Setda,– Upacara peringatan detik-detik Proklamasi tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2016 direncanakan berlangsung di pulau Landu, Desa Landu Kecamatan Rote Barat Daya bakal meriah dengan pengibaran 12.000 bendera merah putih di pulau tersebut. Ribuan bendera merah putih itu akan dipasang bertiangkan bambu maupun tiang – tiang pancang yang telah dipersiapkan lima hari menjelang Hari Ulang Tahun ke-71 Republik Indonesia, 17 Agustus 2016.
Pacuan Kuda Piala Bergilir Bupati Rote Ndao
Bupati Rote Ndao, Drs. Leonar Haning, MM membuka kegiatan lomba Pacuan Kuda piala bergilir Bupati Rote Ndao tahun 2016 di dusun Polobongon, Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Selasa (09/08/2016).
Peringatan HANI di Rote dikemas dalam Pagelaran Seni Budaya
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016 ini sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap permasalahan narkoba didunia yang belum dapat diselesaikan dan hanya dapat ditahan, sehingga sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
30 Siswa Terpilih Sebagai Paskibraka Tahun 2016
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Rote Ndao, Drs. Melyanus Mandala mewakili Bupati Rote Ndao, membuka diklat Paskibraka tahun 2016 di Aula Hotel Videsi Baa, Rabu (3/8/2016).
PLMG KAPASITAS 5 MW DIBANGUN DI ROTE
Suara Rote,— Pembangkit Listrik Mesin Gas ( PLMG ) kapasitas 5 Mega Watt ( MW ) direncanakan akan dibangun di Dusun Beuoe, Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao tahun 2017 mendatang dengan titik koordinatnya 10’40’17 10”S dan 123’6’32.85E. Sementara tanah yang butuhkan untuk pembangunan PLMG adalah kurang lebih 10 Ha.
Rekomendasi Hasil Pertemuan Bupati dengan Tokoh Agama
Rekomendasi hasil pertemuan antara Bupati Rote Ndao dengan para Tokoh agama se-Kabupaten Rote Ndao, trekait penegakkan dispilin dan penjatuhan hukum displin berat dan pembangkangan terhadap Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Festival Kidung Pujian Gerejawi 2016
Bupati Rote Ndao, Drs. Leonar Haning membuka Festival Kidung Pujian Gerejawi 2016 bertempat di Gereja Pos Pelayanan Alukama Sambuku, Selasa 26/7/2016.
Tidak ingin puluhan PNS dipecat, Bupati Minta Pendapat Toga
Puluhan Aparat Sipil Negara Lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berhadapan dengan kenyataan pahit, akibat pelanggaran yang mereka lakukan selama ini membuat mereka terancam dipecat sebagai ASN.
RTS EMBAN VISI PEMULIHAN
Suara Rote,– Dengan mengemban visi pemulihan Raising The Standart ( RTS ) merupakan suatu acara pelayanan rohani bagi pemuda remaja untuk mencegah dan memulihkan orang muda dari pengaruh pergaulan bebas, narkoba, pornografi, alcohol dan penyakit social lainnya yang berkembang di tengah masyarakat sebagai akibat dari globalisasi dan kemajuan teknologi informatika. Dengan digelarnya kegiatan RTS diyakini bahwa Tuhan sedang melaksanakan rencana pemulihannya bagi setiap pribadi, keluarga, gereja bangsa dan Negara dimulai dari pemulihan generasi muda yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
“Dewasa ini bangsa kita diperhadapkan pada berbagai persoalan yang dapat mengancam integritas bangsa yaitu merebaknya penyakit social seperti pronografi, tingginya angka kriminalitas, pemakaian obat-obat terlarang, seks bebas serta perilaku menyimpang lainnya yang melanggar morelitas dan etika,” kata Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelisu Lun, S.Pd saat membuka seminar Raising Tha Standart di gedung pertemuan Narwastu- Lekioen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, selasa, ( 26/7/16 ).
Dikatakan Wakil Bupati, kegiatan yang dilaksanakan sangatlah penting karena menyngkut dengan kepentingan masa depan bangsa dan Negara. “ Karena apa? Karena pemuda adalah penerus harapan bangsa dimasa depan. Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita sekalian untuk bertanggungjawab terhadap pekembangan mereka baik fisik maupun spiritual,” lanjut Wabup Lun.
Lebih lajut Wabup mengatakan Raising The Standard juga merupakan manifestasi kasih Allah melalui kepedualian social kerohanian bagi umat Tuhan di Rote Ndao. “ Saya selaku Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim dari Jakarta dan panitia yang telah memprakarsai kegiatan ini, saya percaya dalam Tuhan jeripayah kita tidak sia-sia,” sambungnya.
Diakhir sambutannya beliau mengharapkan dukungan doa dari Tim RTS dan seluruh hamba-hamba Tuhan bagi Pemerintah Daerah Rote Ndao dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sehingga segala tugas an tanggungjawab yang dilaksanakan dapat membawa perubahan yang berdampak positif bagi penignkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim RTS Jakarta, Pendeta Pembantu Cristian Tamtama,S,Th, MA mengatakan anak-anak adalah harapan bangsa. “Suatu Negara bisa maju karena pemudanya memenuhi standart etika, moral dan spiritual yang berkualitas dan tidak mudah terjerumus kedalam berbagai hal yang akan merusak masa depan diri, keluarga dan bangsa ,” ujar Pendeta Cristian.
Menurutnya, dalam survey kepda 4.500 remja yang digelar oleh Komisi Perlindungan Anak di 12 kota besar pada tahun 2009 menunjukan bahwa 97 persen remaja mengaku pernah menonton film porno, 93,7 persen pelajar SMP dan SMA mengaku pernah berciuman, 62,7 persen remaja SMP mengaku tidak perawan lagi bahkan 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi
“melihat kondisi yang memprihatinkan ini kami Tim dari GBI Kemayoran Jakarta terpanggil untuk memulihkan generasi muda dari hal-hal negative melalui kegiatan seminar Raising The Standart ini agar para pelajar memiliki kemampuan untuk menjaga dan meningkatkan standart kehidupan yang bersepadan dengan firman Tuhan dalam hal kekudusan dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan,” kata Pendeta Christian.
Dia menjelaskan kegiatan seminar yang berlangsung selama dua hari akan menghadirkan 2000 pelajar SMP dan SMA dari delapan sekolah yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. “ Kita berharap kegiatan berjalan baik karena campur tangan Tuhan,” kata Pendeta Christian.
BUPATI BUKA LOMBA PACUAN KUDA CHARLIE LIAN CUP II
Rote Selatan,–Setiap daerah mempunyai budaya atau tradisi dalam kehidupannya yang terpelihara turun temurun. Masyarakat Rote Ndao yang juga merupakan suatu komunitas etnis memiliki budaya dan tradisi salah satunya pacuan kuda. Pacuan kuda mesti terus dilombakan agar budaya ini tidak hilang tapi terus ada dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.










