malaria dalam rangka memperingati Hari Malaria Seduni

Acara diawali dengan pembukaan oleh, dilanjutkan laporan panitia terkait teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Wakil Bupati Apremoy Dudelusi Dethan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, serta dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Oleh karena itu, kampanye ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanganan malaria.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Faifua,” ujarnya.

Foto bersama Wakil Bupati Rote Ndao bersama Kadis Kesehatan bertempat di kelas Eagle School

 

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan obat-obatan kepada masyarakat serta pemeriksaan malaria oleh tim kesehatan dari Puskesmas Eahun. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kasus malaria sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pemerintah daerah berharap upaya ini dapat mendukung percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

 

Desain tanpa judul (2)

Pemkab Rote Ndao Dorong Pembentukan Tim Proyek K-SIGN dan Percepatan Universal Coverage BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi ekonomi daerah serta peningkatan perlindungan tenaga kerja melalui dua agenda strategis yang dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026).

Bertempat di Hotel Harper Kupang, Bupati Paulus Henuk bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur menghadiri pertemuan dengan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pertemuan ini membahas pembentukan tim terpadu serta tim persiapan pengadaan tanah untuk proyek K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao.

Foto bersama Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao bersama Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Forkopimda

Dalam forum tersebut, disepakati pentingnya percepatan proses pengadaan tanah yang dilakukan secara cepat, transparan, dan berkeadilan. Proyek K-SIGN dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada industri garam, tetapi juga menjadi pendorong utama transformasi ekonomi di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, menarik investasi, serta memperkuat ekonomi lokal.

Selain itu, pelaksanaan proyek tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai adat, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat. Pemerintah menegaskan pentingnya koordinasi yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat agar Kabupaten Rote Ndao dapat berkembang menjadi pusat industri garam nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah NTT.

Usai agenda tersebut, pemerintah daerah melanjutkan pertemuan dengan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Wawan Burhanuddin, bersama jajaran. Pertemuan ini membahas rencana program kerja tahun 2026, khususnya dalam rangka percepatan Universal Coverage BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao saat melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT

Pemerintah menilai perlindungan tenaga kerja sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, sinergi terus didorong agar seluruh pekerja, baik formal maupun informal, dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi para pekerja, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) dan perwakilan instansi vertikal.

Pemkab Rote Ndao dan IESR Bahas Potensi Pemanfaatan Energi Terbarukan Dukung NTT NZE 2050

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menggelar audiens membahas terkait potensi pemanfaatan Energi Terbarukan (ET), Kamis (23/04/2026). Termuat dalam program Net-Zero Emission 2050 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT NZE) dengan tujuan Provinsi NTT mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050.

Berdasarkan kajian IESR, potensi sumber daya Energi Terbarukan di NTT mencapai 388.210 Mega Watt (MW). Sementara realisasi pemanfaatannya baru 52,33 MW atau 8,75 persen.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) dan perwakilan instansi vertikal.
Jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) dan perwakilan instansi vertikal.

Di Kabupaten Rote Ndao, IESR mengidentifikasi potensi Energi Terbarukan dengan total kapasitas teknis mencapai 2.686,32 MW. Potensi tersebut terdiri dari energi angin darat (onshore) sebesar 1.036 MW berada di lima lokasi, energi angin laut (offshore) sebesar 1.456 MW di satu lokasi, serta energi surya terapung (floating PV) sebesar 194,32 MW di dua lokasi.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melalui Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Petson Hangge, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IESR dalam pengenalan program NTT NZE 2050. Menurutnya, hal ini membuka ruang kolaborasi untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis energi terbarukan di Kabupaten Rote Ndao, sejalan dengan visi-misi pembangunan daerah “Mbule Sio”.

Ia menambahkan, kebutuhan energi di masa depan akan terus meningkat, terutama  mendukung Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang diperkirakan membutuhkan pasokan listrik hingga 5 MW. “ Sehingga pengembangan Energi Terbarukan menjadi strategi yang sangat bermanfaat. Program ini mendorong transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ucap Bupati Paulus Henuk lewat sambutan yang disampaikan Plt. Asisten I Petson Hangge.

Audiens antara Pemkab Rote Ndao dan IESR terkait potensi pemanfaatan negeri Terbarukan program Net-Zero Emission 2050 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Audiens antara Pemkab Rote Ndao dan IESR terkait potensi pemanfaatan Energi Terbarukan Program Net-Zero Emission 2050 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Manager Program NTT NZE 2050 Muhammad Maghribul Falah menjelaskan, bahwa NTT memiliki potensi sumber daya alam yang besar, dari Energi Terbarukan seperti matahari, angin, dan gelombang laut sebagaimana kajian IESR.

“Kehadiran Energi Terbarukan sangat vital untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi. Melalui audiensi ini, diharapkan ada pemahaman bersama agar implementasi Energi Terbarukan dapat berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Audiens dipandu Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao Maraden A. Patola, ST, M,Sc dan diikuti perwakilan BPS Rote Ndao, PLN ULP Rote Ndao dan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-04-23 at 15.05.22 (1)

Dukung Transformasi Ekonomi Desa, Pemprov NTT Gelar Bimtek Pengolahan Gula Semut di Rote Ndao

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan gula semut di Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kamis (23/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi ekonomi desa serta penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Sambutan Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao

Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini juga dirangkaikan dengan pameran produk ekonomi kreatif masyarakat desa. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan produk turunan nira menjadi gula semut, sekaligus memperkuat strategi promosi produk unggulan desa agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.

Dalam sambutan Bupati Rote Ndao yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao,Regina Kedoh disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian dan komitmennya dalam mendorong percepatan pembangunan berbasis desa.

“Pembangunan berbasis desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang secara mandiri,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Foto Bersama Kadis Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTT, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao, Plt. Kadis PMD Kab. Rote Ndao dengan peserta Bimtek Gula Semut di Desa Lalukoen

Kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT, yaitu “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” khususnya dalam pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain itu, program ini turut mendukung visi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa,” yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan desa mandiri.

Pemerintah daerah mengakui bahwa tantangan pembangunan di wilayah desa masih cukup kompleks, mulai dari kemiskinan, stunting, keterbatasan infrastruktur, hingga akses ekonomi yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat.

Adapun beberapa fokus utama dalam kegiatan ini meliputi pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, intervensi sosial dan kesehatan, pengembangan inovasi desa, penguatan tata kelola, serta intervensi berbasis masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Lalukoen juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan kawasan baru, khususnya untuk pengembangan pariwisata serta memperkuat integrasi pembangunan wilayah. Hal ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Kabupaten Rote Ndao kepada masyarakat luas.

Di akhir sambutan, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, memanfaatkan kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring demi pengembangan desa ke depan.

Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTT, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, Plt. Kadis PMD Kabupaten Rote Ndao, Kabid Indusri Koperindag Kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Camat Rote Barat Daya dan Kepala Desa Lalukoen.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi desa, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Rote Ndao.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)