Maneleo koordinator suku Sabala’e, David Baba dikukuhkan oleh Bupati Rote Ndao Drs. Leonar Haning, MM selaku Maneleo Ina Huk di Dusun Oeno, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Sabtu (21/2/2016)
Ferdi Tanoni Melakukan Pertemuan Dengan Bupati Rote Ndao, Para Camat, Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao
Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni melakukan pertemuan dengan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM, para Camat, Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten dan pimpinan SKPD lingkup Pemda Rote Ndao di Aula rumah Jabatan Bupati, Jumat (20/5/2016).
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 Tingkat Kabupaten Rote Ndao
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108 pada Jumat, 20 Mei 2016, tingkat Kabupaten Rote Ndao, dengan tema “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata dan Berkarakter”.
Dalam upacara Harkitnas ini Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan upacara di halaman depan Kantor Bupati Rote Ndao, yang bertindak selaku Inspektur upacara adalah Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun,S.Pd, yang dihadiri oleh semua Forkopimda Rote Ndao, Prajurit TNI/POLRI, Pol. PP, para PNS Lingkup Pemda Rote Ndao, para Pelajar SMA Negeri 1 Lobalain.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika yang dibacakan oleh Wakil Bupati Rote Ndao yang mengatakan bahwa salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik , memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.
Perjuangan Boedi Oetomo yang dipimpin oleh Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo tersebut kemudian dilanjutkan oleh kaum muda pada tahun 1928 yang kemudian melahirkan Soempah Pemoeda. Dan melalui perjuangan yang tak kenal lelah akhirnya kita dapat memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, kita bangsa Indonesia telah berjanji dan berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun.
NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 kmpersegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalime dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen terhadap NKRI ini penting saya tegaskan kembali pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu, kita juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, misalnya, terutama yang terjadi pada generasi yang masih sangat belia, adalah satu dari beberapa permasalahan kultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan. Lagi-lagi, medium baru teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik posisif maupun negatif, secara cepat dan massif.
Ketika berbicara tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital tersebut, kita juga menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. Potensi pergaulan dan kerja sama saling menguntungkan akibat relasi dengan dunia internasional tumbuh makin intens, tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Tantangan-tantangan baru yang muncul di depan kita tersebut memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan. Tentu kita tidak ingin kedodoran dalam menjaga NKRI akibat terlambat mengantisipasi kecepatan dan meluasnya anasir-anasir ancaman karena tak tahu bagaimana mengambil bersikap dalam konteks dunia yang sedang berubah ini.
Oleh sebab itu saya memandang penting tema “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter“ yang diangkat untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.
Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut.
Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter kitalah terletak kunci untuk memenangkannya.
Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.
Untuk saudara-saudaraku yang diberi amanat Allah untuk mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan, saya mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.
Proklamator dan presiden pertama RI, Ir Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karakter bangsa. Menurut Beliau “membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya”.
Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno berpesan bahwa “Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua.”
Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat Trisakti: berclaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini lnsya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, yaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah internasional.
Rapat Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Provinsi NTT Semester I Tahun 2016 Ditutup
Rapat pemutahiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi NTT Semester I Tahun 2016 yang telah berlangsung dari tanggal 16-18 Mei 2016 telah ditutup oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM, Rabu (18/5/2016) di Aula Auditorium Ti’i Langga.
Wagub Buka Rapat Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Provinsi NTT Semester I
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs Benyamin Litelnoni, M.Si membuka kegiatan Rapat Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Provinsi NTT Semester I Tahun 2016 pada pemerintah Kabupaten/ Kota se-NTT, bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Minggu (15/5/2016).
Gubernur NTT Meresmikan Pemberian Nama 10 Pulau di NTT
Gubernura Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya, bersama Forkopimda NTT, Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM, Wakil Bupati Jonas Lun,S.Pd, Wakapolres Rote Ndao, Assisten 2 Setda Rote Ndao, dan beberapa kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kab. Rote Ndao, Sabtu (14/5/2016) mengunjungi pulau Usu di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao untuk meresmikan pemberian nama 10 pulau-pulau kecil yang ada di NTT.
Sosialisasi Dana Desa dan Transfer ke Daerah
Sosialisasi Dana Desa dan Transfer ke Daerah yang dilaksanakan di Auditorium Ti’i Langga, Jumat (13/5/2016) yang dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM, Wakil Bupati Jonas Lun, S.Pd, para Asisten, Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan para Kepala Desa se-Rote Ndao.
Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Kunjungi Rote
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Budiarso Teguh Widodo, bersama rombongan didampingi anggota DPD RI Asal NTT Adrianus Garu mengunjungi Kabupaten Rote Ndao, Kamis (12/5/2016).
KAKANKEMENAG ROTE NDAO LECEHKAN LEMBAGA ADAT ROTE NDAO
Setda,– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Mikhael Pah, S.Ip pada kegiatan Musyawarah Tokoh Agama tingkat Kabupaten Rote Ndao, selasa, 3 Mei 2016 lalu memberikan pernyataan yang melecehkan terhadap kapasitas maneleo khususnya keterlibatan para maneleo dalam berbagai agenda penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dijalankan oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM yang menyatakan bahwa “ Kehadiran Maneleo pada saat pelantikan pejabat di Rote Ndao tidak perlu karena dalam aturan, yang perlu hadir pada saat pelantikan hanya satu orang rohaniwan, saksi, orang yang melantik dan orang yang dilantik. Sedangkan kehadiran maneleo dalam kegiatan tersebut dimaksudkan untuk sebagai apa.”
Jonan Resmikan 3 Pelabuhan Penyeberangan dan 6 Pelabuhan Laut Penghubung Kepulauan di NTT
Atapupu. Menhub Ignasius Jonan meresmikan secara serentak 3 pelabuhan penyeberangan dan 6 pelabuhan laut penghubung dan perekat kepulauan terluar, terdepan dan perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (8/5), di Pelabuhan Atapupu, NTT.










