Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berfoto bersama denganb latar Tambak Garam K-SIGN.

Kunjungan Tiga Menteri dan Komisi IV DPR di Rote Ndao, Meninjau Perkembangan K-SIGN

Kabupaten Rote Ndao mendapat kunjungan dari tiga Menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Kamis (30/07/2026). Kunjungan ini dalam rangka meninjau progres pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko.

Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berfoto bersama denganb latar Tambak Garam K-SIGN.
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berfoto bersama dengan latar Tambak Garam K-SIGN.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Forkopimda menyambut rombongan saat tiba di Bandara D.C. Saudale, Ba’a. Ditandai dengan prosesi penyematan Topi Ti’i Langga dan Selimut Rote.

Usai penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio untuk melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengembangan kawasan tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan nasional melalui pengembangan industri garam yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa PDT Yandri Susanto melihat papan informasi K-SIGN.
Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa PDT Yandri Susanto melihat papan informasi K-SIGN.

Di lokasi K-SIGN, rombongan yang dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan melihat secara langsung perkembangan pembangunan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri garam nasional. Menko Pangan mengungkapkan, bahwa keberadaan K-SIGN  memberikan manfaat besar bagi masyarakat NTT dan Rote Ndao.

“ K-SIGN memberikan dampak yang besar bagi kemakmuran rakyat NTT pada umumnya dan khususnya Kabupaten Rote Ndao. Tolong K-SIGN ini dijaga dengan baik. Kalau ada apa-apa harus dibicarakan. Proyek ini untuk kita. Pesan Bapa Presiden, kalau garam ini kita produksi sendiri maka yang menikmati hasilnya tentu kita,” ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Di sela-sela peninjauan, Menko Pangan bersama Menteri Desa dan PDT juga menandatangani Testimoni Pembangunan K-SIGN Rote Ndao sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut.

Mengenakan Topi Ti’I Langga dan Selimut Rote saat penyambutan rombongan Menko Pangan di Bandara D. C. Saudale - Rote, Kamis (30/07/2026).
Mengenakan Topi Ti’I Langga dan Selimut Rote saat penyambutan rombongan Menko Pangan di Bandara D. C. Saudale – Rote, Kamis (30/07/2026).

Dalam pesannya, Menko Pangan menuliskan, “Proyek ini untuk kemakmuran rakyat NTT, mari rawat bersama,” sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan mendukung keberlanjutan pembangunan K-SIGN. Sementara Menteri Desa PDT Yandri Susanto menulis “ Garam Rakyat, Bangun Desa. Desa Bangun Indonesia”.

Setelah menyelesaikan agenda peninjauan, rombongan kembali menuju Bandara D.C. Saudale untuk melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Timur.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026.

Sebulan Penuh Agustus 2026, Pemkab Rote Ndao Gelar Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026”.

Kegiatan ini akan berlangsung sepanjang bulan Agustus dan dipusatkan di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Kota Ba’a. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Ceremonial Pembukaan pada 1 Agustus 2026, yang ditandai dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) sebagai ungkapan syukur sekaligus doa bersama bagi bangsa dan daerah. KKR juga akan kembali digelar pada 31 Agustus 2026 sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Semarak HUT RI Ke-81.

Selama satu bulan penuh, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan yang menggabungkan unsur pembangunan, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, olahraga tradisional, pendidikan, pelayanan publik hingga hiburan rakyat.

Sebulan Penuh Agustus 2026, Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026.
Sebulan Penuh Agustus 2026, Pemkab Rote Ndao Gelar Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81.

Beragam kegiatan akan tersaji menarik selama sebulan penuh penyelenggaraan Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026, di antaranya:

  1. Pameran & Karnaval Pembangunan
  • Menampilkan Pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Rote Ndao.
  1. Expo UMKM
  • Produk Unggulan.
  • Kuliner Rote.
  1. Lomba dan Festival
  • Festival Budaya Rote Malole.
  • Festival Tunas Bahasa Ibu.
  • Tarian Kreasi Anak.
  • Line Dance Kategori Umum.
  • Foti, Cerdas Cermat dan Tuturan Adat.
  • Tarik Tambang dan Panjat Pinang.
  • Rote Mengajar.
  1. Panggung Hiburan
  • Pertunjukan Seni dan Budaya dari Desa dan Sekolah.
  • Pertunjukan Musik.
  • Hiburan Rakyat.
  1. Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)
  • Dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 sebagai pembukaan rangkaian kegiatan dan 31 Agustus 2026 pada penutupan Semarak HUT RI Ke-81.
  1. CKG (Cek Kesehatan Gratis)
  • Pelayanan kesehatan gratis di Stan Dinas Kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengajak seluruh masyarakat untuk bersama hadir dan memeriahkan Sebulan Penuh Agustus 2026 Semarak HUT Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Sosialisasi Penggunaan Inovasi Tulu Fali

Inovasi Tulu Fali Perkuat Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Ba’a – Sebagai implementasi nyata dari komitmen Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menerapkan Inovasi Tulu Fali sebagai model tata kelola pembangunan yang mengintegrasikan seluruh program penanggulangan kemiskinan secara terpadu, kolaboratif, dan berbasis data. Tulu Fali, yang dalam bahasa Rote berarti “Tolong Menolong”, menjadi semangat bersama dalam membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Sosialisasi Penggunaan Inovasi Tulu Fali
Sosialisasi Penggunaan Inovasi Tulu Fali

Inovasi Tulu Fali dibangun atas keyakinan bahwa kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah atau melalui satu program saja. Oleh karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong untuk bekerja secara terpadu melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang terintegrasi sehingga setiap intervensi pemerintah saling melengkapi dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui inovasi ini, berbagai program pemerintah diarahkan untuk mendukung empat strategi utama penanggulangan kemiskinan, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan, serta memperluas kesempatan kerja. Seluruh kebijakan dirancang berdasarkan data yang akurat sehingga setiap intervensi benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui dua regulasi strategis yang menjadi landasan implementasi Inovasi Tulu Fali.

Pertama, Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 23 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Perluasan Kesempatan Kerja Lokal di Kabupaten Rote Ndao. Peraturan ini mewajibkan setiap pekerjaan konstruksi atau proyek infrastruktur yang dibiayai oleh pemerintah untuk mempekerjakan paling sedikit 70 persen tenaga kerja lokal. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap rupiah belanja pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan perekonomian lokal.

Kedua, Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 15 Tahun 2026 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban serta Monitoring dan Evaluasi Bantuan Sosial. Regulasi ini mengatur agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dengan menetapkan bahwa sekurang-kurangnya 70 persen penerima bantuan sosial diprioritaskan berasal dari rumah tangga pada Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kebijakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Pelaksanaan Inovasi Tulu Fali didukung oleh pemanfaatan data terpadu yang menghimpun informasi keluarga, individu, kependudukan, serta berbagai program bantuan lintas perangkat daerah. Integrasi data tersebut memungkinkan pemerintah melakukan perencanaan yang lebih akurat, menghindari tumpang tindih bantuan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Perwakilan perangkat daerah saat mengikuti sosialisasi Inovasi Tulu Fali
Perwakilan perangkat daerah saat mengikuti sosialisasi Inovasi Tulu Fali

Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao menjelaskan bahwa Inovasi Tulu Fali merupakan wujud transformasi tata kelola pembangunan yang mengedepankan prinsip kolaborasi, integrasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Melalui inovasi ini, seluruh perangkat daerah diarahkan untuk bekerja dengan sasaran yang sama sehingga setiap program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

Dengan dukungan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, regulasi yang kuat, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Inovasi Tulu Fali diharapkan menjadi motor penggerak percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao. Semangat Tulu Fali (Tolong Menolong) menjadi fondasi bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kerja bersama, saling membantu, dan saling menguatkan demi mewujudkan masyarakat Rote Ndao yang lebih sejahtera. (Baperida RN)

 

 

Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao Jonas M. Selly saat memimpin apel terakhir jelang masa purna bakti sebagai ASN.

Pimpin Apel Terakhir Jelang Purna Tugas, Sekda Jonas M. Selly : Semangat Kolaborasi Membangun Rote Ndao

Suasana haru menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (27/7/2026), saat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Jonas M. Selly, memimpin apel kekuatan terakhir sebelum mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara. Setelah lebih dari satu dekade mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah, Jonas akan memasuki masa purna tugas dengan meninggalkan pesan-pesan penting tentang kepemimpinan, kolaborasi, disiplin, dan Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pemerintah.

Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao Jonas M. Selly saat memimpin apel terakhir jelang masa purna bakti sebagai ASN.
Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao Jonas M. Selly saat memimpin apel terakhir jelang masa purna bakti sebagai ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Jonas menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilaluinya bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Ia juga menitipkan sejumlah pesan kepada seluruh ASN.

Dalam arahannya Jonas juga memberikan sejumlah arahan terkait pelaksanaan tugas pemerintahan. Mengingat bulan Juli merupakan akhir dari bulan pertama pada Triwulan III Tahun Anggaran 2026, ia meminta seluruh perangkat daerah segera mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam arahannya, Jonas juga menekankan pentingnya disiplin sebagai modal utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menutup arahannya, Jonas mengajak seluruh ASN menjaga soliditas organisasi. Ia mengingatkan bahwa dalam pemerintahan tidak ada ruang sikap saling berseberangan. Selain itu ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas semua kerja sama dan kolaborasi yang pernah terjalin selama masa kepemimpinannya.

Foto bersama Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao Jonas M. Selly dengan para asisten dan kepala perangkat daerah usai memimpin apel terakhir jelang masa purna bakti sebagai ASN.
Foto bersama Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao Jonas M. Selly dengan para asisten dan kepala perangkat daerah usai memimpin apel terakhir jelang masa purna bakti sebagai ASN.

Apel kekuatan tersebut menjadi momen penuh makna yang menandai akhir perjalanan kepemimpinan Jonas M. Selly sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao. Lebih dari sepuluh tahun pengabdiannya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah, meninggalkan pesan tentang kepemimpinan yang mengedepankan disiplin, kolaborasi, dan kepedulian terhadap kesejahteraan ASN sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.

Pemkab Rote Ndao dan Undana Kolaborasikan Penanganan Kemiskinan dan Stunting di Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Tim PKM Undana menggelar Rapat Kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan, Jumat (24/07/2026), berlangsung di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Rapat dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Tim Guru Besar Undana yang dipimpin Prof. David Pandie dan dihadiri pimpina perangkat daerah.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama Tim Guru Besar Undana dalam rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, penanganan kemiskinan dan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat agar melahirkan inovasi dan strategi yang tepat sasaran.

“ Mudah-mudahan dari riset yang dilakukan oleh Undana, kita bisa menemukan data dan fakta serta langkah perbaikan yang harus dilakukan, sehingga relevan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan penurunan angka kemiskinan minimal 2 persen setiap tahun. Sementara laju pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai 7,9 persen.

Rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance ini dalam rangkaian Kegiatan PKM Tahun 2026.
Rapat kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance ini dalam rangkaian Kegiatan PKM Undana Tahun 2026.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Undana yang telah mengambil bagian dalam menyelesaikan sejumlah persoalan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao melalui kegiatan PKM. Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap setiap masukan sebagai bagian dari gerakan Mai Fali E,  sebuah gerakan untuk memberi hati dan pikiran untuk Rote Ndao. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting sebagai investasi bagi generasi penerus.

“Semoga pengabdian dan riset yang dilakukan ini berdampak positif bagi Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama usai Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.

Sidang II DPRD Rote Ndao Ditutup, Pemda dan DPRD Teguhkan Sinergi Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama DPRD Kabupaten Rote Ndao resmi menutup rangkaian Sidang II DPRD Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, Kamis (23/7). Sidang ditutup setelah disepakatinya dan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD atas komitmen, dedikasi, dan kerja sama yang telah terjalin selama proses pembahasan hingga penetapan Peraturan Daerah tersebut.

Bupati Paulus Henuk,SH saat memberikan sambutan pada Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.
Bupati Paulus Henuk,SH saat memberikan sambutan pada Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.

Bupati menegaskan bahwa penetapan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan amanat konstitusi sekaligus bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat atas pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan daerah selama satu tahun anggaran.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa seluruh masukan, kritik, saran, dan rekomendasi yang disampaikan DPRD akan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta pertanggungjawaban APBD sehingga pengelolaan keuangan daerah semakin transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta penguatan kinerja aparatur yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.
Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.

Bupati turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari DPRD, pemerintah daerah, dunia usaha hingga seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis demi mewujudkan Transformasi Rote Ndao dalam bingkai Ita Esa.

Sementara itu, mewakili pimpinan DPRD, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, S.T., menyampaikan bahwa Sidang II DPRD Tahun 2026 yang dimulai sejak 23 Juni 2026 dan berakhir pada 23 Juli 2026 telah berjalan dengan baik melalui semangat kebersamaan dan kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Ia menjelaskan bahwa selama masa persidangan, DPRD bersama pemerintah daerah telah melakukan pembahasan serta konsultasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur guna memperoleh berbagai catatan korektif sebelum akhirnya menetapkan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Foto bersama usai Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.
Foto bersama usai Penutupan Sidang II DPRD Kab. Rote Ndao.

Atas keberhasilan tersebut, Denison Moy menyampaikan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati, jajaran birokrasi, serta seluruh anggota DPRD yang telah mendukung kelancaran seluruh rangkaian persidangan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persidangan terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan dan berharap hal tersebut dipahami sebagai bagian dari dinamika dalam proses demokrasi.

Penutupan Sidang II DPRD Kabupaten Rote Ndao menjadi penanda berakhirnya seluruh agenda persidangan sekaligus mempertegas komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif untuk terus menjaga kemitraan yang harmonis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel demi percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.

Pemkab Rote Ndao dan Undana Resmi Melaunching Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi melaunching kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (23/07/2026). Kegiatan bertema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Kabupaten Rote Ndao: Mewujudkan World Class–Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan” berlangsung mulai tanggal 23 sampai 26 Juli 2026 .

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan sambutan diacara Launching Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) Undana Kupang Tahun 2026.

Acara Launching dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, Wakil Rektor III Undana Dr. Rudy Rohi, SH,M.Si, unsur Forkompimda, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly, MM bersama para Asisten dan pimpinan perangkat daerah.

Hadir juga Tim Guru Besar Undana yakni Prof. David Pandie, Prof. Jimmy Pello, Prof. Roby Pellokila, Prof. Gemini Malelak dan Prof. Petrus Kase bersama para dosen dan mahasiswa.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk pun menyambut baik peluncuran PKM Undana di Kabupaten Rote Ndao, yang menurutnya sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Undana Kupang.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengatakan, riset yang dilakukan oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa Undana akan berdampak positif bagi pemerintah dan masyarakat Rote Ndao. Undana dinilai memahami betul permasalahan di NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao.

“ Kita tentu berharap riset yang dihasilkan dapat membantu mengatasi permasalahan seperti pengentasan kemiskinan, stunting serta ikut mengembangkan potensi daerah,” ucap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan desa memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuyk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bersama para Guru Besar Undana, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly dan unsur Forkompimda.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuyk, Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bersama para Guru Besar Undana, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly dan unsur Forkompimda.

Sementara itu, Wakil Rektor III Undana Kupang, Dr. Rudy Rohi, SH,M.Si, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao bersama jajaran atas penerimaan dan kemitraan yang terjalin dengan baik.

Menurutnya, kegiatan PKM merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen Undana sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Rote Ndao yang berkelanjutan.

PKM Undana melibatkan 53 pengabdi yang tergabung dalam 46 tim, terdiri atas 1 Tim Profesor/Guru Besar dan 45 Tim Dosen dari berbagai fakultas dan Program Pascasarjana. Total investasi program di Kabupaten Rote Ndao mencapai sekitar Rp.1,02 miliar, yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis hasil penelitian, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba'a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.

Bupati dan Wabup Rote Ndao Evaluasi Kebutuhan RSUD Ba’a, Prioritaskan Peningkatan Layanan Kesehatan

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Wakil Bupati Apremoi D. Dethan bertatap muka dengan manajemen RSUD Ba’a, Kamis (23/07/2026), guna mendengarkan langsung kondisi pelayanan kesehatan serta berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi rumah sakit.

Dalam dialog, manajemen RSUD Ba’a mengemukakan sejumlah usulan dan kebutuhan, di antaranya prasarana bangsal, rehabilitasi ruangan, fasilitas kesehatan, insentif tenaga kesehatan serta ketersediaan dokter.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba'a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan mengunjungi RSUD Ba’a dan mendengarkan kebutuhan pelayanan dari Manajemen RSUD.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan respon positif. Ia meminta semua usulan kebutuhan diinventarisasi dan disusun berdasarkan skala prioritas termasuk alat kesehatan (Alkes). ” Yang mengetahui kondisi keseluruhan RSUD tentu teman-teman dari RSUD. Karena itu, silahkan buat usulan. Tolong juga dalami semua permasalahan atau problem, terutama berkaitan dengan fasilitas, sarana prasarana dan keluh kesah pasien,” ucap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Bupati juga meminta komunikasi publik lewat Humas RSUD menyampaikan informasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta menginventarisasi kebutuhan alat kesehatan untuk diusulkan pada APBD Tahun 2027.

Ia menegaskan seluruh hasil telaahan agar segera disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah. ” Prinsipnya saya dan ibu wakil datang untuk mendengarkan apa permasalahan yang dihadapi. Dan kita selesaikan bersama. Data-data tersebut agar minggu depan sudah harus disampaikan. Kita pasti benahi. Tahun ini dan tahun depan saya yakin kita sudah bisa benahi. Masukan-masukannya sudah dicatat. Yang bisa dikerjakan kita kerjakan,” ucap Bupati Rote Ndao.

Manajemen RSUD Ba’a foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.
Manajemen RSUD Ba’a foto bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama tim yang solid dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran untuk menunjukkan prestasi dan kinerja terbaik. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk seraya menyampaikan rencana dukungan anggaran sebesar Rp. 1,5 Miliar untuk pengadaan ambulans dan alat kesehatan RSUD Ba’a.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Rote Ndao Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Menjadi Teladan bagi Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao resmi dibuka di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema Sayang Anak, Lindungi Bangsa Masa Depan” ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Klaster Nusa Lote Timur selaku Panitia Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Rote Ndao.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao, perwakilan pimpinan perangkat daerah, pengurus PPA, para mentor, orang tua, serta ratusan anak yang menjadi peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

“Tidak ada bangsa yang kuat tanpa ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Pusat Pengembangan Anak (PPA) tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga membentuk karakter melalui keteladanan.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk membantu anak-anak membangun mimpi dan cita-cita sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menyiapkan program *Rote Ndao Mengajar* yang melibatkan sekitar seratus relawan dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman, motivasi, dan kisah sukses kepada generasi muda.

Bupati Paulus Henuk saat memberikan sambutan membuka acara Hari Anak Nasional Tahun 2026
Bupati Paulus Henuk saat memberikan sambutan membuka acara Hari Anak Nasional Tahun 2026

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan PPA sehingga anak-anak memperoleh inspirasi mengenai berbagai profesi dan memahami bahwa kesuksesan harus dipersiapkan sejak dini.

Bupati juga meyakini bahwa pemimpin masa depan dibentuk sejak masa kanak-kanak yang merupakan periode emas dalam kehidupan.

Kepada anak-anak, Bupati berpesan agar mampu membedakan perilaku yang baik dan yang tidak baik, disiplin dalam belajar, serta mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026 kepada seluruh anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

“Hari ini kita sedang berinvestasi untuk masa depan anak-anak kita. Tanamlah bibit yang baik, berikan contoh yang baik, sehingga kita mampu melahirkan Generasi Emas Rote Ndao yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, mentor, pembimbing, dan pengelola PPA yang telah memberikan pendampingan kepada anak-anak. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan mengintegrasikan program Rote Ndao Mengajar dengan PPA agar kolaborasi tersebut semakin kuat dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter serta perkembangan psikologis anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian dalam acara Hari Anak Nasional adalah Orasi Anakyang disampaikan oleh perwakilan anak-anak. Dalam orasi tersebut disampaikan bahwa anak hebat tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui kebiasaan baik setiap hari. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, meniru perilaku orang tua dan orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, mereka membutuhkan sosok yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Kampanye Perlindungan Anak di Acara Hari Anak Nasional tingkat Kab. Rote Ndao Tahun 2026
Kampanye Perlindungan Anak di Acara Hari Anak Nasional tingkat Kab. Rote Ndao Tahun 2026

Setelah orasi, seluruh peserta anak mengikuti Kampanye Perlindungan Anak, di mana setiap anak maju menyampaikan pernyataan dan komitmennya mengenai pentingnya perlindungan terhadap hak-hak anak.

Ketua Panitia Pelaksana dari PPA Klaster Rote Timur, Hendra Nalenan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 melalui kolaborasi antara PPA, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan TP PKK Kabupaten Rote Ndao.

Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao
Foto bersama Bupati Rote Ndao usai pembukaan Acara Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kab. Rote Ndao

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai investasi terbaik bagi terwujudnya Generasi Emas Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen

Bupati Rote Ndao Tinjau Gudang Bulog, Dorong Peningkatan Penyerapan Beras dan Peralihan Status Bulog Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., melakukan peninjauan Gudang Bulog Rote Ndao di Kompleks Pergudangan Sanggaeoen, selasa (21/07/2026). Kunjungan ini guna memantau penyerapan beras hasil panen petani oleh Bulog Rote sekaligus dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah.

Hingga Juli 2026, Bulog Rote Ndao telah menyerap lebih dari 1.491 ton gabah, meningkat dari posisi 1.268 ton pada Juni 2026. Penyerapan dilakukan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp12.000 per kilogram untuk hasil musim tanam pertama. Sementara itu, musim tanam kedua masih akan berlangsung sehingga potensi penyerapan diperkirakan terus meningkat. Sementara secara keseluruhan, penyerapan gabah oleh Bulog di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mencapai sekitar 7.000 ton.

Bupati Paulus Henuk mengapresiasi peningkatan penyerapan tersebut yang dinilai sebagai hasil sinergi yang baik antara Bulog dan Pemkab Rote Ndao. Menurutnya, kerja sama yang dilakukan secara lebih masif pada tahun ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi dan penyerapan gabah di Rote Ndao.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjual beras ke Bulog apabila harga di tingkat pasar berada di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah. Sebaliknya, apabila harga pasar lebih tinggi, petani dipersilakan menjual hasil panennya ke pasar sehingga tetap memperoleh keuntungan yang maksimal.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH meninjau Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Sanggaoen

Selain itu, Bupati menyoroti kebiasaan sebagian petani yang menyimpan gabah terlalu lama setelah panen. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas gabah dan meningkatkan risiko serangan hama.

“Perlu edukasi kepada masyarakat agar gabah tidak disimpan terlalu lama. Bulog bersama Dinas Pertanian perlu menyampaikan informasi secara masif sehingga masyarakat memahami waktu yang tepat untuk menjual hasil panennya dan tetap memperoleh keuntungan,” ujar Bupati.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana pembangunan tambahan gudang Bulog Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk langsung berkoordinasi via telepon dengan Pimpinan Perum Bulog NTT dan pemerintah pusat terkait pembangunan gudang baru Bulog agar kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan seiring meningkatnya produksi pertanian di daerah.

Selain pembangunan gudang, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga mengusulkan agar status Gudang Bulog Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kantor Cabang Bulog. Menurut Bupati, usulan tersebut layak dipertimbangkan mengingat Rote Ndao merupakan wilayah kepulauan dengan tren produksi dan penyerapan gabah yang terus meningkat.

 

Foto bersama usai Peninjauan Gudang Bulog oleh Bupati Rote Ndao
Foto bersama usai Peninjauan Gudang Bulog oleh Bupati Rote Ndao

Kepala Gudang Bulog Rote Ndao, Leksi Ndolu, menyambut baik. Ia menjelaskan bahwa Bulog saat ini memiliki kebijakan untuk menjalin kemitraan melalui skema maklon. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mendorong PD Ita Esa agar menjadi mitra Bulog dalam kegiatan penyerapan gabah dan beras dari masyarakat. Pemda juga berencana memberikan penyertaan modal untuk memperkuat peran BUMD tersebut.

Menurut Bupati, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Dengan data produksi dan penyerapan yang akurat, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam menyampaikan kondisi riil sektor pertanian kepada pemerintah pusat, sehingga berbagai program dan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Di akhir kunjungan, Bupati menegaskan pentingnya menjaga indeks pertanaman minimal dua kali dalam setahun sebagai upaya meningkatkan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)