rlh-desa-lekunik

Wakil Bupati Rote Ndao Resmikan 10 unit Rumah Layak Huni di Desa Lekunik

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, SE, M.Si, mewakili Bupati Rote Ndao meresmikan 10 rumah layak huni (RLH) di Desa Lekunik Kecamatan Lobalain, Senin, (26/10/2020). Ia meresmikan rumah layak huni kepada warga Desa Lekunik secara simbolis di salah satu rumah milik Ibu Aplonia Bailao.

Wakil Bupati Stefanus menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Lekunik yang telah membangun rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dari anggaran Dana Desa tahun 2020.

Wakil Bupati Stefanus juga memberikan apresiasi kepada Camat Lobalain Nusry Zacharias,SE dan Pj Kades Lekunik Konstantinus Ndolu, SE yang telah menyelesaikan pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Lekunik dengan baik.

Dirinya merasa sangat bangga  dengan pihak Desa Lekunik dan Camat Lobalain sebab,  rumah layak huni adalah merupakan salah satu visi dan misinya bersama Bupati Paulina Haning- Bullu, SE saat masa kampanye. Salah satu program unggulan adalah Aladin (atap lantai dan dinding), setelah terpilih dan dilantik 2019 silam, adapun program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yakni Rumah Layak Huni.

Pada kesempatan itu juga  Wakil Bupati Stefanus M. Saek mengatakan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan pembangunan yang meletakan dasar bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membangun sebuah rumah yang layak huni. Disebut layak huni karena didalamnya seluruh aktifitas bisa dilakukan dengan baik. Dengan demikian maka pemerintah tetap memberikan perhatian serius terkait dengan pembangunan rumah layak huni.

Oleh sebab itu dimasa periode kepemimpinannya bersama Bupati telah berkomitmen dan telah dituangkan dalam RPJMD 5 tahun kedepan untuk menyelesaikan rumah layak huni di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu Penjabat Kepala Desa Pj.Kades Lekunik, Konstantinus Ndolu, SE menyebutkan Pagu Anggaran Dana Desa (DD) Desa Sanggaoen Tahun 2020 senilai Rp. 1.232.763.858. Anggaran untuk rumah layak huni sebesar Rp. 344.713.000., dana sebesar itu, diperuntukan untuk 10 Rumah Layak Huni (bangun baru) dan saat ini pekerjaan fisik pembangunan rumah layak huni progresnya selesai 100%.(dkisp)

rote-stunting-juara-1

Rote Ndao Raih Juara Satu dan Kabupaten Terinspiratif Pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Dalam Mendukung Penurunan Stunting Terintegrasi

Bappelitbangda Provinsi NTT melaksanakan kegiatan rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari 22 kabupaten/kota unsur Bappelitbangda serta Dinas Kesehatan kabupaten, serta mitra pembangunan yang mendukung bidang kesehatan masyarakat di sektor kesehatan. Rapat kerja tersebut berlangsung di hotel Neo Aston Kupang 21-23 Oktober 2020.

Rapat kerja penilaian kinerja aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di provinsi NTT merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas. Upaya ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki prevalensi stunting tertinggi pada 21 kabupaten dan kota kupang, untuk segera melakukan langkah-langkah mengakselerasi tingkat penurunan stunting.

Pelaksanaan aksi konvergensi merupakan implementasi Pilar 3- Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting periode 2018-2022. Hasil aksi konvergensi ditujukan untuk dimanfaatkan oleh kabupaten/kota dalam upayanya memperbaiki manajemen intervensi gizi agar lebih terpadu dan tepat sasaran.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas D.Lana, SH, M.Si, saat memimpin rapat beliau menyampaikan, dalam upaya mendukung penurunan stunting di NTT maka komitmen pemerintah daerah untuk wajib memasukan indikator pengurangan stunting dalam dokumen RPJMD provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu Kosmas Lana, memberikan statementnya kepada peserta dari Bappelitbangda kabupaten se-NTT dalam rapat koordinasi konvergensi stunting tersebut mengatakan, Pendanaan Aksi Konvergensi melekat pada kegiatan perencanaan sampai dengan pengendalian tahunan pemerintah daerah. Sebagai contoh; analisis situasi dilakukan sebagai bagian dari proses analisis gambaran umum kondisi daerah dan perumusan permasalahan pembangunan daerah untuk penyusunan Renja/RKPD. Serta mengalokasikan dana secara signifikan untuk mengatasi stunting, baik secara fisik di lapangan maupun secara adiministartif.

Dalam pelaksanaan rapat koordinasi konvergensi untuk mendukung penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan di kupang tersebut, dilakukan pula komunikasi secara daring antara kepala Bappelitbangda NTT Kosmas D. Lana dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dimana saat bersamaan Gubernur VBL berada di Kabupaten Rote Ndao dalam rangka kunjungan kerjanya.

Melalui pesannya kepada peserta rakor konvergensi stunting, Gubernur VBL mengemukakan bahwa, Bappelitbangda provinsi/kabupaten/kota se NTT, untuk segera lakukan koordinasi serta kolaborasi secepatnya dalam mengentaskan stunting di daerah . Karena itu diperlukan sinergitas antar organisasi perangkat daerah Kabupaten untuk penanganan stunting, perlu difokuskan dibidang sanitasi, imunisasi dasar, keluarga berencana, pemenuhan air layak dan efisiensi anggaran” jelas Gubernur VBL.

Hadir sebagai nara sumber dalam rapat koordinasi penilaian kinerja aksi konvergensi stunting terintegrasi yang terlaksana selama 3(tiga) hari di kupang 21/23-10-2020 tersebut, antaranya: mewakili ketua DPRD NTT, Ibu Ana Kolin dari komisi V DPRD NTT, Ketua Pokja Stunting Ibu Sara Lery Mbuik, perwakilan Unicef NTT Ibu Blandina, Ibu Nita mewakili Pokja Stunting, Drg. Iin Andriani, M.Kes, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dengan se jumlah peserta rakor sebanyak 60 orang.

Pada Rakor tersebut juga diumumkan penilaian kinerja aksi konvergensi stunting se- NTT dan Kabupaten Rote Ndao meraih juara satu seperti tahun sebelumnya yaitu tahun 2019, dan tahun ini Rote Ndao selain juara 1 aksi konvergensi stunting juga terpilih sebagai Kabupaten Terinspiratif dalam penanganan stunting.

Berikut nama-nama kabupaten/kota yang masuk dalam 10 besar aksi konvergensi stunting se-NTT yaitu 1. Kabupaten Rote Ndao, 2. Kabupaten Ende, 3. Kabupaten Nagekeo, 4. Kabupaten Ngada, 5. Kab. Flores Timur, 6. Kab. Sumba Timur, 7. Kab. Belu, 8. Kab. TTS, 9. Kab. Sabu Raijua dan 10. Kab. Kupang (bapelitbang-rn)

gub-vbl-lantik-dirut-bank-ntt

Gubernur NTT Lantik Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

Setelah enam bulan dijabat oleh Pelaksana tugas (Plt), hari ini, Kamis (22/10), Bank NTT resmi memiliki seorang Direktur Utama (Dirut) defenitif.

Harry Alexander Riwu Kaho, berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditetapkan sebagai Dirut baru Bank NTT. Hal ini ditandai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 (RUPS-LB 2020) dengan agenda tungal, pelantikan Dirut PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) masa bhakti 2020-2024.

Seremoni pelantikan ini dipimpin langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, pada pukul 09.00 Wita, bertempat di aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Rote Ndao, Jl. Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

Hadir dalam pelantikan itu, para pemegang saham, Pimpinan DPRD NTT, DPRD Kabupaten/Kota, serta lembaga jasa keuangan dan mitra.

Sebagaimana diketahui, pada RUPS tahunan 6 Mei 2020 lalu di Kupang, Harry Alexander Riwu Kaho yang adalah Direktur Dana, ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikan pejabat sebelumnya, Izak Eduard Rihi.
Sejak RUPS Mei 2020 itulah, sejumlah tahapan di internal dilaksanakan untuk mencari Dirut definitif, termasuk melengkapi seluruh syarat yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alex sendiri, sebagai calon Dirut Bank NTT, memenuhi pelaksanaan klarifikasi OJK tanggal 9 Juli 2020 melalui video conference di Kupang. Dan berdasarkan surat Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan OJK Jakarta Nomor SR-293/PB.12/2020 tanggal 14 September 2020 hal Penyampaian Salinan Keputusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas Pencalonan Direktur Utama Bank NTT, menyatakan menyetujui pencalonan Harry Alexander Riwu Kaho sabagai Direktur Utama Bank NTT, dan Salinan Keputusan Anggota Komisioner OJK nomor KEP – 133/D.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Harry Alexander Riwu Kaho selaku calon Direktur Utama Bank NTT, juga dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjadi Dirut Bank NTT.

Gubernur VBL usai pelantikan kepada wartawan mengatakan bahwa, atas kepercayaan menjadi Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho diminta untuk menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Tantangan yang ada serta target-target yang ingin dicapai dapat dikerjakan bersama tim Direksi dan Komisari agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik. Khususnya NPL maupun target-target laba bisa dikerjakan dengan baik. Walaupun dalam kondisi yang sulit seperti ini,
saya harapkan di bawah komando saudara Alex Riwu Kaho, Bank NTT menatap masa depan yang lebih baik,” tandas Gubernur VBL.

Sementara itu, secara terpisah, Alex Riwu Kaho mengatakan ia akan berusaha mewujudkan apa yang diharapkan para pemegang saham, dan tetap menjadikan Bank NTT sebagai bank kebanggaan yang tetap dipercaya rakyat NTT.

Resmikan Kantor Baru

Usai prosesi pelatikan dalam RUPS-LB 2020, di hari yang sama, Gubernur VBL bersama jajaran direksi dan pemegang saham menghadiri acara peresmian gedung kantor baru Bank NTT Cabang Rote Ndao. Seremoni ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh gubernur, pengguntingan pita serta peninjauan ruangan.

Tidak hanya itu, acara itu diisi dengan penandatanganan MoU sembilan pajak daerah antara Bank NTT dengan Pemkab Rote Ndao dan penyerahan CSR kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan. (boy/aln/timex/dkisp)

lantik-camat-loaholu

Bupati Rote Ndao Lantik Pejabat Administrasi Untuk Kecamatan Loaholu

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE melantik 5 pejabat administrasi untuk kecamatan Loaholu yang baru diresmikan pada Selasa, 20/10/2020 bertempat di kecamatan Loaholu kabupaten Rote Ndao.

Berdasarkan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor : Kep.821/359/63.O/BKPP/2020 tanggal 13 Oktober 2020 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan administrasi di lingkup pemerintah Kabupaten Rote Ndao, maka Bupati Rote Ndao melantik lima pejabat untuk menduduki jabatan administrasi pada kecamatan Loaholu diantaranya adalah Jemi Oktovianus Adu, SH sebagai Camat Loaholu, Masyono Sucipto Dano, S.Pd, sebagai Sekretaris Camat, Isak Welhelmus Selly,SE sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Elyani Timneno,SH sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Erwin Nitanel Lau,A.Md sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan, Aset, Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.

Bupati Rote Ndao pada kesempatan itu dalam sambutannya menyatakan bahwa ini merupakan sebuah kebanggakan bagi masyarakat Loaholu karena Gubernur bersedia hadir untuk meresmikan serta melihat dari dekat pertumbuhan ekonomi masyarakat Rote Ndao.

Sejarah mencatat bahwa terbentuknya Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2002 hanya dengan 6 kecamatan dan pada tahun 2005 dimekarkan oleh Bupati Christian N. Dillak 2 kecamatan sehingga menjadi 8 kecamatan dan pada tahun 2011 dimekarkan lagi oleh Bupati Leonard Haning dari 8 menjadi 10 kecamatan dan pada tahun 2019, pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengusulkan untuk tambahan 4 kecamatan tetapi yang disetujui hanya 1 kecamatan yaitu Kecamatan Loaholu yang terpisah dari kecamatan induknya yaitu Kecamatan Rote Barat Laut, sehingga pada tahun 2020 ini Kabupaten Rote Ndao sudah mempunyai 11 kecamatan.

Tiga kecamatan yang belum terjawab itu masih terbentur dengan persyaratan dasar, teknis dan administratif

“kita sama-sama berdoa dan berjuang sehingga harapan itu bisa terjawab kedepan” kata Bupati

Nama Loaholu ini merupakan satu sejarah dimana ditempat ini merupakan tempat tinggalnya raja Dengka pada jaman itu sehingga arti Loa itu artinya Luas dan Holu itu artinya Pelukan, jadi tentunya siapapun yang menjadi pemimpin di Loaholu dia harus mampu memeluk masyarakatnya dengan tidak membeda-bedakan supaya dapat melayani masyarakatnya dengan benar dan punya perhatian sehingga kedepan masyarakatnya bisa sejahtera.

Lanjut Bupati bahwa di tempat ini terdapat sebuah gereja tua yang bernama Loaholu sehingga ini menjadi sebuah kenangan bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao terkhususnya masyarakat di Kecamatan Rote Barat Laut dan lebih khusus lagi Kecamatan Loaholu sehingga kecamatan baru ini diberi nama Kecamatan Loaholu.

Pembentukan kecamatan baru merupakan strategi dari pemerintah agar bagaimana bisa melakukan pendekatan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga hari ini bukan saja kecamatan diresmikan tetapi aparaturnya juga dilantik untuk melayani masyarakat.

“Walaupun kami menyadari bahwa masih sangat terbatas dalam sebuah kecamatan baru tetapi pelayanan itu tetap berjalan, dalam segala hal kita harus mempunyai kemampuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakatnya.

Bupati Paulina juga lebih lanjut menyatakan bahwa kehadiran Gubernur NTT disini juga adalah bagaimana melihat dari dekat serta membantu pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menyukseskan program tanam jagung panen sapi, dan Rote Ndao sudah menyediakan lahan seluas 700 hektar dan sudah siap tanam untuk menyukseskan program ini.

Hadir pula pada kesempatan itu Ketua DPRD bersama beberapa anggota DPRD Rote Ndao unsur Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, para Asisten lingkup pemkab Rote Ndao, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, para undangan, tokoh agama, tokoh adat kecamatan Rote Barat Laut dan Kecamatan Loaholu.(DKISP)

peresmian-kec

Gubernur VBL Resmikan Kecamatan Loaholu di Kabupaten Rote Ndao

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat meresmikan salah satu kecamatan baru dan merupakan kecamatan ke-11 di Kabupaten Rote Ndao yaitu Kecamatan Loaholu pada, Selasa, 20/10/2020 bertempat di desa Oelua Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao

Kecamatan Loaholu dengan ibukotanya berpusat di Desa Oelaba yang merupakan pemekaran dari kecamatan induk yaitu Kecamatan Rote Barat Laut. Kecamatan Loaholu terbentuk atas dasar Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor 3 tahun 2019 tentang pembentukan Kecamatan Loaholu di Kabupaten Rote Ndao. Dengan terbentuknya Kecamatan Loaholu maka Kabupaten Rote Ndao memiliki total 11 kecamatan.

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat pada kesempatan itu menyatakan bahwa setelah Kabupaten Rote Ndao dimekarkan dari Kabupaten Kupang, pembangunan di Rote Ndao terus bergerak dari kepemimpinan ke kepemimpinan yang lain. Dan saat ini dirinya melihat bahwa di bawah kepemimpinan bupati saat ini cukup menggerakan roda kepemimpinan dengan baik, pasti ada keterbatasan-keterbatasan tetapi ada catatan-catatan kemajuan dan prestasi yang dipantau cukup membanggakan.

Lanjut Gubernur bahwa hari ini kita bisa meresmikan sebuah kecamatan baru dari kecamatan induk yaitu kecamatan Rote Barat Laut menjadi kecamatan Loaholu. Pada saat pemerintahan kolonial maka struktur pemerintahannya itu selalu kerajaan dan tipikal raja itu kerajaannya bagus, supaya terlihat, terpandang. Apakah rakyatnya hidup dengan baik atau tidak yang terpenting kerajaan terlihat bagus.  Tetapi setelah menjadi republik maka struktur pemerintahannya kebawah menjadi tingkat I, tingkat II, kecamatan dan desa, maka tuntutan nomor satu berbeda yaitu bagaimana rakyatnya itu kaya.

“Karena itu menjadi pemimpin di daerah baru seperti ini dengan bapak camat yang dilantik ini, nomor satu bukan bangun kantor tetapi bagaimana mampu memverifikasi penduduknya siapa yang miskin dan siapa yang mampu, itu harus didesain. Nanti kalau sudah jalan bagus baru dipikirkan kantornya. Perencanaan kecamatan baru ini tidak boleh mulai dari infrastruktur khususnya perkantoran tetapi mulai dari infrastruktur pelayanan publik” ujar Gubernur VBL

Banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dilakukan contohnya pemakaran kabupaten baru kita serius membangun kantor sehingga uangnya habis untuk membangun kantor tetapi rakyatnya tertinggal.

“harusnya rakyatnya dimajukan dan kita melihat sudah bagus baru kantor kita bangun, karena kantor tidak penting, tetapi rakyat yang penting” kata Gubernur

Ini penting bagi kita dalam memajukan daerah-daerah terbatas seperti ini kita harus mampu menyiasati anggaran kita dengan baik sehingga kemajuan-kemajuan pembangunan itu terasa langsung oleh rakyat kita.

Lebih lanjut Gubernur VBL menyatakan bahwa ada beberapa catatan penting untuk Rote Ndao saat ini yaitu Stunting data yang dimiliki untuk Rote Ndao saat ini turun drastis dan menurut dirinya merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan, banyak kabupaten yang naik tetapi Rote Ndao turun karena itu merupakan sebuah kerja yang sangat konvergensi merupakan sebuah kerja yang dilakukan dengan baik.

“kerja-kerja seperti ini yang harus terus dilakukan, karena itu kecamatan yang baru ini jangan tiba-tiba kemiskinannya paling banyak” pesan VBL

Niatnya adalah membuat efektif dan efisien karena itu pemerintah tidak boleh merekrut anggaran karena pemakaran ini tetapi karena pemekaran ini efektifnya pemerintah melayani sampai tingkat-tingkat bawah dan efisien karena mampu menyederhanakan seluruh pelayanan publik dengan baik

“karena itu saya terus optimis bahwa dibawah pemerintahan Bupati Rote Ndao sekarang kemajuan-kemajuan terus didorong, para camat, kepala desa kerja sungguh-sungguh ini akan membuat semangat yang luar biasa” imbuh VBL

Didalam kebahagiaan kita untuk memiliki kecamatan ke-11 ini menuntut untuk meningkatkan kualitas pembangunan kepada masyarakat, karena ciri khas orang Rote itu selalu membawa pembangunan dan pertumbuhan dimana-mana, jadi saya harap semangat menumbuhkan pembangunan baru itu adalah semangat yang tumbuh secara alami.

Gubernur VBL pada kesempatan itu menandatangani prasasti tanda diresmikannya kecamatan Loaholu serta melakukan peletakan batu pertama tanda lokasi pembangunan kantor camat Loaholu.

Gubernur juga menyerahkan bantuan Alat Kesehatan dan Logistik Covid-19 kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang diterima langsung oleh Bupati Rote Ndao yang disaksikan oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M.Saek,SE.

Pada kesempatan itu pula Bupati Rote Ndao menerima penyerahan hibah tanah untuk pembangunan kantor Kecamatan Loaholu oleh pemilik tanah Bapak Saiful Taher.

Hadir pula pada kesempatan itu Ketua DPRD bersama beberapa anggota DPRD Rote Ndao unsur Forkopimda Rote Ndao, Sekda Rote Ndao, para Asisten lingkup pemkab Rote Ndao, Pimpinan OPD lingkup pemkab Rote Ndao, para undangan, tokoh agama, tokoh adat kecamatan Rote Barat Laut dan Kecamatan Loaholu.(DKISP)

pelantikan-dirut-pdam1

Bupati Rote Ndao Melantik Direktur PDAM Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE mengambil sumpah dan melantik Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Rote Ndao yang baru pada Senin, 19/10/2020 di Auditorium Tii Langga Permai.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE pada kesempatan itu mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Direktur PDAM Rote Ndao yang baru dilantik yaitu Didik Paulus Benyamin Messakh,ST untuk periode 2020-2025.

Bupati pada kesempatan itu berpesan kepada Direktur PDAM Rote Ndao, Valen Messakh (sapaan Didik Paulus Benyamin Messakh) agar dalam menjalankan tugasnya penuh amanah dan karena jabatan ini harus dipertanggung jawabkan sesuai sumpah dan janji yang telah diikrarkan.

Lanjut Bupati bahwa pimpinan BUMD adalah elemen yang diberikan tanggung jawab amanah mengelolah perusahaan daerah, artinya anda sedang mengelolah aset Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

“dibutuhkan orang yang mampu, mau dan militan dalam menjalankan perusahaan ini, anda harus benar-benar bekerja keras, bekerja cerdas, jujur, profesional dan memiliki kemauan tinggi untuk menjalankan PDAM selama 5 tahun kedepan. Beban di pundak anda bukan hanya mensejahterahkan seluruh pegawai PDAM saja tetapi juga harus melayani masyarakat dengan prima sekaligus mampu memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah daerah sebagai pemilik modal” ujar Bupati Paulina

Untuk diketahui bahwa kondisi PDAM saat ini dalam keadaan “SAKIT” yang perlu penanganan secepatnya untuk bisa bangkit dan kembali sehat. Tidak hanya mengharapkan dari yang sudah ada tetapi harus pula melakukan konsolidasi dan mencari peluang-peluang kerjasama dengan pihak lain untuk pengembangan perusahaan ini.

Lebih lanjut lagi Bupati mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terhadap perusahaan ini banyak hal yang harus dibenahi seperti; PDAM belum memiliki rencana bisnis, tingginya tingkat kehilangan air mencapai 40%, belum lengkapnya SOP, pengelolaan aset yang belum jelas, tidak adanya laporan baik bulanan, triwulan maupun tahunan, perlunya peningkatan kualitas SDM pegawai, gaji pegawai yang belum dibayarkan beberapa bulan terakhir, perlunya melakukan uji kualitas air secara berkala, tunggakan pelanggan yang belum tuntas dan masih banyak lagi yang harus dibenahi serta memerlukan pemikiran yang serius dan tenaga ekstra untuk diselesaikan.  Dan tidak kalah penting bahwa PDAM belum memberikan kontribusi dalam penerimaan daerah (PAD).

Bupati juga mengatakan bahwa dirinya selaku pemilik modal, dirinya tegaskan kepada direktur PDAM yang baru dilantik ini beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pimpinan PDAM harus secara berkala melaporkan kemajuan kinerjanya kepada Bupati dan harus selalu memperhatikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.
  2. PDAM harus dikelolah secara profesional sehingga lebih produktif, efisien dan efektif.
  3. Segera menyusun rencana bisnis, untuk lima tahun kedepan
  4. Segera menuntaskan berbagai permasalahan yang dihadapi terutama infrastruktur, masalah dengan pemilik sumber air, aset, manajemen perusahaan, mengurangi tingginya kebocoran air, dan masalah kualitas air, kwantitas dan kontinuitas
  5. Tegas menerapkan aturan yang berlaku.

Apabila tidak dapat memenuhi beberapa hal tersebut maka harus siap untuk meletakan jabatan.

Diakhir sambutannya Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat sementara Direktur PDAM yang telah menjalankan dengan baik tugas dan tanggung jawabnya. Meskipun hanya sementara tetapi banyak yang telah dibuat untuk meningkatkan kinerja PDAM. Juga kepada panitia seleksi yang telah benar-benar menyeleksi dan bekerja keras menghasilkan direktur definitif yang layak dan patut dan yang telah dilantik ini.

Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten Setda Rote Ndao, Dandim 1627/Rote Ndao, Kapolsek Lobalain, Personil Danlanal Pulau Rote, Pimpinan OPD, para staf PDAM Rote Ndao, Tokoh Agama, Tokoh Adat.(dkisp)

hari-kesaktian-pancasila-2020-virtual1

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Dilaksanakan Secara Virtual

Sehubungan dengan situasi pandemi covid-19 maka penyelenggaraan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Tagline ” Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila” diatur dan berlangsung secara virtual. Kegiatan ini dapat diikuti secara serentak di kanal youtube media massa dan kanal sekretariat Presiden.

Kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila ini disaksikan secara langsung kamis (01/10/2020) pagi dari monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo.

Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, peserta memberi hormat kepada presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Kemudian komandan upacara melaporkan kepada jokowi untuk memulai upacara tersebut.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan. Sesuai rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan teks pancasila diikuti oleh pembacaan UUD 1945.

Acara ini tanpa sambutan sebagaimana mestinya, melainkan hanya pembacaan Ikrar oleh ketua DPR, Puan Maharani. Kesimpulan dari pembacaan ikrar ini adalah bahwa dalam rangka memperingati Kesaktian Pancasila ini, kami, segenap anak bangsa tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usai pembacaan ikrar ini, kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Menko bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dan berakhir dengan salam sebelum membubarkan diri.

Upacara secara virtual ini dipantau langsung oleh bupati, Paulina Haning-Bullu, wakil, Stefanus Saek, unsur Forkopimda, Assisten Perekonomian dan kepala Organisasi Perangkat Daerah langsung dari lobi lantai I kantor sekretariat daerah kabupaten Rote Ndao. Upacara secara virtual inipun berlangsung secara sederhana, khidmat dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah covid-19.

Sebelumnya, informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini telah disampaikan melalui surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86491/MPK.F/TU/2020 tanggal 28 september 2020. (kominfostatperRN)

kejari-rote-ndao

Kajari Rote Ndao, Indra Hidayanto Tutup Usia

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Indra Hidayanto, SH, MH, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Baa – Rote Ndao pada selasa, 29/09/2020 tepat pukul 21.20 Wita

Indra Hidayanto, sekitar pukul 19.30 wita mengalami sesak napas sehingga dibawah dari rumah jabatan Kajari yang beralamat di Kelurahan Namodale ke RSUD Baa.

Kurang lebih satu jam di RSUD Ba’a Indra Hidayanto mendapat penanganan medis dan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat, (IGD), RSUD Baa namun pada pukul 21.20 wita, Indra menghembuskan nafas terakhir.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Direktur RSUD Baa, dr. Adhi mengatakan bahwa bahwa petugas Medis dari Puskesmas Ba’a selalu melakukan pengecekan kondisi keadaan Korban sebelum korban meninggal Dunia, Indra Hidayanto sebelumnya mengeluh sesak napas pada dada bagian kiri.

Atas keluhan itu pihak rumah sakit telah melakukan penanganan sesuai prosedur tetap, (Protap), namun akhir kehidupan  di tentukan yang Maha Kuasa.

Seorang staf Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Mengatakan, Kajari Indra Hidayanto dalam minggu terakhir ini sering mengalami keadaan sesak napas.

Selain itu, sebelumnya sempat nenjalani opname di RSUD Ba’a pada Kamis (24/09/2020) dan baru dipulangkan Jumat 25/09/2020 keesokan harinya dengan keluhan yang sama. Jelas Staf ini sambil meminta identitasnya tidak ditulis.

Kajari Rote Ndao Indra Hidayanto, sampai berita ini dilangsir, media belum mendapat penjelasan resmi dari pihak RSUD Baa  terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.

Pukul 23.05 wita, jenasah di bawah kembali oleh pihak keluarga (Kejaksaan Rote) menuju Rumah jabatan Kajari kelurahan Namodale dan tiba pada pukul 23.17 Wita

Jasad Almarhum direncanakan akan diberangkatkan ke Kupang pada Rabu, 30/09/2020 dan selanjutnya akan diberangkatkan ke daerah asalnya di Malang – Jawa Timur.

Pantauan media, yang datang melayat di IGD RSUD Baa saat meninggalnya Kajari Baa Jaksa Madya Indra Hidayanto,SH,MH adalah Bupati Rote Ndao, Paulina Haning- Bullu, SE, Drs. Leonard Haning, MM, Forkopimda Rote Ndao, beberapa pimpinan OPD, serta Pejabat lingkup Kejaksaan Negeri Rote Ndao dan staf.

 

Upacara Pelepasan Jenasah Almarhum Indra Hidayanto 

Pada hari Rabu, 30/9/2020 pukul 07.20 wita bertempat di bandara D.C. Saudale, Kab. Rote Ndao telah dilaksanakan kegiatan Pengantaran jenazah alm. Indra Hadiyanto (Kajari Rote ndao).

Hadir dalam kegiatan antara lain, Paulina Haning Bullu, SE. (Bupati Rote Ndao), Letkol Laut (P) Anis Latif, SE, M. Tr. Hanla, MM (Danlanal Pulau Rote),  Letkol Inf. Educ Permadi Eko Putro Basuki (Dandim 1627/Rote Ndao), Rosihan SH (Perwakilan pengadilan), Charles Malaikosa, ST (Ka Bandara DC Saudalle), M. Irfan l, S.Sos. MM (Ka BNN), Jhoni Saudale (Kasatpol PP), Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Rote ndao, Tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pukul 07.25 wita kegiatan diawali dengan upacara pelepasan jenazah yang dipimpin oleh Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, SE, M. Tr. Hanla, MM, selanjutnya jenazah alm diterbangkan menggunakan pesawat Demonim Air tujuan Rote – Kupang dan dilanjutkan menuju rumah duka di kota Malang jawa timur.

Pada pukul 07.45 wita pesawat Demonim take off menuju kupang, Pukul 08.00 wita seluruh rangkaian kegiatan pengantaran selesai, selama kegiatan berjalan dengan tertib aman dan lancar (**/dkisp-rn).

bupati-kunker-nuse-201

Bupati Paulina dan Wakil Bupati Stefanus Kunker Di Pulau Nuse

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus Saek bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Nuse, Desa Nuse, Kecamatan Ndao-Nuse, Sabtu 19 september 2020

Dalam kunker tersebut Bupati dan Wakil Bupati didampingi Asiten Administrasi Umum Jermy Haning, Kadis Kesehatan drg Suardi, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yames MK Therikh, Kadis Dukcapil Petson S Hangge, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Benay Fora, Kadis Sosial Ferdinand Haning, Kasatpol PP Joni Saudale, Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Ny Lona Apdiana Saek-Ngginak, Camat Ndao-Nuse Yusuf O Fiah, bersama sejumlah staf.

Bupati Paulina kepada media menjelaskan, tujuan kunjungan kerja yang dilakukan bersama Wakil Bupati, adalah untuk melihat dari dekat kehidupan masyarakat penghuni pulau terpencil dan terluar di Kabupaten Rote Ndao, serta mendengar sendiri aspirasi masyarakat setempat.

Dalam pertemuan perdana dengan warga Pulau Nuse setelah dilantik setahun yang lalu, Bupati Paulina menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada warga yang 100 memilih dirinya bersama Wabup Stefanus M Saek (Paket Lentera jilid 3), dalam pilkada 2018 lalu.

Bupati Paulina saat berdialog dengan warga Desa Nuse juga menyampaikan bahwa sejumlah program dan bantuan akan diarahkan ke wilayah tersebut, di antaranya pemberian satu unit kapal ikan 3 GT bagi kelompok nelayan tangkap, satu unit kapal (perahu) wisata, empat unit fiber penampung air bersih, cool box, bantuan pribadi Bupati dan Wakil Bupati berupa ternak ayam dan babi untuk meningkatkan ekonomi dan gizi balita.

Yang akan diserahkan saat ini, kata Bupati, adalah bantuan empat unit cool box dari Dinas Kelautan dan Perikanan, bantuan Pemberian Makan Tambahan (PMT) bagi dua PAUD di Kecamatan Ndao-Nuse dari TP PKK Kabupaten Rote Ndao, bantuan seragam SD dan selimut dari Dinas Sosial, 200 masker bantuan Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, dan 50 paket sembako yang merupakan bantuan pribadi Bupati dan Wakil Bupati bagi 50 lansia.

“Bantuan lainnya nanti diproses oleh dinas teknis dan diambi, oleh Penjabat Kades di Ba’a,” imbuhnya.

Bupati Paulina juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap patuh pada Protokol Kesehatan Covid-19 karena walaupun Rote masih zona hijau, tetapi Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya. Masyarakat juga diimbau untuk menunda sementara kegiatan pesta dan kegiatan lain yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Ny Lona Apdiana Saek-Ngginak mengatakan, bantuan PMT yang diberikan bagi anak-anak pada PAUD Mbali Noekeli dan Nurul Ilmy tersebut merupakan Program TP PKK Rote Ndao dalam rangka membantu pemerintah mecegah stunting.

Bantuan PMT yang diberikan, kata istri Wabup Stefanus Saek itu, yakni berupa susu, telur, kacang hijau, gula pasir. Diharapkan bantuan ini dapat membantu anak-anak PAUD memenuhi gizi di masa pertumbuhan.

Camat Ndao-Nuse Yusuf O Fiah mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao kepada warga Desa Nuse dan Kecamatan Ndao-Nuse pada umumnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk mendukung semua program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan yang diarahkan ke wilayah tersebut karena pada prinsipnya semua program pemerintah dimaksudkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, dalam kurker tersebut juga dilakukan sosialisasi bantuan pinjaman lunak usaha perikanan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) oleh Dinas Dukcapil, dan sosialisasi Pilkades Serentak oleh Dinas PMD.(*MT/dkisp)

kunker-proyek-rotsel-1

Bupati Tinjau Pelaksanaan Proyek di Rote Selatan

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu dan wakil Bupati Stefanus Saek tinjau pelaksanaan proyek di wilayah Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/9/2020).

Bupati meninjau pembangunan jalan menuju tempat wisata Tolanamon Desa Inaoe, jalan yang menghubungkan Dusun Lopolain dan Dusun Daedulu Desa Nggelodae, serta saluran Irigasi di Persawahan Soloe Desa Lenguselu sepanjang 900 meter

Peninjauan ini, dilakukan Bupati guna memastikan sejauh mana progres yang ditelah dikerjakan rekanan. Kemudian, tujuan Bupati turun ke lapangan juga ingin memastikan mutu pekerjaan pihak ketiga.

Karena, Bupati menginginkan pekerjaan tidak asal-asalan, sebab pembangunan Jalan tersebut, dananya bersumber dari APBD yang merupakan uang rakyat.

Selain melakukan peninjauan, Bupati juga meminta dinas teknis lakukan pengecekan ketebalan Jalan telah siap di aspal, apakah ketebalan dan bahannya sesuai dengan speck yang ditentukan, dan pekerjaan infrastruktur lainya agar berkualitas.

Untuk diketahui, Kunker Bupati dan Wakil Bupati di kecamatan Rote Selatan didampingi oleh Asisten ll setda kabupaten Rote Ndao, Armi Saek kepala dinas pekerjaan umum serta camat Rote Selatan. (*Tim/)